Sistem One Way

Sahmitra.com – Memasuki liburan panjang yang akan segera berakhir pada bulan Juni ini, Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT). Juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) yang sudah berhasil dan sukses memberlakukan sistem one way pada saat menjelang mudik lebaran. Kini Danang Parikesit memastikan one way untuk arus balik lebaran 2019 akan diberlakukan pada hari jumat (7/6/2019).

Rencananya penerapan akan dimulai dari KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Tol Batang Semarang hingga KM 70 GT Cikampek Utama (Cikatama) Tol Jakarta Cikampek.

Dari berbagai pertimbangan keputusan ini diambil sebagai bentuk dari tindak lanjut dari hasil pertemuan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Budi Setyadi dan dihadiri oleh KaKorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri, beserta direksi Badan Usaha Jalan tol (BUJT) yang terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Lintas Marga Sedaya (LMS), PT Waskita Toll Road) dan juga Pengurus Asosiasi Rest Area Indonesia (PARAEI).

Penerapan Sistem One Way

Danang mengatakan, lalu lintas arus balik akan melebih arus mudik yakni bisa mencapai 90.000 hingga 100.000 kendaraan per hari pada puncaknya. Dimana waktu terjadi puncak arus mudik hanya 88.000 kendaraan. Oleh karena itu BPJT dan pihak terkait akan mempersiapkan skenario khusus selain sistem one way saat puncak arus balik nanti.

Selain metode one way akan diberlakukan juga rekayasa lalu lintas contra flow. Hal ini disesuaikan dengan dinamika kondisi lalu lintas dilapangan. Didalam Rapat Persiapan tersebut juga menginstruksikan PARAEI untuk membantu menyiapkan petugas dan layanan jalan tol di setiap rest area. Seperti mobil derek dan ambulans untuk membantu pengguna jalan yang mengalami gangguan kendaraan. Maupun orang sakit dan juga kecelakaan yang terjadi.

Kemudian setiap rest area terdampak sistem one way dan contra flow agar dipasang rambu rest area pada jarak 1 kilometer dan 500 meter sebelum rest area tersebut. Kemudian semua lokasi bukaan (Median) agar ditutup.  Untuk menghindari kendaraan yang masuk atau pindah jalur eksisting saat pelaksanaan one way yang dapat membahayakan jiwa orang lain.

Secara khusus pada ruas Pejagan sampai dengan Batang agar ditambahkan fasilitas bengkel APM pada koridor Tol Trans-Jawa. Selain itu untuk memastikan ketersediaan BBM di rest Area Tipe A.

Baca Juga: Tahap Perkembangan Bisnis

Kemudian BPJT juga mengintruksikan secara khusus LMS agar melakukan perkuatan alat transaksi (EDC dan MR) agar dapat membantu menguraii kepadatan dan mempercepat waktu transaksi.

LMS juga akan menambah 10 EDC menjadi 12 dan 10 MR menjadi 18 unit, ditambah 14 gardu tunggal dan 6 gardu reversible dengan jumlah total 38 buah.

Kemudian poin terakhir, BPJT juga diminta untuk melakukan sosialisasi saat pemberlakuan kebijakan tersebut dengan Korlantas Polri. Yang memiliki kewenangan diskresi manajemen lalu lintas dan koordinator pelaksanaan dilapangan nanti dalam menerapkan sistem one way.