Mata-mata Israel yang Ditangkap Amerika 35 Tahun Lalu Dibebaskan

Mata-mata Israel yang Ditangkap Amerika 35 Tahun Lalu Dibebaskan

Sahmitra — Jonathan Pollard, mantan analis di Angkatan Laut Amerika Serikat, yang ditahan selama 30 tahun karena melakukan mata-mata untuk Israel, tiba di Tel Aviv dan disambut langsung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Begitu tiba di bandara Ben Gurion, Tel Aviv, bersama istrinya Esther (66 tahun), hari Rabu (30/12) pagi, ia terlihat bersujud dan mencium tanah, dan setelah itu, dengan hangat PM Netanyahu mengatakan kepadanya, “Anda telah berada di rumah [Anda sendiri].”

“Selamat datang, senang Anda sekarang akhirnya bisa pulang. Anda bisa memulai kehidupan yang baru, kehidupan yang bebas dan membahagiakan,” kata Netanyahu.

Dalam penyambutan ini, Netanyahu menyerahkan kartu identitas Israel dan membacakan doa.

Pollard mengatakan ia dan istrinya sangat senang bisa berada di Israel setelah selama 35 tahun di AS.

“Kami berharap kami bisa menjadi warga negara yang baik dan sesegera mungkin ingin memulai kehidupan [yang baru] di sini,” kata Pollard.

Ia juga mengatakan, “Israel adalah negara hebat, dengan masa depan cerah. Israel adalah masa depan bagi orang-orang Yahudi.”

Karena pandemi Covid-19, Pollard dan istrinya akan menjalani karantina selama 14 hari di apartemen mereka di Yerusalem.

‘Layak hidup nyaman di Israel’

Pollard dan istrinya terbang dari New Jersey ke Tel Aviv dengan menggunakan jet pribadi yang disediakan miliarder AS, Sheldon Adelson.

Isrtri Adelson, Miriam, dalam artikel di surat kabar miliknya, Israel Hayom, menulis bahwa Israel sangat berhutang budi dengan Pollard.

“Bagaikan prajurit yang terluka yang pulang dari perjalanan yang sulit, Jonathan Pollard sudah sepantasnya mendapatkan bantuan dan tunjangan dari pemerintah [Israel] untuk memastikan ia bisa hidup nyaman,” kata Miriam Adelson.

Dalam wawancara dengan kantor berita Associated Press pada 1998, ia membayar dengan sangat mahal atas tindakan yang ia lakukan.

“Saya mencoba bekerja untuk dua negara sekaligus … [tapi kenyatannya] itu tak bisa dilakukan,” kata Pollard.

Pollard ditangkap pada 1985 dan dijatuhi hukuman seumur hidup setelah mengaku bersalah menjual rahasia AS kepada Israel.

Ketika itu ia mengatakan frustrasi dengan sikap AS karena tidak berbagi informasi dengan sekutu penting seperti Israel.

Awalnya, pemerintah Israel membantah pengakuan Pollard dan bersikukuh ia bekerja untuk “para pejabat yang bekerja di luar komando resmi”.

Tapi pada 1995, Israel memberinya kewarganegaraan dan tiga tahun kemudian mengakui bahwa Pollard adalah agen rahasia Israel.

Israel mendesak pemerintah AS mengeluarkan pengampunan namun ditolak. Pada 2015, ia mendapatkan pembebasan bersyarat.

Salah satu ketentuan pembebasan ini adalah ia tidak dibolehkan melakukan perjalanan keluar dari AS tanpa izin selama setidaknya lima tahun.

Bulan lalu, Departemen Kehakiman AS menyatakan pembebasan bersyaratnya sudah selesai, yang memungkinkannya pergi ke Israel.

Protes Pembatasan Covid-19, Puluhan Pria dan Wanita Berciuman di Kereta

Protes Pembatasan Covid-19, Puluhan Pria dan Wanita Berciuman di Kereta

Sahmitra — Puluhan pasangan di Rusia, melakukan aksi protes mengenai aturan pembatasan Covid-19 dengan berciuman di dalam kereta metro yang penuh sesak.

Beberapa video pasangan muda yang saling berciuman di dalam kereta langsung viral di media sosial dan memicu komentar negatif dari warganet.

Dari video yang beredar terlihat banyak dari wanita dan pria yang saling berciuman di dalam kereta Metro Yekaterinburg di kota Yekaterinburg Rusia pada 24 Desember.

Sementara banyak yang bepergian dengan kereta yang rusak, beberapa pengunjuk rasa mengatakan mereka mendukung industri musik dan klub malam.

Para demonstran tersebut mengatakan kepada media mereka ingin menyoroti bahwa tidak masuk akal melarang orang menghadiri acara musik dan mengunjungi klub malam pada saat metro penuh dengan penumpang setiap hari.

Namun, para pria dan wanita tersebut menambahkan bahwa mereka tidak berniat menghina siapa pun atau mengganggu layanan publik.

“Musisi berbicara menentang pembatasan Covid-19 yang tidak masuk akal karena virus dianggap berisiko lebih tinggi di konser dan di restoran setelah pukul 11 malam daripada di kereta bawah tanah yang ramai selama jam sibuk,” ujar seorang pengunjuk rasa disadur dari laman Times Now News, pada Rabu (30/12/2020).

Rusia bukan satu-satunya negara yang melarang pertemuan besar di klub malam dan tempat umum lainnya. Industri musik live terpukul karena Covid-19 tahun ini.

Pandemi Covid-19 masih membayangi dan merenggut ribuan nyawa. Hingga kini sudah lebih dari 1,7 juta melayang akibat virus tersebut.

Di tengah usaha setiap negara untuk membatasi penyebaran, banyak orang yang melakukan protes dan berperilaku tidak bertanggung jawab untuk membuktikan ‘kekebalan’ mereka dan mengungkapkan rasa frustrasi atas pembatasan.

Awal tahun ini ada aksi protes dengan menjilat toilet duduk ketika Covid-19 mulai menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.

Dituduh Lecehkan Seorang Wanita, Pria 40 Dikeroyok dan Diarak Keliling Desa

Dituduh Lecehkan Seorang Wanita, Pria 40 Dikeroyok dan Diarak Keliling Desa

Sahmitra — Seorang pria di Utar Prades, India dipukuli dan diarak berkeliling desa dengan keledai karena diduga melecehkan wanita.

Menyadur dari laman India Express, pada Rabu (30/12/2020) penduduk desa menuduh bahwa pria itu mendobrak sebuah rumah milik seorang wanita dan melecehkannya.

Namun pria berusia 40 tahun tersebut terpergok oleh warga sekitar karena korban berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.

Pria tersebut kemudian dihakimi oleh warga sekitar karena diduga melecehkan seorang wanita dan kemudian diarak keliling desa menggunakan seekor keledai dengan wajah dicat hitam.

Video insiden yang terjadi pada hari Selasa malam waktu setempat kemudian langsung viral di media sosial, kata kata petugas polisi.

Penduduk desa menuduh bahwa pria itu menerobos masuk ke rumah wanita itu dan mengganggunya, tetapi tertangkap saat dia membunyikan alarm.

Anggota keluarga korban memukuli pria tersebut dan mengecat wajahnya hingga hitam, dan mengangkutnya menggunakan keledai dan membawanya berkeliling desa pada malam hari.

Atas insiden tersebut, polisi mengajukan kasus dan menahan dua orang, kata SSP Budaun Sankalp Sharma, menambahkan penyelidikan sedang dilakukan.

Insiden serupa juga pernah terjadi di India pada bulan Agustus yang menimpa seorang wanita setelah dituduh selingkuh.

Seorang wanita di India dipaksa menggendong suaminya dan diarak di depan umum, sebagai hukuman karena dicurigai berselingkuh.

Insiden tersebut terjadi di sebuah desa di distrik Jhabua di negara bagian Madhya Pradesh, seperti diwartakan Gulf News, pada Minggu (2/8/2020).

Menurut jurnalis senior dan analis politik India Chandrabhan Singh Bhadoriya, mengatakan bahwa hukuman kejam seperti itu bukanlah hal baru di sejumlah wilayah di India.

“Itu adalah kode hukuman kejam yang tidak tertulis di tiga distrik MP yang didominasi oleh suku ini. Bahkan perwakilan publik tidak berani ikut campur atau mengutuk tindakan semacam itu yang dikhawatirkan akan menyakiti mereka secara elektoral,” jelas Singh.

Insiden serupa juga terjadi pada bulan April tahun lalu, di mana seorang wanita harus menggendong suaminya sebagai hukuman karena menikahi pria lain.

Sedih, Pasangan Lansia Meninggal karena Covid-19 Gara-gara Potong Rambut

Sedih, Pasangan Lansia Meninggal karena Covid-19 Gara-gara Potong Rambut

Sahmitra — Pasangan lansia asal Chicago, Amerika Serikat meninggal karena Covid-19, meskipun mereka sudah menerapkan aturan kesehatan dengan ketat.Menyadur dari laman New York Post, pada Kamis (31/12) wanita bernama Carol Bruno ini tertular virus corona saat berkunjung untuk memotong rambut anaknya.

Joe Bruno, putra Carol mengatakan ayahnya, Mike Bruno dan ibunya adalah pasangan lansia yang rentan terinfeksi virus corona, jadi mereka menerapkan aturan kesehatan yang sangat ketat.

Suatu hari, adik perempuan Joe yang bekerja di salon mengatur janji mengunjungi kakaknya di apartemen untuk potong rambut sebelum mengucapkan terima kasih. Ia sudah menjalani tes Covid-19 sebelum berkunjung dengan hasil negatif.

Ia juga sudah melakukan karantina selama empat hari sebelum berkunjung sehingga mereka menyangka semuanya akan berjalan lancar dan baik-baik saja.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

“Saya perlu potong rambut dan dia berkata, ‘Nah, mengapa aku tidak mampir saja dan memotong rambutmu jadi kamu tidak perlu datang ke salon?'” Kenang Joe Bruno.

Adik Joe datang bersama ibu mereka, Carol, untuk potong rambut, yang berlangsung sekitar 30 sampai 40 menit, katanya.

“Aku tidak memeluk ibuku, aku tidak memeluk adikku,” kata Bruno.

“Adikku memotong rambut, dia pakai masker dan semua jendela terbuka. Kami menjaga jarak di apartemen dan kemudian mereka pergi.”

Tetapi malam itu, adiknya sakit dan dia terserang virus corona sekitar tiga hari kemudian.

Ibu mereka juga tertular dan dirawat di rumah sakit enam hari setelah kunjungan itu, tepat di hari Thanksgiving. Sayang, pada 14 Desember, Carol meninggal.

Dua minggu setelah Carol dirawat, suaminya yang juga ayah Joe, Mike Bruno tertular virus corona. 9 hari setelah istrinya meninggal, ia juga menutup mata untuk selama-selamanya.

Kini Joe Bruno dan adiknya sangat menyesali keputusan mereka untuk potong rambut dan melibatkan ibunya.

“Seandainya aku tidak menghabiskan 30 sampai 40 menit dengan ibuku – mereka akan tetap di sini,” kata Bruno kepada WLS-TV.

Seorang guru di sekolah Arab Saudi tewas karena ditembak oleh muridnya sendiri. Korban adalah pria yang diketahui sebagai

Ngeri, Murid SMP Tembak Gurunya Hingga Tewas karena Masalah Nilai

Sahmitra — Seorang guru di sekolah Arab Saudi tewas karena ditembak oleh muridnya sendiri. Korban adalah pria yang diketahui sebagai warga negara Mesir.

Menyadur dari laman Middle East Monitor, pada Kamis (31/12), korban yang bernama Hani Abdel Tawab sempat adu pendapat dengan muridnya yang tak puas dengan nilai ujian. Guru 35 tahun itu terlibat pertengkaran dengan murid berusia 13 tahun.

Tak disangka, perdebatan itu berlanjut hingga luar kelas. Menurut laporan, murid  yang tak puas itu menunggu gurunya di luar gedung sekolah sambil ditemani oleh kakak laki-laki yang berusia 16 tahun .

Mereka kemudian menembak guru tersebut namun juga membawanya ke rumah sakit sebelum melarikan diri. Abdel Tawab luka serius dan ia meninggal seminggu setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Al-Sulayyil.

Pelaku penembakan ditangkap dan pemerintah Mesir langsung mengonfirmasi kematian Abdel Tawab sebagai korban pembunuhan.

Ilustrasi seorang perempuan memegang pistol. [Shutterstock]

Menteri Imigrasi dan Urusan Ekspatriat Mesir, Nabila Makram menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyatakan investigasi sedang berlangsung.

“Investigasi atas insiden ini akan dilakukan melalui koordinasi dengan kedutaan Mesir di Riyadh, serta koordinasi dengan pihak Mesir.”

“Kementerian Penerbangan Sipil sedang diminta untuk mempercepat pengembalian jenazah ke tanah air atas permintaan keluarga.”

Menteri juga menyatakan keyakinannya kepada pengadilan Saudi bahwa para pelaku akan menerima hukuman sesuai dengan aturan yang berlaku di kerajaan Arab Saudi.

Remaja Hong Kong Dihukum 4 Bulan Penjara karena Hina Bendera China

Remaja Hong Kong Dihukum 4 Bulan Penjara karena Hina Bendera China

Sahmitra — Seorang remaja 19 tahun asal Hong Kong divonis 4 bulan penjara karena menghina bendera China. Ia juga dinyatakan bersalah atas pertemuan yang melanggar hukum.

Menyadur dari laman Channel News Asia, pada Rabu (30/12) hari ini, remaja bernama Tony Chung ini memimpin kelompok pro-demokrasi yang sekarang dibubarkan.

Ia dihukum awal bulan ini karena melempar bendera China ke tanah selama bentrok di luar badan legislatif Hong Kong pada Mei 2019.

Sambil menjalani hukuman ini, Chung juga menunggu persidangan atas tuduhan pemisahan diri, yang bisa membuatnya dipenjara seumur hidup sesuai undang-undang keamanan nasional yang diterapkan Beijing di Hong Kong pada 30 Juni.

Chung adalah tokoh politik pertama yang dituntut Beijing dengan undang-undang keamanan baru, yang digambarkan sebagai ‘pedang’ untuk mengembalikan ketertiban dan stabilitas sebagai pusat keuangan dunia.

Polisi antihuru-hara menggunakan peluru karet untuk membubarkan aksi menentang rencana Beijing menerapkan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong, China, Minggu (24/5/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Siu)

Tony Chung juga menghadapi tuduhan terpisah atas pencucian uang dan konspirasi untuk menerbitkan konten hasutan. Ia ditangkap polisi berpakaian preman di seberang konsulat AS pada akhir Oktober dan ditahan sejak itu.

Ada dugaan Chung ditangkap karena spekulasi yang berkembang menyebut ia sedang minta suaka di konsulat AS di Hong Kong.

Banyak aktivis pro-demokrasi yang melarikan diri dari Hong Kong sejak Beijing meningkatkan tindakan keras terhadap orang yang protes pada pemerintahan China.

Di bawah undang-undang keamanan baru, perbedaan pendapat dianggap sebagai pelanggaran yang tidak jelas namun berat seperti “subversi” dan “kolusi dengan pasukan asing”.

Minggu lalu, TV pemerintah China CGTN melaporkan polisi Hong Kong telah memasukkan 30 orang yang tidak berada di Hong Kong dalam daftar buronan karena dicurigai melanggar undang-undang keamanan nasional, termasuk aktivis yang mengasingkan diri Ted Hui dan Baggio Leung.

Seorang mahasiswa Mesir yang dituduh melakukan pemerasan dan pelecehan seksual terhadap sejumlah wanita hingga memunculkan gerakan #MeToo di media sosial dihukum tiga tahun penjara.

Pelaku Pelecehan Seksual #MeToo di Mesir, Dijatuhi Hukuman Penjara 3 Tahun

Sahmitra — Seorang mahasiswa Mesir yang dituduh melakukan pemerasan dan pelecehan seksual terhadap sejumlah wanita hingga memunculkan gerakan #MeToo di media sosial dihukum tiga tahun penjara.

Menyadur dari laman Al Jazeera, pada Rabu (30/12/2020) Pengadilan Ekonomi Kairo, yang mengadili kejahatan dunia maya, pada Selasa memvonis Ahmed Bassam Zaki, berasalah setelah terbukti memeras dan melecehkan dua wanita secara seksual.

Mantan mahasiswa di Universitas Amerika di Kairo tersebut dapat mengajukan banding atas putusan tersebut di pengadilan yang lebih tinggi.

Kasus Zaki muncul secara online pada bulan Juli dalam bentuk kesaksian sejumlah wanita yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual dan pemerasan oleh pria tersebut.

Kesaksian tersebut diterbitkan oleh akun Instagram bernama “Assault Police”. Diantaranya adalah dugaan pemerkosaan dan lusinan kasus penyerangan terhadap gadis dan wanita, beberapa melibatkan pemerasan.

Beberapa insiden diduga juga melibatkan anak perempuan berusia 14 tahun.

Pelaku yang berusia 20 tahunan tersebut juga akan diadili oleh pengadilan pidana pada 9 Januari atas tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap tiga gadis di bawah umur dan berusaha memeras mereka.

Gerakan #MeToo muncul yang bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang terlibat dalam pelanggaran seksual dan mereka yang menutupinya.

Kasus Zaki adalah hukuman pertama dalam kasus yang memicu pergerakan di negara dengan populasi terpadat di dunia Arab tersebut.

Mantan mahasiswa yang ditangkap pada Juli tersebut, dituduh mengumpulkan calon korban, yang kebanyakan teman sekelasnya melalui Facebook, grup online, atau klub sekolah.

Setelah mendapatkan calon korban, Zaki akan mendekatinya dan memberikan sanjungan terhadap korban dan memaksa mereka untuk berbagi foto intim.

Foto-foto intim tersebut kemudian digunakan untuk memeras korban jika mereka tidak mau berhubungan seks dengannya, menurut tuduhan tersebut.

Dalam beberapa kasus, dia mengancam akan mengirim gambar yang tidak senonoh kepada anggota keluarga korban jika mereka menolak untuk berhubungan seks.

Zaki berasal dari keluarga kaya dan belajar di American International School, salah satu sekolah menengah atas swasta paling mahal di Mesir, dan American University di Kairo. Pejabat AUC mengatakan dia meninggalkan universitas pada 2018.

Kasus Zaki, kata para aktivis, menunjukkan bahwa misogini melintasi batas kelas yang mencolok di Mesir.

Pelecehan seksual adalah masalah mendasar di Mesir, di mana para korban juga harus melawan budaya konservatif yang biasanya mengaitkan kesucian perempuan dengan reputasi keluarga.

Di pengadilan, beban pembuktian terletak pada korban kejahatan semacam itu.

Parlemen Mesir pada Agustus menyetujui amandemen KUHP yang memberikan korban kekerasan seksual hak untuk tidak disebutkan namanya.

Momentum gerakan #MeToo baru-baru ini mengungkap kasus-kasus mengejutkan lainnya, diantaranya adalah dugaan pemerkosaan berkelompok pada tahun 2014 terhadap seorang wanita di sebuah hotel mewah di Kairo.

Tuduhan pelecehan seksual juga telah muncul terhadap beberapa aktivis hak asasi dan jurnalis terkemuka, tetapi tuduhan tersebut belum sampai ke pengadilan

Seorang guru PAUD asal Charlotte, Carolina Utara mendapat rejeki nomplok saat meratapi nasibnya yang buruk di masa pandemi tahun 2020.

Beruntung, Pria Ini Menang Lotere Rp 3,5 M Setelah Dipecat Saat Pandemi

Sahmitra — Seorang guru PAUD asal Charlotte, Carolina Utara mendapat rejeki nomplok saat meratapi nasibnya yang buruk di masa pandemi tahun 2020.

Menyadur dari laman New York Post, pada Rabu (30/12) pria bernama Joe Camp ini dipecat dari sekolah tempatnya mengabdi selama 20 tahun terakhir. Ia mengalami PHK pada bulan September dan sebulan kemudian ayahnya meninggal karena Covid-19.

Ia sangat terpuruk dengan semua cobaan ini

“Itu menempatkan saya di tempat yang gelap,” kata Camp.

“Tapi aku punya banyak teman dan keluarga yang menyuruhku untuk tetap bertahan, tetap percaya pada diriku sendiri.”

Agar bisa menyambung hidup, pria yang sudah memiliki cucu ini bekerja di dealer mobil. Hingga suatu hari di malam Natal, ia mendapat keajaiban saat menggesek lotere di pom bensin. Ia menang Gold Rush senilai Rp 3,5 miliar.

“Saya berlutut di pompa bensin,” kata Joe Camp ketika memenangkan hadiahnya, menggambarkan peruntungannya dalam rilis berita dari North Carolina Lottery.

Ilustrasi: Menang lotere. (Shutterstock)

Ia mengatakan akan menggunakan uang golden ticket itu untuk keluarganya termasuk beli rumah baru yang bisa diwariskan pada cucunya dan membayar pendidikan putrinya.

“Apa yang saya rencanakan dengan kemenangan saya adalah memiliki masa depan untuk putri saya,” katanya.

“Saya ingin memiliki sesuatu untuk kami. Sebelumnya saya tidak pernah punya apa-apa.”

“Tidak ada yang mewariskan apa pun, dan itulah yanAg ingin saya lakukan.”

Indonesia akan Borong 50 Juta Vaksin Corona Buatan Pfizer dan AstraZeneca

Indonesia akan Borong 50 Juta Vaksin Corona Buatan Pfizer dan AstraZeneca

Sahmitra — Indonesia sedang menyelesaikan kesepakatan untuk mendapatkan 50 juta dosis vaksin virus corona buatan Pfizer dan AstraZeneca.

Menyadur dari laman The Straits Times, pada Selasa (29/12/2020) Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kesepakatan dengan AstraZeneca akan diselesaikan sebelum akhir tahun.

Sementara kesepakatan dengan pihak Pfizer akan ditandatangani pada minggu pertama Januari tahun 2021.

Berbicara pada konferensi pers resmi pertamanya, Menkes mengatakan 1,3 juta petugas kesehatan garis depan menjadi prioritas yang akan mendapatkan vaksin tersebut.

“Mereka adalah kelompok orang terpenting dalam pertempuran kami melawan pandemi,” kata mantan wakil menteri BUMN tersebut.

AstraZeneca. [Paul Ellis/AFP]

Saat ini Indonesia mencatatkan hampir 720.000 kasus Covid-19 dan 21.500 kematian, menjadi salah satu yang tertinggi Asia.

Pekerja medis akan diikutsertakan dalam gelombang pertama vaksinasi yang akan dilakukan antara Januari dan April, bersama dengan pegawai negeri. Gelombang kedua akan mencakup mereka yang berada di area “zona merah” infeksi.

Sementara negara-negara lain telah memvaksinasi lansia terlebih dahulu, Indonesia baru akan memberikan suntikan ke lansia setelah petugas kesehatan dan pegawai negeri dan mereka yang berusia antara 18 dan 59.

Bambang Heriyanto, Sekretaris Perusahaan Produsen Obat Negara Bio Farma, mengatakan strategi tersebut akan memungkinkan Indonesia memiliki kekebalan kawanan (Herd Immunity).

“Jika kekebalan kawanan tercapai, siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun ke atas 59 tahun semoga bisa terlindungi juga,” katanya.

Secara total, Indonesia telah mendapatkan 329 juta dosis vaksin, termasuk sekitar 125 juta dari Sinovac China, 50 juta dari Novavax, dan 54 juta dari program vaksin global COVAX.

Vaksin AstraZeneca diharapkan tiba pada kuartal kedua 2021 dan Pfizer pada kuartal ketiga. Kedua perusahaan belum mengeluarkan komentar apapun mengenai hal tersebut.

Sebelum Indonesia, vaksin buatan Pfizer sudah lebih dahulu diberikan oleh negara-negara barat seperti Inggris.

Regulator Inggris, MHRA, mengatakan vaksin yang menawarkan perlindungan hingga 95% terhadap Covid-19 ini, aman untuk diluncurkan.

Inggris telah memesan 40 juta dosis – cukup untuk memvaksinasi 20 juta orang, masing-masing mendapat dua suntikan.

Regulator medis Uni Eropa juga sudah menyetujui penggunaan vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Pfizer/BioNTech.

European Medicines Agency (EMA) telah membuka jalan untuk meluncurkan vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech di seluruh benua biru, seperti diwartakan Sky News.

Negara-negara Uni Eropa seperti Jerman, Austria dan Italia mengatakan mereka berencana untuk memulai vaksinasi pada 27 Desember.

Perempuan Mandi di Kubangan Jalan Rusak Kembali Viral! Warganet: Sarkastik!

Perempuan Mandi di Kubangan Jalan Rusak Kembali Viral! Warganet: Sarkastik!

Sahmitra — Sebuah unggahan foto di akun Twitter @menterihiburan menunjukkan seorang perempuan tengah asyik mandi dikubangan jalan rusak. Hal itu membuat sejumlah orang menanyakan apa alasan dari aksi perempuan tersebut

Ternyata foto itu dibuat sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Thailand, dan viral di tahun 2016 lalu. Kemudian diunggah kembali oleh akun @menterihiburan pada Senin (28/12/2020).

Diketahui perempuan dalam foto itu bernama Palm, seorang model berkebangsaan Thailand.

Dilansir dari laman BBC, Palm memutuskan mandi di kubangan jalan berlubang itu karena dirinya merasa muak dengan kondisi jalanan di distrik Mae Ramat, Provinsi Mae, Thailand, lantaran sering menyebabkan kecelakaan.

Palm yang mengenakan topi mandi serta sarung, terlihat asyik mengguyur badannya dengan air berwana kuning.

Foto model asal Thailand kembali viral setelah empat tahun lamanya (twitter.com/menterihiburan)

Sejumlah foto Palm itu pun tersebar di berbagai media sosial Thailand bahkan sampai ke Indonesia. Akibatnya, tak sedikit orang yang terinspirasi dan meniru tindakan Palm.

Lantas, setelah empat tahun berselang, foto aksi Palm pun diunggah lagi oleh akun Twitter @menterihiburan dan kembali viral.

Sejumlah warganet dengan cepat memberikan komentarnya, terlebih terhadap tingkah Palm yang begitu asyik mandi di kubangan jalan rusak itu.

Foto ini menyindir pemerintah daerahnya bukan sih? Atau hanya sebagai konten,” tanya akun @Leopandi_ penasaran.

Sarkastik sangat nih haha. Semoga kerajaan sedar lepas lihat foto nih,” ujar akun @fi3yaniee yang tampaknya mengetahui foto tersebut.

Ya Allah, apa enggak gatal-gatal mbaknya,” celetuk akun @Riena_Widayanti.