Salvador Ramos, pelaku penembakan masal sekolah kedua terparah sepanjang sejarah di AS

Salvador Ramos, pelaku penembakan masal sekolah kedua terparah sepanjang sejarah di AS

SAHMITRA – 19 anak kelas tiga dan empat sekolah dasar dan dua orang guru tewas sementara 17 orang lainnya terluka, termasuk didalamnya tiga orang dari pihak kepolisian dalam peristiwa penembakan yang terjadi di Robb Elementary School, Ulvade, Texas, Amerika Serikat pada Rabu, 25 Mei 2022 kemarin. Peristiwa ini merupakan penembakan masal di dalam sekolah kedua terburuk sepanjang sejarah di Amerika Serikat.

Pelakunya adalah seorang remaja laki-laki berusia 18 tahun, Salvador Ramos. Salvador juga dituduh telah menembak neneknya di bagian wajah sebelum mengendarai mobil milik kakeknya menuju ke sebuah sekolah dasar yang letaknya tidak jauh dan melakukan penembakan secara acak dan masal.

“Siapa pun yang menembak wajah neneknya sendiri pastinya menyimpan kejahatan di hatinya,”

 “Tapi jauh lebih jahat jika seseorang menembak mati anak-anak kecil.” kata Gubernur Texas Greg Abbott dalam konferensi pers.

Segera setelah berusia 18 tahun, usia dimana seseorang bisa membeli senjata api secara legal di AS, Salvador membeli senapan semi-otomatis di toko senjata lokal pada 17 Mei. Pada hari berikutnya ia membeli 375 butir amunisi dan kembali ke toko senjata yang sama pada hari Jumat untuk membeli senapan semi-otomatis keduanya. Senjata tersebut yang kemudian ia gunakan untuk melakukan penembakan di sekolah dasar Robb.

Letnan Christopher Olivarez, juru bicara Departemen Keamanan Publik Texas, mengatakan pada saat melakukan aksinya, Salvador mengenakan rompi yang digunakan untuk menyimpan amunisi ekstra tanpa pelat baja yang biasanya dikenakan petugas penegak hukum. Salvador ditemukan di dalam kelas empat di sekolah dengan senapan. Senapan lainnya kemudian ditemukan di truknya di dekat kampus. Penyelidik menemukan “banyak amunisi” di tas ransel yang dijatuhkan Salvador saat memasuki gedung setelah menembak dan melukai seorang petugas polisi sekolah.Untuk menghentikan aksinya petugas kepolisan terpaksa melesatkan tembakan yang mengenai dan mencabut nyawa Salvador.

Menurut teman dan keluarga, Di sekolah menengah dan sekolah menengah atas, Salvador mengalami perundungan karena gangguan bicara yang ia derita sejak masih kecil. Beberapa teman sekelas mengatakan bahwa Salvador menunjukkan perilaku yang semakin mengganggu selama dua tahun terakhir. Salvador dikenal suka berkelahi, mengancam dan menguntit sesama siswa.

Santos Valdez Jr., 18 tahun, mengaku mengenal Ramos sejak duduk di bangku sekolah dasar. Mereka berteman sampai perilaku Ramos mulai memburuk. Mereka dulu sering bermain video game seperti Fortnite dan Call of Duty, permainan yang tergolong dalam kategori kekerasan. Tapi kemudian Salvador berubah. Santos mengatakan bahwa ia pernah melihat Salvador di sebuah taman di mana mereka sering bermain basket dan memiliki luka di sekujur wajahnya. Salvador pertama kali mengatakan seekor kucing telah menggaruk wajahnya. Namun kemudian Salvador mengakui bahwa dia sendiri yang telah menoreh wajahnya berkali-kali dengan pisau dengan alasan bahwa dia menganggap itu sesuatu yang menyenangkan.

Stephen Garcia, yang menganggap dirinya sahabat Ramos di kelas delapan, mengatakan Salvador mengalami perundungan dan intimidasi oleh banyak orang karena Salvador menderita gagap dan cadel yang cukup parah. Banyak orang mengintimidasi Salvador mengenai banyak hal, entah itu soal media sosial, games atau yang lainnya. Sebagai contoh, suatu kali, Salvador memposting foto dirinya mengenakan eyeliner hitam, yang menimbulkan banyak komentar menggunakan istilah yang menghina, seperti “Gay”.

Sepupu Salvador, Mia, mengatakan dia pernah melihat siswa mengejek kesulitan bicara Salvador ketika mereka bersekolah di sekolah menengah bersama. Kemudian Salvador mulai mengeluh kepada neneknya bahwa dia tidak ingin kembali ke sekolah. Salvador akhirnya putus sekolah. Dia mulai mengenakan serba hitam dan sepatu bot militer besar. Dia memanjangkan rambutnya. Sebelum penembakan, Salvador sempat memposting foto koleksi senjata barunya di Instagram.

Teman lain mengatakan Salvador kadang-kadang berkeliling dengan teman lain menggunakan mobil di malam hari dan menembak orang secara acak dengan pistol BB. Dia juga sengaja mengempesi ban atau menggores mobil orang.

Ruben Flores, 41, yang tinggal bersebelahan dengan keluarga Salvador mengatakan ibu Ramos menggunakan narkoba, yang sering memicu permasalahan di rumah. Ruben mengatakan pernah mencoba menjadi semacam figur ayah bagi Salvador. Namun seiring bertambahnya usia, perubahan dalam diri Salvador makin akut dan lebih jelas terlihat oleh tetangga yang lain. Ruben sering melihat polisi mampir ke rumah Salvador atau menyaksikan pertengkaran hebat antara Salvador dan ibunya.

 

Perempuan di Inggris nikahi kucing kampung peliharaannya agar tidak diusir oleh tuan tanah

Perempuan di Inggris nikahi kucing kampung peliharaannya agar tidak diusir oleh tuan tanah

SAHMITRA – Deborah Hodge, seorang perempuan Inggris berusia 49 tahun ini sangat mencintai hewan peliharaannya yakni kucing kampung yang sering disebut oleh orang Inggris dengan ‘moggie’. Hodge memutuskan untuk menikah secara resmi dengan ‘moggie’ nya yang bernama India untuk menyelamatkan India dari tuan tanah yang selama bertahun-tahun memaksanya untuk menggembalikan India ke tempat penampungan hewan liar, tempat dimana Hodge mengadopsi India.

Hodge mengenakan setelan tuksedo, sementara pengantin kucingnya mengenakan dasi kupu-kupu dan pakaian berlapis emas dalam sebuah upacara di sebuah taman yang dipimpin oleh seorang teman yang ditahbiskan secara hukum.

Hodge, seorang single mother, selama bertahun-tahun telah menjadi sasaran terror tuan tanahnya yang kerap memaksanya untuk mengembalikan hewan-hewan kampung peliharaanya. Terlebih ketika Hodge kehilangan pekerjaanya, dia semakin khawatir bakal diusir dari rumahnya di Sidcup, London. Agar terbebas dari terror paksaan dari tuan rumah manapun, Hodge memilih ‘pernikahan’ sebagai cara untuk menunjukkan kepada tuan tanah di masa depan bahwa dia tidak akan terpisahkan dari India.

Bagi Hodge, India adalah hal terpenting dalam hidupnya setelah anak-anaknya. Dia juga mengatakan bahwa dia lebih baik hidup dijalanan daripada hidup tanpa moggie kesayangannya, India.

Legenda dibalik Sesshō-seki, batu keramat di Jepang yang belum lama ini terbelah dua

Legenda dibalik Sesshō-seki, batu keramat di Jepang yang belum lama ini terbelah dua

SAHMITRA – Di kaki gunung Chausu yang berada di prefektur Tochigi, Jepang, pada sebidang tanah tandus yang dipenuhi bebatuan, terdapat ditengah-tengahnya sebuah batu besar berwarna gelap yang diikat dengan shimenawa dan shide.

Shide, kertas berbentuk zigzag dan tali jerami beras Shimenawa biasa digunakan dalam berbagai ritual pemurnian dalam agama Shinto. Tempat atau benda yang terikat oleh Shimanewa dan Shide ini menunjukkan ruang suci atau murni. Di mana roh hidup didalamnya.

Ya, batu tersebut bukan lah sembarang batu. Itu adalah Sesshō-seki atau “Batu Pembunuh” yang menurut mitos Jepang merupakan rumah bagi roh rubah jahat berekor sembilan. Maret lalu batu itu ditemukan terbelah dua, yang memicu ketakutan di antara penduduk setempat dan pengguna media sosial yang meyakini bahwa terbelahnya batu tersebut menandakan roh rubah jahat yang selama ini terkurung didalamnya kini bebas berkeliaran.

Kisah dari rubah jahat ini berawal di tahun 1000 sebelum Masehi di Tiongkok. Menurut mitos orang Tiongkok disebut Huli jing yang adalah makhluk-makhluk mitologi yang mampu berubah-ubah bentuk. Huli jing dapat berupa roh baik atau jahat. Huli jing yang paling terkenal adalah rubah berekor sembilan yang disebut jiuweihu. Mengapa rubah? Karena rubah dipercaya adalah hewan mistis yang dapat berubah bentuk menjadi seorang manusia.

Konon, istri dari Kaisar Dinasti Yin, adalah perwujudan dari rubah jahat. Dia menipu sang Kaisar untuk memperlakukan rakyatnya dengan buruk hingga mengakibatkan pemerintahannya digulingkan. Kemudian rubah jahat itu pindah ke India dan menjadi istri pertama sang pangeran. Dia menggodanya untuk memenggal ribuan orang. Tapi salah satu pengikut sang pangeran berhasil membuka kedoknya dan si rubah jahat langsung menghilang. Pada tahun 753, rubah jahat berubah wujud seorang gadis muda dan menyelinap ke kapal utusan Jepang yang hendak kembali ke Jepang.

Sampai di Jepang, rubah jahat menyamar sebagai wanita istana yang anggun. Menyebut dirinya Tamamo-no-Mae, ia bertugas di istana Kaisar yang sudah pensiun yakni Kaisar Toba (1103-1156) dan berhasil membuat Kaisar itu jatuh cinta padanya. Namun, tiba-tiba Kaisar Toba jatuh sakit dan keadaaanya semakin parah.  Tidak ada yang mengetahui secara jelas mengapa sang Kaisar tiba-tiba jatuh sakit. Hingga akhirnya seorang peramal, Abe Yasunari, akhirnya mengetahui dan mengungkap rencana rubah jahat untuk menghancurkan bangsa. Mereka bertarung dengan hebat dan akhirnya rubah menunjukkan ekornya, dan dia memiliki Sembilan, kemudian dia melarikan diri ke Nasu, salah satu area di prefektur Tochigi.

80.000 tentara Kekaisaran dikerahkan untuk memburu rubah jahat. Rubah jahat melakukan perlawanan tetapi tentara akhirnya memojokkan rubah di gang buntu. Kemudian, salah satu prajurit melepaskan busur panah ke arah rubah. Rubah jahat itu kemudian berubah bentuk menjadi batu raksasa yang mengeluarkan racun yang kuat. Setiap orang atau hewan yang mendekati batu itu terbunuh oleh gas beracunnya. Tidak ada burung, serangga atau pun tanaman yang bisa hidup didekatnya. Maka dari itu penduduk sekitar menamai batu itu Sesshō-seki yang artinya batu pembunuh.

Banyak biksu mencoba meredakan amarah rubah jahat tetapi tidak satupun yang berhasil menghilangkan racunnya. Berabad-abad kemudian, biksu Gennō (1329-1400) datang ke Nasu. Dia memurnikan tubuh dan jiwanya dengan pemandian air panas sebelum pertempuran. Kemudian dia mulai melantunkan mantra sutra khusus berulang-ulang dengan sungguh-sungguh dan memukul batu itu dengan palu besar. Batu itu lalu pecah menjadi tiga bagian. Satu terbang ke prefektur Fukushima, satu lagi mendarat di Hiroshima dan satu lagi tetap berada di Nasu.

Sejak itu, ritual malam hari yang disebut Gojinkasai dilakukan setiap hari Minggu terakhir bulan Mei untuk menjinakkan roh rubah jahat. Penabuh genderang memakai pakaian putih, wig emas dan topeng rubah sambil menabuh genderang khusus yang disebut genderang rubah sembilan ekor. Dan peserta ritual lainnya membawa obor. Mereka semua berjalan dari Kuil Nasu Onsen ke Sesshō-seki.

Perempuan hamil di Pakistan memalu kepalanya atas saran seorang dukun untuk dapatkan anak laki-laki

Perempuan hamil di Pakistan memalu kepalanya atas saran seorang dukun untuk dapatkan anak laki-laki

SAHMITRA – Bagi kebanyakan orang di Asia terutama, memiliki anak laki-laki lebih disukai dibadingkan dengan anak perempuan.  Karena kentalnya budaya patriaki yang ada, dimana laki-laki dipersepsikan dan ditempatkan berfungsi produktif, sebagai pencari nafkah yang dianggap bertanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan rumah tangga dan untuk meneruskan nama keluarga yang sangat dihargai. Sementara perempuan dipersepsikan dan ditempatkan semata-mata berfungsi reproduktif.

Seorang perempuan Pakistan yang tengah mengandung, yang identitasnya sengaja ditutupi untuk melindungi ruang privasinya, telah memiliki tiga anak perempuan dan amat sangat menginginkan anak laki-laki. Perempuan yang tinggal di sebuah perkampungan bernama Peshawar, demi upayanya untuk memastikan bahwa anak yang tengah ia kandung tersebut adalah seorang anak laki-laki lalu menemui seorang dukun.

Prakter perdukunan atau ‘orang pintar’ rupanya sangat umun di negara Pakistan. Orang-orang berbondong-bondong pergi untuk menemui ‘penyembuh’ tidak berlisensi ini untuk mendapatkan pemecahan atas berbagai macam problematika kehidupan mulai dari penyakit kesehatan hingga masalah hubungan dan uang.

Juga berdasarkan rasa takut dan khawatir suaminya akan pergi meninggalkannya apabila anak dalam kandungannya itu lagi-lagi adalah anak perempuan, perempuan hamil ini menemui seorang dukun yang kemudian memberikan kepadanya jampi-jampi yang disebut Taweez oleh orang Pakistan dan sebuah paku. Pun dukun tersebut menyarankan pada perempuan hamil itu untuk memalu kepalanya dengan paku  dengan jaminan anak yang akan dilahirkan adalah anak laki-laki.

Sepulangnya dari rumah dukun tersebut, perempuan hamil itu langsung mempraktekkan apa yang telah disarankan oleh sang dukun yakni memalu kepalanya dengan paku yang telah diberikan kepadanya. Teriak kesakitannya mengejutkan anggota keluarga lainnya yang tinggal serumah dengannya. Rupanya perempuan itu mencoba untuk melepaskan paku tadi dan gagal. Ia pun lalu dibawa ke rumah sakit terdekat dengan keadaan amat kesakitan.

Beruntungnya operasi pengangkatan paku 2 inci yang tertanam di tengkorang kepala perempuan hamil itu berhasil.

“Perempuan itu mengatakan bahwa seorang wanita di wilayahnya melakukan hal yang sama dan melahirkan anak laki-laki meskipun USG menunjukkan anaknya yang belum lahir adalah perempuan,” kata Dr. Haider Suleman Khan, ahli bedah saraf residen di Rumah Sakit Lady Reading, tempat perempuan hamil itu dirawat pada media.

Penyelidikan polisi atas kasus ini sedang berlangsung. Pihak berwenang masih mencari sang dukun untuk diinterogasi. Kepala Polisi Peshawar, Abbas Ahsan mengatakan bahwa tim khusus telah dibentuk untuk menyelidiki insiden tersebut.

Pembunuhan kejam perempuan Kuwait yang terjadi di bulan Ramadan

Pembunuhan kejam perempuan Kuwait yang terjadi di bulan Ramadan

SAHMITRA – Ramadhan adalah bulan suci. Bulan di mana umat Islam memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berpuasa selama sebulan penuh. Bulan yang dinanti-nantikan oleh orang-orang beriman untuk menyucikan hati mereka, memperbaharui iman, mencari pengampunan, dan meningkatkan disiplin diri. Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk fokus pada apa yang paling penting dan positif dalam kehidupan orang percaya.

Namun jauh dari makna bulan Ramadhan yang telah diperbuat oleh Fahad Subhi Mohammed. Melansir Alarabiya.net, pada bulan April 2021 lalu, Fahad Subhi Mohammed dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan kriminalitas negara di Timur Tengah, Kuwait atas tuduhan pembunuhan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Tindak pembunuhan tersebut dilakukan oleh Fahad pada bulan suci Ramadhan dan di siang hari bolong. Korbannya adalah seorang perempuan Kuwait bernama Farah Hamza Akbar. Fahad dengan sengaja menabrakkan mobilnya pada mobil yang tengah dikendarai oleh Farah dan anak perempuannya dan kemudian menculik mereka. Didalam mobil itu Fahad menikam dada Farah beberapa kali didepan anak Farah. Setelah itu Fahad mengendarai mobil dan menuju ke rumah sakit, meninggalkan Farah yang sekarat dan anaknya di depan pintu rumah sakit dan kemudian ia melarikan diri.

Tidak butuh waktu lama, pihak kepolisian berhasil menangkap Fahad. Fahad mengakui perbuatannya dan menyatakan alasan ia membunuh Farah adalah karena perempuan itu telah menolak lamarannya.

Setelah diusut lebih lanjut ternyata Farah telah dua kali mengajukan surat pengaduan kepada pihak kepolisian terhadap Fahad atas tindak penculikan dan pengancaman. Fahad sempat ditahan oleh kepolisian namun kemudian dibebaskan dengan jaminan. Setelah bebas, Fahad memanfaatkan kebebasan itu dengan pergi untuk menghilangkan nyawa Farah.

Dana Akbar, saudari dari Farah mengunduh sebuah video di media sosial. Di video tersebut Dana menjelaskan bahwa kakaknya telah mengajukan dua kasus terhadap Fahad dan bagaimana dalam kedua kasus tersebut Fahad dibebaskan dengan jaminan. Dana menambahkan dia bahkan mengatakan pada jaksa berkali-kali bahwa Fahad sangat berbahaya bagi keluarganya. Namun sepertinya tidak ada seorang pun yang perduli dan mereka membiarkan Fahad bebas hingga akhirnya membunuh Farah.

Kesal kerap diteriaki istri, pria ini cekik, mutilasi dan buang mayat istrinya ke laut

Kesal kerap diteriaki istri, pria ini cekik, mutilasi dan buang mayat istrinya ke laut

SAHMITRA – Robert Bierenbaum adalah seorang ahli bedah plastik yang tinggal di kota New York  bersama istrinya, Gail Katz-Bierenbaum. Selain adalah seorang dokter “jenius”, Robert merupakan pilot berlisensi dan dapat berbicara 5 bahasa. Juga dikenal sebagai pemain ski yang terampil dan seorang koki rumahan. Keduanya pertama kali bertemu ketika Gail sedang berkuliah. Dari luar, banyak orang, termasuk orang tua Gail, mengira mereka adalah pasangan dengan kehidupan yang sempurna.

Pada awalnya Robert tampak seperti pasangan yang sempurna tetapi lama kelamaan topeng itu mulai terlepas dan jati diri Robert yang sebenarnya pun akhirnya terkuak. Robert adalah seorang yang penuh dengan kekerasan. Dia pernah mencekik Gail karena ketahuan merokok hingga pingsan sebagai sebuah hukuman.

Alayne Katz, adik kandung Gail pernah ditelepon dan diceritakan oleh Gail bahwa Robert berniat untuk menyingkirkan kucing peliharaan Gail dengan alasan Robert merasa cemburu terhadap kucing tersebut. Robert mencoba untuk menenggelamkan kucing peliharaan Gail di toilet.

Gail kemudian mengajak Robert untuk menemui seorang terapis sebagai bentuk usaha untuk membuat hubungan mereka lebih sehat dan harmonis. Namun terapis tersebut malah memberikan Gail sebuah surat peringatan untuk Gail agar berhati-hati atau meninggalkan Robert. Terapis tersebut menyebut Robert sebagai seorang psikopat berbahaya dan dia khawatir akan keselamatan dan nyawa Gail. Sejak itu barulah Gail menyadari bahwa dia harus segera meninggalkan Robert.

Pada 7 Juli 1985 Gail Katz-Bierenbaum menghilang. Tubuhnya tidak pernah ditemukan. Meski Robert menjadi tersangka dalam kasus tersebut, tetapi polisi tidak memiliki cukup bukti untuk mengajukan tuntutan terhadapnya.

Akhirnya, Robert pindah dari New York ke Las Vegas pada tahun 1990 untuk menghindari kontroversi sebagai satu-satunya tersangka dalam hilangnya Gail. Di Vegas, dia bertemu dengan seorang chiropractor bernama Dr. Stephanie Youngblood dan keduanya mulai berkencan. Anehnya, hubungan itu berkembang seperti yang terjadi pada Gail. Stephanie juga mengajak Robert untuk menemui terapis dan lagi-lagi terapis ini secara pribadi menyuruh Stephanie untuk meninggalkan hubungan demi keselamatannya. Stephanie berhasil mengakhiri hubungan tersebut dalam keadaan hidup.

Pada tahun 1996 Robert menikah dengan Dr. Janet Challot, seorang ginekolog yang ditemuinya di Vegas. Pasangan itu memiliki seorang bayi perempuan dan pindah ke Minot, North Dakota.

Pada tahun 1998 salah satu detektif yang menangani kasus hilangnya Gail sedang bersiap-siap untuk pensiun. Sebelum pensiun, dia ingin mengunjungi kembali dan mudah-mudahan menutup semua kasus yang masih menjadi beban pikirannya. Dia memutuskan untuk mewawancarai kembali semua orang yang dia ajak bicara tentang Gail dan melihat apakah dia bisa mempelajari sesuatu yang bisa membantunya menyelesaikan kasus ini. Dia terbang ke North Dakota dan Vegas untuk berbicara dengan Robert lagi serta mantannya, Dr. Stephanie Youngblood.

Akhirnya pada bulan November tahun 2000, lima belas tahun setelah Gail menghilang, Robert dinyatakan bersalah oleh dewan juri atas dakwaan pembunuhan tingkat dua dan dijatuhi hukuman dua puluh tahun seumur hidup. Izin praktik kedokterannya di New York dicabut. Lisensi medis New Jersey-nya dicabut pada 2002. Dan meskipun telah di dakwa dan dijatuhi hukuman, Robert bersikeras menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah dan dia bukan pembunuh Gail.

Hingga akhirnya pada Desember 2020, dua puluh tahun kemudian, Robert akhirnya mengakui bahwa dirinya lah yang telah membunuh Gail. Robert mengaku telah mendorong Gail yang sudah tidak bernyawa keluar dari pesawat yang kemudian terjatuh ke dalam lautan.

Robert menyatakan lebih rinci bagaimana dia telah membunuh Gail. Yakni pada bulan Juli 1985, dia membunuh Gail dengan cara dicekik di apartmen mereka di Manhattan. Kemudian dia menyewa sebuah pesawat dan menerbangkan pesawat tersebut selama dua jam dari Essex County, New Jersey ke lautan atlantik. Dimana kemudia dia membuka pintu pesawat untuk membuang jasad Gail yang sudah terpotong-potong.

Robert mengklaim alasan dia membunuh istrinya adalah karena Gail tidak berhenti berteriak padanya. Namun menurut adik Gail, Alayne Katz, alasan sebenarnya adalah karena Gail telah meminta cerai. Robert juga mengakui bahwa tindakannya adalah kekanak-kanakan dan karena dirinya tidak mengerti bagaimana menghadapi kemarahannya.

WNI yang terjerat hukum gara-gara “jualan” di OnlyFans

WNI yang terjerat hukum gara-gara “jualan” di OnlyFans

SAHMITRA – OnlyFans merupakan platform media sosial berbasis langganan. Pengguna dapat menjual dan membeli konten asli yang kebanyakan dalam kategori konten vulgar. Untuk dapat akses ke konten tersebut, seseorang harus membayar biaya berlangganan bulanan yang berkisar antara US$4,99 dan US$49,99 atau sekitar Rp73 ribu dan Rp730 ribu.

The Connell Twins adalah saudara kembar identik yakni Carly Connell dan Christy Connell yang berasal dari Indonesia, namun tinggal di Australia. Orang tua kandung kembar Connell keduanya adalah orang asli Indonesia yang kemudian bercerai dan ibu mereka menikah kembali dengan seorang WNA asal Australia, yang lalu memboyong mereka semua dan menetap di Australia hingga kini.

Pada tahun 2020 lalu kembar Connell sempat menuai kritikan karena bergabung di OnlyFans. Carly dan Christy dinilai netizen Indonesia telah mejual diri di situs tersebut atas persetujuan sang ibunda. Dalam video bertajuk QnA (Question and Answer) yang mereka unggah di kanal YouTube, mereka membocorkan penghasilan yang mereka dapatkan dari menjual konten-konten dewasa di OnlyFans bisa mencapai Rp. 300juta dalam 2 minggu. Mereka juga membeberkan penghasilan terbesar yang mereka dapatkan adalah sebesar Rp. 2miliar. Besar dan kecil pendapatan yang mereka terima tergantung pada seberapa rajin mereka mengunggah video dan gambar-gambar syur mereka di platform tersebut.

Mereka mengaku bahwa terpaksa bergabung di OnlyFans karena tuntutan ekonomi dan untuk mendukung gaya hidup. Semenjak COVID-19 melanda dan perceraian ibu dengan ayah tiri mereka, keluarga mereka sempat mengalami keterpurukan. Tapi OnlyFans ternyata tidak hanya menolong mereka keluar dari kesulitan ekonomi namun juga memberikan mereka kemampuan untuk hidup mewah dan nyaman di Australia. Mereka mengaku mampu membeli rumah dan mobil mewah dari uang yang mereka hasilkan dari OnlyFans.

Berbeda di Australia, kembar Connell bisa dengan leluasa menjual konten mereka dan mendulang kekayaan dari OnlyFans. Di tanah air, tercatat sudah ada beberapa oknum yang malah harus berurusan dengan pihak kepolisian karena kedapatan menjual konten asusila di OnlyFans.

Siskaeee atau Fransiska yang menetap di Yogyakarta diamankan oleh pihak kepolisian pada 4 Desember 2021 setelah video pamer payudara dan kemaluan di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) miliknya viral di media sosial. Siskaeee mengaku menjual video pornografi ke OnlyFans demi mendapatkan uang. Selama periode 2 Maret hingga 6 Desember 2021, Siskaeee disebut telah mendapatkan penghasilan hingga miliaran rupiah dari unggahan video vulgarnya di OnlyFans.

Sedangkan Dea, wanita berusia 23 tahun ditangkap pada Kamis, 24 Maret 2022 di kediamannya di Malang. Dea ditangkap karena menjual foto-foto seksi di situs OnlyFans. Sebelum ditangkap Dea sempat viral setelah tampil di podcast milik Deddy Corbuzier. Dea dikabarkan mendapat pemasukan sebesar Rp15 juta hingga Rp20 juta dari unggahan video porno dengan kekasihnya ke situs OnlyFans. Setelah melalui pemeriksaan, Dea tidak ditahan dan diberi ganjaran wajib lapor oleh kepolisian karena statusnya yang masih mahasiswa.

Baik Siskaeee dan Dea OnlyFans dianggap telah melanggar hukum dan aturan UU pornografi di Indonesia yang bunyinya:

  1. Dilarang memproduksi dan menyebarluaskan konten pornografi

Berikut bunyi aturan itu dalam Pasal 4 ayat (1),

“Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat antara lain: persenggamaan (termasuk yang menyimpang), kekerasan seksual, masturbasi (onani), ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan, alat kelamin, atau pornografi anak.”

  1. Dilarang menyediakan jasa pornografi

Aturan itu masuk dalam Pasal 4 ayat (2), berikut bunyinya:

 “Setiap orang dilarang menyediakan jasa pornografi yang antara lain menyajikan secara eksplisit poin-poin di atas termasuk menawarkan atau mengiklankan, baik langsung maupun tidak langsung layanan seksual.”

  1. Dilarang mengunduh konten pornografi

Dalam Pasal 5 tertera:

 “Setiap orang dilarang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud di Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 6 mengatakan setiap orang dilarang sebagaimana dimaksud Pasal 4 ayat (1) kecuali yang diberi kewenangan oleh peraturan perundang-undangan.”

Kasus penelantaran anjing di Bali. Tiga ekor selamat yang lainnya tinggal tulang belulang

Kasus penelantaran anjing di Bali. Tiga ekor selamat yang lainnya tinggal tulang belulang

SAHMITRA – Kasus ini bermula dari laporan warga yang mengatakan bahwa ada empat ekor anjing yang tinggal di dalam rumah kosong dan kumuh di Banjar Dukuh, Tabanan, Bali. Pelapor menceritakan bahwa anjing-anjing tersebut semuanya dalam keadaan kurus kering. Ada seorang perempuan yang biasanya datang pada malam hari, namun selama beberapa bulan belakangan ini perempuan tersebut tidak lagi muncul. Bau kurang sedap yang menyengat pun mulai tercium dari rumah tersebut.

Atas dasar pelaporan warga tersebut, Yayasan Bali Animal Wellfare Association (BAWA) yang merupakan organisasi non-profit khususnya unuk penyelamatan dan perlindungan terhadap hewan-hewan di Bali ini pun akhirnya segera berindak. Tim dari Yayasan Bawa bersama polisi dan bendesa, sebutan soriang pemimpin sebuah desa di Bali yang mengurusi bagian adat, pergi ke lokasi rumah tersebut untuk melakukan investigasi. Atas izin kepolisian dan Bendesa, mereka masuk ke dalam properti tersebut. Ternyata hasil temuannya jauh lebih mengerikan dan menakutkan dari yang dilaporkan oleh warga.

Isi rumah kosong tersebut penuh dengan barang-barang yang sudah ridak terpakai, kendang-kandang anjing kosong dan lantainya penuh dengan sisa-sisa kotoran, bahkan ada kursi roda untuk anjing. Belum diketahui secara pasti apakah rumah tersebut adalah tempat penampungan atau tempat peternak anjing. Dan ternyata setelah ditelusuri lebih lanjut, ditemukan tiga jasad anjing yang sudah tinggal tulang belulang yang masih terkurung di dalam kendang. Sepertinya hewan-hewan malang tersebut mati kelaparan. Empat tulang belulang anjing lainnya ditemukan di dalam ruangan tertutup, yang diduga adalah kamar mandi. Dan ternyata lebih banyak lagi tulang-belulang anjing ditemukan setelah tim memeriksa lebih lanjut. Hanya ada tiga ekor anjing yang ditemukan hidup namun dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.

Tidak butuh waktu lama setelah laporan warga yang prihatin dan hasil temuan tim Yayasan Bawa, polisi dan Bendesa, kasus ini pun langsung viral dan gempar di media sosial. Banyak warga Bali sendiri yang mulai mengusut lebih jauh perihal kasus kekerasan terhadap anjing-anjing malang tersebut. Alhasil, sebuah nama pun terungkap. Ayu Ning Tyas Mastura, warga asli Palu yang diduga sebagai pelaku penelantaran yang mengakibatkan meninggalnya anjing-anjing di dalam sebuah rumah di Kawasan Tabanan.

Menurut Informasi, Ayu Ning Tyas Mastura adalah seseorang yang berkediaman di Bali yang diberikan kepercayaan oleh pemilik anjing-anjing tersebut yang merupakan warga asing untuk dititipkan dan dipelihara selama pemiliknya kembali ke negara masing-masing dengan imbalan sejumlah uang yang ditransfer setiap bulannya. Dugaan sementara adalah Ayu telah mangkir dari tanggung jawabnya dan keberadaannya hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun ada kabar yang mengatakan bahwa Ayu masih berada di Bali. Bahkan beberapa pihak ada yang mengadakan sayembara berhadiah uang bagi siapa saya yang bisa menemukan Ayu. Sementara beberapa pihak yang lain mendorong Ayu untuk segera menyerahkan diri untuk menjelaskan duduk perkara sebenarnya hingga ia tega menelantarkan anjing-anjing yang seharusnya ia jaga dan urus dengan baik.

Umat Muslim di Ukraina kesulitan menjalani ibadah puasa di tengah-tengah gempuran Rusia

Umat Muslim di Ukraina kesulitan menjalani ibadah puasa di tengah-tengah gempuran Rusia

SAHMITRA – Meski mayoritas warganya memeluk agama Kristen Ortodoks, namun ada sekitar satu persen dari populasi Ukraina yang beragama Islam. Sebelum perang, Ukraina adalah rumah bagi lebih dari 20.000 warga negara Turki yang dikenal dengan kaum minoritas muslim Tatar Krimea. Kaum minoritas ini sudah lama tidak dapat menikmati keamanan dan kenyamanan dan meski sudah tidak asing dengan penindasan dan pelecehan, namun Ramadan kali ini terasa kian berat bagi mereka.

Lima minggu setelah Rusia menginvasi Ukraina, lebih dari 10 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Menurut PBB ada sekitar empat juta orang yang melarikan diri ke luar negeri. Melansir Aljazeera.com, melalui panggilan telefon dengan seorang kaum Tatar Krimea yang juga menjabat sebagai ketua Liga Muslim Ukraina, Niyara Mamutova.

“Banyak umat Muslim Ukraina mengungsi ke luar negeri dan mereka yang masih di Ukraina membutuhkan dukungan.”

Pada hari pertama bulan puasa, Mamutova menyiapkan Iftar dengan sekelompok keluarga pengungsi yang tinggal bersamanya di Islamic Central di Chernivtsi.

Bulan Ramadhan tahun ini sulit dan emosional bagi muslim yang masih berada di Ukraina karena bom berjatuhan di negara itu dan jam malam yang diberlakukan, membatasi pergerakan mereka ketika banyak keluarga hendak berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Banyak juga umat Muslim yang jauh dari rumah, komunitas dan teman-teman,  namun mereka bertekad untuk memanfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya.

“Kita harus siap melakukan yang terbaik untuk mendapatkan pengampunan Allah, berdoa untuk keluarga kita, jiwa kita, negara kita, Ukraina,” kata Mamutova lagi.

Mamutova juga menceritakan bahwa mereka harus mengatur ulang kebiasaan-kebiasaan beribadah dan berpuasa mereka, misalnya beribadah secara online dan memberi makan para tunawisma.

Sumber lainnya yang dihubungi oleh Aljazeera.com adalah Isa Calebi, seorang Turkish pedagang tirai yang tinggal di Ukraina sejak 2010 mengatakan bahwa banyak orang yang terpaksa harus meninggalkan rumah mereka. Bahkan banyak yang tinggal di dalam mobil mereka. Calebi mengatakan bahwa rumahnya selalu terbuka bagi siapapun yang membutuhkan dan ia akan berbagi makanan yang ia miliki untuk mereka. Meskipun dampak perang yang berlangsung membuat kenaikan harga bahan pokok.

Pada awal perang, Calebi telah membantu mengevakuasi 400 orang-orang Turki, umat muslim dan orang Ukraina dari kota tempatnya tinggal, Vinnitsya, bagian barat Ukraina keluar dari negara itu. Sekarang ia membantu 1,000 yatim piatu yang tinggal di dekat Chernivtsi’s Holy Ascension Monastery Banchenskyy. Tidak lupa Calebi juga mengajak orang-orang di dunia untuk membantu meringankan beban dan penderitaan warga Ukraina dibawah gencatan invasi Rusia.

“Anak-anak ini penuh dengan air mata. Saya ingin memberi mereka semua zakat kita tahun ini. Saya menyerukan kepada yang lain, tolong bantu tempat ini di mana anak-anak menangis, ”

“Orang Ukraina adalah orang baik. Kita harus membantu mengangkat beban mereka – saya meminta semua orang untuk mendukung Ukraina.”

Peratuan baru soal toa masjid di Indonesia. Dukung atau tidak setuju?

Peratuan baru soal toa masjid di Indonesia. Dukung atau tidak setuju?

SAHMITRA – Pada 18 Februari 2022 lalu, Mentri Agama Yaqut Cholil Quomas menandatangani Surat Edaran (SE) Menag 05 Tahun 2022 terkait pedoman pemasangan dan penggunaan toa masjid, yang bunyinya:

  1. Pemasangan pengeras suara dipisahkan antara pengeras suara yang difungsikan ke luar dengan pengeras suara yang difungsikan ke dalam masjid/musala
  2. Untuk mendapatkan hasil suara yang optimal, hendaknya dilakukan pengaturan akustik yang baik;
  3. Volume pengeras suara diatur sesuai dengan kebutuhan, dan paling besar 100 dB (seratus desibel);
  4. Dalam hal penggunaan pengeras suara dengan pemutaran rekaman, hendaknya memperhatikan kualitas rekaman, waktu, dan bacaan akhir ayat, selawat/tarhim.

SE ini diterbikan dengan maksud dan tujuan untuk meningkatkan ketentraman, ketentraman dan keharmonisan antar warga. Tentu saja penerbitan SE ini dengan cepat menjadi topik hangat untuk dijadikan bahan pembicaraan di segala lapisan masyarakat dan menimbulkan pro dan kontra.

Orang-orang yang mendukung atau pro atas diterbitkannya SE ini menyambut baik dan melihat hal ini sebagai suatu bentuk toleransi antar umat beragama. Sementara yang kurang mendukung atau kontra beranggapan bahwa SE ini terlalu mencapuri urusan keagamaan secara teknis yang sebenarnya bisa diatur oleh masyarakat sendiri lewat musyawarah dan tradisi.

Merupakan bagian dari syiar agama, penggunaan pengeras suara masjid memang dibutuhkan khususnya untuk umat muslim yang merupakan mayoritas di negara ini. Namun disisi lain, masyarakat Indonesia memiliki keberagaman agama dan latar belakang. Dan ternyata tidak sedikit pula umat muslim yang juga mengeluhkan penggunaan toa masjid yang terlalu berlebihan.

Seperti misalnya pada tahun 2013, kakek berusia 75 tahun bernama Sayed Hasan warga Banda Aceh yang sempat melayangkan gugatan yang kemudian dicabut mengenai keluhan dan ketidaknyamanan yang ia rasakan terhadap 10 buah pelantang suara masjid disekitar rumahnya. Kakek Sayed Hasan mencabut gugatannya dan memilih jalur damai. Dan ada juga seorang Muslimah berusia 31 tahun yang tinggal di pinggiran Jakarta yang menderita insomnia atau gangguan tidur dan kecemasan karena kerap terbangun dari tidur secara tiba-tiba karena suara pengeras suara yang begitu kencang yang berasal dari masjid didekat rumahnya setiap pukul 03:00 WIB. Meski seorang muslim, dirinya tidak berani menyampaikan keluhannya tersebut pada pihak manapun dengan alasan mengingat banyak sekali kasus yang sama berujung permasalahan yang lebih besar, belum lagi perundungan dan ancaman bui yang bisa mengintai si pelapor.

Mungkin hal-hal ini juga yang menjadi salah satu pertimbangan SE tersebut dibuat. Selain itu tidak hanya di Indonesia saja yang sudah mengatur soal penggunaan toa masjid ini. Negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Mesir, Malaysia, Arab Saudi ternyata sudah lebih dulu mengeluarkan peraturan tentang penggunaan toa masjid ini.  Kebanyakan alasan yang menyebabkan peraturan tersebut dibuat adalah karena maraknya keluhan warga akan bisingnya volume pengeras suara yang digunakan masjid yang justru malah menganggu kekushyukan warga ketika beribadah. Selain itu suara yang perasal dari pengeras suara tersebut kerap menganggu warga lansia, balita dan pasien rumah sakit.