Pembangunan Meikarta Dilanjutkan

Pembangunan Meikarta dilanjutkan

Sahmitra.com – Pembangunan Meikarta dilanjutkan setelah Lippo Group berhasil menggalang dana dari investor. Dari beberapa proyek pengembang kita pernah mendengar kehebohan yang terjadi dengan Meikarta. Sebuah mega proyek properti yang dengan ikon bebek kuning raksasa. Dimana kasus suap dan polemik terkait dengan pengurusan perizinan.

Namun ada kabar baik tentang pembangunan Meikarta dilanjutkan setelah pendanaan berhasil dihimpun oleh pengembang Lippo Group. Dengan jumlah pendanaan sebesar Rp. 5 Triliun untuk menyelesaikan proyek Meikarta ini. John Riady sendiri sudah berkomitmen untuk menyelesaikan setiap proyek yang sudah dimulai. Rencana dari John Riady akan membangun 100.000 unit hunian termasuk di Meikarta dengan jangka menengah 5-10 tahun kedepan.

Pembangunan Meikarta dilanjutkan dengan menyelesaikan Meikarta 1a sebanyak 56 tower dengan total 22.500 unit. Dimana fase ini terdiri atas district 1 dan University District dengan masing-masing sebanyak 28 menara. Pengembangan fase 1 A ini ada diatas lahan dengan luas 28 hektare dari luas 500 hektare.

Dengan pembangunan Meikarta dilanjutkan ini John yakin penjualannya yang kini sudah mencapai 65%. Menyusul sisanya akan terjual selama 18-24 bulan kedepan, dengan target 4 tower akan mulai ditutup atap hingga keseluruhan selesai pada kuartal 2020 atau 2021 yang rencananya akan dimulai pada bulan Agustus tahun ini.

Mengapa pembangunan Meikarta dilanjutkan ?

Secara Karakteristik pasar hunian dikawasan industri seperti Cikarang tidak hanya diincar para pengguna akhir (end user) tetapi juga disukai para investor untuk disewakan kepada pekerja asing atau pekerja lokal. Karena kelebihan dan keunggulan dari Apartemen jika dibandingkan rumah maka pembangunan Meikarta dilanjutkan.

Karena banyak para pekerja dari luar negeri seperti China, Jepang, Amerika Serikat, Australia dan Eropa dikawasan industri seperti Cikarang sudah memiliki captive market. Selain itu karena pertumbuhan permintaan dan pembangunan infrastruktur yang tinggi, maka potensi terjadinya kenaikan harga properti di Cikarang ini akan mampu menandingi kawasan pengembang di Serpong, Tangerang Selatan.

Baca Juga: Biaya Rumah Generasi Muda

Karena pembangunan Meikarta dilanjutkan, Cikarang akan memiliki potensi kenaikan harga yang lebih leluasa karena posisinya merupakan emerging market, berbeda dengan Serpong yang sudah mapan. Sejumlah perencanaan makro infrastruktur pemerintah tidak luput seperti track KRL, MRT dari Balaraja hingga Cikarang. Perpanjangan jalur LRT terseub sampai Cikarang, serta elevated toll road dari Jakarta-Cikampek.