Anti Mainstream, di India Virus Corona Dianggap Sebagai Dewa!

sahmitra.com — Wabah Covid-19 tentu tidak bisa dipandang remeh, apalagi di seluruh dunia tercatat sudah 14,8 juta kasus sejak virus yang punya nama beken corona itu dikabarkan mewabah di Wuhan, Tiongkok pada pertengahan Desember 2019 lalu.

Sedikitnya 145 negara di seluruh dunia kini lagi berjibaku demi meminimalisir penyebaran lebih lanjut, berbagai tindakan prefentif juga dilakukan, misal protokol kesehatan seperti wajib masker, cuci tangan hingga jaga jarak atau physical distancing hingga yang paling buruk lockdown.

Meski tindakan-tindakan semacam itu bisa dikatakan berhasil menurunkan penyebaran virus, namun corona tetaplah corona, virus berukuran mikro ini tetap bisa tersebar dengan mudah ke segala penjuru bumi.

Meski begitu, dibalik mengerikannya dampak pandemi corona , di India justru berbeda, di negeri Hindustan tersebut virus asal Wuhan Tiongkok itu justru disembah sebagai Dewi Corona.

Mengutip dari The Hindu, pada Selasa (21/07/2020), sejumlah masyarakat di Desa Asansol, West Bengal, India tidak melihat corona sebagai sosok yang mematikan yang ada justru melihat virus corona sebagai sosok dewi.

Bahkan oleh warga setempat, Dewi Corona diberi panggilan sebagai Corona Mai atau Corona Devi. Layaknya Dewa dan Dewi lain di agama Hindu, Dewi Corona juga tak luput dari sesembahan masyarakat setempat.

Dewi penyembuh dari segala penyakit

Bertotak belakang dengan virus corona, menurut kepercayaan masyarakat setempat Dewi Corona justru dikenal sebagai Dewi Epidemiologi atau dewi yang memiliki kemampuan menyembuhkan beragam penyakit. Hanya saja apabila murka, Dewi Corona juga dapat menjatuhkan penyakit menular seperti cacat, demam, malaria hingga corona.

Bagi masyarakat di Asansol, mereka sudah terbiasa melakukan perayaan kecil atau biasa disebut dengan istilah pooja di tepi Danau Chinnamasta setiap pukul 08.00-09.00 waktu setempat.

Dalam perayaan itu, kebanyakan kaum wanita menyembah Dewi Corona sembari menyanyikan mantra hingga memberikan persembahan seperti bunga, buah dan dupa.

“Kami berdoa agar Corona Devi mengusir virus dari kami untuk selama-lamanya,” ujar salah satu umat, Nita Das (23).

“Kami telah memutuskan untuk menyembah Corona Devi setiap Senin dan Jumat sampai dia puas,” ujar Sabita Prasad (56).

Meski oleh masyarakat desa Asansol, Dewi Corona dianggap sebagai dewi yang mampu menyembuhkan penyakit, namun tindakan seperti ini justru menimbulkan pro dan kontra, tak sedikit dari warga India lainnya yang tidak setuju akan ritual penyembahan tersebut, di tambah lagi kondisi sekarang yang carut marut akibat pandemi.

“Jika kegiatan tetap berjalan seperti sekarang, kami akan segera terinfeksi oleh penyakit ketimbang sembuh,” ujar warga setempat, Nilanjan Mukherjee (45).

Seperti yang diberitakan, tradisi Pooja dilakukan oleh semua masyarakat, baik muda maupun tua dalam tradisi yang kini turut memancing pro dan kontra tersebut.