Peratuan baru soal toa masjid di Indonesia. Dukung atau tidak setuju?

Peratuan baru soal toa masjid di Indonesia. Dukung atau tidak setuju?

SAHMITRA – Pada 18 Februari 2022 lalu, Mentri Agama Yaqut Cholil Quomas menandatangani Surat Edaran (SE) Menag 05 Tahun 2022 terkait pedoman pemasangan dan penggunaan toa masjid, yang bunyinya:

  1. Pemasangan pengeras suara dipisahkan antara pengeras suara yang difungsikan ke luar dengan pengeras suara yang difungsikan ke dalam masjid/musala
  2. Untuk mendapatkan hasil suara yang optimal, hendaknya dilakukan pengaturan akustik yang baik;
  3. Volume pengeras suara diatur sesuai dengan kebutuhan, dan paling besar 100 dB (seratus desibel);
  4. Dalam hal penggunaan pengeras suara dengan pemutaran rekaman, hendaknya memperhatikan kualitas rekaman, waktu, dan bacaan akhir ayat, selawat/tarhim.

SE ini diterbikan dengan maksud dan tujuan untuk meningkatkan ketentraman, ketentraman dan keharmonisan antar warga. Tentu saja penerbitan SE ini dengan cepat menjadi topik hangat untuk dijadikan bahan pembicaraan di segala lapisan masyarakat dan menimbulkan pro dan kontra.

Orang-orang yang mendukung atau pro atas diterbitkannya SE ini menyambut baik dan melihat hal ini sebagai suatu bentuk toleransi antar umat beragama. Sementara yang kurang mendukung atau kontra beranggapan bahwa SE ini terlalu mencapuri urusan keagamaan secara teknis yang sebenarnya bisa diatur oleh masyarakat sendiri lewat musyawarah dan tradisi.

Merupakan bagian dari syiar agama, penggunaan pengeras suara masjid memang dibutuhkan khususnya untuk umat muslim yang merupakan mayoritas di negara ini. Namun disisi lain, masyarakat Indonesia memiliki keberagaman agama dan latar belakang. Dan ternyata tidak sedikit pula umat muslim yang juga mengeluhkan penggunaan toa masjid yang terlalu berlebihan.

Seperti misalnya pada tahun 2013, kakek berusia 75 tahun bernama Sayed Hasan warga Banda Aceh yang sempat melayangkan gugatan yang kemudian dicabut mengenai keluhan dan ketidaknyamanan yang ia rasakan terhadap 10 buah pelantang suara masjid disekitar rumahnya. Kakek Sayed Hasan mencabut gugatannya dan memilih jalur damai. Dan ada juga seorang Muslimah berusia 31 tahun yang tinggal di pinggiran Jakarta yang menderita insomnia atau gangguan tidur dan kecemasan karena kerap terbangun dari tidur secara tiba-tiba karena suara pengeras suara yang begitu kencang yang berasal dari masjid didekat rumahnya setiap pukul 03:00 WIB. Meski seorang muslim, dirinya tidak berani menyampaikan keluhannya tersebut pada pihak manapun dengan alasan mengingat banyak sekali kasus yang sama berujung permasalahan yang lebih besar, belum lagi perundungan dan ancaman bui yang bisa mengintai si pelapor.

Mungkin hal-hal ini juga yang menjadi salah satu pertimbangan SE tersebut dibuat. Selain itu tidak hanya di Indonesia saja yang sudah mengatur soal penggunaan toa masjid ini. Negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Mesir, Malaysia, Arab Saudi ternyata sudah lebih dulu mengeluarkan peraturan tentang penggunaan toa masjid ini.  Kebanyakan alasan yang menyebabkan peraturan tersebut dibuat adalah karena maraknya keluhan warga akan bisingnya volume pengeras suara yang digunakan masjid yang justru malah menganggu kekushyukan warga ketika beribadah. Selain itu suara yang perasal dari pengeras suara tersebut kerap menganggu warga lansia, balita dan pasien rumah sakit.

Hewan-hewan aneh dan tidak umum yang pernah ditemukan. Bikin bulu kuduk merinding!

Hewan-hewan aneh dan tidak umum yang pernah ditemukan. Bikin bulu kuduk merinding!

SAHMITRA – Menurut Sensus Kehidupan Laut atau Census of Marine Life yang dilansir dari Alarabiya News, di alam bebas terdapat sekitar 8,7 juta spesies – dengan 6,5 juta spesies di darat dan 2,2 juta di lautan. Namun banyak ilmuwan mengatakan bahwa angka sebenarnya bisa lebih.

Selain dari jumlah yang mengejutkan tersebut, beberapa dari spesies yang ditemukan, tidak sedikit yang tampilan dan bentuknya lebih aneh daripada hewan darat dan kerajaan bawah laut lainnya. Entah itu penampilan mereka yang terlihat lucu atau janggal, bertingkah aneh, beradaptasi dengan tidak biasa atau tidak pada tempatnya.

Berikut ini adalah beberapa hewan-hewan aneh tersebut.

  1. Ikan kembar siam

Seorang petugas pembersih pantai Itarare di Sao Paulo, Brazil bernama Claudinei Antonio, yang telah membersihkan pantai selama 25 tahun, belum lama ini menemukan sebuah penemuan yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Yakni ikan mutan berkepala dua yang sangat langka berbentuk hati.

Ahli biologi kelautan Eric Comin mengungkapkan: “Sama halnya dengan manusia, kembar bisa lahir siam, dan ini juga bisa terjadi pada ikan. Sudah ada catatan tentang ini di Akuarium Espirito Santo. Sangat jarang, tetapi mereka bertahan hidup.”

Comin menambahkan, “Itu sama pada manusia, tidak ada duplikasi organ. Jadi, ada satu organ untuk keduanya, mereka hidup bersama dan belum ada teknologi saat ini untuk memisahkan mereka.”

  1. Tikus Mondok hidung bintang

Spesies yang hampir buta yang ditemukan di Amerika ini adalah pemakan tercepat di dunia, mereka dapat menemukan dan melahap serangga atau cacing dalam seperempat detik. “hidung” bintang mereka mengandung 100.000 serabut saraf yang memberikan mereka kemampuan untuk beroperasi dengan sangat efisien karena merupakan organ sentuhan paling sensitif pada mamalia mana pun. Mereka juga satu-satunya mamalia yang diketahui mampu mencium bau di bawah air.

  1. Belut satu jari

Lebih dikenal sebagai Amphiuma atau sejenis belut berjari satu. Tetapi, menurut Divisi Sumber Daya Satwa Liar dari Departemen Sumber Daya Alam Georgia, Amerika Serikat, spesies ini adalah jenis salamander memanjang yang sangat langka dengan dua pasang anggota badan kecil yang tampaknya tidak berguna dengan satu jari di masing-masingnya.Mereka tidak memiliki insang eksternal, dan meskipun memiliki celah insang, mereka bernafas dengan mengangkat hidungnya secara berkala dari lumpur atau air.

  1. Lalat kalajengking

Spesies ini bukanlah seekor kalajengking melainkan serumpun lalat. Hanya saja mereka memiliki ekor yang terlihat seperti penyengat kalajengking, namun mereka tidak menyengat dan juga bukan ekor. Ini sebenarnya adalah bagian dari alat kelamin yang digunakan dalam perkawinan. Perkawinan bisa berbahaya bagi pejantan karena betina diketahui bisa membunuh pasangan mereka. Kepalanya terdapat paruh panjang yang digunakan untuk memberi makan.

  1. Tardigrade

Tardigrades adalah makhluk mikroskopis berkaki delapan dengan faring seperti pengisap di wajah mereka, dapat hidup lebih lama dari manusia hingga 10 miliar tahun karena dapat bertahan hidup dalam kondisi ekstrem seperti dehidrasi, pembekuan, autoklaf, paparan ruang hampa, dan penyinaran oleh menggunakan kriptobiosis untuk mematikan metabolisme mereka. Mereka hidup di air dan di lumut.

  1. Geoduck

Adalah kerang intertidal terbesar di dunia yang hidup di pantai yang dingin dan lumpur. Pada geoduck dewasa, katup cangkangnya tetap terbuka karena badan dan sifonnya terlalu besar untuk ditarik kembali. Fitur ini yang lalu mengilhami orang Cina untuk menyebut mereka sebagai kerang belalai gajah. Mereka dapat meregangkan lehernya hingga 24 inci dari tubuhnya. Geoducks dianggap sebagai salah satu makanan laut terlezat di kalangan kuliner.

  1. Blobfish

Hewan laut yang memiliki nama ilmiah Psychrolutes marcidus  ini tinggal di kedalaman antara 600–1,200 m (2,000–3,900 ft) di mana tekanan beberapa lusin kali lebih tinggi daripada permukaan laut. Memiliki julukan hewan paling jelek karena bentuknya yang tampak seperti bengkak, lebar dan malas. Sebenarnya bentuknya tidak seperti itu jika di kedalaman laut. Tubuh ikan ini sangat licin dengan tulang lunak dan sangat sedikit otot. Bila terjaring dan diangkat ke permukaan, dekompresi dapat membuat ikan ini melebar dan kulitnya melentur. Di darat atau saat diangkat ke kapal, jaringan gelatin ikan ini tak mampu menopang tubuh sehingga menjadi seperti tidak berbentuk lagi.

Turis asal Rusia terancam jadi gembel karena tidak bisa tarik uang

Turis asal Rusia terancam jadi gembel karena tidak bisa tarik uang

SAHMITRA – Pulau Dewata, Bali adalah destinasi liburan paling populer bagi turis internasional, termasuk Rusia. Menurut data dari biro statistik, ada sekitar 1.150 orang Rusia yang masuk ke Indonesia pada Januari 2022. Seminggu belakangan, para turis asal Rusia ini mengalami masalah akibat imbas dari invasi militer ke negara Ukrania yang dimulai oleh presiden mereka, Vladimir Putin.

Pada dini hari Kamis, 24 Februari 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan “operasi militer khusus” terhadap Ukraina. Sedikitnya 136 warga sipil tewas, termasuk 13 anak-anak, dan 400 lainnya terluka menurut badan PBB pada Selasa, 1 Maret. Seluruh dunia bereaksi dan menentang keras keputusan yang diyakini sebagai serangan terbesar di negara Eropa sejak Perang Dunia II ini.

Sanksi melumpuhkan yang dijatuhkan oleh AS, UE, dan negara lainnya terhadap Rusia tampaknya berdampak tidak hanya pada warga yang tengah berada di negara itu, tetapi juga pada warganya yang saat ini tengah berada di luar negeri.

Melansir dari reuters.com, seorang turis asal Rusia, Konstantin Ivanov mencoba menarik uang dari rekeningnya di salah satu mesin ATM di Bali, transaksi tersebut gagal karena diblokir. Hal yang sama juga dialami oeh turis-turis Rusia lainnya yang tidak dapat melakukan pembayaran di hotel, restoran dan lain-lain dengan menggunakan kartu mereka hingga mereka terpaksa membayar dengan uang tunai. Masalahnya menurut mereka, mereka tidak akan mungkin bertahan dengan uang tunai yang tersisa yang mereka miliki saat ini.

Dan ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Setidaknya ada lebih dari 7.000 orang Rusia yang saat ini terdampar di destinasi  pantai populer di Thailand karena pembatalan penerbangan, mata uang yang terjun bebas dan masalah pemblokiran pembayaran.

Di Kerala dan Goa, India yang merupakan tujuan paling dicari turis Rusia, banyak turis yang dilaporkan kehabisan uang karena mereka tidak dapat mengakses rekening bank mereka.

Dibalik kematian tragis aktris papan atas Thailand, Tangmo Nida yang menghebohkan

Dibalik kematian tragis aktris papan atas Thailand, Tangmo Nida yang menghebohkan

SAHMITRA – Jasad aktris Thailand, Nida Patcharaveerapong yang tak bernyawa, yang lebih dikenal dengan nama panggilan Tangmo, ditemukan oleh tim penyelamat di Sungai Chao Phraya Bangkok pada Sabtu, 26 Februari setelah pencarian selama 38 jam.

Menurut Thai PBS World, polisi provinsi mengkonfirmasi pada konferensi pers Selasa, 1 Maret bahwa Tangmo, 37, meninggal karena tenggelam. Otopsi yang dilakukan di Institut Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Polri menyatakan bahwa pada paru-paru Tangmo terdapat pasir yang menandakan bahwa ia masih bernafas saat terjatuh ke sungai.

Nida dilaporkan naik speedboat dalam perjalanan dari Jembatan Krung Thon ke Jembatan Rama VII di Nonthaburi bersama lima rekannya – manajernya, pemilik speedboat, dan tiga temannya yang kemudian menjadi saksi dalam kasus kematian Nida ini. Mereka memberikan pernyataan ke kantor polisi Muang Nonthaburi pada hari Jumat, 25 Februari.

Para saksi melaporkan bahwa sekitar pukul 10 malam, Nida yang tidak mengenakan jaket pelampung diduga duduk di belakang perahu untuk buang air kecil karena toilet perahu rusak. Dia kemudian dikatakan jatuh ke sungai. Menurut pernyataan saksi yang sekaligus juga adalah manajernya, begitu Nida jatuh, dia meminta bantuan dari penyelamat yang tiba di tempat kejadian pada tengah malam. Pencarian terbukti sulit karena arus sungai yang kuat dan kurangnya pencahayan.

Dari hasil otopsi juga dilaporkan bahwa Nida mengalami “luka parah” di kaki kirinya, yang mungkin berasal dari sayatan baling-baling kapal sebelum dia jatuh atau setelah kematiannya. Belum bisa dipastikan apakah dia benar-benar jatuh atau ‘didorong’ dari speedboat. Jasad Nida ditemukan sekitar satu kilometer dari tempat ia diduga jatuh.

Ibu Nida, Panida Sirayutthayothin, mengatakan bahwa dia telah mencoba menghubungi putrinya sejak Jumat malam, dan mencurigai bahwa ada ada yang tidak beres dalam kematian puterinya tersebut. Katanya, tidak mungkin aktris sekelas Nida bertindak tidak pantas seperti buang air kecil dibelakang perahu dan Nida adalah seorang perenang ulung.

Spekulasi atas kematian tragis yang dialami oleh Nida ini telah beredar di media sosial, bersamaan dengan beberapa foto-foto jasadnya setelah ditemukan oleh tim penyelamat. Banyak orang, terutama penggemar Nida mengecam pihak yang telah menyebar-luaskan foto-foto tersebut yang dianggap sebagai sebuah tindakan yang sangat menyinggung dan tidak pantas untuk dilakukan oleh siapa pun.

 

Aktris yang lahir di Bangkok pada 13 September 1984 ini dilahirkan dengan nama asli Nida Patcharaveerapong. Pataratida Patcharawirapong, Tangmo Pataritda dan Melon juga adalah nama-nama yang pernah digunakan oleh aktris ini. Nida tercatat sebagai seorang pelajar di Pensmith School dan kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi di Ramkhamhaeng University. Dia juga merupakan lulusan dari School of Social Innovation di Rangsit University dan lulus dengan gelar Bachelor Degree di jurusan Social Leadership. Selain itu juga Nida pernah menjalani pelatihan asisten kebidanan sebelum akhirnya terjun ke dunia hiburan Thailand.

Dilansir dari Wikipedia, Nida terlahir di keluarga yang mapan. Kedua orangtuanya memutuskan untuk berceraia ketika dirinya baru berusia tiga tahun. Nida kemudian tinggal bersama dan dibesarkan oleh ayahnya, Sophon Patcharawirapong. Nida sering membagikan kedekatan hubungan dengan ayahnya di akun media sosial pribadinya.

Nida memulai karir di dunia hiburan sejak duduk di sekolah menengah atas, setelah agen pencari bakat menemukannya ketika dirinya tengah berada di pusat perbelanjaan. Dia menerima tawaran sebagai model iklan tersebut dan bergabung dengan sebuah agency bernama Channel 7 selama 11 tahun sejak 1998.

Sebelum terjun ke dunia akting, Nida pernah merilis sebuah single musik dan menjadi penyanyi pada tahun 2002. Dia pernah mengeluarkan sebuah klip video musik berjudul In One. Pada tahun 2003 adalah debut pertama Nida membintangi sebuah drama berjudul Benja Keta Kwarm Ruk. Tahun 2014, Nida memutuskan kontrak Kerjasama dengan agensinya dan menjadi artis mandiri. Semenjak itu karir Nida semakin melesat. Selama 24 tahun Nida aktif di dunia hiburan Thailand dengan catatan membintangi 38 judul drama dan film layar lebar yang membuat namanya populer tidak hanya di negaranya saja namun juga di seputaran Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ghost of Mae Nak (2006), Love The Thirteen (2018) dan The Last Heroes (2018) adalah beberapa dari film layar lebar yang dibintangi oleh artis ini.

Membahas kehidupan pribadinya, Nida tercatat telah menikah dengan aktor Thailand, Tono Pakin Kumwilaisuk pada tahun 2013, namun dua tahun kemudian bercerai. Nida diketahui memiliki seorang puteri dari hasil adopsi dan sering memposting kebersamaannya dengan putri tercintanya di akun media sosial pribadinya. Sebelum kematiannya, Nida dirumorkan tengah berkencan dengan Ken Kasper.