Perempuan Australia Jatuh dari Wahana Setinggi 30 Meter, Kondisinya Kritis

Perempuan Australia Jatuh dari Wahana Setinggi 30 Meter, Kondisinya Kritis

SAHMITRA — Seorang perempuan di Australia jatuh dari ketinggian 30 meter saat menaiki wahana di taman hiburan Cairns. Kondisinya hingga kini masih kritis.

Menyadur News.com.au, pada Minggu (25/10/2020), perempuan berusia 20 tahun itu jatuh dari wahana The Hangover yang berada di Cairns Showgrounds, negara bagian Queensland.

Korban yang dalam keadaan tak sadarkan diri langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cairns setelah terjatuh sekitar pukul 17.30 sore.

Paramedis Perawatan Kritis, Denis O’Sullivan mengatakan kondisi taman hiburan kacau saat timnya tiba di lokasi.

“Perempuan itu menderita beberapa luka traumatis dan tidak sadarkan diri ketika Layanan Ambulans Queensland tiba dan dibawa ke rumah sakit dalam keadaan pingsan,” ujar Denis.

Detik-detik terjadinya kecelakaan di taman hiburan Cairns Showgrounds. (Tangkapan layar/News.com.au)

Denis menyebut evakuasi saat itu berjalan cukup sulit mengingat korban jatuh di komponen mesin wahana.

Investigasi kesehatan dan keselamatan di tempat kerja dilaporkan akan segera dilakukan.

Berdasarkan Facebook dari tempat hiburan tersebut, The Hangover digambarkan sebagai wahana, “untuk mencari sensasi bagi generasi muda dan tua.”

Wahana ini memungkinkan penumpang melayang di udara dengan lengan pendulum dan berputar 360 derajat penuh.

Bunuh Korban dengan Racun "Napas Iblis" Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Bunuh Korban dengan Racun “Napas Iblis” Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

SAHMITRA — Adrian Murphy (43) seorang penari juara ditemukan tewas di apartemennya yang berlokasi di London pada Juni 2019 setelah menjadi target Joel Osei (25) melalui aplikasi kencan Grindr.

Dilansir dari The Guardian, Murphy diracun dengan obat  skopolamin yang terdapat dalam minuman ringannya. Obat yang dosisnya bisa mematikan itu diberikan Osei kepada Murphy yang kemudian bersama Diana Cristea (18) membeli perhiasan dengan harga lebih dari 60.000 poundsterling (sekitar Rp 1,1 miliar) menggunakan kartu kredit Murphy.

Skopolamin menurut jaksa penuntut Crispin Aylett QC dikenal sebagai Devil’s Breath alias “Napas Iblis” di Kolombia dan populer di kalangan perampok serta pemerkosa untuk melumpuhkan korbannya. Korban sebelumnya, seorang pria berusia 40 tahun dari Walthamstow, London Timur juga ditargetkan oleh pasangan kriminal Osei dan Diana namun selamat dan membantu polisi mengidentifikasi pelaku.

Osei menggunakan apliaksi Grindr untuk ‘memancing’ pria-pria yang ingin kencan dengannya, meracuni mereka dengan obat dan merampok mereka. Osei yakin orang-orang ini akan malu mengakui apa yang menimpa mereka kepada polisi.

Sementara Diana Cristea akan menjual barang-barang korban. Tes patologi mengungkap adanya racun di tubuh Murphy yang ditemukan tewas di apartemennya pada 4 Juni tahun lalu dan setelah dilacak, racun itu berada di kaleng minuman dekat Murphy ditemukan.

Rekaman CCTV menangkap Osei berjalan ke apartemen Murphy dan 2 jam kemudian meninggalkan apartemen itu dengan beberapa barang. Osei terlihat menghubungi Cristea via telepon dan pesan sebanyak 23 kali selama berada di dalam apartemen dan di sekitar bangunan itu.

Dia kemudian menyerahkan beberapa barang kepada wanita itu seperti laptop, telepon genggam, kartu atm, sebuah tas desainer, dompet dan pakaian. Korban sebelumnya juga dirampok. Polisi menemukan barang-barang korban di tempat Cristea, di Tottenham, London Utara.

Skopolamin merupakan obat yang berasal dari tumbuhan Nightshade dan pernah dieksplorasi oleh CIA sebagai truth serum atau serum yang digunakan untuk membuat seseorang berkata jujur.

Inspektur Kepala Detektif Robert Pack mengatakan bahwa meski skopolamin diketahui umum di belahan dunia lain untuk melancarkan tindak kejahatan, tapi “kami yakin ini adalah pembunuhan dengan skopolamin pertama di Inggris Raya.”

Saudara laki-laki Adrian Murphy, Robert, berkata,

“Adrian membawa cinta dan seni tari kepada ribuan anak muda di seluruh dunia. Dia adalah seorang pria asal Irlandia yang inspiratif, yang merupakan penari dan koreografer berbakat. Keluarga kami sangat merasa berduka.”

Osei dan Cristea, sepasang kriminal itu akhirnya menghadapi hukuman wajib seumur hidup. Mereka dijadwalkan akan mulai menjalani masa hukuman di Old Bailey pada 14 Desember mendatang.

Hilang 2 Tahun, Seorang Wanita Ditemukan Hidup Terapung di Tengah Laut

Hilang 2 Tahun, Seorang Wanita Ditemukan Hidup Terapung di Tengah Laut

Sahmitra — Seorang wanita Kolombia yang hilang dua tahun lalu secara ajaib ditemukan masih hidup di tengah laut. Ia ditemukan oleh nelayan yang sedang berlayar, dan video penyelamatannya viral di media sosial.

“Puji Tuhan saya masih hidup,” kata Angelica Gaitan (46) yang ditemukan pada Sabtu (26/9/2020) oleh nelayan Roland Visbal hampir 2 kilometer jauhnya dari Puerto Colombia.

Dalam rekaman video yang beredar, Visbal dan seorang temannya bernama Gustavo terlihat mengarahkan kapal mereka ke arah wanita tersebut, yang kelihatannya terbujur kaku.

Mereka awalnya mengira Gaitan adalah sepotong kayu yang mengapung, sampai akhirnya dia mengangkat tangannya memberi isyarat minta tolong, menurut laporan The Sun.

Kedua nelayan itu kemudian coba berkomunikasi dengan Gaitan yang basah kuyup dengan bahasa Spanyol dan Inggris, tapi tak ada jawaban.

Laporan selanjutnya mengatakan bahwa Gaitan menderita kelelahan dan hipotermia, karena terombang-ambing selama 8 jam di tengah laut.

Visbal dan Gustavo dengan susah payah akhirnya berhasil mengangkut Gaitan ke kapal mereka, setelah mengikatkan tali pada pelampung yang mereka lempar kepadanya.

The Sun melaporkan, kata-kata pertama korban setelah diselamatkan adalah “Saya dilahirkan kembali. Tuhan tidak ingin saya mati.”

Visbal dan Gustavo terus mencoba bercakap dengan Gaitan dan memberinya air, tapi si wanita justru menangis terisak. Ia tampak diliputi emosi mendalam atas kejadian mengerikan tersebut.

Kedua nelayan itu kemudian membawanya ke pantai. New York Post melaporkan, Gaitan dirawat penduduk setempat sebelum dibawa ke rumah sakit. Setelah Gaitan teridentifikasi, kisahnya yang mengerikan terungkap.

Ternyata dia putus hubungan dengan keluarganya dua tahun lalu dan mereka sama sekali tidak tahu keberadaannya. Gaitan lalu bercerita kepada radio RCN bahwa dia meninggalkan keluarga karena puncak kekesalan selama 20 tahun kekerasan rumah tangga yang diderita dari suaminya.

“Penganiayaan dimulai pada kehamilan pertama. Dia memukuli saya, melecehkan saya,” ungkap Gaitan dalam wawancara yang dikutip New York Post.

“Pada kehamilan kedua saya, pelecehan berlanjut dan saya tidak bisa menjauh darinya karena anak-anak itu masih kecil.”

Gaitan telah melaporkan dugaan insiden itu, tapi polisi hanya menahan pelaku selama 24 jam dan Gaitan kembali menderita KDRT, menurut laporan Mirror.

Titik puncaknya terjadi pada September 2018 ketika menurut Gaitan suaminya “melukai wajahku dan mencoba membunuhku.”

Oleh karena tidak tahan lagi dengan situasinya, Gaitan melarikan diri dan tinggal di Barranquilla selama 6 bulan. Ia sempat meminta bantuan di tempat penampungan tunawisma tapi gagal dan menjadi depresi berat.

“Aku tidak mau melanjutkan hidupku,” kata Gaitan mengenang situasinya saat itu, lalu naik bus ke pantai dan memutuskan untuk lompat ke laut.

Dia mengaku tidak mengingat banyak setelah pingsan. Polisi masih menyelidiki seputar hilangnya dan penyelamatan Gaitan. Media lokal melaporkan, putri Gaitan, Alejandra Castiblanco bersama saudara perempuannya berusaha mengumpulkan uang untuk membawa pulang Gaitan ke rumah mereka di Bogota.

Dikejar Monyet saat Angkat Jemuran, Seorang Gadis Jatuh dari Atap Rumah

Dikejar Monyet saat Angkat Jemuran, Seorang Gadis Jatuh dari Atap Rumah

SAHMITRA — Seorang gadis berusia 13 tahun di India bagian utara meninggal setelah terjatuh dari atap karena dikejar monyet saat angkat jemuran.

Menyadur Ndtv, pada Kamis (21/10/2020) remaja tersebut terjatuh ketika sedang mengangkat jemuran di rumahnya di kota Muzaffarnagar, negara bagian Uttar Pradesh.

Saat ia mengumpulkan pakaian, tiba-tiba sekelompok monyet datang dan ingin menyerangnya, karena takut gadis itu pun berlari dan akhirnya terjatuh.

Polisi mengatakan kepada Press Trust of India bahwa gadis itu segera dilarikan ke rumah sakit, namun dokter tidak dapat menolong nyawanya ketika ia sampai.

Dikutip dari The Independent, insiden tersebut bukan pertama kalinya yang melibatkan konflik antara manusia dan monyet di India yang berakibat fatal bahkan kehilangan nyawa.

Pada tahun 2018, juga di negara bagian Uttar Pradesh, seorang bayi laki-laki meninggal setelah direbut dari ibunya dan digigit oleh seekor monyet.

Kemudian di tahun 2019, seorang pria dari Vrindavan diserang oleh tiga ekor monyet ketika dia mencoba memasuki rumahnya.

Pada Maret tahun ini, parlemen India menyisihkan dana senilai 50 juta rupee (Rp 9,9 miliar) untuk mengendalikan konflik yang meningkat antara monyet dan manusia di ibu kota negara.

Delhi mencatat 950 kasus monyet menggigit manusia pada tahun 2018 saja, saat anggota parlemen dan birokrat yang berjuang untuk mengatasi gangguan hewan primata tersebut.

Menurut laporan Indian Express, rencana 5 tahun Pemerintah India untuk mengatasi konflik tersebut diantaranya mengendalikan populasi monyet, memahami perilaku dan pola pergerakan dengan memasangkan kalung radio, mengidentifikasi titik konflik, menggunakan metode ilmiah untuk sterilisasi, dan melatih staf kehutanan dan kota untuk menangani jika terjadi insiden.

Namun program tersebut tidak pernah berjalan karena pandemi Covid-19 menyerang India dan penerapan kebijakan lockdown yang ketat untuk menahan penyebaran virus.

2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel

2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel

SAHMITRA — Dua perempuan dilaporkan ditikam berulang kali di bawah Menara Eiffel, Perancis, sambil diteriaki kata-kata tak pantas bernada rasial oleh pelaku yang juga dua orang wanita. Polisi merespons dengan menangkap tersangka, dalam kejadian yang terjadi setelah seorang guru dipenggal pada Jumat pekan lalu (16/10/2020).

Dua pelaku diidentifikasi berkulit putih dengan “perawakan Eropa”, dalam insiden yang terjadi pada Minggu malam waktu setempat (18/10/2020).

Salah satu korban disebut ditikam hingga enam kali dan menderita luka di paru-paru, dengan yang lainnya butuh operasi di tangannya.

Saksi mata mengungkapkan, mereka mendengar pelaku berteriak tak pantas bernada rasial sambil meneriakkan “pulanglah ke negaramu”, seperti dilaporkan The Sun, pada Rabu (21/10/2020).

Dua pekerja toko yang berada dekat lokasi kejadian langsung mengintervensi serangan dan menahan salah satunya hingga polisi datang, dengan tersangka kedua langsung ditahan.

Serangan keji

Salah satu dari perempuan yang menjadi korban mengisahkan, semua berawal ketika dia meminta salah satu pelaku meminggirkan anjingnya. Korban yang disebut bernama Kenza itu kepada harian Perancis Liberation mengatakan, mereka tengah berwisata sekeluarga ke Menara Eiffel.

Saat itu, total mereka adalah lima orang dewasa dan empat anak-anak, dan bermaksud melakukan tur singkat ke bagian taman di bawah menara.

“Saat kami berjalan, ada dua ekor anjing yang mengikuti kami. Anak-anak pun ketakutan,” ujar Kenza.

Sepupunya kemudian mencoba meminta si pemilik meminggirkan anjingnya. Namun, dua perempuan yang menjadi pelaku menolak, sehingga terjadilah pertengkaran. Dua pelaku dilaporkan menggunakan kalimat kotor.

Kemudian pada pukul 20.00 waktu setempat, dua wanita itu ditengarai mengeluarkan pisaunya, dan mulai menyerang Kenza dan sepupunya.

“Salah satu dari mereka menyerang saya di bagian kepala, di bagian rusuk, di punggung, dan lengan sebelum mereka menikam sepupu saya,” ungkapnya.

Pembunuhan terhadap Samuel Paty

Serangan yang menimpa Kenza dan sepupunya tersebut terjadi setelah pada Jumat, seorang guru dipenggal oleh remaja Chechen berusia 18 tahun. Samuel Paty, nama guru itu, dibunuh di dekat SMA Bois-d’Aulne di Conflans-Saint-Honorine, karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad.

Saat itu, Paty bermaksud mengajarkan mengenai kebebasan berekspresi dan mempersilakan murid yang Muslim untuk meninggalkan kelas jika tak setuju.

Tapi, rupanya ada satu siswa yang memilih tinggal di kelas dan mendengarkan materinya, yang kemudian dilaporkan ke ayahnya. Si ayah lalu menggalang kampanye mengecam Paty di internet, di mana dia bahkan membeberkan identitas dan sekolah tempatnya mengajar.

Kemudian pada Minggu, ribuan orang di seantero Perancis turun ke jalan mengecam pembunuhan yang dilakukan terhadap Sambil Paty. Si pelaku, diidentifikasi bernama Abdoullakh Anzarov, ditembak mati oleh polisi setelah sempat mengunggah perbuatan kejinya di media sosial.

Singapura Akan Mulai Vaksin Warga dari Covid-19 pada 2021

Singapura Akan Mulai Vaksin Warga dari Covid-19 pada 2021

Sahmitra — Pemerintah Singapura mengumumkan rencana untuk mulai melakukan vaksinasi warganya dari pandemi Covid-19, tepatnya pada 2021.

“Prioritas vaksinasi akan diberikan kepada warga yang lebih rawan tertular misalnya penduduk lansia dan pekerja medis,” kata Kementerian Kesehatan (MOH) pada Selasa (20/10/2020).

Belum diketahui pasti vaksin manakah yang akan dipakai. Tidak disebutkan juga spesifik bulan berapakah vaksinasi akan dimulai. Namun vaksin tersebut diprediksi akan sampai ke tangan Singapura paling cepat akhir tahun ini.

“Kita telah mengumpulkan panel dokter dan ilmuwan untuk memberikan pandangan dan petunjuk vaksin mana yang akan dipakai Singapura.” tutur Kenneth Mak, Direktur Pelayanan Kesehatan di MOH.

Mak melanjutkan banyak dari kandidat vaksin baru akan menyelesaikan uji klinis tahap 3 pada akhir tahun ini sehingga rencana vaksinasi lebih masuk akal untuk dilakukan tahun depan.

Menteri Kesehatan Gan Kim Yong menyambung pernyataan Mak menekankan pentingnya bagi Singapura untuk mempertimbangkan sejumlah pilihan vaksin jika satu di antaranya gagal.

Faktor lain yang juga akan dipertimbangkan adalah berapa banyakah ketersediaan vaksin dan harga dari vaksin. Sejauh ini menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), tercatat 44 kandidat vaksin yang sedang menjalani uji klinis termasuk Lunar-CoV-19 yang diproduksi di Singapura.

CDC: Virus Corona Lima Kali Lebih Mematikan dari Flu Biasa

CDC: Virus Corona Lima Kali Lebih Mematikan dari Flu Biasa

Sahmitra — Risiko kematian akibat virus Corona lima kali lebih tinggi daripada flu musiman. Hal itu diungkapkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) dalam sebuah laporan terbaru, berdasarkan catatan sekitar 9.000 pasien rumah sakit.

“Dibandingkan dengan pasien influenza, mereka yang dengan Covid-19 memiliki risiko lebih dari lima kali lebih tinggi untuk kematian di rumah sakit dan kira-kira dua kali lipat risiko masuk ICU dan lama dirawat di rumah sakit, dan berisiko lebih tinggi untuk 17 penyakit pernapasan akut, kardiovaskular, komplikasi hematologi, neurologis, ginjal dan lainnya,” bunyi laporan terbaru CDC yang dirilis pada Selasa waktu setempat.

Studi tersebut menemukan bahwa sementara sekitar 21 persen dari pasien Covid-19 yang catatannya diteliti meninggal, persentase pasien influenza dengan hasil yang mematikan sekitar 3,8 persen – atau lebih dari lima kali lebih sedikit.

CDC mengatakan bahwa selain jauh lebih mematikan daripada flu biasa, virus Corona menyebabkan sejumlah besar komplikasi yang kemungkinannya kecil pada pasien yang dirawat di rumah sakit karena influenza.

Presiden Joko Widodo Jadi Nama Jalan di Abu Dhabi, UEA

Presiden Joko Widodo Jadi Nama Jalan di Abu Dhabi, UEA

Sahmitra — Nama Presiden Indonesia Joko Widodo dijadikan nama jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Peresmian nama jalan itu berlangsung hari Senin.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi dalam keterangan di Facebook mengatakan upacara peresmian jalan Presiden Joko Widodo atau President Joko Widodo Street berlangsung pukul 16.45 waktu setempat.

Peresmian dilakukan anggota sekaligus Chairman of Abu Dhabi Executive Office Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Penamaan jalan Presiden Joko Widodo ini menunjukkan hubungan bilateral kedua negara yang semakin hangat.

Duta Besar Republik Indonesia untuk UEA, Husin Bagis, menghadiri upacara tersebut. Dubes Husin Bagis berharap penamaan jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi semakin memperkokoh dan meningkatkan sisi positif hubungan bilateral Indonesia-*abisUEA.

Penamaan jalan tersebut juga merupakan wujud penghormatan Pemerintah UEA kepada Presiden Joko Widodo dalam memajukan hubungan bilateral kedua negara.

Jalan Presiden Joko Widodo terletak di salah satu ruas jalan utama yang membelah Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC) dengan Embassy Area, kawasan yang ditempati sejumlah Kantor perwakilan diplomatik.

Nama jalan Presiden Joko Widodo menggantikan Al Ma’arid Street. Jalan tersebut menghubungkan Jalan Rabdan dengan Tunb Al Kubra.

Bukan sekali ini tokoh Indonesia dijadikan nama jalan di luar negeri. Di Rabata, Maroko, terdapat Jalan Soekarno, nama presiden pertama Indonesia. Di Amsterdam, Belanda, terdapat Jalan Raden Adjeng Kartini, nama pahlawan nasional yang juga tokoh emansipasi perempuan.

Sampo Kutu Terbakar, Remaja 16 Tahun Menderita Luka Mengerikan

Sampo Kutu Terbakar, Remaja 16 Tahun Menderita Luka Mengerikan

Sahmitra — Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun di Inggris menderita luka bakar mengerikan tingkat tiga setelah sampo kutu rambut yang dia gunakan terbakar.

Aleema Alisaat ini adalah mahasiswi penuh waktu di sebuah perguruan tinggi. Empat tahun lalu, sebuah kecelakaan aneh mengubah hidupnya selamanya. Sebelum kecelakaan itu, paras Aleema cantik.

Setelah pulang ke rumahnya di Bradford dari sekolah berasrama pada bulan Desember 2016, Aleema menyadari bahwa dia telah terkena kutu rambut dan memutuskan untuk menggunakan “Full Marks Solution”, sampo obat untuk membunuh kutu di rambutnya.

Tetapi setelah mengaplikasikan produk ke rambutnya, dia memutuskan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah dan pergi ke dapur tempat ibunya memasak.

Aleema yang saat itu baru berusia 12 tahun tidak menyadari bahwa sampo kutu rambut sangat mudah terbakar dan akibatnya seluruh kepalanya terbakar.

“Saya pergi ke dapur untuk pergi ke tempat sampah dan ketika saya berjalan melewatinya, rambut saya terbakar karena obatnya sangat mudah terbakar,” katanya.

“Saya panik dan menjadi shock dan satu-satunya hal yang dapat saya pikirkan adalah, ‘Saya akan mati’,” ujarnya pada Senin (19/10/2020).

“Saya koma selama dua bulan jadi tidak ada reaksi langsung. Itu perlahan-lahan meningkatkan jumlah waktu saya terjaga,” paparnya.

Saat seluruh kepala Aleema dilalap api, keluarganya yang panik memanggil ambulans. Dia tiba di rumah sakit hanya 10 menit setelah kejadian.

Namun, luka-lukanya sudah parah, dengan dokter menempatkan Aleema dalam keadaan koma. Dia koma selama dua bulan saat berjuang untuk hidup di unit pera watan intensif.

Aleema menderita luka bakar tingkat tiga hingga 55 persen di sekujur tubuhnya termasuk wajah, kepala, lengan, dada, paha, perut, punggung, dan tangan.

Dia juga kehilangan tujuh jari dan saat ini hanya bisa menggerakkan dua jarinya.

Aleema mengalami proses pemulihan yang panjang dan menyakitkan selama bertahun-tahun, dengan operasi cangkok kulit, pakaian khusus, dan obat-obatan untuk membantunya beradaptasi dengan kehidupan setelah kecelakaannya.

“Pemulihan saya sangat sulit dan masih berlangsung,” katanya.

“Setiap hari, saya harus melakukan nebulisers, humidifiers, pressure garments, splints, (memakai) krim, obat-obatan dan banyak lagi.”

“Saya sudah menjalani ratusan operasi sebelumnya dan semoga akan lebih banyak di masa depan.”

Dengan segala tantangan yang ada, Aleema bersyukur atas keadaan tersebut dan mengatakan bahwa kecelakaan tersebut telah membuat dirinya mencintai dirinya dari dalam dan membuatnya menjadi pribadi yang lebih percaya diri.

“Di satu sisi, saya sekarang senang ini terjadi. Itu membuat saya menjadi orang yang lebih baik. Cinta diri dan kepercayaan diri saya meningkat pesat,” katanya.

“Ini mengubah hidup saya menjadi lebih baik. Saya jauh lebih kuat, lebih berani, dan percaya diri daripada sebelumnya.”

Dia juga memuji staf di rumah sakit tempat dia menerima perawatan spesialis selama bertahun-tahun, Rumah Sakit Anak Birmingham, Rumah Sakit Anak Sheffield dan Rumah Sakit Anak Pinderfields.

“Secara internal, saya baik-baik saja,” katanya.

“Saya juga diberi tahu bahwa rambut saya tidak akan tumbuh kembali tetapi secara ajaib rambut saya tumbuh kembali. Saya masih bisa menjalani kehidupan yang sepenuhnya normal. Saya bisa mengemudi dan melakukan aktivitas sehari-hari.”

Aleema sejak itu memulai halaman TikTok-nya sendiri @aleemaxali di mana dia mem-posting tutorial make-up ke basis penggemar yang berkembang lebih dari 250.000 follower.

Dia telah memperoleh jutaan tampilan di klipnya, dengan salah satu video riasnya mengumpulkan 15,8 juta tampilan. Di dalamnya dia menunjukkan bagaimana dia mengaplikasikan concealer, eyeshadow dan highlight, menerima pujian dan dukungan dari para follower-nya.

Aleema sejak itu meluncurkan halaman GoFundMe untuk mengumpulkan uang guna operasi cangkok kulit di hidung dan bibirnya.

Hoaks Soal Vaksin Covid-19 Menyebar, Kominfo Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya

Hoaks Soal Vaksin Covid-19 Menyebar, Kominfo Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya

SAHMITRA — Pada era digital seperti sekarang, persebaran informasi bisa terjadi dengan cepat. Namun sayangnya, tak semua informasi bisa dipercaya. Sering kali ada orang yang tak bertanggung jawab menyebarkan berita bohong atau hoaks.

Salah satu contohnya adalah hoaks seputar Covid-19 yang kerap beredar selama penyakit tersebut mewabah. Saking banyaknya hoaks tersebut beredar, muncul istilah infodemic.

Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika Prof Dr Henri Subiakto mengatakan, hoaks dan mitos merupakan persoalan yang serius bagi masyarakat, bahkan kerap dipercaya dan menutupi fakta sebenarnya.

“Umumnya, hoaks tersebar menjadi pembicaraan di ruang-ruang digital, seperti media sosial dan grup percakapan aplikasi tertentu,” kata Prof Henri dalam Dialog Produktif yang dilaksanakan di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), pada Kamis (08/10/2020). 

Salah satu contoh hoaks, lanjutnya, adalah efek samping vaksin yang bisa membuat sakit.

“Ini adalah mitos. Namun, terjadinya demam adalah fakta. Demam bukanlah sakit, tetapi reaksi umum yang dikenal sebagai kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI). Suhu badan meningkat setelah vaksinasi itu bisa dikatakan lumrah dan mudah ditangani,” jelas Prof Henri.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat akan sehat jika memiliki pemahaman yang benar dan berasal dari sumber yang valid. Untuk itu, sebaiknya selalu cek dan konfirmasi pada ahlinya jika mendapatkan informasi yang simpang siur.