Difitnah Selingkuh, Wanita Ini Terpaksa Harus Terima Hukuman Seperti Ini!

Difitnah Selingkuh, Wanita Ini Terpaksa Harus Terima Hukuman Seperti Ini!

 Sahmitra —Sebuah video berdurasi 1 menit 12 detik menunjukkan seorang wanita yang tengah dihukum menggendong suaminya karena dituduh melakukan perselingkuhan. Bahkan, beberapa orang yang ikut mengarak pasangan suami istri itu juga terlihat membawa tongkat ketika mengikuti keduanya dari belakang.

Sepertinya tradisi yang dijalankan di sebuah desa di distrik Jhabua di negara bagian Madhya Pradesh, India tersebut merupakan tradisi yang masih konservatif. Apalagi warga sekitar juga terlihat mengejek si wanita. Beberapa teriakan dan suara tertawa bahkan terdengar mengiringi wanita yang berjalan sambil menggendong suaminya itu.

Difitnah Selingkuh, Wanita Ini Terpaksa Harus Terima Hukuman Seperti Ini!

Sebagaimana dikutip dari Suara.com (02/08/2020), wanita malang itu dituduh berselingkuh oleh suaminya sehingga ia harus bersedia dihukum menggendong suami dan dipermalukan.

Berdasarkan laporan dari Gulf News, video itu diunggah oleh akun twitter @Nim_Ahuja pada 30 Juli 2020 lalu. Wanita di dalam video terlihat memakai rok panjang berwarna biru dan berjalan dengan beban suaminya yang duduk pada kedua pundaknya.

“Seorang wanita dipermalukan, dipaksa untuk menggendong suami, dan berjalan sementara penduduk desa merekam video. Mengapa? Karena suaminya curiga dia berselingkuh,” tulis akun tersebut.

Warga yang terlihat di dalam video terdengar menertawakan insiden itu, bahkan mereka terkesan mengejek si wanita. Apa yang dialami oleh wanita tersebut benar-benar sesuatu yang sangat memalukan, ia dituduh berselingkuh dan dihukum dengan perlakuan yang tidak seharusnya.

Difitnah Selingkuh, Wanita Ini Terpaksa Harus Terima Hukuman Seperti Ini!

Mengenai tongkat yang dibawa oleh beberapa pengarak juga kurang begitu jelas entah dipakai untuk memukul si wanita atau untuk hal lainnya. Namun, mereka terlihat mengadili wanita malang tersebut.

Ketika insiden memalukan itu menjadi viral di twitter, pihak kepolisian Jhabua Kotwali pun langsung turun tangan. Sebanyak tujuh pria diamankan termasuk suami dari wanita yang dipermalukan di dalam video yang beredar.

Berdasarkan keterangan dari polisi Jhabua Kotwali yang membawahi Narendra Singh Gadaria, kejadian itu berlangsung di desa Chhapri Ranwas pada Rabu malam.

Difitnah Selingkuh, Wanita Ini Terpaksa Harus Terima Hukuman Seperti Ini!

Sebelumnya, wanita itu bekerja dengan sang suami sebagai buruh migran di negara bagian Gujarat. Keduanya juga baru kembali ke desa beberapa waktu yang lalu.

Saat sudah kembali ke desa, sang suami malah menuduh istrinya berselingkuh dengan rekan kerjanya. Hal itu membuat sang mertua dan para tetangga di desa memutuskan untuk memberi hukuman memalukan berupa ‘menggendong suami’ pada si wanita.

Kejadian serupa juga pernah terjadi pada April lalu, seorang wanita dihukum menggendong suaminya karena ia ketahuan menikahi pria lain.

Menurut jurnalis senior dan analis politik India, Chandrabhan Singh Bhadoriya, hukuman yang kejam seperti itu memang sudah lama diterapkan di Jhabua, Alirajpur dan distrik Dhar. Bahkan tidak ada yang berani menegur atau ikut campur karena takut menyakiti pihak tertentu.

“Itu adalah kode hukuman kejam yang tidak tertulis di tiga distrik MP yang didominasi oleh suku ini. Bahkan perwakilan publik tidak berani ikut campur atau mengutuk tindakan semacam itu yang dikhawatirkan akan menyakiti mereka secara elektoral,” ucap Singh.

Kabar Gembira untuk Rakyat China soal Vaksin COVID-19

Kabar Gembira untuk Rakyat China soal Vaksin COVID-19

Sahmitra — China diperkirakan sudah memproduksi vaksin COVID-19 paling cepat pada akhir bulan Oktober mendatang.

“Kemungkinan China sudah memiliki vaksin COVID-19 paling cepat pada akhir bulan Oktober karena beberapa vaksin domestik COVID-19 telah memasuki uji klinis tahap ketiga dan perlu waktu sekitar sebulan untuk melihat dampaknya pada sampel,” kata Tao Lina, peneliti vaksin dari Shanghai, dikutip media resmi setempat, pada Kamis.

Tao Lina menyebutkan, sebanyak 220 juta dosis yang akan diproduksi di China, terlebih dulu disuntikkan kepada staf medis, orang-orang yang bekerja di bandar udara, dan petugas pemeriksaan pos perbatasan.

Setelah cadangan untuk kebutuhan dalam negeri China dirasa aman, vaksin tersebut baru bisa diekspor ke beberapa negara tujuan potensial, seperti Filipina dan Brasil.

China National Biotec Group (CNBG) pada Rabu (05/08/2020) mengumumkan bahwa ruang produksi inaktif vaksin COVID-19 yang berafiliasi dengan Beijing Institute of Biological Products telah lolos uji nasional.

Fasilitas yang diklaim sebagai yang pertama di dunia itu telah mengantongi sertifikat produksi sehingga sekarang siap digunakan, demikian dinyatakan pihak CNBG.

CNBG juga berafiliasi dengan China National Pharmaceutical Group (Sinoparm), badan usaha milik pemerintah China yang bergerak di bidang farmasi.

Beijing Institute, jelas CNBG, hanya butuh waktu dua bulan untuk merampungkan bangunan produksi vaksin tersebut pada 15 April.

Thailand Perbolehkan Dukun Tanam Ganja Sendiri sebagai Obat

Thailand Perbolehkan Dukun Tanam Ganja Sendiri sebagai Obat

Sahmitra Thailand kini memperbolehkan pasien, praktisi medis, hingga dukun untuk menanam ganja sendiri demi keperluan medis.

Kepastian itu didapat setelah pemerintah Thailand pada Selasa (04/08/2020), menyetujui proposal perubahan undang-undang Narkotika yang diajukan Kementerian Kesehatan Masyarakat.

Menyadur Coconuts, pada Rabu (05/08/2020), wakil juru bicara pemerintah Traisulee Traisoranakul mengatakan kabinet menyetujui proposal yang diajukan oleh Menteri Kesehatan Masyarakat Anutin Charnvirakul.

Jika disahkan, rancangan amandemen akan memungkinkan pasien, praktisi medis dan dukun yang memiliki sertifikat medis, bisa menanam ganja sendiri.

Amandemen yang diusulkan juga memungkinkan produsen produk medis untuk memproduksi, mengimpor dan mengekspor atau memiliki kanabis narkotika Kategori 5.

Untuk saat ini, UU Narkotika yang ada hanya mengakomodir penggunaan ganja medis dalam lingkup agensi negara.

Ilustrasi ganja. (Shutterstock)

Izin juga harus dikeluarkan pemerintah sebelum proses produksi, impor maupun ekspor dilakukan.

Rancangan amandemen baru ini telah dilakukan Thailand cukup lama. Pada 5 Juni lalu, Kementerian Kesehatan Masyarakat meminta masukan masyarakat terkait UU Narkotika.

Draf RUU sekarang akan diteruskan ke Kantor Dewan Negara untuk diperiksa sebelum dikirim ke panel Dewan Koordinasi untuk dipertimbangkan.

Pemerintah Thailand berharap amandemen tersebut akan memungkinkan produsen produk ganja medis untuk bersaing di pasar internasional.

Manusia Terancam Tekanan Panas Matahari, Dampaknya Sangat Bahaya bagi Tubuh!

Manusia Terancam Tekanan Panas Matahari, Dampaknya Sangat Bahaya bagi Tubuh!

Sahmitra — Potensi terpapar tekanan panas berkadar tinggi tengah mengancam jutaan orang di berbagai negara. Tekanan panas yang ekstrem ini membawa dampak bagi manusia. Bahkan, kondisi ini disebut-sebut bisa membuat organ tubuh manusia berhenti beroperasi.

Sebagian besar orang yang diprediksi akan terpapar tekanan panas merupakan orang-orang yang tinggal di negara berkembang, sebagaimana dilansir dari detiknews. Mereka disebut-sebut bekerja dalam kondisi yang berbahaya bagi keselamatan nyawa. Adapun mereka yang banyak bekerja di luar ruangan, seperti di perkebunan, atau yang bekerja di dalam ruangan, seperti di pabrik atau rumah sakit, menjadi yang paling terancam dengan tekanan panas ini.

Sebenarnya, apa itu tekanan panas?

Tekanan panas merupakan kondisi ketika tubuh manusia tidak bisa menurunkan suhu badan. Akibatnya, suhu tubuh akan terus meningkat hingga mencapai titik bahaya yang bisa membuat organ tubuh tidak beroperasi.

Kondisi ini terjadi ketika penguapan keringat di atas kulit tidak terjadi karena udara sangat lembab. Adapun penguapan keringat adalah cara tubuh untuk mengatasi suhu panas yang berlebihan. Rebecca Lucas, peneliti isu fisiologi di University of Birmingham, mengatakan kondisi semacam ini bisa membuat orang pingsan, kram, kehilangan orientasi, dan gagal ginjal.

“Akan ada dampak yang serius saat Anda mengalami suhu panas berlebihan dan itu akan terjadi di berbagai bagian tubuh” kata Rebecca, dikutip dari detiknews.

Ketika temperatur bumi meningkat, maka kelembapan yang tinggi pun terjadi. Oleh sebab itu, manusia akan menghadapi hari-hari yang berbahaya karena panas dan lembab. Profesor Richard Betts dari Badan Meteorologi Inggris memprediksi suhu di atas 32 derajat celcius akan semakin sering terjadi.

“Manusia berevolusi untuk hidup dalam kisaran suhu tertentu. Jadi, jelas jika kita terus menjadi penyebab kenaikan suhu di dunia. Cepat atau lambat, sebagian wilayah di dunia akan mencapai titik terpanas. Dan dari situ kita dapat melihat, apakah temperatur itu terlalu panas bagi kita,” paparnya.

Lantas, apa solusi yang paling memungkinkan untuk menghadapi hari-hari dengan cuaca yang sangat panas?

Jimmy Lee, salah satu dokter di Singapura, menyarankan agar setiap orang rutin mengonsumsi banyak cairan sebelum bekerja. Istirahat yang teratur pun penting dalam kondisi ini.

Jason Lee, anggota Global Heat Health Information Network, menyebut cara untuk menghadapi tekanan panas tidak hanya dilakukan dengan minum banyak cairan dan beristirahat. Menurut Lee, cara melawan tekanan panas harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

“Dengan menjaga diri tetap bugar, Anda juga meningkatkan toleransi terhadap suhu panas tubuh. Dan ada banyak manfaat lainnya juga,” ujar Lee.

“Perubahan iklim ini akan menjadi monster yang lebih besar dan kita sungguh membutuhkan upaya terkoordinasi di seluruh negara untuk mempersiapkan diri. Jika tidak, akan ada harrga yang harus dibayar,” imbuhnya. 

Dunia Berduka! Foto Memilukan Ledakan Dahsyat di Beirut, Langit Lebanon Seperti ‘Terbelah’

Dunia Berduka! Foto Memilukan Ledakan Dahsyat di Beirut, Langit Lebanon Seperti ‘Terbelah’

Pada Selasa (4/8/2020) sore ledakan besar terjadi di Beirut, Lebanon. Ledakan itu berlokasi di area pelabuhan hingga memporak-porandakan kota dan sekitarnya. Bahkan, ledakan dahsyat seperti bom atom itu membuat langit Lebanon bak ‘terbelah’.

Korban tewas tercapat mencapai 50 orang. Namun disebutkan jumlah itu bisa terus bertambah. Foto-foto memilukan ledakan di Beirut pun beredar di media sosial dan membuat netizen berduka.

  1. Korban ledakan dievakuasi

Dunia Berduka! Foto Memilukan Ledakan Dahsyat di Beirut, Langit Lebanon Seperti ‘Terbelah’

Dilansir dari Kompas.com (05/08/2020), setidaknya korban tewas mencapai 50 orang. Namun jumlah ini diprediksi akan terus bertambah.

       2. Mobil terbakar hebat setelah ledakan

Dunia Berduka! Foto Memilukan Ledakan Dahsyat di Beirut, Langit Lebanon Seperti ‘Terbelah’

Dalam ledakan mengerikan itu menimbulkan korban luka sebanyak 2.750 orang. Menteri Kesehatan, Hamad Hassan juga mengatakan bahwa jumlah ini bisa terus naik.

       3. Anak pun menjadi korban

Dunia Berduka! Foto Memilukan Ledakan Dahsyat di Beirut, Langit Lebanon Seperti ‘Terbelah’

Ribuan orang menjadi korban dari ledakan ini. Tak terkecuali anak-anak yang berada di sekitar lokasi.

      4. Area ledakan porak-poranda

Dunia Berduka! Foto Memilukan Ledakan Dahsyat di Beirut, Langit Lebanon Seperti ‘Terbelah’

Ledakan ini menghancurkan gedung-gedung sekitar pelabuhan di kota Beirut. Bahkan saking besar ledakan ini, Istana Baabda yang merupakan kediaman resmi Presiden Lebanon juga turut terdampak.

       5. Warga di tengah puing-puing ledakan

Dunia Berduka! Foto Memilukan Ledakan Dahsyat di Beirut, Langit Lebanon Seperti ‘Terbelah’

Pulau tetangga Siprus juga merasakan guncangan ledakan ini. Gedung sekitar ledakan juga hancur, kaca-kaca jendela pun pecah.

      6. Para korban panik usai terjadi ledakan

Dunia Berduka! Foto Memilukan Ledakan Dahsyat di Beirut, Langit Lebanon Seperti ‘Terbelah’

Para korban pun panik akibat ledakan ini. Bahkan suaranya disebut begitu memekak di telinga.

      7. Kota Beirut sebelum dan sesudah ledakan

Terlihat bagaimana dampak mengerikan dari ledakan ini. Melansir CNBC Indonesia (05/08/2020), Kepala Keamanan, Abbas Ibrahim menjelaskan, sumber ledakan berasal dari bahan peledak yang disimpan di pelabuhan kota dan itu merupakan hasil sitaan bertahun-tahun lalu.

“Tampaknya ada gudang yang berisi material yang disita bertahun-tahun lalu, dan tampaknya itu adalah material yang sangat mudah meledak,” kata Abbas Ibrahim.

Terinfeksi Covid-19, Pengisi Suara di Serial Naruto Dilarikan ke RS

Terinfeksi Covid-19, Pengisi Suara di Serial Naruto Dilarikan ke RS

Sahmitra — Pengisi suara di serial Naruto, Toshihiko Seki dilarikan ke Rumah Sakit pada Selasa (4/8/2020), setelah dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

Kabar tersebut kali pertama diumumkan oleh agensinya, 81 Produce, sebagaimana dilaporkan dari CGTN, pada Rabu (05/08/2020).

Pria 58 tahun itu dikabarkan mulai terserang demam pada 31 Juli. Keesokan harinya, dia pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi.

Setelah menjalani tes Covid-19, Seki dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Hasil tes keluar pada Selasa (04/08/2020) di mana dia langsung menjalani rawat inap.

Agensinya, 81 Produce mengaku belum mengetahui dari mana Seki terpapar Covid-19. Mereka masih menelusuri orang-orang yang berkontak langsung dengan sang aktor pengisi suara.

Seki adalah aktor pengisi suara yang produktif dalm telah memainkan ratusan peran dalam serian animasi Jepang (Anime).

Dalam serial Naruto, Seki mengisi suara Iruka Umino, yang merupakan guru pertama Naruto.

Belum lama ini, dia juga mengisi suara Muzan Kibutsuji di serial Demon Slayer: Kimetesu no Yaiba.

Toshihiko Seki juga terkenal dalam perannya di anime-anime lawasa seperti Ranma 1/2, Saiyuki, Mobile Suit Gundam Wing, A Certain Magical Index, dan lainnya.

Seki menjadi satu dari 39.858 orang yang telah terinfeksi virus Corona di Jepang hingga Rabu (05/08/2020).

Worldometers.info juga mencatat korban meninggal akibat Covid-19 di Negeri Sakura menembus angka 1.016 jiwa.

Diduga Stres Terjebak di Thailand, Turis Ukraina Bunuh Diri

Diduga Stres Terjebak di Thailand, Turis Ukraina Bunuh Diri

Sahmitra.com — Seorang wisatawan asal Ukraina, Tomak Myokola (49), dilaporkan tewas bunuh diri di Surat Thani, Thailand, karena diduga frustasi tidak bisa kembali ke negaranya akibat pembatasan penerbangan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Seperti dilansir AsiaOne, Selasa (04/08/2020), insiden itu terjadi pada 30 Juli lalu. Myokola dilaporkan bunuh diri dengan cara melompat dari atap sebuah bangunan hotel yang tidak digunakan.

Menurut kepolisian setempat, mereka menemukan sebuah tas ransel berwarna cokelat, sebuah jaket berwarga abu-abu dan dua kaleng bir yang sudah kosong di atap bangunan itu.

Di dalam tas itu polisi menemukan kunci kamar hotel, sebungkus saus dan kunci sepeda motor.

Polisi menduga Myokola stres akibat tidak bisa pulang ke Ukraina. Sebelum terjun dia diduga menenggak dua kaleng bir.

Menurut data Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, kasus positif virus corona di Thailand sampai saat ini tercatat mencapai 3.321 orang. Dari jumlah itu sebanyak 3.142 orang dinyatakan sembuh dan 58 pasien meninggal.

Thailand juga perlahan melonggarkan pembatasan kegiatan, tetapi masih memperketat kedatangan dari luar negeri.

Wabah Semakin Menggila, Presiden Filipina: Bunuh Seluruh Pasien Virus Corona!

Wabah Semakin Menggila, Presiden Filipina: Bunuh Seluruh Pasien Virus Corona!

Sahmitra — Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menghebohkan publik dengan mengancam akan membunuh semua pasien yang terinfeksi virus corona. Hal itu diucapkan pada Senin (03/08/2020), ketike Duterte mengikuti rapat bersama dengan para tenaga medis di Filipina.

Emosi lantaran para tenaga medis meragukan sistem kesehatan yang selama dirinya menjadi presiden, Duterte berang dan menyerang balik para dokter dengan mengumpat akan membabat habis mereka yang berniat mendeklarasikan sebuah revolusi.

Tak tanggung-tanggung di saat yang sama, Duterte juga mengancam akan membunuh semua pasien virus corona agar tidak menular, hal ini tentu sebagai bukti jika apa yang selama ini ia perjuangkan bukan main-main.

“Kalian (para dokter) benar-benar tidak mengenal saya. Kalian ingin revolusi? Kalau itu mau kalian. Silakan, coba saja. Kami akan menghancurkan segalanya. Kami akan membunuh semua orang yang terinfeksi Covid-19,” ungkap Duterte seperti dilansir Aljazeera.

“Itukah yang kalian inginkan? Kalau iya, kita bisa mengakhiri wabah dengan cara itu,” imbuhnya.

Belum jelas kenapa Duterte mendadak mengucap kalimat revolusi, padahal pernyataan para dokter sebelumnya tidak ada yang menyebutkan upaya perlawanan terhadap penguasa.

Terlepas dari pernyataan kontroversial tersebut, setali tiga uang, Duterte juga bakal memberlakukan kembalik kebijakan lockdown yang lebih ketat di Filipina selama dua minggu, terhitung mulai Selasa (4/8). Keputusan ini diambil mengingat penularan virus corona di negeri padi tersebut mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Tercatat Filipina melaporkan 106.330 kasus positif Covid-19. Angka kematian mencapai 2.104 jiwa.

Beberapa kota yang akan memberlakukan lockdown diantaranya, Metro Manila dan provinsi terdekat seperti Laguna, Cavite, Rizal, dan Bulacan di bawah kebijakan.

“Karantina Masyarakat Modifikasi yang Ditingkatkan (MECQ) sampai 18 Agustus. Beberapa bisnis dan angkutan umum di Filipina akan ditutup. Izin kerja dan karantina juga akan dilakukan karena pihak berwenang berupaya membatasi perpindahan.”

Sebelumnya, pada pertengahan Maret 2020, Duterte juga telah memberlakukan lockdown yang bisa dibilang paling lama dan paling ketat di dunia. Pada Juni lockdown diperlonggar, namun malang, penyebaran virus corona justru meningkat.

Presenter TV Dianiaya dan Dicabuli Nyaris Diperkosa dalam Kereta Hingga Babak Belur

Presenter TV Dianiaya dan Dicabuli Nyaris Diperkosa dalam Kereta Hingga Babak Belur

sahmitra.com — Seorang wanita yang bekerja sebagai presenter babak belur karena dipukul dan nyaris diperkosa oleh pria tak dikenal di dalam kereta yang sedang berjalan.

Menyadur lamanDaily Mail, pada Selasa (04/08/2020) wanita bernama Anastasia Lugova ini mengalami kekerasan di hadapan anak lelakinya yang masih berusia enam tahun.

Ia diserang secara brutal olah pria bernama Vitaly Rudzko dalam perjalanan dari Mariupol menuju Kiev pada hari Jumat.

Anastasia yang tertidur bersama putranya tiba-tiba terbangun karena Vitaly mencekik lehernya pada jam 3 dini hari. Vitaly menghampiri Anastasia dengan hanya mengenakan pakaian dalam.

Anastasia Lugova. (Facebook/anastaisha.lygova)

“Aku bangun setelah dia memegang leher dan mulai meninju wajahku. Aku mulai berteriak dan meminta tolong tapi tidak ada yang datang.”

Vitaly kemudian mengancam Anastasia dan tak lama, anaknya yang bernama Zakhar terbangun. Ia menangis menjerit melihat ibunya jadi korban kekerasan.

Vitaly dengan cepat menoleh ke arah bocah tersebut dan tapak bersiap untuk memukulnya tapi Anastasia memohon agar pria itu tak menyakiti anaknya.

“Aku memohon pada preman itu untuk tidak menyakiti anakku dan berjanji melakukan semua yang dia inginkan. Aku memintanya pergi ke tempat lain dan menjauh dari putraku.”

Anastasia Lugova. (Facebook/anastaisha.lygova)

“Dia setuju dan memerintahku untuk pergi ke kompartemennya.”

Setelah mereka sampai di kompartemen Vitaly, Anastasia mendorongnya dan berlari kembali mencari putranya. Ia kemudian meminta tolong pada kondektur kereta untuk sembunyi.

Vitaly yang nyaris telanjang bulat saat mencari Anastasia langsung ditangkap awak kereta lalu diserahkan pada polisi setelah tiba di Kiev.

Pria ini menghadapi hukuman 8 tahun penjara jika terbukti bersalah dan hingga kini penyelidikan sedang berlangsung.

Anastasia Lugova. (Facebook/anastaisha.lygova)

Anastasia langsung mendapat perawatan di rumah sakit atas luka memar di wajah dan nyaris seluruh bagian kepala. Putranya, Zakhar mengalami guncangan yang cukup hebat atas kejadian itu.

“Putraku tidak bisa berhenti menangis dan terus-menerus mengulangi ‘ Ibu, maafkan aku karena tidak melindungimu’.”

Mirisnya Wajah Kehidupan di Sonagachi. Pedih Lihatnya!

Mirisnya Wajah Kehidupan di Sonagachi. Pedih Lihatnya!

Situs Sahmitra — Sebagai manusia, kita memang dilahirkan dengan berbagai kebutuhan primal, salah satunya adalah kebutuhan seksual. Sehingga wajar jika muncul prostitusi sebagai upaya menjawab kebutuhan seksual manusia yang kesepian dan tidak memiliki pasangan. Karena itu pula, Prostitusi kerap disebut sebagai profesi tertua di dunia yang meski telah dilakukan berbagai cara untuk mengentaskannya, akan tetap selalu ada dan berkembang.

Dengan banyaknya prostitusi, maka berkembang pula kawasan lokalisasi. Bicara tentang lokalisasi, Sonagachi menjadi salah satu nama yang harus disebut. Pasalnya, Sonagachi yang terletak di dunia ini kini menjadi lokalisasi terbesar di Asia. Ingin tahu seperti apa kehidupan di Sonagachi? Yuk simak foto dan fakta di bawah ini!

Mirisnya Wajah Kehidupan di Sonagachi. Pedih Lihatnya!

1. Sonagachi merupakan kawasan lokalisasi terbesar di India, dan juga Asia. Bahkan mengalahkan Dolly yang sempat disebut sebagai lokalisasi terbesar di Asia Tenggara.

Mirisnya Wajah Kehidupan di Sonagachi. Pedih Lihatnya!2. Saking besar dan padatnya, Sonagachi menjadi rumah bagi sekitar 14.000 orang pekerja seks komersial. Dan sekitar 1000 perempuan baru datang ke Sonagachi untuk menetap dan bekerja.

3. Kebanyakan PSK yang bekerja di sana merupakan korban perdagangan manusia. Mayoritas PSK berasal dari Nepal dan Bangladesh, alih-alih warga India sendiri.

Mirisnya Wajah Kehidupan di Sonagachi. Pedih Lihatnya!

4. Tarif mereka pun kini sudah disamaratakan, sehingga setiap perempuan mematok tariff kurang lebih 100.000 Rupiah per jam. Penghasilan bulanan mereka pun berkisar antara dua hingga tiga juta rupe

Mirisnya Wajah Kehidupan di Sonagachi. Pedih Lihatnya!

5. Terdapat banyak LSM yang berupaya mendampingi para PSK di Sonagachi, sehingga angka HIV berhasil ditekan dari 10% hingga menjadi 2% saja.

6. Terdapat kultur ‘Babu’ di mana para PSK di Sonagachi pun memiliki kekasih atau ‘Babu’ yang menjanjikan para PSK kehidupan lebih layak, meski pada akhirnya janji tersebut sering kali tidak terjadi.

7. Meski profesi PSK merupakan profesi illegal, namun pemerintah setempat membiarkan Sonagachi untuk terus beroperasi karena alasan budaya dan politik.

Mirisnya Wajah Kehidupan di Sonagachi. Pedih Lihatnya!

8. Persoalan di Sonagachi pun tidak hanya berhenti pada hadirnya PSK baru tiap tahunnya, namun juga merambat pada banyaknya anak dari para PSK yang akhirnya harus tumbuh besar di kawasan lokalis.

Bagaimanapun, prostitusi dan lokalisasi tetap merupakan bentuk persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dari banyak pihak. Pasalnya, profesi ini menimbulkan banyak dampak buruk bagi banyak orang, termasuk mereka yang menekuni profesi tersebut. Seperti di Sonagachi, yang menjadi salah satu sarang bagi berbagai tindak kriminal seperti perdagangan manusia, hingga tempat beredarnya berbagai obat-obatan terlarang.

Nah, gimana menurutmu? Perlukah diadakan penutupan lokalisasi seperti di Sonagachi? Atau biarkan saja kawasan seperti ini berkembang selama berada di bawah pengawasan pemerintah dan aparat keamanan?

Apakah keberadaan lokalisasi ini membantu perekonomian masyarakat, atau justru membuat masyarakat semakin terpuruk? Share pendapatmu di kolom komentar, ya!