Aktor kawakan Hollywood, Alec Baldwin tembak kru dengan senjata untuk syuting film

SAHMITRA – Alec Baldwin adalah seorang aktor ternama dan kawakan Amerika Serikat yang telah lebih dari tiga dekade malang melintang di dunia perfilman Holywood. Alec adalah yang tertua dari Baldwin bersaudara. Kakak beradik Baldwin yang terdiri dari Alec, Daniel, William dan Stephen yang keempatnya adalah aktor yang sempat berjaya pada tahun 80an. Namun sering disebut–sebut bahwa Alec lah yang paling sukses diantara saudara-saudaranya dan karirnya di dunia perfilman masih bersinar hingga saat ini.

Paman dari Hailey Baldwin, istri penyanyi terkenal Justin Beiber ini mengawali karirinya dengan membintangi sinetron di salah satu saluran televisi di AS. Namanya kemudian mulai melambung setelah berhasil tampil di layar lebar yang disutradarai oleh sutradara ternama Hollywood seperti Woody Allen, Martin Scorsese dan lainnya. Selain film layar lebar, Alec juga bermain di serial televisi. Yang paling terkenal adalah sitcom 30 Rock, dimana dia sukses menyabet dua gelar Emmy dan tujuh penghargaan Screen Actor Guild dalam perannya sebagai Jack Donaghy.

Alec juga beberapa kali tampil di Saturday Night Live dan menirukan Donald Trump dengan nyaris sempurna. Dan Trump sering membalasnya dengan marah-marah di twiter mengungkapkan kekesalannya karena menganggap akting Alec yang sering kali mengejek dan mengkritiknya itu sungguh merupakan akting yang sangat buruk. Namun sebaliknya, karena peran meniru Donald Trump di SNL, Alec mendapatkan penghargaan Emmy-nya yang ketiga.

Peristiwa mengerikan yang memakan satu korban meninggal dunia, yakni seeorang cinematographer bernama Halyna Hutchins ini terjadi di sebuah peternakan di New Mexico utara, di mana Alec dan kru yang lain sedang syuting film baru, Rust. Karakter yang diperankan oleh Alec adalah seorang penjahat dan menggunakan senjata.

Seorang asisten sutradara mengambil salah satu dari tiga pistol yang memang digunakan khusus untuk keperluan syuting, menyerahkannya kepada Alec dan mengatakan kepadanya bahwa senjata tersebut aman untuk digunakan. “Cold Gun!” teriak si asisten sutradara yang menandakan bahwa pistol itu tidak memiliki peluru tajam di dalamnya.

Ketika saatnya Baldwin menembakkan senjatanya, senjata itu malah mengenai Halyna Hutchins, 42 tahun dan sang sutradara, Joel Souza, 48 tahun. Hutchins langsung diangkut menggunakan helikopter ke rumah sakit terdekat namun kemudian meninggal, sementara Souza yang terluka ikut dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans berhasil selamat dari insiden kecelakaan yang mengerikan tersebut.

Pada lokasi syuting, protokol keamanan untuk menggunakan senjata diatur secara ketat. Senjata harus diawasi penggunaannya oleh pembuat senjata berlisensi, para pemeran harus dilatih mengenai keamanan senjata, dan amunisi sungguhan tidak boleh digunakan.

Untuk keperluan syuting film biasanya yang digunakan adalah senjata asli yang diisi dengan peluru kosong dan tumpul, yang notabene tetap berbahaya karena mengandung bubuk mesiu, kartrid dan gumpalan kertas atau lilin, yang meletuskan nyala api dan percikan yang tampak realistis.

“Tidak ada kata-kata untuk menyampaikan keterkejutan dan kesedihan saya mengenai kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Halyna Hutchins, seorang istri, ibu dan rekan kerja kami yang sangat dikagumi,”

“Saya sepenuhnya bekerja sama dengan polisi untuk menyelediki bagaimana tragedi ini dapat terjadi dan saya berhubungan dengan suaminya, menawarkan dukungan saya kepadanya dan keluarganya. Hati saya hancur untuk suaminya, putra mereka, dan semua orang yang mengenal dan mencintai Halyna.” kata Baldwin, 63, dalam sebuah pernyataan Jumat di Twitter.

Ternyata insiden serupa, yakni kecelakaan mematikan dalam lokasi syuting pernah terjadi sebelumnya. Yang paling terkenal adalah insiden meninggalnya anak dari legenda film kung-fu, Bruce Lee yakni Brandon Lee yang meninggal di lokasi syuting pada tahun 1993 karena tertembak. Dan pada tahun 1984, aktor Jon-Erik Hexum juga meninggal di lokasi syuting ketika menembakkan kepalanya dengan pistol yang ternyata berisi peluru ketika tengah mengambil adegan Russian roulette.