4 Geng kriminal yang beroperasi di Eropa

SAHMITRA – Mungkin beberapa dari kita dengan naifnya percaya bahwa kejahatan terorganisir hanyalah isapan jempol dari imajinasi Hollywood belaka. Tapi faktanya, ribuan kelompok penjahat profesional benar-benar ada di seluruh dunia, menghasilkan kekayaan yang melimpah dengan melakukan kejahatan. Kejahatan terorganisir serius ini biasanya berupa persekongkol untuk mencuri, perdagangan gelap, pemalsuan, penipuan, intimidasi, pemerasan, pencucian uang, korupsi, pinjaman ilegal, eksploitasi, penculikan dan bahkan pembunuhan.

Beberapa geng kriminal terorganisir paling terkenal dan legendaris di planet ini adalah; yakuza di Jepang, triad di Cina dan berbagai kartel narkoba di Amerika Latin. Negara Eropa juga memiliki permasalahan yang sama. Berikut adalah beberapa geng kriminal yang beroperasi di Eropa dan sekitarnya:

  1. Mafia Italia

Jika ada satu negara Eropa yang identik dengan kejahatan terorganisir, itu adalah Italia. Tiga jaringan ‘mafia’ utama yang beroperasi di negara ini adalah Cosa Nostra, Camorra, dan ‘Ndrangheta.

Cosa Nostra (bahasa Italia untuk ‘barang kita’), dari Sisilia, adalah mafia Italia paling terkenal. Karena dampaknya terhadap kejahatan terorganisir di Amerika Serikat, mereka mungkin merupakan sindikat kejahatan paling terkenal dalam sejarah. Mereka menghasilkan uang terutama dari jaminan perlindungan dan pemerasan.

Bisa dibilang tidak lebih terkenal tapi lebih sukses di Eropa sekarang, Camorra dan ‘Ndrangheta tidak hanya menguasai Italia selatan, tetapi juga beroperasi di seluruh dunia. Sementara Camorra cenderung fokus pada kota asal mereka Napoli dan wilayah Campania sekitarnya, mereka memiliki ‘cengkraman’ di seluruh wilayah Eropa. Organisasi, yang berasal dari abad ke-17, memiliki ciri khas mengirimkan jari di pai atau pizza di Spanyol, Belanda, Prancis, Inggris, Belgia, Yunani, Rumania, Swiss, dan Luksemburg. Sementara ‘Ndrangheta’ yang berbasis di pedesaan Calabria mengoperasikan prostitusi, narkoba, penipuan, senjata ilegal dan banyak lagi di hampir semua negara Eropa. Termasuk ke Amerika dan Australia.

  1. Mafia German

Klan Remmo

Issa Remmo, pimpinan klan Remmo

Berasal dari kelompok etnis Mhallami, asli Turki selatan dan Lebanon. Klan Remmo melarikan diri dari Lebanon yang dilanda perang dan datang ke Eropa pada 1980-an. Etnis Mhallami di identifikasikan sebagai Arab dan kadang-kadang dikaitkan dengan minoritas Kurdi.

Pertama kali menjadi perhatian polisi pada tahun 1992 atas kasus pembunuhan seorang pemilik restoran di Berlin. Sejak itu, sekitar 500 anggota keluarga yang diperkirakan telah mengubah klan Remmo  menjadi salah satu geng kriminal paling terkenal di Berlin, dengan catatan panjang atas tindak kekerasan, perdagangan narkoba, pencucian uang, dan penipuan.

Pencurian koin emas seratus kilo dari Museum Berlin Bode pada tahun 2017 dianggap sebagai kudeta paling spektakuler dari keluarga Remmo. Polisi yakin emas itu, senilai lebih dari €3 juta ($3,6 juta), dipotong-potong dan dilebur. Partikel emas, serta pecahan kaca dari museum, telah ditemukan di apartemen dan kendaraan serta pada pakaian anggota klan Remmo. Dua pemuda dari klan Remmo dan salah satu rekan mereka dijatuhi hukuman beberapa tahun penjara pada tahun 2020 sehubungan dengan pencurian.

Klan Abou-Chakers

Meskipun lebih kecil dari klan Remmo, keluarga Abou-Chaker dan kepalanya, ArafatAbou-Chaker, telah menarik perhatian media dan otoritas di Jerman untuk waktu yang lama. Selama bertahun-tahun, anggota keluarga Abou-Chaker telah didakwa atas beberapa kejahatan seperti intimidasi, perampokan dan kekerasan. Pengadilan Berlin juga berurusan dengan beberapa anggota Abou-Chaker atas dokumen palsu untuk menjual blok apartemen yang bukan milik mereka.

Keluarga Abou-Chaker berasal dari Palestina dan melarikan diri dari kamp pengungsi Lebanon ke Eropa ketika perang saudara berkecamuk di Lebanon. Sama seperti keluarga tersangka kriminal lainnya, Abou-Chaker diyakini memiliki beberapa kantor dan bagian real estate lainnya di Jerman.

  1. Mafia Hormon Belgia

Narkoba, prostitusi, penggunaan dan perdagangan senjata secara illegal,  buatlah daftar ratusan atau ribuan jenis kejahatan lainnya  yang biasa dilakukan oleh penjahat terorganisir, tapi kami yakin anda belum pernah menemukan mafia ‘hormon pertumbuhan untuk sapi’.

Di Belgia pada tahun 1990-an, bisnis ‘hormon pertumbuhan untuk sapi’ memang bisnis yang sangat besar. Ketika digunakan pada sapi potong, hormon pertumbuhan dapat menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam hasil daging bagi petani. Jadi, ketika sebuah keputusan yang melarang penggunaannya diberlakukan di wilayah Eropa dan sekitarnya, pasar gelap pun muncul hampir dalam semalam. Begitu menariknya kisah mafia hormone sapi ini hingga diangkat menjadi sebuah film nominasi Oscar berjudul Bullhead yang rilis tahun 2011.

  1. ‘Penose’  Belanda

Belanda adalah pengekspor ekstasi terbesar di dunia, sementara geng-geng Belanda adalah pengekspor utama kokain, ganja, dan pengekspor kecil heroin. Dalam bisnis narkoba mereka bekerja sama erat dengan perusahaan Inggris dan kartel Kolombia untuk impor dan ekspor ekstasi dan kokain. Mereka bekerja sama dengan raja narkoba Maroko di daerah Riffian dan dengan raja narkoba Pashtun yang berbasis di Pakistan untuk impor ganja.

Mafia Belanda dengan nama slang ‘Penose’ ini menjalankan narkoba, senjata, penggelapan orang, dan bahkan penjualan organ manusia di seluruh Eropa. Amsterdam tempat sebagian besar Penose beroperasi, juga Rotterdam, Eindhoven, dan Den Haag. Mereka adalah asosiasi yang longgar, terdiri dari serangkaian geng yang lebih kecil, tanpa hierarki yang nyata.