Misteri pembunuhan Gabby Petito, vlogger traveling cantik yang gemparkan AS

Misteri pembunuhan Gabby Petito, vlogger traveling cantik yang gemparkan AS

SAHMITRA – Gabrielle Venora Petito adalah seorang wanita Amerika 22 tahun yang tengah melakukan perjalanan melintasi Amerika Serikat menggunakan mobil van, yang dikenal dengan trend #vanlife bersama tunangannya, Brian Christopher Laundrie sejak awal Juli 2021.

Namun pada 11 September 2021, Nicole Schmidt, ibu dari Petito, melaporkan putrinya hilang setelah putrinya tersebut berhenti mengirim atau menanggapi pesan. 8 hari berselang selepas laporan tersebut, di dekat Grand Teton National Park di Wyoming sebuah mayat ditemukan dan dicurigai mayat tersebut adalah mayat Gabby Petito. Dan akhirnya pada 21 September kepolisian mengkonfirmasi bahwa yang ditemukan adalah benar mayat Gabby.

Sejak dilaporkan menghilang, kasus Petito menarik perhatian banyak orang dan bahkan FBI ikut turun tangan menangani kasus dan misteri dibalik kematian Petito.

Petito dibesarkan di Blue Point, yang terletak di bagian selatan Long Island di New York. Kegemarannya berkeliling dunia membuatnya terinspirasi menjadi seorang vlogger dan influencer yang gemar mengabadikan dan membagikan pengalaman dan momen-momen perjalanannya di media sosial seperti YouTube, Instagram dan TikTok pada 61,000 pengikutnya.

Petito dan Laundrie mulai berpacaran sejak Maret 2019 dan bertunangan pada Juli 2020. Setahun kemudian tepatnya 4 Juli 2021 kemarin pasangan ini memutuskan untuk meninggalkan New York untuk bersama-sama melakukan perjalanan lintas alam selama empat bulan, mengunjungi dan berkemah di taman nasional. Mereka berencana untuk tidur di van mereka dan mendokumentasikan perjalanan mereka sampai akhir.

Namun ditengah-tengah perjalanan, tepatnya 12 Agustus, sebuah panggilan 911 dilakukan oleh seseorang yang melaporkan melihat Petito dan Laundrie bertengkar dan menyaksikan Laundrie memukul Petito. Polisi di Moab, Utah, langsung dikerahkan dan akhirnya berhasil menepikan van yang ditumpangi pasangan itu. Sebuah video dari kamera yang dipasang dibadan polisi menunjukkan Petito menangis dan kesal, tetapi tidak terjadi penangkapan atas kejadian tersebut. Salah satu  polisi menyarankan pasangan ini untuk berpisah sementara untuk malam itu saja,  Laundrie tidur di hotel dan Petito tetap di dalam van.

Sepertinya sudah berdamai, pada 19 Agustus, Petito dan Laundrie memposting sebuah video di YouTube berjudul “Van Life: Beginning Our Van Life Journey.” Dalam video tersebut pasangan ini terlihat tertawa dan berciuman.

Lalu pada 29 Agustus, melalui sebuah postingan di TikTok oleh seorang pengguna bernama Miranda Baker, mengklaim bahwa dirinya dan pacarnya memberikan tumpangan pada Laundrie di Colter Bay, Wyoming. Namun dikatakan Baker ketika itu Laundrie hanya seorang diri saja dan menawarkan US$ 200 untuk tumpangan tersebut. Baker memposting di TikTok setelah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Dan kepolisian mengkonfirmasi adanya laporan tersebut.

Dan beberapa hari setelah postingan Miranda Baker itu viral di TikTok, tepatnya 1 September, Brian Laundrie dikabarkan pulang ke North Port, Florida kerumah orangtuanya yang ia tempati bersama Petito sejak mereka bertunangan. Yang kemudian berbuntut laporan resmi yang dibuat keluarga Petitio pada 11 September atas menghilangnya Gabby Petito setelah mereka tidak mendapatkan kabar berita dari Gabby sejak akhir Agustus dan mendengar berita bahwa Laundrie telah kembali tanpa Petito.

Pencarian dan penyelidikan atas menghilangnya Gabby Petitio pun dimulai. Keluarga Petito menuduh keluarga Laundrie menutupi informasi keberadaan Gabby selama pencarian berlangsung. Menyusul, dengan alasan menolak untuk bekerja sama, pada 15 September Polisi North Port mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan Brian Laundrie sebagai orang penting terutama atas menghilangnya Gabby Petito.

Joe Petito, ayah Gabby yang hadir dan bicara di konfrensi pers yang diselenggarakan oleh kepolisian North Port pada 16 September memohon bantuan semua orang untuk menemukan puterinya.

“Saya meminta bantuan pada orang tua Brian dan saya meminta bantuan anggota keluarga dan teman-teman dari keluarga Laundrie juga,” katanya.

“Apa pun yang dapat Anda lakukan untuk memastikan putri saya pulang, saya meminta bantuan itu. Tidak ada hal lain yang penting bagi saya sekarang.” Imbau Joe Petito.

Setelah mendapat laporan dari orangtua Brian kepada pihak kepolisian bahwa sudah tiga hari putranya itu tidak pulang kerumah, pada 18 September, pencarian Laundrie dimulai di Carlton Reserve seluas 24.000 hektar di Sarasota, Florida.

Keesokan harinya, pihak berwenang mengabarkan mereka menemukan mayat di dekat Grand Teton National Park di Wyoming. Di area yang sama di mana van pasangan Petito dan Laundrie dilaporkan terakhir terlihat dan mendukung klaim Miranda Baker yang mengangkut dan memberikan tumpangan pada Laundrie di Wyoming.

Surat pengeledahan akhirnya terbit. Kepolisian langsung mengeledah rumah keluarga Laundrie, menyisir seisi rumah, menyita mobil Ford Mustang milik Brian dan sebuah hard drive yang mungkin berisi bukti kejahatan.

Seorang koroner yang bertugas menganalisa mayat yang ditemukan di Wyoming beberapa hari sebelumnya menegaskan bahwa mayat tersebut adalah Gabby Petito dan menyatakan penyebab kematiannya adalah pembunuhan pada 21 September. Setelah itu FBI mengumumkan bahwa mereka akan mengambil alih penyelidikan kriminal, dan pihak berwenang akan terus mencari Brian Laundrie di Carlton Reserve.

Pengadilan federal di Wyoming mengeluarkan surat perintah penangkapan Brian Laundrie. Dia didakwa atas tuduhan penggunaan kartu debit yang tidak sah karena telah melakukan penarikan tidak sah senilai lebih dari $1.000 selama Petito menghilang. Namun hingga hari ini status Laundrie masih buron dan kepergian Gabby Petito untuk selamanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan orang terdekatnya.

4 memorabilia bintang dunia yang unik dan cerita dibaliknya

4 memorabilia bintang dunia yang unik dan cerita dibaliknya

SAHMITRA – Memorabilia diartikan sebagai benda yang disimpan karena memiliki nilai sentimental atau karena dikaitkan dengan beberapa peristiwa atau orang penting. Bagi seorang kolektor atau pengemar, memorabilia memungkinan mereka untuk lebih dekat dan pribadi dengan kenangan akan peristiwa tertentu atau siapapun sosok yang dikagumi.

Berikut adalah daftar memorabilia dari tokoh dan pesohor terkenal dan cerita dibalik benda-benda tersebut.

  1. Gigi John Lennon

Suatu hari di tahun 1960an, John Lennon yang baru saja pulang dari dokter gigi memberikan gigi tanggalnya kepada Dot Jarlette, asisten rumah tangganya. Lennon mengatakan pada Jarlette untuk membuang gigi itu atau memberikannya pada puterinya dirumah sebagai kenang-kenangan. Gigi itulah yang lalu bertahun tahun kemudian dibeli oleh seorang dokter gigi asal Kanada bernama Michael Zuk. Selain berprofesi sebagai dokter gigi, Zuk juga adalah seorang penulis sebuah buku yang membahas tentang gigi para selebriti terkenal. Zuk membeli gigi tanggal Lennon itu disebuah lelang di Stockport seharga Rp. 382juta dan memajang gigi tersebut di ruang praktiknya.

 

 

  1. Sampel darah mantan Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan

Sebuah botol kaca yang digunakan untuk menyimpan sampel darah mantan Presiden Ronald Reagan setelah upaya pembunuhan pada tahun 1981 tampil sebagai salah satu benda yang akan dilelang di rumah lelang PFC Auctions Inggris. Namun upaya pelelangan itu gagal setelah mendapat kritik dari Yayasan Kepresidenan Ronald Reagan.

Melalui situs web PFCauctions.com, rumah lelang tersebut mengumumkan bahwa mereka telah menghubungi Yayasan Kepresidenan Ronald Reagan mengenai pelelangan botol darah laboratorium Ronald Reagan. Mereka menjelaskan bahwa pemilik awal membeli barang tersebut di lelang umum di Amerika Serikat pada Februari 2012 seharga Rp. 51juta. Sementara penawaran di situs web Lelang PFC telah mencapai Rp. 428juta. Pihak rumah lelang menyatakan bahwa telah bernegosiasi dengan pemilik awal agar barang tersebut ditarik dari lelang dan disumbangkan ke Ronald Reagan Presidential Foundation. Namun keputusan dan kesepakatan antara ketiga pihak tersebut tidak dijelaskan secara gamblang kemudian.

 

 

  1. Rambut terbakar milik Michael Jackson

12 helai rambut yang diselamatkan dari kepala mendiang Michael Jackson yang terbakar ditengah-tengah proses pembuatan iklan Pepsi yang ikonik di tahun 1984 itu dilelang pada 17 Oktober 2009 dan diperkirakan terjual hingga Rp. 23juta oleh pembeli yang hingga saat ini tidak diketahui identitasnya.

Orang yang menyelamatkan rambut terbakar itu ternyata adalah sang produser eksekutif dari iklan Pepsi yang terkenal itu, Ralph Cohen. Ketika rambut penyanyi yang dijuluki King of Pop atau Raja music pop itu terbakar setelah kembang api meletus di belakangnya, Cohen membantu memadamkan api dengan mantelnya. Ada kabar yang beredar, akibat dari kecelakaan tersebut Jackson menderita luka bakar tingkat tiga sehingga dirinya harus diberi resep obat pereda nyeri yang akhirnya membuatnya kecanduan terhadap obat tersebut.

 

 

  1. Cek terakhir yang ditandatangani oleh Marilyn Monroe

Pada tahun 2012 selembar kertas cek dari buku cek pribadi dengan tandatangan Marilyn Monroe dilelang dengan banderol harga Rp. 143juta.

Cek yang diberikan kepada Marilyn untuk perusahaan Pilgrim’s Furniture yang beralamat di Wilshire Boulevard di Los Angeles ini bertanggal 4 Agustus 1962. Jadi tampaknya Pilgrim melakukan pengiriman ke rumah Monroe dan aktris legendaris tersebut membayar “Chest Roman white” di tempat dengan cek dari buku cek pribadinya. Menariknya, pada faktur itu, petugas pengiriman ketika itu terbukti menulis “Rec’d Check #281 dalam jumlah $228,80 / Pembayaran penuh / Earl Shero. Yang diyakini adalah cek terakhir yang pernah ditandatangani Marilyn sebelum dia meninggal malam itu, 4 Agustus 1962.

Dr. S. David Bernstein, seorang Psikolog Forensik terlatih dari Harvard dan pendiri Konsultan Forensik, LLC – yang tidak menerima kompensasi untuk memberikan analisisnya – mengatakan bahwa cek itu tampaknya menunjukkan kemungkinan bunuh diri yang rendah.

“Beberapa orang, ketika mereka sangat tertekan, memiliki kecenderungan untuk menghabiskan uang terus menerus untuk membuat diri mereka merasa lebih baik.

“Namun, hanya satu barang? — terutama sesuatu yang bernilai rendah seperti ini —ini lebih konsisten dengan kerangka pikir seseorang yang tidak ingin bunuh diri.”

Kisah pria yang selamat setelah tertelan ikan paus bungkuk selama 40 detik

Kisah pria yang selamat setelah tertelan ikan paus bungkuk selama 40 detik

SAHMITRA – Namanya Michael Packard, pria 56 tahun yang tinggal di Massachusettes, Amerika Serikat dan berprofesi sebagai petani lobster ini dapat dikatakan sebagai salah satu orang paling beruntung. 10 tahun lalu, diperjalananya menuju ke Costa Rica, Packard adalah salah satu dari 5 penumpang pesawat kecil yang jatuh di hutan. Kecelakaan itu memakan korban sang pilot, co-pilot dan satu orang penumpang. Packard mengalami beberapa luka serius di perut dan tubuh bagian atasnya. Dia dan 4 penumpang lainnya mengabiskan dua malam didalam hutan tersebut sebelum akhirnya ditemukan dan diselamatkan oleh tim penyelamat yang mengatakan bahwa apabila terlambat satu malam saja, Packard dan korban lainnya tidak akan selamat.

Menjalani profesi sebagai petani lobster membutuhkan nyali besar dan ketangguhan karena mereka harus menantang perairan dingin, terutama di Provicetown dan arus yang begitu kuat tempat munculnya lobster-lobster tersebut. Kapanpun saja terdapat kemungkinan terjadinya bahaya dan tidak jarang arus yang kuat itu bisa menggulung petani lobster yang sedang menyelam dan berakibat fatal. Dan Packard pernah mengalami hal tersebut, terseret arus laut dan mengapung ditengah lautan selama berjam-jam sebelum akhirnya diketemukan. Dia juga pernah menemukan mayat sesama petani lobster.

Entah pengalaman-pengalaman lolos dalam bahaya tersebut dapat membuktikan bahwa Packard adalah orang yang sangat beruntung atau tidak. Namun kisahnya yang satu ini mungkin bisa menjadi alasan kuat untuk membenarkan.

Di bulan Juli 2021 lalu, seperti hari-hari sebelumnya, pagi-pagi betul Packard dengan kapalnya yang dinamai “Ja’n J” dan seorang awak kapal, Josiah Mayo, sudah berlayar di suhu air 60 derajat dan jarak pandang sekitar 20 kaki untuk menangkap buruannya. Pada penyelamanya yang kedua kali yakni sebelum jam 8 pagi, tiba-tiba saja dari arah belakangnya sesuatu menghantam tubuhnya dan sesaat kemudian semuanya menjadi gelap total.

“Tiba-tiba saja, saya merasakan dorongan yang sangat kuat dan kemudian semuanya menjadi hitam.”

“Saya bisa rasakan bahwa saya bergerak dan paus itu menekan saya dengan otot-otot yang ada dimulutnya.” Ingat Packard setelah keluar dari rumah sakit Cape Cod.

Alwanya Packard pikir dia berada dalam ikan hiu putih besar, namun dia tidak merasakan adanya gigi-gigi yang tajam dan dia tidak mengalami luka yang kentara pada tubuhnya. Dengan cepat dia sadar bahwa dia telah ditelan oleh ikan paus.

“Saya benar-benar sudah berada didalam; semuanya gelap dan aku begumam dalam hati, ‘tidak mungkin ada jalan keluar. Habislah aku. Mati aku.’ Dan aku mulai membayangkan kedua puteraku – mereka baru berumur 12 dan 15 tahun.”

Didalam mulut paus itu, Packard masih berkostum selam lengkap, dia berjuang dan sang paus mulai menggerakkan kepalanya sehingga Packard menduga paus itu tidak menyukainya. Dia memperkirakan dia berada di dalam paus selama 30 hingga 40 detik sebelum paus itu akhirnya muncul ke permukaan.

“Lalu aku melihat ada cahaya, dan paus itu mulai menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Dan kemudian aku sudah berada diluar (di air).” Lanjut Packard mengisahkan.

Dari permukaan, dari atas kapal, Josiah Mayo  menyaksikan ada sebuah semburan air yang sangat kuat dan besar, yang semula dia pikir adalah hiu putih besar namun ternyata adalah paus yang beberapa saat lalu menegak rekannya dalam satu tegukan. Mayo menambahkan, kemudian paus itu memuntahkan Packard kembali ke laut. Mayo pun segera menjemput rekannya itu, menelepon pantai melalui panggilan radio dan melesat kembali ke dermaga. Ambulan lalu segera membawa Packard ke rumah sakit Cape Cod.

“Berdasarkan apa yang dijelaskan, ini pasti kesalahan di pihak sang paus bungkuk,” kata Jooke Robbins, direktur Studi Paus Bungkuk di Pusat Studi Pesisir di Provincetown.

Robbins menjelaskan paus bungkuk bukanlah hewan yang agresif, terutama terhadap manusia.

Mayo mendeskripsikan sang paus berukuran sedang dan Robbins menduga itu adalah paus bungkuk remaja. Ketika seekor paus bungkuk membuka mulutnya untuk makan, ia mengepul seperti parasut, menghalangi pandangan di depannya, itulah sebabnya apapun mungkin terjerat dalam alat tangkap di mulut dan rahang mereka, kata Robbins.

Robbins juga menjelaskan bahwa insiden paus bungkuk melukai perenang atau penyelam, terutama menelan mereka, sangat jarang terjadi hingga tidak ada karena kerongkongan pada paus yang tidak bergigi terlalu kecil untuk benar-benar menelan manusia.

Seusai dibebaskan dari Rumah Sakit Cape Cod, Packard yang mengalami beberapa kerusakan jaringan lunak tetapi tidak ada tulang yang patah, mengatakan dia akan kembali menyelam segera setelah dia sembuh.

 

Dicap ibu terburuk karena minta jatah bulanan

Dicap ibu terburuk karena minta jatah bulanan

SAHMITRA – Di beberapa negara di Asia, anak yang telah melewati usia remaja namun masih tinggal dirumah orangtua adalah sesuatu yang sangat wajar dan lumrah. Contohnya di budaya ketimuran orang Indonesia. Orangtua akan membiarkan atau lebih memilih  anak-anaknya yang belum menikah, terutama anak perempuan, untuk tinggal bersama dirumah sampai akhirnya mereka memiliki keluarga sendiri. Dan bahkan tidak sedikit juga yang meskipun sudah dewasa dan sudah berkeluarga sekalipun masih tetap tinggal atau menumpang di rumah orangtua mereka. Tentunya dengan berbagai macam alasan seperti masalah ekonomi dan finansial, tradisi atau kondisi tertentu yang memaksa mereka tetap harus tinggal dan lain-lain.

Berbeda hal nya dengan di negara Eropa seperti Denmark, Belgia dan Italia, rata-rata usia orang keluar dari rumah orangtua mereka adalah di usia 19-26 tahun. Sebuah penelitian memprediksi apabila seseorang terlalu lama tinggal dirumah orangtua mereka, dampak negatif yang ditimbukan adalah orang tersebut cenderung ‘tertinggal’. Dengan kata lain mereka tidak melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, disaat bersamaan seperti orang lainnya. Orang tersebut telah ‘gagal’ dalam fase transisi memenuhi peran sebagai orang dewasa.  Dampak negatif lainnya adalah mereka menjadi ‘beban’ bagi orangtua.

Seorang ibu di Amerika Serikat menceritakan pengalamannya seusai berbincang dengan anak perempuan yang masih tinggal dirumah. Dia justru merasa tertekan karena putrinya menolak mentah-mentah permintaannya untuk berkontribusi dengan menyetor sejumlah uang yang dianggap layak setelah putrinya tersebut diterima bekerja.

Putrinya yang telah genap berusia 17 tahun ini mendapatkan upah US$ 17,176 atau Rp. 245juta per tahun dari pekerjaannya. Namun menolak dan bersikap seolah ia adalah seorang ibu yang jahat karena meminta kontribusi sebesar US$ 237 atau Rp. 3,4juta per bulan yang mencakup didalamnya adalah tempat tinggal, makanan, pakaian bersih, air panas, tumpangan mobil untuk pergi ke kantor dan kemanpun yang putrinya itu inginkan.

Ibu ini juga menceritakan lebih jauh, alih-alih turut menyumbang, putrinya itu malah memilih menghamburkan uang dengan memesan makanan online setiap hari daripada memasak sendiri dan menabung untuk memberi IPhone terbaru.

“Dengan sikapnya yang seperti sekarang, anak itu akan benar-benar menyulitkan dirinya sendiri di tahun-tahun mendatang. “ Salah satu yang mengomentari pengalaman ibu ini.

“Anak itu terdengar sangat manja dan dia jelas butuh pelajaran tentang kemandirian dan tanggung Jawab.” Komentar ibu yang lain.

Tapi tidak sedikit yang membela sang putri dengan berkomentar: “Bagaimana bisa seorang ibu meminta anak berusia 17 tahun membayar sewa untuk tinggal dirumahnya sendiri? Anda seharusnya tidak usah punya anak kalau tidak mampu membiayai.”

Singkatnya orang-orang yang telat hidup mandiri sering dicap sebagai orang-orang yang manja, pemalas dan serakah. Namun ibarat selalu ada dua sisi dalam satu koin uang, ada penelitian lain yang mengungkapkan bahwa orang-orang yang tinggal dengan orangtua lebih lama memiliki hubungan dan koneksi yang lebih erat sehingga menimbukan rasa tanggung jawab mutual lebih tinggi dan memberikan waktu bagi anak tersebut untuk ‘mengumpulkan modal’.