26 Manula di Belgia Meninggal Setelah Dikunjungi Sinterklass

Sahmitra — Setidaknya 26 penghuni panti jompo Belgia telah meninggal sejak dikunjungi seorang sukarelawan berpakaian seperti Sinterklas yang dinyatakan positif COVID-19. Meski begitu, seorang pejabat kesehatan Belgia belum dapat memastikan apakah pengunjung yang membawa virus Corona ke panti jompo Hemelrijck di Mol pada 5 Desember lalu.

Tetapi 26 penghuni panti jompo telah meninggal sejak kunjungan itu, dan 85 lainnya dinyatakan positif virus Corona, bersama dengan 40 staf.

Wabah itu terdeteksi beberapa hari setelah kunjungan tersebut, dan ahli virus terkemuka Marc Van Ranst melaporkan di Twitter bahwa sebagian besar infeksi berasal dari sumber yang sama.

Sosok Sinterklaas berjanggut putih berjubah merah, sama dengan Santa Klaus dalam bahasa Inggris, membawakan hadiah untuk warga Belgia setiap tanggal 6 Desember.

Perayaan tahun ini, bagaimanapun, telah diselimuti oleh pandemi virus Corona, yang sangat memukul Belgia, terutama di rumah jompo.

“Tidak ada penyelidikan yang diluncurkan jika tidak ada keluhan resmi,” kata juru bicara kesehatan regional Joris Moonens, dan tidak ada petunjuk bahwa sukarelawan itu tahu dia terinfeksi seperti dikutip dari CBS News, pada Sabtu (2/1/2021).

Tetapi seorang manajer krisis telah ditunjuk untuk Hemelrijck – yang menampung 169 orang sebelum wabah COVID-19 – untuk membantu staf, penduduk dan kerabat dalam mengatasi periode yang sulit ini.

Belgia memiliki salah satu jumlah kematian akibat virus Corona per kapita tertinggi di dunia. Dari jumlah itu, lebih dari setengah dari yang meninggal – 11.066 orang – adalah penghuni panti jompo.