Berbarengan dengan Jokowi, Paus Fransiskus Disuntik Vaksin Covid-19

Berbarengan dengan Jokowi, Paus Fransiskus Disuntik Vaksin Covid-19

Sahmitra — Paus Fransiskus menerima dosis pertama vaksin virus corona pada hari Rabu (13/1), hari yang sama ketika Presiden Joko Widodo juga disuntik vaksin sinovac.

Penyuntikan vaksin kepada Paus pertama kali dilaporkan oleh media Amerika Serikat yakni portal berita Jesuit dan surat kabar harian Argentina La Nacion, keduanya mengutip sumber-sumber Vatikan.

Menyadur Fox News, Kamis (14/1/2021) Paus Francis diyakini menerima vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan akan mendapatkan suntikan kedua dalam tiga minggu.

Vatikan belum secara resmi mengkonfirmasi kabar mengenai penyuntikan vaksin kepada Paus Fransiskus tersebut.

Paus Benediktus XVI (93) direncanakan juga akan mendapatkan suntikan vaksinasi terhadap virus tersebut, menurut laporan media.

Vatikan mulai meluncurkan program vaksinasi Covid-19 pada Rabu (13/1) di Aula Paul VI di Kota Vatikan, Matteo Bruni, direktur Kantor Pers Takhta Suci, mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan.

Vatikan mengatakan akan memberikan prioritas vaksin kepada petugas kesehatan dan keselamatan publik, orang tua, dan mereka yang paling sering melakukan kontak dengan publik.

Paus Francis selama dikenal vokal mendukung vaksin Covid-19, bahkan menyatakan itu sebagai “kewajiban etis” bagi setiap orang untuk mendapatkan vaksin.

“Saya benar-benar tidak mengerti mengapa beberapa orang mengatakan ini bisa menjadi vaksin yang berbahaya,” kata Paus saat diwawancara stasiun TV Italia Canale 5.

“Jika dokter mengatakan itu dapat bekerja dengan baik dan Anda tidak memiliki bahaya khusus, mengapa tidak menerimanya? Ada penyangkalan bunuh diri yang saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya, tetapi vaksin harus diambil.” jelasnya.

Jokowi dan Raffi Ahmad Disuntik Vaksin Covid-19. (Dok: Kolasi foto Sekretariat Presiden)

Paus Francis mengatakan kepada stasiun TV tersebut bahwa dia akan menerima suntikan vaksin dosis pertama di minggu ini.

Di hari yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntuk vaksin Covid-1 buatan Sinovac, bersama publik figur Raffi Ahmad.

Disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Jokowi disuntik oleh Wakil Dokter Kepresidenan Prof. dr. Abdul Muthalib. Sp. PD.

Selesai disuntik vaksin, Presiden Jokowi harus menunggu 30 menit untuk menunggu kemungkinan adanya gejala atau reaksi dari vaksin Covid-19.

China Laporkan Kematian Pertama Pasien Covid-19 Setelah 8 Bulan

China Laporkan Kematian Pertama Pasien Covid-19 Setelah 8 Bulan

Sahmitra — China melaporkan kasus kematian pertama pasien positif COVID-19, Kamis (14/1), dalam delapan bulan terakhir. Kematian tersebut terjadi dalam gelombang baru di Provinsi Hebei.

Hingga berita ini diturunkan di China terdapat 138 kasus baru dan satu kasus tanpa gejala.

Kasus baru paling banyak terjadi di Provinsi Hebei yang mencapai angka 81, sebanyak 75 di antaranya di Kota Shijiazhuang. Sampai saat ini ada 16 pasien yang dalam kondisi parah, namun tidak disebutkan apakah itu pasien baru atau bukan.

Sebelumnya, China melaporkan lonjakan harian terbesar kasus baru COVID-19 dalam lebih dari 10 bulan karena kenaikan infeksi corona di provinsi Heilongjiang timur laut hampir tiga kali lipat.

Kondisi itu menunjukkan ancaman yang berkembang menjelang hari libur nasional utama di China.

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 138 kasus baru COVID-19 dilaporkan pada 13 Januari, atau naik dari 115 kasus sehari sebelumnya dan menandai lompatan tertinggi sejak 5 Maret.

China juga melaporkan satu korban jiwa tambahan, yang menandai peningkatan pertama jumlah korban tewas akibat COVID-19 sejak pertengahan Mei.

Komisi tersebut mengatakan 124 dari 138 kasus baru itu adalah infeksi lokal, dan 81 di antaranya dilaporkan di provinsi Hebei di sekitar Beijing dan 43 lainnya di provinsi timur laut, Heilongjiang.

Meskipun peningkatan harian kasus COVID-19 dalam beberapa hari terakhir tetap merupakan bagian kecil dari apa yang telah dialami China pada puncak pandemi pada awal 2020, China menempatkan lebih dari 28 juta orang di bawah karantina rumah pada Januari sebagai bagian dari suatu paket langkah-langkah agresif yang dirancang untuk mengekang penyebaran infeksi virus corona.

Gelombang baru infeksi corona datang menjelang liburan Tahun Baru Imlek bulan depan, ketika ratusan juta warga China biasanya melakukan perjalanan menuju ke kota asal mereka.

Kenaikan COVID-19 telah mendorong beberapa provinsi di China untuk mencegah perjalanan, yang dapat menyebabkan berkurangnya perjalanan dan mengurangi konsumsi selama libur panjang.

Pada Kamis (14/1), otoritas kesehatan Heilongjiang mendorong 37,5 juta penduduk untuk menghabiskan liburan Tahun Baru Imlek yang akan datang dengan tetap berada di provinsi tersebut dan menahan diri dari perjalanan yang tidak perlu.

Jumlah kasus baru COVID-19 tanpa gejala, yang tidak diklasifikasikan oleh China sebagai kasus yang dikonfirmasi, naik menjadi 78 dari 38 pada sehari sebelumnya.

Jumlah total kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di China daratan sekarang mencapai 87.844, sementara jumlah korban jiwa bertambah satu menjadi 4.635.

WHO Sebut Tak Setuju Negara Wajibkan Vaksinasi Covid

WHO Sebut Tak Setuju Negara Wajibkan Vaksinasi Covid

Sahmitra — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak setuju dengan aturan negara yang mewajibkan vaksin corona.

WHO menilai mewajibkan vaksinasi corona kepada setiap warga hanya akan menjadikan bumerang yang memicu mereka semakin bersikap antipati terkait vaksin Covid-19.

“Saya tidak yakin bahwa mandat-mandat bukan arah kebijakan yang tepat di sini, khususnya bagi vaksin,” kata Direktur Departemen Imunisasi WHO, Kate O’Brien dalam jumpa pers virtual pada Desember lalu.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu berpendapat meyakinkan masyarakat terkait manfaat vaksin jauh lebih efektif untuk menarik masyarakat agar mau divaksinasi daripada mewajibkannya.

Mereka menganggap memaksa orang untuk divaksinasi adalah cara yang kurang tepat untuk mempromosikan vaksinasi Covid-19.

Meski demikian WHO memberikan kebebasan seluruh negara dalam melaksanakan kampanye vaksinasi corona.

“Akan lebih baik untuk mendorong dan memfasilitasi vaksinasi tanpa persyaratan semacam itu. Saya tidak berpikir kami ingin melihat ada negara yang mewajibkan vaksinasi,” ucapnya.

O’Brien mengatakan memang ada beberapa profesi seperti tenaga medis yang memerlukan dan sangat dianjurkan untuk vaksinasi corona demi keselamatan staf dan pasien rumah sakit.

Sementara itu, WHO tak memungkiri jika banyak kalangan yang masih meragukan efektivitas dan keamanan vaksin corona.

Menurut Direktur Urusan Darurat WHO, Micahel Ryan, pihaknya dan seluruh kepentingan di dunia perlu berjuang meyakinkan masyarakat umum agar mau divaksinasi.

“Cerita soal vaksin adalah berita bagus. Ini adalah kemenangan usaha manusia atas musuh mikroba. Kita perlu meyakinkan orang dan kita perlu meyakinkan mereka,” kata Ryan seperti dikutip AFP.

Lebih dari 50 negara dilaporkan telah memulai vaksinasi Covid-19. Diperkirakan 70-90 persen dari 7,8 miliar orang di dunia perlu menerima vaksin sebelum mencapai ‘herd immunity’ agar dapat kembali ke kehidupan normal.

Hari ini Indonesia telah memulai vaksinasi Covid-19 dengan Presiden Jokowi menjadi orang pertama disuntik

Rabu (13/1) pagi Jokowi menerima suntikan dosis pertama vaksin corona buatan Sinovac Biotech, China di Istana Negara, Jakarta.

Semua warga Indonesia diwajibkan turut serta dalam program vaksinasi. Pemerintah menegaskan akan memberikan sanksi pidana bagi masyarakat yang menolak. Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Edward Omar Sharif Hiariej menilai vaksinasi corona bersifat wajib bagi warga Indonesia.

Selain Indonesia, Negara Mana yang Memakai Vaksin Covid-19 Buatan China?

Selain Indonesia, Negara Mana yang Memakai Vaksin Covid-19 Buatan China?

Sahmitra — Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang akan disuntik vaksin Sinovac di Indonesia, bahkan media asing menyebutkan pertama di dunia.

Setelah dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit penyerta apapun, Presiden Jokowi langsung disuntik vaksin oleh wakil dokter Kepresidenan Prof. dr. Abdul Muthalib. Sp. PD.

Indonesia memberikan persetujuan penggunaan darurat vaksin berdasarkan data sementara yang menunjukkan angka efektif sebesar 65 persen.

Pada awal Desember, gelombang pertama vaksin Sinovac tiba di Indonesia dengan total 1,8 juta dosis untuk persiapan vaksinasi massal.

Selain Indonesia, ada sejumlah negara di berbagai belahan dunia yang juga memakai vaksin Covid-19 buatan China.

Saat perlombaan global untuk memproduksi vaksin Covid-19 berlanjut, China memiliki dua pelari terdepan yakni Sinovac dan Sinopharm.

1. Uni Emirat Arab

Menyadur BBC News, Rabu (13/1/2021) dua negara Arab yakni Uni Emirat Arab dan Bahrain menyetujui vaksin buatan China namun dari perusahaan Sinopharm.

Regulator UEA mengatakan dalam siaran pers bahwa mereka telah menyetujui vaksin yang tidak aktif yang dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Beijing Sinopharm.

Persetujuan tersebut didasarkan pada data perusahaan yang menyatakan bahwa kemanjurannya 86% dalam pengujian tahap akhir, termasuk percobaan pada 31.000 orang di UEA, menurut siaran pers, dikutip dari Nature.com.

2. Bahrain

Pejabat Bahrain tidak menyatakan apakah mereka menyetujui vaksin Sinopharm yang sama, tetapi mereka juga melaporkan kemanjuran 86%. Sekitar 7.700 orang berpartisipasi dalam uji coba Sinopharm di Bahrain.

3. Turki

Turki juga ikut menjadi negara yang memakai vaksin Covid-19 buatan China yakni Sinovac dengan vaksin CoronaVac-nya.

Para peneliti Turki mengatakan bulan lalu bahwa vaksin Sinovac memiliki angka efektif 91,25 persen berdasarkan analisis sementara.

4. Thailand

Bergeser ke Asia Tenggara, Thailand akan menerima vaksin Covid-19 pertamanya pada Februari dari Sinovac Biotech China.

Negara tersebut juga akan memiliki kapasitas untuk memproduksi 200 juta dosis vaksin AstraZeneca secara lokal per tahun, kata pejabat senior.

Thailand, yang bertujuan untuk menginokulasi setidaknya setengah dari 70 juta populasinya, harus menerima pengiriman 200.000 dosis vaksin Sinovac pada Februari, Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mengatakan pada hari Senin (4/1) dikutip dari Channel News Asia.

5. Filipina

Filipina mendapatkan 25 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech China, 50.000 dosis pertama diharapkan tiba pada Februari.

Juru Bicara Kepresidenan Harry Roque mengatakan sisa vaksin Sinovac akan tiba antara bulan Maret hingga Desember.

Pemerintah berharap dapat memvaksinasi 50.000 orang bulan depan dengan prioritas pada petugas kesehatan, menurut Carlito Galvez, mantan jenderal yang bertanggung jawab atas upaya pengadaan vaksinasi.

6. Brasil

Brasil merupakan salah satu negara di benua Amerika yang sedang menguji dan akan menggunakan vaksin Covid-19 dari Sinovac.

Namun, Brasil mengumumkan bahwa vaksin tersebut memiliki efektivitas hanya 50,4 persen dalam mencegah infeksi gejala Covid-19.

Dan Singapura menyatakan telah menandatangani perjanjian pembelian dengan pembuat vaksin termasuk Sinovac, Moderna dan Pfizer-BioNTech. Sinovac juga diketahui telah mendapatkan kesepakatan lain yakni dengan Chile.

Sedih, Wanita Ini Meninggal Saat Tidur Setelah Mencium Suaminya

Sedih, Wanita Ini Meninggal Saat Tidur Setelah Mencium Suaminya

Sahmitra — Seorang wanita bernama Stacey Frere meninggal mendadak sesaat setelah ia mencium suaminya dan mengucapkan selamat malam.

Menurut suaminya, Ben, Stacey meninggal saat tidur.

Menyadur Daily Mail Rabu (13/01), Stacey meninggal saat tidur tanpa gejala apapun hingga suaminya hampir tak sempat menyadari jika istrinya telah tiada.

“Saya tahu ada yang salah karena saya tidak bisa mendengar napasnya dan bibirnya membiru. Saya panik. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Aku menekan dadanya, mencoba membuatnya bernapas. Tapi sudah terlambat,” kata Ben.

Dua anak mereka, Lottie yang berusia tujuh tahun dan Tyler 9 tahun sedang tidur di kamarnya masing-masing dan tak tahu apa yang sedang terjadi.

“Saya sangat terkejut sehingga saya bahkan tidak ingat apa yang saya katakan. Sepertinya memberi tahu mereka bahwa ibu pergi bersama nenek dan kakek mereka, yang meninggal beberapa waktu lalu,” katanya.

Ilustrasi tidur (Pexels)

“Itu sangat mendadak dan sangat tidak terduga. Tidak ada yang bisa memberi tahu kami mengapa dia meninggal,” lanjut Ben sembari mengucapkan anak-anak sangat merindukan ibunya.

“Dia adalah orang yang paling perhatian dan menyenangkan. Dia tidak pernah mengutamakan dirinya sendiri dan akan selalu ada untuk membantu orang lain.”

Kini Ben dan keluarganya diberitahu bahwa istrinya meninggal karena Sindrom Kematian Dewasa Mendadak yangterjadi sekitar 500 kasus setiap tahun di Inggris.

Menurut Ben, Stacey menderita diabetes dan mengalami obesitas. Selama istrinya berjuang untuk hidup sehat, terutama setelah melahirkan dua anak mereka.

“Dia cukup besar dan berat badannya bertambah setelah melahirkan masing-masing bayi dan tidak bisa menurunkannya. Dia menderita bisul di kakinya sehingga sulit untuk berkeliling dan mengatur tangga dan hal-hal lainnya,” kata Ben.

Jalan Kaki Sejauh 8 Km ke Waduk, Dua Wanita di Inggris Malah Didenda Jutaan

Jalan Kaki Sejauh 8 Km ke Waduk, Dua Wanita di Inggris Malah Didenda Jutaan

Sahmitra — Dua wanita di Inggris didenda Rp 1,8 juta setelah berjalan sejauh 8 km menuju sebuah waduk saat pembatasan Covid-19, namun akhirnya dibatalkan.

Menyadur Daily Mirror, Selasa (12/1/2021) Jessica Allen dan temannya Eliza Moore diapit oleh petugas saat mereka berjalan kaki menuju pintu masuk Waduk Foremark di Derbyshire Selatan pada hari Rabu.

Saat melihat segerombolan polisi di tempat parkir, mereka mengira ada kasus pembunuhan, namun polisi tersebut mendekati kedua wanita itu dan memberikan hukuman denda 200 poundsterling (Rp 1,8 juta).

“Saya menjelaskan bahwa kami berteman dan kami akan menjaga jarak sosial, tetapi mereka mengatakan kami tidak boleh berada di sana karena kami bukan penduduk setempat.” ujar Jessica saat dijatuhi denda.

Dia mengatakan bahwa meskipun kode posnya adalah Leicestershire, Derby dekat dengannya seperti Leicester sehingga Jessica menganggap waduk itu masih di daerahnya.

“Sudah beberapa minggu sejak saya pergi dan saya berkata kepada teman saya mengapa kita tidak pergi ke waduk daripada ke pusat kota karena disana sangat ramai.” lanjut Jessica.

Kedua wanita itu tidak berpikir mereka melakukan kesalahan setelah memutuskan unjuk mengunjungi Waduk Foremark yang tidak terlalu ramai dan lebih aman untuk berjalan-jalan.

Jessica, yang berasal dari Ashby, harus menutup sementara bisnisnya selama penguncian dan tinggal sendiri dalam seminggu. Dia berkata bahwa mengunjungi waduk telah membantu meredakan kecemasannya.

Namun, denda tersebut akhirnya dibatalkan oleh pihak berwenang dan sudah menyampaikan permintaan maaf kepada kedua wanita tersebut.

“Saya dapat mengonfirmasi bahwa tinjauan terhadap pemberitahuan hukuman tetap (FPN) yang dikeluarkan oleh petugas saya minggu lalu telah selesai,” buka Kepala polisi Rachel Swann.

“Dua pemberitahuan hukuman tetap yang diberikan kepada dua wanita yang melakukan perjalanan ke Waduk Foremark pada hari Kamis telah ditarik dan kami telah memberi tahu para wanita secara langsung, meminta maaf atas segala kekhawatiran yang ditimbulkan,” sambungnya.

Rachel menjelaskan bahwa petugas hanya berusaha mendorong masyarakat untuk tetap berada di sekitar rumahnya untuk mencegah penyebaran virus.

Swann menambahkan: “Saat ini tidak ada batasan yang jelas sejauh mana orang dapat melakukan perjalanan untuk berolahraga, tetapi arahan pemerintah sangat meminta orang untuk tidak meninggalkan daerah mereka.”

Rachel juga menjelaskan jika pihaknya menerima pengaduan dari warga yang tinggal di Derbyshire yang memintanya melakukan operasi untuk menghentikan orang-orang bepergian ke daerah tersebut dan menciptakan keramaian.

Kepolisian Derbyshire dan Komisioner Kejahatan Hardyal Dhindsa menyambut baik keputusan pencabutan denda yang diberikan kepada dua wanita tersebut.

“Saya senang permintaan maaf telah dibuat dan saya yakin akan ada pembelajaran dari kejadian ini,” jelas Dhindsa.

Disneyland Akan Disulap Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19

Disneyland Akan Disulap Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19

Sahmitra — Berbulan-bulan selama pandemi virus corona, Disneyland mendapat banyak sorotan karena berulang kali mencoba membuka kembali gerbang ke “Magic Kingdom.”

Tapi kini, pengunjung akan dibiarkan masuk ke salah satu kompleks wisata terbesar di California itu.

Hanya saja tidak untuk naik wahana “Haunted Mansion” atau menyesap “susu hijau” khas wahana Star Wars: Galaxy’s Edge.

Melansir Gizmodo pada Selasa (12/1/2021), Pejabat Orange County telah mengonfirmasi bahwa taman hiburan di Anaheim itu akan menjadi salah satu situs Point Of Dispensing (POD) pertama di kota itu. Artinya tempat itu akan digunakan sebagai pusat distribusi vaksin Covid-19.

Tidak seperti resor kembarnya di Florida, Disney World California milik Disneyland telah ditutup sejak Maret, karena perintah lockdown virus corona.

Pembukaan kembali dilakukan pada Juli, untuk area terbatas di kawasan ritel Downtown Disney yang berdekatan dengan taman. Pembukaan Disney World saat itu masih terbilang kontroversial.

Namun saat ini, tempat itu akan menjadi tuan rumah bagi para tamu dan fasilitas pengujian Covid-19 yang dikelola negara.

Disneyland akan menjadi salah satu dari lima situs “Super POD” di Orange County.

Diharapkan keberadaannya mampu mendistribusikan ribuan dosis vaksin kepada orang-orang setiap hari, dan diharapkan mulai beroperasi akhir pekan ini.

Disneyland Resort menyatakan bangga bisa membantu mendukung Orange County dan Kota Anaheim dengan menggunakan properti miliknya.

“Kami berterima kasih atas semua upaya mereka untuk memerangi Covid-19,” kata Dr Pamela Hymel, Kepala Petugas Medis untuk Taman Disney kepada ABC7 News.

“Kurang lebih setahun, begitu banyak orang di komunitas kami menghadapi kesulitan dan ketidakpastian. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Sekarang ada alasan untuk optimisme dengan pemberian vaksin.”

Sungguh perjalanan yang aneh bagi Disneyland hingga bisa dibuka kembali sebagian untuk alasan ini.

Sayangnya, pengunjung tetap tidak akan diizinkan menaiki wahana setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19 di tempat ini.

Taman hiburan yang terkenal ini dalam daftar terdepan dalam usaha pembukaan kembali California.

Sebab, penutupannya akibat pandemi menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit bagi wilayah itu.

Sementara pembukaan kembali Disney World yang dikendalikan di Florida terbilang relatif berhasil.

Setelah adanya insentif bagi “Tempat Terbahagia di Bumi” itu untuk mulai melayani tamu lagi. Tetapi pejabat kesehatan negara bagian tetap teguh pada pedoman ketat untuk taman hiburan.

Disneyland atau lainnya, hanya dapat dibuka dengan kapasitas yang sangat berkurang mengingat jumlah kasus Covid-19 saat ini.

Meskipun taman belum dapat dibuka untuk tamu, membantu mendistribusikan vaksinasi terhadap virus corona jauh lebih berguna daripada akses ke wahana Splash Mountain dan churros sekarang.

Kabar Duka, Dokter Pribadi Paus Fransiskus Meninggal Akibat Covid-19

Kabar Duka, Dokter Pribadi Paus Fransiskus Meninggal Akibat Covid-19

Sahmitra — Dokter pribadi Paus Fransiskus, Fabrizio Soccorsi, telah meninggal akibat “komplikasi akibat Covid”. Kabar duka ini dikutip CNN dari surat kabar Vatikan L’Osservatore Romano, pada Senin (11/1/2021).

Paus Fransiskus memilih Soccorsi sebagai dokter pribadi pada 2015. Dia berusia 78 tahun ketika dia meninggal.

Soccorsi dirawat di rumah sakit di Roma pada 26 Desember karena penyakit onkologis sebelumnya, menurut surat kabar Konferensi Uskup Italia Avvenire. Tidak jelas persis kapan dia terakhir kali berhubungan langsung dengan Paus Francis.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran Italia Canale 5 yang disiarkan pada Minggu malam, Paus Fransiskus mengatakan Vatikan akan memulai vaksinasi Covid-19 minggu depan dan dia antre untuk menerimanya.

Diperintahkan untuk Berfoto, Sebuah Pusat Rehabilitasi HIV Tolak Donasi

Diperintahkan untuk Berfoto, Sebuah Pusat Rehabilitasi HIV Tolak Donasi

Sahmitra — Sebuah panti rehabilitasi HIV membatalkan donasi yang diberikan sekelompok orang setelah menolak untuk mengambil foto barang-barang yang diberikan.

Menyadur dari laman World Of Buzz, pada Senin (11/1/2021) sekelompok orang ingin menyumbangkan bahan makanan ke tempat penampungan yang menampung orang yang mengidap HIV.

Para donatur tersebut secara khusus ingin mengambil foto pihak panti dan orang yang menerima bantuan untuk tujuan yang tidak ditentukan oleh pemilik rumah.

Seorang warganet, Pang Khee Teik, membagikan kisah tersebut di halaman Facebooknya dan menyematkan tangkapan layar percakapan antara donatur dan penerima.

Di percakapan tersebut, pihak donatur menyampaikan niatnya untuk membagikan bahan makanan sebelum lockdown, namun harus menyiapkan sebuah meja untuk mengambil gambar bantuan tersebut.

Namun, pihak panti menolaknya dan menyarankan untuk mengambil foto bahan makanan yang disumbangkan, tanpa orang-orang yang ada di tempat tersebut.

“Kami harus menjaga identitas dan kenyamanan mereka karena stigma dan diskrimasi terhadap orang yang hidup dengan HIV,” tulis pihak panti di percakapan tersebut.

Namun pihak donatur terus mendesak agar mengambil gambar para penerima bantuan tersebut, jika tidak bantuan tersebut batal diberikan.

“Jika kami tidak diizinkan untuk mengambil foto, kami tidak bisa membantu Anda. Tolong konfirmasi atau kami batalkan,” ujar donatur.

Secara tegas, pihak pengelola panti menolak bantuan tersebut dan menjelaskan jika akan memberikan bantuan tidak perlu mengambil gambar.

“Tolong batalkan. Kami tidak akan membantu Anda mengambil gambar siapapun yang hidup dengan HIV,” tegasnya.

Pang Khee Teik juga ikut menuliskan agar para donatur untuk menghilangkan kebiasaan mengambil gambar saat memberikan donasi.

“Kita tidak boleh membiasakan mengambil foto sebagai syarat menerima donasi dan memaksa orang melakukan hal-hal yang tidak mereka sukai, hanya demi menerima donasi.” tulis Pang Khee Teik.

Penjaga Hutan Disergap dan Diserang Kelompok Bersenjata, 6 Orang Tewas

Penjaga Hutan Disergap dan Diserang Kelompok Bersenjata, 6 Orang Tewas

Sahmitra — Sekelompok orang bersenjata menyergap para penjaga hutan di Kongo dan menewaskan sedikitnya enam penjaga hutan.

Selain itu, beberapa korban juga mengalami luka-luka akibat penyergapan itu. Aksi keji tersebut terjadi di Taman Nasional Virunga, Kongo.

Taman nasional tersebut merupakan tempat perlindungan bagi gorila gunung yang terancam punah sebagaimana dilansir dari The Guardian, pada Senin (11/1/2021).

Juru Bicara Taman Nasional Virunga Olivier Mukisya mengatakan bahwa identitas para penyerang tersebut masih belum jelas hingga saat ini.

“Kami mengonfirmasi berita duka ini. Sekelompok pria bersenjata menyerang kami di wilayah Nyamitwitwi di tengah Taman Nasional Virunga,” kata Mukisya kepada Reuters.

Sebelumnya, para penjaga hutan memang menjadi target sasaran oleh berbagai kelompok milisi yang ingin menguasai tanah dan sumber daya alam di Kongo timur.

Jika ditotal, lebih dari 200 penjaga hutan dilaporkan tewas akibat serangan dari berbagai kelompok milisi tersebut.

Insiden paling mematikan terjadi pada 12 April 2020 yang dianggap sebagai perangan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga saat ini, tercatat ada puluhan kelompok bersenjata yang masih beroperasi di Kongo timur.

Di antara kelompok milisi itu, banyak yang merupakan sisa-sisa kekuatan milisi yang bertempur dalam perang saudara di Kongo pada akhir 1990-an.

Perang saudara tersebut mengakibatkan jutaan kematian akibat konflik, kelaparan, dan penyakit. Taman Nasional Virunga berada di gunung berapi yang tertutup hutan di Afrika tengah.

Taman nasional tersebut merupakan rumah bagi lebih dari setengah populasi gorila gunung di seluruh dunia. Taman Nasional Virunga juga merupakan taman nasional tertua di Afrika dengan luas 7.800 kilometer persegi.