Dicap ibu terburuk karena minta jatah bulanan

Dicap ibu terburuk karena minta jatah bulanan

SAHMITRA – Di beberapa negara di Asia, anak yang telah melewati usia remaja namun masih tinggal dirumah orangtua adalah sesuatu yang sangat wajar dan lumrah. Contohnya di budaya ketimuran orang Indonesia. Orangtua akan membiarkan atau lebih memilih  anak-anaknya yang belum menikah, terutama anak perempuan, untuk tinggal bersama dirumah sampai akhirnya mereka memiliki keluarga sendiri. Dan bahkan tidak sedikit juga yang meskipun sudah dewasa dan sudah berkeluarga sekalipun masih tetap tinggal atau menumpang di rumah orangtua mereka. Tentunya dengan berbagai macam alasan seperti masalah ekonomi dan finansial, tradisi atau kondisi tertentu yang memaksa mereka tetap harus tinggal dan lain-lain.

Berbeda hal nya dengan di negara Eropa seperti Denmark, Belgia dan Italia, rata-rata usia orang keluar dari rumah orangtua mereka adalah di usia 19-26 tahun. Sebuah penelitian memprediksi apabila seseorang terlalu lama tinggal dirumah orangtua mereka, dampak negatif yang ditimbukan adalah orang tersebut cenderung ‘tertinggal’. Dengan kata lain mereka tidak melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, disaat bersamaan seperti orang lainnya. Orang tersebut telah ‘gagal’ dalam fase transisi memenuhi peran sebagai orang dewasa.  Dampak negatif lainnya adalah mereka menjadi ‘beban’ bagi orangtua.

Seorang ibu di Amerika Serikat menceritakan pengalamannya seusai berbincang dengan anak perempuan yang masih tinggal dirumah. Dia justru merasa tertekan karena putrinya menolak mentah-mentah permintaannya untuk berkontribusi dengan menyetor sejumlah uang yang dianggap layak setelah putrinya tersebut diterima bekerja.

Putrinya yang telah genap berusia 17 tahun ini mendapatkan upah US$ 17,176 atau Rp. 245juta per tahun dari pekerjaannya. Namun menolak dan bersikap seolah ia adalah seorang ibu yang jahat karena meminta kontribusi sebesar US$ 237 atau Rp. 3,4juta per bulan yang mencakup didalamnya adalah tempat tinggal, makanan, pakaian bersih, air panas, tumpangan mobil untuk pergi ke kantor dan kemanpun yang putrinya itu inginkan.

Ibu ini juga menceritakan lebih jauh, alih-alih turut menyumbang, putrinya itu malah memilih menghamburkan uang dengan memesan makanan online setiap hari daripada memasak sendiri dan menabung untuk memberi IPhone terbaru.

“Dengan sikapnya yang seperti sekarang, anak itu akan benar-benar menyulitkan dirinya sendiri di tahun-tahun mendatang. “ Salah satu yang mengomentari pengalaman ibu ini.

“Anak itu terdengar sangat manja dan dia jelas butuh pelajaran tentang kemandirian dan tanggung Jawab.” Komentar ibu yang lain.

Tapi tidak sedikit yang membela sang putri dengan berkomentar: “Bagaimana bisa seorang ibu meminta anak berusia 17 tahun membayar sewa untuk tinggal dirumahnya sendiri? Anda seharusnya tidak usah punya anak kalau tidak mampu membiayai.”

Singkatnya orang-orang yang telat hidup mandiri sering dicap sebagai orang-orang yang manja, pemalas dan serakah. Namun ibarat selalu ada dua sisi dalam satu koin uang, ada penelitian lain yang mengungkapkan bahwa orang-orang yang tinggal dengan orangtua lebih lama memiliki hubungan dan koneksi yang lebih erat sehingga menimbukan rasa tanggung jawab mutual lebih tinggi dan memberikan waktu bagi anak tersebut untuk ‘mengumpulkan modal’.

 

 

 

Model di album band Nirvana layangkan gugatan pelecehan seksual

Model di album band Nirvana layangkan gugatan pelecehan seksual

SAHMITRA – Bagi anda yang lahir di era 90’an pastinya mengenal band asal Amerika Serikat, Nirvana. Band yang mengusung genre music grunge, beranggotakan vokalis mendiang Kurt Cobain, drumer Dave Grohl dan basis Krist Novoselic ini sangat populer pada masanya dan bahkan melegenda sampai saat ini.

Single pertama dari album kedua mereka Nevermind yang rilis tahun 1991, “Smells Like Teen Spirit”, meledak dan disebut sebagai sebuah kesuksan yang tidak terduga bagi Nirvana sendiri. Album ini terjual 400.000 eksemplar hanya dalam kurun waktu seminggu di Amerika Serikat saja. Dan tidak hanya album dan lagu-lagunya saja yang mendunia, namun sampul atau cover dari album Nevermind sendiri menjadi salah satu gambar ikonik sepanjang masa. Yaitu gambar seorang bayi laki-laki yang tengah berenang didalam air tanpa pakaian dengan selembar mata uang Dollar Amerika tidak jauh darinya.

Lalu, 30 tahun kemudian, Spencer Elden, bayi laki-laki yang menjadi model sampul album Nevermind milik Nirvana tersebut baru-baru ini melayangkan gugatan dengan tuduhan pelecehan seksual terhadap anak kecil. Spencer dikabarkan menuntut banyak pihak seperti rumah produksi yang merilis atau menditribusikan album tersebut dan juga termasuk anggota band yang hingga kini masih hidup, Grohl, Novoselic dan janda Cobain, Courtney Love.

Spencer menuduh para terdakwa memproduksi pornografi anak dengan gambar yang menampilkan dia berenang telanjang dengan bagian tubuh sensitifnya terlihat. Gugatan itu berisi tuduhan bahwa para terdakwa mengeksploitasi seksual anak untuk tujuan komersial terhadap Spencer sejak dia masih di bawah umur hingga hari ini. Bahwa para terdakwa dengan sengaja memproduksi, memiliki, dan mengiklankan pornografi anak komersial yang menggambarkan Spencer.

Dia menuntut ganti rugi materi setidaknya sebesar US$ 150.000 dari masing-masing 15 terdakwa. Para terdakwa belum menanggapi gugatan itu atau mengomentari secara publik. Spencer, yang berusia empat bulan ketika gambar itu dibuat, mengatakan bahwa selama ini dia menderita “kerusakan seumur hidup”, tekanan emosional yang ekstrem dan permanen dengan manifestasi fisik, dan alasan lainnya.

Spencer mengatakan bahwa gambar itu menurutnya mengandung unsur seksual, dan membuat citra dirinya seperti ‘pekerja seks – meraih uang dollar.’ Spencer mengaku tidak pernah dibayar untuk tampil di sampul, dan bahwa orang tuanya tidak pernah menandatangani apapun.

Saat berita ini muncul, banyak orang berpendapat bahwa Spencer hanyalah seorang putus asa dan kehabisan akal yang memanfaatkan situasi demi uang. Dan mengingat hal ini bukanlah upaya yang pertama kali bagi Spencer untuk mendapatkan keuntungan dari dirinya yang tampil di sampul album band legenda Nirvana. Beberapa wawancara dengan surat kabar dan majalah ternama di Amerika Serikat pernah dilakukan Spancer sebelumnya.

“Sepertinya sangat keren menjadi bagian dari sesuatu yang begitu besar dan penting namun aku tidak bisa ingat apapun tentang hari itu.” Ungkap Spencer pada surat kabar New York Post pada perayaan ulangtahun ke 25 album Nevermind. Bersama majalah Rolling Stone, Spencer juga pernah ‘membuat ulang’ gambar sampul yang ikonik tersebut ketika usianya 10 tahun.

“Saya masih berkomunikasi dengan Spencer. Saya selalu berpikir bahwa kelak Spencer beranjak remaja dia akan membenciku. Tapi nyatanya tidak. Spencer bertentangan dengan gambar tersebut karena dia merasa semua orang mendapatkan keuntungan materi dari gambar tersebut namun dirinya sendiri tidak. Saya pikir dia layak mendapatkan sesuatu. Tapi selalu pihak yang memproduksi dan menditribusikan album yang mendapatkan uang dari gambar itu.” Kirk Weddle, juru foto yang mengambil gambar Spencer mengatakan pada The Guardian pada wawancara tahun 2019.

Negara kacau, presiden Afghanistan kabur ke Dubai

Negara kacau, presiden Afghanistan kabur ke Dubai

SAHMITRA — Seperti pepatah populer dari buku komik Spider-Man yang ditulis oleh penulisnya Stan Lee, ‘With great power there must also come great responsibility” – yang artinya sama seperti barangsiapa memegang kekuasaan tertinggi begitu pula tanggung jawabnya. Namun sepertinya pepatah itu tidak berlaku pada Ashraf Ghani, mantan presiden Afghanistan ini malah kabur meninggalkan negara yang dia pimpin ditengah-tengah kisruh penyerangan Taliban dan kekacauan pasca Joe Biden menarik semua tentaranya untuk kembali pulang ke Amerika Serikat.

Menurut salah seorang pengawal istana kepresidenan kepada Fox News, keputusan itu dibuat dengan cepat dan tanpa bantuan dari AS dengan alasan ingin menghindari pertumpahan darah setelah Taliban mengepung ibu kota dan berhasil merebut semua kota hanya dalam 10 hari.

Dengan helikopter berisi uang tunai sebanyak $169juta atau sekitar  Rp. 2.434.445.000.000 beserta empat buah mobil yang akhirnya terpaksa harus meninggalkan beberapa dari uang tersebut karena sudah tidak ada tempat, Ghani melarikan diri ke Dubai setelah mendapatkan suaka dari Dubai dengan alasan ‘kemanusian’.

Sebelum itu ada laporan yang mengatakan bahwa Ghani kabur ke Uzbekistan, mengutip sumber dari kedutaan besar Rusia. Juga di klaim, Ghani terbang ke Tajikistan, tetapi dialihkan ke Oman setelah izin mendaratnya ditolak oleh pejabat Dushanbe. Dan kedutaan besar Afghanistan di Tajikistan yang dikabarkan menolah Ghani itu telah menurunkan foto Ghani dan menggantinya dengan foto wakilnya, Amrullah Saleh.

Tidak seperti Ghani, Saleh tetap tinggal dan kembali ke kampung halamannya di lembah Panjshir, satu-satunya wilayah yang belum ditaklukan oleh Taliban, dan mengumpulkan pasukan untuk melakukan perlawanan.

Meski Taliban bersikeras menyatakan bahwa mereka sudah berubah dan tidak akan memaksakan pembatasan kejam yang sama seperti terakhir kali mereka memerintah Afghanistan, namun banyak warga Afghan yang sangat meragukan pernyataan mereka tersebut. Karena itulah kekacauan pun terjadi di bandara Hamid Karzai di Kabul dimana ribuan warga Afghanistan mencoba melarikan diri. Dan banyak lainnya yang bersembunyi di dalam rumah mereka, ketakutan setelah penjara dan gudang senjata dikosongkan selama Taliban menyerang.

” Mereka mencoba memasukkan empat mobil penuh dengan uang ke dalam helikopter, tetapi tidak semuanya muat. Dan sebagian dari uang itu lalu dibiarkan tergeletak di aspal’. Nikita Ishchenko, juru bicara kedutaan Rusia di Kabul, mengatakan.

Perwakilan khusus Presiden Vladimir Putin di Afghanistan Zamir Kabulov mengatakan tidak jelas berapa banyak uang yang ditinggalkan oleh presiden yang melarikan diri itu.

‘Saya berharap pemerintah yang melarikan diri tidak mengambil semua uang dari APBN. Ini akan menjadi landasan anggaran jika ada yang tersisa,” kata Kabulov kepada stasiun radio Ekho Moskvy di Moskow.

 

 

Meski dicibir orang nenek 61 tahun pacari pemuda 24 tahun.

Meski dicibir orang nenek 61 tahun pacari pemuda 24 tahun.

SAHMITRA — Pasangan yang berbeda usia 37 tahun ini pertama kali bertemu pada tahun 2012 di restoran cepat saji Diary Queen di Georgia, Amerika Serikat tempat Quran McCain yang ketika itu baru berusia 15 tahun bekerja. Putra dari Cheryl McGregor adalah manajer di restoran tempat Quran bekerja. Karena itulah Cheryl sering mampir untuk mengunjungi putranya atau sekedar untuk makan. Namun tidak ada ketertarikan atau hubungan spesial diatara keduanya karena Quran masih dibawah umur.

Suatu ketika Quran berhenti bekerja di restoran cepat saji itu, dan mereka pun lalu hilang kontak. Sampai akhirnya November tahun lalu keduanya kembali dipertemukan ketika Quran pergi ke sebuah toko serba ada dan menemukan Cheryl bekerja disana sebagai kasir.

Cheryl yang saya kenal adalah seorang yang selalu ceria dan bahagia. Tapi hari itu dia terlihat sedih, lalu saya bertanya padanya apa yang terjadi dan dia langsung menangis. Quran menceritakan.

Ternyata yang membuat Cheryl bersedih adalah karena vidio dirinya berjoget yang diunggah di akun Tik Tok miliknya malah dihujani oleh komentar- komentar jahat yang melukai perasaannya. Dan Quran yang saat itu ada disana, mendengarkan dan  membuatnya merasa lebih baik.

Sejak itu keduanya menjadi dekat dan akhirnya kedekatan itu tumbuh dengan cepat menjadi sebuah hubungan romantis dan seksual. Keduanya merasa yakin mereka memiliki koneksi secara spiritual yang kuat dan merupakan pengalaman seksual terbaik yang pernah mereka alami. Mereka bahkan tidak ragu-ragu ataupun merasa malu untuk memamerkan kemesraan mereka di situs web khusus dewasa, OnlyFans mereka meskipun hujatan dan cibiran orang-orang terus berdatangan.

Untuk urusan di tempat tidur, Quran kerap kali melemparkan pujian dan mengatakan bahwa bercinta dengan perempuan seusia Cheryl memang tidak ‘biasa’ namun memiliki sensasi tersendiri. Ia mengakui Cheryl sangat berpengalaman dan paham betul apa yang dilakukan.

“Meski umur kami terpaut jauh, Cheryl memiliki jiwa dan hati yang muda.”

“Pandangan yang sangat salah terhadap saya adalah ketika orang pikir saya hanya memanfaatkan Cheryl dan menantikan Cheryl menuliskan nama saya di surat wasiatnya.” Jelas Quran

Cheryl yang berusia 61 tahun, yang hanya 6 tahun lebih muda dari nenek Quran dan memiliki seorang putri paling muda yang 3 tahun lebih tua dari Quran itu  membela pernyataan Quran tadi dengan menjelaskan betapa tulus dan sangat perhatian Quran terhadap dirinya. Dia mengatakan juga bahwa apa yang dia miliki dengan Quran tidak pernah dia dapatkan dengan laki-laki manapun sebelumnya.

“Tidak ada yang bisa menerima hubungan kami. Semua orang pikir ini hanya lelucon dan permainan belaka. Bahkan beberapa dari 7 orang anak-anak Cherly menolak dia karena bertunangan dengan laki-laki yang jauh lebih muda darinya dan berkulit hitam.

Kenyataan itu sangat melukai hati Cheryl terlebih karena dia tidak membesarkan anak-anaknya untuk menjadi orang-orang seperti itu.”

Kini sepasang kekasih ini bertekad untuk menghiraukan kebencian yang tertuju pada mereka dan akan terus mengunggah foto-foto atau vidio-vidio kemesraan mereka di setiap akun media sosial yang mereka miliki. Karena mereka menemukan bahwa hubungan mereka yang dinilai ‘tidak biasa’ itu ternyata menarik perhatian banyak orang. Bahkan tidak sedikit dari orang-orang yang pada awalnya mengkritik atau yang hanya penasaran, sekarang malah menjadi pengikut setia mereka dan menghasilkan banyak keuntungan bagi pasangan ini. Hal itu terbukti dengan salah satu vidio yang menampilkan mereka tengah berjoget diiringi lagu rap yang mereka unggah di salah satu platform media sosial mereka telah ditonton oleh ratusan bahkan ribuan orang.

Nyetir sambil mabuk dan karena bosan, pria ini tabrak ibu dan anak gadisnya.

Nyetir sambil mabuk dan karena bosan, pria ini tabrak ibu dan anak gadisnya.

SAHMITRA — Dengan sebatang rokok yang terselip diantara bibirnya dan tanpa sedikit pun menunjukan rasa penyesalan, Scotty Roe, pria 39 tahun asal Inggris ini mengacungkan jari tengahnya pada para wartawan yang langsung menyambutnya begitu dia keluar dari gedung persidangan.

Di pengadilan, Scotty mengaku bersalah atas dua tuduhan yaitu menyebabkan cedera serius karena mengemudi dengan berbahaya dan mengemudi dalam keadaan mabuk. Saat diperiksa melalui test darah, pihak rumah sakit menyatakan bahwa kadar alkohol dalam tubuh Scotty ketika itu melebihi batas hukum.

“Manuver yang anda lakukan adalah sangat berbahaya dan tidak diragukan lagi penilaian anda telah dikaburkan oleh jumlah alkohol yang anda konsumsi.

“Kecepatan anda pun melebihi batas, diperkirakan dua kali lebih cepat dari batas kecepatan yang ditentukan pada area tersebut.

“Dan konsekuensi dari keputusan anda yang berbahaya, korban-korban mengalami luka dan kerugian yang serius.”

Akhirnya pada 6 Agustus kemarin, Scotty dijatuhi hukuman kurungan 16 bulan, diskors selama 18 bulan, diperintahkan untuk melakukan 150 jam kerja sukarela. Dia pun menerima ganjaran dilarang mengemudi selama empat tahun dan wajib bayar denda £ 535 (Rp. 11juta).

13 Juli 2020 lalu Scotty terlibat dalam sebuah kecelakaan yang mengakibatkan dua korban terluka parah. Selain terbukti melanggar hukum karena mengemudi di bawah pengaruh alkohol, kepada polisi pada saat kecelakaan terjadi, Scotty mengakui bahwa dirinya ‘bosan menunggu’ mobil didepannya yang berjalan sangat lambat. Atas alasan tersebut dia lalu tancap gas dan menyalip mobil tersebut. Namun karena ketika itu hujan dan berkabut, dia pun kehilangan kendali dan alhasil menabrak mobil lain yang ditumpangi oleh Chelsea Sidwell, 19, dan ibunya Kerri Merridew, 39.

Di akun Instagramnya @scottroey belakangan kerap memposting betapa tidak perdulianya dia.

Chelsea dan Kerri bahkan harus terperangkap dan menahan kesakitan di dalam rongsokan mobil selama dua jam lamanya sebelum akhirnya berhasil dikeluarkan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara Scotty berhasil selamat tanpa satu pun luka serius.

Akibat dari kecerobohan dan arogansi Scotty itu, Chelsea menderita patah lutut kiri, pergelangan kaki dan jari kaki serta kerusakan ligament dan harus berada di kursi roda selama tujuh minggu. Sementara ibunya, Kerri mengalami remuk di panggul, lutut kanan terkilir dan memar parah pada bahu. Dan karena luka-luka dan cidera yang Kerri alami, dia terpaksa harus kehilangan pekerjaannya.

Trend ‘barter’ seks dengan operasi plastik di Mexico

Trend ‘barter’ seks dengan operasi plastik di Mexico

SAHMITRA — Sinaloa adalah nama sebuah negara bagian di Mexico. Mungkin ini adalah kali pertama anda mendengarnya dan tidak pernah mengetahui apapun tentang Sinaloa. Namun apabila anda sebutkan Sinaloa pada penduduk Mexico atau seseorang yang pernah berkunjung atau tinggal disana, hal pertama yang terlintas di benak atau yang mereka katakan pastilah dua hal ini: narkoba dan kekerasan.

Sinaloa adalah pusat perdagangan dan rumah bagi kartel narkoba paling kuat dan bengis di Mexico. Akibat dari kehadiran dan kegiatan haram yang merajalera dari banyaknya kartel  narkoba di seluruh Mexico itu, maka lahirlah sebuah sub kultur yang dinamakan Narcoculture.

Narcoculture didefinisikan sebagai kode etik dan gaya hidup bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia narkotika. Kultur ini mengagungkan maskulinitas, pencapaian dan kekayaan. Identik dengan hidup mewah dan pamer kekayaan dengan pakaian dan perhiasan mahal. Karena pencitraan tersebut banyak anak-anak muda miskin dan kurang berpendidikan di Sinaloa beranggapan Narcoculture menciptakan sebuah fantasi bahwa dengan menjual dan mengedarkan narkoba adalah satu-satunya cara untuk membebaskan mereka dari kemiskinan dan mendapatkan kekuatan serta rasa hormat.

Sementara itu, meskipun Narcoculture juga sering disebut memberikan dampak buruk bagi cara pandang kaum laki-laki terhadap kaum perempuan, karena sering menganggap perempuan hanyalah objek seksual dan kepemilikan semata seperti sebuah benda. Nyatanya tidak sedikit juga perempuan-perempuan lokal di Sinaloa yang berkompetisi satu sama lain dan terobsesi mengubah penampilan fisik mereka  menjadi ‘La Buchona’ untuk memikat para mafia-mafia narkotika, yang sering disebut dengan ‘Narco’.

Apa itu ‘La Buchona’? Adalah panggilan untuk perempuan di Mexico yang memiliki tampilan hiper-feminis dengan siluet yang berlebihan. Pinggang kecil, panggul lebar, bokong dan dada besar. Coba bayangkan saja bentuk tubuh pesohor Kim Kadarshian. Mereka  biasanya mengenakan pakaian mencolok dan perhiasan mahal. Konon katanya, didampingi oleh perempuan cantik bukan hanya sebuah keharusan bagi seorang Narco, tapi juga sebagai status. Semakin sempurna La Buchona yang ‘dimiliki’ semakin dia dihormati.

Emma Coronel, La Buchona sekaligus istri dari ‘El Chapo’ si gembong narkoba paling dicari di Mexico.

Dr. Rafaela Martinez Terrazas, seorang ahli bedah kecantikan di kota Culiacan, ibu kota Sinaloa membagikan kisahnya pada BBC News. Dr. Martinez mengatakan usia rata-rata perempuan yang datang ke kliniknya adalah antara 30 – 40 tahun dan tidak sedikit pula yang ‘dikirim’ untuk melakukan operasi kecantikan yang diinginkan.

“Seorang pria pernah menelepon dan berkata, ‘gadisku sedang dalam perjalanan untuk menemuimu. Dokter, anda pasti tahu apa yang saya inginkan. Jadi jangan dengar apapun yang gadis itu katakan. Aku membayarmu untuk itu.’” Dr. Martinez bercerita.

Satu kali tindakan, Lipo-sculpture atau sedot lemak menghabiskan biaya kurang lebih $6,500 atau sekitar 95 juta Rupiah. Namun dibutuhan setidaknya 3 sampai 4 tindakan operasi di bagian tubuh lainnya untuk mendapatkan penampilan ‘La Buchona’ yang sempurna. Karena tingkat kemiskinan dan kriminalitas di Sinaloa yang tinggi, seorang Narco dianggap dapat memberikan bukan sekedar kenyamanan namun juga perlindungan bagi perempuan yang dipilihnya. Akibatnya banyak perempuan yang terjebak dalam fantasi dan lalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang diinginkan.

BBC News juga berbicara pada seorang nara sumber yang tidak ingin diungkapkan identitas aslinya. Dia mengaku bernama Pedro dan berprofesi sebagai seorang pelatih pribadi dan juga terlibat dilingkaran perdagangan narkotika di Sinaloa.

“Perempuan itu berkata, ‘OK. Tubuhku akan menjadi milikmu selama enam bulan asalkan kau mau membayar operasinya.’” Ungkap Perdo.

Perdo mengaku sudah dua kali membayar operasi untuk perempuan. Dia juga menceritakan beberapa pengalaman temannya sesama Narco yang juga pernah  menjadi ‘sponsor’ atau yang melakukan ‘barter’ seks dengan hal-hal mewah seperti mobil, rumah, uang atau benda berharga lainnya.

Seorang nara sumber lain bernama Carmen (nama samaran), mengaku dirinya menjalani kesepakatan dengan seorang Narco dengan alasan dirinya sudah muak dengan kemiskinan dan kelaparan. Pada usia 16 tahun Carmen pergi dari rumah dan kemudian di Sinaloa dia bertemu dengan seorang  Narco yang berkata padanya bahwa tidak baik baginya seorang diri di kota yang berbahaya ini dan menawarkan diri untuk menjadi ‘godfather’ atau dewa pelindungnya.

“Sejak hari itu, semua anak buahnya tahu siapa aku. Aku bisa berjalan kemanapun yang aku mau dengan bebas di Culiacan dan aku merasa sangat dilindungi dan tidak akan terjadi apa-apa padaku.”

Artis tato di Brazil terobsesi menjadi monster ‘Orc’

Artis tato di Brazil terobsesi menjadi monster ‘Orc’

SAHMITRA — Pernahkah anda mengidolakan tokoh atau karakter dalam cerita fiksi yang anda baca atau lihat di layar kaca dan terobsesi untuk menjadi serupa seperti mereka? Kalau jawabannya ya, berarti anda sama seperti Fernando Franco de Oliviera. Artis pembuat tato yang memiliki studio tato di Sao Paulo, Brazil ini rupanya adalah penggemar berat karakter ‘Orc’ yang merupakan musuh dari para peri dan manusia di kisah fantasi Lord of The Rings.

Karakter Orc sangat identik dengan setan, iblis, jahat dan monster. Mereka sering digambarkan memiliki tubuh yang ukurannya lebih besar, kulitnya berwarna hijau dan wajahnya tidak seperti manusia dengan dua taring panjang. Sifat mereka biasanya ganas, garang dan buas. Dalam kisah Lord of The Rings mereka adalah bangsa kanibal yag suka sekali makan daging.

Menyadur dari laman Mail Online, 99 persen dari tubuh Fenrnando dipenuhi oleh tato, termasuk bola mata yang sekarang sepenuhnya berwarna hitam, dan dia bahkan memasang implan-implan tanduk dikepalanya. Fernando mengaku bahwa dirinya kecanduan akan rasa sakit dari jarum.

Pria yang memilik gelar orang dengan tato terbanyak di Brazil tahun 2014 ini tidak ragu untuk melakukan hal- hal diluar nalar dan yang sebenarnya dapat membahayakan nyawanya sendiri untuk mendapatkan penampilan semirip mungkin dengan ‘Orc’. Seperti membelah ujung lidahnya hingga bercabang dan membuat gigi vampir. Namun menurutnya operasi yang paling menyakitkan dan ‘mengubah hidupnya’ adalah operasi memotong hidung.

Gambar sebelum dan sesudah ‘modifikasi’ tubuh Fernando Franco de Oliviera

Fernando memodifikasi hidungnya hingga batang hidungnya terlihat dan meskipun telah dilakukan perubahan drastis tersebut, dia masih bisa bernapas dengan normal. Pasca operasi dia mengatakan butuhkan waktu yang lebih lama dan perawatan ekstra untuk sembuh.

Namun hal tersebut tidak membuat Fernando jera ataupun puas dengan penampilannya. Dia mengatakan dia masih mau menambah beberapa implant tanduk dikepalanya dan berniat untuk ‘memodifikasi’ kedua telinganya agar menyerupai telinga ‘Orc’.

Luar biasa sekali ya dedikasi Fernando untuk membuat dirinya menyerupai karakter idolanya. Tidak hanya rasa sakit, uang dan waktu bahkan nyawapun rela dikorbankan olehnya.

Nike Gugat "Sepatu Setan" yang Mengandung Setetes Darah Manusia

Nike Gugat “Sepatu Setan” yang Mengandung Setetes Darah Manusia

SAHMITRA — Nike menuntut perusahaan MSCHF asal Brooklyn karena menjual sepasang “Sepatu Setan” kontroversial. Sepatu itu mengandung setetes darah manusia di solnya. Sepatu seharga 1.018 dollar AS (Rp 14,7 juta) itu menampilkan salib terbalik, pentagram, dan tulisan “Lukas 10:18”, dan dibuat dengan menggunakan modifikasi Nike Air Max 97s.

MSCHF merilis sepatu 666 pada Senin (29/3/2021) bekerja sama dengan rapper Lil Nas X dan mengeklaim bahwa sepatu-sepatu itu terjual habis dalam waktu kurang dari satu menit.

Nike mengeklaim telah terjadi pelanggaran merek dagang. Sepatu hitam dan merah itu “diluncurkan” oleh MSCHF pada hari Senin, bertepatan dengan peluncuran lagu terbaru Lil Nas X Montero (Call Me By Your Name), yang memulai debutnya di YouTube pada Jumat lalu. Dalam video musik itu, rapper tersebut terlihat meluncur dari tiang penari telanjang dari surga ke neraka, mengenakan sepasang sepatu trainer.

Video itu mengacu pada ayat Alkitab Lukas 10:18 – “Jadi Dia mengatakan kepada mereka, ‘Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.” Setiap sepatu menampilkan sol dengan bantalan gelembung udara khas Nike, berisi tinta merah sebanyak 2,03 ons dan setetes darah manusia, yang disumbangkan oleh anggota kelompok seni.

Perusahaan sepatu raksasa, Nike, dalam gugatannya ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur New York bahwa mereka tidak menyetujui atau mengesahkan Sepatu Setan itu.

Sepatu Setan Lil Nas X dan MSCHF terjual habis dalam waktu kurang dari satu menit pada hari Senin (29/3/2021).

Nike meminta pengadilan untuk menghentikan MSCHF menjual sepatu itu dan mencegah mereka menggunakan tanda Swoosh khas Nike yang terkenal.

“MSCHF dan Sepatu Setannya kemungkinan besar akan menyebabkan kebingungan serta menciptakan keterkaitan yang keliru, antara produk MSCHF dan Nike,” kata Nike dalam gugatannya.

“Faktanya, sudah ada bukti kebingungan yang signifikan yang terjadi di pasar, termasuk seruan untuk memboikot Nike sebagai tanggapan atas peluncuran Sepatu Setan MSCHF, berdasarkan keyakinan yang keliru bahwa Nike telah mengizinkan atau menyetujui produk ini.”

Gugatan tersebut mengutip unggahan akun Twitter @Saint Jumat lalu, yang mempromosikan sepatu itu.

Beberapa Konservatif, termasuk Gubernur Dakota Selatan Kristi Noem, dan beberapa pengikut agama, tersinggung dengan desain sepatu yang kontroversial itu dan mengkritik Lil Nas X dan MSCHF di Twitter.


Lil Nas X membalas gubernur dan kritikus lainnya di Twitter, dan pada hari Senin ia mengunggah beberapa meme di profilnya sebagai tanggapan atas berita tentang gugatan Nike.

Cucu Kembar Curi Tabungan Hidup Sang Kakek dan Nenek, Dibebaskan dari Penjara tapi Tak Pernah Kembalikan Uang

Cucu Kembar Curi Tabungan Hidup Sang Kakek dan Nenek, Dibebaskan dari Penjara tapi Tak Pernah Kembalikan Uang

SAHMITRA — Sepasang saudara kembar mencuri tabungan hidup kakek-nenek mereka dan belum membayarkan kembali sepeser pun, meski dibebaskan dari hukuman penjara tiga bulan lalu.

Clair dan Louise Smith, keduanya berusia 25 tahun, sebelumnya diputus bersalah oleh pengadilan setelah mencuri 8.000 poundsterling (Rp 159,5 juta) dari rekening bank sang kakek dan nenek, saat menjalankan tugas untuk menjaga mereka.

Daily Record melaporkan keluarganya tercengang saat putusan pengadilan pada Desember memutuskan untuk tidak menerima perintah kompensasi, dan membiarkan keputusan untuk membayar kembali di tangan korban.

Keduanya juga malah diberi perintah pembatasan kebebasan selama tiga bulan, setelah pengacara mereka mengatakan kepada pengadilan bahwa kliennya ingin membayar kembali uang yang mereka peroleh.

Sekarang, kakek nenek mereka Crawford Pirrie (73 tahun), dan istrinya Marlene (75 tahun), mengungkap bahwa cucunya bahkan belum menerima permintaan maaf atau mengembalikan sepeserpun uang dari pasangan tersebut.

Mereka mengaku malu memiliki kerabat seperti dua kriminal itu, dan menggambarkan cucunya sebagai “makhluk tidak bermoral.”

“Tidak hanya si kembar menolak untuk membayar uang yang mereka curi dari kami tetapi mereka bahkan tidak meminta maaf,” kata Pirrie.

Menurutnya, sang cucu sudah bertindak seolah-olah menjadi korban sejak sidang pengadilan. Keduanya bersikeras bahwa mereka tidak melakukan kesalahan apa pun.

“Mereka tahu persis apa yang mereka lakukan,” tegas kakek 73 tahun itu melansir Mirror pada Senin (29/3/2021).

Kini dua lansia itu hanya bisa berharap karma akan terjadi suatu hari nanti, jika hukum pengadilan gagal melakukannya.

Si kembar menawarkan untuk membantu merawat Pirrie dan istrinya yang terserang stroke, setelah mereka menjual rumah mereka untuk berhemat pada 2018. Putri Pirrie, Lyndsey Brown, menceritakan bagaimana Clair dan Louise Smith kadang-kadang diminta untuk menarik sedikit uang dan mengambil bahan makanan dari toko.

Tetapi ketika suami Lyndsey pergi ke mesin ATM dan meminta tanda terima, dia menemukan sebagian besar dari tabungan mereka telah lenyap. Ada banyak transaksi bernilai tinggi dan si kembar ditanyai dan didakwa.

Kakak beradik itu awalnya mengaku tidak bersalah di Pengadilan. Tapi akhirnya mengakui pelanggaran tersebut hanya beberapa hari sebelum persidangan pada Oktober. Keduanya mengaku menggunakan “kartu bank milik orang lain” untuk mencuri uang dari mesin ATM di Irvine antara September dan Oktober 2018.

Pengacara mereka mengatakan kliennya “sangat malu” dan juga menawarkan untuk membayar kembali uang yang diambil. Pengadilan kemudian menilai keduanya tampak benar-benar menyesal dan memerintahkan mereka untuk dipasangi label elektronik dan mematuhi jam malam pukul 7 malam hingga 7 pagi selama tiga bulan.

Mengenai masalah kompensasi, dia memberi tahu pasangan itu: “Itu terserah Anda (Crawford Pirrie dan istrinya).”

“Saya dan istri saya sekarang mencoba untuk menyatukan kembali hidup kami dengan bantuan putri dan menantu saya. Saya hanya berterima kasih kepada Tuhan bahwa kami setidaknya dapat mengandalkan mereka,” kata Pirrie.

Masak Rendang Terlalu Lama, Wanita Ini Ditampar dan Diludahi Suami

Masak Rendang Terlalu Lama, Wanita Ini Ditampar dan Diludahi Suami

SAHMITRA — Seorang wanita di Malaysia ditampar dan diludahi, setelah dia memasak rendang ayam terlalu lama. Kepala Polisi Distrik Ampang Jaya, Asisten Komisioner Mohamad Farouk Eshak berujar, insiden itu terjadi pada Minggu (28/3/2021).

Farouk dikutip media Malaysia Sinar Harian berujar, investigasi awal menunjukkan pertengkaran keduanya dimulai dari rendang. Korban dilaporkan ditampar di seluruh wajahnya, dengan penyiksaan itu kembali berlanjut di tempat tidur.

Si pelaku disebut meludahi istrinya, dan hendak membunuhnya sebelum korban berhasil berontak dan membuat mereka jatuh dari kasur. Dikutip dari laman World of Buzz, pada Senin (29/3/2021), Farouk menerangkan si suami menderita berbagai penyakit.

“Tersangka mengalami darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes yang membuatnya butuh suntikan insulin empat kali per hari,” jelasnya.

Farouk melanjutkan, korban yang berusia 66 tahun itu tinggal bersama suami dan ibu mertua yang berumur 86 tahun. Kepolisian Malaysia saat ini menginvestigasi kasusnya berdasarkan Artikel 323 UU Pidana dan Artikel 18A UU Kekerasan dalam Rumah Tangga.