Berteman Akrab di Tempat Kerja, Sahabat Ini Ternyata Saudara Kandung

Berteman Akrab di Tempat Kerja, Sahabat Ini Ternyata Saudara Kandung

Sahmitra — Sepasang sahabat wanita bernama Julia Tinetti dan Cassandra Madison menemukan fakta mengejutkan tentang pertemanan mereka. Rupanya, dua wanita ini adalah saudara kandung.

Menyadur dari laman New York Post, pada Sabtu (27/02), keduanya bertemu pertama kali di tempat kerja, di bar New Heaven tahun 2013 dan langsung cocok satu sama lain.

Mereka berdua adalah anak adopsi yang sama-sama tinggal di Connecticut.

“Saya pikir dia keren,” kata Madison, 32.

“Kami langsung cocok, Itu sangat alami.”

“Kami mulai nongkrong. Kami pergi keluar untuk minum-minum, untuk makan malam. Kami mulai berpakaian yang sama,” ujar Tinetti, 31, tentang persahabatan mereka.

Perlahan, keduanya menyadari kalau sama-sama memiliki tato bendera Republik Dominika di paha mereka. Keduanya juga mendapat banyak komenar tentang wajah yang mirip.

Dua wanita ini lantas membandingkan dokumen adopsi mereka dan mendapati informasi yang berbeda. Secara dokumen, keduanya berasal dari negara yang berbeda dengan nama belakang ibu yang juga berlainan.

Kemudian, pada tahun 2018, ibu angkat Madison memberinya tes DNA 23andMe untuk kado Natal dan dia akhirnya menemukan ayah kandung di Republik Dominika.

Julia Tinetti (kiri) dan Cassandra Madison (kanan). (Facebook/Cassandra Raquel Madison)

Dalam perjalanan untuk bertemu dengannya dan saudara kandungnya, Madison bertanya apakah dia dan ibunya telah menyerahkan bayi lain selain dirinya untuk diadopsi.

Ibunya mengatakan dia dan salah satu saudara perempuannya telah lahir selama “masa sulit” sehingga diadopsi oleh orang lain. Saat itu Madison yakin, Julia Tinetti adalah yang dimaksud sang ibu.

Ia langsung menyuruh sahabat untuk tes DNA dan hasil yang keluar mengungkapkan bahwa mereka adalah saudara kandung.

“Ini menarik, apalagi Tinetti dan saya sudah berteman,” jelas Madison.

“Ini adalah hal yang biasa Anda lihat di TV,” kata Tinetti.

“Orang yang juga diadopsi sekarang menghubungi kami, yang sangat spesial. Bagi saya dan itu lebih berarti dari apa pun.”

Celana Dalam Ini Diklaim Terbersih di Dunia, Dapat Dipakai Terus Tanpa Dicuci

Celana Dalam Ini Diklaim Terbersih di Dunia, Dapat Dipakai Terus Tanpa Dicuci

Sahmitra — Sebuah perusahaan di Amerika Serikat ( AS) menciptakan produk yang diklaim sebagai celana dalam terbersih di dunia. Pakaian dalam tersebut dapat “membersihkan diri sendiri” dan dapat dipakai setiap hari selama berpekan-pekan, bahkan berbulan-bulan, tanpa menimbulkan bau.

Perusahaan yang menciptakan produk tersebut adalah HercLeon, sebuah perusaan yang berinovasi dalam kaus kaki, kaos, dan seprai pembersih otomatis pertama di dunia. HercLeon merupakan perusahaan yang berbasis di Minnesota, AS.

Perusahaan tiu menamakan celana dalam tersebut sebagai Kribi. Bahan yang digunakan untuk pembuatan pakaian dalam tersebut dinamakan HercFiber. Bahan itu disebut mampu menghancurkan semua bakteri dan tetap bersih tanpa perlu dicuci.

Yang harus dilakukan pembeli adalah membiarkan celana dalam itu diangin-anginkan setelah dipakai. Setelah itu, celana dalam itu dapat dipakai kembali dengan aman keesokan harinya sebagaimana dilansir Oddity Central, Senin (22/2/2021).

HercFiber dibuat dari campuran serat Bambu, Eucalyptus, Beechwood, dan Tembaga. Pembuat Kribi mengatakan, meskipun HercFiber masih rentan terhadap bakteri penyebab bau, baunya tidak bertahan lama sebagaimana yang terjadi pada kapas dan poliester.

“Kribi terus menerus menghancurkan semua bakteri dan tetap bersih,” kata HercLeon.

“Kami menganjurkan agar membiarkan Kribi diangin-angin selama beberapa jam setelah digunakan seharian. Pada saat Anda akan memakainya keesokan harinya, baunya akan segar seperti pakaian dalam yang belum pernah dipakai,” imbuh HercLeon.

Pendiri sekaligus Direktur Kreatif HercLeon, Wenceslaus Muenyi, mendapatkan ide untuk membuat pakaian dalam yang mampu “membersihkan sendiri” saat sedang dalam perjalanan di Islandia.

Saat mengemas ransel pakaian, dia menyadari bahwa itu tidak akan cukup karena beberapa pakaian mulai berbau tidak sedap setelah dipakai. Hal itulah yang membuatnya berpikir tentang solusi berkelanjutan untuk masalah yang dia hadapi.

“Karena penasaran, Wenceslaus pulang ke rumah dan mulai mempelajari tekstil dan proses yang menyebabkan pakaian berbau tidak sedap,” kata situs web HercLeon.

Tujuan utama pembuatan bahan tekstil yang dapat membersihkan sendiri adalah untuk membuat kain yang tidak terlalu sering dicuci dan dapat dipakai selama berhari-hari tanpa harus mencucinya.

“Meski banyak orang yang melihat produk yang kami buat sebagai produk kotor, kami melihatnya sebagai langkah penting selanjutnya menuju masa depan yang lebih bersih,” kata Wenceslaus.

Wenceslaus menambahkan, manusia telah bertahan hidup selama bertahun-tahun dengan kebiasaan yang tidak berkelanjutan.

“Dan satu-satunya cara kita dapat maju dan berada di planet ini selama dua ribu tahun lagi adalah berpikiran terbuka tentang cara kita menjalani hidup dan mendukung produk yang mendukung keberlangsungan hidup kita sebagai spesies,” imbuh Wenceslaus.

Dia bertutur, pihaknya dengan senang hati menerima kritik demi mendorong umat manusia menuju masa depan yang lebih bersih.

“Karena kami tahu bahwa ini adalah langkah penting berikutnya dan kami bersemangat untuk menjadi orang yang membantu memajukan kita bersama,” sambung Wenceslaus.

HercLeon meluncurkan Kribi di platform crowdfunding Indiegogo pada 2020. Produk tersebut dengan cepat menjadi pakaian dalam yang paling banyak didanai dalam sejarah platform tersebut, dengan lebih dari 150.000 dollar AS (Rp 2,1 miliar) terkumpul.

Perusahaan berjanji mulai mengirimkan pakaian dalam ke pendukungya dalam platform tersebut pada Juli 2020, tetapi tidak ada kabar kapan akan tersedia untuk semua orang.

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Sahmitra — Selain di Indonesia, temuan bayi hiu berwajah mirip manusia juga viral di luar negeri. Bayi ikan hiu itu ditemukan sejumlah nelayan di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Kasubag Humas Polres Rote Ndao Aiptu Anam Nurcahyo pada Rabu (24/2/2021) petang mengatakan ke Kompas.com, bayi hiu itu pertama kali ditemukan oleh nelayan bernama Hasan Hanasin.

Hasan dan rekannya, Abdullah Ferroh, menemukan ikan tak biasa itu setelah memotong induk hiu yang tertangkap pukat di perairan Papela, tepatnya di depan Pos Angkatan Laut Papela. Namun, saat memotong, Hasan mendapati dua ekor bayi hiu di dalam perut ikan berukuran besar tersebut.

“Salah satu bayi ikan hiu tersebut memiliki bentuk yang berbeda sehingga yang bersangkutan langsung membuangnya karena takut melihat bentuk bayi ikan hiu tersebut,” jelas Anam.

Bayi ikan hiu itu lalu dipungut Abdullah, dibawa pulang untuk disimpan dalam stoples berisi cairan alkohol.

Ikan hiu dengan bentuk aneh yang ditemukan nelayan di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kisah unik itu pun tersiar sampai ke luar negeri. Sejumlah media asing di Amerika Serikat (AS), Inggris, India, dan Timur Tengah turut memberitakan. Di New York Post misalnya, media “Negeri Paman Sam” itu menceritakan kronologi penemuan bayi hiu berwajah mirip manusia.

“Seorang nelayan Indonesia mengeklaim menangap seekor hiu yang mirip manusia – dan mirip karakter kartun terkenal,” tulis media yang beroperasi sejak 1801 itu, dalam artikel berjudul Baby shark with ‘human face’ looks eerily like viral YouTube character.

Bayi ikan hiu yang disebut mirip wajah manusia ditemukan nelayan di Rote Ndao, NTT.

“Foto-foto menunjukkan mata besar seperti manusia dan mulut yang lebih kecil dari jari manusia,” lanjutnya.

Kemudian di Daily Mail, diceritakan pengakuan Abdullah bahwa rumahnya kini ramai didatangi orang-orang yang penasaran dengan hiu berwajah mirip manusia tersebut.

Di artikel berjudul The real-life baby shark! Mutant fish is born with ‘a human face’, media Inggris itu menulis Abdullah yang enggan menjual bayi hiu temuannya, dan memilih untuk menyimpannya karena yakin bakal membawa keberuntungan. Media Inggris lainnya yaitu The Independent, mengutip penjelasan pakar tentang fenomena langka itu.

Dr David Shiffman ahli biologi konservasi laut dan peneliti post-doctoral di Arizona State University menerangkan, kemungkinan besar bayi hiu itu cacat bawaan dan bukan spesies baru.

“Ini bukan hal yang saya pelajari, tapi beberapa ahli yang saya ikuti melaporkan mungkin kasus Cyclopia parsial (jangan Googling ini saat makan) dengan satu orbit yang menyatu tapi masih dua mata,” tulisnya di Twitter.

Lalu di Metro, dalam artikel berjudul artikel Mutant baby shark ‘with a human face’ cut from mother’s stomach, disebut bahwa bayi hiu itu mirip karakter hantu Casper yang masuk mesin cuci lalu bergabung dengan Ku Klux Klan (KKK).

Ahli Kemudian media AS lainnya, LADBible, membandingkan temuan langka itu dengan hiu “berambut” mirip Donald Trump yang viral akhir Januari lalu.

“Dalam kasus yang sama, siapa fotografer dan videografer Tanner Mansell yang memberitahu orang-orang bahwa hiu yang ia potret tidak terlihat seperti Donald Trump?” tulisnya di artikel Fisherman Baffled By Baby Shark With Strange ‘Human Face’.

Selain media berbahasa Inggris, berita hiu berwajah mirip manusia ini juga beredar dalam bahasa Hindi seperti di Zee News Hindi, bahasa Telugu (India selatan) di Sakshi.com, aksara Marathi (India barat) di Lokmat.com, hingga situs bahasa Arab milik Al Jazeera.

Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Sahmitra — Seorang pria di Ukraina diselidiki atas dugaan pembunuhan, setelah dia tak sengaja membunuh tunangan sepekan jelang pernikahan mereka. Korban yang diidentifikasi bernama Tatyana ditembak mati calon suaminya, Dmitry, yang saat itu tengah memamerkan senjata ke temannya.

Tragisnya, insiden itu dilihat langsung oleh anak Tatyana yang kebetulan tengah berada di kamar sebelah dan mendengar bunyi tembakan.

Media Ukraina memberitakan, pasangan itu tinggal di kota Dnipro ketika teman mereka, Oleksiy Kondratev, berkunjung. Ketiganya kemudian menuju ke kamar tidur, di mana Dmitry menunjukkan ke Kondratev senapan berburu HATSAn kaliber 12.

“Dmitry memegang senjata itu hingga setinggi panggul dengan jari telunjuk kanan di pelatuk saat dia sadar moncongnya ke Tatyana,” kata Kondratev.

Pria berusia 44 tahun ini mencoba menjauhkan moncongnya dari si tunangan. Saat itulah, senjata itu meletus dan menewaskan Tatyana. Dua anak Tatyana, masing-masing berusia 13 dan 11 tahun, langsung berlari ke kamar tidur begitu mendengar suara tembakan.

Setelah melihat ibunya bersimbah darah di bagian perut, keduanya dilaporkan berusaha meminta pertolongan ke tetangga.

Lyudmila Mikhailovna, tetangga di sebelah rumah pasangan itu mengungkapkan, dia melihat guru pelajaran renang itu terbaring di lantai. Dilansir The Sun Rabu (24/2/2021), paramedis sempat datang ke lokasi, namun mereka menyatakan perempuan 37 tahun itu tewas.

Berdasarkan hasil otopsi, Tatyana tewas dengan luka di perut akibat peluru senapan yang berisikan pelet logam. Polisi setempat yang merespons laporan menggelar penyelidikan terhadap Dmitry, yang langsung dijebloskan ke penjara.

Juru bicara kepolisian Anna Starchevska berkata, Dmitry mengaku tak sengaja menembak Tatyana saat memamerkan senjata ke Kondratev. Dmitry, yang adalah pegawai keamanan, membeli senapan itu untuk melindungi keluargnya karena mereka tinggal di lingkungan berbahaya.

Setelah ditahan, dia diketahui mengirimkan pesan permintaan maaf kepada anak-anak dan keluarga Tatyana lewat media.

“Ayah, ibu, anak-anak, maafkan aku karena tak bisa menyelamatkannya. Kalian tahu aku sangat mencintainya,” ratapnya.

Penembakan yang terjadi satu pekan sebelum pernikahan keduanya disesalkan oleh ibu korban, Nila Mymrina. Nila mengatakan bahwa insiden itu sangat tragis, dan meminta kepada otoritas untuk melepaskan calon menantunya.

“Putri saya menjadi perempuan paling berbahagia di dunia ketika bersama dengan pria ini,” ujar sang ibu.

Sahabat Dmitry, Oleksandr Volkov yang membantu membeli cincin pernikahan mengungkapkan, pasangan itu sudah bersama selama 10 tahun. Volkov menceritakan bahwa sahabatnya itu pertama melihat Tatyana saat berada di bus satu dekade silam, dan membuatnya terkesima.

Ketika mereka kembali bertemu di dalam bus, Dmitry menuturkan Tatyana menjatuhkan sesuatu, dan menyelipkan kertas ke sakunya.

“Ternyata yang dia selipkan adalah nomor teleponnya. Dua pekan setelah pertemuan itu, Tatyana meneleponnya,” kata Volkov.

Wanita Ini Jual Anaknya Rp 1,4 Juta untuk Modal Jualan Miras

Wanita Ini Jual Anaknya Rp 1,4 Juta untuk Modal Jualan Miras

Sahmitra — Seorang wanita di Nigeria ditangkap polisi setelah berusaha menjual bayinya yang berusia empat bulan senilai 40.000 Naira atau setara Rp 1,4 juta. Wanita tersebut bernama Victoria Chukwube (32) sebagaimana dilansir dari Sahara Reporters, Kamis (25/2/2021). Kepada Kepolisian Negara Bagian Ebonyi, Chukwube mengaku dia menjual anaknya karena tidak yakin siapa ayah bayi tersebut.

Rencananya, uang dari hasil penjualan bayi tersebut bakal dia pergunakan untuk membuka usaha penjualan minuman keras ( miras). Chukwube mengatakan, dia bekerja sebagai pekerja seks komersial ( PSK) telah tidur dengan 15 pria tanpa menggunakan alat kontrasepsi berupa kondom. Chukwube menambahkan, dia sengaja menjadi PSK karena sangat membutuhkan uang untuk menyambung hidup.

“Saya memasang tarif 5.000 naira (Rp 185.000) untuk setiap pria yang tidur dengan saya tanpa menggunakan kondom. Saya berhubungan seks dengan 15 pria pada hari itu,” kata Chukwube.

Setelah melayani 15 pria dalam sehari, beberapa waktu kemudian dia hamil dan dia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya itu.

“Saya bahkan tidak tahu siapa yang harus bertanggung jawab atas bayi itu,” tutur Chukwube.

Chukwube berujar, bayi yang dikandungnya mengganggu “bisnisnya” karena dia tidak berencana untuk memiliki anak.

“Saya ingin menjualnya agar saya dapat berkonsentrasi pada bisnis kedai bir yang ingin saya mulai segera,” tambah Chukwube.

Bayi tersebut kemudian dibawa ke Kementerian Urusan Wanita Nigeria untuk pemeriksaan lebih lanjut dan setelah itu akan dilakukan tindakan lebih lanjut.

Juru Bicara Kepolisian Negara Bagian Ebonyi, Loveth Odah, mengatakan kepada Vanguard bahwa Chukwube ditangkap setelah polisi mendengar laporan adanya upaya penjualan bayi. Meski telah diinterogasi, Chukwube menolak untuk mengungkapkan daerah asalnya. Chukwube juga mengatakan, dia tidak memiliki kemampuan finansial untuk merawat anak tersebut.

Curhat Diperkosa saat Pesta, Gadis Ini Ditemukan Tewas Keesokannya

Curhat Diperkosa saat Pesta, Gadis Ini Ditemukan Tewas Keesokannya

Sahmitra — Seorang mahasiswi di Inggris ditemukan tewas dengan kondisi tergantung setelah ia memberi tahu teman-temannya bahwa dia telah diperkosa saat pesta.

Menyadur New York Post, Kamis (25/2/2021) Megan Younger-Watson memberi tahu teman-temannya bahwa dia “putus asa” setelah dilecehkan secara seksual di sebuah pesta pada 15 Februari 2019 di Ipswich.

Pengadilan Koroner Suffolk County pada hari Selasa, menetapkan bahwa Younger-Watson memakai kokain, ekstasi, dan Xanax di tubuhnya ketika dia meninggal, tetapi kadar alkoholnya relatif rendah.

Polisi kemudian mengidentifikasi tersangka penyerangnya tetapi menolak untuk mengajukan tuntutan, meskipun Polisi Suffolk Det Inspektur Daniel Connick mengakui “jelas” bahwa Younger-Watson “sangat mabuk” untuk menyetujui hubungan seks, menurut laporan The Sun.

“Megan adalah salah satu orang paling indah, paling ceria, dan paling bahagia yang pernah Anda temui,” kata ibunya, Natashia Younger-Watson, kepada The Sun.

“Dia menempatkan semua orang sebelum dirinya sendiri. Itulah mengapa ada penghormatan besar untuknya. Dia benar-benar luar biasa.” sambungnya.

Mahasiswi sastra di Suffolk New College, Ipswich, memiliki riwayat kecemasan dan depresi setelah ia dikeluarkan dari asrama Christchurch House.

Malam sebelum kematiannya, Younger-Watson keluar bersama teman-temannya untuk berpesta di pub Grinning Rat.

Menurut laporan Ipswich Star, Younger-Watson bergabung dengan sekelompok orang untuk melanjutkan pesta di sebuah pesta di apartemen ketika bar tutup pada tengah malam.

Remaja itu tidak kunjung keluar dan memberi tahu seorang temannya bahwa dia dilecehkan dan “tidak tahu apa yang dia lakukan.”

Setelah memberi tahu teman-temannya tentang serangan itu, Younger-Watson dua kali ditemani oleh penjaga di apartemen tersebut, tetapi akhirnya ditinggalkan sendirian.

Pada pukul 10.00 pagi waktu setempat keesokan harinya, teman-temannya menelepon polisi karena dia tidak membuka pintu.

Polisi mendobrak pintu dan menemukan gadis tersebut tidak sadarkan diri dan dalam kondisi tergantung, kata laporan itu.

Domba “Gondrong” Berhasil Diselamatkan, Berat Bulunya 35 Kg Setelah Dicukur

Domba “Gondrong” Berhasil Diselamatkan, Berat Bulunya 35 Kg Setelah Dicukur

Sahmitra — Seekor domba berhasil diselamatkan oleh tim penyelawat hewan Edgar’s Mission Farm Sanctuary di sebuah hutan di Australia. Domba tersebut lantas dinamai Baarack sebagaimana dilansir dari laman Reuters, Kamis (24/2/2021).

Penampilan Baarack tak lazimnya domba pada umumnya. Hewan ternak tersebut memiliki bulu yang sangat tebal dan menandakan tidak dicukur dalam waktu yang lama.

Setelah dicukur, berat bulu Baarack mencapai lebih dari 35 kilogram, hampir separuh dari berat kanguru dewasa.

Domba itu mulanya ditemukan oleh seorang warga yang kemudian menghubungi Edgar’s Mission Farm Sanctuary dekat Lancefield, Victoria, Australia.

Anggota Edgar’s Mission Farm Sanctuary, Kyle Behrend, mengatakan, kemungkinan Baarack awalnya merupakan domba peliharaan seseorang.

“Dia (Baarack) pernah diberi tanda di telinganya. Namun, tanda itu tampaknya telah robek oleh bulu tebal di sekitar wajahnya,” ujar Behrend.

Behrend menambahkan, biasanya seekor domba dicukur paling tidak setiap setahun sekali.

“Domba perlu dicukur minimal setahun sekali. Kalau tidak, bulunya terus tumbuh dan berkembang, seperti yang terjadi ini,” tutur Behrend.

Setelah Baarack diselamatkan, tim penyelamat mencukur bulu Baarack.

Setelah ditimbang, berat bulu Barack yang berhasil dicukur mencapai 35,4 kilogram. Kendati Baarack ditemukan dalam keadaan “gondrong”, kuku Baarack dalam keadaan yang bagus dan cukup rapi.

Namun, meski kukunya cukup rapi, kondisi Baarack sebenarnya cukup memprihatinkan.

“Dia berada dalam kondisi yang buruk. Dia kurus, dan karena semua wol di sekitar wajahnya, dia hampir tidak bisa melihat,” kata Behrend.

Behrend mengatakan, kini Baarack dikandangkan bersama domba lain yang diselamatkan oleh Edgar’s Mission Farm Sanctuary.

Dia menambahkan, melihat Baarack yang masih hidup, menandakan bahwa domba sebenarnya adalah hewan yang tangguh.

Melbourne Keluarkan Peringatan Darurat Kesehatan Infeksi Kulit Pemakan Daging

Melbourne Keluarkan Peringatan Darurat Kesehatan Infeksi Kulit Pemakan Daging

Sahmitra — Peringatan darurat kesehatan telah dikeluarkan setelah infeksi kulit yang bisa menggerogoti daging manusia ditemukan di Melbourne utara untuk pertama kalinya.

“Beberapa kasus ulkus buruli telah terjadi di daerah Essendon, Moonee Ponds dan Brunswick West di bagian dalam Melbourne,” kata Kepala Petugas Kesehatan Victoria, Profesor, pada Selasa (23/2/2021).

Daily Mail melaporkan risiko tertular ulkus buruli di daerah-daerah itu dianggap rendah. Namun, wilayah non-pesisir tersebut kini menjadi yang pertama diakui sebagai wilayah berpotensi berisiko di Victoria.

Semua kasus yang teridentifikasi telah menyebar ke daerah risiko ulkus Buruli yang diketahui sebelumnya. Termasuk diantaranya Semenanjung Mornington Melbourne, Semenanjung Bellarine, pinggiran tenggara teluk dan East Gippsland.

Tetapi Profesor Sutton mengatakan analisis genetik bakteri dari setiap orang di wilayah itu menunjukkan sumber umum infeksi berasal dari daerah tersebut.

“Sumber potensial Mycobacterium ulcerans di bagian utara Melbourne belum diketahui, meskipun bakterinya diisolasi dari kotoran kuskus lokal,” katanya.

Penyakit ini tidak menular dari orang ke orang dan tidak ada bukti penularan dari kuskus langsung ke manusia. Ulkus biasanya ditemukan di Afrika bagian barat atau tengah dan biasanya berhubungan dengan genangan air.

Ini dapat berdampak buruk pada penderitanya, termasuk kecacatan dan kelainan bentuk jangka panjang.

Bukti semakin mengaitkan nyamuk sebagai media perantara penularan penyakit ini. Sementara deteksi infeksi perlu waktu mulai dari empat minggu hingga sembilan bulan setelah terpapar.

Tepatnya setelah seseorang yang terinfeksi menunjukkan gejala, yang mungkin dimulai sebagai area bengkak kemerahan. Kasus ulkus Buruli harus diberitahukan ke Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Victoria dalam waktu lima hari setelah diagnosis.

Informasi menunjukkan ulkus Buruli di Victoria paling banyak menyebar pada orang berusia 60 tahun ke atas, tetapi pada umumnya orang dari segala usia dapat terinfeksi.

Apa itu ulkus buruli?

Ulkus buruli adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium ulcerans.

Awalnya infeksi dapat disalah artikan sebagai gigitan serangga, karena muncul sebagai bintil tanpa rasa sakit yang berkembang perlahan. Luka pada kulit (lesi) dapat muncul di mana saja.

Tetapi paling sering terjadi pada area anggota tubuh yang terbuka Dalam satu atau dua bulan lesi bisa menjadi borok, membentuk luka nanah (ulkus) khas yang merusak permukaan kulit. Gejala yang timbul juga dapat berupa bintil yang nyeri.

Pada kasus yang melibatkan edema (pembengkakan jaringan) dan selulit dapat muncul dengan nyeri hebat dan demam. Seiring waktu lesi dapat berkembang menjadi ulkus kulit yang merusak yang dikenal sebagai ulkus Buruli atau ulkus Bairnsdale.

Minyak Tumpah di Laut, Penyu-penyu di Israel Diselamatkan Menggunakan Mayones

Minyak Tumpah di Laut, Penyu-penyu di Israel Diselamatkan Menggunakan Mayones

Sahmitra — Para pegawai di National Sea Turtle Rescue Center Israel menemukan bahwa mayones mampu menyelamatkan penyu dari minyak dan ter hitam yang tumpah di laut dan meracuni mereka.

Tumpahan tersebut dianggap oleh Otoritas Taman dan Alam Israel sebagai salah satu bencana ekologi terburuk yang pernah tercatat dengan minyak dan ter hitam menutup sebagian besar garis pantai Mediterania Israel sepanjang 195 kilometer.

Tumpahan itu jelas mengganggu dan menyebabkan kerusakan parah pada satwa liar dan ekosistem, termasuk pada penyu.

Guy Ivgy, asisten medis di Sea Turtle Rescue Center di Michmoret, utera Tel Aviv, mengatakan 11 penyu sedang dirawat. Pusat ini dijalankan oleh Otoritas Taman dan Alam Israel.

“Mereka mendatangi kami dengan tubuh penuh ter. Semua trakea mereka dari dalam dan luar penuh dengan ter,” kata Ivgy dikutip Associated Press (AP).

Para pegawai pusat penyelamatan penyu itu telah mengeluarkan zat beracun dari saluran udara penyu-penyu itu dan menemukan cara kreatif untuk mengeluarkannya dari jalur pencernaan mereka.

“Kami terus memberi mereka zat-zat seperti mayones, yang secara praktis membersihkan sistem dan mampu memecah ter,” kata Ivgy.

Proses pemulihan diperkirakan memakan waktu satu atau dua minggu, setelah itu penyu diharapkan dapat dilepas liarkan kembali.

Ribuan sukarelawan dan kru pembersih telah dikerahkan untuk membersihkan ter dari pantai Israel, tugas yang diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan. Kementerian Perlindungan Lingkungan Israel mengatakan sedang menyelidiki penyebab tumpahan minyak.

Insiden itu diyakini terjadi pada awal Februari, dan Israel mengatakan tidak menerima peringatan akan terdamparnya sekitar 1.000 ton ter di pantai. Ter tersebut juga telah menyapu sampai ke utara, Lebanon.

Pada Senin, pengadilan Israel melarang publikasi semua rincian penyelidikan, termasuk nama kapal yang diduga telah menumpahkan minyak, rute dan pelabuhan panggilannya. Asosiasi jurnalis Israel mengajukan petisi ke pengadilan pada Selasa agar perintah tersebut dicabut.

Seorang Dokter di Australia Salah Berikan Dosis Vaksin Covid-19 kepada 2 Warga Lansia

Seorang Dokter di Australia Salah Berikan Dosis Vaksin Covid-19 kepada 2 Warga Lansia

Sahmitra — Seorang dokter memberikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer kepada dua warga lanjut usia ( lansia) di panti jompo di negara bagian Queensland dengan dosis yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan.

Dokter tersebut sudah dilaporkan ke otoritas pengaturan medis federal karena kesalahannya. Seorang pria berusia 88 tahun dan seorang wanita 94 tahun menerima dosis vaksin Covid-19 yang salah pada Selasa (23/2/2021).

Ketika ditanya berapa banyak dosis yang diberikan, Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt menjawab empat kali lipat dari dosis yang dianjurkan, tapi jumlah pasti dosisnya masih diselidiki.

“Itu belum dikonfirmasi, karena sebenarnya sangat sulit untuk mengetahui apa yang ada di jarum, tetapi tidak mungkin lebih dari (empat kali),” kata Hunt.

Hunt menambahkan, kondisi kedua lansia itu masih dipantau. Keduanya tinggal di pusat perawatan lansia di Holy Spirit, kawasan Carseldine, atau dikenal sebagai Layanan Perawatan St Vincent di sebelah utara Brisbane.

Hingga saat ini keduanya tidak menunjukkan tanda-tanda reaksi terhadap kelebihan dosis. Dokter yang memberikan dosis telah dihentikan dari program vaksinasi yang dimulai di Australi sejak Senin (22/2/2021).

“Terkait dengan individu dokter, kami akan menyerahkannya pada penyelidikan apakah mereka tidak mengerti atau tidak menyelesaikan pelatihan yang sudah diberikan,”  tutur Hunt.

“Tapi ini adalah pelanggaran serius dalam hal mengikuti protokol,” imbuh Hunt.

“Saran kami adalah kedua dosis diberikan secara berturut-turut dan sebagai konsekuensinya, perawat segera turun tangan. Ini adalah praktisi individu yang jelas-jelas melakukan kesalahan,” ujar Hunt.

Kepala Petugas Medis di Australia Paul Kelly mengatakan mereka mungkin perlu meninjau modul pelatihan ke depan. Tetapi dalam uji klinis awal vaksin Pfizer dan BioNTech, eksperimen dilakukan dengan dosis berbeda, termasuk empat kali lebih tinggi dari yang diresepkan.

St Vincent Lincoln Hopper berujar, dokter yang salah memberikan dosis akan dilaporkan ke Badan Regulasi Praktisi Kesehatan Australia.

“Insiden ini membuat tidak tenang bagi kami, warga, dan keluarga mereka,” kata Hopper dalam sebuah pernyataan.

“Sangat memprihatinkan. Itu menyebabkan kami mempertanyakan apakah dokter-dokter yang diberi tugas memberikan vaksin telah menerima pelatihan yang sesuai,” tambah Hopper.

Tanggapan dari Pemerintah Queensland Menteri Utama Queensland, Premier Annastacia Palaszczuk mengatakan Pemerintah Federal Australia harus menjelaskan bagaimana pemberian dosis yang salah bisa terjadi.

Di hadapan parlemen, dia mengatakan jika dirinya baru diberi tahu tentang insiden itu tadi malam.

“Menteri Kesehatan sendiri yang menelepon saya sampai larut malam dan kami bertemu lagi pagi ini pukul 07.00 (waktu setempat),” kata Palaszczuk.

“Menemukan rincian dari kesalahan ini tidaklah cukup,” sambung Palaszczuk.

Palaszczuk mengatakan, dia akan menulis kepada Perdana Menteri Australia, memintanya untuk mengadakan pertemuan Kabinet Nasional secepat mungkin.

“Saya ingin tahu pelatihan apa yang diberikan kepada orang-orang yang pemerintah pekerjakan untuk mengelola vaksin di fasilitas perawatan lansia kami,” katanya.

“Saya ingin mengetahui tentang strategi komunikasi untuk fase vaksinasi berikutnya,” sambung Palaszczuk.