Kutukan lotere: Bukan untung malah buntung

Kutukan lotere: Bukan untung malah buntung

SAHMITRA – Adele Martin, seorang perencana keuangan bersertifikat asal Australia mengatakan bahwa kebanyakan pemenang lotre akan benar-benar bangkrut dalam beberapa tahun kedepan. Hal ini diamini pula oleh New York Daily News yang menyebutkan 70% pemenang lotre akan kehabisan uang kemenangan mereka dalam kurun waktu 7 tahun.

Ms. Martin menambahkan apabila Anda tidak pandai dalam mengelola keuangan ketika anda memiliki Rp. 100juta, Anda tidak akan serta merta dan secara ajaib menjadi lebih baik dalam mengelolanya ketika Anda memiliki Rp. 120juta. Sama prinsip, beda angka saja. Prinsipnya adalah tergantung dari cara Anda mengelola uang yang Anda miliki.

Jadi jika suatu hari nanti Anda memenangkan lotre, ingat nasihat dari Ms. Martin ini.  Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah tetap tenang dan hindari membuat keputusan ketika Anda sangat emosional. Karena ketika Anda sangat emosional, Anda tidak membuat keputusan dengan jelas. Emosional disini bisa berarti ketika Anda terlalu bahagia atau terlalu sedih.

Yang sering terjadi pada para pemenang undian, yang sering disebut sebagai kutukan lotre, menerima uang yang banyak secara mendadak dapat membuat orang kalap, terutama orang yang kurang bijak. Mereka menghabiskan uang tersebut melalui cara-cara yang salah, seperti berfoya-foya, salah berinvestasi, penyalahgunaan obat terlarang dan alkohol. Belum lagi dampak ketika seseorang memenangkan banyak uang, seperti pepatah dimana ada gula disana pasti ada semut, anggota keluarga, teman mulai bermunculan dan meminta uang atau pertolongan.

Berikut ini adalah beberapa dari sekian banyak pemenang undian yang berakhir tragis karena kutukan lotre.

  1. Abraham Shakespare

Pada 2009, Abraham Shakespare yang berusia 47 tahun memenangkan lotre sebesar US$ 30juta. Tidak lama setelah kemenangannya, tepatnya bulan April 2009, Abraham dilaporkan hilang oleh pihak kepolisian Florida. Hingga bulan Januari 2010, jasad Abraham ditemukan terkubur dibawah lempengan semen di halaman belakang rumahnya.

Wanita asal Tampa, DeeDee Moore kemudian dinyatakan bersalah atas pembunuhan Abraham. DeeDee menembak Abraham sebanyak dua kali di dada dengan pistol kaliber .38. Wanita itu lalu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Jaksa berpendapat bahwa DeeDee berteman dengan Shakespeare sebelum Abraham menghilang. Abraham memberikan sebagian besar uangnya kepada orang-orang yang memintanya, termasuk kepada DeeDee, tetapi DeeDee menginginkan lebih dari yang diberikan Abraham. Karena itu dia membunuh dan mencuri sisa uang Abraham.

  1. Thomas dan Denise Rossi

Pasutri yang tinggal di California yang telah menikah selama 25 tahun ini sudah lama berbagi dalam segala hal, bahkan sikat gigi elektrik mereka. Tetapi ketika Denise Rossi memenangkan US$ 1,3 juta pada tahun 1996, dia memutuskan untuk merahasiakan kemenangan itu dan segera mengajukan gugatan cerai. Menurut pengakuan Denise, dia sudah tidak bahagia dengan pernikahannya dengan Thomas selama bertahun-tahun.

Tetapi hakim pengadilan keluarga memutuskan bahwa tindakan Denise yang merahasiakan hadiah lotre telah melanggar undang-undang pengungkapan aset yang berlaku dalam kasus perceraian. Jadi, hakim memberikan seluruh $ 1,3 juta yang dimenangkan Denise kepada Thomas.

  1. Jay Sommers

Jay Sommers baru berusia 20 tahun pada tahun 1988 ketika ia menjadi salah satu dari lima pemenang yang berbagi lotre senilai $28,9 juta di Michigan. Dari kemenangan itu, Sommers menghabiskan $290.000 untuk membeli lima mobil mewah.

Tapi dengan cepat Sommers merasa dipusingkan dengan masalah perpajaknya. Kemudian dia meminta seorang teman yang paham bisnis untuk membantunya mengelola uangnya. Namun yang terjadi adalah “Teman” itu diduga mengosongkan rekening bank Sommers untuk berinvestasi dalam usaha bisnis mencurigakan yang tidak berjalan dengan baik.

Sommers akhirnya terlilit hutang dan kini dia bekerja mengantar pizza untuk memenuhi kebutuhan.

  1. Urooj Khan

Khan, seorang imigran berusia 46 tahun dari India yang memiliki tiga bisnis dry-cleaning di Chicago, memenangkan $ 1 juta dalam permainan Lotre Illinois awal tahun 2012. Dia mengatakan pada saat itu dia berencana menggunakan uang itu untuk melunasi hutangnya, tagihan-tagihan, hipotek, dan memberikan kontribusi ke Pusat Penelitian Anak St. Jude.

Namun, itu tidak pernah terjadi, karena Khan meninggal satu hari setelah negara bagian Illinois mengirim cek sebesar $424.449. Kata seorang kerabat, Urooj muntah darah pada hari yang sama.

Pemeriksa medis pertama menyatakan Uroj meninggal secara alami. Namun enam bulan kemudian, pihak berwenang mengatakan mereka telah melakukan tes lebih lanjut, atas permintaan kerabat yang tidak mereka sebutkan namanya dan memutuskan kematian Urooj adalah karena keracunan sianida. Tapi sayangnya hingga kini belum terbukti pelakunya.

  1. David Edwards

Mantan narapidana David Edwards berusia 46 tahun, menganggur dan tinggal bersama orang tuanya pada tahun 2001 ketika dia membeli salah satu dari empat tiket pemenang dalam jackpot Powerball senilai $280 juta.

Dia mengambil uang itu secara sekaligus sebesar $27 juta setelah pajak. Edwards membeli mobil, 200 pedang koleksi, rumah di Florida dan California, dan banyak lagi. Dia telah menghabiskan $ 12 juta selama tahun pertama saja.

Tak hanya itu, Edwards dan istrinya menjadi pengguna narkoba berat. Dia mengalami sakit parah karena kecanduannya sehingga dia dipindahkan ke perawatan rumah sakit di Kentucky, dan dia meninggal tanpa uang sepeser pun.

Issie Sagawa, kanibal dari jepang yang pernah jadi selebriti karena kejahatannya

Issie Sagawa, kanibal dari jepang yang pernah jadi selebriti karena kejahatannya

SAHMITRA – Issie Sagawa adalah pria Jepang yang lahir pada hari 26 April 1949 dengan kondisi kesehatan yang berbeda dari kebanyakan bayi di seluruh dunia, Sagawa terlahir lemah dan rapuh, kecil dan memiliki kaki yang mungil. Meski demikian dia bisa dianggap beruntung karena terlahir dari kedua orang tua yang kaya raya, sehingga dia tidak pernah harus menghadapi kesulitan keuangan. Tapi karena kondisi kesehatannya yang rapuh, Issei kecil menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di dalam rumah karena dia merasa orang lain menganggapnya ‘berbeda’ dan hal itu dianggapnya sangat memalukan.

Karena tidak pernah keluar rumah dan berurusan dengan dunia luar, Issie terjebak dengan buku-bukunya, dia menyukai dan banyak sekali membaca buku-buku. Anehnya, buku-buku yang memiliki cerita ‘berdarah’ adalah jenis buku yang dia gemari. Jika Anda pernah membaca atau mendengar kisah Hansel and Gretel yang mengisahkan sepasang kakak-beradik di masa kelaparan di Eropa, Anda pasti tahu bahwa buku tersebut menggambarkan kanibalisme. Issie sangat tertarik pada cerita yang menunjukkan tindakan pembunuhan. Hansel dan Gretel adalah novel favoritnya.

Tidak mengherankan ketika Issei tumbuh menjadi pria dewasa, Issie tidak pernah tertarik dengan ciuman dan pelukan, dia menganggap menggigit daging orang yang dicintainya adalah cara sempurna untuk menunjukkan kasih sayang. Ketika dia pindah ke luar negeri untuk belajar, di dalam kelas pikirannya melayang-layang dan bertanya-tanya seberapa enak paha teman-teman perempuan sekelasnya. Dia memiliki ketertarikan sendiri terhadap wanita kulit putih yang cantik tetapi hanya untuk merasakan daging mereka.

Korban pertama Issie adalah seorang wanita Jerman yang sedang tidur nyenyak di kamarnya. Dia masuk dan berniat untuk mengiris pantatnya tetapi wanita itu memergokinya. Dia kemudian ditangkap oleh polisi karena percobaan pemerkosaan tetapi kasus itu dibatalkan karena rumor mengatakan ayahnya membayar sejumlah besar uang kepada korban.

Kejadian itu rupanya tidak memadamkan dorongan dalam diri Issie, malahan rasa laparnya akan daging manusia semakin kuat setiap hari. Dia lau pindah ke Paris untuk belajar sastra dan mulai sering membawa pulang pelacur ke rumahnya setiap malam. Namun percobaannya selalu gagal karena kurang keberanian. Dan itu hanya membuat rasa laparnya akan daging manusia terus membendung.

Hingga akhirnya dia bertemu dengan Renee Hartevelt, seorang wanita Belanda berusia 25 tahun pada saat kematiannya yang akan membawa ketenaran ke dalam hidup Issie sebagai seorang kanibal. Issie mengundang Renee ke apartemennya dengan alasan membantunya dengan tugas kuliahnnya. Ketika perhatian Renee teralihkan, dia menembakkan pistolnya dan peluru menembus leher Renne hingga wanita cantik dan ramah itu tewas seketika. Issie sempat pingsan, dia tidak percaya dia telah membunuh seseorang.

Tak butuh waktu lama, sifat monster dalam diri Issie pun muncul. Ketika Renne sudah tidak berdaya, dia berpikir itu adalah waktu yang sempurna untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada Renee dengan menyetubuhi mayatnya dan kemudian memotong tubuhnya menjadi beberapa bagian. Dia bahkan mengambil gambar di setiap tahap kejahatannya, dia makan dengan puas. Ketika sisa-sisa mayat itu mulai berbau busuk, dia memutuskan untuk membuangnya ke danau.

Dan itu adalah sebuah keputusan yang buruk, polisi segera menangkapnya ketika mereka melihat dua koper berlumuran darah ditemukan bersamanya. Dia ditahan di penjara selama dua tahun. Ayahnya yang kaya membayar pengacara andal yang berhasil membuat Issie dinyatakan tidak layak secara mental untuk diadili. Karena alasan ini, dia dikurung di fasilitas kesehatan mental.

Seorang penulis Jepang mengunjungi fasilitas tersebut untuk mewawancara Issie, si kanibal. Hasil wawancara dan tulisan penulis Jepang itu memberikan ketenaran yang mudah untuk Issie. Dia kemudian dibebaskan oleh otoritas Prancis karena tuduhan itu dibatalkan dan lalu mendeportasinya kembali ke Jepang. Issie Sagawa dinyatakan stabil secara mental.

Layaknya seorang selebritas, issie banyak diundang untuk berbicara dan menulis tentang kejahatannya yang keji, dia bangga dengan apa yang dia lakukan, bahkan mencari nafkah dari kekejiannya, dan memastikan dia mampu menginspirasi orang lain.

Dia mengklaim bahwa membunuh Renee dan memakan dagingnya adalah hal yang wajar. Dan dalam sebuah wawancara, Issie secara blak-blakan mengatakan bahwa terutama pada musim panas, ketika para wanita mulai mengenakan pakaian yang menunjukkan banyak kulit yang terbuka, membuat rasa laparnya akan daging manusia menjadi intens. Dia secara spesifik ingin makan daging wanita Jepang karenanya.

Setelah ketenarannya yang tiba-tiba, Issie segera pula disingkirkan dan diasingkan, tidak ada organisasi atau penulis yang mau bekerja dengannya lagi. Ketika dia berusia awal 70-an, dia dilaporkan tinggal di daeraah di luar Tokyo. Dia menderita penyakit jantung yang mematikan dan terbatas pada jarak yang bisa ditempuh kursi rodanya. Tidak ada yang mau menikah dengannya dan dia bertahan hidup dengan bantuan saudaranya.

Trapp Family, keluarga paling tinggi di dunia. Yang terpendek 191 cm.

Trapp Family, keluarga paling tinggi di dunia. Yang terpendek 191 cm.

SAHMITRA – Keluarga Trapp yang menetap di Esko, Minnesota, Amerika Serikat adalah sebuah keluarga yang terdiri dari lima anggota keluarga yakni Scott, Krissy, Savanna, Molly, dan Adam. Yang membuat keluarga ini istimewa adalah karena pada 6 Desember 2020, Guinsess World Records mengkonfirmasi keluarga ini sebagai keluarga tertinggi di dunia dengan tinggi rata-rata 203,29 cm.

Tinggi badan anggota keluarga Trapp adalah:

  • Kristine Trapp, ibu: 191,2 cm
  • Scott Trapp, ayah: 202,7 cm
  • Savanna Trapp, putri: 203,6cm
  • Molly Steede, putri: 197.26cm
  • Adam Trapp, putra: 221.71cm

Tinggi gabungan keluarga itu sama dengan panjang setengah lapangan tenis.

Pada bulan Desember 2020 lalu, Adam, putra bungsu keluarga Trapp mendorong Savanna, putri tertua untuk menghubungi Guinness World Records. Keluarga Trapp lalu mengunjungi Dr. Anna Sudoh, seorang dokter ortopedi di Essentia Health, untuk melakukan pengukuran tinggi badan.

Setiap anggota keluarga harus diukur tiga kali sepanjang hari, dalam posisi berdiri dan berbaring. Setelah memenuhi semua kriteria, Guinness World Records lalu memberi gelar keluarga paling tinggi kepada keluarga Trapps dan mereka sangat senang mengetahui berita tersebut.

Scott dan Kristine mengatakan bahwa tinggi badan menurun dalam keluarga mereka, tetapi anak-anak mereka jauh lebih tinggi daripada anggota keluarga besar lainnya. Namun, keluarga besar menghargai tinggi badan keluarga Trapps. Karena mereka pikir itu berguna untuk proyek rumah tangga. Mereka tidak pernah membutuhkan tangga.

Dan tidak mengherankan, anak-anak keluarga Trapp menjadi idaman dan incaran pelatih olahraga seperti bola basket atau bola voli. Pelatih bola voli Molly misalnya yang kerap kali mengatakan bahwa tinggi badan tidak dapat dilatih. Hanya ada dua hal; kau tinggi atau tidak tinggi.

Savanna direkrut oleh UCLA untuk bermain basket Divisi I, Molly bermain voli di perguruan tinggi, dan Adam adalah pemain basket bintang di sekolah menengah. Namun tidak sekedar mengandalkan keuntungan memiliki tinggi badan diatas rata-rata, mereka juga memiliki etos kerja keras yang mendorong mereka untuk menjadi sukses di bidang masing-masing.

Setiap anggota keluarga Trapp mengalami situasi unik karena tinggi badan mereka. Namun yang paling umum dan sering dialami oleh mereka adalah tidak sengaja membenturkan kepala mereka di pintu, kipas langit-langit, dan lampu. Dan juga mereka sepakat mereka kerap kesulitan untuk menemukan pakaian, terutama celana dan sepatu yang pas.

Menjadi lebih tinggi dari hampir semua orang yang mereka temui, membuat keluarga itu menarik perhatian ke mana pun mereka pergi. Keluarga Trapp sudah terbiasa dengan komentar dan tatapan yang sering mereka dapatkan di tempat umum. Mereka belajar untuk menerima karunia genetika mereka dengan bijak dan menggunakan tinggi badan mereka sebagai cara untuk terlibat dalam percakapan dan membagikan pengetahuan dengan orang lain.

Seperti Savanna yang berharap bahwa dengan gelar Guinness World Records yang keluarganya terima dapat memberikan pesan kepada banyak orang, terutama orang-orang yang memiliki keunikan atau merasa berbeda, bahwa ada sukacita dan kebebasan dalam menerima siapa Anda sebenarnya dan manfaatkan apa yang Anda punya. Bahwa setiap orang adalah unik, tidak ada orang lain seperti Anda dan itu luar biasa.

Menyiksa, memotong gaji dan merusak handphone ART, perempuan di Singapura masuk penjara

Menyiksa, memotong gaji dan merusak handphone ART, perempuan di Singapura masuk penjara

SAHMITRA – Perempuan asal Singapura, Zhao Lin, 35 tahun , dijatuhi hukuman penjara dua tahun dan denda $5.000 karena terbukti melakukan penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga yang bekerja di rumahnya. Selama setahun lebih, Zhao Lin memperlakukan ART asal Myanmar, Ma Ei, 29 tahun dengan tidak manusiawi. Zhao Lin kerap menampar dan menendang Ma Ei setiap dia tidak senang dengan pekerjaan Ma Ei.

Selain penganiayaan fisik, Zhao Lin juga memotong gaji Ma Ei dari $500 menjadi $200 per bulan untuk kesalahan yang dibuat oleh pembantunya itu. Ma Ei datang ke Singapura dari Myanmar pada awal 2016 dan mulai bekerja untuk Zhao, yang merupakan majikan pertamanya.

Bangun pukul 6.30 pagi dan tidur tengah malam, tanggung jawab Ma Ei adalah melakukan pekerjaan rumah tangga dan merawat putra Zhao. Beberapa tindakan kekerasan sering terjadi di depan putra Zhao, yang baru berusia empat tahun.

Penyiksaan dimulai pada pertengahan tahun 2017, Zhao sesekali memukul tubuh Ma Ei ketika dia tidak senang dengan pekerjaan atau sikap korban. Pada awal 25 Agustus 2018, Zhao memberi tahu Ma Ei bahwa mainan putranya tidak disimpan dengan benar dan lalu menampar pipi Ma Ei sebanyak 10 kali dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga ART itu terhuyung kebelakang. Zhao bahkan mengancam korban dengan mengatakan dia akan terus memperlakukannya seperti itu sampai ART itu benar-benar takut.

Suatu hari Ma Ei lagi-lagi diteriaki dan ditampar berulang kali oleh Zhao Lin saat Ma Ei sedang membersihkan ruang tamu. Zhao berkata: “Jika kamu melakukan hal yang salah, aku akan langsung menamparmu dua kali!”. Dan ketika Ma Ei menjawab, Zhao Lin merasa tidak senang dan langsung memukul wajah, tubuh dan menendang kaki Ma Ei. Putra Zhao, yang menyaksikan kejadia itu, bertanya kepada ibunya: “Mengapa kamu memukul dia?” Yang dijawab Zhao dengan: “Dia melakukan kesalahan, dia memukul ibu.

Tidak bisa lagi berdiam diri karena kerap menerima siksaan dari majikannya, Ma Ei mengumpulkan keberanian untuk menelepon polisi. Sialnya, Zhao memergokinya dan alhasil dia harus menerima lagi pukulan dari majikannya tersebut.

Ketika polisi tiba beberapa saat kemudian, mereka meminta untuk melihat rekaman televisi sirkuit tertutup di rumah tetapi Zhao menolak. Suaminya, yang tiba di tempat kejadian kemudian, membantu polisi dengan permintaan mereka. Ma Ei dikirim ke rumah sakit, ditemukan memar di dahi dan beberapa lecet di sekujur tubuhnya.

Di pengadilan, Zhao Lin yang bekerja sebagai perawat, mengaku bersalah atas empat tuduhan secara sukarela menyebabkan luka dan kerusakan. Zhao juga mengaku di pengadilan, pada pertengahan 2018 dia telah melempar ponsel Ma Ei ke lantai dan merusak perangkat tersebut. Untuk tindakan ini, dia bisa dipenjara hingga satu tahun dan didenda.