Polisi AS Sergap Pemuda Bersenjata di Kamar Mandi Supermarket, Bawa 6 Senjata Berisi Peluru

Polisi AS Sergap Pemuda Bersenjata di Kamar Mandi Supermarket, Bawa 6 Senjata Berisi Peluru

SAHMITRA — Seorang pembeli di supermarket Atlanta minggu ini melihat seseorang membawa senapan jenis AR-15 saat dia masuk kamar mandi. Tak lama dia mendengar suara yang diyakini sebagai suara seseorang yang memuat peluru ke dalam senjata, di bilik kamar mandi.

Saksi bergegas keluar dari kamar mandi dan memberitahu staf di Supermarket Publix. Polisi tiba tidak lama setelah itu, mereka menangkap seorang tersangka saat dia keluar dari kamar mandi. Bukan satu, tapi dia membawa enam senjata yang dimilikinya.

Tersangka, yang diidentifikasi sebagai Rico Marley yang berusia 22 tahun, sekarang menghadapi banyak dakwaan terkait insiden tersebut. Kejadian itu dilaporkan terjadi hanya beberapa hari setelah 10 orang tewas dalam penembakan massal di sebuah supermarket di Boulder, Colorado.

“Saya melihat AR-15. Hal seperti ini mengejutkan saya, terlebih dengan kejadian yang baru-baru ini terjadi di toko bahan makanan di Colorado,” kata Charles Russell, saksi mata yang melaporkan kejadian itu, kepada afiliasi CNN, WSB pada Jumat (26/3/2021).

Pihak berwenang belum mengatakan apa yang mereka yakini akan dilakukan Marley dengan senjata itu. Menurut laporan insiden polisi, Russell sedang memasuki toilet pria ketika dia “mendengar suara klik dari kamar mandi.”

“Baginya, itu terdengar seperti seseorang sedang memuat senjata api. Dia juga mengatakan kepada saya bahwa dia melihat senapan gaya AR-15 bersandar di dinding,” tulis seorang perwira Atlanta dalam keterangannya.

Pada saat petugas tiba di Atlantic Station, sebuah kompleks komersial dan perumahan di Atlanta di utara pusat kota, supermarket itu tampaknya telah dievakuasi, kata laporan itu.

Petugas dilaporkan mengenakan helm balistik dan membawa senapan ke dalam toko di mana tersangka datang dari sudut kamar kecil terlihat, hanya beberapa meter jauhnya. Petugas memerintahkan tersangka untuk mengangkat tangannya dan tidak bergerak.

“Terdakwa tampak terkejut ketika dia melihat kami sedekat itu dengannya,” tulis petugas itu.

Marley ditahan tanpa insiden, terang laporan itu.

Tidak diberi penjaminan

Setelah menangkap Marley, polisi menemukan enam senjata api bersamanya di dalam ruangan itu. Jenisnya yaitu senapan tipe DPMS AR-15, senapan Maverick Arms Modell 88 ukuran 12, tiga pistol semi-otomatis 9 mm, dan revolver kaliber 38.

Semua senjata, termasuk tiga pistol 9 mm semuanya memiliki peluru di dalamnya, menurut laporan polisi. Tersangka mengenakan pelindung tubuh ketika dia ditangkap. Dia memiliki empat pistol di pakaiannya sementara senapan-senapannya dibawa ke dalam tas.

Marley didakwa dengan enam dakwaan memiliki senjata api atau pisau selama melakukan atau mencoba melakukan tindak pidana tertentu. Dijatuhkan juga lima dakwaan upaya kriminal untuk melakukan tindak pidana.

Colorado Marley, yang diwakili oleh seorang pembela umum Fulton County, tidak menghadiri pengadilan pertamanya pada Kamis (25/3/2021), di mana Hakim Rashida Oliver memerintahkannya untuk ditahan tanpa jaminan, karena “risiko bahaya bagi komunitas secara luas.”

Dia ditahan di Penjara Kabupaten Fulton. Kantor Pembela Umum Fulton tidak menanggapi permintaan komentar CNN pada Kamis. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Publix mengatakan perusahaan bekerja sama dengan penyelidik dan bahwa “keselamatan rekan dan pelanggan adalah prioritasnya.”

“Kami bersyukur tidak ada yang terluka, dan semua bisa keluar dari toko dengan selamat.”

Dari Pantat Pria Ini, Dokter Keluarkan Cacing Pita Sepanjang 17 Meter

Dari Pantat Pria Ini, Dokter Keluarkan Cacing Pita Sepanjang 17 Meter

SAHMITRA — Dokter di Thailand begitu terkejut ketika menemukan cacing pita sepanjang 17 meter dari pantat seorang pria.

Semua berawal ketika si pasien, berasal dari Provinsi Nong Khai, datang ke rumah sakit mengeluhkan sakit perut dan perut kembung. Sampel pun diambil, dan segera dikirimkan ke Pusat Penelitian Penyakit Parasit yang berlokasi di Nakhon Ratchasima.

Dari hasil lab, diketahui ada 28 butir telur cacing di dalam perut pria yang tidak disebutkan identiasnya itu. Tim dokter memberikan obat cacing ke pasien berusia 67 tahun itu, sebelum mengeluarkan parasit dari pantat pada 20 Maret.

Rekaman video menunjukkan tim medis mengambil cacing pita sepanjang 59 kaki (17 meter), dan merentangkannya di matras merah. Juru bicara pusat penelitian penyakit parasit menerangkan, pasien itu diberi obat pada malam sebelum tidur.

“Pagi harinya, parasit itu keluar dari anusnya. Butuh waktu bagi kami untuk merentangkannya,” paparnya.

Dilansir Daily Mail Rabu (24/3/2021), dokter meyakini hewan itu berasal dari daging mentah yang dimakan pasien.

Pihak rumah sakit menerangkan, cacing pita itu merupakan temuan terpanjang di Thailand dalam 50 tahun terakhir. Dr Schawanya Rattanapitoon yang memimpin tim mengatakan, cacing itu bisa hidup di tubuh manusia selama 30 tahun.

“saat ini, mereka tidak bisa hidup panjang karena pengobatan yang semakin bagus. Hanya saja, ini penemuan terpanjang,” jelasnya.

Dr Rattanapitoon menjelaskan, pria itu mendapat perawatan dan diperingatkan untuk mengubah kebiasaan makannya. Dia melanjutkan, keluarga pasien juga dibujuk untuk melakukan pemeriksaan guna mengetahui apakah ada cacing yang sama di tubuh mereka.

“Kami mengimbau mereka untuk tak lagi makan daging mentah karena itulah sumber penularan cacing tersebut,” kata Dr Rattanapitoon.

Disangka Meninggal Setelah Dirawat karena Covid-19, Pria Ini Kaget saat Pulang ke Rumahnya yang Kosong

Disangka Meninggal Setelah Dirawat karena Covid-19, Pria Ini Kaget saat Pulang ke Rumahnya yang Kosong

SAHMITRA — Penduduk asli Jepang, Ryo Nagaoka, telah tinggal di apartemen East Village selama lebih dari 20 tahun. Dia bekerja di tengah kota, di sebuah restoran mie. Pria 60 tahun ini tinggal sendirian dengan kura-kura peliharaannya, Kame-san, yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi Mr. Tortoise.

Pada Januari, dia ditemukan tidak sadarkan diri di apartemennya oleh pemilik apartemen, yang berkunjung untuk memberitahunya tentang kebocoran air. Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit dengan ambulan. Nagaoka menghabiskan dua bulan di Rumah Sakit Bellevue, dan kemudian masuk fasilitas rawat jalan di Brooklyn.

Pria itu baru bisa kembali ke apartemennya pada Rabu (24/3/2021), tetapi ternyata apartemennya telah dikosongkan seluruhnya. Satu-satunya yang tersisa di dalam rumahnya adalah piano dan hewan peliharaannya.

Pemilik bangunan itu bahkan telah memindahkan lemari esnya. Dia tidak memiliki ponsel, dompet atau ID. Bangunan yang dimiliki oleh Barbara Corcoran dan A-Rod dari Shark Tank, telah membersihkan semua barangnya. Gedung tersebut mengirimkan tim untuk mengosongkan dan membersihkan rumahnya pada 17 Februari.

Sekarang, tetangga dan teman mengumpulkan uang di halaman GoFundMe untuk membantunya menyatukan kembali hidupnya. Donasi ini telah mengumpulkan leih dari 57.000 dollar AS (Rp 821,4) dari tujuan mereka 50.000 dollar AS (Rp 720 juta). Barbara Corcoran telah menyumbangkan 12.000 dollar AS (Rp 172,9 juta) dalam penggalangan dana itu.

”Saya berada di rumah sakit Bellevue dan kemudian dipindahkan ke rawat jalan di Brooklyn,” kata Nagaoka kepada Daily Mail pada Jumat (26/3/2021).

Dia menceritakan saat dua bulan kemudian dia kembali ke apartemen, kuncinya telah diganti.

“Saya harus meminta tetangga saya untuk menelepon tuan tanah. Mereka menelepon dan seseorang datang dan membuka pintu. Ketika saya membuka pintu … kejutan lain datanga. Itu (apartemen) kosong.”

“Mereka membuang semuanya. Saya tidak yakin siapa, tapi seseorang menyelamatkan kura-kura itu. Namanya Tuan Kura-kura,” katanya.

Teman dan tetangga tercengang saat dia muncul kembali. Mereka menjadi sangat khawatir sehingga mereka memasang tanda orang hilang di lorong. Sekarang, mereka bersatu untuk menggantikan apa yang diambil darinya.

Selain situs GoFundMe, mereka telah menyusun spreadsheet di mana orang dapat membuat daftar item untuk disumbangkan. Meski kesulitan, Nagaoka masih bisa melihat hal positif dari musibah yang menimpanya. Dia melontarkan lelucon bahwa sekarang dia memiliki makanan dan pakaian yang lebih bagus daripada yang pernah dia miliki dulu.

Bangunan yang ditempatinya dikelola oleh H&H Ventures, tetapi dimiliki oleh Corcoran dan A-Rod. Pasangan itu membelinya pada 2018 dari Donald Trump dan mantan pengacaranya Michael Cohen.

Seorang perwakilan Corcoran membela apa yang terjadi dalam sebuah wawancara dengan The New York Post. Mereka mengatakan telah melakukan segala upaya untuk menemukan penghuni, termasuk menelepon rumah sakit setempat dan menghubungi Layanan Perlindungan Dewasa.

“Terlepas dari upaya petugas kasus APS dan kantor ini, penghuni tidak dapat ditemukan. Apartemen dibersihkan oleh perusahaan yang berspesialisasi dalam layanan pembersihan pada 17 Februari 2021, sesuai dengan semua peraturan.”

Bikininya Tak Sengaja Terlepas saat Pesta, Ana Tewas Dianiaya Pacarnya

Bikininya Tak Sengaja Terlepas saat Pesta, Ana Tewas Dianiaya Pacarnya

SAHMITRA — Seorang pria Brasil menganiaya pacarnya sendiri hingga tewas setelah bikini yang ia kenakan tak sengaja lepas dan bagian dadanya terlihat saat mereka ikut pesta.

Menyadur dari laman News.com.au, pada Sabtu (27/3/2021) Nikolas Iori Maichon dituduh menganiaya pacarnya, Ana Paula Coutinho, hingga tewas setelah pakaiannya terlepas saat ikut pesta sehingga bagian payudaranya terlihat.

Menurut laporan, pria tersebut mulai memukuli pacarnya dengan kasar pada 18 Maret ketika dia menyadari bikininya lepas saat mengikuti pesta.

Nikolas menuduh pacarnya yang berusia 24 tahun tersebut dengan sengaja memperlihatkan payudaranya kepada orang lain.

Setelah menganiaya pacarnya hingga tak sadarkan diri, pria tersebut kemudian mengikat pacarnya di mobilnya dan membawanya ke rumahnya, kemudian membawa mayatnya ke rumah sakit dan melarikan diri.

Pria tersebut mengatakan kepada keluarga korban jika Ana tenggelam di kolam setelah meminum alkohol saat ikut pesta.

Pelaku juga mengaku telah menyelamatkan gadis tersebut dan membuatnya sadar dengan metode CPR. Dia kemudian memberi tahu keluarganya bahwa dia membawanya ke rumahnya.

Namun, saat kerabat korban tiba di rumah sakit, mereka hanya bertemu dengan ibu Nikolas yang sengaja ditinggal oleh pelaku.

Pihak keluarga kemudian curiga jika Nikolas sengaja kabur dari tempat kejadian, kecurigaan mereka meningkat ketika dokter mengungkapkan penyebab kematiannya karena cedera kepala.

Kakak perempuan korban kemudian menelepon teman-teman pasangan tersebut, dan kemudian mereka memberi tahu bahwa Nikolas menganiaya Ana Paula setelah atasan bikininya secara tidak sengaja terlepas dan kemudian membawanya pergi dari pesta.

Menurut kerabatnya, sebelumnya Nikolas pernah bersikap keras kepada Ana, namun dia selalu membelanya dan dibutakan oleh cintanya.

Saat ini polisi sedang melacak dan mengejar Nikolas. Pria tersebut juga menjadi buronan sejak Desember tahun lalu karena kasus penipuan.

Siapkan Paspor Kamu! 1 Juli Nanti Thailand Buka Pintu bagi Wisatawan Asing

Siapkan Paspor Kamu! 1 Juli Nanti Thailand Buka Pintu bagi Wisatawan Asing

SAHMITRA — Thailand sebagai salah satu lokasi pariwisata favorit di Asia akan membuka pintu bagi para wisatawan asing pada Juli mendatang.

Sebagaimana melansir laman Independent, pada Minggu (28/3/2021), syarat utamanya adalah mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Buat warga Inggris, Thailand menargetkan pelancong yang berusia di atas 50 tahun.

Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-Ocha, menyetujui rencana tersebut dalam pertemuan Pusat Administrasi Situasi Ekonomi pada beberapa waktu lalu.

Sebuah program percontohan akan dimulai pada 1 Juli di pulau liburan Phuket di barat daya Thailand.

Pendatang baru yang dapat membuktikan bahwa mereka telah menyelesaikan program imunisasi akan dibawa dari bandara ke hotel tempat mereka akan diuji untuk Covid-19.

Setelah hasil negatif dikonfirmasi, mereka dapat bepergian dengan bebas di sekitar Phuket selama seminggu.

Setelah tujuh hari mereka akan dapat menjelajahi seluruh negeri, meninggalkan pulau melalui udara, laut, atau jembatan jalan raya ke daratan.

Menjelang pembukaan kembali, Thailand memang memprioritaskan warga Phuket dalam program vaksinnya. Tujuannya adalah agar 70 persen dari populasi pulau itu diimunisasi sebelum pariwisata dibuka.

Wisatawan masih harus menghadapi jalinan birokrasi. Mereka harus mendapatkan persetujuan online untuk Sertifikat Masuk sebelum keberangkatan dan mengunduh aplikasi lacak dan jejak Thailand Plus.

Sebelum menaiki penerbangan, mereka harus menunjukkan hasil tes PCR negatif dalam waktu 72 jam setelah keberangkatan dari Inggris.

Mereka juga harus menunjukkan bukti asuransi perjalanan dengan pertanggungan Covid-19.

Pertanyaan kritis tentang bukti vaksinasi apa yang akan dibutuhkan masih belum terjawab. Belum ada kesepakatan internasional tentang sertifikasi status Covid.

Lima lagi kawasan wisata akan dibuka kembali untuk kedatangan wisatawan yang divaksinasi pada 1 Oktober adalah kawasan resor di daratan Phangnga dan Krabi, masing-masing di utara dan timur Phuket; pulau Koh Samui di Teluk Thailand; area di sekitar resor populer Pattaya, sebelah timur Bangkok; dan kota utara Chiang Mai.

Semua tujuan lain di Thailand akan dikenai karantina selama satu minggu pada saat kedatangan.

Saat ini periode isolasi diri adalah dua minggu, tetapi itu akan dikurangi dari 1 April menjadi 10 hari.

Diduga Masalah Keluarga, Seorang Polisi Tembak Putranya di Mobil

Diduga Masalah Keluarga, Seorang Polisi Tembak Putranya di Mobil

Sahmitra — Seorang polisi di Malaysia diduga tembak putranya sendiri yang berusia tujuh tahun sebelum ia menghabisi nyawanya sendiri.

Menyadur dari laman World Of Buzz, pada Sabtu (27/3/2021) insiden tersebut terungkap terjadi di Taman Sentosa Jaya, Seremban, ibu kota Negeri Sembilan, pada Kamis (25/3).

Menurut Kapolres Seremban, Asisten Komisaris Mohd Said Ibrahim, mereka menerima panggilan darurat terkait kasus tersebut sekitar pukul 06.42 malam waktu setempat.

Mohd Said mengungkapkan jika pihaknya diberi tau bahwa seorang pria berusia 35 tahun dan seorang anak laki-laki telah meninggal di dalam mobil, lapor BERNAMA.

“Penyelidikan awal menemukan bahwa almarhum menembak dirinya sendiri menggunakan senjata api jenis pistol yang dikeluarkan polisi setelah menembak putranya,” katanya.

“Ada luka tembak di kepala di kedua jasad,” katanya dikutip dari Harian Metro.

Polisi yakin insiden itu diklasifikasikan sebagai bunuh diri dan pembunuhan.

Mohd Said Ibrahim menambahkan, polisi tersebut adalah seorang kopral yang bertugas di Polres Seremban.

Ia mengatakan, penyebab sebenarnya dari kejadian tersebut masih dalam penyelidikan, namun diyakini terkait masalah keluarga.

“Masih terlalu dini bagi saya untuk menjelaskan mengapa almarhum bunuh diri, tapi saya yakin almarhum punya masalah keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Pasal 302 KUHP dan diklasifikasikan sebagai kematian mendadak.

Perempuan Asia Jadi Korban Kejahatan Rasial di AS, Dikencingi di Kereta

Perempuan Asia Jadi Korban Kejahatan Rasial di AS, Dikencingi di Kereta

Sahmitra — Seorang pria tiba-tiba buang air kecil di depan wanita Asia di dalam gerbong kereta bawah tanah New York City dalam sebuah insiden rasial yang menargetkan keturunan Asia.

Menyadur dari laman Daily Mail, pada Sabtu (26/3/2021) polisi New York City sedang mencari seorang pria yang buang air kecil di depan seorang wanita keturunan Asia-Amerika di dalam kereta.

Korban berusia 25 tahun itu sedang naik kereta menuju utara sekitar pukul 01.30 siang waktu setempat pada hari Sabtu.

Tiba-tiba seorang pria bertopeng berpakaian serba hitam mendekati tempat duduk wanita itu dan langsung melakukan tindakan tidak senonoh.

“Jadi saya bergeser ke kanan dan melihat penisnya diarahkan ke saya dan ada urin di tas dan jaket saya,” kata korban kepada blog AsianFeed.

“Kami melakukan kontak mata tetapi dia tidak mengatakan apa-apa.” sambungnya.

Insiden keji itu terjadi sehari setelah seorang wanita lanjut usia keturunan Sri Lanka ditampar saat menaiki kereta di Manhattan.

Wanita itu mengatakan bahwa tidak ada penumpang di sekitarnya yang mengatakan atau melakukan apa pun untuk membela dirinya.

Saat penyerangnya, yang dia gambarkan sebagai pria kulit putih berusia 60-an, hendak turun dari kereta di stasiun 75th Avenue, wanita itu berhasil mengambil fotonya.

Korban mengatakan bahwa dia awalnya ingin turun lebih awal dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi, tetapi dia mengaku ‘sendirian dan takut,’ jadi dia melanjutkan perjalanannya.

Wanita berusia 25 tahun itu telah mengajukan laporan pelecehan ke polisi. Sejauh ini, belum ada penangkapan yang diumumkan oleh petugas.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya insiden serangan yang menargetkan orang Asia-Amerika sejak merebaknya pandemi virus corona.

Pekan lalu, NYPD mengungkapkan bahwa mereka telah mencatat peningkatan 1.300 persen dalam kejahatan rasial anti-Asia selama pandemi.

Terpisah 30 Tahun, Saudara Kembar Tak Sengaja Dipertemukan di TikTok

Terpisah 30 Tahun, Saudara Kembar Tak Sengaja Dipertemukan di TikTok

Sahmitra — Sepasang wanita kembar yang terpisah selama 30 tahun akhirnya dipertemukan kembali melalui aplikasi berbagi video buatan China yakni TikTok.

Menyadur dari laman Newsweek, pada Sabtu (26/3/2021) Cheng Keke dan Zhang Li dari provinsi Henan di Cina tengah, diberi tahu tentang keberadaan satu sama lain setelah tidak sengaja bertemu di TikTok pada bulan Januari.

Cheng, yang tinggal di kota Gongyi, mengatakan kepada Televisi Henan bahwa dia mengirim pesan kepada Zhang di Douyin, versi TikTok yang dirilis untuk pasar Tiongkok.

Pada awalnya pesan yang disampaikan Cheng disalahartikan sebagai penipu oleh Zhang karena tidak mengetahui karena tidak mengetahui.

“Saya mengiriminya pesan pribadi yang mengatakan: ‘Kamu harus bertanya kepada orang tuamu berapa banyak anak perempuan yang mereka miliki.'” ujar Zheng kepada stasiun TV.

Cheng, yang kurang aktif di TikTok, mengatakan dia membujuk Zhang untuk mengobrol dengan mengiriminya foto yang membuktikan betapa mereka mirip satu sama lain.

“Saat kami melakukan video call pertama kami, rasanya seperti saya berbicara sendiri,” kata Cheng.

“Rasanya seperti bercermin.”

Cheng melakukan perjalanan 30 mil ke kota Dengfeng untuk bertemu Zhang pertama kalinya bulan lalu. Pertemuan tersebut membuat keduanya yakin bahwa mereka adalah “saudara kembar”.

Wanita 30 tahun itu mengatakan bahwa kedua keluarga mereka telah mengaku mengasuh mereka dari Gongyi ketika mereka masih bayi. Namun, tidak ada keluarga yang memiliki catatan tertulis tentang adopsi tersebut.

Para wanita itu memiliki tanggal lahir, golongan darah, fisik, dan tanda lahir yang sama, tahi lalat di atas alis kiri, menurut laporan.

Pengungkapan itu langsung menjadi berita utama di China dan langsung viral di TikTok, video mereka telah dilihat puluhan juta kali.

Mereka telah merencanakan untuk menjalani tes DNA untuk menentukan hubungan biologis mereka pada hari Selasa, kata wanita tersebut kepada media lokal.

“Zhang dan saya berencana untuk menjalani tes DNA, tetapi pertama-tama kami ingin izin dari keluarga kami,” kata Cheng kepada Televisi Henan.

“Jika salah satu orang tua kami tidak mendukung keputusan kami, kami tidak akan melanjutkan. Kami tidak ingin menyakiti mereka.” sambungnya.

Cheng dan Zhang mengatakan kepada media lokal bahwa mereka berasal dari keluarga bahagia dan sekarang telah menikah dan memiliki anak.

Pengakuan Dua Gadis Indonesia yang Dianiaya 4 Perempuan Rasis di AS

Pengakuan Dua Gadis Indonesia yang Dianiaya 4 Perempuan Rasis di AS

Sahmitra — Dua gadis Indonesia menjadi korban penghinaan sekaligus penganiayaan oleh empat perempuan saat menunggu kereta di subway Philadelphia, Amerika Serikat. Diduga, serangan itu bermotif rasialis.

Berdasarkan rekaman video yang diterima NBC Philadelphia, satu dari dua remaja WNI mengakui ia dan temannya diserang empat wanita tidak dikenal.

Korban menuturkan insiden tersebut terjadi pada hari Minggu (21/3), ketika ia menunggu kereta di stasiun SEPTA, City Hall, Philadelphia.

Melalui rekaman video saat kejadian, terlihat satu remaja menggunakan jaket hitam berteriak dan mem-bully dua remaja Indonesia tersebut.

“Seorang remaja menampar pipi kanan teman saya, saya mulai dan remaja lain memukul bagian kiri kepala saya,” jelas seorang remaja dalam sebuah video.

Kepada NBC Philadelphia, korban mengatakan tindakan empat remaja setempat itu karena motif rasialis.

Laporan resmi yang diterbitkan Philadelphia Indonesian Community, Selasa (23/3), mengungkapkan warga di sekitar tempat kejadian hanya menonton.

Beruntung, ada satu lelaki yang akhirnya datang menolong kedua WNI tersebut.

“Menurut korban, mereka sudah menjadi target rasialis karena grup tersebut hanya mengganggu kedua remaja ini. Kami sudah bertemu dan mendokumentasikan laporan dari kedua korban,” demikian laporan komunitas WNI di Philadelphia.

Kedua korban juga dilaporkan tidak mengalami luka parah, namun menderita trauma dan merasa takut untuk menggunakan transportasi umum.

Komunitas Indonesia Philadelphia juga mengimbau kepada semua pihak agar tidak takut melaporkan kejadian atau mengalami hate crime, diskriminasi, atau pelecehan.

Kepolisian Philadelphia sudah berkordinasi dengan otoritas stasiun SEPTA untuk menumpas hate crime terjadi di stasiunnya.

Kepala Pria Ini Terlihat Aneh, ternyata Selundupkan Emas di Bawah Wig

Kepala Pria Ini Terlihat Aneh, ternyata Selundupkan Emas di Bawah Wig

Sahmitra — Dua pria India ketahuan menyelundupkan emas dan uang tunai saat berada di bandara. Menyadur Daily Mail Jumat (26/03) mereka menyebunyikannya di bawah wig mereka.

Pelaku yang bernama Magroob Akbarali dan Zubair Hassan Rafiyutheen ini dihentikan saat meninggalkan bandara pada hari Minggu karena petugas bandara curiga melihat gaya rambut mereka.

Rupanya mereka menyembunyikan dua paket pasta emas seberat 698 gram di bawah wig. Emas juga diambil dari kaus kaki dan bahkan pantat mereka.

Dalam rekaman video, petugas terlihat ‘mengupas’ wig mereka dan menemukan paket hitam berisi uang tunai dan pasta emas yang direkatkan ke kepala.

Uang tunai yang diselundupkan dengan emas dan barang terlarang lainnya dapat dilihat di atas meja saat para penjahat menonton dengan malu. Pasangan itu ditangkap di terminal bandara setelah tiba di Chennai dari Dubai.

Ilustrasi polisi dan mobilnya. (Shutterstock)

Petugas bea cukai bandara menyita emas dan mata uang asing senilai total USD 382.943 (Rp 5,5 miliar) dari Bandara Internasional Chennai di India selatan pada 21 Maret.

Insiden serupa juga pernah terjadi pada hari Jumat ketika tiga pria ditangkap di bandara Chennai karena menyembunyikan emas di balik wig mereka.

Tiga paket pasta emas seberat 2.410 gram ditemukan pada penumpang yang melakukan perjalanan dari Dubai dan Sharjah.

Dalam kasus lain, seorang pria berusia 42 tahun yang melakukan perjalanan ke Chennai dari Dubai menyembunyikan tiga bundel pasta emas di duburnya.