Cara RI Tangani Virus Corona

sahmitra.com — sejumlah negara yang telah melewati virus corona lebih awal dari Indonesia, namun adanya penanganan di Korsel dan Singapura yang dianggap mampu meredam penyebaran virus corona.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi secara resmi menginformasikan tentang virus corona atau covid-19 yang sudah masuk kedalam negeri. Ada dua orang yang positif terinfeksi virus itu.

Kasus corona yang terjadi di Indonesia dibilang baru dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang terlebih dahulu memiliki pasien infeksi ini dengan jumlahnya yang puluhan sampai ratusan. Tidak heran ada juga negara layaknya Australia yang sempat meragukan bahwa laporan tentang Indonesia yang terbebas corona.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengatakan klaim Indonesia terkait belum adanya data soal infeksi virus corona merupakan salah satu fungsi dari kemampuan mereka untuk menguji.

Pengumuman kasus pertama corona di Indonesia yang menuai kepanikan, warga langsung menyerbu toko-toko memborong barang kebutuhan hingga harga masker yang melambung tinggi.

Adanya kekhawatiran pemerintah yang tak siap menghadapi virus mematikan di tengah korban jiwa diseluruh dunia yang menyentuh 3.000 orang.

Sejumlah negara seperti di China, Korsel, Iran, dan Singapura yang tercatat memiliki kasus corona lebih dahulu dibanding dengan Indonesia. Namun, sistem penanggulangannya di Korsel dan Singapura itu dianggap mampu meredam penyebarannya.

Korea Selatan bahkan sempat menjadi negara pelopor yag menerapkan sistem pemeriksaan corona via drive-through demi mempermudah masyarakat guna memeriksakan diri.

Berbagai cara negara-negara dalam menanggulangi penyebaran virus corona.

Indonesia

Setelah diumumkan oleh Jokowi, warga Depok yang positif corona, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang langsung menetapkan siaga 1 serta membentuk tim satgas.

Kementerian Kesehatan telesuri aktivitas dan siapa-siapa saja yang menjalin kontak dengan kedua pasien positif virus corona itu. Pemerintah yang akan menanggulangi biaya infeksi virus corona.

Selain anggaran Kemenkes, biaya penanggulangan juga dibebankan pada pemerintah daerah atau sumber dana-dana lain yang sah.

Jokowi yang mengatakan pemerintah telah menyiapkan 100 rumah sakit yang dilengkapi dengan ruang isolasi virus corona dengan adanya standar WHO.

Pemerintah yang mengklaim memiliki tim-tim gabungan TNI/Polri sipil untuk hadapi resiko nya penyebaran virus corona. Di Indonesia sudah dikabarkan tengah mempersiapkan crisis center penanganan infeksi mematikan itu.

Indonesia yang belum memiliki aturan-aturan khusus terhadap kedatangan warga asing terutama dari negara yang terinfeksi corona. Pemerintah hanya memperketat pintu-pintu masuk bandara diberbagai daerah. Kepala Staff Presiden Moeldoko yang menyebut pemerintah akan membatasi warga negara asing yang datang dan masuk.

Kementerian Luar Negeri menuturkan pembatasan masuk bagi warga asing yang harus terlebih dahulu dirunding dengan seluruh instansi terkait. Selebihnya, adanya jajaran pemerintah yang mengajak masyarakat untuk lebih baik lagi dalam menjaga kesehatan serta kebersihan. Pemerintah menghimbau warga yang merasakan gejala Covid-19 agar tidak takut memeriksa diri ke rumah sakit.

China

Virus Corona yang mulai merebak di Wuhan, China. Sebulan setelah virus corona muncul dan mulai memakan banyaknya korban, China yang memutuskan mengisolasi kota Wuhan, Provinsi Hubei, yang menjadi sumber dari penyebaran Covid-19.

Ketika virus yang kian menyebar, China langsung mengisolasi beberapa kota lainnya di Hubei. Pemerintah juga langsung membangun dua rumah sakit yang khusus dipenuhi untuk menangani virus yang berbahaya itu, yakni RS Huoshenshan dan RS Leishenshan.

RS Huoshenshan yang dibangun hanya dalam waktu 10 hari. Padahalnya, RS itu dibangun diatas lahan 25 ribu meter persegi atau setengah dari luas Lapangan Benteng Jakarta.

Hingga saat ini, kasus virus corona yang ada di China sudah mencapai 80.303 orang dengan jumlah kematian yang sudah mencapai 2.946 jiwa.

Meskipun begitu, jumlah kasus dengan infeksi corona di China yang sudah dilaporkan semakin menurun dan sudah dinyatakan ratusan pasien yang dinyatakan sembuh.

Korea Selatan

Beda dengan negara lain, Korea Selatan (Korsel) yang berupaya menerapkan cara yang inovatif dan mempermudah agar mau memeriksakan diri ke rumah sakit demi mengantisipasi persebaran corona.

Dalam hal ini, Korsel yang menjadi negara dengan kasus corona terbanyak setelah China. Pada harini, Korea Selatan mempunyai 4.812 kasus dengan 28 kematian.

Kemenkes Korsel membuat aplikasi wajib digunakan warga Korsel terutama pada turis asing. Aplikasi itu yang dipakai untuk mengharuskan turis mengisi layaknya diari terkait aktivitas mereka pada setiap harinya selama ada di Negeri Ginseng.

Korsel juga menanggung beberapa biaya pemeriksaan virus corona bagi setiap warga dan warga asing yang tak kecuali imigran ilegal.

Singapura

Singapura yang menjadi negara dengan kasus corona yang terbanyak di Asia Tenggara, yakni 108 kasus. Meskipun banyak warga yang terpapar, namun belum ada pasien yang dilaporkan meninggal di Singapura.

WHO yang memuji cara efektif pemerintah Singapurauntuk mengedukasi masyarakat demi menyetop penyebaran virus corona tersebut. Singapura yang dinilai teliti menelusuri jejak interaksi setiap pasien corona dengan warga lain yang demi meredam resiko penularannya. Singapura yang turut melacak aktivitas paseien corona sebelum diketahui positif terjangkitnya Covid-19, yang termasuk melacak riwayat kemana mereka pergi.

Iran

Sudah termasuk kedalam kasus virus corona terbanyak di Timur Tengah yakni 1.501 kasus. Bahkan negara tersebut yang memiliki angka kematian akibat corona tertinggi setelah di China yakni 66 jiwa.

Sedikitnya juga delapan pejabat Iran yang dilaporkan terinfeksi virus corona, termasuk Wakil Presiden Masoumeh Ebtekar. Anggota badan penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Mirmohammadi yang dinyatakan telah meninggal dunia setelah infeksi virus corona. Kasus virus corona yang terus meningkat di Iran, namun pemerintah tidak menerapkan karantina.

Sejumlah beberapa ahli kesehatan Canada yang bahkan memprediksi jumlah kasus corona di Iran yang melebihi banyaknya dari apa yang diungkapkan pemerintahan Presiden Hassan Rouhani.

Dalam langkah sejauh ini, Rouhani mengatakan bahwa pemerintah yang belum berencana mengisolasi kota Qom yang menjadi sumber persebaran corona di Iran.

Kepada pejabat-pejabat kesehatan yang ada di Iran, Rouhani menuturkan bahwa pemerintah yang akan melanjutkan kebijakan “isolasi individual”.