Kesal kerap diteriaki istri, pria ini cekik, mutilasi dan buang mayat istrinya ke laut

Kesal kerap diteriaki istri, pria ini cekik, mutilasi dan buang mayat istrinya ke laut

SAHMITRA – Robert Bierenbaum adalah seorang ahli bedah plastik yang tinggal di kota New York  bersama istrinya, Gail Katz-Bierenbaum. Selain adalah seorang dokter “jenius”, Robert merupakan pilot berlisensi dan dapat berbicara 5 bahasa. Juga dikenal sebagai pemain ski yang terampil dan seorang koki rumahan. Keduanya pertama kali bertemu ketika Gail sedang berkuliah. Dari luar, banyak orang, termasuk orang tua Gail, mengira mereka adalah pasangan dengan kehidupan yang sempurna.

Pada awalnya Robert tampak seperti pasangan yang sempurna tetapi lama kelamaan topeng itu mulai terlepas dan jati diri Robert yang sebenarnya pun akhirnya terkuak. Robert adalah seorang yang penuh dengan kekerasan. Dia pernah mencekik Gail karena ketahuan merokok hingga pingsan sebagai sebuah hukuman.

Alayne Katz, adik kandung Gail pernah ditelepon dan diceritakan oleh Gail bahwa Robert berniat untuk menyingkirkan kucing peliharaan Gail dengan alasan Robert merasa cemburu terhadap kucing tersebut. Robert mencoba untuk menenggelamkan kucing peliharaan Gail di toilet.

Gail kemudian mengajak Robert untuk menemui seorang terapis sebagai bentuk usaha untuk membuat hubungan mereka lebih sehat dan harmonis. Namun terapis tersebut malah memberikan Gail sebuah surat peringatan untuk Gail agar berhati-hati atau meninggalkan Robert. Terapis tersebut menyebut Robert sebagai seorang psikopat berbahaya dan dia khawatir akan keselamatan dan nyawa Gail. Sejak itu barulah Gail menyadari bahwa dia harus segera meninggalkan Robert.

Pada 7 Juli 1985 Gail Katz-Bierenbaum menghilang. Tubuhnya tidak pernah ditemukan. Meski Robert menjadi tersangka dalam kasus tersebut, tetapi polisi tidak memiliki cukup bukti untuk mengajukan tuntutan terhadapnya.

Akhirnya, Robert pindah dari New York ke Las Vegas pada tahun 1990 untuk menghindari kontroversi sebagai satu-satunya tersangka dalam hilangnya Gail. Di Vegas, dia bertemu dengan seorang chiropractor bernama Dr. Stephanie Youngblood dan keduanya mulai berkencan. Anehnya, hubungan itu berkembang seperti yang terjadi pada Gail. Stephanie juga mengajak Robert untuk menemui terapis dan lagi-lagi terapis ini secara pribadi menyuruh Stephanie untuk meninggalkan hubungan demi keselamatannya. Stephanie berhasil mengakhiri hubungan tersebut dalam keadaan hidup.

Pada tahun 1996 Robert menikah dengan Dr. Janet Challot, seorang ginekolog yang ditemuinya di Vegas. Pasangan itu memiliki seorang bayi perempuan dan pindah ke Minot, North Dakota.

Pada tahun 1998 salah satu detektif yang menangani kasus hilangnya Gail sedang bersiap-siap untuk pensiun. Sebelum pensiun, dia ingin mengunjungi kembali dan mudah-mudahan menutup semua kasus yang masih menjadi beban pikirannya. Dia memutuskan untuk mewawancarai kembali semua orang yang dia ajak bicara tentang Gail dan melihat apakah dia bisa mempelajari sesuatu yang bisa membantunya menyelesaikan kasus ini. Dia terbang ke North Dakota dan Vegas untuk berbicara dengan Robert lagi serta mantannya, Dr. Stephanie Youngblood.

Akhirnya pada bulan November tahun 2000, lima belas tahun setelah Gail menghilang, Robert dinyatakan bersalah oleh dewan juri atas dakwaan pembunuhan tingkat dua dan dijatuhi hukuman dua puluh tahun seumur hidup. Izin praktik kedokterannya di New York dicabut. Lisensi medis New Jersey-nya dicabut pada 2002. Dan meskipun telah di dakwa dan dijatuhi hukuman, Robert bersikeras menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah dan dia bukan pembunuh Gail.

Hingga akhirnya pada Desember 2020, dua puluh tahun kemudian, Robert akhirnya mengakui bahwa dirinya lah yang telah membunuh Gail. Robert mengaku telah mendorong Gail yang sudah tidak bernyawa keluar dari pesawat yang kemudian terjatuh ke dalam lautan.

Robert menyatakan lebih rinci bagaimana dia telah membunuh Gail. Yakni pada bulan Juli 1985, dia membunuh Gail dengan cara dicekik di apartmen mereka di Manhattan. Kemudian dia menyewa sebuah pesawat dan menerbangkan pesawat tersebut selama dua jam dari Essex County, New Jersey ke lautan atlantik. Dimana kemudia dia membuka pintu pesawat untuk membuang jasad Gail yang sudah terpotong-potong.

Robert mengklaim alasan dia membunuh istrinya adalah karena Gail tidak berhenti berteriak padanya. Namun menurut adik Gail, Alayne Katz, alasan sebenarnya adalah karena Gail telah meminta cerai. Robert juga mengakui bahwa tindakannya adalah kekanak-kanakan dan karena dirinya tidak mengerti bagaimana menghadapi kemarahannya.

WNI yang terjerat hukum gara-gara “jualan” di OnlyFans

WNI yang terjerat hukum gara-gara “jualan” di OnlyFans

SAHMITRA – OnlyFans merupakan platform media sosial berbasis langganan. Pengguna dapat menjual dan membeli konten asli yang kebanyakan dalam kategori konten vulgar. Untuk dapat akses ke konten tersebut, seseorang harus membayar biaya berlangganan bulanan yang berkisar antara US$4,99 dan US$49,99 atau sekitar Rp73 ribu dan Rp730 ribu.

The Connell Twins adalah saudara kembar identik yakni Carly Connell dan Christy Connell yang berasal dari Indonesia, namun tinggal di Australia. Orang tua kandung kembar Connell keduanya adalah orang asli Indonesia yang kemudian bercerai dan ibu mereka menikah kembali dengan seorang WNA asal Australia, yang lalu memboyong mereka semua dan menetap di Australia hingga kini.

Pada tahun 2020 lalu kembar Connell sempat menuai kritikan karena bergabung di OnlyFans. Carly dan Christy dinilai netizen Indonesia telah mejual diri di situs tersebut atas persetujuan sang ibunda. Dalam video bertajuk QnA (Question and Answer) yang mereka unggah di kanal YouTube, mereka membocorkan penghasilan yang mereka dapatkan dari menjual konten-konten dewasa di OnlyFans bisa mencapai Rp. 300juta dalam 2 minggu. Mereka juga membeberkan penghasilan terbesar yang mereka dapatkan adalah sebesar Rp. 2miliar. Besar dan kecil pendapatan yang mereka terima tergantung pada seberapa rajin mereka mengunggah video dan gambar-gambar syur mereka di platform tersebut.

Mereka mengaku bahwa terpaksa bergabung di OnlyFans karena tuntutan ekonomi dan untuk mendukung gaya hidup. Semenjak COVID-19 melanda dan perceraian ibu dengan ayah tiri mereka, keluarga mereka sempat mengalami keterpurukan. Tapi OnlyFans ternyata tidak hanya menolong mereka keluar dari kesulitan ekonomi namun juga memberikan mereka kemampuan untuk hidup mewah dan nyaman di Australia. Mereka mengaku mampu membeli rumah dan mobil mewah dari uang yang mereka hasilkan dari OnlyFans.

Berbeda di Australia, kembar Connell bisa dengan leluasa menjual konten mereka dan mendulang kekayaan dari OnlyFans. Di tanah air, tercatat sudah ada beberapa oknum yang malah harus berurusan dengan pihak kepolisian karena kedapatan menjual konten asusila di OnlyFans.

Siskaeee atau Fransiska yang menetap di Yogyakarta diamankan oleh pihak kepolisian pada 4 Desember 2021 setelah video pamer payudara dan kemaluan di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) miliknya viral di media sosial. Siskaeee mengaku menjual video pornografi ke OnlyFans demi mendapatkan uang. Selama periode 2 Maret hingga 6 Desember 2021, Siskaeee disebut telah mendapatkan penghasilan hingga miliaran rupiah dari unggahan video vulgarnya di OnlyFans.

Sedangkan Dea, wanita berusia 23 tahun ditangkap pada Kamis, 24 Maret 2022 di kediamannya di Malang. Dea ditangkap karena menjual foto-foto seksi di situs OnlyFans. Sebelum ditangkap Dea sempat viral setelah tampil di podcast milik Deddy Corbuzier. Dea dikabarkan mendapat pemasukan sebesar Rp15 juta hingga Rp20 juta dari unggahan video porno dengan kekasihnya ke situs OnlyFans. Setelah melalui pemeriksaan, Dea tidak ditahan dan diberi ganjaran wajib lapor oleh kepolisian karena statusnya yang masih mahasiswa.

Baik Siskaeee dan Dea OnlyFans dianggap telah melanggar hukum dan aturan UU pornografi di Indonesia yang bunyinya:

  1. Dilarang memproduksi dan menyebarluaskan konten pornografi

Berikut bunyi aturan itu dalam Pasal 4 ayat (1),

“Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat antara lain: persenggamaan (termasuk yang menyimpang), kekerasan seksual, masturbasi (onani), ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan, alat kelamin, atau pornografi anak.”

  1. Dilarang menyediakan jasa pornografi

Aturan itu masuk dalam Pasal 4 ayat (2), berikut bunyinya:

 “Setiap orang dilarang menyediakan jasa pornografi yang antara lain menyajikan secara eksplisit poin-poin di atas termasuk menawarkan atau mengiklankan, baik langsung maupun tidak langsung layanan seksual.”

  1. Dilarang mengunduh konten pornografi

Dalam Pasal 5 tertera:

 “Setiap orang dilarang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud di Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 6 mengatakan setiap orang dilarang sebagaimana dimaksud Pasal 4 ayat (1) kecuali yang diberi kewenangan oleh peraturan perundang-undangan.”

Kasus penelantaran anjing di Bali. Tiga ekor selamat yang lainnya tinggal tulang belulang

Kasus penelantaran anjing di Bali. Tiga ekor selamat yang lainnya tinggal tulang belulang

SAHMITRA – Kasus ini bermula dari laporan warga yang mengatakan bahwa ada empat ekor anjing yang tinggal di dalam rumah kosong dan kumuh di Banjar Dukuh, Tabanan, Bali. Pelapor menceritakan bahwa anjing-anjing tersebut semuanya dalam keadaan kurus kering. Ada seorang perempuan yang biasanya datang pada malam hari, namun selama beberapa bulan belakangan ini perempuan tersebut tidak lagi muncul. Bau kurang sedap yang menyengat pun mulai tercium dari rumah tersebut.

Atas dasar pelaporan warga tersebut, Yayasan Bali Animal Wellfare Association (BAWA) yang merupakan organisasi non-profit khususnya unuk penyelamatan dan perlindungan terhadap hewan-hewan di Bali ini pun akhirnya segera berindak. Tim dari Yayasan Bawa bersama polisi dan bendesa, sebutan soriang pemimpin sebuah desa di Bali yang mengurusi bagian adat, pergi ke lokasi rumah tersebut untuk melakukan investigasi. Atas izin kepolisian dan Bendesa, mereka masuk ke dalam properti tersebut. Ternyata hasil temuannya jauh lebih mengerikan dan menakutkan dari yang dilaporkan oleh warga.

Isi rumah kosong tersebut penuh dengan barang-barang yang sudah ridak terpakai, kendang-kandang anjing kosong dan lantainya penuh dengan sisa-sisa kotoran, bahkan ada kursi roda untuk anjing. Belum diketahui secara pasti apakah rumah tersebut adalah tempat penampungan atau tempat peternak anjing. Dan ternyata setelah ditelusuri lebih lanjut, ditemukan tiga jasad anjing yang sudah tinggal tulang belulang yang masih terkurung di dalam kendang. Sepertinya hewan-hewan malang tersebut mati kelaparan. Empat tulang belulang anjing lainnya ditemukan di dalam ruangan tertutup, yang diduga adalah kamar mandi. Dan ternyata lebih banyak lagi tulang-belulang anjing ditemukan setelah tim memeriksa lebih lanjut. Hanya ada tiga ekor anjing yang ditemukan hidup namun dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.

Tidak butuh waktu lama setelah laporan warga yang prihatin dan hasil temuan tim Yayasan Bawa, polisi dan Bendesa, kasus ini pun langsung viral dan gempar di media sosial. Banyak warga Bali sendiri yang mulai mengusut lebih jauh perihal kasus kekerasan terhadap anjing-anjing malang tersebut. Alhasil, sebuah nama pun terungkap. Ayu Ning Tyas Mastura, warga asli Palu yang diduga sebagai pelaku penelantaran yang mengakibatkan meninggalnya anjing-anjing di dalam sebuah rumah di Kawasan Tabanan.

Menurut Informasi, Ayu Ning Tyas Mastura adalah seseorang yang berkediaman di Bali yang diberikan kepercayaan oleh pemilik anjing-anjing tersebut yang merupakan warga asing untuk dititipkan dan dipelihara selama pemiliknya kembali ke negara masing-masing dengan imbalan sejumlah uang yang ditransfer setiap bulannya. Dugaan sementara adalah Ayu telah mangkir dari tanggung jawabnya dan keberadaannya hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun ada kabar yang mengatakan bahwa Ayu masih berada di Bali. Bahkan beberapa pihak ada yang mengadakan sayembara berhadiah uang bagi siapa saya yang bisa menemukan Ayu. Sementara beberapa pihak yang lain mendorong Ayu untuk segera menyerahkan diri untuk menjelaskan duduk perkara sebenarnya hingga ia tega menelantarkan anjing-anjing yang seharusnya ia jaga dan urus dengan baik.

Umat Muslim di Ukraina kesulitan menjalani ibadah puasa di tengah-tengah gempuran Rusia

Umat Muslim di Ukraina kesulitan menjalani ibadah puasa di tengah-tengah gempuran Rusia

SAHMITRA – Meski mayoritas warganya memeluk agama Kristen Ortodoks, namun ada sekitar satu persen dari populasi Ukraina yang beragama Islam. Sebelum perang, Ukraina adalah rumah bagi lebih dari 20.000 warga negara Turki yang dikenal dengan kaum minoritas muslim Tatar Krimea. Kaum minoritas ini sudah lama tidak dapat menikmati keamanan dan kenyamanan dan meski sudah tidak asing dengan penindasan dan pelecehan, namun Ramadan kali ini terasa kian berat bagi mereka.

Lima minggu setelah Rusia menginvasi Ukraina, lebih dari 10 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Menurut PBB ada sekitar empat juta orang yang melarikan diri ke luar negeri. Melansir Aljazeera.com, melalui panggilan telefon dengan seorang kaum Tatar Krimea yang juga menjabat sebagai ketua Liga Muslim Ukraina, Niyara Mamutova.

“Banyak umat Muslim Ukraina mengungsi ke luar negeri dan mereka yang masih di Ukraina membutuhkan dukungan.”

Pada hari pertama bulan puasa, Mamutova menyiapkan Iftar dengan sekelompok keluarga pengungsi yang tinggal bersamanya di Islamic Central di Chernivtsi.

Bulan Ramadhan tahun ini sulit dan emosional bagi muslim yang masih berada di Ukraina karena bom berjatuhan di negara itu dan jam malam yang diberlakukan, membatasi pergerakan mereka ketika banyak keluarga hendak berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Banyak juga umat Muslim yang jauh dari rumah, komunitas dan teman-teman,  namun mereka bertekad untuk memanfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya.

“Kita harus siap melakukan yang terbaik untuk mendapatkan pengampunan Allah, berdoa untuk keluarga kita, jiwa kita, negara kita, Ukraina,” kata Mamutova lagi.

Mamutova juga menceritakan bahwa mereka harus mengatur ulang kebiasaan-kebiasaan beribadah dan berpuasa mereka, misalnya beribadah secara online dan memberi makan para tunawisma.

Sumber lainnya yang dihubungi oleh Aljazeera.com adalah Isa Calebi, seorang Turkish pedagang tirai yang tinggal di Ukraina sejak 2010 mengatakan bahwa banyak orang yang terpaksa harus meninggalkan rumah mereka. Bahkan banyak yang tinggal di dalam mobil mereka. Calebi mengatakan bahwa rumahnya selalu terbuka bagi siapapun yang membutuhkan dan ia akan berbagi makanan yang ia miliki untuk mereka. Meskipun dampak perang yang berlangsung membuat kenaikan harga bahan pokok.

Pada awal perang, Calebi telah membantu mengevakuasi 400 orang-orang Turki, umat muslim dan orang Ukraina dari kota tempatnya tinggal, Vinnitsya, bagian barat Ukraina keluar dari negara itu. Sekarang ia membantu 1,000 yatim piatu yang tinggal di dekat Chernivtsi’s Holy Ascension Monastery Banchenskyy. Tidak lupa Calebi juga mengajak orang-orang di dunia untuk membantu meringankan beban dan penderitaan warga Ukraina dibawah gencatan invasi Rusia.

“Anak-anak ini penuh dengan air mata. Saya ingin memberi mereka semua zakat kita tahun ini. Saya menyerukan kepada yang lain, tolong bantu tempat ini di mana anak-anak menangis, ”

“Orang Ukraina adalah orang baik. Kita harus membantu mengangkat beban mereka – saya meminta semua orang untuk mendukung Ukraina.”