Wajah Putrinya jadi Model Boneka Seks, Ibu Ini Menangis Histeris 

Wajah Putrinya jadi Model Boneka Seks, Ibu Ini Menangis Histeris 

SAHMITRA — Seorang ibu “menangis histeris” saat mengetahui ada boneka seks sangat mirip putrinya yang berusia 8 tahun. Boneka seks anak itu dijual online di Amazon seharga 559 dollar AS (Rp 8,27 juta). Ibu asal negara bagian Florida, Amerika Serikat, yang hanya bersedia disebut namanya Terri itu mengatakan, dia mengetahuinya setelah dikirimi pesan dari seorang teman.

Boneka itu terdaftar di situs web, dan situs dewasa lainnya sebagai “boneka hidup seksi berkualitas tinggi untuk pria”. Boneka tersebut jadi viral setelah Terri mengunggah foto di Facebook berupa putrinya mengenakan kemeja merah muda dan duduk bersila dengan boneka binatang. Terri mengatakan kepada stasiun TV lokal WTVJ bahwa setelah menemukan boneka itu ia merasa ngeri.

“Aku langsung tahu. Aku tahu itu… sebuah situs, aku melihatnya dan memperbesar wajah dan rambutnya,” katanya.

“Aku tidak percaya.”

“Aku mulai menangis,” tambahnya.

“Aku benar-benar syok dan marah.”

Ulasan di produk semakin menyakiti Terri. Seorang pemberi komentar mengatakan itu adalah “barang bagus selama ini,” pada Mei.

Terri mengatakan dia menghubungi Amazon untuk menghapus boneka itu, dan iklan produk itu dihapus dalam waktu empat hari.

“Semua penjual harus mengikuti pedoman penjualan kami dan mereka yang melanggar akan dikenakan tindakan termasuk kemungkinan penghapusan akun mereka,” kata juru bicara Amazon.

“Produk ini telah dihapus.”

Namun, Terri mengungkap bahwa boneka itu masih tersedia di situs web lain, dan ada juga video di mana orang menjelaskan cara menggunakannya.

“Seharusnya mereka dituduh sebagai pelanggar seks,” kata Terri tentang orang-orang yang membeli boneka seks anak.

“Mereka harus didenda dan situs web ini harus ditutup,” imbuhnya dikutip dari The Sun, pada Jumat (04/09/2020).

Terri meminta bantuan dari Child Rescue Coalition, sebuah organisasi yang berbasis di Boca Raton yang bekerja untuk mengesahkan undang-undang federal yang melarang penjualan dan pembelian boneka seks anak.

 Kisah tersebut menarik perhatian penyintas pelecehan seksual anak dan advokat Elizabeth Smart, yang mengunggah video ke Instagram pada Rabu (02/09/2020) untuk mendesak orang-orang menandatangani petisi melarang penjualan boneka seks anak.

Smart diculik pada 2002 dari rumahnya di Utah, dan selama 9 bulan dia berulang kali dilecehkan secara seksual sebelum dia diselamatkan polisi. Smart yang sekarang berusia 32 tahun menjadi advokat untuk korban pelecehan seks anak dan orang hilang.

2 Remaja Bunuh Pria dengan Samurai, Divonis Penjara Seumur Hidup

2 Remaja Bunuh Pria dengan Samurai, Divonis Penjara Seumur Hidup

SAHMITRA — Dua remaja dipenjara seumur hidup usai bunuh seorang pria dengan menusuknya lebih dari 100 kali menggunakan pedang samurai. Melansir Sky News, 2 remaja laki-laki bernama Kiyran Earnshaw (18) dan Luke Gaukroger (16) mengaku telah membunuh Robert Wilson dalam sebuah “serangan masif” dan “tidak masuk akal” di Huddersfield pada Januari lalu.

Korban mereka, Robert Wilson (53) mendekati Earnshaw dan Gaukroger ketika kedua remaja itu mondar-mandir di luar pabrik Farmasi Thornton dan Ross. Rekaman CCTV yang ditayangkan di persidangan menunjukkan bagaimana 2 remaja itu menyerang menggunakan 50 cm pedang samurai berwarna biru dalam serangan yang berlangsung selama kurang lebih 10 menit itu. Earnshaw tampak memulai serangan dengan mengeluarkan pedang panjang itu dari celananya.

Di dalam rekaman itu, Gaukroker berteriak,

“Pegang kepalanya, aku ingin penggal kepalanya, Kia, aku ingin penggal kepalanya!”

Tampak juga Wilson yang memohon kepada 2 remaja itu untuk menghentikan serangan namun keduanya makin mengganas dan melakukan serangan-serangan brutal. Jaksa penuntut menambahkan keterangan bahwa kedua remaja itu sempat berhenti menyerang dan mengatur napas. Mereka mengobrak-abrik saku Wilson dan mengambil mantelnya.

Jaksa penuntut juga melanjutkan bahwa kedua remaja itu sama-sama membunuh pria malang itu dengan menggabungkan kekuatan mereka. Polisi yang tiba di lokasi kejadian melaporkan bahwa mereka melihat salah satu dari remaja tersebut berusaha memenggal kepala korban dengan pedang samurai itu.

Melihat itu, polisi langsung menembak Earnshaw dengan taser sebanyak dua kali sebelum akhirnya menangkap remaja itu dan petugas lainnya membekukan Gaukroger dengan semprotan PAVA.

Sebelum pembunuhan terjadi…

Robert Wilson meninggalkan pabriknya ketika 2 pemuda, Earnshaw dan Gaukroger tampak mondar-mandir di tempat parkir mobil di luar pabrik.  Wilson, keluar bersama dua rekan lainnya, Paul Thewliss dan John Badejo. Ketika 2 remaja itu menyerang Wilson, Paul Thewliss dan John Badejo juga terluka parah karena berusaha menolong Wilson.

Kedua pria itu lantas terpaksa melarikan diri demi keselamatan hidup mereka. Baik Earnshaw mau pun Gaukroger sebelumnya tampak berkumpul di sekitar Huddersfield bersama teman-teman mereka sebelum kejadian itu. Mereka terlihat sedang mencuci tablet (gadget) dengan vodka dan minuman beralkohol lainnya.

Ketika berhasil dibekuk, Earnshaw berbicara melantur dan bertanya mengapa dia ditangkap. Dia bahkan mengeluhkan polisi telah melakukan pelecehan terhadapnya. Kepada petugas, Earnshaw mengaku telah mengonsumsi kokain dan obat penenang Xanax. Remaja itu kemudian diperiksa untuk mengetahui zat apa yang telah dikonsumsinya.

Rupanya, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Earnshaw mengonsumsi obat Flualprazolam, zat buatan mirip Xanax yang menyebabkan kantuk, bingung dan kehilangan kesadaran.

Kedua remaja itu mengaku membunuh Wilson dan mengaku sengaja membuat Badejo terluka parah. Hakim memvonis Earnshaw dan Gaukroger dengan hukuman penjara seumur hidup dengan jangka waktu minimal 22 tahun dan 16 tahun.

Tak menyangka suaminya akan tewas seperti itu, Elaine Wilson menghadapi 2 remaja pembunuh itu di pengadilan dan bertanya,

“Kenapa ini bisa terjadi? Mengapa?”

Elaine juga mengatakan bahwa dirinya muak setelah menerima surat dari salah satu terdakwa yang mengatakan bahwa peristiwa itu adalah “malam terburuk” dan “saya meminta maaf”.

Elaine mengaku kepada hakim bahwa dia sangat benci dengan permohonan maaf itu. kepada para terdakwa Elaine berkata,

“Saya ingin Anda tahu bahwa Anda telah mengambil nyawa orang yang sangat dihormati, dikagumi, dan orang yang baik.”

Wilson meninggalkan istri dan 2 anak tirinya. Wilson terkenal sangat hobi berkebun, bermain golf dan berjalan-jalan di Yorkshire Dales. Ketika memvonis 2 remaja itu, hakim berkata,

“Saat dia terbaring sekarat, Anda menggunakan pedang dalam upaya berulang kali untuk memenggal kepalanya. Anda mengakhiri hidupnya dan Anda membawa penderitaan dan kesedihan seumur hidup kepada istrinya, kedua anak tirinya, serta keluarga dan teman-temannya yang lain.”

Hakim juga mencatat bahwa kedua remaja tersebut pernah melakukan tindak kekerasan di masa lalu. Menurut hakim pengadilan, Earnshaw juga pernah menggunakan pisau untuk menikam perut seorang siswa di sekolahnya dua kali pada Oktober 2016.

Paman Ini Potong Jari Keponakannya karena Ponselnya Dijatuhkan

Paman Ini Potong Jari Keponakannya karena Ponselnya Dijatuhkan

Sahmitra — Seorang paman di Rusia ditangkap, setelah dia memotong jari keponakan berusia lima tahun hanya karena ponselnya dijatuhkan. Pria berusia 47 tahun yang tidak disebutkan identitasnya membuat gadis kecil itu ketakutan ketika tangannya diminta ke tempat pemotong kayu.

Dia kemudian mengambil kapak dan memotong jari si keponakan, dalma insiden yang dilaporkan terjadi di Republik Buryatian, kawasan Siberia. Si paman, yang disebut tengah mabuk saat kejadian, langsung melarikan diri setelah bocah lima tahun tersebut dilarikan ke rumah sakit.

Dilansir The Sun, pada Rabu (02/09/2020), dia kemudian kembali lagi ke rumah dan kemudian ditahan oleh polisi yang datang ke lokasi kejadian. Tim medis menyatakan, salah satu dari jari gadis kecil itu berhasil mereka jahit, di mana kini kondisinya stabil di rumah sakit. Media Rusia memberitakan, semua berawal ketika pelaku dan ayah bocah itu sedang meminum vodka ketika insiden tersebut terjadi.

Pelaku kemudian menyerahkan ponsel kepada keponakannya untuk dimainkan. Tetapi dia menjadi marah ketika ponselnya terjatuh. Ombudsman anak Natalya Gankina mengatakan, kasus itu merupakan “perlakuan mengerikan yang dilakukan seorang kerabat kepada keluarganya”.

Gankina menegaskan, dia memutuskan untuk menangani kasus itu “secara personal”, seraya terus memerhatikan kesehatan bocah itu.

“Saat ini, gadis itu tengah berada di rumah sakit dengan ditemani ibunya, dan juga mendapatkan pengawasan dari dokter,” paparnya.

Bocah 3 Tahun Terbang Sambil Memegang Layang-layang, Ini Fakta yang Terhimpun

Bocah 3 Tahun Terbang Sambil Memegang Layang-layang, Ini Fakta yang Terhimpun

Sahmitra — Sebuah video yang viral di YouTube memperlihatkan seorang bocah berusia tiga tahun terbang setelah memegang ujung layang-layang. Insiden itu terjadi di tengah festival layangan Taiwan dan membuat publik histeris di mana untungnya, si gadis kecil itu selamat.

Dilansir The Sun Minggu (30/8/2020), berikut merupakan sejumlah fakta yang terhimpun dari insiden yang direkam salah satu pengunjung festival.

Apa yang terjadi dalam video itu?

Dalam video yang beredar di internet, awalnya sebuah layang-layang besar dan panjang berwarna oranye tengah dipersiapkan untuk diterbangkan. Angin yang berembus kencang kemudian menerbangkannya. Namun tak disangka karena di bagian ekor ternyata bocah tiga tahun itu juga ikut terbang. Gadis kecil yang tak disebutkan identitasnya itu terbang setinggi 100 kaki selama beberapa detik, dengan penonton hanya menatap tak berdaya.

Selama berada di udara, dia berputar beberapa kali. Para staf festival layangan Taiwan kemudian berusaha untuk menurunkannya. Insiden tersebut dilaporkan terjadi dalam pelaksanaan Festival Layang-layang Internasional di Pelabuhan Memancing Nanliao, utara Taiwan.

Bagaimana anak itu bisa berada di layangan?

Cheng Ko-fang, Sekretaris Jenderal Asian Kite Forum kepada Taiwan News menerangkan, layangan yang jadi sorotan itu awalnya digunakan memang menarik perhatian anak-anak. Menurut Cheng, rencananya panitia akan menjatuhkan permen dari layangan tersebut kepada peserta festival, utamanya anak-anak. Nah mereka kemudian menerbangkan layang-layang ketika angin sudah mencapai Level 7 Skala Beaufort. Tapi, mereka tak menyadari jika ada bocah yang memegangi ekornya.

Apakah anak itu terluka?

Bocah tiga tahun itu mulai turun beberapa detik setelah terbang, dengan para penonton dan panitia segera menangkapnya. Mereka segera memegang anak itu, dan berusaha melepaskannya dari benang layangan. Media lokal melaporkan, anak itu begitu ketakutan tapi tidak cedera. Focus Taiwan memberitakan secara ajaib, anak itu hanya menderita luka gores tanpa mengalami patah tulang di tubuhnya.

Apa kata pemerintah soal insiden ini?

Wali Kota Hsinchu Lin Chih-chien dalam unggahan Facebooknya melayangkan permintaan maaf dan berjanji bakal menggelar penyelidikan. Berdasarkan situs pemerintah setempat, festival yang sudah memasuki edisi keempat itu digelar untuk menggenjot pariwisata. Sementara pakar layangan profesional menjelaskan, area tempat festival tersebut diadakan merupakan lokasi yang paling ideal di dunia.

Hong Kong Mulai Uji Vaksin Virus Corona Massal

Hong Kong Mulai Uji Vaksin Virus Corona Massal

Sahmitra — Hong Kong akan mulai melakukan uji vaksin virus corona massal, pada Selasa (01/09/2020).

Tes yang dilakukan sukarela ini menjadi bagian dari upaya untuk membasmi gelombang ketiga infeksi virus corona yang dimulai pada akhir Juni. Hong Kong pun mulai kembali menerapkan langkah-langkah seperti jarak sosial yang cukup memukul perekonomian.

Dikutip dari AFP, program uji vaksin corona massal tersebut telah terhambat karena keterlibaran perusahaan dan dokter asal China. Sejak pendaftaran dimulai pada Sabtu lalu, sekitar 510.000 orang telah mendaftar untuk mengikuti

Jumlah ini sekitar tujuh persen dari 7,5 juta penduduk kota. Lebih dari separuh dari 141 pusat tes komunitas di seluruh kota telah dipesan penuh untuk hari pertama.

Tetapi para ahli kesehatan yang menasihati pemerintah mengatakan sebanyak lima juta orang mungkin perlu diuji agar skema tersebut secara komprehensif mengungkap transmisi tersembunyi dan mengakhiri gelombang saat ini.

Hong Kong telah mencatat lebih dari 4.800 infeksi sejak virus pertama kali menyerang kota itu pada akhir Januari, tetapi sekitar 75 persen dari kasus tersebut terdeteksi sejak awal Juli.

Tes akan berjalan antara seminggu dan dua minggu tergantung pada permintaan publik dengan jumlah yang dibatasi setiap hari untuk mengurangi risiko infeksi.

Malaysia Perpanjang Pembatasan Sosial Hingga Akhir 2020

Malaysia Perpanjang Pembatasan Sosial Hingga Akhir 2020

Sahmitra — Pemerintah Malaysia memutuskan memperpanjang pembatasan sosial berskala besar hingga akhir 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Seperti dilansir Associated Press, Senin (31/8), keputusan itu disampaikan oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin. Dia menyatakan selain membatasi pergerakan penduduk, Malaysia juga untuk sementara melarang kedatangan wisatawan asing.

Malaysia menghadapi klaster baru kasus virus corona (Covid-19) secara acak. Namun, mereka menyatakan sudah berhasil mengendalikan situasi.

Kasus infeksi Covid-19 di Negeri Jiran sudah melewati 9.000 orang. Sebanyak 125 pasien di antaranya meninggal.

Muhyiddin menjamin perpanjangan pembatasan sosial tidak akan menghambat kegiatan sehari-hari penduduk, sebab sebagian besar kegiatan usaha dan sekolah tetap berjalan.

Mereka hanya mewajibkan tempat hiburan malam, kelab, dan tempat rekreasi tutup sementara. Malaysia juga tidak menggelar kompetisi olahraga tingkat dunia untuk sementara.

Selain itu, penjagaan perbatasan tetap diperketat, dan orang-orang yang tiba dari luar negeri diwajibkan melakukan karantina selama dua pekan.

Kebakaran California Meluas, 312 Ribu Hektare Lahan Hangus

Sahmitra.com — Kebakaran di California, Amerika Serikat yang dimulai sejak sepekan lalu terus meluas hingga menghanguskan sekitar 312 ribu hektare hutan dan lahan.

Gubernur California Gavin Newsom mengatakan pada Jumat (21/8) bahwa sebagian besar kebakaran terjadi di daerah tidak berpenghuni.

Meski begitu setelah satu minggu, kebakaran terbesar ke-10 dalam sejarah negara bagian itu baru dapat diatasi tujuh persen. Pihak berwenang mengatakan setidaknya ada lima kematian yang dikaitkan dengan kebakaran kali ini.

Petugas pemadam kebakaran menyebut 12 ribu sambaran petir telah menyulut sebanyak 560 kebakaran, yang diperparah dengan suhu tinggi di musim panas.

Sementara itu, sebanyak 119 ribu orang telah dievakuasi. Namun proses evakuasi juga terhambat, karena banyak warga yang ragu untuk tinggal di pusat evakuasi karena ancaman virus corona.

Beberapa warga di Sant Mateo dan Santa Cruz, karenanya, terlihat memilih untuk tidur di trailer di tempat parkir atau di sepanjang pantai.

Wisatawan yang datang ke wilayah itu juga diminta untuk pergi agar lebih banyak akomodasi untuk warga yang terdampak kebakaran.

Di sisi lain, koordinasi antara Newsom dan Presiden AS Donald Trump tetap berjalan meski keduanya memiliki catatan hubungan buruk di masa lalu.

Pada Konvensi Nasional Demokrat misalnya, Newsom menyebut Trump akan menarik dana dari negara bagian itu karena kebakaran yang diakibatkan pengelolaan hutan yang buruk.

“Tidak ada satu pun panggilan telepon saya kepada presiden yang tidak segera dia respons, dan hampir di setiap kesempatan ia menanggapinya dengan baik, terkait dengan kebakaran hutan ini. Dia mungkin membuat pernyataan di depan umum, tetapi hubungan kerja secara pribadi sangat efektif,” kata Newsom, seperti dikutip AFP.

Bocoran Rekaman Kakak Donald Trump, Sang Adik Disebut Kejam

SaKakak Presiden AS Donald Trump, Maryanne Trump (Barry), menyebut bahwa sang adik kejam. Hal itu ia ungkapkan dalam percakapan bersama keponakannya, Mary Trump, yang secara diam-diam direkam.

Rekaman dan transkrip percakapan selama 15 jam pada 2018 dan 2019 diketahui setelah diperoleh Washington Post dari Mary. Diketahui, Mary kerap mengkritik Trump dan menyatakan dukungan pada Joe Biden dalam Pilpres Amerika Serikat (AS).

Dalam rekaman tersebut, Barry mengatakan bahwa Donald seorang pembohong. Selama ini, Barry belum pernah membicarakan perselisihan dengan Trump, namun rekaman ini justru mengungkap keretakan hubungan mereka dimulai pada 1980.

Kala itu, Barry yang bekerja sebagai jaksa wilayah New Jersey merasa dimanfaatkan oleh Trump. Ia mengklaim Trump kerap mengambil kesempatan untuk mendapatkan pengakuan atas kesuksesannya.

“Semua itu kepalsuan. Itu kepalsuan dan kekejaman. Donald itu kejam,” kata Barry kepada Mary berdasarkan transkrip dan rekaman, pada Minggu (23/8).

Hal lain yang juga menjadi perhatian dalam rekaman tersebut adalah ketika Trump membayar seseorang untuk mengikuti tes SAT.

Tuduhan ini juga terdapat dalam buku yang ditulis Mary bertajuk Too Much and Never Enough: How My Family Created The World’s Most Dangerous Man.

“Dia pergi ke Fordham selama satu tahun (sebenarnya dua tahun) dan kemudian dia masuk ke Universitas Pennsylvania karena meminta seseorang untuk mengikuti ujian,” kata Barry.

Mary membalas, “Tidak mungkin! dia meminta seseorang untuk mengikuti ujian masuk (universitas)?.”

Barry menjawab, “SAT atau apa pun itu.. Itulah yang saya yakini. Bahkan saya ingat namanya, orang itu adalah Joe Shapiro.”

The Post juga menuliskan bahwa Mary pernah mengatakan bukan Joe Shapiro yang datang ke Universitas Pennsylvania bersama Trump. Sampai saat ini orang tersebut belum muncul.

Juru bicara Mary, Chris Bastardi, mengatakan bahwa ia mulai merekam percakapan dengan Barry pada 2018. Hal itu dilakukan setelah anggota keluarga berbohong mengenai nilai harta keluarga dua dekade sebelumnya saat perdebatan hukum soal warisan, yang mana Mary mendapat jauh lebih sedikit dari yang diharapkan.

“Mary menyadari anggota keluarganya berbohong dalam pernyataan sebelumnya. Sebagai antisipasi hal yang berkaitan dengan penyelesaian perkara, ia merasa perlu untuk merekam percakapan demi melindungi diri,” kata Bastardi.

Kemudian pada Sabtu (22/8) malam kemarin, Gedung Putih merilis pernyataan Trump. Namun, dalam pernyataan itu Trump tidak menyinggung pembahasan dalam rekaman percakapan secara spesifik.

“Saya rindu saudara saya, dan saya akan terus bekerja keras untuk rakyat AS. Tidak semua orang setuju, tapi hasilnya jelas. Negara kita akan segera menjadi lebih kuat dari sebelumnya,” kata Trump merujuk saudaranya yang meninggal awal bulan ini, Robert Trump.

Pada Juli lalu, sebelum buku yang ditulis Mary dirilis, Gedung Putih membantah tuduhan Trump membayar orang untuk mengikuti SAT. Menurutnya, tuduhan itu sangat salah dan tidak masuk akal.

Rekaman percakapan sendiri dirilis setelah Konvensi Nasional Demokrat, di mana Demokrat dan sejumlah tokoh Republik fokus melakukan pembingkaian karakter dan moral pada Pilpres 2020.

Mereka ingin menampilkan Trump sebagai orang yang tak layak menjadi presiden, sedangkan Biden ditampilkan lebih baik.

Viral Sekelompok Wanita Duduki dan Injak-injak Bendera Merah Putih

Viral Sekelompok Wanita Duduki dan Injak-injak Bendera Merah Putih

Sahmitra — Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video aksi sekelompok wanita berpose di atas bendera Merah Putih.

Bendera merah putih diinjak dan diduduki, mereka bergaya bak model di atas bendera itu.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @nenk_update. Akun tersebut mengunggah ulang video TikTok milik salah seorang warganet.

Belakangan video TikTok tersebut telah dihapus oleh pemiliknya. Namun, sejumlah warganet telah menyimpan video tersebut dan mengunggah ulang di media sosial.

“Entah apa tujuan mereka berbuat seperti itu. Miris banget lihatnya,” tulis akun itu seperti dikutip Suara.com, pada Selasa (18/08/2020).

Dalam video tersebut terlihat sekelompok wanita menyiapkan bendera Merah Putih berukuran besar. Bendera tersebut dibentangkan di atap rumah sebagai alas.

Sekelompok wanita duduki dan injak-injak bendera merah putih (IG/nenk_update)

Setelah itu, mereka berdiri di atas Sang Merah Putih sambil berfoto dengan berbagai gaya.

Dalam video itu juga menampilkan proses di balik pembuatan foto-foto bak model yang mereka lakukan.

Mereka terlihat menduduki hingga menginjak-injak bendera Merah Putih yang menjadi simbol negara Indonesia.

Video tersebut mendadak viral di media sosial. Banyak warganet yang mengecam aksi para wanita dalam merayakan HUT ke-75 RI.

Publik menilai aksi menduduki hingga menginjak bendera sebagai bukti mereka salah kaprah dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia.

“Kurang ajar ini bocah,” kata @vp_dian.

“Mungkin mereka pikir hanya sehelai kain, astagfirullah,” ujar @gie.mumu.

“Nggak boleh selesai hanya dengan minta maaf!” ungkap @gustinisitumorang12.

“Bendera nggak sengaha sentuh tanah aja disuruh push up 100 kali sama senior. Ini malah diinjak-injak. Heran gue mah banyak orang cantik tapi kelakuannya aneh-aneh,” tutur @riskaaryananda.

“Please jangan ada video nunduk pakai masker sambil bilang minta maaf. Basi anj**g,” ucap @ryaasvtry.

Kisah Para Tahanan Perang Korea yang Terlupakan, Dianggap Musuh dan Masuk Kasta Terendah

Kisah Para Tahanan Perang Korea yang Terlupakan, Dianggap Musuh dan Masuk Kasta Terendah

Sahmitra — Perang Korea menyisakan kenangan buruk dan trauma yang mungkin tidak akan pernah bisa dihapuskan. Lee merupakan salah satu saksi hidup ketika Perang Korea meletus. Ia pun masih ingat ketika tiga tembakan dari algojo menewaskan ayah dan kakak laki-lakinya. Kejadian tersebut terjadi tiga dekade yang lalu, ketika Lee masih berusia 30-an tahun.

1. Kesaksian anak tahanan Perang Korea

Kisah Para Tahanan Perang Korea yang Terlupakan, Dianggap Musuh dan Masuk Kasta Terendah
Kisah Para Tahanan Perang Korea yang Terlupakan, Dianggap Musuh dan Masuk Kasta Terendah

Sebelum ayah dan kakaknya dieksekusi, Lee masih ingat apa yang terjadi sebelumnya. Ia diseret ke stadion di sebuah desa terpencil di Korea Utara. Lee dipaksa duduk di bawah jembatan. Kerumunan orang pun semakin banyak hingga muncul sebuah truk dan mengeluarkan dua orang, yakni ayah dan kakak Lee.

“Mereka mengikat ayah dan kakak saya di tiang, menyebut mereka penghianat bangsa, mata-mata, dan kaum reaksioner,” ujar Lee dalam wawancara dengan BBC.

“Saya rasa saya berteriak. Saya berteriak hingga rahang saya terkilir. Seorang tetangga membawa saya pulang untuk memperbaiki rahang saya,”

2. Para tahanan yang terlupakan

Kisah Para Tahanan Perang Korea yang Terlupakan, Dianggap Musuh dan Masuk Kasta Terendah
Kisah Para Tahanan Perang Korea yang Terlupakan, Dianggap Musuh dan Masuk Kasta Terendah

Adapun Ayah Lee adalah satu dari sekitar 50 ribu mantan tahanan perang yang ditahan di Korea Utara di akhir Perang Korea. Para mantan tahanan tersebut dipaksa untuk masuk unit-unit tentara Korea Utara dan bekerja pada proyek rekonstruksi atau penambangan.

Gencatan senjata pun dilakukan pada 27 Juli 1953. Tentara Korea Selatan mengira akan ada pertukaran tahanan dan mereka pun akan dipulangkan. Sayangnya, Korea Utara hanya memulangkan sebagian kecil dari mereka.

Tak lama, Korea Selatan pun melupakan para tahanan yang belum kembali. Bertahun-tahun sejak itu, tiga Presiden Korea Selatan telah bertemu dengan pemimpin Korea Utara namun pemulangan para mantan tahanan tidak pernah ada dalam agenda mereka.

3. Perjuangan mendapatkan keadilan

Kisah Para Tahanan Perang Korea yang Terlupakan, Dianggap Musuh dan Masuk Kasta Terendah
Kisah Para Tahanan Perang Korea yang Terlupakan, Dianggap Musuh dan Masuk Kasta Terendah

Para tentara Korea Selatan tetap ditahan di Korea Utara. Hidup mereka menderita. Mereka dianggap musuh negara, orang-orang yang berperang sebagai “tentara boneka”, dan digolongkan dalam kasta terendah Korea Utara, “Songbun”. Status ini terus diwariskan ke keturunan mereka sehingga anak-anak para tentara itu pun tidak diperbolehkan mendapat pendidikan tinggi dan tidak bebas memilih pekerjaan.

Selain Lee, Son pun masih menyimpan ingatan Perang Korea puluhan tahun lalu. Ayah Son adalah tentara Korea Selatan yang dipaksa bekerja di tambang batu bara dan pabrik kayu. Sebelum meninggal dunia, Ayah Son memint agar tulang-tulangnya dikubur di tempatnya dilahirkan.

Son akhirnya bisa membelot ke Korea Selatan di tahun 2005 namun butuh waktu 8 tahun setelahnya untuk membawa pulang tulang-belulang sang ayah. Son pun melakukan demonstrasi selama lebih dari satu tahun untuk memperjuangkan status ayahnya sebagai tentara yang tidak pernah dipulangkan. Saat ini Son memimpin Asosiasi Keluarga Tahanan Perang Korea, yakni sebuah kelompok yang memperjuangankan keadilan bagi sekitar 110 keluarga tentara Korea Selatan yang tidak pernah dipulangkan.

“Kami sangat sedih dilahirkan sebagai anak-anak tahanan dan bahkan lebih menyakitkan bahwa kami diabaikan bahkan setelah datang ke Korea Selatan. Jika kami tidak bisa mendapatkan kembali kehormatan ayah kami, kehidupan para tawanan perang yang mengerikan dan anak-anak mereka akan terlupakan,” ujar Son.

*Beberapa nama diubah untuk melindungi keselamatan.