Terlalu Kejam! Dikenal Mahal dan Empuk, Proses Pembuatan Bantal Bulu Angsa Bikin Nangis

Terlalu Kejam! Dikenal Mahal dan Empuk, Proses Pembuatan Bantal Bulu Angsa Bikin Nangis

sahmitra.com — Nah, mungkin sebagian dari kita tidak tahu ternyata proses pembuatan bantal bulu angsa ini ada yang begitu sadis dan kejam!

Dilansir dari Detik.com (21/06/2020), sebuah akun Facebook Earth in Crisis ini membagikan sebuah postingan yang memilukan pada 11 Juni 2020 lalu. Dalam unggahannya itu, menunjukkan bagaimana proses pembuatan bantal bulu angsa yang begitu kejam.

Angsa-angsa ini dengan sengaja diternak untuk diambil bulunya. Netizen pun dibuat geram dan tak tega karena proses pembuatan bantal ini dilakukan. Bulu-bulu ini dicabuti dalam keadaan angsa masih hidup. Tentu saja ini sangat menyiksa mereka.

Terlalu Kejam! Dikenal Mahal dan Empuk, Proses Pembuatan Bantal Bulu Angsa Bikin Nangis
Terlalu Kejam! Dikenal Mahal dan Empuk, Proses Pembuatan Bantal Bulu Angsa Bikin Nangis

Akibat proses pencabutan paksa bulu-bulu ini, angsa itu mengalami pendarahan pada bagian kulit karena bulunya yang dicabuti paksa. Setelah itu mereka dibiarkan hidup. Kemudian bulu-bulu mereka akan dibuat bantal, guling, selimut, mantel musim dingin, dan berbagai barang lainnya.

“Harap dicatat – kekejaman terhadap binatang juga ditemukan pada kulit, wol, industri bulu dan produk kulit eksotis lainnya seperti produk kulit ular dan buaya,” tulis caption unggahan Facebook Earth in Crisis.

Namun ternyata kekejaman industri ini tak hanya itu saja, melainkan ada juga produk foie gras (hati angsa). Dalam proses ini para peternak akan memberikan minuman dan pakan khusus tanpa henti, agar hatinya lebih besar untuk dikonsumsi.

Netizen yang dibuat tak tega saat tahu betapa sadisnya proses pembuatan bantal bulu angsa. Salah satunya adalah akun Twitter @malegorgon. Ia mengunggah ulang berita ini dan tak menyangka bantal sebagai tempat tidur dibuat dengan keadaan angsa yang masih hidup.

“Selama ini gue pikir bantal/guling dibuat dari angsa yang udah mati. Ternyata…” tulis @malegorgon.

Namun bukan hanya @malegorgon saja yang merasa sangat sedih. Netizen lain juga berkomentar senada dalam unggahannya itu. Banyak dari mereka yang merasa tak tega saat melihat.

Terlalu Kejam! Dikenal Mahal dan Empuk, Proses Pembuatan Bantal Bulu Angsa Bikin Nangis
Terlalu Kejam! Dikenal Mahal dan Empuk, Proses Pembuatan Bantal Bulu Angsa Bikin Nangis

“Angsa hidup dong beb, sama kayak kelinci angora. Kan bulunya ditumbuhkan kembali untk dicabut lagi..bayangin dia circle hidupnya begitu terus,” tulis akun @rzkfd.

“Makanya aku hindari beli peralatan winter yg pake goose down. Udah tau soal ini sebelumnya lebih baik pake yg fill-nya pake polyester atau bamboo,” tambah akun @kindahmazing.

Perlu lebih diketahui, produk bulu angsa sebagai bagian dari fashion bukanlah hal baru. Banyak industri yang membuat mantel musim dingin, bantal, guling, dan lainnya dari bulu angsa.

Namun tak semua proses pembuatannya dengan cara menyiksa. Sebab banyak juga pelaku industri ini yang produknya sudah bersertifikat. Dalam arti, mereka membuatnya dari angsa yang sudah mati.

Demi Beli Sabu-sabu, Orang Tua Tega Jual Bayinya Sendiri yang Baru Lahir

Demi Beli Sabu-sabu, Orang Tua Tega Jual Bayinya Sendiri yang Baru Lahir

sahmitra.com — Sepasang pecandu narkoba tega menjual bayi yang baru dilahirkannya untuk mendapatkan uang untuk membeli sabu-sabu.

Menyadur laman Daily Star pada Senin (22/06/2020), suami istri bernama Wang dan Zhong ditangkap oleh polisi di kamar hotel beserta barang bukti berupa tumpukan uang dan peralatan obat-obatan yang berserekan di sekitar tempat tidur.

Polisi mengatakan bahwa pasangan dari kota Neijiang, China ini sudah dalam pengawasan karena pernah tersanfung penyalahgunaan narkoba.

Menurut media setempat, pasangan itu memiliki utang yang semakin menumpuk karena untuk membeli barang haram (narkoba). Zhong yang juga dikabarkan menggunakan oabat-obatan terlarang itu selama masa kehamilannya.

Pasangan itu kemudian memutuskan untuk menjual bayi mereka melalui aplikasi obrolan online.

Zhong yang memberi tahu pasangan lain bahwa dia tak mampu untuk membesarkan anak dan mencari keluarga untuk menjaga anaknya yang belum lahir.

Pasangan itu akhirnya sepakat untuk membayar biaya makan sebesar 60.000 yuan (sekitar Rp 120 juta) kepada Zhong, yang kemudian akan menyerahan bayi itu segera setelah dilahirkan.

Zhong melahirkan anak laki-laki yang sehat pada 11 Oktober dan langsung diserahkan kepada pasangan yang sudah membayar bayinya.

Polisi yang langsung menangkap kedua orangtua yang tega menjual bayinya itu. Mereka mengaku bahwa uang hasil penjualan bayinya digunakan utnuk membeli sejumlah sabu-sabu dan dua ponsel baru.

Akibat perbuatannya itu, Wang dipenjara selama 5 tahun, sedangkan Zhong dijatuhi hukuman penjara selama 6 tahun. Sedangkan bayi mereka kini sudah dirawat oleh kakek dan neneknya.

Wanita Tua Ini Seret Ibunya yang Terkulai Lemas, Demi Sesuap Nasi!

Wanita Tua Ini Seret Ibunya yang Terkulai Lemas, Demi Sesuap Nasi!

sahmitra.com — Sebuah insiden yang terjadi di Desa Baragan – blok Khariar di distrik Nuapada menyita perhatian masyarakat luas. Bukan untuk diberi apresiasi, melainkan dianggap sebagai hal yang tak pantas. Pasal pihak bank menyuruh seorang wanita tua untuk memberikan verifikasi data fisik guna mengambil uang pensiunannya, alih-alih diwakilkan sang anak. Padahal usia wanita yang bersangkutan sudah sangat tua dengan tubuh yang hanya bisa berbaring di atas tempat tidur.

Kejadian miris yang terjadi pada Rabu (10/06/2020) itu mendapat kecaman dari banyak pihak, bahkan pihak bank yang tak mau memberikan keringanan bagi wanita 120 tahun itu terancam lengser dari jabatannya.

Wanita Tua Ini Seret Ibunya yang Terkulai Lemas, Demi Sesuap Nasi!
Wanita Tua Ini Seret Ibunya yang Terkulai Lemas, Demi Sesuap Nasi!

Sebagaimana dikutip dari Okezone.com (19/06/2020), peraturan tidak manusiawi dari pihak bank itu membuat seorang wanita 70 tahun harus menyeret ibunya yang sedang terbaring diatas dipan tempat tidur. Awalnya wanita 120 itu tak ingin menarik uang pensiunannya yang terakhir dari bank dengan diwakilkan sang anak. Namun pihak bank malah meminta verifikasi fisik dari pemegang rekening.

Wanita yang bernama Labhe Baghel (120) pun terpaksa diseret oleh anaknya yang telah berusia 70 tahun guna mengambil uangnya di bank.

“Saya mengutuk keras tindakan tidak manusiawi ini. Saya meminta pemerintah untuk segera menyelidiki masalah ini,” uap Raju Dholkia yang merupakan anggota parlemen dari Distrik Nuapada sebagaimana yang dilansir dari ANI.

Gunja Dei (70) mrupakan anak dari wanita 120 tahun itu  merasa harus menyeret sang ibu yang berada diatas dipan, sebab ia tak memiliki alternatif lain. Sang ibu menyuruh Gunja Dei untuk menarik uang sebesar 1.500 rupee (sekitar Rp 280 ribu) dari rekening pensiunannya. Akan tetapi pihak bank yang menolak mengeluarkan uang dan menuntut verifikasi fisik dari sang pemilik rekening.

Wanita Tua Ini Seret Ibunya yang Terkulai Lemas, Demi Sesuap Nasi!
Wanita Tua Ini Seret Ibunya yang Terkulai Lemas, Demi Sesuap Nasi!

Ketika keduanya telah sampai dibank tujuan, pihak bank yang bersedia untuk mengeluarkan uang yang diminta. Kendati demikian, kejadian itu telah membuat sejumlah pihak merasa kecewa dengan kebijakan bank itu.

Saat video yang menunjukkan perjuangan Gunja Dei menyeret sang ibu ke bank menjadi viral, Adhiraj Panigrahi yang merupakan anggota parlemen lokal dari Khariar mengecam pejabat bank serta menuntut pemberian tindakan yang  tegas bari mereka. Manajer Regional Bank Utkal Gramya pun menghubungi Panigrahi guna menyelidiki masalah itu pada Minggu (14/06/2020).

“Pejabat bank telah menganggu wanita tua itu selama tiga bulan terakhir. Pejabat itu melecehkan semua undang-undang dan tindakan ini melanggar hak asasi manusia. Orang-orang harus mendapatkan hak mereka. Saya mengutuk tindakan ini dan orang yang bertanggung jawab dibalik kejadian ini harus dipecat dari jabatan mereka. Tindakan ini dapat dilihat diberbagai distrik di Odisha,” ucap Panigrahi.

Kemudian, setelah adanya kejadian yang mengharukan itu, Kepala Sekretaris Odisha menulis kepada para manajer regional bank dan swasta upaya mereka memberikan layanan yang adil terhadap para manula, seperti layanan yang dilakukan dari rumah ke rumah. Maka dengan begitu, pihak manula yang sudah tak sanggup berjalan tetap bisa memperolah hak-haknya.

Dilecehkan Sejak Kecil, Wanita Ini Potong-potong Kemaluan Ayah hingga Tewas

Dilecehkan Sejak Kecil, Wanita Ini Potong-potong Kemaluan Ayah hingga Tewas

sahmitra.com — Seorang ayah di Thailand tewas mengenaskan dengan alat kelaminnya yang terpotong-potong kecil. Belakangan, diketahui bahwa pelaku perbuatan itu adalah putrinya sendiri.

Perempuan yang identitasnya tak diungkapkan pada publik, ditangkap oleh aparat kepolisian karena telah memotong alat kelamin sang ayah.

Menyadur AsiaOne, pada Kamis (18/06/2020), setelah melakukan tindakan keji itu, pelaku melarikan diri.

Namun, pelaku akhirnya bisa ditangkap oleh polisi, saat berjalan-jalan pukul 02.30 pagi waktu setempat di Bangkok, pada Rabu (17/06/2020).

Polisi juga menemukan adanya pisau yang digunakan pelaku untuk melakukan pembunuhan tersebut.

Menurut keterangan polisi setempat, saat ditangkap, pelaku yang tak terlalu sadar dan tak dapat berbicara.

Polisi lantas membiarakan pelaku beristirahat dan akan menginterogasi dirinya lebih lanjut ketika dia sadar.

Kantor polisi Tung Song Hong mendapatkan laporan pada Selasa malam (16/06/2020) tentang pembunuhan disebuah rumah di distrik Lak Si, dimana pria berusia 58 tahun itu ditemukan telah tewas berlumuran darah.

Korban yang mengalami luka parah pada wajah dan alat kelaminnya terpotong-potong. Sementara tersangka utama itu yang tak lain adalah putrinya sendiri masih berusia 29 tahun, hilang dari rumah.

Saksi mata mengatakan, almarhum baru saja pulang dari rumah sakit dan tak lama kemudian putrinya juga tiba di rumah. Tetangga tak bisa mendengar percakapan antara keduanya karena hujan.

Anak perempuannya itu kemudian meninggalkan rumah dengan membawa tas. Namun, saksi melihat terdapat ada noda darah pada tas tersebut.

Tetangga memutuskan untuk masuk ke dalam rumah, dan mendapati pria itu sudah berlumuran darah, kemudian mereka memanggil polisi.

Istri almarhum mengatakan kepada polisi, anak perempuan mereka itu menggunakan narkoba sejak usia sangat muda, yang membuatnya tak stabil secara emosi.

Sementara, suaminya (korban) memiliki sifat pemarah dan sering bertengkar dengan anak perempuannya itu.

Mengutip The Sun, pada Jumat (19/06/2020) pelaku yang mengaku bisa tidur dengan pulas setelah membunuh ayahnya itu.

“Saya mau siapa saja yang melakukan bisnis prostitusi anak dihukum atas perbuataannya. Kalau saya menutupi fakta, maka saya sama saja, orang jahat,” kata dia.

Sementara jenazah korban telah diambil oleh mantan istri sekaligus ibu si pelaku. Ketika mengambil jenazah korban, mantan istrinya tersebut mengungkap fakta baru.
“Mantan suami saya ini sering melakukan pelecehan seksual terhadap putri kami, saat dia berusia 10 tahun,” kata dia.
Sejak mereka bercerai tiga tahun lalu, pelaku diasuh oleh korban. Sang ibu menduga, selama itu pula korban turut mencabuli putri mereka.
Karena tak kuat menahan siksa dari sang ayah, si ibu menduga putrinya terjerumus menjadi pengguna narkoba.
“Putri saya adalah korban, bukan pelaku. Aku sangat tersiksa saat tahu suami saya melecehkan putri kami saat kecil. Anda bayangkan, bagaimana perasaan putri saya sebagai korban pelecehan,” kata dia.
Kekinian, pelaku yang hanya diidentifikasi sebagai perempuan berusia 29 tahun bakal dihadapkan ke meja hijau.
Itu merupakan keputusan polisi, setelah tim dokter di Rumah Sakit Jiwa Srithanya menyatakan perempuan itu sehat secara rohaniah untuk mengikuti proses hukum.
"Sampai detik ini saya tidak tahu dan belum bertemu lagi dengan dua anak itu, sudah 14 tahun," kata Setiawati.

Ditahan di Malaysia, 2 Wanita Indonesia Ngaku Warga Negara Sunda Empire

sahmitra.com — Dua orang wanita yang mengaku sebagai anak pendiri Sunda Empire, berkukuh mereka adalah warga negara kerajaan itu.

Kedua wanita itu ditahan oleh otoritas Keimigrasian Malaysia pada tahun 2007, lantaran paspor yang dianggap menyalahi aturan.

Ditangkapnya petinggi Sunda Empire oleh kepolisian Indonesia ternyata tak seketika membuat sejumlah pengikutnya bubar. Fathia Reza dan Lamira Roro ternyata masih tak goyah untuk mengaku bahwa mereka bukan Warga Negara Indonesia (WNI) melainkan warga Sunda Empire.

Lansir jaringan Suara.com, kabar tentang dua wanita yang menghebohkan Malaysia dengan kasus mengklaim sebagai anak pendiri Sunda Empire dibenarkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.

Kedua wanita itupun ditahan oleh Keimigrasian Malaysia karena datang dengan paspor fiktif bertuliskan Sunda Empire yang tak diakui oleh negara mana pun.

“Saudari Fathia Reza dan Saudari Lamora Roror memang ada di tahanan Imigrasi Malaysia sejak tahun 2007,” kata Agung Cahaya Sumirat, pada Jumat (19/06/2020).

Saat diwawancara dengan pihak keimigrasian, tiga kali mereka tetap bersikukuh bukan warga negara Indonesia, dan hanya ingin diakui sebagai warga negara Sunda Empire.

“Imigrasi Malaysia menyatakan status mereka sebagai stateless (tanpa kewarganegaraan),” lanjut Agung.

Dalam dakwaannya, dua perempuan itu, percaya mereka berasa dari Sunda Empire yang dikisahkan kedua orang tanga, Nasri Banks dan Rd Ratnaningrum.

Sementara itu salah satu kerabatnya, Rd Setiawati, mengaku tak mengetahui jika keponakannya itu bisa berada di Brunei dan ditangkap oleh otoritas Malaysia.

“Sampai detik ini saya tidak tahu dan belum bertemu lagi dengan dua anak itu, sudah 14 tahun,” kata Setiawati.

Salin tercantumnya Sunda Empire Diplomatic yang tak tercantum dalam daftar negara yang diakui PBB, pas foto dalam paspor mereka juga dianggap menyalahi aturan karena mengenakan mahkota yang mana tak diperbolehkan dalam setiap foto identitas dokumen resmi.
Penggal Kepala Majikan, Perempuan Buruh Migran Indonesia Jadi Buronan

Penggal Kepala Majikan, Perempuan Buruh Migran Indonesia Jadi Buronan

sahmitra.com — Warga Negara Indonesia bernama Siti Naisyah yang menjadi buronan kepolisian Ipoh Perak Malaysia, atas dugaan pembunuhan terhadap perempuan majikannya yang berusia 72 tahun.

Siti Naisyah yang diduga telah terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap majikannya yang tinggal di Pasir Putih, Perak, Malaysia pada Jumat (19/06/2020).

Dikutip dari laman New Straits Times, Departemen Investigasi dan Kriminal Perak SAC Anuar Osman, yakni wanita yang berumur 72 tahun itu ditemukan tewas dengan cedera dibagian kepalanya.

“Hasil penyelidikan awal mengenai korban, yang terlibat dalam kejadian tersebut adalah seorang wanita warga negara Indonesia. Dia  bekerja sebagai pembantu dan menetap bersama korban,” kata Anuar.

Sementara itu, beredar kabar pembunuhan tersebut terungkap oleh kecurigaan tetangga korban.

Sebelum wanita itu ditemukan tewas, tetangganya sempat mendengar keributan pertengkaran antara wanita itu dan pembantunya.

Pembantu itu kemudian keluar dari rumah sembari menenteng koper besar.

Karena merasa ada yang tak beres, tetangga kemudian menghubungi anaknya agar mengecek keadaan wanita tua itu.

Saat rumah dibuka, mereka menemukan bahwa wanita 72 tahun itu tewas tergeletak di kamar mandinya dengan leher terpenggal.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum adanya penjelasan resmi dari pemerintah maupun KBRI di Malaysia atas kasus ini.

Ngeri! Pastor Ini Lakukan Pembaptisan Sadis Sampai Lukai Anak

Ngeri! Pastor Ini Lakukan Pembaptisan Sadis Sampai Lukai Anak

sahmitra.com — Ritual pembaptisan kental dengan nuansa yang sakral, namun tidak demikian dengan ritual baptis yang dilakukan oleh seorang pastor di Rusia. Sebuah video yang viral didunia maya itu memperlihatkan seorang pastor tengah melaksanakan ritual pembaptisan dengan sadis. Tak lama setelah video itu beredar, pastor itu mendapatkan hukuman berupa skors selama satu tahun.

Beberapa waktu yang lalu, jagat maya dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan seorang Pendeta Kristen Ortodoks Rusia, Fotiy Necheporenko, yang dengan paksa menceburkan seorang anak laki-laki kedalam cawan yang berisi air. Sontak, anak itu yang masih berusia satu tahun berteriak sambil ketakutan.

Ngeri! Pastor Ini Lakukan Pembaptisan Sadis Sampai Lukai Anak
Ngeri! Pastor Ini Lakukan Pembaptisan Sadis Sampai Lukai Anak

Bukan hanya itu, anak itu juga mengalami lecet dan memar dibagian lehernya dan bahu setelah ia menjalani ritual pembaptisan oleh Pendeta Necheporenko. Adapun ritual pembaptisan yang dilaksanakan di Gereja Gatchina, dekat St. Petersburg, Rusia.

Melihat ritual ini, pembaptisan sadis yang menyiksa anaknya ini, sang ibu Anastasia Alexeeva mancoba untuk turun tangan. Perempuan berusia 24 tahun itu berupaya mengambil anaknya dari Pastor Necheporenko. Naasnya, PAstor berusia 55 tahun ini menolak dan tetap melanjutkan pembaptisan itu.

“Bayiku lecet di bahu dan leher. Dia takut sekarang. Suka panik dan menjerit,” jelas Alexeeva tentang kondisi anaknya, dikutip dari Daily Mail.

Alexeeva mengatakan bahwa Pastor Necheporenko bersikeras untuk merendam anaknya itu. Melihat aksi Pastor yang dia nilai berbahaya ini, Alexeeva langsung menghampiri dan berusaha mengambil anaknya tetapi mendapatkan penolakan dari sang pastor.

“Dia harus menyiramkan air ke kepala bayiku. Tetapi dia tetap memutuskan untuk merendam bayiku dengan caranya sendiri. Si kecil menangis. Aku hampir terbakar karena syal saya menyentuh lilin di sekitar cawan,” cerita Alexeeva.

Terkait masalah ini, kantor berita Fontaka juga turut melaporkan bahwa ritual untuk pembaptisan itu memakan biaya 3.500 rubel atau sekitar Rp 774 ribu merupakan aksi yang sadis dan akan melukai anak-anak.

Ngeri! Pastor Ini Lakukan Pembaptisan Sadis Sampai Lukai Anak
Ngeri! Pastor Ini Lakukan Pembaptisan Sadis Sampai Lukai Anak

Pastor Necheporenko yang akhirnya mendapatkan hukuman. Ia mendapatkan skors selama satu tahun. Sebelum Pastor Necheporenko ditetapkan mendapatkan hukuman, ia masih membela dirinya, bahkan menyalahkan Alexeeva yang terlalu emosional.

“Jadi, apa yang sebenarnya terjadi? Tidak ada dan itu bukan salah saya sama sekali. Dia orang tanpa pengalaman gereja. Dia belum siap untuk dibaptis,” ujar Pastor Necheporenko.

Pastor Necheporenko juga bersikeras bahwa dirinya itu tidak melakukan kesalahan. Ia bahkan mengaku selalu melakukan tugasnya dengan cara seperti ini selama 26 tahun.

“Bayi itu tidak terendam. Saya telah 26 tahun menjalani tugas saya dan saya selalu membaptis anak-anak seperti ini,” pungkas Necheporenko, membela diri

Cemburu Buta! Seorang Biksu Tabrak Selingkuhannya Sampai Tewas!

Cemburu Buta! Seorang Biksu Tabrak Selingkuhannya Sampai Tewas!

sahmitra.com — Pada dasarnya, biksu memiliki perilaku yang terpuji karena memiliki acuan mereka adalah peraturan moral Buddhis sang Buddha Gautama. Namun, yang dilakukan oleh salah satu Biksu Buddha asal Thailand ini malah menunjukkan kebalikannya, bukannya memberikan contoh pengabdian hidup dengan menjungjung tinggi nilai moral, sang biksu ini malah tega membunuh wanita hamil yang ternyata selingkuhannya.

Kejadian ini langsung tergempar yang diduga di jalan dekat Ban Mai Charoensuk, Tambon Tum Yai pada Senin (15/06/2020) sore. Awalnya, sang biksu yang mengendarai sebuah mobil yang sengaja ia tabrakkan pada mobil selingkuhannya itu.

Nasib naas ini dialami oleh wanita hamil di distrik Mueang, Thailand yang bernama Lampai (36), ia tewas dengan sangat sadis di tangan seorang pria yang tak lain adalah Biksu Phra Um Deeruenrom (59).

Dilansir dari Suara.com (18/06/2020), Wakil Kepala Investigasi Kepolisian Hin Lek Fai, Kapten Suriya Leenuwat, Biksu Phra tega melakukan pembunuhan ini lantaran korban mengancam akan membeberkan perselingkuhan mereka.

“Korban dibunuh pelaku karena sebelumnya memeras si biksu untuk memberikan sejumlah uang, kalau tidak maka perselingkuhan mereka akan dibeberkan di publik,” jelas Suriya.

Berdasarkan keterangan yang diberikan saksi, Biksu Phra yang merupakan kepala biara Wat Ban Nong Bua ini mengendarai sebuah mobil van di tambon Tum Yai, dimana mobil tersebut sengaja bertabrakan dengan mobil pikap yang melaju ke arahnya.

Namun, bukan sampai disana saja, Biksu Phra yang sudah dikuasai emosi ini masih menusuk korban lantaran masih hidup setelah ditabrak.

“Setelah ditabrak, korban sedang hamil 8 bulan itu masih hidup. Mengetahui yang menabraknya adalah biksu, dia lantas melarikan diri,” jelasnya.

Akan tetapi, wanita itu tak cukup cepat untuk menghindari sang biksu, sebab ia berhasil diraih lalu ditikam dengan sadis sampai ambruk. Tusukan itu terletak pada bagian kepala dan tangan Lampai sehingga membuat wanita itu tewas ditempat kejadian.

“Kami mengevakuasi korban ke rumah sakit. Bayi yang didalam kandungannya itu juga ikut meninggal dunia. Sementara suaminya yang ada didalam mobil itu, yakni Thampaphon, terluka,” lanjut Suriya.

Warga setempat mengatakan bahwa Biksu Phra berselingkuh dengan Lampai. Setelah hamil, Lampai meminta pertanggungjawaban sang biksu untuk memberinya sejumlah uang, jika tidak bersedia memenuhi maka wanita itu mengancam akan membeberkan perselingkuhan mereka kepada publik.

Kasus yang mencoreng nama baik biksu tersebut membuat pelaku dikeluarkan dari biara dan ditahan atas tuduhan melakukan pembunuhan berencana. Biksu ini ditangkap dirumah kerabatnya di desa. Kepada polisi ia telah mengaku perbuatannya itu, namun enggan untuk mengungkapkan motif pembunuhan yang ia lakukan.

Masih terjadi di Thailand, enam tahun silam juga ada kejahatan yang dilakukan oleh biksu dari negeri seribu pagoda tersebut. Dikutip dari Detik.com, (28/05/2014), sebanyak 5 biksu ditahan lantaran melakukan kejahatan seks terhadap 8 anak laki-laki dibeberapa biara kota Chiang Mai.

Keseluruhan anak yang menjadi korban pencabulan itu berusia dibawah 15 tahun. Akibat perbuatannya itu, biksu-biksu yang merupakan kepala biara Buddha itu langsung berhenti dari biara.

Empat kepala biara itu sukarela berhenti menanggalkan jubahnya, namun satu membantah tuduhan dan dipaksa berhenti,” ungkap pejabat kepolisian Mayor Jenderal Prachuab Wongsuk seperti yang diberitakan AFP pada Rabu (28/05/2014).

Sebelumnya, polisi menemukan alkohol dan pornografi di kediaman 5 biksu tersebut. Polisi menduga adanya biksu-biksu lain yang mungkin memiliki kasus yang sama dan akan segera ditangkap.

Tidak Sadar Sedang Hamil, Perempuan Ini Kaget Tiba-Tiba Melahirkan di Kamar Mandi

Tidak Sadar Sedang Hamil, Perempuan Ini Kaget Tiba-Tiba Melahirkan di Kamar Mandi

sahmitra.com — Hamil dan lahirkan anak walau cukup menakutkan namun tetap dinantikan oleh banyak perempuan yang menginginkannya. Dari bulan ke bulan ia akan tampak dan merasakan perbedaan dalam tubuh serta mentalnya. Ia akan merasakan gerakan-gerakan dari jabang bayi didalam rahimnya. Perut juga akan tampak membesar seiring usia kandungan didalamnya.

Namun apa jadinya jika perempuan tak menyadari bahwa dirinya sedang hamil? Tentu dirinya akan sangat terkejut saat melahirkan, Seperti yang dialami seorang perempuan asal Brazil, ia mengaku bahwa dirinya tak sadar selama ini dirinya hamil. Ia menyangka perubahan tubuhnya itu diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak sehat selama ini. Hingga akhirnya ia terkejut ketika melahirkan seorang anak di kamar mandi.

Seorang wanita asal Brazil, Aymee Almeida, mendadak viral dijagat maya setelah menceritakan kehamilannya yang tidak disadari melalui video TikTok. Bahkan, Aymee yang mengungkapkan bahwa ia melahirkan di kamar mandi.

Tidak Sadar Sedang Hamil, Perempuan Ini Kaget Tiba-Tiba Melahirkan di Kamar Mandi
Tidak Sadar Sedang Hamil, Perempuan Ini Kaget Tiba-Tiba Melahirkan di Kamar Mandi

Setelah patah hati dengan sang kekasih pada tahun 2018 lalu, Aymee mengatakan ia memutuskan untuk berhenti berolahraga dan makan sesukanya. Saat itu, Aymee menyangka berar badannya yang naik karena pola hidupnya yang tak sehat.

Beberapa bulan setelahnya, Aymee merasa tak enak badan sehingga sering kekurangan darah. Perempuan berusia 20 tahun ini sempat dibawa ke rumah sakit dan dokter menyebut kesehatan Aymee terganggu karena kondisi emosional yang tak stabil. Dokter saat itu tak melakukan pengecekan kehamilan.

Kemudian Aymee menyadari bahwa kakinya mulai membengkak. Meskipun demikian, Aymee masih belum menyangka bahwa ia tengah hamil. Aymee menuturkan ibu dan neneknya mempunyai masalah pembuluh darah sehingga bisa saja diturunkan padanya dan membuat kakinya bengkak.

Suatu hari, Aymee merasa kram hebat diperutnya saat ia berada di tempat kursus. Aymeepun memutuskan untuk pulang dan mandi. Rasa sakit yang ia rasakan semakin intens sampai Aymee tak bisa berdiri.

“Rasanya sangat intens. Aku hanya menangis. Aku tidak sanggup mencari ponselku dan meminta pertolongan. Aku mulai mengejak sambil berpegangan di tiang pancuran,” ungkap Aymeee.

Tidak Sadar Sedang Hamil, Perempuan Ini Kaget Tiba-Tiba Melahirkan di Kamar Mandi
Tidak Sadar Sedang Hamil, Perempuan Ini Kaget Tiba-Tiba Melahirkan di Kamar Mandi

Saat itu, Aymee belum menyadari bahwa dirinya tengah melalui proses melahirkan.

“Aku hanya memperhatikan apa yang terjadi saat kepala bayi sudah mulai muncul. Aku bahkan tidak punya waktu untuk terkejut,” tutur Aymee.

Setelah itu, Aymee yang memotong sendiri tali pusat bayi laki-lakinya itu dan menyikirkan plasenta. Aymee melakukan hal ini dengan bantuan video dari YouTube. Aymee juga tak langsung memberi tahu orangtua dan dokter. Baru keesokan harinya, Aymee mengatakan hal ini kepada orangtuanya.

Sangat terkejut dengan pengakuan Aymee, orangtua Aymee lantas tak percaya dengan pengakuan putrinya itu. Bahkan, mereka sempat mengira bahwa Aymee tengah memberikan prank.

Kasus ini bukan hanya perlu menjadi perhatian banyak perempuan di dunia, tapi juga oleh para dokter. Penting kiranya melakukan tes kehamilan jika gejala yang ditunjukkan pasien berkaitan dengan kehamilan. Sebab jika tidak, hasilnya akan seperti perempuan tadi: tidak tahu dan tidak siap memiliki seorang anak. Hal ini pastinya berbahaya, baik bagi sang ibu maupun bagi anak yang dikandungnya.

Peneliti Wuhan: Manusia Mungkin Tak Bisa Kebal Terhadap Covid-19

Peneliti Wuhan: Manusia Mungkin Tak Bisa Kebal Terhadap Covid-19

sahmitra.com — Sebuah penelitian terbaru di Wuhan menyebutkan manusia kemungkinan tak bisa mengembangkan kekebalan terhadap Virus Corona. Hal ini terungkap dari makalah non-peer-review yang melibatkan peneliti dari China dan Amerika.

Dilansir laman SCMP, pada Jumat (19/06/2020), disebutkan 25% dari 23 ribu pekerja rumah sakit di Wuhan terinfeksi Virus Corona dan hanya 4% diantaranya yang berhasil mengembangkan antibodi.

“Orang-orang mungkin tidak menghasilkan antibodi pelindung jangka panjang terhadap virus ini,” tulis kesimpulan makalah non-peer-review yang diposting di situs pracetak medRxiv.org pada hari Selasa.

Banyak asumsi yang menyebutkan bahwa orang yang pernah terinfeksi Virus Corona bisa menghasilkan antibodi yang akan melindungi mereka dari infeksi ulang.

Hal ini juga menjadi pertimbangan disejumlah negara untuk mengeluarkan ‘sertifikat kekebalan’ terhadap orang yang sembuh Virus Corona.

BACA JUGA : Wanita Ini Dapat Kejutan Ultah Pernikahan dari Suami yang Telah Meninggal

Sayangnya, penelitian terbaru ini mematahkan asumsi itu, karena tak semua orang yang terinfeksi dapat memproduksi antibodi.

Antibodi merupakan molekul yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh untuk mengikat protein lonjokan pada virus dan menghentikannya dari infeksi sel.

Beberapa jenis antibodi seperti immunoglobulin G, atau IgG dapat bertahan dalam sistem untuk waktu yang lama.

Sementara itu, pasien dengan gejala yang lebih jelas menghasilkan lebih banyak antibodi IgG dalam waktu dua minggu setelah terserang Virus Corona.

Berdasarkan hasil penilitian, mereka mengatakan bahwa tes antibodi mungkin tak cukup untuk mengetahui apakah seseorang telah positif terinfeksi Virus Corona dan keberadaan antobodi seperti IgG belum tentu memberikan kekebalaan di masa depan.

“Gagasan sertifikat kekebalan untuk pasien Covid-19 yang dipulihkan tidak valid,” tulis Wang Xinhuan, pemimpin penelitian dari Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan.