Rumah horor keluarga Turpin. Punya 13 anak semuanya dipenjara dan sisiksa didalam rumah

Rumah horor keluarga Turpin. Punya 13 anak semuanya dipenjara dan sisiksa didalam rumah

SAHMITRA –

911                                         : ”911 gawat darurat, apa yang ingin anda laporkan?”

Anak perempuan             : ”Um, saya baru saja kabur dari rumah.”

911                                         : “Apa kamu tahu alamat rumah kamu?”

Anak perempuan             : “Um, tidak tahu. Saya kabur dari rumah karena, saya tinggal di keluarga yang berisikan 15 orang. Dan kami punya orangtua yang menyiksa kami. Kamu bisa dengar itu?”

911                                         : “Ya, bagaimana mereka menyiksa kamu?

Anak perempuan             : “Mereka memukul kami, melempar kami. Menarik rambut kami, menjambak kami. Saya punya dua adik perempuan yang sedang dirantai sekarang. Kamu dengar saya tidak?”

911                                         : “Kamu umur berapa?”

Anak perempuan             : “Um, saya 17 tahun.”

911                                         : “Siapa nama kamu?”

Anak perempuan             : “Jordan Turpin”

Percakapan diatas adalah potongan dari rekaman panggilan telepon yang dilakukan seorang gadis 17 tahun bernama Jordan Turpin pada tanggal 14 Januari 2018, pukul 5:49 pagi ke unit gawat darurat 911. Panggilan tersebut dilakukan Jordan sesaat setelah berhasil menyelinap keluar lewat jendela rumah orangtuanya yang telah menyekap dirinya dan 12 saudara kandung lainnya.

Beberapa belas menit kemudian setelah Jordan melaporkan penyekapan dan penyiksaan yang dialaminya dan saudara-saudaranya, seorang petugas polisi yang bertugas malam itu berhasil menemukan Jordan yang sudah berdiri menunggu sambil ketakutan di ujung jalan. Polisi yang baru saja tiba itu lalu menayai Jordan lebih lanjut. Jordan memberanikan dirinya untuk menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan polisi berwajah serius itu. Sambil menjelaskan bahwa dirinya gugup karena tidak pernah keluar dari rumah seumur hidupnya dan tidak pernah bertemu atau bicara dengan orang lain.

Andai saja ketika itu Jordan tidak memperlihatkan foto adiknya yang sedang dirantai di tempat tidur sebagai bukti, polisi yang bertugas itu mungkin saja malah membawanya kembali ke rumahnya untuk didamaikan dengan orangtuanya. Foto tersebut yang meyakinkan polisi bahwa ini adalah sebuah kasus yang serius dan bukan permainan atau kenakalan remaja seperti yang sering terjadi. Jordan lalu diminta polisi tadi untuk masuk dan duduk di kursi penumpang mobil patroli. Sebelum berangkat, polisi tersebut menanyakan pada Jordan apakah ada anggota keluarganya yang bakal membutuhkan tim medis atau pengobatan. Jordan malah minta maaf karena dirinya bahkan tidak mengerti arti dari kata medication atau pengobatan.

Satu setengah jam kemudian beberapa polisi mendatangi rumah keluarga Turpin. Butuh beberapa menit sampai akhirnya David dan Louise Turpin muncul dari balik daun pintu dengan wajah was-was. Dan ketika ditanyai apakah mereka tinggal bersama anak-anak dan minta izin untuk mengecek kedalam rumah, pasangan ini terlihat semakin ketakutan. Beberapa orang polisi lalu masuk kedalam dan melakukan penyisiran keseluruh ruangan didalam rumah tersebut. Dan hasil penemuannya sungguh mencengangkan dan benar-benar memprihatinkan.

Polisi menemukan ke-12 saudara Jordan didalam rumah yang gelap dan bau menyengat karena dipenuhi oleh sampah, kotoran manusia, dan lumut. Anak-anak keluarga Turpin, 10 diantaranya adalah perempuan, yang paling tua yakni perempuan berusia 29 tahun dan yang paling muda berumur 2 tahun. Semuanya ditemukan dalam keadaan kurang gizi dan sangat kotor. Dua anak perempuan dan 1 anak laki-laki ditemukan dirantai di tempat tidur menggunakan gembok. Begitu berhasil diselamatkan, mereka langsung meminta makan dan minum karena kelaparan.

Selain fisik yang sangat ringkih, polisi menemukan beberapa dari mereka dalam keadaan ‘tidak sewajarnya’. Tujuh diantara mereka sudah masuk dalam kategori dewasa, namun fisik mereka yang lemah dan kurang gizi menyembunyikan fakta bahwa mereka sudah berusia antara 18-29 tahun. Mereka masih mengenakan piyama dan berbicara seperti anak-anak.

Hari itu juga David dan Louise Turpin ditangkap oleh pihak kepolisian, sementara ke 13 anak-anak mereka langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya fakta-fakta kebiadaban pasangan Turpin ini pun terkuak yang dikisahkan oleh korban yakni anak-anak kandung mereka sendiri.

David dan Louise Turpin memenjarakan anak-anak mereka di sebuah rumah yang tampak rapi dan asri dari luar namun penuh dengan sampah dan bau kotoran manusia didalamnya. Anak-anak itu diwajibkan tidur di siang hari dan bangun di malam hari, dimana para tetangga sudah terlelap untuk menghindari kecurigaan dan masalah. Dilarang berdiri didekat jendela atau tengok-tengok keluar.

Hanya anak pertama mereka yakni Jennifer yang sempat merasakan bangku sekolah dasar, itu pun hanya sampai tahun ke tiga saja. Dan waktu itu tidak ada yang mau berteman dengan Jennifer karena bau menyengat dari tubuh Jennifer membuatnya dijauhi oleh anak-anak lain.

Semenjak itu tidak ada dari anak-anak Turpin lainnya yang pernah bersekolah. Tidak ada satupun yang boleh keluar dari rumah. Sesekali saja dan itu pun jarang terjadi, mereka diajak keluar rumah. Dan ketika berada di luar rumah pun mereka tidak bisa bertindak sesuka mereka. Pakaian mereka harus seragam dan mereka harus berdiri atau berbaris sesuai dengan urutan lahir. Dan tidak diperkenankan bicara dengan siapapun. Pokoknya segala tindak tanduk mereka diawasi dan dikontrol oleh Louise dan David.

Anak-anak Turpin sering dibiarkan kelaparan. Dengan kejamnya Louise dan David hanya sekali sehari memberi makan anak-anak itu pun hanya dengan roti lapis dan selai kacang saja. Sementara mereka makan bisa makan apapun yang mereka mau. Karena sering dibuat kelaparan, tumbuh kembang anak-anak Turpin ini terganggu bahkan ada yang berhenti dan beberapa dari mereka menderita penyusutan otot. Alhasil anak-anak Turpin sering ketahuan mencuri makanan dan lalu dipukuli habis-habisan oleh Loiuse.

Anak-anak Turpin diteror dengan ayat-ayat alkitab yang disalahgunakan oleh David dan Louise untuk mengontrol dan menanamkan ketakutan dalam diri anak-anak. Louise sering sengaja membeli pakaian dan mainan anak-anak namun tidak memperbolehkan satupun mengenakan atau bermain dengannya. Suatu hari Louise sengaja meletakkan sepiring pie buah diatas meja makan, membiarkan anak-anaknya melihat, mencium wangi pie tersebut namun tidak satupun boleh menikmati. Selain menyiksa secara fisik, Loise juga menyiksa anak secara mental dan emosional.

Anak-anak itu bahkan hanya diperbolehkan untuk mandi satu kali dalam setahun dan sering melarang mereka menggunakan kamar mandi. Karena itu mereka terpaksa buang hajat dimana saja seperti binatang. Dan mereka hanya diperbolehkan untuk mencuci tangan saja, jika ketahuan mencuci bagian tubuh diatas pergelangan tangan mereka bakal kena hukum. Dipukuli, didorong dari tangga atau dirantai.

Bertahun-tahun hidup dalam penyiksaan dan kontrol yang diluar nalar pasangan Turpin, mengakibatkan dampak yang mendalam bagi anak-anak Turpin. Sebagai contoh, Jennifer sempat berniat untuk bunuh diri. Karena itulah dia dan Jordan lalu menyusun rencana untuk melarikan diri dua tahun lamanya sebelum akhirnya upaya Jordan berhasil. Rencana di awal Jennifer dan Jordan yang akan menyelinap keluar dimalam itu, namun karena terlampau ketakutan, Jennifer urung dan kembali masuk ke rumah. Namun tidak dengan Jordan yang memutuskan untuk melanjutkan pelariannya sambil memegang erat-erat ponsel usang yang hampir dibuang oleh salah satu saudaranya, dengan ponsel itulah dia menghubungi 911 dan akhirnya menyelamatkan nyawanya dan saudara-saudaranya.

Berbeda dengan Jennifer, Jordan Turpin mendapatkan pengharapan setelah menemukan dan menonton video musik penyanyi Justin Beiber dari ponsel milik salah satu saudara laki-lakinya yang dipercaya untuk memegang ponsel. Setiap kali kedua orangtuanya sedang tidak ada dirumah, Jordan sembunyi-sembunyi menonton video dari penyanyi tembang Baby ini. Dari video-video Justin Beiber, Jordan mendapatkan ‘kesadaran’ bahwa ada kehidupan lain yang jauh berbeda dari kehidupan yang dijalaninya saat itu. Dia mengatakan bahwa dia banyak belajar hal-hal baru dari Justin Beiber yang dia tonton dan semuanya itu memberinya sebuah pengharapan bahwa dia pun bisa mendapatkan kehidupan seperti yang ditampilkan dalam video-video tersebut.

“Mungkin karena kami sudah terbiasa hidup seperti telur diujung tanduk, jadi meskipun takut saya lakukan saja. Setidaknya kalaupun saya bakal mati, setidaknya saya sudah berusaha. Saya khawatir dan melihat adik saya menangis dan takut. Jadi saya harus melakukannya, meminta pertolongan dan menyelamatkan saudara saya.” Jelas Jordan, setelah empat tahun berlalu, disebuah wawancara dengan ABC News.

Baik David ataupun Louise, hingga kini tidak dapat memberikan alasan logis mengapa mereka memperlakukan anak-anak mereka seperti itu. Hingga akhirnya pada Februari 2019, keduanya divonis 25 tahun penjara seumur hidup setelah mengaku bersalah atas 14 tuduhan kejahatan. Pada sidang peradilan, David mengatakan bahwa dia tidak pernah bermaksud untuk menyakiti anak-anaknya dan berharap yang terbaik untuk anak-anaknya di masa depan mereka. Dan Louise sambill terisak mengungkapkan permintaan maaf atas semua yang telah dia lakukan. Dan mengaku bahwa dia mencintai anak-anaknya lebih dari yang mereka bayangkan.

Dokter dan perawat ini dijuluki pasangan pencabut nyawa pasien di Italia

Dokter dan perawat ini dijuluki pasangan pencabut nyawa pasien di Italia

SAHMITRA – Para dokter dan perawat merupakan tenaga ahi atau profesional yang paling terpercaya dan diandalkan dari tenaga ahli lainnya seperti penata rambut atau guru. Dan berdasarkan jejak pendapat yang dilakukan di Inggris awal tahun ini, pekerja bidang kesehatan ini mengalahkan politisi, agen properti dan jurnalis. Mereka bahkan adalah pihak yang dipercaya dan diberikan wewenang, di beberapa negara yang melegalkan, untuk melakukan tindakan euthanasia, yakni praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal, biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan. Yang tentunya atas permintaan dan persetujuan pasien sendiri, keluarga dan pihak berkaitan lainnya.

Namun citra baik dan terpuji para dokter dan perawat tersebut tercoreng oleh kasus yang terjadi di Italia. Dimana seorang dokter ahli anestesi dan seorang perawat, yang juga adalah pasangan berselingkuh ditangkap atas kematian setidaknya delapan pasien dan mungkin puluhan lainnya antara tahun 2011 dan 2014.

Dokter tersebut bernama Leonardo Cazzaniga, berusia 65 tahun adalah mantan dokter di bangsal darurat rumah sakit Soronno yang letaknya tidak jauh dari kota Milan. Sementara sang perawat adalah perempuan berusia 44 tahun bernama Laura Taroni. Pasangan yang diberi sebutan “pasangan setan” oleh pers Italia ini terbukti telah memberikan analgesik dengan dosis mematikan dan anestesi pada pasien yang mereka tangani.

Awalnya Laura yang lebih dulu ditangkap dan pada bulan Februari tahun 2016 dijatuhi hukuman 30 tahun penjara atas pembunuhan Massimo Guerra, suami resminya dan ibunya, Maria Rita Clerici. Massimo Guerra meninggal pada bulan Juni tahun 2013 akibat overdosis insulin yang diberikan Laura dalam jangka waktu yang lama, karena Laura berhasil meyakinkan bahwa suaminya tersebut menderita diabetes.

Dua bulan setelah Laura dijatuhi hukuman 30 tahun penjara, menyusul Leonardo Cazzaniga yang dijatuhi hukuman seumur hidup oleh pengadilan Italia karena telah merenggut 10 nyawa, delapan diantaranya adalah pasiennya. Dan juga pembunuhan terhadap ayah mertua Laura, Luciano Guerra.

Di pengadilan, pengacara yang membela Leonardo berargumen bahwa praktik yang dilakukan kliennya telah sesuai dan konsisten dengan perawatan paliatif standar, yakni perawatan pada seorang pasien dan keluarganya yang memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan dengan cara memaksimalkan kualitas hidup pasien serta mengurangi gejala yang mengganggu, mengurangi nyeri dengan memperhatikan aspek psikologis dan spiritual.

Namun pengacara penuntut melawan argument tersebut dengan menunjukkan bukti bahwa salah satu korban, seorang wanita muda, meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit Saronno hanya karena bahu yang terkilir.

Selama penyelidikan, carabinieri, angkatan bersenjata Italia yang juga ditugaskan sebagai kepolisian sipil juga menemukan catatan sekitar 40 kematian yang terjadi di bangsal darurat antara 2011 dan 2014 saat Leonardo bertugas. “Daftar hitam” ini juga mencantumkan nama ayah kandungnya sendiri, yang meninggal pada Oktober 2013 karena penyakit mematikan.

Dipersidangan juga diputar kutipan rekaman percakapan telepon Leonardo dan Laura yang disadap Polisi yang terdengar begitu mengerikan, dimana Laura memberi tahu Leonardo bahwa dia ingin membunuh putranya dan putrinya yang berusia delapan tahun. Menurut salah satu rekannya, Leonardo sering menyebut dirinya sebagai “malaikat maut”. Leonardo juga diduga menggunakan kokain.

Pembunuh mayat dalam koper di Bali yang dideportasi kembali ke AS langsung ditangkap FBI

Pembunuh mayat dalam koper di Bali yang dideportasi kembali ke AS langsung ditangkap FBI

SAHMITRA – Heather Mack berumur 19 tahun dan tengah hamil beberapa minggu ketika dia dan kekasihnya waktu itu, Tommy Schaefer, membunuh ibunya, Sheila von Wiese-Mack di sebuah hotel di Bali ketika mereka tengah berlibur dan memasukkan mayatnya ke dalam sebuah koper. Heather dinyatakan bersalah pada 12 Agustus 2014 dan divonis hukuman 10 tahun penjara di LPP Kelas II A Kerobokan, Bali dengan dakwaan membantu pembunuhan. Sementara Tommy yang dinyatakan bersalah sebagai pelaku pembunuhan divonis 18 tahun di penjara yang sama.

29 Oktober 2021 lalu, setelah menjalani hukuman penjara selama lebih dari tujuh tahun akhirnya Heather bebas. Setelah bebas dia lalu diserahkan ke pihak imigrasi untuk dideportasi. Dan akhirnya untuk pertama kalinya sejak 2014, Heather menginjakkan kakinya kembali ke negara asalnya, Amerika Serikat. Namun begitu mendarat di Bandara Internasional O’Hare Chicago pada hari Rabu (3/11/2021), Heather langsung ditangkap Biro Investigasi Federal (FBI).

Putri Heather, Stella Schaefer yang telah berusia 6 tahun ikut dideportasi ke AS. Setelah permohonanya pada Divisi Keimigrasian Kemenkum HAM Bali agar puterinya itu tetap diizinkan tinggal di Indonesia ditolak. Ketika Heather dibawa oleh FBI, hak asuh darurat Stella diberikan kepada pengacara Heather di AS.

Heather dan Tommy kini menghadapi tuduhan federal dalam konspirasi melakukan pembunuhan dan menghalangi keadilan. Dalam dakwaan federal pada hari Rabu, jaksa menuduh Heather dan Tommy merencanakan pembunuhan saat masih di AS sebelum melaksanakan eksekusinya di Bali. Atas alasan itulah mengapa meski sudah menjalani hukuman penjara di Indonesia, sekembalinya ke AS Heather langsung dicokot penegak keadilan disana.

Pada tahun 20017 di bulan Januari, Heather sempat memposting 3 buah video di YouTube yang diberi judul “Video Pengakuan”. Heather merekam video itu ketika tengah menjalani hukuman didalam penjara. Dalam video tersebut Heather memulainya dengan membahas pepatah yang berbunyi: “The truth will set you free” yang artinya kebenaran akan membebaskanmu. Kemudian dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia ingin membebaskan dirinya dari segala kebohongan.

Heather menyatakan bahwa dia tidak menyesal telah membunuh ibunya, Sheila. Karena dia meyakini bahwa Sheila telah membunuh ayahnya, James L. Mack di sebuah hotel saat mereka berlibur di Yunani pada tahun 2006. Padahal menurut keterangan resmi kematian James L. Mack adalah akibat emboli paru-paru. Jadi Sheila Menyusun rencana untuk membunuh Sheila di sebuah hotel sebagai balas dendam.

Heather juga mengakui bahwa dia juga yang telah dengan sedemikian rupa menjebak Tommy untuk melakukan pembunuhan terhadap Sheila dengan ancaman dan memanipulasi ponsel Tommy. Alasannya adalah apabila dia yang membunuh Sheila, dia akan kehilangan hak atas semua harta warisan Sheila sebesar US$ 1juta atau sekitar Rp. 130miliar.

Pengakuan Heather tersebut bertolak belakang dengan pernyataan yang diberikan Heather dan Tommy di persidangan. Karena ketika di pengadilan keduanya mengaku bersama-sama memukul Sheila dengan mangkuk wadah buah besar yang terbuat dari logam di Hotel St. Regis di Nusa Dua, Bali. Selain karena hubungan mereka tidak direstui oleh Sheila, Tommy mengatakan bahwa dia juga kesal karena Sheila kerap kali melontarkan sindiran-sindiran berbau rasis terhadap dirinya. Dan ketika Sheila mengetahui tentang kehamilan Heather, Sheila pun marah besar dan memojokkan Tommy hingga akhirnya Tommy nekad memukul Sheila sampai meninggal dunia. Mayat ibunya yang dipukuli habis-habisan itu lalu dimasukkan oleh Heather dan Tommy kedalam koper. Pembunuhan ini menarik perhatian nasional dan internasional selama bertahun-tahun, sebagian karena foto-foto koper yang tampak terlalu kecil untuk menampung tubuh wanita dewasa.

Keluarga dari Sheila Von Weise-Mack berterima kasih kepada FBI atas penangkapan Heather Rabu kemarin untuk menegakkan keadilan. Sementara ibu dari Tommy Schaefer yang hingga kini masih mendekam di penjara Kerobokan, yakni Kia Walker harus menelan pil pahit setelah gagal bertemu dengan cucunya, Stella Schaefer. Kia mengatakan bahwa dia secara rutin dua kali dalam seminggu menelepon Tommy dan anaknya itu mendukung penuh upayanya untuk mendapatkan hak asuh atas Stella, anak Heather dan Tommy. Dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun berita di AS, Kia mengatakan bahwa dia selalu menjaga hubungan dengan Stella, dia mencintai Stella dan siap berjuang untuk mendapatkan hak asuh dan memberikan ruang aman untuk Stella.

Namun pengacara Heather bersumpah untuk melawan segala upaya dari pihak manapun yang mencoba untuk mengambil alih hak asuh darurat atas Stella Schaefer yang telah diberikan oleh Heather padanya. Jika terbukti bersalah, Heather bakal menghadapi hukuman penjara seumur hidup. Dan pertanyaan selanjutnya, apakah perlakuan yang sama akan belaku pada Tommy Schaefer ketika dia bebas dari hukuman di Indonesia nanti?

Orientasi sekolah yang berujung celaka pertanda hukum yang lemah dan kebiasaan buruk di masyarakat

Orientasi sekolah yang berujung celaka pertanda hukum yang lemah dan kebiasaan buruk di masyarakat

SAHMITRA – Pada dasarnya, pengertian orientasi adalah sebuah sikap dan perilaku terhadap individu untuk menciptakan harmoni di sebuah tempat baru. Semua orang yang telah menyelesaikan pendidikan baik itu sekolah maupun perguruan tinggi, pastinya tidak asing dengan kegiatan ini. Bahkan dalam dunia pekerjaan terutama di sebuah instansi atau perusahaan pun memberlakukan kegiatan orientasi ini.

Secara singkat tujuan orientasi adalah untuk membantu seseorang memahami sekitarnya dengan baik. Memperkenalkan latar belakang sekolah/kampus/kantor, berkenalan dengan siswa atau pegawai lainnya, dan menciptakan atmosfer yang lebih akrab agar dapat mencapai tujuan sesuai harapan.

Dalam dunia pendidikan sendiri, setidaknya di Indonesia, program orientasi biasanya menjadi wadah untuk melatih ketahanan disiplin, mental, tekad, serta sekaligus mempererat tali persaudaraan para peserta didik baru. Perkenalan dengan sesama siswa baru, guru, kakak kelas, hingga karyawan lain di sekolah itu dapat tercipta dengan lebih sempurna berkat hal ini. Pengalaman seru dan menarik pun bisa didapatkan ketika sudah selesai melewati masa orientasi.

Namun sayangnya kadang kala program orientasi semacam ini malah dimanfaatkan oleh pihak-pihak dengan posisi atau status tertentu yang alih-alih memberikan contoh yang baik dan memberikan rasa nyaman, malahan menyalahgunakan kedudukan dan kekuasaan yang mereka miliki. Mereka menekan, merundung dan menebar rasa takut pada siswa atau karyawan baru.

Baru-baru ini kasus orientasi yang berujung maut lagi-lagi terjadi di kota Solo. Yang dialami oleh seorang mahasiswa semester III Mahasiswa semester III Prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Jurusan Sekolah Advokasi UNS Solo, bernama Gilang Endi Saputra yang berusia 21. Polisi menduga, Gilang tewas akibat tindak kekerasan saat mengikuti Diklatsar Resimen Mahasiswa (Menwa). Berdasarkan hasil autopsi sementara, kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, korban meninggal akibat penyumbatan di bagian otak akibat terkena beberapa pukulan di bagian kepala.

Diklatsar Menwa adalah kepanjangan dari pendidikan dan latihan dasar Resimen Mahasiswa (Menwa). Ini adalah proses awal dalam pembentukan karakter dasar yang akan ditanamkan ke setiap individu yang mengikuti kegiatan tersebut.

Menwa memiliki semboyan “Widya Castrena Dharma Siddha” yang memiliki arti “penyempurnaan pengabdian dengan ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan”. Menwa bukan militer, tetapi berada di bawah naungan TNI yang bekerja berdasarkan SKB 3 Menteri (Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri) Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Nasional, dan Menteri Dalam Negeri.

Tidak hanya terjadi di Indonesia. Di negara tetangga, Singapura pun turut terjadi program orientasi yang tidak berjalan sebagimana mestinya. Seperti yang dilansir dari The Straits Times, beberapa mahasiswi baru mengeluhkan dan menilai program orientasi yang harus mereka tempuh itu sebagai kegiatan yang menjijikkan karena banyak sekali kegiatan yang berunsur seksual berlebihan dan melecehkan perempuan.

Menurut saksi dengan nama samara Chole berusia 19 tahun, dia merasa sangat tidak nyaman dan terpasa keluar dari ruangan ketika permainan ‘burning bridges’ berlangsung. ‘Burning brides’ adalah permainan yang mewajibkan seseorang untuk menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan tanpa terkecuali. Namun pertanyaan-pertanyaan tidak pantas yang biasanya dikeluarkan. Seperti pertanyaan cairan dari tubuh pria apakah yang tidak mau kamu minum? Siapa teman perempuanmu yang bertingkah seperti pelacur? Siapa temanmu yang bakal jadi perawan tua sampai mati?

Saksi lain, bernama Kim menceritakan bahwa kegiatan yang paling mengejutkan dan membuatnya trauma adalah permainan seperti memperagakan pemerkosaan antar kakak-beradik. Seorang mahasiswi diperintahkan untuk berbaring terlentang di lantai, kemudian mahasiswa lain diperintahkan untuk berakting menendang pintu dan berteriak “Adik, kakak mau masuk!” lalu mahasiswa harus menjawab “Adik tidak mau”. Kemudian mahasiswa menedang kaki mahasiswi hingga terbuka dan dia harus melakukan push-up diatas tubuh mahasiswa tersebut.

Ini hanya dua contoh dari aktivitas berbau seksual yang terjadi. Ini mungkin menjelaskan mengapa sebagian besar dari wanita yang merasa dilecehkan secara seksual oleh nyanyian dan permainan yang terdapat didalam susunan acara orientasi itu melapor ke pihak kampus.

Namun kenyataan bahwa kegiatan semacam itu masih terjadi hingga hari ini meskipun sudah banyak yang mengeluh dan melapor dan universitas berjanji untuk menyelidiki dan mengambil tindakan terhadap pelanggar, menyiratkan bahwa tidak banyak yang berubah. Peraturan dan hukuman yang masih lemah dan kebiasaan masyarakat yang buruk belum dapat diubah.

Aktor kawakan Hollywood, Alec Baldwin tembak kru dengan senjata untuk syuting film

Aktor kawakan Hollywood, Alec Baldwin tembak kru dengan senjata untuk syuting film

SAHMITRA – Alec Baldwin adalah seorang aktor ternama dan kawakan Amerika Serikat yang telah lebih dari tiga dekade malang melintang di dunia perfilman Holywood. Alec adalah yang tertua dari Baldwin bersaudara. Kakak beradik Baldwin yang terdiri dari Alec, Daniel, William dan Stephen yang keempatnya adalah aktor yang sempat berjaya pada tahun 80an. Namun sering disebut–sebut bahwa Alec lah yang paling sukses diantara saudara-saudaranya dan karirnya di dunia perfilman masih bersinar hingga saat ini.

Paman dari Hailey Baldwin, istri penyanyi terkenal Justin Beiber ini mengawali karirinya dengan membintangi sinetron di salah satu saluran televisi di AS. Namanya kemudian mulai melambung setelah berhasil tampil di layar lebar yang disutradarai oleh sutradara ternama Hollywood seperti Woody Allen, Martin Scorsese dan lainnya. Selain film layar lebar, Alec juga bermain di serial televisi. Yang paling terkenal adalah sitcom 30 Rock, dimana dia sukses menyabet dua gelar Emmy dan tujuh penghargaan Screen Actor Guild dalam perannya sebagai Jack Donaghy.

Alec juga beberapa kali tampil di Saturday Night Live dan menirukan Donald Trump dengan nyaris sempurna. Dan Trump sering membalasnya dengan marah-marah di twiter mengungkapkan kekesalannya karena menganggap akting Alec yang sering kali mengejek dan mengkritiknya itu sungguh merupakan akting yang sangat buruk. Namun sebaliknya, karena peran meniru Donald Trump di SNL, Alec mendapatkan penghargaan Emmy-nya yang ketiga.

Peristiwa mengerikan yang memakan satu korban meninggal dunia, yakni seeorang cinematographer bernama Halyna Hutchins ini terjadi di sebuah peternakan di New Mexico utara, di mana Alec dan kru yang lain sedang syuting film baru, Rust. Karakter yang diperankan oleh Alec adalah seorang penjahat dan menggunakan senjata.

Seorang asisten sutradara mengambil salah satu dari tiga pistol yang memang digunakan khusus untuk keperluan syuting, menyerahkannya kepada Alec dan mengatakan kepadanya bahwa senjata tersebut aman untuk digunakan. “Cold Gun!” teriak si asisten sutradara yang menandakan bahwa pistol itu tidak memiliki peluru tajam di dalamnya.

Ketika saatnya Baldwin menembakkan senjatanya, senjata itu malah mengenai Halyna Hutchins, 42 tahun dan sang sutradara, Joel Souza, 48 tahun. Hutchins langsung diangkut menggunakan helikopter ke rumah sakit terdekat namun kemudian meninggal, sementara Souza yang terluka ikut dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans berhasil selamat dari insiden kecelakaan yang mengerikan tersebut.

Pada lokasi syuting, protokol keamanan untuk menggunakan senjata diatur secara ketat. Senjata harus diawasi penggunaannya oleh pembuat senjata berlisensi, para pemeran harus dilatih mengenai keamanan senjata, dan amunisi sungguhan tidak boleh digunakan.

Untuk keperluan syuting film biasanya yang digunakan adalah senjata asli yang diisi dengan peluru kosong dan tumpul, yang notabene tetap berbahaya karena mengandung bubuk mesiu, kartrid dan gumpalan kertas atau lilin, yang meletuskan nyala api dan percikan yang tampak realistis.

“Tidak ada kata-kata untuk menyampaikan keterkejutan dan kesedihan saya mengenai kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Halyna Hutchins, seorang istri, ibu dan rekan kerja kami yang sangat dikagumi,”

“Saya sepenuhnya bekerja sama dengan polisi untuk menyelediki bagaimana tragedi ini dapat terjadi dan saya berhubungan dengan suaminya, menawarkan dukungan saya kepadanya dan keluarganya. Hati saya hancur untuk suaminya, putra mereka, dan semua orang yang mengenal dan mencintai Halyna.” kata Baldwin, 63, dalam sebuah pernyataan Jumat di Twitter.

Ternyata insiden serupa, yakni kecelakaan mematikan dalam lokasi syuting pernah terjadi sebelumnya. Yang paling terkenal adalah insiden meninggalnya anak dari legenda film kung-fu, Bruce Lee yakni Brandon Lee yang meninggal di lokasi syuting pada tahun 1993 karena tertembak. Dan pada tahun 1984, aktor Jon-Erik Hexum juga meninggal di lokasi syuting ketika menembakkan kepalanya dengan pistol yang ternyata berisi peluru ketika tengah mengambil adegan Russian roulette.

Demi nikahi wanita lain pria di India bunuh istri menggunakan ular kobra

Demi nikahi wanita lain pria di India bunuh istri menggunakan ular kobra

SAHMITRA – Pada 1 Oktober 2021, pengadilan di Kollam – India menjatuhi hukuman ganda seumur hidup kepada Sooraj Kumar, pegawai bank lokal berusia 28 tahun. Sooraj terbukti bersalah telah membunuh istrinya, Uthra Sooraj yang berusia 25 tahun. Oleh penyelidik dan pihak kepolisian yang menangani, kasus ini disebut sebagai kasus yang ‘tidak biasa’ karena Sooraj membunuh dengan menggunakan senjata yang juga ‘tidak biasa’ yakni seekor ular kobra yang sangat berbisa.

Alasan yang membuat Sooraj nekad melakukan perbuatan bengis itu adalah agar dirinya bisa menikahi wanita lain dan dicurigai juga karena ingin menguasai harta milik istrinya.

Uthra yang ketika itu tengah berada di rumah kedua orangtuanya, ditemukan sudah tidak sadarkan diri diatas tempat tidur oleh ibunya, Manimeghalai. Uthra langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun sayang nyawanya tidak dapat terselamatkan. Awalnya kematian Uthra itu dinyatakan sebagai kematian karena kecelakaan digigit ular berbisa.

Kerabat dan tetangga sekitar sangat bersimpati kepada Uthra dan keluarga yang ditinggalkan. Karena ternyata Uthra baru saja sembuh dari gigitan ular ketika dia tinggal di rumah suaminya pada bulan Maret sebelumnya. Karena insiden itu Uthra sakit dan tidak bisa turun dari tempat tidur selama 52 hari.

 

Namun kedua orangtua Uthra langsung mencurigai menantunya, Sooraj karena prilakunya yang mencurigakan. Dan tidak hanya kepada Sooraj, namun juga pada kedua orangtua Sooraj. Sooraj dan kedua orangtuanya terlihat tidak seperti sedang berduka dan terkesan tergesa-gesa untuk menyudahi pemakaman Uthra. Tak hanya itu, Sooraj juga segera ingin menguasai harta benda milik Uthra.

Karena itu, seminggu setelah pemakaman Uthra, Vijayasenan, ayah Uthra melaporkan pengaduan ke kantor polisi terdekat mengenai kecurigaannya atas kematian putrinya yang tidak wajar. Dengan mengatakan bahwa Uthra pernah membeitahu bahwa Sooraj memiliki keahlian menangani ular berbisa. Vijayasenan juga mengatakan bahwa kamar yang ditempati Uthra dan Sooraj memiliki AC dan karena itu tidak mungkin ular dapat masuk dari luar.

Ibu Uthra, Manimeghalai pun menambahkan dengan mengatakan bahwa sebelum masuk ke kamar dan menemukan putrinya sudah tak sadarkan diri, dia melihat Sooraj yang memiliki kebiasaan bangun siang, pagi itu sudah terbangun dan berdiri didepan kamar.

Menindak lanjuti laporan yang dibuat oleh orangtua Uthra, kepolisian melakukan penyelidikan tersembunyi dibalik kematian Uthra yang sedikit rumit karena tidak ada saksi mata. Namun tim kepolisian melakukan pekerjaan yang luar biasa. Antara lain melakukan autopsy atau bedah mayat dan pengujian DNA pada bangkai kobra yang mengigit Uthra dan bekerjasama dengan orang yang ahli ular berbisa.

Hasilnya,  pakar ular berbisa menginformasikan kepada kepolisian bahwa pada gigitan ular berbisa yang karena kecelakaan atau ketidaksengajaan, ular kobra akan meninggalkan tanda sekitar 1,7 cm; sementara pada gigitan yang dipaksakan akan meninggalkan tanda sekitar 2,8 cm pada tubuh korban. Dan dari hasil autopsi Uthra ditemukan 2 bekas gigitan kobra dengan tanda 2,5 cm dan 2,8 cm.

Akhirnya pada 23 Mei, kepolisian menangkap Sooraj beserta Vavarukavu Suresh, pawang ular yang menjual ular untuk membunuh Utrha. Terbongkar bahwa Sooraj telah memasukkan ular kobra kedalam tas dan memaksa kobra tersebut untuk mengigit Uthra yang tengah tertidur sebanyak dua kali untuk memastikan kali ini usahanya tidak gagal lagi. Setelah Uthra benar-benar mati, Sooraj mencuri perhiasan emas Uthra yang kemudian disembunyikan dengan cara dikubur dirumah orangtuanya. Kini, kedua orangtua Sooraj pun ikut terbawa-bawa dalam kasus ini karena  diduga menjadi kaki tangan yang membantu Sooraj dalam upaya pembunuhan Uthra.

Sooraj terbukti melanggar pasal 307 (pencobaan pembunuhan), 302 (pembunuhan), 328 (meracuni), dan 201 (merusak/menghilangkan barang bukti) dengan ganjaran hukuman ganda seumur hidup. Meski demikian, kedua orangtua Uthra merasa hukuman tersebut terlalu ringan dan dikabarkan akan mengajukan banding agar Sooraj mendapatkan hukuman mati.

 

Putera raja Bollywood Shah Ruhk Khan ditangkap terkait narkoba.

Putera raja Bollywood Shah Ruhk Khan ditangkap terkait narkoba.

SAHMITRA – Siapa yang tidak mengenal sosok Shah Rukh Khan? Aktor film, produser dan pembawa acara asal India yang sering disebut sebagai ‘Baadshah of Bollywood’, ‘King of Bollywood’ atau ‘King Khan’ ini memerankan lebih dari 80 film Bollywood dan telah mengantongi banyak sekali penghargaan dalam dunia perfilman India.

Meski usianya tidak lagi muda, yakni 65 tahun, raja Bollywood yang masih terlihat tampan dan berkharisma ini memiliki penggemar setia dengan jumlah yang signifikan, tidak hanya di India saja namun di seluruh dunia. Jadi tidak mengherankan apabila dia termasuk dalam daftar orang-orang India yang memiliki pengaruh di dunia.

Pada tahun 1991, Shah Rukh Khan menikahi Gauri Chibber yang kini Gauri Khan, dalam sebuah upacara pernikahan Hindu tradisional setelah selama enam tahun menjalin hubungan asmara. Dari pernikahan yang bertahan hingga kini, mereka dikarunia 3 orang anak. Putra pertama yang lahir tahun 1997 bernama Aryan, seorang puteri yang diberi nama Suhana yang lahir tahun 2000 dan putra kedua dan yang paling kecil lahir tahun 2013 melalui ibu surogasi bernama Abram.

Selama karirinya di Bollywood, tidak banyak terdengar berita miring atau skandal yang membawa-bawa nama SRK. Kecuali isu tuduhan perselingkuhannya dengan Priyanka Chopra, mantan Miss World tahun 2000 dan artis Bollywood yang juga merambah ke Hollywod dan kini telah menikah dengan salah satu dari anggota band musik keluarga asal AS, The Jonas Brothers, yakni Nick Jonas.

Sampai akhirnya minggu lalu, tepatnya 4 Oktober 2021, tersebar kabar berita bahwa putra pertama Shah Rukh Khan ditangkap pihak kepolisian India terkait penggunaan narkoba. Dan berita tersebut dikonfirmasi Pengadilan Mumbai yang telah memberi Biro Pengendalian Narkotika wewenang untuk menahan Aryan Khan hingga 7 Oktober sehubungan dengan penggerebekan di pesta di atas kapal pesiar.

Biro Pengendalian Narkotika India melaporkan telah menahan delapan orang setelah menggeledah sebuah kapal pesiar yang digunakan untuk berlangsungnya pesta selama 2 hari dan menemukan beberapa dokumen dan beberapa bahan, yang diduga narkoba, setelah pencarian selama lebih dari enam jam di dalam kapal tersebut , kata pejabat Biro Pengendalian Narkotika India.

Penyidik ​​menyita 13-gram kokain, 5-gram MD, 21-gram charas dan 22 butir ekstasi. Juru bicara SRK tidak bersedia memberikan keterangan apapun, tapi seorang pengacara dari salah satu orang yang juga ditangkap menyatakan bahwa terdapat tuduhan penggunaan narkoba namun tidak ada bukti yang menguatkan tuduhan tersebut.

Namun Biro Pengendalian Narkotika India mengklaim di depan pengadilan kota bahwa materi yang “mengejutkan dan memberatkan” telah ditemukan dalam obrolan WhatsApp Aryan Khan dengan 2 orang lain yang mengindikasikan perdagangan narkoba internasional. Dimana Aryan Khan membahas cara pembayaran untuk pengadaan obat-obatan dan beberapa kode-kode yang biasa digunakan.

Ditengah-tengah pemberitaan media yang bertubi-tubi atas kasus narkoba yang melibatkan puteranya, para penggemar dan pendukung setia SRK membanjiri media sosial dengan dukungan moral untuk raja Bollywood tersebut agar tetap kuat dan semangat menghadapi situasi saat ini.

Pengacara di AS bayar orang untuk membunuhnya supaya anaknya dapat uang asuransi

Pengacara di AS bayar orang untuk membunuhnya supaya anaknya dapat uang asuransi

SAHMITRA – Alex Murdaugh, 53, lahir dari keluarga hukum yang cukup terkenal di Carolina Selatan, Amerika Serikat. Selama tiga generasi, mulai dari kakek buyut, kakek, dan ayahnya semuanya pernah menjabat sebagai jaksa penuntut utama di negara bagian itu.

Drama di kehidupan Alex bermula pada bulan Juni 2021 lalu, ketika istrinya, Margaret, 52 tahun dan puteranya, Paul, 22 tahun ditemukan terbunuh didekat rumah mereka. Alex sendiri yang menemukan istri dan puteranya tewas tertembak dan lalu menelepon dan melapor ke 911. Hingga kini pihak kepolisian belum menetapkan pelaku pembunuhan Paul dan Margaret Murdaugh dan enggan berkomentar mengenai kemungkinan bahwa Alex Murdaugh terlibat.

Tiga bulan kemudian, tepatnya 4 September kemarin, Alex Murdaugh ditembak di bagian kepalanya dipinggir jalan. Awalnya, pengacara Alex, Dick Harpootlian mengkalim bahwa kliennya tengah mengganti ban mobilnya yang kempes dan tiba-tiba seseorang yang tidak dikenal menyerang dan menembaknya. Dua hari kemudian Alex keluar dari rumah sakit dengan luka ‘dangkal’ dibagian kepalanya.

Setelah kepolisian mengusut insiden itu dan mengumpulkan informasi dan bukti-bukti, kini Alex malah dituduh ‘mengatur pembunuhan’ atas dirinya sendiri sehingga puteranya yang lain yang masih hidup mendapatkan uang asuransi atas kematiannya. Yang akhirnya tuduhan itu diakui oleh Alex.

Menurut pengacaranya, kematian istrinya dan putranya memperburuk kecanduan opioid yang diderita Alex hingga membawanya ke dalam kesulitan keuangan yang mengerikan. Dan keyakinan yang salah bahwa putranya tidak akan bisa mendapatkan uang asuransi yang diperkirakan senilai US$ 10juta jika dia mengambil nyawanya sendiri ini lah yang menjadi motif utama Alex ‘merancang’ kematiannya.

Alex menyusun rencana dengan menyewa mantan kliennya, Curtis Edward Smith yang berusia 61 tahun untuk menembaknya. Sialnya rencananya tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Yang berakibat Smith, yang merasa telah dihianati oleh Alex malah kini ditahan dan menghadapi tuduhan kriminal, konspirasi untuk melakukan penipuan asuransi, penyerangan, membantu seseorang bunuh diri dan kepemilikan obat-obat terlarang.

Sementara Alex sendiri sudah menyerahkan diri dan ditangkap dengan dakwaan penipuan asuransi, konspirasi untuk melakukan penipuan asuransi, dan mengajukan laporan palsu. Tapi dia dibebaskan dengan membayar jaminan US$ 20.000 untuk melakukan rehab di pusat rehabilitasi di luar negara bagian, kata pengacaranya.

Sehari sebelum penembakan, Alex mengundurkan diri dari firma hukum yang mencurigainya telah melakukan penyalahgunaan dana, yang digunakan untuk mendanai kecanduan opioidnya. Pengacara Alex menambahkan bahwa Murdaugh bekerja sama dengan pihak berwenang dan tidak ingin “kejahatan palsu” yang disusunnya mengalihkan perhatian penyelidikian atas pembunuhan istri dan putranya.

Namun, secara terpisah, penyelidikan kematian Margaret dan Paul Murdaugh malah mendorong pihak berwenang untuk membuka kembali penyelidikan atas dua kematian lainnya dalam beberapa tahun terakhir yakni kasus Stephen Smith yang berusia 19 tahun pada tahun 2015, yang mayatnya ditemukan kurang dari 10 mil jauhnya dari rumah keluarga Murdaugh dan juga kasus kematian Gloria Satterfield, pengurus rumah tangga keluarga Murdaugh selama lebih dari dua dekade didalam rumah mereka.

Kematian Stephen Smith awalnya dianggap sebagai penembakan, tetapi kemudian diputuskan penyebab kematiannya adalah tabrak lari. Polisi belum mengatakan informasi apa yang ditemukan selama penyelidikan Murdaugh yang mengarahkan mereka untuk menyelidiki kasus Smith.

Pihak berwenang juga telah meluncurkan penyelidikan atas kematian pengurus rumah tangga keluarga Murdaugh, Gloria Satterfield, 57 tahun, pada tahun 2018. Ketika dimintai keterangan Alex menyatakan bahwa Mrs. Sttarerfield tersandung anjing-anjingnya dan kemudian jatuh dari tangga dan meninggal. Tetapi berwenang yang melakukan otopsi menyatakan bahwa yang terjadi pada Mrs. Satterfield bukanlah cedera terpeleset dan jatuh.

Dibalik semua peristiwa buruk yang mengelilingi keluarga Murdaugh, pihak kepolisian masih belum mau berkomentar. Baik itu penyebab atau orang yang dicurigai atas pembunuhan Margaret dan Paul atau apakah 2 kematian lain yang menguap kembali memiliki keterkaitan satu sama lain.

 

Misteri pembunuhan Gabby Petito, vlogger traveling cantik yang gemparkan AS

Misteri pembunuhan Gabby Petito, vlogger traveling cantik yang gemparkan AS

SAHMITRA – Gabrielle Venora Petito adalah seorang wanita Amerika 22 tahun yang tengah melakukan perjalanan melintasi Amerika Serikat menggunakan mobil van, yang dikenal dengan trend #vanlife bersama tunangannya, Brian Christopher Laundrie sejak awal Juli 2021.

Namun pada 11 September 2021, Nicole Schmidt, ibu dari Petito, melaporkan putrinya hilang setelah putrinya tersebut berhenti mengirim atau menanggapi pesan. 8 hari berselang selepas laporan tersebut, di dekat Grand Teton National Park di Wyoming sebuah mayat ditemukan dan dicurigai mayat tersebut adalah mayat Gabby Petito. Dan akhirnya pada 21 September kepolisian mengkonfirmasi bahwa yang ditemukan adalah benar mayat Gabby.

Sejak dilaporkan menghilang, kasus Petito menarik perhatian banyak orang dan bahkan FBI ikut turun tangan menangani kasus dan misteri dibalik kematian Petito.

Petito dibesarkan di Blue Point, yang terletak di bagian selatan Long Island di New York. Kegemarannya berkeliling dunia membuatnya terinspirasi menjadi seorang vlogger dan influencer yang gemar mengabadikan dan membagikan pengalaman dan momen-momen perjalanannya di media sosial seperti YouTube, Instagram dan TikTok pada 61,000 pengikutnya.

Petito dan Laundrie mulai berpacaran sejak Maret 2019 dan bertunangan pada Juli 2020. Setahun kemudian tepatnya 4 Juli 2021 kemarin pasangan ini memutuskan untuk meninggalkan New York untuk bersama-sama melakukan perjalanan lintas alam selama empat bulan, mengunjungi dan berkemah di taman nasional. Mereka berencana untuk tidur di van mereka dan mendokumentasikan perjalanan mereka sampai akhir.

Namun ditengah-tengah perjalanan, tepatnya 12 Agustus, sebuah panggilan 911 dilakukan oleh seseorang yang melaporkan melihat Petito dan Laundrie bertengkar dan menyaksikan Laundrie memukul Petito. Polisi di Moab, Utah, langsung dikerahkan dan akhirnya berhasil menepikan van yang ditumpangi pasangan itu. Sebuah video dari kamera yang dipasang dibadan polisi menunjukkan Petito menangis dan kesal, tetapi tidak terjadi penangkapan atas kejadian tersebut. Salah satu  polisi menyarankan pasangan ini untuk berpisah sementara untuk malam itu saja,  Laundrie tidur di hotel dan Petito tetap di dalam van.

Sepertinya sudah berdamai, pada 19 Agustus, Petito dan Laundrie memposting sebuah video di YouTube berjudul “Van Life: Beginning Our Van Life Journey.” Dalam video tersebut pasangan ini terlihat tertawa dan berciuman.

Lalu pada 29 Agustus, melalui sebuah postingan di TikTok oleh seorang pengguna bernama Miranda Baker, mengklaim bahwa dirinya dan pacarnya memberikan tumpangan pada Laundrie di Colter Bay, Wyoming. Namun dikatakan Baker ketika itu Laundrie hanya seorang diri saja dan menawarkan US$ 200 untuk tumpangan tersebut. Baker memposting di TikTok setelah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Dan kepolisian mengkonfirmasi adanya laporan tersebut.

Dan beberapa hari setelah postingan Miranda Baker itu viral di TikTok, tepatnya 1 September, Brian Laundrie dikabarkan pulang ke North Port, Florida kerumah orangtuanya yang ia tempati bersama Petito sejak mereka bertunangan. Yang kemudian berbuntut laporan resmi yang dibuat keluarga Petitio pada 11 September atas menghilangnya Gabby Petito setelah mereka tidak mendapatkan kabar berita dari Gabby sejak akhir Agustus dan mendengar berita bahwa Laundrie telah kembali tanpa Petito.

Pencarian dan penyelidikan atas menghilangnya Gabby Petitio pun dimulai. Keluarga Petito menuduh keluarga Laundrie menutupi informasi keberadaan Gabby selama pencarian berlangsung. Menyusul, dengan alasan menolak untuk bekerja sama, pada 15 September Polisi North Port mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan Brian Laundrie sebagai orang penting terutama atas menghilangnya Gabby Petito.

Joe Petito, ayah Gabby yang hadir dan bicara di konfrensi pers yang diselenggarakan oleh kepolisian North Port pada 16 September memohon bantuan semua orang untuk menemukan puterinya.

“Saya meminta bantuan pada orang tua Brian dan saya meminta bantuan anggota keluarga dan teman-teman dari keluarga Laundrie juga,” katanya.

“Apa pun yang dapat Anda lakukan untuk memastikan putri saya pulang, saya meminta bantuan itu. Tidak ada hal lain yang penting bagi saya sekarang.” Imbau Joe Petito.

Setelah mendapat laporan dari orangtua Brian kepada pihak kepolisian bahwa sudah tiga hari putranya itu tidak pulang kerumah, pada 18 September, pencarian Laundrie dimulai di Carlton Reserve seluas 24.000 hektar di Sarasota, Florida.

Keesokan harinya, pihak berwenang mengabarkan mereka menemukan mayat di dekat Grand Teton National Park di Wyoming. Di area yang sama di mana van pasangan Petito dan Laundrie dilaporkan terakhir terlihat dan mendukung klaim Miranda Baker yang mengangkut dan memberikan tumpangan pada Laundrie di Wyoming.

Surat pengeledahan akhirnya terbit. Kepolisian langsung mengeledah rumah keluarga Laundrie, menyisir seisi rumah, menyita mobil Ford Mustang milik Brian dan sebuah hard drive yang mungkin berisi bukti kejahatan.

Seorang koroner yang bertugas menganalisa mayat yang ditemukan di Wyoming beberapa hari sebelumnya menegaskan bahwa mayat tersebut adalah Gabby Petito dan menyatakan penyebab kematiannya adalah pembunuhan pada 21 September. Setelah itu FBI mengumumkan bahwa mereka akan mengambil alih penyelidikan kriminal, dan pihak berwenang akan terus mencari Brian Laundrie di Carlton Reserve.

Pengadilan federal di Wyoming mengeluarkan surat perintah penangkapan Brian Laundrie. Dia didakwa atas tuduhan penggunaan kartu debit yang tidak sah karena telah melakukan penarikan tidak sah senilai lebih dari $1.000 selama Petito menghilang. Namun hingga hari ini status Laundrie masih buron dan kepergian Gabby Petito untuk selamanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan orang terdekatnya.

4 memorabilia bintang dunia yang unik dan cerita dibaliknya

4 memorabilia bintang dunia yang unik dan cerita dibaliknya

SAHMITRA – Memorabilia diartikan sebagai benda yang disimpan karena memiliki nilai sentimental atau karena dikaitkan dengan beberapa peristiwa atau orang penting. Bagi seorang kolektor atau pengemar, memorabilia memungkinan mereka untuk lebih dekat dan pribadi dengan kenangan akan peristiwa tertentu atau siapapun sosok yang dikagumi.

Berikut adalah daftar memorabilia dari tokoh dan pesohor terkenal dan cerita dibalik benda-benda tersebut.

  1. Gigi John Lennon

Suatu hari di tahun 1960an, John Lennon yang baru saja pulang dari dokter gigi memberikan gigi tanggalnya kepada Dot Jarlette, asisten rumah tangganya. Lennon mengatakan pada Jarlette untuk membuang gigi itu atau memberikannya pada puterinya dirumah sebagai kenang-kenangan. Gigi itulah yang lalu bertahun tahun kemudian dibeli oleh seorang dokter gigi asal Kanada bernama Michael Zuk. Selain berprofesi sebagai dokter gigi, Zuk juga adalah seorang penulis sebuah buku yang membahas tentang gigi para selebriti terkenal. Zuk membeli gigi tanggal Lennon itu disebuah lelang di Stockport seharga Rp. 382juta dan memajang gigi tersebut di ruang praktiknya.

 

 

  1. Sampel darah mantan Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan

Sebuah botol kaca yang digunakan untuk menyimpan sampel darah mantan Presiden Ronald Reagan setelah upaya pembunuhan pada tahun 1981 tampil sebagai salah satu benda yang akan dilelang di rumah lelang PFC Auctions Inggris. Namun upaya pelelangan itu gagal setelah mendapat kritik dari Yayasan Kepresidenan Ronald Reagan.

Melalui situs web PFCauctions.com, rumah lelang tersebut mengumumkan bahwa mereka telah menghubungi Yayasan Kepresidenan Ronald Reagan mengenai pelelangan botol darah laboratorium Ronald Reagan. Mereka menjelaskan bahwa pemilik awal membeli barang tersebut di lelang umum di Amerika Serikat pada Februari 2012 seharga Rp. 51juta. Sementara penawaran di situs web Lelang PFC telah mencapai Rp. 428juta. Pihak rumah lelang menyatakan bahwa telah bernegosiasi dengan pemilik awal agar barang tersebut ditarik dari lelang dan disumbangkan ke Ronald Reagan Presidential Foundation. Namun keputusan dan kesepakatan antara ketiga pihak tersebut tidak dijelaskan secara gamblang kemudian.

 

 

  1. Rambut terbakar milik Michael Jackson

12 helai rambut yang diselamatkan dari kepala mendiang Michael Jackson yang terbakar ditengah-tengah proses pembuatan iklan Pepsi yang ikonik di tahun 1984 itu dilelang pada 17 Oktober 2009 dan diperkirakan terjual hingga Rp. 23juta oleh pembeli yang hingga saat ini tidak diketahui identitasnya.

Orang yang menyelamatkan rambut terbakar itu ternyata adalah sang produser eksekutif dari iklan Pepsi yang terkenal itu, Ralph Cohen. Ketika rambut penyanyi yang dijuluki King of Pop atau Raja music pop itu terbakar setelah kembang api meletus di belakangnya, Cohen membantu memadamkan api dengan mantelnya. Ada kabar yang beredar, akibat dari kecelakaan tersebut Jackson menderita luka bakar tingkat tiga sehingga dirinya harus diberi resep obat pereda nyeri yang akhirnya membuatnya kecanduan terhadap obat tersebut.

 

 

  1. Cek terakhir yang ditandatangani oleh Marilyn Monroe

Pada tahun 2012 selembar kertas cek dari buku cek pribadi dengan tandatangan Marilyn Monroe dilelang dengan banderol harga Rp. 143juta.

Cek yang diberikan kepada Marilyn untuk perusahaan Pilgrim’s Furniture yang beralamat di Wilshire Boulevard di Los Angeles ini bertanggal 4 Agustus 1962. Jadi tampaknya Pilgrim melakukan pengiriman ke rumah Monroe dan aktris legendaris tersebut membayar “Chest Roman white” di tempat dengan cek dari buku cek pribadinya. Menariknya, pada faktur itu, petugas pengiriman ketika itu terbukti menulis “Rec’d Check #281 dalam jumlah $228,80 / Pembayaran penuh / Earl Shero. Yang diyakini adalah cek terakhir yang pernah ditandatangani Marilyn sebelum dia meninggal malam itu, 4 Agustus 1962.

Dr. S. David Bernstein, seorang Psikolog Forensik terlatih dari Harvard dan pendiri Konsultan Forensik, LLC – yang tidak menerima kompensasi untuk memberikan analisisnya – mengatakan bahwa cek itu tampaknya menunjukkan kemungkinan bunuh diri yang rendah.

“Beberapa orang, ketika mereka sangat tertekan, memiliki kecenderungan untuk menghabiskan uang terus menerus untuk membuat diri mereka merasa lebih baik.

“Namun, hanya satu barang? — terutama sesuatu yang bernilai rendah seperti ini —ini lebih konsisten dengan kerangka pikir seseorang yang tidak ingin bunuh diri.”