4 kasus kriminalitas yang melibatkan buah durian

4 kasus kriminalitas yang melibatkan buah durian

SAHMITRA – Durian dikenal sebagai buah yang memiliki bau tidak enak yang menyengat. Bagi yang membenci buah ini bau yang keluar dari buah tersebut bisa memancing rasa eneg dan ingin muntah. Tapi bagi orang yang menggemarinya, baunya adalah salah satu poin yang membuat mengapa buah ini disukai. Tapi yang jarang diketahui orang adalah bahwa ternyata buah durian sekalipun memiliki manfaat yang baik untuk tubuh seperti mengurangi resiko penyakit kanker, mencegah penyakit jantung, melawan infeksi, dan menurunkan kadar gula dalam darah. Asalkan dikonsumsi secukupnya dan tidak berlebihan.

Dan yang mungkin juga tidak diketahui banyak orang adalah bahwa ternyata ada banyak sekali kejadian atau peristiwa kriminalitas yang ada kaitannya dengan buah durian. Dan berikut dibawah ini ada beberapa kisahnya.

  1. Perempuan di Thailand dipukul wajahnya pakai kulit durian oleh penagih hutang

Pada 17 Juli 2022, Duangduen, seorang perempuan warga provinsi Lamphun, Thailand melapor ke pihak kepolisian atas kejadian naas yang dialaminya. Dia menceritakan bahwa seseorang telah menampar wajahnya dengan kulit durian. Dan dia juga mengatakan bahwa pelakunya adalah penagih hutang. Setelah melukai wajahnya dengan kulit durian tersebut hingga berdarah, pelaku melarikan diri.

Dia mengaku telah meminjam uang dari renternir sebesar 20.000 baht (sekitar Rp. 8juta) tahun lalu untuk membuka toko dengan temannya. Tapi karena pandemi COVID-19 melanda, pendapatan toko mereka kena dampaknya sehingga membuatnya kesulitan untuk membayar tunggakan hutangnya yang ditambah bunga kini jadi mencapai sebesar 700.000 bath (sekitar 280juta). Para rentenir dilaporkan menjual tunggakan tersebut kepada penagih utang yang kemudian mengancamnya dan temannya dan menggerebek rumah mereka. Penagih utang lalu memperdayai para wanita tersebut dengan memberi tahu mereka bahwa meminjam lebih banyak uang akan membantu melunasi bunga utang mereka. Alih-alih dia dan temannya malah diwajibkan menyetor pembayaran Rp. 8juta per hari. Dia dan temannya pun lalu melarikan diri karena takut menghadapi konsekuensinya.

2. Kakek di Malaysia dipenjara 14 tahun penjara karena membunuh penjual durian

Pada tahun 2016, seorang kakek pembuat mie berusia 65 tahun di Penang, Malaysia dijatuhi hukuman penjara 14 tahun karena telah membunuh seorang penjual durian. Pelaku, Ooi Chang Ang menyerang korban yakni seorang penjual durian, Ong Ting San berusia 61 tahun dengan pisau hingga meninggal dunia. Pembunuhan itu terjadi lantaran korban menolak untuk mengganti buah yang buruk yang telah pelaku beli seharga RM34 (sekitar Rp. 113ribu).

3. Remaja 19 tahun selundupkan narkoba dalam biji durian

Bea Cukai Hong Kong menyita sekitar 13,7 kilogram dugaan ketamin dengan perkiraan nilai pasar sekitar $6,4 juta  di Cheung Sha Wan pada 30 September 2020. Petugas Bea Cukai mencegat seorang wanita dan  menemukan 20 dus durian bersamanya. Narkoba jenis  ketamin ditemukan di dalam biji durian. Wanita berusia 19 tahun itu kemudian ditangkap. Di bawah Undang-Undang Narkoba Berbahaya, perdagangan narkoba berbahaya adalah pelanggaran serius. Hukuman maksimum setelah terbukti bersalah adalah denda $ 5 juta dan penjara seumur hidup.

4. Pria di Filipina sembunyikan peledak di dalam kardus berisi durian

Sebuah alat peledak rakitan ditemukan tersembunyi di dalam kotak durian yang sedang dibongkar di luar sebuah hotel dan restoran pada hari Sabtu 5 Oktober 2013 di Cotabato Utara di Filipina. Tersangkanya adalah seorang pria 42 tahun bernama Abdulgani Malang Abas. Tersangka dicegat polisi setelah warga sipil melapor melihat kabel menonjol dari bawah dua buah durian.

Awalnya Abas pura-pura bingung dan kaget dengan pertanyaan polisi. Dia kemudian mengklaim bahwa kotak itu adalah milik seorang wanita yang telah menyewanya untuk mengantarnya ke Quezon Boulevard. Namun, setelah ditelusuri Abas, teridentifikasi sebagai anggota Pejuang Kemerdekaan Islam Bangsamoro. Abas pun segera diamankan.

Hilang nyawa akibat minum ‘cairan misterius’ dari botol Sprite

Hilang nyawa akibat minum ‘cairan misterius’ dari botol Sprite

SAHMITRA – Minuman ringan Sprite pertama kali dtemukan di Jerman Barat pada tahun 1959. Sprite merupakan bagian dari jajaran minuman ringan Fanta dan dulunya memiliki nama Clear Lemon Fanta. Tidak sampai dua tahun kemudian Sprite diperkenalkan ke pasar Amerika Serikat.

Saat ini, Sprite tersedia di lebih dari 190 negara di seluruh dunia dan hadir dalam tujuh belas versi berbeda. Rasa lemon-lime-nya telah dipasarkan sebagai pilihan minuman yang menyegarkan; namun, minum dari botol Sprite pernah merenggut nyawa seorang wanita.

Sarah Jane Moss, 23, warga Hyde, Inggris, suatu hari mengambil minuman dari botol Sprite yang disimpan di rak dapur di rumah pacarnya Daniel Fairbrother. Setelah meminumnya, wajah Sarah mulai membengkak, dan dia mulai memuntahkan zat hitam yang berbau busuk. Ibu pacarnya lalu membawanya ke rumah sakit. Awalnya Sarah mengaku pada ibu pacarnya dan pada petugas medis bahwa dia telah mengonsumsi cairan tangki ikan. Mereka kemudian menginstruksikan dia untuk pulang dan banyak minum air putih.

Namun dua hari kemudian, keadaan Sarah makin memburuk, dan dia dibawa kembali ke rumah sakit. Dia mengalami luka di sekitar mulutnya dan ruam merah; dia muntah darah dan kesulitan berbicara. Barulah Sarah mengaku pada ibu pacarnya bahwa dia mungkin telah minum obat penyubur tanaman ganja. Dia juga menyatakan bahwa pacarnya, Daniel memiliki kebun ganja dirumahnya.

Ketika dokter akhirnya diberi botol Sprite oleh ibu Daniel, tes mengungkapkan bahwa botol itu mengandung alkali tingkat tinggi yang berbahaya. Dokter mengatakan kasus ini berada diluar wewenang rumah sakit dan harus menelepon Layanan Informasi Racun Nasional untuk meminta nasihat.

Setelah enam hari di rumah sakit, Sarah memutuskan untuk keluar sendiri karena dia merasa tidak kerasaan di rumah sakit, tetapi empat hari kemudian dia kembali dirawat karena rasa sakit yang parah.

Lalu Sarah menjalani operasi di rumah sakit Tameside tetapi tiga hari kemudian ditemukan dia mengalami infeksi. Setelah operasi darurat, nyawa Sarah gagal diselamatkan dan dia dia pun akhirnya meninggal.

Ibu Sarah mengatakan bahwa putrinya memberi tahu dia bahwa dia telah mengkonsumsi pupuk penyubur tanaman ganja. Tetapi ibu Daniel, mengatakan kepada pemeriksaan bahwa keluarganya percaya bahwa botol itu berisi cairan tangki ikan.

Ahli patologi kantor pusat Dr Philip Plumb mengatakan pada pemeriksaan Sarah meninggal karena peritonitis esofagus dan penyempitan lambung yang disebabkan oleh konsumsi zat korosif.

Lebih nyaman hidup dalam kegelapan, wanita ini ‘membutai’ dirinya sendiri

Lebih nyaman hidup dalam kegelapan, wanita ini ‘membutai’ dirinya sendiri

SAHMITRA – Jewel Shuping, seorang wanita yang berasal dari North Carolina, Amerika Serikat adalah penderita Body Integrity Identity Disorder (BIID). Sejak kecil dia memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi buta. Dia sering berpura-pura tidak bisa melihat dan mengenakan kacamata hitam tebal.

Menurut BIID.org, Body Integrity Identity Disorder adalah ketika seseorang memiliki ide atau mempercayai bahwa mereka seharusnya terlihat tidak sesuai dengan bentuk fisiknya. Kondisi ini paling sering dimanifestasikan oleh keinginan untuk mengamputasi bagian tubuh tertentu. Biasanya, anggota tubuh yang tidak diinginkan tersebut sebenarnya dalam keadaan sehat dan tidak ada masalah sama sekali. Cara kerja otak penderita BIID ini adalah melihat anggota tubuh tertentu sebagai benda asing dan sebenarnya bukan bagian dari diri mereka, sehingga mereka memiliki keinginan untuk menghilangkannya.

Jewel Shuping terlahir dengan sangat sehat, namun sejak kanak-kanak dia selalu merasa bahwa dia seharusnya terlahir buta. Dia menceritakan bahwa ketika dia berusia 3 atau 4 tahun ibunya sering menemukannya sedang berjalan di lorong rumah dalam keadaan gelap gulita. Dan ketika dirinya berusia 6 tahun dia merasa nyaman ketika tidak bisa melihat.

Dan meskipun sebenarnya tidak memerlukannya, Jewel remaja mulai berjalan dengan bantuan tongkat  dan memakai kacamata hitam tebal layaknya seseorang yang benar-benar tidak bisa melihat. Dia bahkan bisa membaca Braille dengan lancar. Tahun demi tahun keinginan Jewel untuk menjadi buta semakin kuat hingga akhirnya pada usianya ke 21 tahun, Jewel memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri untuk membuat dirinya tidak bisa melihat atau buta secara permanen.

Bertekad untuk mewujudkan tujuannya, pada tahun 2006 Jewel menemukan seorang psikolog yang bersedia membantunya untuk menjadi buta dan melakukan tindakan yang sesuai. Mereka mulai dengan obat tetes mata mati rasa dan kemudian beberapa tetes pembersih saluran pembuangan di setiap mata, yang diakui olehnya bahwa prosedurnya sangat tidak menyenangkan. Kemudian mereka menunggu selama 30 menit sebelum akhirnya pergi ke rumah sakit dimana dokter berusaha untuk menyelamatkan indra penglihatannya. Tetapi kerusakan permanen sudah terjadi.

Penglihatannya berangsur-angsur memburuk ke titik di mana dia tidak bisa melihat apa-apa. Mata kirinya menderita ‘kerusakan kornea’, hingga membutuhkan operasi pengangkatan dan mata kanannya menderita glaukoma, katarak, dan jaringan parut.

Keputusan Jewel untuk membutakan dirinya sendiri membuat hubungannya dengan keluarganya menjadi renggang. Dia awalnya memberi tahu mereka bahwa dia kehilangan penglihatannya karena sebuah kecelakaan, tetapi setelah mengetahui yang sebenarnya, ibu dan saudara perempuannya memutuskan kontak dengannya.

Namun, Shuping mengatakan dia tidak pernah lebih bahagia dan tidak menyesali keputusannya. Tapi dia tidak pernah merekomendasikan metode drastisnya kepada orang lain. Dilaporkan bahwa Jewel mengejar gelar dalam bidang mengajar dengan harapan untuk suatu hari dapat membantu orang buta lainnya menjadi lebih mandiri.

Karyawan ini resign dan kabur setelah HRD salah mentransfer 286 kali lipat dari gaji yang seharusnya

Karyawan ini resign dan kabur setelah HRD salah mentransfer 286 kali lipat dari gaji yang seharusnya

SAHMITRA – Melansir Diario Financiero, situs berita keuangan Republik Chili, seorang karyawan yang bekerja di Consorcio Industrial de Alemintos (Cial), sebuah perusahaan yang merupakan salah satu produsen daging potong dingin terbesar di Chili, telah menerima transferan gaji atau upah sebanyak 286 kali lipat dari upah per bulan yang seharusnya.

Perusahan telah melakukan sebuah kesalahan dengan mengirimkan uang sebesar 165,398,851 Chili Peso atau sekitar Rp. 2,450,043,259 ke rekening karyawan tersebut. Dimana sebenarnya gaji per bulan karyawan tersebut adalah 500,000 Chili Peso atau Rp. 7,406,470.

Segera setelah HRD menemukan kesalahan tersebut, salah satu staf HRD langsung menghubungi karyawan yang bersangkutan untuk berdiskusi mengenai kesalahan transfer itu. Karyawan itu mengatakan akan pergi ke Bank keesokan paginya untuk mengembalikan kelebihannya. Namun yang terjadi adalah karyawan tersebut malah tidak masuk kerja di hari berikutnya.

Dan tidak hanya tidak pernah muncul lagi di tempat kerja, karyawan itu juga sudah tidak bisa lagi dihubungi.  Staf HRD sudah terus-menerus berusaha untuk menelepon, mengirim pesan dan menghubungi lewat WhatsApp karyawan tersebut namun sama sekali tidak ada tannggapan.

Kemudian pada 02 Juni, karyawan berjenis kelamin laki-laki itu mengajukan pengunduran diri lewat pengacara yang dia sewa. Sekarang, Cial telah melayangkan tindakan hukum terhadap, yang kini adalah mantan karyawan dan berusaha untuk mengambil kembali uang mereka.