Tingkat Kematian Virus Corona di Indonesia Menjadi Urutan ke-2

Tingkat Kematian Virus Corona di Indonesia Menjadi Urutan ke-2

sahmitra.com  —  Kini Indonesia sudah menjadi negara dengan urutan ke-2 akibat terinfeksi virus corona di dunia. Sudah adanya 96 orang yang positif terinfeksi virus corona, ada beberapanya dinyatakan telah meninggal dunia. Tingkat kematian (death rate) nya juga sudah sebesar 5,2 persen.

Pada peringkat pertama terinfeksi dan tingkat kematian yang tinggi diduduki oleh Italia dengan jumlah terinfeksinya sebesar 17,660 orang dengan total kematiannya juga sebesar 1.266 orang. Jika dihitung ke dalam persen, maka tingkat kematian di Italia adalah sebesar 7,2 persen.

Lalu, pada urutan ketiga ditempati oleh Iran dengan orang yang terjangkit virus corona sebesar 11.364 jiwa dengan total kematiannya sebesar 514 orang atau sebesar 4,5 persen.

BACA JUGA :

Donald Trump Presiden AS Negatif Corona

Adapun berikut tingkat kematian orang akibat dari virus corona dari berbagai negara menurut analisis dari John Hopkins University & Medicine:

  1. Italia          =  1266 : 17660 = 7.169%
  2. Indonesia =   5 : 96             = 5.20%
  3. Iran           =   514 : 11364    = 4.523%
  4. Cina          =   3180 : 80945 = 3.929%
  5. Jepang     =   21 : 725           = 2.990%
  6. Spanyol   =   133 : 5232     = 2.542%
  7. Perancis  =   79 : 3667      = 2.154%
  8. Amerika  =   37 : 2034     = 1.819%
  9. Belanda  =   10 : 804       = 1.244%
  10. Inggris    =   8 : 801        = 0.999%
  11. Swiss       =   11 : 1139      = 0.966%
  12. Korsel     =   66 : 7169     = 0.921%
  13. Belgia     =   3 : 559        = 0.537%
  14. Jerman   =   8 : 3675     = 0.218%
  15. Australia =   1 : 814       = 0.123%
  16. Swedia     =   1 : 814      = 0.123%
  17. Norwegia =   1 : 996     = 0.100%
  18. Denmark =   0 : 804    = 0.000%

Jadi, diatas merupakan beberapa negara dengan urutan tingkat kematian dari tinggi ke rendah.

Virus Corona, Diminta Warga Italia Sementara Tinggal di Rumah

Giuseppe Conte, Perdana Menteri Italia yang mengumumkan seluruh wilayah di negara Italia itu dalam status lockdown untuk upaya memerangi wabah virus corona. Sampai pada hari ini, Selasa (10/03/2020) Virus Corona telah menewaskan 463 orang yang ada di Italia, sementara jika secara global 4.025 orang sudah tewas dan 63.990 orang yang sembuh.

Conte meminta semua orang untuk tetap tinggal di rumah, melarang sementara pada pertemuan-pertemuan publik ataupun pertandingan sepak bola Seri A.

Penguncian seluruh negeri yang dilakukan setelah otoritas kesehatannya melaporkan ada 97 kematian baru sehingga total korban yang meninggal sudah mencapai 463 orang.

Jumlah kasus infeksi corona di Italia ini sudah mencapai 9.172. Italia kini menjadi urutan kedua sebagai negara terdampak virus corona terparah setelah China. Di China adanya 80.793 kasus dengan meninggalnya 3.120 orang.

“Seluruh Italia akan menjadi zona yang dilindungi,” katanya. “Semua pergerakan diseluruh negeri yang harus dihindari kecuali dimotivasi oleh tiga keadaan khusus. Alasan pekerjaan, kebutuhan dan kesehatan.”

BACA JUGA :

“Dilarang berkumpul-kumpul dalam atau luar bar yang terbuka untuk umum. Kita tak bisa biarkan diri kita pada kesempatan pertemuan ini, yang menjadi peristiwa penularan. Percaya, itu bukanlah hal yang mudah, tapi sepenuhnya saya sadar akan keseriusan langkah-langkah ini untuk seluruh negeri tetapi saya dipaksa untuk campur tangan dengan cara lebih tekad,” paparnya.

Langkah-langkah untuk memperluas zona pengarantinaan telah diberlakukan Italia pada jantung utara industri disekitar kota Milan dan Venesia pada hari Minggu.

Pembatasan skala nasional yang akan berlangsung sampai pada 3 April dan berarti sekolah dan universitas yang akan segera ditutup. Perjalanan masuk dan keluarnya negara serta pergerakan antarkota yang akan dibatasi. Namun tidak jelas bagaimana segera semuanya ini dilakukan dan diberlakukan.

Banyaknya kereta dan penerbangan yang tak beroperasi mau masuk ataupun keluar dari Milan pada hari Senin meskipun seblumnya adanya pembatasan untuk wilayah Lombardy.

“Kami tidak punya banyak waktu. Sudah ada angka-angka peningkatan yang signifikan dalam infeksi, orang dalam perawatan intensif dan kematian,” kata Conte sewaktu berpidato. “Kita harus bisa berubah mulai dari sekarang. KIta harus curahkan hati untuk Italia.”

Direktur Jendral Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom menyambut dengan baik langkah keras Italia, mencatat bahwa hanya empat negara yang menyumbang 93 persen dari kasus infeksi corona diseluruh dunia.

“Sekarang jadikan saja bahwa virus ini memiliki banyaknya pijakan bagi banyaknya negara, ancaman pandemi menjadi lebih nyata,” katanya. “Ini akan menjadi pandemi pertama yang akan bisa dikendalikan,” ujar Adhanom. “Hanya saja intinya, kita tidak bergantung kepada virus.”

Laporan Penurunan Korban Virus Corona di China dan Korsel

Laporan Penurunan Korban Virus Corona di China dan Korsel

China dan Korsel (Korea Selatan) melaporkan adanya penurunan jumlah angka korban meninggal akibat virus corona dan kasus positif corona.

China yang mencatat 22 korban meninggal pada hari ini, Senin (9/3/2020). Sejak China mulai melaporkan data virus corona pada Januari dengan itu merupakan angka kematian terendah.

Komisi Kesehatan Nasional yang melaporkan adanya 40 kasus baru yang secara nasional sebagian besar di Provinsi Hubei, sebagai pusat penyebaran virus corona. China sendiri korban meninggalnya mencapai 3.119 dan 80.700 lainnya yang terinfeksi.

Jumlah pasien yang terinfeksi baru juga menunjukkan tren menurun dalam beberapa pekannya. Penurunannya karena upaya pemerintah China yang dinilai berhasil untuk menangani virus corona.

Seorang pejabat senior pemerintah yang sempat mengisyaratkan bahwa China akan segera mencabutkan status lockdown terhadap Provinsi Hubei yang sudah berlaku sejak akhir Januari 2020.
Kebijakan isolasi di wilayah Hubei yang dianggap efektif membatasi pergerakan sekitarnya 56 juta, penduduk disana dan menekan penyebaran virus corona.
Sementara pada Korsel, merupakan salah satu negara dengan kasus corona yang terbesar setelah Wuhan,China, pada hari Senin melaporkan bahwa kenaikan harian kasus terkecil dua pekan terakhir.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel mengonfirmasikan 248 kasus baru pada hari Minggu. Angka itu turun juga dalam empat hari berturut dan merupakan yang terendah sejak akhir Februari.
Hingga saay ini total kasus virus corona di Korsel sudah mencapai 7.382 dengan angka kematian 50 orang.
Korsel yang sempat menjadi negara dengan korban terbanyak setelah negara China. Namun kini malah perhatian global beralih ke Italia dan Iran setelah kedua negara itu dilaporkan menjadi lonjakan kasus kematian.

LIHAT JUGA : Indonesia Tak Perlu Takut Corona

Lokasi Karantina Corona di China Ambruk

Lokasi Karantina Corona di China Ambruk

sahmitra.com —  Hotel di China ambruk, dimana menjadi tempat karantina bagi orang terjangkit virus corona. Dimana tim penyelamat sampai dengan saat ini sedang mencari 19 orang yang terjebak dalam runtuhan fasilitas karantina virus corona di China Timur.

Tim menyatakan berhasil menyelamatkan 48 orang yang sebelumnya terperangkap dalam fasilitas itu. Sebuah hotel yang dipakai untuk mengarantinakan virus corona di China ambruk pada Sabtu malam (07/03/2020).

Ada sebuah rekaman berasal dari kamera pengintai di seberang jalan, yang menunjukkan hotel ambruk dalam hitungan detik. Sebuah rekaman yang beredar di Weibo menunjukkan setelah bangunan itu runtuh, pekerja penyelamat menyisir puing-puing 80 kamar hotel Xinjia di kota pantai Quanzhou walaupun dalam kondisi yang masih gelap.

Dalam penyisiran itu, mereka berhasil selamatkan seorang wanita terperangkap dibawah puing-puing berat. Usai diselamatkan, wanita itu dibawa kerumah sakit agar mendapatkan perawatan.
Para pejabat yang belum mengonfirmasikan apakah ada yang meninggal dalam kecelakaan tersebut. Kementerian Manajemen Darurat China mengatakan sekitar 200 petugas pemadam kebakaran lokal dan 800 Provinsi Fujian telah dikerahkan ke lokasi untuk selamat korban.
Pihak yang berwenang Quanzhou mengatakan telah mengerahkan ambulans, ekskavator dan crane ke lokasi. Perwakilan dari Beijing dalam perjalanan ke Quanzhou untuk membantu upaya bantuan, lapor dari Xinhua.

Indonesia : “Bertambah Dua Orang Lagi Positif Covid-19”

sahmitra.com — Kementerian Kesehatan mengumumkan kembali dua kasus baru positif virus corona di Indonesia yang disebut sebagai kasus 3 dan kasus 4, sebagai kelanjutan dari kasus 1 dan kasus 2.

“Kita dapatkan dua orang confirm sebagai kasus 3 dan 4,” ucap juru bicara dari penanganan virus corona di Indonesia, Achmad Yurianto, saat jumpa pers di Jakarta, pada Jumat (06/03/2020).

Achmad menjelaskan bahwa dua orang ini termasuk dari 80 orang yang berada di dalam acara dan kontak dengan kasus satu positif corona.

“Kita melakukan penelusuran mencari, kemudian mengidentifikasi kepada orang-orang yang berkontak dengan dua kasus yang pertama,” lanjut dirinya.

BACA JUGA :

KEBIASAAN MEMBUAT MOBIL RUSAK

Dari 80 orang itu, kemudian ditelusuri oleh Dinkes, kepolisian dan BIN, lalu dikerucutkan lagi yang berada di ruangan dengan kasus 1 saat itu, dan didapati 20 orang.

“Dari 20 orang dilakukan pendalaman secara ketat. Ternyata dari 20 ini dikerucutkan menjadi 7 orang. Dan 7 ini yang dibawa ke RSPI,” tuturnya.

Saat diperiksa, ke 7 orang itu diketahui memiliki influenza meski dalam kategori yang ringan dan sedang. Setelah diobservasi, ternyata juga ada 2 orang diantaranya yang positif Covid-19.

“Usianya diantara 33 dan 34 tahun,” tambahnya bicara soal usia pasien baru.

Saat ini keduanya sedang diisolasi di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Demikian, 4 orang jumlah positif corona di Indonesia.

Indonesia Sudah Positif Corona

sahmitra — Ada dua orang asal Depok yang mengidap virus corona ini setelah tertular WN Jepang yang sudah datang ke Indonesia Februari lalu. Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang mengumumkan kasus pertama kali virus corona disease atau Covid-19 di Indonesia. Kasus ini terjadi pada dua orang perempuan yang berusia 64 tahun dan 31 tahun asak Depok, Jawa Barat. “Saya dapat laporan dari Menteri Kesehatan bahwa ibu dan putrinya positif corona,” katanya di Istana Merdeka, Jakarta.

Salah satu pasien yang tertular warga negera Jepang berusia 41 tahun yang berkunjung ke Indonesia pada awal Februari 2020. Lalu, pasien itu yang menularkan ke ibunya. Kini mereka dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI), Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Beberapa warga negara asing yang memiliki catatan perjalanan ke Indonesia yang juga terinfeksi Covid-19 .

BACA JUGA :

‘Ketukan Pintu Rumah Ustaz Pemindah Makam’ di Depok

Dua orang Singapura dan satu orang Myanmar yang dinyatakan positif virus corona di Singapura, setelah berkunjung ke Batam seminggu sebelumnya. Selandia Baru mengumumkan seorang warganya, yang kembali dari Iran dan sempat juga transit di Bali, terjangkitnya virus ini. Seorang warga negara Tiongkok dan Jepang pun telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 setelah selesai berkunjung ke Indonesia pada akhir Januari dan pertengahan Februari lalu.

Kanibalisme pada Beruang Kutub Meningkat

sahmitra.com — Peneliti asal Rusia yang melaporkan peningkatan atas kasus kanibalisme atau saling makan memakan antar beruang kutub di Kutub Utara. Ini terjadi akibat dari pencairan es dan sebagai dampak pemanasan global serta aktivitas manusia.

Ilya Mordvinstev, pakar beruang kutub mengatakan kasus kanibalisme termasuk fakta lama yang kini cukup sering terjadi.

“Kami yang khawatir akan kasus seperti itu jarang ditemukan, sementara mereka sering dicatat. Kami yang menyatakan bahwa kanibalisme antar beruang kutub ini semakin meningkat adanya,” kata Ilya Mordvinstev.

Ilya yang menduga bahwa kanibalisme antar beruang ini terjadi akibat kurangnya pemasokan makanan pada beruang kutub. Dalam kasus ini,telah dinyatakan bahwa beruang kutub jantan ini yang memakan beruang kutub betina serta anak-anaknya.

“Dalam beberapa musimnya tidak cukupnya makanan dan pejantan besar menyerang betina dan anaknya,” kata Ilya.

Peningkatan laporan kasus kanibalisme tentang beruang kutub ini juga diduga diakibatkan semakin banyaknya orang yang bekerja di Kutub Utara. Kanibalisme beruang kutub yang tak hanya dilaporkan oleh peneliti, tetapi banyak juga dari pekerja minyak dan pegawai pemerintahan.

BACA JUGA : Chelsea Pusing, FIFA Berlakukan Peraturan Baru

Daerah Teluk Ob ke Laut Barents pada musim dingin menjadi rute sibuk bagi banyaknya kapal yang mengangkut LNG (gas alam cair). Sebenarnya, daerah tersebut merupkan lokasi yang digunakan untuk berburu beruang kutub.

Es disana yang mengalami pencairan akibat adanya ekstraksi gas aktif di semanjung Yamal yang berbatasan dengan Teluk Ob.

“Teluk Ob biasanya selalu menjadi tempat perburuan beruang kutub. Sekarang telah terjadi pencairan es disepanjang tahun,” lanjut katanya.

Peneliti Rusia Vladimir Sokolov yang mencatat semakin banyaknya beruang kutub yang bergerak menjauh dari tempat perburuan mereka akibat dari pencairan es karena pemanasan global.

Dalam 25 tahun terakhir ini, katanya level es Kutub Utara pada akhir musim panas yang telah turun sebesar 40 persen. Sokolov meramalkan beruang kurub yang akhir tidak akan lagi berburu di es laut dan terbatas di daerah pantai.

Warga Rusia yang tinggal di daerah Kutub Utara melaporkan puluhan beruang kutub akan memasuki area tempat tinggal manusia dan berada di pembuangan sampah untuk mencari makanan bagi diri sendiri.

Antartika Diserbu Salju Merah

Antartika Diserbu Salju Merah

sahmitra.com – Sebuah pusat penelitian Vernadky Research di Antartika , yang menemukan fenomena aneh, yakni salju yang turun berwarna merah darah menyelimuti kawasan kutub yang terkenal dingin dalam pekan terakhir ini. Kementerian Pendidikan dan Sains Ukraina membagikan foto salju itu di Facebook.

Unggahannya mendapat reaksi yang heboh dari para pengomentar di sosial media. Terlihat pada foto, salju mengelilingi area penelitian yang warnanya merah dan ada juga yang bewarna merah jambu sehingga dijuluki salju raspberry.

Salju itu sudah terlihat di kawasan Pulau Galindez pinggir pantai Antartika yang sejak beberapa minggu terakhir. Fenomena ini yang diprakirakan disebabkan oleh sejenis ganggang berpigmen.

BACA JUGA :

Pohon Kamboja, Pemanggil Hantu?

Ganggang ini yang dianggap dapat tumbuh dengan baik didaerah dingin dan didaerah kutub serta kawasan pegunungan seluruh dunia. Karotenoid dalam kloroplas ganggang sendiri adalah zat yang memberi warna merah pada salju. Karotenoid yang merupakan pigmen yang sama, memberi warna labu dan wortel.

Terlihat indah, namun fenomena ini tak baik jika terjadi begitu lama. “Karena warna merah itu, salju memantulkan lebih sedikit cahaya matahari dalam arti salju itu akan mencair lebih cepat,” tulis Kementerian Pendidikan dan Sains dalam akun Facebook terkait hal ini.

Semakin banyak panas matahari diserap ganggang, maka semakin cepat juga es di Antartika ini mencair. Kejadian ini ditakutkan memperburuk perubahan iklim dunia. Adapun saksi mata yang melihat kejadian ini mengatakan terlihat seperti darah, namun sebenarnya bau saljunya itu seperti semangka.

Di India Tewas Bertambah Kerusuhan Muslim-Hindu

Di India Tewas Bertambah Kerusuhan Muslim-Hindu

sahmitra.com – Di India sudah banyak yang tewas dan bertambah akibat dari kerusuhan Muslim-Hindu di wilayah pinggiran New Delhi. Dan sudah dilaporkan bahwa korban bertambah lagi menjadi 20 orang.

Kerusuhan antara umat Muslim dengan Hindu dipicu protes atas Undang-Undang Kewarganegaraan. Sedangkan korban luka-luka dalam kejadian itu yang mencapai 189 orang, 60 orang diantaranya tertembak oleh aparat.

Unjuk rasa itu sudah dimulai sejak Minggu pekan lalu. Namun, aksi itu berujung dengan bentrokan dan kerusuhan di wilayah timur laut New Delhi.

Kedua belah pihak yang saling serang dengan batu dan berbagai benda, serta merusak bangunan dan kenderaan antar satu dengan yang lain. Polisi juga ikut menjadi korban luka, ada laporan bahwa polisi melakukan kekerasan terhadap warga Muslim dan jurnalis yang sedang meliput.

Penduduk setempat yang khawatir karena polisi yang tak kunjung menutup jalan dan memisahkan kedua kelompok massa itu. Seorang pemadam kebakaran juga dilaporkan luka akibat diserang oleh massa. Lima truk pemadam kebakaran dirusak oleh pendemo.

Kerusuhan ini terjadi saat Donal Trump, Presiden Amerika Serikat melakukan kunjungan ke India. Selain Undang-Undang Kewarganegaraan, pertikaian antara 2 agama ini juga dipicu karena masalah mengonsumsi sapi. Umat Muslim yang menganggap sapi adalah hewan halal untuk dikonsumsi. Sedangkan umat Hindu yang menganut ajaran bahwa sapi adalah simbol dari kehidupan dan kekuatan yang harus dilindungi.

Sapi yang disebut sebagai titisan Aditi yang merupakan ibu dari seluruh dewa, tertera pada kitab Weda. Sejumlah negara bagian di India melarang perdagangan, penyembelihan, dan konsumsi daging sapi dan kelompok konservatif mendesak Modi mengesahkan aturan melarang penyembelihan sapi.

LIHAT JUGA :

Thomas Markle Kritik Meghan Tak Pantas di Kerajaan

Menteri Iran Terinfeksi Virus Corona

sahmitra.com – Yang di adakan konferensi pers pada 24 Februari 2020 menunjukkan juru bicara pemerintah Ali Rabiei (sebelah kanan) dan Wakil Menteri Kesehatan Iraj Harirchi.

Sehari setelah pers berakhir, Harirchi mengumumkan dia yang terkena virus corona, dia berkeringat dan terlihat sangat tidak nyaman. Iraj Harirchi sebagai wakil menteri kesehatan serta kepala satuan dalam suatu organisasi untuk memberantas penyebaran virus corona asal China.

Dia berjanji bahwa pemerintah Iran akan berjuang melawan Covid-19 dan bisa dikendalikan. Ada juga seorang anggota parlemen asal Teheran, terkena virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu. Rival Arab Saudi dan Israel di Timur Tengah ini telah melaporkan 16 korban meninggal dan 95 orang yang terinfeksi corona.

LIHAT JUGA :

“Rumah Kentang” : Bandung,Indonesia

Jumlah yang semakin meningkat membuat Iran menjadi negara kematian tertinggi di luar China, sejak wabah yang muncul Desember 2019. Teheran dengan tegas membantah klaim bahwa ada 50 orang korban yang meninggal di kota Suci Qom, yang dibantah oleh Ahmad Amirabadi Farahani.

Ahmad yang merupakan seorang politisi berasal dari kota Suci Syiah, dan juga merupakan penyebaran virus yang diyakini dari Pasar Seafood Huanan. Kepala Universitas Sains Medis Qom, mengungkapkan kekhawatiran jika virus tersebut menyebar ke seluruh kota. Dia menuturkan fakta bahwa pemerintah pusat melarang dirinya untuk membagikan informasi tentang virus corona.

Dalam berpidato, Presiden Hassan Rouhani yang mencoba meyakini publik bahwa mereka akan memerangi dan mengalahkan Covid-19.