Menyiksa, memotong gaji dan merusak handphone ART, perempuan di Singapura masuk penjara

Menyiksa, memotong gaji dan merusak handphone ART, perempuan di Singapura masuk penjara

SAHMITRA – Perempuan asal Singapura, Zhao Lin, 35 tahun , dijatuhi hukuman penjara dua tahun dan denda $5.000 karena terbukti melakukan penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga yang bekerja di rumahnya. Selama setahun lebih, Zhao Lin memperlakukan ART asal Myanmar, Ma Ei, 29 tahun dengan tidak manusiawi. Zhao Lin kerap menampar dan menendang Ma Ei setiap dia tidak senang dengan pekerjaan Ma Ei.

Selain penganiayaan fisik, Zhao Lin juga memotong gaji Ma Ei dari $500 menjadi $200 per bulan untuk kesalahan yang dibuat oleh pembantunya itu. Ma Ei datang ke Singapura dari Myanmar pada awal 2016 dan mulai bekerja untuk Zhao, yang merupakan majikan pertamanya.

Bangun pukul 6.30 pagi dan tidur tengah malam, tanggung jawab Ma Ei adalah melakukan pekerjaan rumah tangga dan merawat putra Zhao. Beberapa tindakan kekerasan sering terjadi di depan putra Zhao, yang baru berusia empat tahun.

Penyiksaan dimulai pada pertengahan tahun 2017, Zhao sesekali memukul tubuh Ma Ei ketika dia tidak senang dengan pekerjaan atau sikap korban. Pada awal 25 Agustus 2018, Zhao memberi tahu Ma Ei bahwa mainan putranya tidak disimpan dengan benar dan lalu menampar pipi Ma Ei sebanyak 10 kali dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga ART itu terhuyung kebelakang. Zhao bahkan mengancam korban dengan mengatakan dia akan terus memperlakukannya seperti itu sampai ART itu benar-benar takut.

Suatu hari Ma Ei lagi-lagi diteriaki dan ditampar berulang kali oleh Zhao Lin saat Ma Ei sedang membersihkan ruang tamu. Zhao berkata: “Jika kamu melakukan hal yang salah, aku akan langsung menamparmu dua kali!”. Dan ketika Ma Ei menjawab, Zhao Lin merasa tidak senang dan langsung memukul wajah, tubuh dan menendang kaki Ma Ei. Putra Zhao, yang menyaksikan kejadia itu, bertanya kepada ibunya: “Mengapa kamu memukul dia?” Yang dijawab Zhao dengan: “Dia melakukan kesalahan, dia memukul ibu.

Tidak bisa lagi berdiam diri karena kerap menerima siksaan dari majikannya, Ma Ei mengumpulkan keberanian untuk menelepon polisi. Sialnya, Zhao memergokinya dan alhasil dia harus menerima lagi pukulan dari majikannya tersebut.

Ketika polisi tiba beberapa saat kemudian, mereka meminta untuk melihat rekaman televisi sirkuit tertutup di rumah tetapi Zhao menolak. Suaminya, yang tiba di tempat kejadian kemudian, membantu polisi dengan permintaan mereka. Ma Ei dikirim ke rumah sakit, ditemukan memar di dahi dan beberapa lecet di sekujur tubuhnya.

Di pengadilan, Zhao Lin yang bekerja sebagai perawat, mengaku bersalah atas empat tuduhan secara sukarela menyebabkan luka dan kerusakan. Zhao juga mengaku di pengadilan, pada pertengahan 2018 dia telah melempar ponsel Ma Ei ke lantai dan merusak perangkat tersebut. Untuk tindakan ini, dia bisa dipenjara hingga satu tahun dan didenda.

Anak sapi ‘suci’ berwajah manusia lahir di India

Anak sapi ‘suci’ berwajah manusia lahir di India

SAHMITRA – India menempati urutan pertama negara dengan populasi beragama Hindu terbanyak di dunia (78,9%).  Dalam kepercayaan Hindu, sapi merupakan hewan yang dianggap suci dan disembah. Alasan utama penganut Hindu menyembah sapi adalah karena mereka menganggap hewan ternak tersebut sebagai hadiah dari para dewa. Sapi menghasilkan susu, mentega, keju, bahan bakar, penyubur, dan banyak lagi tetapi tidak membutuhkan imbalan apa pun. Sapi adalah hewan paling berjasa untuk manusia daripada hewan lainnya.

Dan ketika sebuah video yang menampilkan anak sapi yang lahir dengan fitur manusia seperti mata, hidung, dan telinga yang berasal dari di sebuah penampungan hewan di Muzaffarnagar, Uttar Pradesh, India utara mucul di media, warga yang tinggal di sekitar atau mungkin hampir seluruh penduduk India dan bahkan dunia pun dikejutkan dengan video tersebut.

Sayangnya, seperti kebanyakan anak hewan yang terlahir cacat, anak sapi tersebut tidak dapat bertahan hidup dan mati hanya satu jam setelah dilahirkan oleh induknya. Tetapi itu tidak menghentikan penduduk setempat untuk merayakan kelahiran anak sapi tersebut, yang mereka yakini sebagai ‘Gokaran’, 24 inkarnasi Dewa Wisnu.

Seperti yang terlihat di video yang viral tersebut, penduduk setempat berbondong-bondong datang sambil membawa persembahan bunga, dan membungkuk dengan harapan mendapatkan berkah di depan mayat anak sapi yang telah disimpan di dalam sebuah kotak kaca. Bahkan, mereka berencana untuk membangun sebuah kuil untuknya.

Raja Bhaiya Mishra, pengelola kandang penampungan sapi tempat dimana anak sapi ‘suci’ itu dilahirkan, menceritakan bahwa karena sapi adalah hewan suci bagi umat Hindu, ia sering menerima sapi yang diselamatkan dari tukang jagal. Ibu dari anak sapi ‘suci’ itu datang pada akhir tahun 2021 dan didapati hamil segera setelah kedatangannya. Awal bulan Juni 2022 anak sapi ‘suci’ itu pun kemudian lahir. Ia sendiri menganggap adalah sebuah keajaiban anak sapi ‘suci’ itu lahir di kandangnya.

Sementara Mahesh Kathuria, 50, seorang pengusaha lokal yang ikut mendatangi anak sapi ‘suci’, mengatakan bahwa dewa telah lahir dari tubuh sapi. Ia datang ke sana untuk meminta berkahnya dan percaya secara agama, anak sapi itu adalah avatar Wisnu.

Namun para ahli seperti, Dr. Ajay Deshmukh, dokter senior di Wildlife SOS di Uttar Pradesh, menyebut kelahiran itu sebagai anomali genetik. Dia menolak sepenuhnya gagasan bahwa ada makna religius di balik kelahiran anak sapi tersebut.

Sama seperti yang ditegaskan oleh Prof. Parthangkar Choudhary dari Universitas Assam yang pernah diwawancarai untuk kasus kelahiran anak kambing dengan kepala menyerupai manusia, yang juga terjadi di India pada Desember 2021 di distrik Cachar, Assam. Beliau mengatakan bahwa orang cenderung bereaksi takhayul. Prof. Choudhary menjelaskan lebih lanjut bahwa hal tersebut kemungkinan besar terjadi karena cacat bawaan seperti cyclopia. Prof. Choudhary juga menyatakan bahwa beberapa orang berpikir bahwa kejadian seperti itu adalah hasil dari bestiality atau aktivitas seksual dengan binatang. Tercatat dalam kurun waktu 2015 – 2017 terdapat 11 kasus bestiality yang dilaporkan terjadi di India. Mayoritas hewan yang menjadi korban adalah sapi, kambing dan anjing. Dengan profil pelaku manusia berusia 19 – 50 tahun.  Tetapi hingga kini belum ada bukti ilmiah untuk mendukung klaim bahwa hewan yang terlahir cacat dengan anggota tubuh menyerupai manusia merupakan hasil dari bestiality.

Cerita mantan napi tentang praktek pembuatan tato di dalam penjara paling menakutkan di AS

Cerita mantan napi tentang praktek pembuatan tato di dalam penjara paling menakutkan di AS

SAHMITRA – Dalam buku Behind The Granite Walls: Back Inside America’s Toughest Prisons, Jamie Morgan Kane, seorang mantan napi asal Inggris yang didakwa atas kasus pembunuhan di Amerika Serikat, membagikan pengalamannya mengenai kerasnya kehidupan di dalam penjara dan termasuk cerita mengenai praktek pembuatan tato yang ‘tidak biasa’ dan alasan mengapa napi-napi lain mentato di seluruh wajah.

Jamie Morgan Kane lahir pada 21 Februari 1954 di Isle of Man, kepulauan dependensi Inggris yang terletak di Laut Irlandia. Tetapi kelahirannya tidak terdaftar karena segera setelah ia dilahirkan, ibunya meninggalkannya di depan pintu rumah kakek-neneknya kemudian melarikan diri dan tidak pernah terlihat lagi. Setelah itu kakek-neneknya mengirimnya ke sebuah panti asuhan di Canada dan kemudian ia secara illegal ‘dijual’ dan dibawa ke Amerika.

Kemudian pada tahun 1983, Jamie ditangkap atas kematian seorang pria di rumahnya di AS. Khawatir bahwa dia akan dituduh atas kematian pria itu, Jamie mengatakan dia membuang mayatnya. Namun di pengadilan, ia dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara. Ia ditempatkan di San Quentin, Penjara Negara Bagian Folsom dan Institusi Kejuruan Deuel yang terkenal kejam di California. Ia tinggal di sana selama 34 tahun dan berada dalam satu atap dengan beberapa pembunuh berantai paling terkenal di dunia seperti Charles Manson dan Edmund Kemper serta geng-geng seperti Aryan Brotherhood dan kartel Meksiko.

Jamie mengklaim bahwa tato adalah bentuk hiburan bagi narapidana dan beberapa napi menato wajah mereka agar terlihat lebih menakutkan, terutama yang memiliki Baby Face atau wajah yang tidak sangar. Terdapat kode yang dikenal di antara para napi dan petugas penjara, yakni Inmate Code atau “kode narapidana.” Beginilah definisi dari kode itu: narapidana yang kuat dan kejam mengeksploitasi narapidana yang lebih lemah. Dalam banyak kasus, eksploitasi ini berbentuk kekerasan fisik yang beresiko kehilangan nyawa atau cacat permanen dan bahkan pemerkosaan atau kekerasan seksual lainnya.

Gagasan bahwa yang kuat mendominasi yang lemah berakar pada konsep kejantanan: Seorang pria sejati adalah seseorang yang mendominasi orang lain. Konsep ini berlaku di kalangan penjahat yang mengorbankan orang-orang yang tidak berdaya baik diluar maupun didalam penjara sekalipun. Atas alasan inilah narapidana yang tidak agresif sering kali menjadi korban.

Jamie menuliskan di salah satu bab dalam bukunya mengenai teknik dan proses mengerikan pembuatan tato di penjara, dia menggambarkan beberapa metode brutal dan mengerikan yang digunakan. Diantaranya menggunakan tulang ayam yang diasah dan direndam dalam desinfektan, sebagai pengganti jarum tato darurat. Staples atau klip kertas yang diambil dari beberapa dokumen yang kemudian diluruskan juga kerap digunakan sebagai pengganti jarum.

Item-item pengganti jarum itu diasah di lantai beton kemudian dibilas dengan air hangat atau direndam cairan disinfektan yang diberikan napi yang bertugas untuk mengepel lantai. Dan untuk membantu menahan tinta, para narapidana menggunakan benang katun dari kaos yang dililitkan di sekitar jarum.

Untuk tinta, metode paling sederhana dan paling umum adalah dengan membakar cangkir styrofoam dan menggunakan kantong kertas tempat pembungkus makan siang untuk mengumpulkan asapnya. Biasanya diperlukan dua hingga empat cangkir untuk mendapatkan jumlah tinta yang diinginkan. Kemudian mereka akan mengikis cangkir stryofoam yang dibakar tadi ke dalam tutup plastik dan dicampur dengan sedikit pasta gigi dan air.

Jamie juga membagikan beberapa desain tato dan artinya yang paling sering dibuat dan dilihat di dalam penjara.

  • Tetes air mata: Jika air mata itu hanya garis luar atau outline, itu melambangkan percobaan pembunuhan. Jika air mata itu diwarnai, itu melambangkan pembunuhan.
  • Jaring laba-laba: Umumnya berarti mereka menjalani hukuman penjara jangka panjang.
  • 666: Menyiratkan keganasan dan kebrutalan, biasanya diletakkan di dahi, wajah, leher dan tangan.
  • Jam tanpa tangan: Untuk narapidana yang dijatuhi hukuman 80 tahun lebih. Karena secara teknis mereka tidak akan pernah mendapatkan pembebasan bersyarat.

Metode pembuatan tato darurat ala penjara ini tentu saja bukan tanpa resiko dan bahaya. Nyatanya cara ini berkontribusi pada lebih dari 80 kasus Hepatitis C setiap tahun di antara narapidana di seluruh negara bagian di Amerika Serikat. Biaya pengobatan infeksi berkisar antara $20.000 hingga $75.000 per orang. inilah yang lalu mendorong Departemen Pemasyarakatan Minnesota yang akhirnya menciptakan jalur khusus bagi narapidana untuk menjadi teknisi tato berlisensi. Selain untuk menekan kasus infeksi darah, namun juga menciptakan peluang kerja setelah mereka dibebaskan.

10 tahun simpan 7 mayat janin yang diaborsi, perempuan dan kekasihnya jadi tersangka

10 tahun simpan 7 mayat janin yang diaborsi, perempuan dan kekasihnya jadi tersangka

SAHMITRA – Perempuan berinisial NM di Makassar, Sulawesi Selatan, ditahan oleh Polrestabes Makassar sejak Jumat (10/6/2022) setelah kedapatan menyimpan 7 janin yang diaborsi dari kandungannya sejak 2012. Tujuh janin yang sudah membusuk itu disimpan di kotak makan di kamar kosnya.

4 janin berjenis kelamin perempuan dan 3 janin berkelamin laki-laki yang diaborsi oleh NM ditemukan oleh pemilik kos tempat NM tinggal, NA. NA awalnya mencium bau tidak enak yang berasal dari kamar NM yang ketika itu sedang pulang ke kampung halamannya. Dengan bantuan suaminya, NA menemukan sebuah kardus yang dilapisi oleh 2 kantong plastik, yang masing-masing lapis dilakban. Didalam kardus tersebut NA dan suami menemukan sebuah parang, tas ransel dan dua kotak sepatu. Bau menyengat langsung keluar ketika dua kotak sepatu tadi hendak dibuka. NA dan suami kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan dan melapor ke ketua RT dan warga atas temuan tersebut.

NM ditangkap di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu (8/6/2022). Dan selanjutnya tiba di Polresta Makassar sekitar pukul 00.30 Wita, Jumat (10/6/2022). Dari hasil introgasi, NM mengungkap bahwa janin-janin tersebut adalah hasil dari hubungannya dengan kekasihnya, SM. NM juga mengaku minum ramuan untuk merontokkan kandungan dan melakukan tindakan aborsi yang dibantu oleh SM.

Selain menangkap NM, polisi juga telah berhasil menangkap SM di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. NM sengaja menyimpan 7 janin itu untuk dikuburkan di kampung halamannya di Toraja. Tapi, NM baru bersedia menguburkan janin-janin tersebut jika SM mau melamar dan menikahinya. Namun, NM mengaku hilang kontak dengan SM sejak April 2021 karena SM telah memblokir nomor NM.

Setelah hilang kontak dengan SM, NM yang putus asa lalu memutuskan untuk merantau ke Konawe, Sultra dan mencoba untuk membuka lembaran baru. Sedangkan janin-janin yang selama ini disimpan dengan sengaja ditinggalkan di kamar kos milik NA.

Kini, meskipun penyelidikan atas kasus ini masih berlangsung, namun melihat bukti dan hasil introgasi pihak kepolisian, baik NM dan SM telah tetapkan sebagai tersangka.

Fakta-fakta sungai Aare di Swiss, tempat peristirahatan terakhir putra Gubernur JaBar, Ridwan Kamil

Fakta-fakta sungai Aare di Swiss, tempat peristirahatan terakhir putra Gubernur JaBar, Ridwan Kamil

SAHMITRA – Sungai Aare di kota Bern Swiss belakangan ini menjadi bahan pembicaraan banyak netizen Indonesia lantaran menjadi lokasi hilangnya Emmeril Khan Mumtadz atau Eril yang merupakan putra dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang sering dipanggil dengan sapaan akrab Kang Emil.

Eril dinyatakan hilang pada hari Kamis (26/5/2022) pukul 10.00 waktu Swiss saat sedang berenang di sungai Aare. Saat itu Eril bersama adiknya Zara dan seorang temannya. Sungai Aare merupakan salah satu destinasi liburan populer di kalangan wisatawan dan kerap digunakan untuk berenang terutama saat musim panas. Dengan segala metode Tim SAR Swiss dikerahkan untuk menemukan Eril sejak hari Kamis naas tersebut, namun hingga ini belum juga ditemukan. Akhirnya Jumat (3/6/2022) Keluarga Ridwan Kamil meyakini Eril telah meninggal dan mengajak warga melaksanakan sholat ghaib.

Berikut ini adalah fakta-fakta mengenai sungai Aare di Bern, Swiss.

  1. Sungai terpanjang di Swiss

Dengan panjang 288 kilometer, Aare adalah sungai terpanjang di Swiss. Sepanjang rutenya, sungai ini melalui banyak desa dan kota dengan berbagai lanskap yang mengesankan.

  1. Warisan budaya Swiss

Sejak 2017, berenang di sungai Aare telah masuk dalam daftar tradisi hidup UNESCO. Kantor Kebudayaan Federal Swiss memutuskan kegiatan mana yang diklasifikasikan sebagai “tradisi hidup”. Daftar tersebut mencerminkan keragaman budaya Swiss dan telah secara aktif dipertahankan sejak 2012.

  1. Kualitas air luar biasa

Jika Anda secara tidak sengaja menelan air saat berenang di sungai Aare, Anda tidak perlu khawatir karena sungai Aare memiliki kualitas air yang sangat baik. Hal ini telah dikonfirmasi oleh sampel air, yang menempatkan sungai Aare dalam kategori “kualitas sangat baik” UE pada tahun 2016.

  1. Suhu sungai Aare

Pada 4 Agustus 2018, Sungai Aare memecahkan rekornya sendiri. Pasalnya, saat itu suhu air di sana naik di atas rekor sebelumnya 23,5 °C dan merupakan level tertinggi sejak 1970.

Pada 14 September 2016, suhu Sungai Aare telah mencapai 20°C, yang merupakan suhu hangat terpanjang di tahun 2016. Sedikit mundur, pada tahun 2007, suhu air Sungai Aare tidak pernah naik di atas 18,63°C, yang berarti berenang di sungai sangat menyegarkan tahun itu.

Konon, suhu air dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti suhu udara, laju pelepasan, intensitas sinar matahari, dan angin di atas Danau Thun. Pengukuran suhu ini dilakukan oleh BAFU (Federal Office for the Environment).

  1. Rekor dunia Rafting

Tidak hanya digunakan untuk berenang, pada tahun 2012, sungai Aare dipenuhi oleh 1.268 orang secara bersamaan mengarungi sungai Aare dengan perahu karet, dari Kiesen ke Eichholz. Jumlah total peserta melebihi rekor tahun sebelumnya yaitu 54 orang.

  1. “Zibeleschwümme”

Sejak 1986, SLRG (Swiss Lifesaving Society) telah menyelenggarakan “Zibeleschwümme” (Renang Bawang) tradisional pada hari Minggu keempat bulan November. Acara tradisional ini melibatkan sekitar 100 perenang berpakaian warna-warni berenang di suhu air di sungai Aare yang sedingin es mencapai maksimum 6 °C. Setelah berenang , para perenang menghangatkan diri dengan teh panas dan sup.

  1. Penggerak kereta gantung Marzilibhan

Dengan panjang hanya 105 meter, “Marzilibhan” adalah kereta api kabel umum terpendek di Swiss. Diluncurkan pada tahun 1885, dan ditenagai oleh air sampai tahun 1973. Di stasiun puncak, satu tangki di bawah kabin diisi dengan air dari aliran kota. Karena beratnya, kereta yang menuju ke bawah menarik kereta yang menunggu di bawah, bersama dengan penumpangnya. Saat ini, listrik menggerakkan kereta gantung hingga ketinggian 31 meter.

 

Salvador Ramos, pelaku penembakan masal sekolah kedua terparah sepanjang sejarah di AS

Salvador Ramos, pelaku penembakan masal sekolah kedua terparah sepanjang sejarah di AS

SAHMITRA – 19 anak kelas tiga dan empat sekolah dasar dan dua orang guru tewas sementara 17 orang lainnya terluka, termasuk didalamnya tiga orang dari pihak kepolisian dalam peristiwa penembakan yang terjadi di Robb Elementary School, Ulvade, Texas, Amerika Serikat pada Rabu, 25 Mei 2022 kemarin. Peristiwa ini merupakan penembakan masal di dalam sekolah kedua terburuk sepanjang sejarah di Amerika Serikat.

Pelakunya adalah seorang remaja laki-laki berusia 18 tahun, Salvador Ramos. Salvador juga dituduh telah menembak neneknya di bagian wajah sebelum mengendarai mobil milik kakeknya menuju ke sebuah sekolah dasar yang letaknya tidak jauh dan melakukan penembakan secara acak dan masal.

“Siapa pun yang menembak wajah neneknya sendiri pastinya menyimpan kejahatan di hatinya,”

 “Tapi jauh lebih jahat jika seseorang menembak mati anak-anak kecil.” kata Gubernur Texas Greg Abbott dalam konferensi pers.

Segera setelah berusia 18 tahun, usia dimana seseorang bisa membeli senjata api secara legal di AS, Salvador membeli senapan semi-otomatis di toko senjata lokal pada 17 Mei. Pada hari berikutnya ia membeli 375 butir amunisi dan kembali ke toko senjata yang sama pada hari Jumat untuk membeli senapan semi-otomatis keduanya. Senjata tersebut yang kemudian ia gunakan untuk melakukan penembakan di sekolah dasar Robb.

Letnan Christopher Olivarez, juru bicara Departemen Keamanan Publik Texas, mengatakan pada saat melakukan aksinya, Salvador mengenakan rompi yang digunakan untuk menyimpan amunisi ekstra tanpa pelat baja yang biasanya dikenakan petugas penegak hukum. Salvador ditemukan di dalam kelas empat di sekolah dengan senapan. Senapan lainnya kemudian ditemukan di truknya di dekat kampus. Penyelidik menemukan “banyak amunisi” di tas ransel yang dijatuhkan Salvador saat memasuki gedung setelah menembak dan melukai seorang petugas polisi sekolah.Untuk menghentikan aksinya petugas kepolisan terpaksa melesatkan tembakan yang mengenai dan mencabut nyawa Salvador.

Menurut teman dan keluarga, Di sekolah menengah dan sekolah menengah atas, Salvador mengalami perundungan karena gangguan bicara yang ia derita sejak masih kecil. Beberapa teman sekelas mengatakan bahwa Salvador menunjukkan perilaku yang semakin mengganggu selama dua tahun terakhir. Salvador dikenal suka berkelahi, mengancam dan menguntit sesama siswa.

Santos Valdez Jr., 18 tahun, mengaku mengenal Ramos sejak duduk di bangku sekolah dasar. Mereka berteman sampai perilaku Ramos mulai memburuk. Mereka dulu sering bermain video game seperti Fortnite dan Call of Duty, permainan yang tergolong dalam kategori kekerasan. Tapi kemudian Salvador berubah. Santos mengatakan bahwa ia pernah melihat Salvador di sebuah taman di mana mereka sering bermain basket dan memiliki luka di sekujur wajahnya. Salvador pertama kali mengatakan seekor kucing telah menggaruk wajahnya. Namun kemudian Salvador mengakui bahwa dia sendiri yang telah menoreh wajahnya berkali-kali dengan pisau dengan alasan bahwa dia menganggap itu sesuatu yang menyenangkan.

Stephen Garcia, yang menganggap dirinya sahabat Ramos di kelas delapan, mengatakan Salvador mengalami perundungan dan intimidasi oleh banyak orang karena Salvador menderita gagap dan cadel yang cukup parah. Banyak orang mengintimidasi Salvador mengenai banyak hal, entah itu soal media sosial, games atau yang lainnya. Sebagai contoh, suatu kali, Salvador memposting foto dirinya mengenakan eyeliner hitam, yang menimbulkan banyak komentar menggunakan istilah yang menghina, seperti “Gay”.

Sepupu Salvador, Mia, mengatakan dia pernah melihat siswa mengejek kesulitan bicara Salvador ketika mereka bersekolah di sekolah menengah bersama. Kemudian Salvador mulai mengeluh kepada neneknya bahwa dia tidak ingin kembali ke sekolah. Salvador akhirnya putus sekolah. Dia mulai mengenakan serba hitam dan sepatu bot militer besar. Dia memanjangkan rambutnya. Sebelum penembakan, Salvador sempat memposting foto koleksi senjata barunya di Instagram.

Teman lain mengatakan Salvador kadang-kadang berkeliling dengan teman lain menggunakan mobil di malam hari dan menembak orang secara acak dengan pistol BB. Dia juga sengaja mengempesi ban atau menggores mobil orang.

Ruben Flores, 41, yang tinggal bersebelahan dengan keluarga Salvador mengatakan ibu Ramos menggunakan narkoba, yang sering memicu permasalahan di rumah. Ruben mengatakan pernah mencoba menjadi semacam figur ayah bagi Salvador. Namun seiring bertambahnya usia, perubahan dalam diri Salvador makin akut dan lebih jelas terlihat oleh tetangga yang lain. Ruben sering melihat polisi mampir ke rumah Salvador atau menyaksikan pertengkaran hebat antara Salvador dan ibunya.

 

Perempuan di Inggris nikahi kucing kampung peliharaannya agar tidak diusir oleh tuan tanah

Perempuan di Inggris nikahi kucing kampung peliharaannya agar tidak diusir oleh tuan tanah

SAHMITRA – Deborah Hodge, seorang perempuan Inggris berusia 49 tahun ini sangat mencintai hewan peliharaannya yakni kucing kampung yang sering disebut oleh orang Inggris dengan ‘moggie’. Hodge memutuskan untuk menikah secara resmi dengan ‘moggie’ nya yang bernama India untuk menyelamatkan India dari tuan tanah yang selama bertahun-tahun memaksanya untuk menggembalikan India ke tempat penampungan hewan liar, tempat dimana Hodge mengadopsi India.

Hodge mengenakan setelan tuksedo, sementara pengantin kucingnya mengenakan dasi kupu-kupu dan pakaian berlapis emas dalam sebuah upacara di sebuah taman yang dipimpin oleh seorang teman yang ditahbiskan secara hukum.

Hodge, seorang single mother, selama bertahun-tahun telah menjadi sasaran terror tuan tanahnya yang kerap memaksanya untuk mengembalikan hewan-hewan kampung peliharaanya. Terlebih ketika Hodge kehilangan pekerjaanya, dia semakin khawatir bakal diusir dari rumahnya di Sidcup, London. Agar terbebas dari terror paksaan dari tuan rumah manapun, Hodge memilih ‘pernikahan’ sebagai cara untuk menunjukkan kepada tuan tanah di masa depan bahwa dia tidak akan terpisahkan dari India.

Bagi Hodge, India adalah hal terpenting dalam hidupnya setelah anak-anaknya. Dia juga mengatakan bahwa dia lebih baik hidup dijalanan daripada hidup tanpa moggie kesayangannya, India.

Legenda dibalik Sesshō-seki, batu keramat di Jepang yang belum lama ini terbelah dua

Legenda dibalik Sesshō-seki, batu keramat di Jepang yang belum lama ini terbelah dua

SAHMITRA – Di kaki gunung Chausu yang berada di prefektur Tochigi, Jepang, pada sebidang tanah tandus yang dipenuhi bebatuan, terdapat ditengah-tengahnya sebuah batu besar berwarna gelap yang diikat dengan shimenawa dan shide.

Shide, kertas berbentuk zigzag dan tali jerami beras Shimenawa biasa digunakan dalam berbagai ritual pemurnian dalam agama Shinto. Tempat atau benda yang terikat oleh Shimanewa dan Shide ini menunjukkan ruang suci atau murni. Di mana roh hidup didalamnya.

Ya, batu tersebut bukan lah sembarang batu. Itu adalah Sesshō-seki atau “Batu Pembunuh” yang menurut mitos Jepang merupakan rumah bagi roh rubah jahat berekor sembilan. Maret lalu batu itu ditemukan terbelah dua, yang memicu ketakutan di antara penduduk setempat dan pengguna media sosial yang meyakini bahwa terbelahnya batu tersebut menandakan roh rubah jahat yang selama ini terkurung didalamnya kini bebas berkeliaran.

Kisah dari rubah jahat ini berawal di tahun 1000 sebelum Masehi di Tiongkok. Menurut mitos orang Tiongkok disebut Huli jing yang adalah makhluk-makhluk mitologi yang mampu berubah-ubah bentuk. Huli jing dapat berupa roh baik atau jahat. Huli jing yang paling terkenal adalah rubah berekor sembilan yang disebut jiuweihu. Mengapa rubah? Karena rubah dipercaya adalah hewan mistis yang dapat berubah bentuk menjadi seorang manusia.

Konon, istri dari Kaisar Dinasti Yin, adalah perwujudan dari rubah jahat. Dia menipu sang Kaisar untuk memperlakukan rakyatnya dengan buruk hingga mengakibatkan pemerintahannya digulingkan. Kemudian rubah jahat itu pindah ke India dan menjadi istri pertama sang pangeran. Dia menggodanya untuk memenggal ribuan orang. Tapi salah satu pengikut sang pangeran berhasil membuka kedoknya dan si rubah jahat langsung menghilang. Pada tahun 753, rubah jahat berubah wujud seorang gadis muda dan menyelinap ke kapal utusan Jepang yang hendak kembali ke Jepang.

Sampai di Jepang, rubah jahat menyamar sebagai wanita istana yang anggun. Menyebut dirinya Tamamo-no-Mae, ia bertugas di istana Kaisar yang sudah pensiun yakni Kaisar Toba (1103-1156) dan berhasil membuat Kaisar itu jatuh cinta padanya. Namun, tiba-tiba Kaisar Toba jatuh sakit dan keadaaanya semakin parah.  Tidak ada yang mengetahui secara jelas mengapa sang Kaisar tiba-tiba jatuh sakit. Hingga akhirnya seorang peramal, Abe Yasunari, akhirnya mengetahui dan mengungkap rencana rubah jahat untuk menghancurkan bangsa. Mereka bertarung dengan hebat dan akhirnya rubah menunjukkan ekornya, dan dia memiliki Sembilan, kemudian dia melarikan diri ke Nasu, salah satu area di prefektur Tochigi.

80.000 tentara Kekaisaran dikerahkan untuk memburu rubah jahat. Rubah jahat melakukan perlawanan tetapi tentara akhirnya memojokkan rubah di gang buntu. Kemudian, salah satu prajurit melepaskan busur panah ke arah rubah. Rubah jahat itu kemudian berubah bentuk menjadi batu raksasa yang mengeluarkan racun yang kuat. Setiap orang atau hewan yang mendekati batu itu terbunuh oleh gas beracunnya. Tidak ada burung, serangga atau pun tanaman yang bisa hidup didekatnya. Maka dari itu penduduk sekitar menamai batu itu Sesshō-seki yang artinya batu pembunuh.

Banyak biksu mencoba meredakan amarah rubah jahat tetapi tidak satupun yang berhasil menghilangkan racunnya. Berabad-abad kemudian, biksu Gennō (1329-1400) datang ke Nasu. Dia memurnikan tubuh dan jiwanya dengan pemandian air panas sebelum pertempuran. Kemudian dia mulai melantunkan mantra sutra khusus berulang-ulang dengan sungguh-sungguh dan memukul batu itu dengan palu besar. Batu itu lalu pecah menjadi tiga bagian. Satu terbang ke prefektur Fukushima, satu lagi mendarat di Hiroshima dan satu lagi tetap berada di Nasu.

Sejak itu, ritual malam hari yang disebut Gojinkasai dilakukan setiap hari Minggu terakhir bulan Mei untuk menjinakkan roh rubah jahat. Penabuh genderang memakai pakaian putih, wig emas dan topeng rubah sambil menabuh genderang khusus yang disebut genderang rubah sembilan ekor. Dan peserta ritual lainnya membawa obor. Mereka semua berjalan dari Kuil Nasu Onsen ke Sesshō-seki.

Perempuan hamil di Pakistan memalu kepalanya atas saran seorang dukun untuk dapatkan anak laki-laki

Perempuan hamil di Pakistan memalu kepalanya atas saran seorang dukun untuk dapatkan anak laki-laki

SAHMITRA – Bagi kebanyakan orang di Asia terutama, memiliki anak laki-laki lebih disukai dibadingkan dengan anak perempuan.  Karena kentalnya budaya patriaki yang ada, dimana laki-laki dipersepsikan dan ditempatkan berfungsi produktif, sebagai pencari nafkah yang dianggap bertanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan rumah tangga dan untuk meneruskan nama keluarga yang sangat dihargai. Sementara perempuan dipersepsikan dan ditempatkan semata-mata berfungsi reproduktif.

Seorang perempuan Pakistan yang tengah mengandung, yang identitasnya sengaja ditutupi untuk melindungi ruang privasinya, telah memiliki tiga anak perempuan dan amat sangat menginginkan anak laki-laki. Perempuan yang tinggal di sebuah perkampungan bernama Peshawar, demi upayanya untuk memastikan bahwa anak yang tengah ia kandung tersebut adalah seorang anak laki-laki lalu menemui seorang dukun.

Prakter perdukunan atau ‘orang pintar’ rupanya sangat umun di negara Pakistan. Orang-orang berbondong-bondong pergi untuk menemui ‘penyembuh’ tidak berlisensi ini untuk mendapatkan pemecahan atas berbagai macam problematika kehidupan mulai dari penyakit kesehatan hingga masalah hubungan dan uang.

Juga berdasarkan rasa takut dan khawatir suaminya akan pergi meninggalkannya apabila anak dalam kandungannya itu lagi-lagi adalah anak perempuan, perempuan hamil ini menemui seorang dukun yang kemudian memberikan kepadanya jampi-jampi yang disebut Taweez oleh orang Pakistan dan sebuah paku. Pun dukun tersebut menyarankan pada perempuan hamil itu untuk memalu kepalanya dengan paku  dengan jaminan anak yang akan dilahirkan adalah anak laki-laki.

Sepulangnya dari rumah dukun tersebut, perempuan hamil itu langsung mempraktekkan apa yang telah disarankan oleh sang dukun yakni memalu kepalanya dengan paku yang telah diberikan kepadanya. Teriak kesakitannya mengejutkan anggota keluarga lainnya yang tinggal serumah dengannya. Rupanya perempuan itu mencoba untuk melepaskan paku tadi dan gagal. Ia pun lalu dibawa ke rumah sakit terdekat dengan keadaan amat kesakitan.

Beruntungnya operasi pengangkatan paku 2 inci yang tertanam di tengkorang kepala perempuan hamil itu berhasil.

“Perempuan itu mengatakan bahwa seorang wanita di wilayahnya melakukan hal yang sama dan melahirkan anak laki-laki meskipun USG menunjukkan anaknya yang belum lahir adalah perempuan,” kata Dr. Haider Suleman Khan, ahli bedah saraf residen di Rumah Sakit Lady Reading, tempat perempuan hamil itu dirawat pada media.

Penyelidikan polisi atas kasus ini sedang berlangsung. Pihak berwenang masih mencari sang dukun untuk diinterogasi. Kepala Polisi Peshawar, Abbas Ahsan mengatakan bahwa tim khusus telah dibentuk untuk menyelidiki insiden tersebut.

Pembunuhan kejam perempuan Kuwait yang terjadi di bulan Ramadan

Pembunuhan kejam perempuan Kuwait yang terjadi di bulan Ramadan

SAHMITRA – Ramadhan adalah bulan suci. Bulan di mana umat Islam memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berpuasa selama sebulan penuh. Bulan yang dinanti-nantikan oleh orang-orang beriman untuk menyucikan hati mereka, memperbaharui iman, mencari pengampunan, dan meningkatkan disiplin diri. Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk fokus pada apa yang paling penting dan positif dalam kehidupan orang percaya.

Namun jauh dari makna bulan Ramadhan yang telah diperbuat oleh Fahad Subhi Mohammed. Melansir Alarabiya.net, pada bulan April 2021 lalu, Fahad Subhi Mohammed dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan kriminalitas negara di Timur Tengah, Kuwait atas tuduhan pembunuhan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Tindak pembunuhan tersebut dilakukan oleh Fahad pada bulan suci Ramadhan dan di siang hari bolong. Korbannya adalah seorang perempuan Kuwait bernama Farah Hamza Akbar. Fahad dengan sengaja menabrakkan mobilnya pada mobil yang tengah dikendarai oleh Farah dan anak perempuannya dan kemudian menculik mereka. Didalam mobil itu Fahad menikam dada Farah beberapa kali didepan anak Farah. Setelah itu Fahad mengendarai mobil dan menuju ke rumah sakit, meninggalkan Farah yang sekarat dan anaknya di depan pintu rumah sakit dan kemudian ia melarikan diri.

Tidak butuh waktu lama, pihak kepolisian berhasil menangkap Fahad. Fahad mengakui perbuatannya dan menyatakan alasan ia membunuh Farah adalah karena perempuan itu telah menolak lamarannya.

Setelah diusut lebih lanjut ternyata Farah telah dua kali mengajukan surat pengaduan kepada pihak kepolisian terhadap Fahad atas tindak penculikan dan pengancaman. Fahad sempat ditahan oleh kepolisian namun kemudian dibebaskan dengan jaminan. Setelah bebas, Fahad memanfaatkan kebebasan itu dengan pergi untuk menghilangkan nyawa Farah.

Dana Akbar, saudari dari Farah mengunduh sebuah video di media sosial. Di video tersebut Dana menjelaskan bahwa kakaknya telah mengajukan dua kasus terhadap Fahad dan bagaimana dalam kedua kasus tersebut Fahad dibebaskan dengan jaminan. Dana menambahkan dia bahkan mengatakan pada jaksa berkali-kali bahwa Fahad sangat berbahaya bagi keluarganya. Namun sepertinya tidak ada seorang pun yang perduli dan mereka membiarkan Fahad bebas hingga akhirnya membunuh Farah.