2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel

2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel

SAHMITRA — Dua perempuan dilaporkan ditikam berulang kali di bawah Menara Eiffel, Perancis, sambil diteriaki kata-kata tak pantas bernada rasial oleh pelaku yang juga dua orang wanita. Polisi merespons dengan menangkap tersangka, dalam kejadian yang terjadi setelah seorang guru dipenggal pada Jumat pekan lalu (16/10/2020).

Dua pelaku diidentifikasi berkulit putih dengan “perawakan Eropa”, dalam insiden yang terjadi pada Minggu malam waktu setempat (18/10/2020).

Salah satu korban disebut ditikam hingga enam kali dan menderita luka di paru-paru, dengan yang lainnya butuh operasi di tangannya.

Saksi mata mengungkapkan, mereka mendengar pelaku berteriak tak pantas bernada rasial sambil meneriakkan “pulanglah ke negaramu”, seperti dilaporkan The Sun, pada Rabu (21/10/2020).

Dua pekerja toko yang berada dekat lokasi kejadian langsung mengintervensi serangan dan menahan salah satunya hingga polisi datang, dengan tersangka kedua langsung ditahan.

Serangan keji

Salah satu dari perempuan yang menjadi korban mengisahkan, semua berawal ketika dia meminta salah satu pelaku meminggirkan anjingnya. Korban yang disebut bernama Kenza itu kepada harian Perancis Liberation mengatakan, mereka tengah berwisata sekeluarga ke Menara Eiffel.

Saat itu, total mereka adalah lima orang dewasa dan empat anak-anak, dan bermaksud melakukan tur singkat ke bagian taman di bawah menara.

“Saat kami berjalan, ada dua ekor anjing yang mengikuti kami. Anak-anak pun ketakutan,” ujar Kenza.

Sepupunya kemudian mencoba meminta si pemilik meminggirkan anjingnya. Namun, dua perempuan yang menjadi pelaku menolak, sehingga terjadilah pertengkaran. Dua pelaku dilaporkan menggunakan kalimat kotor.

Kemudian pada pukul 20.00 waktu setempat, dua wanita itu ditengarai mengeluarkan pisaunya, dan mulai menyerang Kenza dan sepupunya.

“Salah satu dari mereka menyerang saya di bagian kepala, di bagian rusuk, di punggung, dan lengan sebelum mereka menikam sepupu saya,” ungkapnya.

Pembunuhan terhadap Samuel Paty

Serangan yang menimpa Kenza dan sepupunya tersebut terjadi setelah pada Jumat, seorang guru dipenggal oleh remaja Chechen berusia 18 tahun. Samuel Paty, nama guru itu, dibunuh di dekat SMA Bois-d’Aulne di Conflans-Saint-Honorine, karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad.

Saat itu, Paty bermaksud mengajarkan mengenai kebebasan berekspresi dan mempersilakan murid yang Muslim untuk meninggalkan kelas jika tak setuju.

Tapi, rupanya ada satu siswa yang memilih tinggal di kelas dan mendengarkan materinya, yang kemudian dilaporkan ke ayahnya. Si ayah lalu menggalang kampanye mengecam Paty di internet, di mana dia bahkan membeberkan identitas dan sekolah tempatnya mengajar.

Kemudian pada Minggu, ribuan orang di seantero Perancis turun ke jalan mengecam pembunuhan yang dilakukan terhadap Sambil Paty. Si pelaku, diidentifikasi bernama Abdoullakh Anzarov, ditembak mati oleh polisi setelah sempat mengunggah perbuatan kejinya di media sosial.

Singapura Akan Mulai Vaksin Warga dari Covid-19 pada 2021

Singapura Akan Mulai Vaksin Warga dari Covid-19 pada 2021

Sahmitra — Pemerintah Singapura mengumumkan rencana untuk mulai melakukan vaksinasi warganya dari pandemi Covid-19, tepatnya pada 2021.

“Prioritas vaksinasi akan diberikan kepada warga yang lebih rawan tertular misalnya penduduk lansia dan pekerja medis,” kata Kementerian Kesehatan (MOH) pada Selasa (20/10/2020).

Belum diketahui pasti vaksin manakah yang akan dipakai. Tidak disebutkan juga spesifik bulan berapakah vaksinasi akan dimulai. Namun vaksin tersebut diprediksi akan sampai ke tangan Singapura paling cepat akhir tahun ini.

“Kita telah mengumpulkan panel dokter dan ilmuwan untuk memberikan pandangan dan petunjuk vaksin mana yang akan dipakai Singapura.” tutur Kenneth Mak, Direktur Pelayanan Kesehatan di MOH.

Mak melanjutkan banyak dari kandidat vaksin baru akan menyelesaikan uji klinis tahap 3 pada akhir tahun ini sehingga rencana vaksinasi lebih masuk akal untuk dilakukan tahun depan.

Menteri Kesehatan Gan Kim Yong menyambung pernyataan Mak menekankan pentingnya bagi Singapura untuk mempertimbangkan sejumlah pilihan vaksin jika satu di antaranya gagal.

Faktor lain yang juga akan dipertimbangkan adalah berapa banyakah ketersediaan vaksin dan harga dari vaksin. Sejauh ini menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), tercatat 44 kandidat vaksin yang sedang menjalani uji klinis termasuk Lunar-CoV-19 yang diproduksi di Singapura.

CDC: Virus Corona Lima Kali Lebih Mematikan dari Flu Biasa

CDC: Virus Corona Lima Kali Lebih Mematikan dari Flu Biasa

Sahmitra — Risiko kematian akibat virus Corona lima kali lebih tinggi daripada flu musiman. Hal itu diungkapkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) dalam sebuah laporan terbaru, berdasarkan catatan sekitar 9.000 pasien rumah sakit.

“Dibandingkan dengan pasien influenza, mereka yang dengan Covid-19 memiliki risiko lebih dari lima kali lebih tinggi untuk kematian di rumah sakit dan kira-kira dua kali lipat risiko masuk ICU dan lama dirawat di rumah sakit, dan berisiko lebih tinggi untuk 17 penyakit pernapasan akut, kardiovaskular, komplikasi hematologi, neurologis, ginjal dan lainnya,” bunyi laporan terbaru CDC yang dirilis pada Selasa waktu setempat.

Studi tersebut menemukan bahwa sementara sekitar 21 persen dari pasien Covid-19 yang catatannya diteliti meninggal, persentase pasien influenza dengan hasil yang mematikan sekitar 3,8 persen – atau lebih dari lima kali lebih sedikit.

CDC mengatakan bahwa selain jauh lebih mematikan daripada flu biasa, virus Corona menyebabkan sejumlah besar komplikasi yang kemungkinannya kecil pada pasien yang dirawat di rumah sakit karena influenza.

Presiden Joko Widodo Jadi Nama Jalan di Abu Dhabi, UEA

Presiden Joko Widodo Jadi Nama Jalan di Abu Dhabi, UEA

Sahmitra — Nama Presiden Indonesia Joko Widodo dijadikan nama jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Peresmian nama jalan itu berlangsung hari Senin.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi dalam keterangan di Facebook mengatakan upacara peresmian jalan Presiden Joko Widodo atau President Joko Widodo Street berlangsung pukul 16.45 waktu setempat.

Peresmian dilakukan anggota sekaligus Chairman of Abu Dhabi Executive Office Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Penamaan jalan Presiden Joko Widodo ini menunjukkan hubungan bilateral kedua negara yang semakin hangat.

Duta Besar Republik Indonesia untuk UEA, Husin Bagis, menghadiri upacara tersebut. Dubes Husin Bagis berharap penamaan jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi semakin memperkokoh dan meningkatkan sisi positif hubungan bilateral Indonesia-*abisUEA.

Penamaan jalan tersebut juga merupakan wujud penghormatan Pemerintah UEA kepada Presiden Joko Widodo dalam memajukan hubungan bilateral kedua negara.

Jalan Presiden Joko Widodo terletak di salah satu ruas jalan utama yang membelah Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC) dengan Embassy Area, kawasan yang ditempati sejumlah Kantor perwakilan diplomatik.

Nama jalan Presiden Joko Widodo menggantikan Al Ma’arid Street. Jalan tersebut menghubungkan Jalan Rabdan dengan Tunb Al Kubra.

Bukan sekali ini tokoh Indonesia dijadikan nama jalan di luar negeri. Di Rabata, Maroko, terdapat Jalan Soekarno, nama presiden pertama Indonesia. Di Amsterdam, Belanda, terdapat Jalan Raden Adjeng Kartini, nama pahlawan nasional yang juga tokoh emansipasi perempuan.

Sampo Kutu Terbakar, Remaja 16 Tahun Menderita Luka Mengerikan

Sampo Kutu Terbakar, Remaja 16 Tahun Menderita Luka Mengerikan

Sahmitra — Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun di Inggris menderita luka bakar mengerikan tingkat tiga setelah sampo kutu rambut yang dia gunakan terbakar.

Aleema Alisaat ini adalah mahasiswi penuh waktu di sebuah perguruan tinggi. Empat tahun lalu, sebuah kecelakaan aneh mengubah hidupnya selamanya. Sebelum kecelakaan itu, paras Aleema cantik.

Setelah pulang ke rumahnya di Bradford dari sekolah berasrama pada bulan Desember 2016, Aleema menyadari bahwa dia telah terkena kutu rambut dan memutuskan untuk menggunakan “Full Marks Solution”, sampo obat untuk membunuh kutu di rambutnya.

Tetapi setelah mengaplikasikan produk ke rambutnya, dia memutuskan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah dan pergi ke dapur tempat ibunya memasak.

Aleema yang saat itu baru berusia 12 tahun tidak menyadari bahwa sampo kutu rambut sangat mudah terbakar dan akibatnya seluruh kepalanya terbakar.

“Saya pergi ke dapur untuk pergi ke tempat sampah dan ketika saya berjalan melewatinya, rambut saya terbakar karena obatnya sangat mudah terbakar,” katanya.

“Saya panik dan menjadi shock dan satu-satunya hal yang dapat saya pikirkan adalah, ‘Saya akan mati’,” ujarnya pada Senin (19/10/2020).

“Saya koma selama dua bulan jadi tidak ada reaksi langsung. Itu perlahan-lahan meningkatkan jumlah waktu saya terjaga,” paparnya.

Saat seluruh kepala Aleema dilalap api, keluarganya yang panik memanggil ambulans. Dia tiba di rumah sakit hanya 10 menit setelah kejadian.

Namun, luka-lukanya sudah parah, dengan dokter menempatkan Aleema dalam keadaan koma. Dia koma selama dua bulan saat berjuang untuk hidup di unit pera watan intensif.

Aleema menderita luka bakar tingkat tiga hingga 55 persen di sekujur tubuhnya termasuk wajah, kepala, lengan, dada, paha, perut, punggung, dan tangan.

Dia juga kehilangan tujuh jari dan saat ini hanya bisa menggerakkan dua jarinya.

Aleema mengalami proses pemulihan yang panjang dan menyakitkan selama bertahun-tahun, dengan operasi cangkok kulit, pakaian khusus, dan obat-obatan untuk membantunya beradaptasi dengan kehidupan setelah kecelakaannya.

“Pemulihan saya sangat sulit dan masih berlangsung,” katanya.

“Setiap hari, saya harus melakukan nebulisers, humidifiers, pressure garments, splints, (memakai) krim, obat-obatan dan banyak lagi.”

“Saya sudah menjalani ratusan operasi sebelumnya dan semoga akan lebih banyak di masa depan.”

Dengan segala tantangan yang ada, Aleema bersyukur atas keadaan tersebut dan mengatakan bahwa kecelakaan tersebut telah membuat dirinya mencintai dirinya dari dalam dan membuatnya menjadi pribadi yang lebih percaya diri.

“Di satu sisi, saya sekarang senang ini terjadi. Itu membuat saya menjadi orang yang lebih baik. Cinta diri dan kepercayaan diri saya meningkat pesat,” katanya.

“Ini mengubah hidup saya menjadi lebih baik. Saya jauh lebih kuat, lebih berani, dan percaya diri daripada sebelumnya.”

Dia juga memuji staf di rumah sakit tempat dia menerima perawatan spesialis selama bertahun-tahun, Rumah Sakit Anak Birmingham, Rumah Sakit Anak Sheffield dan Rumah Sakit Anak Pinderfields.

“Secara internal, saya baik-baik saja,” katanya.

“Saya juga diberi tahu bahwa rambut saya tidak akan tumbuh kembali tetapi secara ajaib rambut saya tumbuh kembali. Saya masih bisa menjalani kehidupan yang sepenuhnya normal. Saya bisa mengemudi dan melakukan aktivitas sehari-hari.”

Aleema sejak itu memulai halaman TikTok-nya sendiri @aleemaxali di mana dia mem-posting tutorial make-up ke basis penggemar yang berkembang lebih dari 250.000 follower.

Dia telah memperoleh jutaan tampilan di klipnya, dengan salah satu video riasnya mengumpulkan 15,8 juta tampilan. Di dalamnya dia menunjukkan bagaimana dia mengaplikasikan concealer, eyeshadow dan highlight, menerima pujian dan dukungan dari para follower-nya.

Aleema sejak itu meluncurkan halaman GoFundMe untuk mengumpulkan uang guna operasi cangkok kulit di hidung dan bibirnya.

Hoaks Soal Vaksin Covid-19 Menyebar, Kominfo Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya

Hoaks Soal Vaksin Covid-19 Menyebar, Kominfo Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya

SAHMITRA — Pada era digital seperti sekarang, persebaran informasi bisa terjadi dengan cepat. Namun sayangnya, tak semua informasi bisa dipercaya. Sering kali ada orang yang tak bertanggung jawab menyebarkan berita bohong atau hoaks.

Salah satu contohnya adalah hoaks seputar Covid-19 yang kerap beredar selama penyakit tersebut mewabah. Saking banyaknya hoaks tersebut beredar, muncul istilah infodemic.

Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika Prof Dr Henri Subiakto mengatakan, hoaks dan mitos merupakan persoalan yang serius bagi masyarakat, bahkan kerap dipercaya dan menutupi fakta sebenarnya.

“Umumnya, hoaks tersebar menjadi pembicaraan di ruang-ruang digital, seperti media sosial dan grup percakapan aplikasi tertentu,” kata Prof Henri dalam Dialog Produktif yang dilaksanakan di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), pada Kamis (08/10/2020). 

Salah satu contoh hoaks, lanjutnya, adalah efek samping vaksin yang bisa membuat sakit.

“Ini adalah mitos. Namun, terjadinya demam adalah fakta. Demam bukanlah sakit, tetapi reaksi umum yang dikenal sebagai kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI). Suhu badan meningkat setelah vaksinasi itu bisa dikatakan lumrah dan mudah ditangani,” jelas Prof Henri.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat akan sehat jika memiliki pemahaman yang benar dan berasal dari sumber yang valid. Untuk itu, sebaiknya selalu cek dan konfirmasi pada ahlinya jika mendapatkan informasi yang simpang siur.

Puluhan Tahun Tinggal di Australia, Orang-orang Ini Tak Rela Lepaskan Kewarganegaraan Indonesia

Puluhan Tahun Tinggal di Australia, Orang-orang Ini Tak Rela Lepaskan Kewarganegaraan Indonesia

SAHMITRA — Di Australia, ada sejumlah warga asal Indonesia yang sudah menetap puluhan tahun dan tetap bangga mempertahankan kewarganegaraan Indonesia. Salah satunya adalah Tiur Ratu boru Munthe, yang sudah tinggal di Sydney sejak tahun 1974 sebelum menetap di tahun 1981.

Kepada ABC Indonesia, ibu dari dua anak dan nenek dari 5 orang cucu ini tetap memegang paspor Indonesia. Tiur yang bersuamikan pria keturunan China mengatakan kecintaannya kepada Indonesia masih tetap mendalam, walau alasan kepindahannya ke Australia karena kondisi di Indonesia saat itu.

“Tujuan pertama kami pindah waktu itu adalah untuk menghindari masalah SARA, karena waktu itu, warga etnis China mulai ditekan dengan adanya kode-kode tertentu di KTP,” kata Tiur seperti yang dilansir dari ABC pada Kamis (15/10/2020).

“Jadi untuk masa depan anak-anak ke depan agar bebas dari tekanan kami pindah,” tambah perempuan berdarah Tapanuli itu.

Tahun ini adalah tahun ke-46 Tiur Munthe dan keluarganya tinggal di Sydney.

“Setelah tiba pada 1974 kami sempat pulang pergi dan sesudah 1981, karena anak-anak sudah mesti sekolah, kami menetap dan hanya pulang ke Indonesia untuk berlibur,” ujar perempuan berusia 69 tahun tersebut.

Alasan tak melepaskan kewarganegaraan Indonesia

Baik Tiur maupun keluarganya yang masih memegang paspor Indonesia mengaku tidak pernah mengalami masalah dalam urusan perpanjangan paspor.

“Saya tidak pernah bermasalah dengan KJRI Sydney, apalagi 12 tahun belakangan ini staf-staf KJRI dan Konjennya merakyat,” kata Tiur yang juga adalah ketua perkumpulan warga Batak Bonapasogit di Sydney.

Salah satu alasan warga Indonesia pindah warga negara biasanya agar memudahkan perjalanan ke negara lain, tapi Tiur merasa tak ada kendala dengan tetap memegang paspor Indonesia.

“Untuk mengurus perjalanan ke negara lain kami tidak mengalami masalah, karena semua syarat yang diminta sudah disiapkan. Jadi walau paspornya Indonesia, tapi karena kami sudah berstatus permanent resident (penduduk tetap) Australia, ini juga banyak menolong,” kata Tiur.

Alasan lain keluarga Tiur mempertahankan paspor Indonesia adalah karena mereka masih memiliki properti di Indonesia. Meskipun, telah hampir 5 dasawarsa tinggal di Australia, Tiur mengaku masih terus berkontribusi bagi Indonesia dengan caranya sendiri.

Saya ingin membantu anak-anak di desa untuk pendidikan. Selama ini kami hanya dapat membantu sedikit di daerah yang berbeda di Nusa Tenggara Timur. Perempuan yang juga aktif dalam kegiatan masyarakat Indonesia di Sydney ini mengatakan ia sedang fokus mencari dana bagi pembangunan sekolah di lembah gunung di karekan Nduku di Sumba Barat.

Kebanggaan diri sebagai orang Indonesia

Pra Kromodimoeljo sudah 60 tahun tinggal di Australia, lebih lama daripada Tiur. Pria yang bermukim di Melbourne ini tiba sebagai mahasiswa saat ia berusia 17 tahun pada 1960 untuk menempuh pendidikan di RMIT Melbourne, sampai akhirnya menikah dengan warga Australia Lorraine Rae pada 1965 dan menetap di Australia.

Sepanjang hidupnya di Australia, Pra sempat berpikir untuk pindah kewarganegaraan, ketika Australia memberlakukan kebijakan White Australia Policy, dimana Australia hanya menerima imigran kulit putih dari Eropa pada 1970-an.

Namun, setelah mempertimbangkan latar belakang pengalaman diri dan keluarganya, dia memutuskan tetap menjadi WNI.

“Alasan utama adalah alasan psikologis, harga diri. Sampai sekarang saya tidak pernah mengalami masalah sebagai pemegang paspor Indonesia,” kata Pra.

Ia malah merasa memiliki keuntungan sebagai orang Indonesia karena melihat perkembangan ekonomi Indonesia sebagai negara terbesar keempat di dunia.

Pra yang sebelumnya belajarMetalurgi di RMIT dan kemudian bekerja di Lab Metalurgi di salah satu perusahaan Australia Caterpillar mengatakan masih terus memiliki hubungan erat dengan Indonesia.

 “Rata-rata selama 60 tahun ini, saya dan istri saya mengunjungi Indonesia setiap 2 tahun sekali,” kata pria kelahiran 1942 ini.

Mereka juga pernah ke Indonesia pada 1968 untuk menjajaki kemungkinan menetap di sana, namun melihat situasi dalam negeri di awal Orde Baru saat itu, Pra akhirnya memutuskan untuk kembali dan menetap di Melbourne.

Usia 88 tahun

Tomik Subagio yang berusia 88 tahun sudah lebih lama lagi tinggal di Australia dan masih memegang paspor Indonesia. Pria yang kini bermukim di Adelaide, Australia Selatan, pertama kali menjejakkan kaki di Australia pada 1955.

Ia pertama kali datang untuk belajar di bidang teknik di Adelaide University selama 1955 sampai 1963, lalu melanjutkan karirnya sebagai insinyur mesin. Kesempatannya belajar ke Adelaide menurut Tomik tak lepas karena kemerdekaan Indonesia dan jasa para pahlawannya.

“Sebelum berangkat ke Australia, di Istana Merdeka Jakarta, kami disalami oleh Presiden Sukarno (Bung Karno), beliau mengucapkan selamat dan mengharapkan kami kembali ke Indonesia dengan dua tangan kanan,” cerita Tomik.

Setelah menyelesaikan sekolah pada 1963, ia sempat pulang ke Indonesia, namun kemudian kembali ke Adelaide untuk menetap sejak 1968. Kembalinya ke Adelaide, Subagio bekerja di Departemen Teknik dan Pasokan Air (Department of Engineering and Water Supply) sampai pensiun pada 1992.

Ketika bekerja, Subagio menciptakan sebuah katup kupu-kupu (butterfly valve) untuk mengatur aliran air dan menjadikannya salah seorang pegawai yang memiliki hak paten katup kupu-kupu tersebut.

Setelah pensiun, Tomik tetap aktif bekerja sebagai penerjemah bahasa Inggris-Indonesia dan sebaliknya. Tomik sering bertugas di pengadilan ataupun di rumah sakit yang memerlukan penerjemah bahasa.

“Saya sampai sekarang adalah petugas layanan publik tertua di Australia Selatan,” kata Tomik Subagio kepada ABC Indonesia pada Kamis (15/10/2020).

Tomik mengaku sama sekali tidak pernah mempertimbangkan untuk pindah kewarganegaraa meski dia menikahi seorang perempuan Australia.

“Saya merasa berutang budi kepada para pejuang kemerdekaan Indonesia termasuk paman-paman dan kakak saya sendiri,” ujarnya.

Dalam kontak dengan ABC Indonesia pada Rabu (14/10/2020), Tomik mengatakan ia berstatus “stateless”, atau tidak memiliki warga negara, karena paspornya kedaluwarsa sejak 3 tahun yang lalu.

Sementara untuk memperpanjang paspor, Tomik merasa mengalami beberapa kendala dengan pihak KJRI Sydney yang membawahi Australia Selatan. Namun, setelah ABC Indonesia mengonfirmasikan hal ini kepada KJRI Sydney, beberapa jam kemudian masalah Tomik terpecahkan.

“Wita dari KJRI akan menyelesaikan masalah paspor saya,” kata Tomik Subagio.

“Hari ini, Eni Mosel (dari komunitas Indopeduli Adelaide) akan membantu saya mengirimkan paspor yang sudah kedaluwarsa sejak 2017 ke KBRI Sydney,” ujarnya.

Reynhard Sinaga Kemungkinan Tidak akan Pernah Bebas

Reynhard Sinaga Kemungkinan Tidak akan Pernah Bebas

Sahmitra — Reynhard Sinaga, terpidana kasus perkosaan paling parah dalam sejarah hukum Inggris, kemungkinan “tidak akan pernah bebas” dari penjara karena untuk pertama kalinya Pengadilan Banding mempertimbangkan terpidana perkosaan dijatuhi hukuman “total seumur hidup”.

Mahkamah Banding yang digelar di Royal Court of Justice, London, pada Rabu (14/10/2020), dipimpin oleh lima hakim.

Pengadilan Banding Inggris untuk pertama kalinya mempertimbangkan hukuman total seumur hidup – atas tindak kejahatan yang dilakukan Reynhard dan (terpidana perkosaan lain) Joseph McCann – karena keduanya dianggap sebagai terpidana pemerkosa paling parah.

“Diputuskan bahwa hukuman seumur hidup total dalam dua kasus ini harus dipertimbangkan karena kejahatan seksual yang dilakukan oleh dua pelaku termasuk yang paling parah dan paling keji yang pernah terjadi di negara ini,” kata pejabat Kejaksaan Agung, Michael Ellis, pada Rabu (14/10/2020).

“Hukuman total seumur hidup dijatuhkan kepada pelaku kejahatan yang dianggap sangat parah dan pelaku tidak akan pernah dibebaskan dari penjara,” kata pejabat Kejaksaan Agung ini.

“Terpidana bisa tetap berada di penjara seumur hidup dan nyaris tanpa ada peluang untuk dibebaskan, walaupun mungkin ada kesempatan [untuk bebas] dengan alasan musibah keluarga misalnya.”

Reynhard Sinaga dijatuhi hukuman seumur hidup pada 6 Januari lalu atas kejahatan yang disebut Hakim Suzanne Godard dalam pengadilan di Manchester sebagai “predator seksual setan” yang “tidak akan pernah aman untuk dibebaskan.”

Reynhard dihukum – setelah menjalani empat sidang terpisah yang berlangsung selama 18 bulan – atas 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria. Kejahatan ini dilakukan selama rentang waktu dua setengah tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.

Dari sekitar 200 korban yang diketahui polisi berdasakan rekaman video tindak perkosaan yang ditemukan di telepon seluler, 48 korban bersedia kasusnya disidangkan, sementara puluhan lainnya masih belum teridentifikasi.

Sementara McCann dijatuhi hukuman penjara seumur hidup sebanyak 33 kali pada 10 Desember tahun lalu karena melakukan serangkaian serangan seksual terhadap 11 perempuan dan anak-anak.

Hukuman total seumur hidup biasanya dijatuhkan kepada terpidana kasus pembunuhan sangat parah dan ini baru pertama kalinya disidangkan untuk kasus perkosaan.

Berdasarkan peraturan di Inggris, langkah banding seperti ini bisa diterapkan ke tindak kejahatan serius lain.

“Sidang banding Joseph McCann dan Reynhard Sinaga karena itu merupakan uji apakah hukuman seumur hidup dapat diterapkan terhadap pelaku kejahatan seksual paling keji,” kata kantor Kejaksaan Agung.

Saat ini, baik McCann ataupun Reynhard, mendekam di penjara paling tidak selama 30 tahun sebelum secara otomatis dapat mengajukan pembebasan bersyarat.

Mengapa Reynhard dan McCann diadili bersama di Mahkamah Banding?

Kejaksaan Agung mengatakan mereka menerima permohonan agar hukuman terhadap dua terpidana ditinjau ulang berdasarkan skema ULS.

“Dua kasus ini mengangkat dua pertanyaan legal yang sama – apakah hukuman seumur hidup total dapat diterapkan ke pelaku kejahatan seksual paling keji – sehingga dua kasus ini bisa ditinjau bersama dalam sidang yang sama,” kata kantor Kejaksaan Agung.

McCann, yang tinggal di Beswick, Manchester timur, mendapatkan peringatan perilaku antisosial oleh Pengadilan Manchester saat ia masih berusia 14 tahun. Ia disebut sebagai “psikopat klasik” oleh hakim dalam putusannya tahun lalu.

Korban McCann berumur 11 sampai 71 tahun, termasuk tiga perempuan yang diculiknya di jalan, diancam dengan pisau dan berulang kali diperkosa.

Skema ULS – para korban minta terpidana diperberat hukumannya

Skema ULS memungkinkan para korban kejahatan, serta keluarga mereka dan juga publik meminta Kejaksaan Agung untuk meninjau hukuman yang mereka anggap terlalu ringan.

Hanya satu pengajuan yang diperlukan untuk mengkaji hukuman dan kantor kejaksaan memiliki hanya 28 hari untuk mengajukan banding dari waktu hukuman dijatuhkan.

Skema ULS ini hanya diterapkan pada sejumlah kejahatan dan ada patokan yang ditetapkan agar kasus ini dapat diajukan ke Mahkamah Banding.

Sedianya, kasus Reynhard Sinaga akan disidang di Mahkamah Banding pada Maret lalu namun diundur sampai pertengahan Oktober ini karena pandemi Covid-19.

Pada Januari lalu, Jaksa Agung Geoffrey Cox mengatakan dalam satu pernyataan bahwa, “Sinaga melakukan sejumlah serangan sangat parah dalam jangka waktu lama dan menyebabkan penderitaan dan trauma psikologis terhadap korban.”

Tindak perkosaan sejak 2005

Kasus yang disidangkan terkait Reynhard terkait perkosaan terhadap 48 pria, mencakup 159 kasus, 136 di antaranya adalah perkosaan, dan sejumlah korban diperkosa berkali-kali.

Dari sekitar 200 korban yang diketahui menjadi korban Reynhard melalui rekaman telepon selulernya yang dia lakukan sendiri, puluhan di antaranya masih belum diidentifikasi.

Setelah vonis dijatuhkan, kepolisian menyebutkan banyak korban yang mengontak hotline yang dibuka untuk pengaduan, sebagian termasuk korban Reynhard.

April lalu, Reynhard dipindahkan ke penjara Wakefield di West Yorkshire, rumah tahanan yang disebut “Gedung Monster” karena banyaknya pembunuh dan pemerkosa yang dipenjara di sana.

Kepolisian Manchester Raya mengatakan modus operandi yang dilakukan Reynhard, adalah mengajak korban yang tampak rentan setelah mabuk, atau tersesat di seputar tempat tinggalnya, di kawasan ramai di pusat kota Manchester.

Reynhard biasanya dilaporkan mencari mangsanya pada seputar tengah malam.

Reynhard – yang datang ke Manchester pada Juni 2007 dengan visa mahasiswa – kemudian memasukkan obat yang dicurigai adalah GHB -(gamma hydroxybutyrate) obat bius yang menyerang sistem syaraf- dan kemudian memasang kamera melalui dua telepon selulernya dan menyerang korban.

Kepolisian Manchester Raya mengungkap bahwa kejajahatan yang dilakukan Reynhard kemungkinan dilakukan dalam periode waktu lebih dari 10 tahun.

Kepolisian mengatakan hal itu karena foto-foto yang ditemukan terkait orang yang kemungkinan adalah korban, tidak hanya foto pada tahun 2007 saat Reynhard pertama kali datang ke Inggris untuk studi, namun juga ada yang pada 2005.

Pria kelahiran 19 Februari 1983 ini, disebut polisi, sangat terampil dalam “perilaku predator”.

Tindak perkosaan itu semua dilakukan di apartemennya di pusat kota Manchester, yang menjadi tempat tinggalnya sejak 2011 sampai ditahan pada Juni 2017.

Selama di Inggris, Reynhard mengambil dua kali program S2 di Universitas Manchester dan tengah mengambil gelar doktoral di Universitas Leeds saat ditangkap.

Korban alami trauma, Reynhard tetap menekankan suka sama suka

Juru bicara Kepolisian Manchster Raya menyatakan Januari lalu “Dari 195 orang yang kemungkinan menjadi korban terbentang dari 2005 sampai 2017. Buktinya adalah kombinasi foto dan video (dan tidak semua tindak kejahatan direkam) dan cenderamata yang diambil (Reynhard) dari korban-korban.”

Reynhard tidak memiliki catatan kriminal dan tidak pernah dicurigai sebelumnya terkait dengan kejahatan sampai tanggal 2 Juni 2017, saat korban terakhirnya terbangun ketika sedang diperkosa.

Korban yang merupakan olahragawan segera memukulnya dan Reynhard dibawa ke rumah sakit karena luka parah di kepala.

Korban terakhir ini pada awalnya sempat ditahan karena melakukan penyerangan terhadap Reynhard, namun kemudian polisi mengetahui tindakannya setelah menyita dua telepon seluler berisi rekaman perkosaan terhadap sekitar 200 pria.

Dalam persidangan di Manchester, Reynhard selalu menekankan bahwa apa yang dia lakukan berdasarkan suka sama suka, walaupun jaksa menyebutkan berdasarkan bukti video, korban jelas terlihat mendengkur dan dalam keadaan tidak sadar.

Namun para korban perkosaan Reynhard disebut petugas konseling kekerasan seksual Lisa Walter yang bekerja sama dengan kepolisian Manchester, bahwa mereka mengalami “trauma berlipat.”

Lisa mengatakan para korban umumnya “berurusan dengan dua rangkaian insiden traumatis” – kejutan mengetahui apa yang terjadi pada mereka, ditambah dengan trauma dari serangan seksual.

Dalam keterangan kepada polisi, para pria korban perkosaan Reynhard mengatakan mereka ingin dia menderita atas apa yang telah dia lakukan terhadap para korban dan “membusuk di neraka”.

Berdasarkan hukum Inggris, identitas korban perkosaan, termasuk nama, tidak boleh diungkap ke publik seumur hidup kecuali korban memutuskan untuk membuka jati dirinya.

Puluhan korban perkosaan yang kasusnya disidangkan semua adalah adalah pria kulit putih Inggris berusia rata-rata 21 tahun. Sejumlah di antara mereka mengatakan mereka “tak akan pernah melupakan saat polisi mendatangi mereka” dan mengungkapkan apa yang terjadi pada mereka.”

Ayah Reynhard, Saibun Sinaga, mengatakan menerima hukuman yang dijatuhkan kepada putranya dengan menjawab singkat pertanyaan BBC News Indonesia, setelah vonis Januari lalu, “Saya sudah menerima apa adanya, sesuai dengan perbuatannya. Tak usah lagi dibahas.”

Hati-hati, Virus Penyebab Covid-19 dapat Bertahan 28 Hari di Atas Permukaan Benda

Hati-hati, Virus Penyebab Covid-19 dapat Bertahan 28 Hari di Atas Permukaan Benda

Sahmitra — Virus corona dapat bertahan hingga 28 hari di atas permukaan benda, seperti telepon genggam dan mesin ATM, lebih lama dari yang diperkirakan. Kesimpulan ini ditemukan lembaga penelitian Australia CSIRO setelah mengetes seberapa lama virus SARS-CoV-2 bisa bertahan di atas kapas, kertas, besi tahan karat, kaca, dan vinil.

Melansir ABC Indonesia pada Selasa (13/10/2020), Direktur Pusat Persiapan Penyakit Australia (ACDP) Trevor Drew mengatakan, kelompok penelitiannya menggunakan jumlah virus yang sama dengan yang ditemukan dalam diri penderita Covid-19.

“Penting untuk mengetahui seberapa lama virus ini bertahan, sehingga kita tahu seberapa sering harus melakukan desinfeksi barang dan risiko umum apa yang ditimbulkannya,” kata Profesor Drew.

Ia mengatakan fakta terbaru bahwa virus dapat bertahan sangat lama di permukaan benda yang terbuat dari kaca, penting untuk diketahui.

Hasil tersebut dipublikasikan kemarin (12/10/2020) dalam “Virology Journal” atau Jurnal Ilmu Pengetahuan Virus.

“Perangkat layar sentuh seperti telepon genggam, kartu ATM bank, layar mesin kasir layanan sendiri di supermarket, dan kios “check-in” adalah permukaan yang sering disentuh, mungkin jarang dibersihkan, dan menimbulkan risiko penularan,” kata Profesor Drew.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa virus yang menyebabkan Covid-19 dapat bertahan di aerosol hingga 3 jam lamanya, lalu di permukaan dari plastik dan besi yang tahan karat dapat bertahan hingga 3 hari.

Namun, penemuan terbaru ini menemukan bahwa virus corona dapat bertahan di kebanyakan permukaan selama 6-7 hari sebelum mulai kehilangan potensi menularkannya.

“Yang kami temukan adalah bahwa bahkan setelah 2 minggu, masih ada banyak virus yang hidup dan menular yang bisa menyerang seseorang,” ungkap profesor tersebut.

“Kita dapat meramalkan kemungkinan peralatan makan di restoran berpotensi menjadi salah satu sumber penularan virus karena besi tahan karat sering digunakan untuk makan,” tambahnya.

Di beberapa permukaan, seperti kaca dan uang kertas, virus bisa bertahan sampai 1 bulan. Penemuan ini mengejutkan Debbie Eagles, wakil direktur Pusat Persiapan Penyakit Australia (ACDP).

“Kelihatannya virus ini bisa bertahan lebih lama dari virus lain seperti influenza, yang hanya bertahan beberapa hari, atau bahkan virus corona lainnya,” katanya.

Kemungkinan tertular Covid-19 dari menyentuh permukaan

Namun, para ahli tetap mengatakan bahwa kemungkinan penularan virus corona terbesar adalah dari kontak langsung, misalnya ketika seseorang di sekitar mereka bersin atau batuk. Di sisi lain, seseorang masih dapat tertular bila menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus corona sebelum menyentuh wajah, hidung, atau mulut, dan kemungkinan menelan virus.

“Inilah mengapa penggunaan tisu basah untuk desinfeksi dan pembersih tangan berdampak,” kata Profesor Drew.

“Penemuan ini mendukung ‘mantra’ yang mengharuskan kita untuk mencuci tangan, tidak menyentuh permukaan kecuali harus, dan tidak menyentuh wajah dan mulut.”

Dr. Eagles mengatakan, jika seseorang yang tertular Covid-19 bersin atau batuk di dekat telepon genggam, virusnya bisa saja bertahan di sana dalam waktu yang lama, jika tidak dibersihkan dengan baik.

“Ini juga berlaku untuk mesin eftpos dan tranportasi publik, namun penularan di keduanya lebih besar daripada di telepon genggam, yang hanya sering bersentuhan dengan pemiliknya,” kata Eagles.

“Kami tahu bahwa permukaan di transportasi publik sebagai fasilitas umum sudah sering dibersihkan, dan bahwa pembersihan yang efektif bisa menghilangkan virus,” tambahnya. 

Cuaca dingin membuat virus untuk hidup lebih lama

Para ilmuwan juga menguji dampak suhu pada ketahanan virus dan menemukan bahwa semakin dingin, semakin lama juga virus dapat bertahan di atas permukaan. Ini berarti negara tertentu memiliki kemungkinan penularan terbesar di musim dingin.

“Kami menemukan bahwa suhu berdampak sangat besar terhadap virus, jadi seandainya suhunya ada di kisaran 6 derajat Celcius, waktu hidup virus bisa bertambah sampai 10 kali lipat,” kata Profesor Drew.

Penemuan ini kemudian juga menjadi penjelasan mengapa penularan Covid-19 terbanyak ditemukan di fasilitas produksi daging dan ruang penyimpanan dingin.

Beberapa fasilitas pemrosesan daging dan sebuah tempat jual daging di Australia pernah menjadi pusat penularan Covid-19.

Selain itu, terdapat juga kasus yang tidak diketahui sumber penularannya di Selandia Baru dan kemungkinan berasal dari ruang penyimpanan makanan beku.

Dr Eagles mengatakan bahwa suhu dingin yang terdapat pada tempat kerja ini mungkin adalah faktor yang menyebabkan munculnya kluster.

“Ada sejumlah faktor yang menyebabkan penularan di pabrik daging,” kata Eagles.

“Misalnya, kontak erat, dan mungkin di beberapa kasus kesulitan pemakaian alat pelindung diri, ataupun suhu yang dingin,” ujarnya.

 Di suhu yang lebih panas, misalnya 30 derajat Celcius, kemungkinan virus bertahan jauh lebih sedikit. Sementara itu, virus dapat bertahan lebih lama di uang kertas yang terbuat dari kertas, dibandingkan dengan yang terbuat dari polimer seperti di Australia.

“Penting sekali untuk kita membersihkan dan desinfeksi daerah yang banyak disentuh, misalnya di tempat umum, toko, mesin eftpos,” kata Dr Eagles.

“Kalau dibersihkan dengan baik, maka pembersihan adalah cara yang efektif,” pungkasnya.

Vaksin Corona Tersedia di Indonesia Bulan Depan, Begini Kata Ahli

Vaksin Corona Tersedia di Indonesia Bulan Depan, Begini Kata Ahli

SAHMITRA — Vaksin corona dari sejumlah perusahaan bioteknologi dari beberapa negara yang dibeli Indonesia, akan segera didistribusikan bulan depan.

Berita yang dikumpulkan, pada Senin (12/10/2020), menurut siaran pers Kemenkomarives, pemerintah rencananya akan tersedia pada November 2020.

Dalam kunjungan kerja dan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan jajaran Pemerintah China di Yunan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto serta rombongan bertemu dengan tiga produsen vaksin corona, Sabtu (10/10/2020).

Ketiga produsen itu yakni CanSino, G42 atau Sinopharm dan Sinovac, dalam rangka finalisasi pembelian vaksin untuk Covid-19.

Rencana program vaksinasi Covid-19 telah diminta Presiden Joko Widodo untuk segera disosialisasikan kepada masyarakat. Ia meminta rencana program ini diketahui secara detil oleh masyarakat, sehingga dapat berjalan lancar.

Lantas, apakah beberapa vaksin corona yang sedang dalam tahap uji klinis fase 3 sudah efektif jika digunakan bulan depan? Menanggapi hal ini, ahli biologi molekuler Profesor Amin Soebandrio mengatakan penggunaan vaksin dalam kondisi seperti pandemi saat ini dimungkinkan untuk dilakukan segera.

“Namun, dalam hal ini Badan POM dan Kemenkes harus sudah memberikan izin. Karena kewenangan ada di kedua lembaga ini,” kata Prof Amin saat dihubungi, pada Senin (12/10/2020) kemarin.

Saat ini, sebagian besar vaksin sedang diuji klinis di Indonesia. Beberapa di antaranya sedang dalam proses. Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman ini menambahkan selama vaksin-vaksin tersebut memenuhi persyaratan, maka dimungkinkan dapat digunakan segera.

Prof Amin menjelaskan di sejumlah negara menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA), yakni izin penggunaan darurat atas vaksin untuk Covid-19 karena berbagai pertimbangan.

“Jika diterbitkan emergency use itu, maka vaksin dapat digunakan dengan berbagai pertimbangan terkait situasi pandemi yang dihadapi,” jelas Amin.

Sebab, banyak pihak yang mengharapkan bahwa vaksin virus corona dapat segera digunakan untuk mengatasi pandemi Covid-19 saat ini.

Kendati belum mengetahui vaksin mana yang akan digunakan pada November nanti, Prof Amin menegaskan semua bergantung pada kewenangan BPOM dan Kementerian Kesehatan.

Kriteria penggunaan darurat vaksin

Terkait dengan syarat yang harus dipenuhi agar vaksinasi Covid-19 dapat segera dilakukan, Prof Amin menjelaskan bahwa vaksin tersebut sudah menyelesaikan fase 1 dan fase 2.

Sedangkan fase 3 juga harus diuji seperti fase 1 dan fase dua, namun dengan jumlah populasi pengujian atau subjek yang jauh lebih besar untuk membuktikan efektivitas vaksin yang dikembangkan.

“Ada memang pertimbangan tapi belum tentu dipakai. Misalnya uji klinis telah berjalan 50 persen dan semuanya menunjukkan hasil yang sama (berhasil). Tidak ada satu pun yang tidak berhasil. Maka itu bisa menjadi salah satu pertimbangan diberikan emergency use,” jelas Prof Amin.

Kendati demikian, Prof Amin mengingatkan uji klinis tetap harus diselesaikan, meski EUA sudah diterbitkan. Atau dalam kondisi lain, misalnya uji klinis baru dilakukan sebagian, tetapi telah dianggap hasilnya sudah memuaskan.

Namun di saat situasi begitu membutuhkan dan tidak bisa ditunda, maka penggunaan darurat dapat dilakukan. Kendati demikian, Prof Amin menjelaskan penggunaan vaksin secara darurat hanya diberikan pada populasi tertentu.

“Untuk kelompok tertentu, tidak bisa dipakai secara luas. Salah satu negara juga menerapkan ini dengan memberikan vaksin Covid-19 pada militer,” imbuh Amin.

Perkembangan vaksin merah putih Di tengah masifnya uji klinis vaksin virus corona produksi luar negeri kepada ribuan orang di Indonesia, pengembangan vaksin dalam negeri juga sedang dilakukan.

Prof Amin mengatakan pembuatan vaksin merah putih untuk melawan Covid-19, yang saat ini dilakukan di laboratorium Eijkman sedang dalam tahap pengembangan bibit vaksin.

“Fasenya memang masih fase laboratorium, tetapi sudah 55 persen. Saat ini sedang menunggu sekresi proteinnya,” kata Prof Amin.

Vaksin merah putih diharapkan pada tahap uji klinis fase 1 dapat dilakukan pada trimester kedua tahun depan.

“Sedangkan untuk semua fase uji klinis vaksin corona Indonesia ini, diharapkan bisa diselesaikan pada akhir tahun depan (2021),” ungkap Prof Amin.