Casino88 Online Slot99 Sbobet Slot Sbobet888 Joker1888 88bet Slot39 7mmbet Slot388 Joker138 Joker888

Batita di Inggris meninggal dunia setelah ditinggal ibunya berpesta selama 6 hari

SAHMITRA – Asiah Kudi, batita berusia 20 bulan secara menyedihkan meninggal dunia karena kelaparan dan influenza, disertai tanda-tanda dehidrasi dan ruam popok yang parah. Terdapat dugaan bahwa ini bukan kali pertama batita malang tersebut ditelantarkan oleh ibunya yang seharusnya bertanggung jawab untuk menjaganya.

Ibu sang batita, Verphy Kudi yang berusia 19 tahun dan tidak memiliki alamat tetap, terbukti bersalah atas pembunuhan tersebut dan dijatuhi hukuman 9 tahun penjara. Sebelum mengakui kejahatannya, ketika pertama kali diwawancarai oleh polisi, Verphy mengaku dia bersama anaknya di flat sepanjang waktu. Tetapi barang bukti berupa rekaman CCTV dan juga rekaman telepon yang diambil selama dia pergi dari rumah berkata lain.

CCTV yang memantau flat Verphy menunjukkan dia telah meninggalkan Asiah sendirian selama lima hari, 21 jam dan 58 menit. Verphy meninggalkan Brighton, kota tempat tinggalnya pada 5 Desember dan pergi ke London, di mana dia menghabiskan hari ulang tahunnya bersama pacarnya. Dua hari kemudian dia menghadiri konser di Elephant and Castle, London tenggara, di mana dia meminta DJ mengumumkan hari ulang tahunnya.

Pada 9 Desember dia pindah ke pesta ulang tahun di Coventry, 150 mil dari Brighton. Kemudian kembali ke London keesokan harinya dan baru pulang ke flatnya pada 11 Desember. Tidak lama setelah kembali ke flat, Verphy menelepon 999 dan memberi tahu paramedis bahwa bayinya tidak sadar. Paramedis yang datang menemukan Asiah sudah tidak bernapas, dan membawanya ke Rumah Sakit Anak Royal Alexandra, di mana kemudian dia dinyatakan meninggal segera setelah tiba.

Pada persidangan, Hakim Christine Laing QC memberi tahu Kudi bahwa Asiah “adalah anak yang tidak berdaya” yang “mengandalkan Anda sepenuhnya sebagai ibunya untuk memenuhi kebutuhannya”. Dia berkata: “Hampir tak tertahankan untuk membayangkan penderitaan (Asiah) di hari-hari terakhir hidupnya, penderitaan yang dia alami untuk Anda dapat merayakan ulang tahun Anda dan ulang tahun teman-teman Anda seperti layaknya remaja yang acuh.”