Kisah Duka Kakak-beradik Dibunuh karena Mengajar Kerajinan Menyulam

Kisah Duka Kakak-beradik Dibunuh karena Mengajar Kerajinan Menyulam

Sahmitra — Ayesha Bibi dan Irshad Bibi, yang bekerja sebagai pengajar kerajinan menyulam, adalah pencari nafkah bagi keluarga mereka. Awal pekan ini, kedua perempuan itu dibunuh oleh kelompok bersenjata di bekas wilayah kesukuan Pakistan, tempat aksi kekerasan terus berlangsung.

Suara serak saudara laki-laki mereka, Javed Khan, terdengar saat dia menceritakan kepada BBC apa yang terjadi. Nada dan wajahnya jelas memancarkan kedukaan mendalam.

“Kami mencintai mereka. Mereka membawa harapan dan kegembiraan bagi keluarga kami. Mereka pergi [bekerja] dengan bahagia pada Senin pagi, tetapi pada hari yang sama kami menerima jenazah mereka yang dimutilasi.”

Ayesha telah menikah dan dikaruniai seorang bayi perempuan yang baru berusia empat bulan, sedangkan Irshad belum menikah.

Serangan itu terjadi pada siang hari di Desa Ipi dekat Mir Ali, salah satu kota utama di Waziristan Utara, dekat perbatasan dengan Afghanistan.

Ayesha dan Irshad termasuk di antara empat perempuan yang ditembak mati oleh pria bertopeng saat mereka berkendara melalui desa. Seorang aktivis perempuan lainnya selamat tanpa cedera, sementara pengemudi mobil van laki-laki yang membawa mereka ke desa mengalami luka-luka.

Serangan itu telah menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya aksi kekerasan di daerah yang dulunya merupakan pusat pemberontakan kelompok jihadis yang menewaskan ribuan orang.

Dalam budaya masyarakat Pashtun yang konservatif, terutama di daerah pedesaan terpencil, foto perempuan tidak pernah ditampilkan di depan orang asing, apalagi dibagikan ke publik. Sehingga artikel ini tidak menampilkan foto kedua kakak-beradik saat mereka masih hidup.

Apa yang terjadi pada hari pembunuhan?

Para perempuan itu berangkat untuk memberikan pelatihan kerajinan menyulam kepada sejumlah ibu rumah tangga dalam program yang dijalankan bersama LSM yang didanai negara Barat dan lembaga lokal.

Hari itu aktivitas dimulai seperti biasa, kata Javed Khan. Kedua saudara perempuannya menunaikan salat subuh, dan menyiapkan sarapan untuk seluruh keluarga. Segera setelah itu, mobil van mereka tiba untuk mengantar ke Ipi, sekitar 50 kilometer ke arah barat.

Keluarga itu tinggal di pinggiran kota Bannu, pintu gerbang memasuki wilayah bekas kesukuan Pakistan.

Beberapa jam kemudian datang kabar bahwa van itu mengalami kecelakaan. Javed dan ayahnya segera berangkat menuju Mir Ali. Di tengah jalan, mereka mendengar van itu diserang.

“Kami kehilangan keberanian saat itu. Ini adalah satu jam perjalanan ke Mir Ali – tapi pagi itu waktu perjalanan sepertinya membentang menuju keabadian,” kata Javed.

“Kami dulu bahagia. Kakak-kakak perempuan saya membawa angin segar bagi keluarga kami. Kejadian ini membuat kami semua terpukul. Kakak dan sepupu saya tidak bisa menahan air mata mereka.”

Enam dari keponakan Ayesha dan Irshad lahir dengan gangguan bicara dan pendengaran sehingga keluarga menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan mereka.

Selain kehilangan orang yang disayangi, memenuhi kebutuhan keluarga sekarang akan lebih sulit, tanpa uang yang dibawa oleh Aisyah dan Irsyad. Ayah mereka membuat gerobak tangan, sementara laki-laki lain dalam keluarga bekerja sebagai buruh.

Apa yang dikerjakan para perempuan itu?

Kelima perempuan yang pergi ke Desa Ipi pada saat serangan itu memiliki keterampilan dalam menjahit, menyulam, dan menjadi ahli kecantikan telah mengantongi sertifikat dari sebuah lembaga yang dikelola pemerintah di Bannu.

Mereka telah dipilih untuk menjalankan proyek tersebut dari 22 lulusan yang disediakan oleh institut atas permintaan sebuah LSM yang berbasis di Peshawar bernama Sabawon.

Didanai sebuah badan amal Jerman, Sabawon bekerja dengan mitra lokal di Bannu untuk melatih 140 ibu rumah tangga di wilayah Mir Ali di berbagai bidang, termasuk tata rias pengantin, menjahit, dan membuat bordiran menggunakan mesin.

Proyek itu berlangsung selama 48 hari, dan para sukarelawan menerima sekitar Rp90.000 sehari. Mereka juga menerima fasilitas antar-jemput antara lokasi pelatihan dan rumah.

Para perempuan itu dibunuh dua hari sebelum proyek berakhir pada 24 Februari.

Siapa yang membunuh mereka?

Hingga kini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi banyak yang menduga pembunuhan itu dilakukan para ekstremis.

Kelompok militan Islam di daerah tersebut telah lama menargetkan perempuan yang pergi bekerja atau mendapatkan pendidikan. Taliban Pakistan menembak dan melukai aktivis remaja Malala Yousafzai di wilayah barat laut negara itu – di bawah kendali mereka pada tahun 2012.

Di sekitar Mir Ali, pamflet bertanda tangan “Shura Waziristan Utara” kembali beredar, memperingatkan orang-orang untuk tidak bekerja dengan LSM atau tim vaksinasi polio yang dikelola pemerintah.

Pekan ini, kelompok militan mengeluarkan ancaman terhadap organisasi pemerintah dan non-pemerintah yang mereka tuduh mengajarkan “amoralitas”, bersama dengan siapa pun yang menyediakan akomodasi atau transportasi kepada mereka.

Pada hari Selasa lalu, militer mengklaim telah membunuh seorang komandan militan lokal Hasan Sajna, yang dikatakan berada di balik serangan di Ipi.

Dalam sebuah pernyataan, militer mengatakan Hasan Sajna telah terlibat dalam “serangan bom, penculikan untuk tebusan, pembunuhan spesifik, pemerasan [dan] perekrutan teroris”.

Polisi setempat khawatir akan lebih banyak serangan terjadi dan telah mengeluarkan sebuah anjuran berisi 12 poin kepada masyarakat umum, di antaranya meminta mereka, antara lain, untuk membatasi pergerakan yang tidak perlu, menghindari pertemuan, terus mengubah waktu dan rute perjalanan, serta menjauh dari orang-orang yang tidak dapat mereka identifikasi.

Mengapa milisi bangkit kembali?

Tentara menyatakan seluruh wilayah perbatasan dengan Afghanistan “bebas milisi” setelah operasi besar-besaran melawan Taliban Pakistan dan pemberontak lainnya pada tahun 2014.

Kekerasan yang memaksa puluhan ribu orang mengungsi turun drastis. Tetapi kegiatan milisi berlanjut di wilayah perbatasan selama 2018, bertepatan dengan kebangkitan gerakan nasionalis non-kekerasan, PTM, yang mengkampanyekan hak asasi manusia untuk Pashtun.

Dan selama beberapa tahun terakhir, kekerasan terus meningkat.

Setidaknya tujuh insiden pembunuhan bertarget telah dilaporkan terjadi di Waziristan Utara tahun ini. Sekitar 50 pembunuhan seperti itu dilaporkan terjadi selama tahun 2020.

Selain itu terjadi pula puluhan ledakan bom dan serangan terhadap pasukan keamanan, serta operasi militer terhadap militan.

Beberapa pengamat percaya bahwa kelompok militan berkumpul kembali di sisi perbatasan Pakistan ketika Amerika Serikat mencoba melepaskan diri dari perang di Afghanistan.

Bongkar Berkas Lama, KPU Temukan Capres Bernama Spongebob

Bongkar Berkas Lama, KPU Temukan Capres Bernama Spongebob

Sahmitra — Komisi Pemilihan Umum Federal (FEC) Amerika Serikat menemukan nama kandidat calon presiden yang sangat mencurigakan saat mereka membongkar berkas lama tahun 2016.

Menyadur dari laman Sputnik News, pada Sabtu (27/02), calon presiden yang mendaftar untuk Pemilu 2016 itu bernama Spongebob Edward Squarepantas dari Burbank, California.

FEC menanggapi serius pendaftar dengan nama mencurigakan ini dan akan mengajukan gugatan hukum. Jika terbukti palsu, Spongebob terancam hukuman penjara 5 tahun.

Pada hari Kamis, FEC mengirim sebuah surat yang dikirim ke alamat yang terdaftar yaitu studio Nickelodeon.

Surat itu berbunyi “sengaja dan sadar membuat pernyataan atau representasi yang secara material palsu, fiktif, atau curang kepada lembaga pemerintah federal”.

Ilustrasi SpongeBob Squarepants. (Pixabay/Inspired Images)

FEC mencari klarifikasi tentang kebenaran atas nama lengkap kandidat dan nama komite kampanye utama.

Pejabat pers FEC Judith Ingram mengatakan pada Sputnik bahwa pihaknya sudah mengirim surat pada tahun 2017, dan penerima memiliki waktu 35 hari untuk mengklarifikasi kebenaran pengajuan mereka.

Jika mereka gagal melakukannya, mereka dapat menghadapi dakwaan yang akan mengakibatkan denda yang cukup besar dan dapat menjebloskan mereka ke penjara hingga lima tahun.

Hukuman bisa jadi lebih panjang, hingga 8 tahun, jika pelanggaran tersebut melibatkan terorisme internasional atau domestik.

Nama orang yang mengajukan dokumen pendaftaran diri adalah Perch Perkins, reporter lapangan untuk Bikini Bottom News di acara TV Spongebob.

Alamat yang diberikan adalah studio Nickelodeon di Burbank, California. Juga, komite kampanye utama terdaftar sebagai Krusty Krab, restoran tempat Spongebob bekerja dengan alamatnya sebenarnya adalah kantor perusahaan DirecTV di El Segundo.

Syok! Ibu Ini Temukan Ribuan Pil Fentanyl di Dalam Boneka Anaknya

Syok! Ibu Ini Temukan Ribuan Pil Fentanyl di Dalam Boneka Anaknya

Sahmitra — Seorang wanita di Phoenix, Amerika Serikat kaget melihat ribuan pil fentanyl di dalam badan boneka yang ia beli di toko barang bekas.

Menyadur dari laman Ktar, pada Sabtu (27/02), ia awalnya membeli boneka glow worm untuk anaknya di toko barang bekas El Mirage. Namun ketika membersihkannya, ia menemukan ribuan narkoba di sana.

“Ada lebih dari 5.000 pil di dalam tas itu,” kata Mercedes Fortune dari Departemen Kepolisian Phoenix.

“Itu sangat berbahaya, jumlah fentanyl yang sangat sedikit bisa mengakhiri hidup seseorang.”

Fentanyl adalah opioid sintetis yang 100 kali lebih kuat dari morfin. Fortune memuji para orang tua karena memeriksa boneka itu dengan cermat.

Pihak berwenang kemudian mendorong orang-orang untuk memeriksa secara menyeluruh barang bekas yang mereka beli setelah temuan ini.

Ilustrasi pil koplo. (Shutterstock)

“Mungkin bukan hanya pil atau apapun yang ilegal, tapi bisa saja benda tajam atau mungkin sesuatu yang lain yang bisa melukai anak-anak,” katanya.

Sebelumnya pria asal Dallas menemukan bonus tak terduga saat beli mobil bekas di sebuah pelelangan yang terdapat di Rio Grande Valley, Texas.

Menyadur dari laman The Drive, pada Senin (07/09/2020), pria ini tak sengaja membawa pulang sebuah mobil dan 17 paket kokain seberat 34 kg.

Tak tanggung-tanggung, belasan paket kokain yang terbungkus rapi tersebut memiliki nilai fantastis yaitu USD 850 ribu atau sekitar Rp 12 miliar. Pria ini lantas menghubungi polisi dan melaporkan temuan yang “seperti narkoba”.

Pria Ini Palsukan Penculikannya Sebagai Alasan Tidak Pergi Bekerja

Pria Ini Palsukan Penculikannya Sebagai Alasan Tidak Pergi Bekerja

Sahmitra — Seorang pria di Amerika Serikat ( AS) berusaha meliburkan diri dari pekerjaannya dengan memalsukan penculikannya sendiri.

Pria bernama Brandon Soules (19) tersebut bahkan sampai mengikat pergelangan tangannya, menyumbat mulutnya, dan mengarang cerita mengenai uang dalam jumlah besar di gurun.

Polisi awalnya menerima laporan via telepon tentang seorang pria yang terluka di daerah dekat rel kereta api di Coolidge, Arizona, AS, pada 10 Februari.

Penelepon itu melaporkan bahwa pria itu hilang kesadaran. Sesampainya di lokasi, Polisi awalnya menemukan Soules dalam keadaan terikat dan dengan mulut tersumbat.

Sebuah foto dari Departemen Kepolisian Coolidge menunjukkan seorang pria dengan kondisi tangan terikat saat berbaring miring di tanah. Soules dibawa ke rumah sakit untuk dia dievaluasi dan diwawancarai oleh polisi sebagaimana dilansir New York Times.

Soules mengatakan kepada polisi bahwa ketika dia pulang bekerja, tiba-tiba saja ada dua pria bertopeng menculiknya di dekat kendaraannya dan memukul bagian belakang kepalanya lalu membuatnya pingsan.

Orang-orang itu, menurut Soules, membawanya dengan kendaraan sebelum mereka meninggalkannya begitu saja.

Menurut Departemen Kepolisian Coolidge, dia memberi tahu penyelidik bahwa dia telah diculik karena ayahnya menyembunyikan sejumlah besar uang di gurun.

Selama berhari-hari, para detektif mencoba menyelidiki kasus tersebut termasuk meninjau video pengawasan di daerah tersebut dan mewawancarai orang-orang yang Soules sebutkan.

Catatan rumah sakit menunjukkan bahwa Soules tidak mengalami gegar otak atau cedera di kepalanya. Akhirnya, dan setelah berulang kali mengonfrontasi Soules, para detektif menyimpulkan bahwa Soules mengarang ceritanya.

Mereka juga memutuskan bahwa cerita mengenai uang dalam jumlah besar itu juga palsu. Setelah itu, Soules ditangkap pada 17 Februari dan mengaku telah mengarang cerita penculikan.

Dia ditangkap atas tuduhan pelaporan palsu kepada penegak hukum. Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan bahwa Soules mengarang ceritanya demi bisa meliburkan diri dari pekerjaannya di toko ban.

Soules bekerja di toko ban bernama Tire Factory di mana dia memasang ban dan berkendara di sekitar area tersebut untuk mengambil suku cadang untuk toko tersebut, kata polisi.

Seorang manajer toko menolak berkomentar tentang penangkapan tersebut. Menurut profil Facebook Soules, dia tidak lagi bekerja di sana.

Berteman Akrab di Tempat Kerja, Sahabat Ini Ternyata Saudara Kandung

Berteman Akrab di Tempat Kerja, Sahabat Ini Ternyata Saudara Kandung

Sahmitra — Sepasang sahabat wanita bernama Julia Tinetti dan Cassandra Madison menemukan fakta mengejutkan tentang pertemanan mereka. Rupanya, dua wanita ini adalah saudara kandung.

Menyadur dari laman New York Post, pada Sabtu (27/02), keduanya bertemu pertama kali di tempat kerja, di bar New Heaven tahun 2013 dan langsung cocok satu sama lain.

Mereka berdua adalah anak adopsi yang sama-sama tinggal di Connecticut.

“Saya pikir dia keren,” kata Madison, 32.

“Kami langsung cocok, Itu sangat alami.”

“Kami mulai nongkrong. Kami pergi keluar untuk minum-minum, untuk makan malam. Kami mulai berpakaian yang sama,” ujar Tinetti, 31, tentang persahabatan mereka.

Perlahan, keduanya menyadari kalau sama-sama memiliki tato bendera Republik Dominika di paha mereka. Keduanya juga mendapat banyak komenar tentang wajah yang mirip.

Dua wanita ini lantas membandingkan dokumen adopsi mereka dan mendapati informasi yang berbeda. Secara dokumen, keduanya berasal dari negara yang berbeda dengan nama belakang ibu yang juga berlainan.

Kemudian, pada tahun 2018, ibu angkat Madison memberinya tes DNA 23andMe untuk kado Natal dan dia akhirnya menemukan ayah kandung di Republik Dominika.

Julia Tinetti (kiri) dan Cassandra Madison (kanan). (Facebook/Cassandra Raquel Madison)

Dalam perjalanan untuk bertemu dengannya dan saudara kandungnya, Madison bertanya apakah dia dan ibunya telah menyerahkan bayi lain selain dirinya untuk diadopsi.

Ibunya mengatakan dia dan salah satu saudara perempuannya telah lahir selama “masa sulit” sehingga diadopsi oleh orang lain. Saat itu Madison yakin, Julia Tinetti adalah yang dimaksud sang ibu.

Ia langsung menyuruh sahabat untuk tes DNA dan hasil yang keluar mengungkapkan bahwa mereka adalah saudara kandung.

“Ini menarik, apalagi Tinetti dan saya sudah berteman,” jelas Madison.

“Ini adalah hal yang biasa Anda lihat di TV,” kata Tinetti.

“Orang yang juga diadopsi sekarang menghubungi kami, yang sangat spesial. Bagi saya dan itu lebih berarti dari apa pun.”

Celana Dalam Ini Diklaim Terbersih di Dunia, Dapat Dipakai Terus Tanpa Dicuci

Celana Dalam Ini Diklaim Terbersih di Dunia, Dapat Dipakai Terus Tanpa Dicuci

Sahmitra — Sebuah perusahaan di Amerika Serikat ( AS) menciptakan produk yang diklaim sebagai celana dalam terbersih di dunia. Pakaian dalam tersebut dapat “membersihkan diri sendiri” dan dapat dipakai setiap hari selama berpekan-pekan, bahkan berbulan-bulan, tanpa menimbulkan bau.

Perusahaan yang menciptakan produk tersebut adalah HercLeon, sebuah perusaan yang berinovasi dalam kaus kaki, kaos, dan seprai pembersih otomatis pertama di dunia. HercLeon merupakan perusahaan yang berbasis di Minnesota, AS.

Perusahaan tiu menamakan celana dalam tersebut sebagai Kribi. Bahan yang digunakan untuk pembuatan pakaian dalam tersebut dinamakan HercFiber. Bahan itu disebut mampu menghancurkan semua bakteri dan tetap bersih tanpa perlu dicuci.

Yang harus dilakukan pembeli adalah membiarkan celana dalam itu diangin-anginkan setelah dipakai. Setelah itu, celana dalam itu dapat dipakai kembali dengan aman keesokan harinya sebagaimana dilansir Oddity Central, Senin (22/2/2021).

HercFiber dibuat dari campuran serat Bambu, Eucalyptus, Beechwood, dan Tembaga. Pembuat Kribi mengatakan, meskipun HercFiber masih rentan terhadap bakteri penyebab bau, baunya tidak bertahan lama sebagaimana yang terjadi pada kapas dan poliester.

“Kribi terus menerus menghancurkan semua bakteri dan tetap bersih,” kata HercLeon.

“Kami menganjurkan agar membiarkan Kribi diangin-angin selama beberapa jam setelah digunakan seharian. Pada saat Anda akan memakainya keesokan harinya, baunya akan segar seperti pakaian dalam yang belum pernah dipakai,” imbuh HercLeon.

Pendiri sekaligus Direktur Kreatif HercLeon, Wenceslaus Muenyi, mendapatkan ide untuk membuat pakaian dalam yang mampu “membersihkan sendiri” saat sedang dalam perjalanan di Islandia.

Saat mengemas ransel pakaian, dia menyadari bahwa itu tidak akan cukup karena beberapa pakaian mulai berbau tidak sedap setelah dipakai. Hal itulah yang membuatnya berpikir tentang solusi berkelanjutan untuk masalah yang dia hadapi.

“Karena penasaran, Wenceslaus pulang ke rumah dan mulai mempelajari tekstil dan proses yang menyebabkan pakaian berbau tidak sedap,” kata situs web HercLeon.

Tujuan utama pembuatan bahan tekstil yang dapat membersihkan sendiri adalah untuk membuat kain yang tidak terlalu sering dicuci dan dapat dipakai selama berhari-hari tanpa harus mencucinya.

“Meski banyak orang yang melihat produk yang kami buat sebagai produk kotor, kami melihatnya sebagai langkah penting selanjutnya menuju masa depan yang lebih bersih,” kata Wenceslaus.

Wenceslaus menambahkan, manusia telah bertahan hidup selama bertahun-tahun dengan kebiasaan yang tidak berkelanjutan.

“Dan satu-satunya cara kita dapat maju dan berada di planet ini selama dua ribu tahun lagi adalah berpikiran terbuka tentang cara kita menjalani hidup dan mendukung produk yang mendukung keberlangsungan hidup kita sebagai spesies,” imbuh Wenceslaus.

Dia bertutur, pihaknya dengan senang hati menerima kritik demi mendorong umat manusia menuju masa depan yang lebih bersih.

“Karena kami tahu bahwa ini adalah langkah penting berikutnya dan kami bersemangat untuk menjadi orang yang membantu memajukan kita bersama,” sambung Wenceslaus.

HercLeon meluncurkan Kribi di platform crowdfunding Indiegogo pada 2020. Produk tersebut dengan cepat menjadi pakaian dalam yang paling banyak didanai dalam sejarah platform tersebut, dengan lebih dari 150.000 dollar AS (Rp 2,1 miliar) terkumpul.

Perusahaan berjanji mulai mengirimkan pakaian dalam ke pendukungya dalam platform tersebut pada Juli 2020, tetapi tidak ada kabar kapan akan tersedia untuk semua orang.

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Sahmitra — Selain di Indonesia, temuan bayi hiu berwajah mirip manusia juga viral di luar negeri. Bayi ikan hiu itu ditemukan sejumlah nelayan di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Kasubag Humas Polres Rote Ndao Aiptu Anam Nurcahyo pada Rabu (24/2/2021) petang mengatakan ke Kompas.com, bayi hiu itu pertama kali ditemukan oleh nelayan bernama Hasan Hanasin.

Hasan dan rekannya, Abdullah Ferroh, menemukan ikan tak biasa itu setelah memotong induk hiu yang tertangkap pukat di perairan Papela, tepatnya di depan Pos Angkatan Laut Papela. Namun, saat memotong, Hasan mendapati dua ekor bayi hiu di dalam perut ikan berukuran besar tersebut.

“Salah satu bayi ikan hiu tersebut memiliki bentuk yang berbeda sehingga yang bersangkutan langsung membuangnya karena takut melihat bentuk bayi ikan hiu tersebut,” jelas Anam.

Bayi ikan hiu itu lalu dipungut Abdullah, dibawa pulang untuk disimpan dalam stoples berisi cairan alkohol.

Ikan hiu dengan bentuk aneh yang ditemukan nelayan di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kisah unik itu pun tersiar sampai ke luar negeri. Sejumlah media asing di Amerika Serikat (AS), Inggris, India, dan Timur Tengah turut memberitakan. Di New York Post misalnya, media “Negeri Paman Sam” itu menceritakan kronologi penemuan bayi hiu berwajah mirip manusia.

“Seorang nelayan Indonesia mengeklaim menangap seekor hiu yang mirip manusia – dan mirip karakter kartun terkenal,” tulis media yang beroperasi sejak 1801 itu, dalam artikel berjudul Baby shark with ‘human face’ looks eerily like viral YouTube character.

Bayi ikan hiu yang disebut mirip wajah manusia ditemukan nelayan di Rote Ndao, NTT.

“Foto-foto menunjukkan mata besar seperti manusia dan mulut yang lebih kecil dari jari manusia,” lanjutnya.

Kemudian di Daily Mail, diceritakan pengakuan Abdullah bahwa rumahnya kini ramai didatangi orang-orang yang penasaran dengan hiu berwajah mirip manusia tersebut.

Di artikel berjudul The real-life baby shark! Mutant fish is born with ‘a human face’, media Inggris itu menulis Abdullah yang enggan menjual bayi hiu temuannya, dan memilih untuk menyimpannya karena yakin bakal membawa keberuntungan. Media Inggris lainnya yaitu The Independent, mengutip penjelasan pakar tentang fenomena langka itu.

Dr David Shiffman ahli biologi konservasi laut dan peneliti post-doctoral di Arizona State University menerangkan, kemungkinan besar bayi hiu itu cacat bawaan dan bukan spesies baru.

“Ini bukan hal yang saya pelajari, tapi beberapa ahli yang saya ikuti melaporkan mungkin kasus Cyclopia parsial (jangan Googling ini saat makan) dengan satu orbit yang menyatu tapi masih dua mata,” tulisnya di Twitter.

Lalu di Metro, dalam artikel berjudul artikel Mutant baby shark ‘with a human face’ cut from mother’s stomach, disebut bahwa bayi hiu itu mirip karakter hantu Casper yang masuk mesin cuci lalu bergabung dengan Ku Klux Klan (KKK).

Ahli Kemudian media AS lainnya, LADBible, membandingkan temuan langka itu dengan hiu “berambut” mirip Donald Trump yang viral akhir Januari lalu.

“Dalam kasus yang sama, siapa fotografer dan videografer Tanner Mansell yang memberitahu orang-orang bahwa hiu yang ia potret tidak terlihat seperti Donald Trump?” tulisnya di artikel Fisherman Baffled By Baby Shark With Strange ‘Human Face’.

Selain media berbahasa Inggris, berita hiu berwajah mirip manusia ini juga beredar dalam bahasa Hindi seperti di Zee News Hindi, bahasa Telugu (India selatan) di Sakshi.com, aksara Marathi (India barat) di Lokmat.com, hingga situs bahasa Arab milik Al Jazeera.

Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Sahmitra — Seorang pria di Ukraina diselidiki atas dugaan pembunuhan, setelah dia tak sengaja membunuh tunangan sepekan jelang pernikahan mereka. Korban yang diidentifikasi bernama Tatyana ditembak mati calon suaminya, Dmitry, yang saat itu tengah memamerkan senjata ke temannya.

Tragisnya, insiden itu dilihat langsung oleh anak Tatyana yang kebetulan tengah berada di kamar sebelah dan mendengar bunyi tembakan.

Media Ukraina memberitakan, pasangan itu tinggal di kota Dnipro ketika teman mereka, Oleksiy Kondratev, berkunjung. Ketiganya kemudian menuju ke kamar tidur, di mana Dmitry menunjukkan ke Kondratev senapan berburu HATSAn kaliber 12.

“Dmitry memegang senjata itu hingga setinggi panggul dengan jari telunjuk kanan di pelatuk saat dia sadar moncongnya ke Tatyana,” kata Kondratev.

Pria berusia 44 tahun ini mencoba menjauhkan moncongnya dari si tunangan. Saat itulah, senjata itu meletus dan menewaskan Tatyana. Dua anak Tatyana, masing-masing berusia 13 dan 11 tahun, langsung berlari ke kamar tidur begitu mendengar suara tembakan.

Setelah melihat ibunya bersimbah darah di bagian perut, keduanya dilaporkan berusaha meminta pertolongan ke tetangga.

Lyudmila Mikhailovna, tetangga di sebelah rumah pasangan itu mengungkapkan, dia melihat guru pelajaran renang itu terbaring di lantai. Dilansir The Sun Rabu (24/2/2021), paramedis sempat datang ke lokasi, namun mereka menyatakan perempuan 37 tahun itu tewas.

Berdasarkan hasil otopsi, Tatyana tewas dengan luka di perut akibat peluru senapan yang berisikan pelet logam. Polisi setempat yang merespons laporan menggelar penyelidikan terhadap Dmitry, yang langsung dijebloskan ke penjara.

Juru bicara kepolisian Anna Starchevska berkata, Dmitry mengaku tak sengaja menembak Tatyana saat memamerkan senjata ke Kondratev. Dmitry, yang adalah pegawai keamanan, membeli senapan itu untuk melindungi keluargnya karena mereka tinggal di lingkungan berbahaya.

Setelah ditahan, dia diketahui mengirimkan pesan permintaan maaf kepada anak-anak dan keluarga Tatyana lewat media.

“Ayah, ibu, anak-anak, maafkan aku karena tak bisa menyelamatkannya. Kalian tahu aku sangat mencintainya,” ratapnya.

Penembakan yang terjadi satu pekan sebelum pernikahan keduanya disesalkan oleh ibu korban, Nila Mymrina. Nila mengatakan bahwa insiden itu sangat tragis, dan meminta kepada otoritas untuk melepaskan calon menantunya.

“Putri saya menjadi perempuan paling berbahagia di dunia ketika bersama dengan pria ini,” ujar sang ibu.

Sahabat Dmitry, Oleksandr Volkov yang membantu membeli cincin pernikahan mengungkapkan, pasangan itu sudah bersama selama 10 tahun. Volkov menceritakan bahwa sahabatnya itu pertama melihat Tatyana saat berada di bus satu dekade silam, dan membuatnya terkesima.

Ketika mereka kembali bertemu di dalam bus, Dmitry menuturkan Tatyana menjatuhkan sesuatu, dan menyelipkan kertas ke sakunya.

“Ternyata yang dia selipkan adalah nomor teleponnya. Dua pekan setelah pertemuan itu, Tatyana meneleponnya,” kata Volkov.

Wanita Ini Jual Anaknya Rp 1,4 Juta untuk Modal Jualan Miras

Wanita Ini Jual Anaknya Rp 1,4 Juta untuk Modal Jualan Miras

Sahmitra — Seorang wanita di Nigeria ditangkap polisi setelah berusaha menjual bayinya yang berusia empat bulan senilai 40.000 Naira atau setara Rp 1,4 juta. Wanita tersebut bernama Victoria Chukwube (32) sebagaimana dilansir dari Sahara Reporters, Kamis (25/2/2021). Kepada Kepolisian Negara Bagian Ebonyi, Chukwube mengaku dia menjual anaknya karena tidak yakin siapa ayah bayi tersebut.

Rencananya, uang dari hasil penjualan bayi tersebut bakal dia pergunakan untuk membuka usaha penjualan minuman keras ( miras). Chukwube mengatakan, dia bekerja sebagai pekerja seks komersial ( PSK) telah tidur dengan 15 pria tanpa menggunakan alat kontrasepsi berupa kondom. Chukwube menambahkan, dia sengaja menjadi PSK karena sangat membutuhkan uang untuk menyambung hidup.

“Saya memasang tarif 5.000 naira (Rp 185.000) untuk setiap pria yang tidur dengan saya tanpa menggunakan kondom. Saya berhubungan seks dengan 15 pria pada hari itu,” kata Chukwube.

Setelah melayani 15 pria dalam sehari, beberapa waktu kemudian dia hamil dan dia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya itu.

“Saya bahkan tidak tahu siapa yang harus bertanggung jawab atas bayi itu,” tutur Chukwube.

Chukwube berujar, bayi yang dikandungnya mengganggu “bisnisnya” karena dia tidak berencana untuk memiliki anak.

“Saya ingin menjualnya agar saya dapat berkonsentrasi pada bisnis kedai bir yang ingin saya mulai segera,” tambah Chukwube.

Bayi tersebut kemudian dibawa ke Kementerian Urusan Wanita Nigeria untuk pemeriksaan lebih lanjut dan setelah itu akan dilakukan tindakan lebih lanjut.

Juru Bicara Kepolisian Negara Bagian Ebonyi, Loveth Odah, mengatakan kepada Vanguard bahwa Chukwube ditangkap setelah polisi mendengar laporan adanya upaya penjualan bayi. Meski telah diinterogasi, Chukwube menolak untuk mengungkapkan daerah asalnya. Chukwube juga mengatakan, dia tidak memiliki kemampuan finansial untuk merawat anak tersebut.

Curhat Diperkosa saat Pesta, Gadis Ini Ditemukan Tewas Keesokannya

Curhat Diperkosa saat Pesta, Gadis Ini Ditemukan Tewas Keesokannya

Sahmitra — Seorang mahasiswi di Inggris ditemukan tewas dengan kondisi tergantung setelah ia memberi tahu teman-temannya bahwa dia telah diperkosa saat pesta.

Menyadur New York Post, Kamis (25/2/2021) Megan Younger-Watson memberi tahu teman-temannya bahwa dia “putus asa” setelah dilecehkan secara seksual di sebuah pesta pada 15 Februari 2019 di Ipswich.

Pengadilan Koroner Suffolk County pada hari Selasa, menetapkan bahwa Younger-Watson memakai kokain, ekstasi, dan Xanax di tubuhnya ketika dia meninggal, tetapi kadar alkoholnya relatif rendah.

Polisi kemudian mengidentifikasi tersangka penyerangnya tetapi menolak untuk mengajukan tuntutan, meskipun Polisi Suffolk Det Inspektur Daniel Connick mengakui “jelas” bahwa Younger-Watson “sangat mabuk” untuk menyetujui hubungan seks, menurut laporan The Sun.

“Megan adalah salah satu orang paling indah, paling ceria, dan paling bahagia yang pernah Anda temui,” kata ibunya, Natashia Younger-Watson, kepada The Sun.

“Dia menempatkan semua orang sebelum dirinya sendiri. Itulah mengapa ada penghormatan besar untuknya. Dia benar-benar luar biasa.” sambungnya.

Mahasiswi sastra di Suffolk New College, Ipswich, memiliki riwayat kecemasan dan depresi setelah ia dikeluarkan dari asrama Christchurch House.

Malam sebelum kematiannya, Younger-Watson keluar bersama teman-temannya untuk berpesta di pub Grinning Rat.

Menurut laporan Ipswich Star, Younger-Watson bergabung dengan sekelompok orang untuk melanjutkan pesta di sebuah pesta di apartemen ketika bar tutup pada tengah malam.

Remaja itu tidak kunjung keluar dan memberi tahu seorang temannya bahwa dia dilecehkan dan “tidak tahu apa yang dia lakukan.”

Setelah memberi tahu teman-temannya tentang serangan itu, Younger-Watson dua kali ditemani oleh penjaga di apartemen tersebut, tetapi akhirnya ditinggalkan sendirian.

Pada pukul 10.00 pagi waktu setempat keesokan harinya, teman-temannya menelepon polisi karena dia tidak membuka pintu.

Polisi mendobrak pintu dan menemukan gadis tersebut tidak sadarkan diri dan dalam kondisi tergantung, kata laporan itu.