Trend ‘barter’ seks dengan operasi plastik di Mexico

Trend ‘barter’ seks dengan operasi plastik di Mexico

SAHMITRA — Sinaloa adalah nama sebuah negara bagian di Mexico. Mungkin ini adalah kali pertama anda mendengarnya dan tidak pernah mengetahui apapun tentang Sinaloa. Namun apabila anda sebutkan Sinaloa pada penduduk Mexico atau seseorang yang pernah berkunjung atau tinggal disana, hal pertama yang terlintas di benak atau yang mereka katakan pastilah dua hal ini: narkoba dan kekerasan.

Sinaloa adalah pusat perdagangan dan rumah bagi kartel narkoba paling kuat dan bengis di Mexico. Akibat dari kehadiran dan kegiatan haram yang merajalera dari banyaknya kartel  narkoba di seluruh Mexico itu, maka lahirlah sebuah sub kultur yang dinamakan Narcoculture.

Narcoculture didefinisikan sebagai kode etik dan gaya hidup bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia narkotika. Kultur ini mengagungkan maskulinitas, pencapaian dan kekayaan. Identik dengan hidup mewah dan pamer kekayaan dengan pakaian dan perhiasan mahal. Karena pencitraan tersebut banyak anak-anak muda miskin dan kurang berpendidikan di Sinaloa beranggapan Narcoculture menciptakan sebuah fantasi bahwa dengan menjual dan mengedarkan narkoba adalah satu-satunya cara untuk membebaskan mereka dari kemiskinan dan mendapatkan kekuatan serta rasa hormat.

Sementara itu, meskipun Narcoculture juga sering disebut memberikan dampak buruk bagi cara pandang kaum laki-laki terhadap kaum perempuan, karena sering menganggap perempuan hanyalah objek seksual dan kepemilikan semata seperti sebuah benda. Nyatanya tidak sedikit juga perempuan-perempuan lokal di Sinaloa yang berkompetisi satu sama lain dan terobsesi mengubah penampilan fisik mereka  menjadi ‘La Buchona’ untuk memikat para mafia-mafia narkotika, yang sering disebut dengan ‘Narco’.

Apa itu ‘La Buchona’? Adalah panggilan untuk perempuan di Mexico yang memiliki tampilan hiper-feminis dengan siluet yang berlebihan. Pinggang kecil, panggul lebar, bokong dan dada besar. Coba bayangkan saja bentuk tubuh pesohor Kim Kadarshian. Mereka  biasanya mengenakan pakaian mencolok dan perhiasan mahal. Konon katanya, didampingi oleh perempuan cantik bukan hanya sebuah keharusan bagi seorang Narco, tapi juga sebagai status. Semakin sempurna La Buchona yang ‘dimiliki’ semakin dia dihormati.

Emma Coronel, La Buchona sekaligus istri dari ‘El Chapo’ si gembong narkoba paling dicari di Mexico.

Dr. Rafaela Martinez Terrazas, seorang ahli bedah kecantikan di kota Culiacan, ibu kota Sinaloa membagikan kisahnya pada BBC News. Dr. Martinez mengatakan usia rata-rata perempuan yang datang ke kliniknya adalah antara 30 – 40 tahun dan tidak sedikit pula yang ‘dikirim’ untuk melakukan operasi kecantikan yang diinginkan.

“Seorang pria pernah menelepon dan berkata, ‘gadisku sedang dalam perjalanan untuk menemuimu. Dokter, anda pasti tahu apa yang saya inginkan. Jadi jangan dengar apapun yang gadis itu katakan. Aku membayarmu untuk itu.’” Dr. Martinez bercerita.

Satu kali tindakan, Lipo-sculpture atau sedot lemak menghabiskan biaya kurang lebih $6,500 atau sekitar 95 juta Rupiah. Namun dibutuhan setidaknya 3 sampai 4 tindakan operasi di bagian tubuh lainnya untuk mendapatkan penampilan ‘La Buchona’ yang sempurna. Karena tingkat kemiskinan dan kriminalitas di Sinaloa yang tinggi, seorang Narco dianggap dapat memberikan bukan sekedar kenyamanan namun juga perlindungan bagi perempuan yang dipilihnya. Akibatnya banyak perempuan yang terjebak dalam fantasi dan lalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang diinginkan.

BBC News juga berbicara pada seorang nara sumber yang tidak ingin diungkapkan identitas aslinya. Dia mengaku bernama Pedro dan berprofesi sebagai seorang pelatih pribadi dan juga terlibat dilingkaran perdagangan narkotika di Sinaloa.

“Perempuan itu berkata, ‘OK. Tubuhku akan menjadi milikmu selama enam bulan asalkan kau mau membayar operasinya.’” Ungkap Perdo.

Perdo mengaku sudah dua kali membayar operasi untuk perempuan. Dia juga menceritakan beberapa pengalaman temannya sesama Narco yang juga pernah  menjadi ‘sponsor’ atau yang melakukan ‘barter’ seks dengan hal-hal mewah seperti mobil, rumah, uang atau benda berharga lainnya.

Seorang nara sumber lain bernama Carmen (nama samaran), mengaku dirinya menjalani kesepakatan dengan seorang Narco dengan alasan dirinya sudah muak dengan kemiskinan dan kelaparan. Pada usia 16 tahun Carmen pergi dari rumah dan kemudian di Sinaloa dia bertemu dengan seorang  Narco yang berkata padanya bahwa tidak baik baginya seorang diri di kota yang berbahaya ini dan menawarkan diri untuk menjadi ‘godfather’ atau dewa pelindungnya.

“Sejak hari itu, semua anak buahnya tahu siapa aku. Aku bisa berjalan kemanapun yang aku mau dengan bebas di Culiacan dan aku merasa sangat dilindungi dan tidak akan terjadi apa-apa padaku.”

Artis tato di Brazil terobsesi menjadi monster ‘Orc’

Artis tato di Brazil terobsesi menjadi monster ‘Orc’

SAHMITRA — Pernahkah anda mengidolakan tokoh atau karakter dalam cerita fiksi yang anda baca atau lihat di layar kaca dan terobsesi untuk menjadi serupa seperti mereka? Kalau jawabannya ya, berarti anda sama seperti Fernando Franco de Oliviera. Artis pembuat tato yang memiliki studio tato di Sao Paulo, Brazil ini rupanya adalah penggemar berat karakter ‘Orc’ yang merupakan musuh dari para peri dan manusia di kisah fantasi Lord of The Rings.

Karakter Orc sangat identik dengan setan, iblis, jahat dan monster. Mereka sering digambarkan memiliki tubuh yang ukurannya lebih besar, kulitnya berwarna hijau dan wajahnya tidak seperti manusia dengan dua taring panjang. Sifat mereka biasanya ganas, garang dan buas. Dalam kisah Lord of The Rings mereka adalah bangsa kanibal yag suka sekali makan daging.

Menyadur dari laman Mail Online, 99 persen dari tubuh Fenrnando dipenuhi oleh tato, termasuk bola mata yang sekarang sepenuhnya berwarna hitam, dan dia bahkan memasang implan-implan tanduk dikepalanya. Fernando mengaku bahwa dirinya kecanduan akan rasa sakit dari jarum.

Pria yang memilik gelar orang dengan tato terbanyak di Brazil tahun 2014 ini tidak ragu untuk melakukan hal- hal diluar nalar dan yang sebenarnya dapat membahayakan nyawanya sendiri untuk mendapatkan penampilan semirip mungkin dengan ‘Orc’. Seperti membelah ujung lidahnya hingga bercabang dan membuat gigi vampir. Namun menurutnya operasi yang paling menyakitkan dan ‘mengubah hidupnya’ adalah operasi memotong hidung.

Gambar sebelum dan sesudah ‘modifikasi’ tubuh Fernando Franco de Oliviera

Fernando memodifikasi hidungnya hingga batang hidungnya terlihat dan meskipun telah dilakukan perubahan drastis tersebut, dia masih bisa bernapas dengan normal. Pasca operasi dia mengatakan butuhkan waktu yang lebih lama dan perawatan ekstra untuk sembuh.

Namun hal tersebut tidak membuat Fernando jera ataupun puas dengan penampilannya. Dia mengatakan dia masih mau menambah beberapa implant tanduk dikepalanya dan berniat untuk ‘memodifikasi’ kedua telinganya agar menyerupai telinga ‘Orc’.

Luar biasa sekali ya dedikasi Fernando untuk membuat dirinya menyerupai karakter idolanya. Tidak hanya rasa sakit, uang dan waktu bahkan nyawapun rela dikorbankan olehnya.