Usaha Katelynn Hardee, Bocah 5 Tahun Yang Mengharukan

Usaha Katelynn Hardee, Bocah 5 Tahun Yang Mengharukan

Sahmitra.com – Dengan semangat Natal, seorang anak TK memutuskan untuk berjualan cemilan kecil untuk membantu teman-temannya yang sedang membutuhkan. Katelynn Hardee, seorang siswi TK di Breeze Hill Elementary School California memutuskan untuk membantu setelah mendengar ibu seorang siswa berbicara tentang kesulitan membayar.

Katelynn yang baru berusia 5 tahun ingin tahu lebih rinci tentang situasi yang dialami ibu tersebut.

“Dia benar-benar penasaran,” kata Karina Hardee, ibu dari Katelynn.

“Dia mulai bertanya banyak sekali kepada saya. Dan saya mencoba menjawab sebaik mungkin untuk ukuran anak sekecil dia. Saya hanya menjelaskan kepada putri saya bahwa beberapa orang tidak seberuntung kita.”

Pada saat itu, saldo makan siang di sekolah mencapai total US$ 616,85.

Alih-alih bertanya apa yang bisa dilakukan untuk membantu teman-temannya, Katelynn memutuskan untuk mengambil keputusan sendiri.

Dalam inisiatif yang mengharukan, ia mendirikan stand untuk berjualan kue dan coklat panas di luar rumahnya di Vista pada 8 Desember. Ia mendirikan ini dengan tujuan untuk mengumpulkan cukup uang untuk membayar sejumlah saldo makan siang teman-temannya.

Karina Hardee memotret anaknya yang sedang berdiri di depan stand dan memposting di akun Facebooknya. Tak butuh waktu lama untuk foto-foto tersebut menjadi viral.

Baca Juga: Hukuman Berakhir Penganiayaan Pada Anak

Karina mengatakan bahwa Katelynn Hardee duduk di standnya selama 3 jam dan menjual coklat dan kue kering. Bahkan ia sudah melakukan ini sebelum ia tahu apakah sekolahnya menerima sumbangan atau tidak.

Karina pun sudah membagikan pesan bahwa ia dan anaknya akan melakukan penggalangan dana dengan berjualan kue dan coklat panas di akhir pekan. Ia pun menambahkan di pesan tersebut bahwa hasil dari penjualan akan disumbangkan.

Uang yang terkumpul akhirnya bisa membayar saldo makan siang sebanyak 123 siswa. Katelynn pun merasa sangat bangga dengan penghargaan yang ia dapatkan di sekolahnya.

“Saya mulai menangis,” kata Teresa Sharp, manajer kantin sekolah. Ia juga masih merasa sulit untuk mempercayai bahwa ada anak sekecil itu yang bisa berpikir layaknya orang dewasa.

Kepala sekolah Lori Higley pun sangat bangga akan tindakan Katelynn. “Semua orang sangat bangga dan bahagia. Siswa lain juga sudah berbicara tentang caranya membuat perbedaan.”

Hukuman Berakhir Penganiayaan Pada Anak

Sahmitra – Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dioperasi untuk mencabut butiran tajam di lututnya. Operasi ini harus dilakukan setelah pacar ibunya menghukumnya untuk berlutut di buckwheat selama berjam-jam atas kelakuan nakalnya.

Foto-foto lutut anak itu terlihat seperti dimutilasi oleh penyakit misterius. Kasus ini sudah menjadi viral di Rusia. Dokter pun harus menggunakan anestesi umum untuk menghilangkan biji-bijian yang tertanam di lutunya. Ini meninggalkan bekas robekan kulit yang sangat besar di lutut anak tersebut.

Operasi dan penyembuhan yang memakan waktu berminggu-minggu terasa sangat menyakitkan bagi anak itu. Namun, ini tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang telah ia alami selama ia tinggal di rumahnya dengan pacar ibunya yang berumur 35.

Di satu titik, calon ayah tirinya memutuskan bahwa anak itu sudah diluar kendali dan membutuhkan “disiplin”. Tetapi, metode yang ia temukan dan gunakan di internet lebih mirip dengan penyiksaan abad pertengahan.

Setiap kali anak itu pulang sekolah atau bertingkah nakal, ia harus berlutut di atas sekantong buckwheat mentah. Satu sesi hukuman bisa berlangsung lebih dari 30 menit hingga 9 jam berturut-turut. Kazakov, pacar sang ibu, menggunakan webcam untuk mengawasi anak tersebut. Bukti rekaman ini menjadi bukti dalam kasus pidana. Pihak berwajib pun menangkap adegan anak tersebut yang mennagis, menjambak rambutnya, dan menendangnya.

Ibu dari anak tersebut tidak melakukan apapun untuk melindungi putranya. Ia mengklaim bahwa ia pernah mengalami hukuman yang keras namun “efektif” dan ia mengklaim bahwa ia tidak merasakan sakit apapun. Jelas tidak merasakan sakit, ia tidak disuruh untuk berlutut di buckwheat selama 9 jam!

Baca Juga: Di Ranjang Kematian Sang Kakek

Menurut penuturan guru di sekolahnya, anak tersebut bukan pembuat onar. Ia anak yang baik, rajin belajar, tidka pernah bolos sekolah. Tetapi, ia terlalu takut untuk memberitahu siapapun tentang kekerasan yang ia alami tersebut. Namun, setelah hukuman yang ia lalui pada bulan Mei, ia melarikan diri dari rumahnya. Ia pun berbagi kisahnya dengan tetangganya yang langsung memanggil polisi untuk megusut kasus ini.

Kasus kekerasan dalam rumah tangga ini diumumkan akan langsung masuk ke pengadilan. Baik ibu dan ayah tirinya bisa menghadapi hukuman 7 tahun penjara atas tuduhan penyiksaan dan kegagalan membesarkan anak. Pria itu ditahan di pengadilan, sementara sang ibu diberlakukan pembatasan perjalanan. Sang ibu mengaku bahwa ia tidak tahu bahwa putranya juga dipukuli. Saat ini, sang putra masih tinggal bersama ibunya di bawah pengawasan pelayanan sosial.

Di Ranjang Kematian Sang Kakek

Di Ranjang Kematian Sang Kakek

Sahmitra – Di saat-saat terakhir sang Kakek Norbert Schemm, meminta satu hal saja kepada keluarganya.

Ia ingin orang-orang yang ia cintai untuk berkumpul dekat dengannya… dan minum beer bersamanya.

Kenangan foto sebuah moment yang mengharukan dibagikan ke group WhatsApp keluarga tersebut. Foto tersebut menunjukkan bagaimana mereka semua tertawa dan meminum beer bersama. Tom, anak Norbert, pun menuliskan bagaimana mereka sedang bersenda gurau saat mengambil foto tersebut.

Foto ini diambil beberapa jam sebelum Norbert meninggal.

Cucunya yang bernama Adam Schemm sudah melihat foto tersebut. Ia memutuskan untuk membagikannya ke Twitter dan menulis, “Kakekku meninggal hari ini. Yang ia ingin lakukan kemarin malam adalah minum beer bersama anak-anaknya untuk terakhir kalinya.”

Sudah ratusan ribu orang dari seluruh dunia yang menyukai Tweet-nya. Tweet tersebut pun mendapatkan lebih dari 33,000 retweet.

Menjadi viral, tweet ini sudah sampai ke platform media sosial lain seperti Reddit dan Facebook.

Banyak orang yang ikut bersimpati dengan Adam. Banyak juga yang mengatakan bahwa postingan tersebut mengena di kehidupan mereka. Dan bahwa mereka pernah merasakan berada dalam posisi Adam ketika mereka kehilangan seseorang yang dikasihinya.

Kehilangan sosok ayah dan kakek memang menyakitkan. Namun, ini lah yang disebut dengan sirklus kehidupan. Dimana ada orang lahir, ada orang yang meninggal.

Baca Juga: Kisah Haru Kakak-Beradik Yang Akan Ditinggal Sang Ayah

Kakek Norbert ingin mengulang kembali sesuatu yang sudah terjadi di masa lampau. Mungkin saat ia masih sehat, ia sering minum bersama anak-anaknya yang kebetulan semua lak-laki.

Ia pun sadar, mungkin karena penyakitnya, mungkin karena sudah menua… ia tidak akan hidup lama lagi. Maka dari itu, seize the moment. Memanfaatkan waktu yang ada sebaik-baiknya.

Karena kekita kita sudah balik ke pangkuan Yang Kuasa, tidak ada lagi yang bisa kita lakukan untuk kembali ke dunia. Umur orang tidak ada yang tahu. Kapan saja nyawa kita bisa dicabut oleh Yang Maha Kuasa. Maka dari itu, berbuat baik lah dari sekarang. Tanam semua kebaikan,  habiskan waktu dengan orang yang kita sayangi. Jangan buang energi dan waktu dengan hal-hal tidak penting.