Malang! Bayi Kembar Tewas Diserang Anjing

Malang! Bayi Kembar Tewas Diserang Anjing

sahmitra.com — Sepasang bayi kembar meninggal setelah diserang anjing peliharaan orangtuanya sendiri yang diyakini merasa cemburu setelah kelahiran bayi kembar tersebut.

Menyadur News.com.au, pada Jumat (03/07/2020), Anne dan Analu meninggal pada 23 Juni 2020 akibat diserang oleh anjing peliharaan mereka saat sang ibu pergi sebentar untuk menemui tetangganya.

Kedua bayi kembar ini lahir secara premature, tepat sebulan sebelum hari perkiraan lahir.

Saat Elaine Novais (29) kembali ke rumah, ia mendengar adanya suara tangisan bayi dan langsung berlari ke kamar mereka dan mendapati kedua bayinya telah dianiya oleh anjing peliharaannya.

Dia langsung bergegas menyeret anjing itu pergi untuk menghentikan serangan namun sudah terlanjur sang bayi terluka parah di bagian perut dan dada mereka.

Tetangganya yang bekerja sebagai asisten perawat, memberikan pertolongan pertama sebelum mereka dilarikan ke rumah sakit.

Dokter mengkonfirmasikan bahwa salah satu dari si kembar telah meninggal di tempat kejadian sementara yang lainnya terluka parah dan menderita serangan jantung dan tim medis tak dapat menyelamatkannya.

Tetangganya yang bekerja sebagai asisten perawat, memberikan pertolongan pertama sebelum mereka dilarikan ke rumah sakit.

Malang! Bayi Kembar Tewas Diserang Anjing
Malang! Bayi Kembar Tewas Diserang Anjing

Dokter juga mengkonfirmasikan bahwa salah satu dari si kembar ini telah meninggal di tempat lokasi kejadian sementara yang satu terluka parah dan menderita serangan jantung dan tim medis tak dapat menyelamatkannya.

Kasus yang terjadi di Piripá, dibagian Bahia ini telah mengejutkan banyak masyarakat setempat.

Seorang anggota keluarga yang meminta namanya untuk tidak disebutkan ini mengatakan kepada media setempat bahwa anjing itu biasanya sangat lembut dan penuh dengan kasih sayang

“Kami mengira bahwa dengan kedatangan si kembar, hewan itu tidak lagi memiliki perhatian dan kasih sayang dari pemiliknya,” kata salah satu anggota keluarga.

“Ini mungkin menyebabkan semacam kecemburuan dan membuat anjing yang biasanya jinak menjadi ganas dan menyerang anak-anak.” tambahnya.

Keluarga tersebut memiliki dua anjing yang berjenis Labrador dan anjing hutan Amerika, tak diberitakan anjing mana yang menyerang namun dikatakan bahwa hanya satu ekor yang menyerangnya.

Untuk Elaine dan suaminya, Regis (32) kejadian tersebut sangat menimbulkan trauma sebab mereka telah menanti dan berupaya sembilan tahun untuk mendapatkan momongan.

Elaine harus mendapatkan perawatan setelah pingsan karena shock melihat bayinya diserang oleh anjing peliharaannya di Rumah Sakit Kota Maria Pedreira Barbosa.

“Ini menghancurkan mereka. Saya berdoa agar mereka tidak jatuh ke dalam depresi tetapi akan sulit karena anak-anak itu cantik, benar-benar dicintai dan sangat dinantikan.” ujar Maria de Jesus, seorang tetangga kepada FocusOn News.

Seorang bidan yang sering memeriksa saat kehamilan Elaine ini mengatakan bahwa Elaine yang sangat bertanggung jawab dan penuh kasih sayang kepada kedua anaknya selama kehamilannya.

Polisi membuka penyelidikan tentang keadaan di sekitar kematian si kembar ini. Tidak jelas apa yang memicu serangan anjing atau apa yang terjadi pada anjing itu setelah kejadian.

Viral Berjemur Jadi Tontonan Para Pria, Lihatnya Nggak Tanggung-tanggung

Viral Berjemur Jadi Tontonan Para Pria, Lihatnya Nggak Tanggung-tanggung

sahmitra.com — Bila bepergian ke pantai yang jadi destinasi wisata para turis dari luar negeri, keberadaan bule-bule yang berjemur dipinggir pantai sudah menjadi pemandangan yang biasa. Namun, berbeda dengan yang terjadi dalam sebuah video yang beredar di Instagram ini.

Belum diketahui dengan pasti darimana lokasi video tersebut diambil, namun yang menarik dari dalam video ini adalah kerumunan pria yang terlihat memandangi wisatawan asing yang sedang berjemur itu.

Dilansir dari Suara.com, pada Rabu (01/07/2020), media sosial sedang diramaikan dengan beredarnya video viral aksi bule yang sedang berjemur di tepi pantai menjadi tontonan warga lokal. Saking banyaknya orang yang melihat, pemandangan air laut yang tak lagi terlihat karena terhalang para warga lokal.

Viral Berjemur Jadi Tontonan Para Pria, Lihatnya Nggak Tanggung-tanggung
Viral Berjemur Jadi Tontonan Para Pria, Lihatnya Nggak Tanggung-tanggung

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @kegobloganunfaedah pada Selasa (30/06/2020) lalu. Video yang berdurasi singkat tersebut direkam oleh seorang wanita bule yang berjemur. Entah mungkin ia yang merasa risih, ia kemudian merekam kerumunan yang ada didepannya.

“Indahnya pemandangan,” tulis keterangan video unggahan @kegobloganunfaedah.

Bule wanita tersebut merekam dengan kamera depan dan mengatakan ingin memperlihatkan pemadangan yang ada didepannya.

“Aku di pantai dan aku ingin menunjukkan kepada kalian pemandangan indah,” kata si bule.

Bule cewek tersebut pun memutar kameranya ke arah depannya. Tampak kerumuman pria dari berbagai umur yang diduga adalah orang India yang sedang melihat bule sedang berjemur.

“Aku tidak bisa melihat air pantai,” kata salah seorang bule lainnya.

Video tersebut telah dibuat lebih dari 500 ribu kali dan dibanjiri komentar netizen. Banyak yang menduga jika video tersebut diambil di India. Netizen juga menuliskan komentar-komentar lucu terkait video tersebut.

Viral Berjemur Jadi Tontonan Para Pria, Lihatnya Nggak Tanggung-tanggung
Viral Berjemur Jadi Tontonan Para Pria, Lihatnya Nggak Tanggung-tanggung

@krisfransyah: “Sahrukhan malu melihat ini”

@mzyvirgie_: “Anjir jadi tontonan”

@ezraa_maheka: “Ngeliatinnya nggak tanggung-tanggung, langsung di depan orangnya.”

@ruliant_art: “Yang nonton malu-maluin

@ibu.yasmin27: “Mba nya harus nya ke bali. Ga ada yg nonton. Percaya deh”

Bagi sebagian masyarakat, melihat bule berjemur di pantai dengan pakaian terbuka adalah pemandangan yang tak baisa. Namun, apa yang terlihat dalam video tersebut, bukanlah contoh hal yang baik. Sebab ini, bule-bule tersebut merasa risih karena dilihat oleh kerumunan pria.

Meninggal Saat Menyaksikan Tiga Cucunya Diperkosa!

Meninggal Saat Menyaksikan Tiga Cucunya Diperkosa!

sahmitra.com — Kejadian yang menimpa wanita tua dan tiga orang gadis sangat mengenaskan. Pasalnya, seorang lelaki dengan balaclava memasuki rumah mereka dengan memperkosa tiga gadis dengan brutal. Menyaksikan ketiga cucu perempuannya diperkosa dengan sangat kejam, wanita tua itu terkejut hingga meninggal dunia.

Menyadur mirror.co.uk, pada Selasa (30/06/2020), peristiwa tersebut terjadi di Desa Impendle, Afrika Selatan. Nenek yang berusia 71 tahun itu dibuat putus asa ketika menyaksikan tiga cucunya diperkosa satu per satu oleh lelaki yang memaki penutup muka.

Awalnya, lelaki itu mengunci tiga saudari perempuan tersebut di dalam kamar. Lalu, mereka yang masing-masing  berusia 19, 22, dan 25 tahun itu dipaksa untuk keluar dan diperkosa oleh lelaki bejat yang menganakan balaclava.

Polisi yang menyelidiki kejadian tersebut mengatakan bahwa ketika gadis itu mengalami trauma.

“Tersangka yang telah mengunci ketika gadis tersebut di kamar nenek dan dia membawa mereka keluar satu per satu dan memperkosa mereka,” jelas Jubir Keluarga, Mzandwile Ndlovu.

Ia menambahkan bahwa sang nenek juga ditemukan di dalam rumah, namun dalam keadaan yang sudah tak bernyawa. Pihaknya yang menduga wanita 71 tahun tersebut meninggal karena dikejutkan oleh pemerkosaan ketika keponakannya sehingga membuatnya terkena serangan jantung dengan mendadak.

“Ketika gadis itu mengatakan bahwa penjahatnya tidak sedikitpun menyentuh nenek itu sama sekali, maka diduga kuatia meninggal karena serangan jantung,” imbuhnya.

Disisi lain, Jubir kepolisian Afrika Selatan Kapten Nqobile Gwala mengatakan bahwa tersangka merupakan orang yang tak dikenal masuk secara paksa ke dalam rumah mereka sambil mengenakan balaclava, ia kemudian memperkosa ketika gadis tersebut dengan todongan senjata untuk mengancam.

Meninggal Saat Menyaksikan Tiga Cucunya Diperkosa!
Meninggal Saat Menyaksikan Tiga Cucunya Diperkosa!

“Seorang wanita yang berusia 71 tahun tersebut menyaksikan kejadian itu pingsan seketika dan meninggal, kami memohon kepada siapa saja yang mungkin memiliki informasi tentang insiden tersebut untuk menghubungi polisi,” tambahnya.

Terhadap pelecehan seksual serta pembunuhan yang terjadi di Afrika Selatan, Nonhlanhla Khoza selaku Jubir Anggota Dewan Pengembangan Sosial Kwazulu-Natal mengungkapkan tentang kesedihannya.

“Kita telah melihat peningkatan yang dramatis dalam insiden kekerasan tersebut berbasis gender, pembunuhan serta pemerkosaan. Saya mendesak masyarakat untuk membantu polisi agar pelakunya dapat tertangkap,” terangnya.

Menurutnya pemerkosaan dan pembunuhan terhadap wanita-wanita disana hanya dapat berhenti apabila masyarakat bersedia untuk melakukan kerja sama dengan aparat hukum. Ia juga menyampaikan belansungkawanya dengan tulus kepada korban.

Lelaki yang berusia 31 tahun merupakan anak dari wanita 71 tahun itu berharap pelaku pemerkosaan ketiga kerabatnya bisa dengan segera ditangkap.

“Saya pikir ibu saya meninggal karena serangan jantung, sebab pelaku yang tak menyerangnya namun menarik keponakan saya keluar dari kamar dan memperkosa mereka satu per satu didepannya,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa pelaku tak memiliki rasa kemanusiaan, sebab ia (pelaku) telah melihat ibunya pingsan namun tetap melakukan aksi bejatnya itu.

Dalam hal ini, Menteri Kepolisian Bheki Cele dan aktivis gender juga telah membicarakan mengenai kenaikan kasus kekerasan yang berbasis gender terhadap anak-anak dan perempuan, terutama di masa pandemi seperti ini.

Suka Minum Susu Pakai Botol Bayi, Anya Geraldine Disorot Media Asing

Suka Minum Susu Pakai Botol Bayi, Anya Geraldine Disorot Media Asing

sahmitra.com — Kebiasaan Anya Geraldine yang berusia 24 tahun itu meminum susu menggunakan botol bayi tak hanya membuat jagat media sosial gaduh. Kebiasaannya ini menjadi sorotan media asing.

Channel News Asia (CNA), media online berbasis di Singapura, turut memberitakan kebiasaan unik dari artis pemeran Asih di film Yowis Ben 2.

“Artis Indonesia, Anya Geraldine memutuskan untuk mengungkap rahasia yang sebelumnya dia simpan,” tulis Channel News Asia dikutip Suara.com, pada Rabu (01/07/2020).

Kebiasaan  meminum susu dari botol bayi diungkap Anya lewat unggahan foto di Twitter pada Sabtu (27/06/2020), dilengkapi dengan cuitan “malam minggu ku” , lengkap dengan emoji malaikat.
Beberapa hari sebelum mengunggah foto itu, Anya telah menjelaskan kepada 840 ribu pengikutnya di Twitter bahwa dia sudah berusaha untuk menghentikan kebiasaan tersebut itu namun gagal.
Bahkan, kata Anya, orangtuanya mendesaknya untuk berhenti meminum susu lewat botol bayi sejak kelas enak sekolah dasar.

Semua botol bayi miliknya itu juga telah dibuang oleh orangtuanya, meskipun Anya mulai melakukan kebiasaan itu lagi saat dia sedang kuliah dimana dia mulai hidup mandiri.

Dalam lanjutan cuitannya, Anya mengatakan bahwa orangtuanya tetap tak mengizinkan dia untuk meneruskan kebiasaan tersebut.

Lewat tangkapan layar percakapan ibu dan dirinya lewat WhatsApp, terungkap orangtuanya khawatir apabila kebiasaan menggunakan dodot bayi bakal merusak giginya itu.

Unggahan Anya mengenai kebiasaan meminum susu lewat botol ini pun ditanggapin oleh warganet dengan berbagai komentar mulai dari mengejek sampai melucu.

“Susunya merk apa?,” kata salah satu pengguna Twitter yang lantas dibalas Anya dengan jawaban dua merek susu bubuk terkenal.

Lahir Cacat, Gadis Ini Ditinggal Orangtuanya

Lahir Cacat, Gadis Ini Ditinggal Orangtuanya

Sahmitra.com — Seorang gadis asal Kazakhstan berusia 17 tahun terlahir dengan wajah rusak separuh. Dilansir Mirror pada Rabu (01/07/2020), ayahnya kaget saat melihat penampilan sang putri dan langsung pergi meninggalkannya dengan sang ibu.

Gadis berusia 17 tahun ini bernama Yaroslava Oleinik ini berusia mencari ayahnya dan ingin menyapanya dengan hangat.

“Ayahku meninggalkan kami tepat setelah melihatku di rumah sakit bersalin. Kami belum melihatnya atau mendengar kabar darinya sejak saat itu,” ungkapnya.

Ayahnya disebut bekerja sebagai sopir truk dan menghasilkan banyak uang tapi kenyataannya sang ayah tak pernah mendukung istri dan putrinya secara finansial. Ibunya bekerja keras seorang diri untuk membesarkannya.

Meskipun begitu, Yaroslava mengaku tak pernah membenci ayahnya. Ia ingin mencari ayahnya dan menjalin hubungan yang hangat antara ayah dan anak yang selama ini tak pernah dirasakannya.Yaroslava Oleinik. (Instagram/@yariko_off)

“Aku menemukan profilnya (di media sosial) dan mencoba menghubunginya tetapi dia tidak pernah mengirim pesan. Ibuku berkata, ‘untuk apa kamu melakukan ini? Dia mungkin tidak ingin berkomunikasi dengan kita”.

“Tapi aku ingin tahu bagaimana keadaannya. Bagaimanapun, dia adalah ayahku,” ungkapnya.

Yaroslava kemudian belajar main gitar sendiri selama 10 tahun lamanya. Ia ingin menjadi musisi terkenal dan membuat ayahnya itu bangga.

“Aku suka musik populer, rap dan chanson Rusia,” ungkapnya.

Yaroslava Oleinik. (Instagram/@yariko_off)

“Apakah aku punya haters? Selalu! Tapi mereka memotivasiku untuk bekerja lebih keras dan jadi lebih baik,” ungkapnya.

Terlahir dengan wajah yang rusak separuh adalah kenyataan sulit yang ia terima. Butuh waktu panjang agar ia nyaman dengan dirinya sendiri. Ia pernah menutupi wajahnya dengan rambut agar tak merasakan malu.

Yaroslava Oleinik. (Instagram/@yariko_off)

“Belakangan aku tenang dan bisa menerima diriku sendiri. Sejak saat itu aku tak lagi memiliki gangguan saraf.”

Karena kondisinya itu, Yaros mengalami kesulitan untuk bernafas yang membuatnya terbangun terengah-engah saat tidur. Ia membutuhkan operasi plastik untuk merekonstruksi hidung, mengembalikan bentuk dan fungsinya.

Ibu Tega Bunuh Bayi Sendiri, Dicekoki Cairan Asam Sulfat

Ibu Tega Bunuh Bayi Sendiri, Dicekoki Cairan Asam Sulfat

sahmitra.com — Seorang ibu yang tega membunuh bayinya itu dengan cara mencekokkan zat kimia yakni asam sulfat. Pengadilan Mesir telah menjatuhkan hukuman mati kepadanya.

Menyadur halaman Gulf News, pada Rabu (01/07/2020), seorang ibu rumah tangga tega membunuh bayi perempuannya dengan memberinya zat asam sulfat disebuh klinik medis swasta Beheira, Kairo.

Kejahatan yang sungguh bejat ini terkuak saat dokter dan perawat mendapati kondisi kesehatan sang bayi yang menurun dan menemukan luka dibibirnya.

Melihat kondisi bayinya itu, direktur unit perawatan khusus bayi Center Neonatal Intensive Care Unit (NICU) langsung memeriksa perawat dan meninjau kamera pengintai.

Petugas kemudian menemukan bahwa sang ibu bayi itu meminta izin kepada perawat untuk bertemu dengan sang bayi, saat itu ia kemudian mencekoki sang bayi dengan asam sulfat. Akibatnya, bayi tersebut mengalami luka dibagian luka dibagian lambung dan bibir.

Melihat kejadian tersebut pihak rumah sakit dan ayah dari si bayi itu melaporkan ke pihak yang berwajib, memerintahkan otopsi, dan penyelidikan atas kejahatan tersebut.

Laporan forensik pada bayi perempuan membuktikan bahwa ada luka bakar akibat asam sulfat disekitar mulut dan wajahnya. Bahan kimia yang sangat korosif tersebut menyebabkan kegagalan fungsi pada pernafasan yang menyebabkan kematiannya.

Investigasi yang menemukan bahwa staff klinik yang mengetahui kejadian itu diminta oleh orangtua pelaku untuk tidak melaporkannya ke pihak yang berwajib.

Pelaku kemudian langsung digiring ke pengadilan dengan tuduhan sengaja membunuh bayinya dan dijatuhi hukuman.

Jangan Sok DIY Bikin Kosmetik Sendiri, Kalau Nggak Mau Berakhir Tragis Seperti Wanita Ini!

Jangan Sok DIY Bikin Kosmetik Sendiri, Kalau Nggak Mau Berakhir Tragis Seperti Wanita Ini!

sahmitra.com — Kejadian tragis baru saja menimpa seorang wanita asal Spanyol yang bernama Marta Bustos. Wanita ini tinggal di Seattle, Amerika Serikat mengalami kebutaan terhadap kedua matanya saat mencoba membuat kosmetik sendiri saat dirumah pasca Virus Corona.

Akhirnya Marta yang harus kehilangan penglihatannya seumur hidup. Kini, dirinya dikabarkan sedang mencari pendonor untuk menjalani transplantasi kornea mata.

Dikutip laman The Sun, pada Detik.com pada Selasa (30/06/2020) melaporkan seorang wanita bernama Marta Bustos mengalami insiden yang mengerikan. Kejadian ini berawal saat Marta mencoba untuk membuat kosmetik sendiri di rumah.

Jangan Sok DIY Bikin Kosmetik Sendiri, Kalau Nggak Mau Berakhir Tragis Seperti Wanita Ini!
Jangan Sok DIY Bikin Kosmetik Sendiri, Kalau Nggak Mau Berakhir Tragis Seperti Wanita Ini!

Namun, karena dirinya yang kurang berhati-hati saat membuat sabun, tak sengaja kedua matanya itu terkena cairan soda sodium hydoxide. Akhirnya, cairan tersebut membuat kedua matanya terbakar parah sampai buta.

Akibat dari insiden tersebut, Marta yang harus segera dilarikan ke rumah sakit Harborview Medical Centre. Dirumah sakit tersebut Marta ditangani oleh dua dokter spesialis. Demi bisa melihat lagi, dokter itu mengatakan bahwa Marta membutuhkan pendonor untuk menjalani transplantasi kornea mata.

Meskipun kini wanita yang berusia 24 tahun itu tak dapat melihat lagi, dokter di Harborview Medical Centre berjanji bahwa suatu saat nanti Marta akan bisa kembali melihat. Kedua dokter itu juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya.

Marta yang tinggal jauh dari orangtuanya. Ia berada di Seattle, Amerika Serikat sedangkan orangtuanya di Spanyol. Sang ibu, Anna Gongora itu sangat merasa khawatir karena belum bisa menengok putrinya lantaran ada pandemi Virus Corona.

Jangan Sok DIY Bikin Kosmetik Sendiri, Kalau Nggak Mau Berakhir Tragis Seperti Wanita Ini!
Jangan Sok DIY Bikin Kosmetik Sendiri, Kalau Nggak Mau Berakhir Tragis Seperti Wanita Ini!

“Tim ini (dua dokter spesialis) untuk pertama kalinya telah meyakinkannya bahwa dia akan memulihkan penglihatannya. Kami tidak tahu berapa persen yang akan dia peroleh, tapi kami tahu dia akan melihat lagi,” jelas Anna.

Saat ini pihak keluarga telah membuat penggalangan dana untuk biaya rumah sakit Marta lewat Go Fund Me. Alhasil, mereka mendapatkan dana sekitar Rp 3,8 miliar. Pihak keluarga mengatakan jika operasi transplantasi kornea Marta sudah selesai, sisa uang itu akan mereka donasikan ke badan amal.

Dipenjara Karena Langgar Lockdown, Ayah dan Anak Ini Malah Tewas dengan Luka di Dubur

Dipenjara Karena Langgar Lockdown, Ayah dan Anak Ini Malah Tewas dengan Luka di Dubur

sahmitra.com — Kejadian naas yang menimpa ayah dan anak berasal dari India ketika keduanya ditahan oleh aparat kepolisian Tamil Nadu. Baru beberapa hari dipenjara, keduanya dilaporkan tewas dalam keadaan mengenaskan. Pihak keluarga menduga polisi telah menganiaya kedua korban yang tak lain adalah P Jayaraj dan anaknya J Bennix tersebut.

Dikutip dari Suara.com, pada Senin (29/06/2020) sebagaimana juga diberitakan oleh media Al Jazeera, anak dan ayah ditemukan tewas dengan luka pada dubur. Hal itu memicu kemarahan publik lantaran menduga korban dianiaya secara seksual oleh pihak kepolisian.

P Jayaraj dan J Bennix ditahan pada Jumat (26/06/2020) lantaran melanggar aturan lockdown dengan membuka toko ponsel hingga lewat dari jam malam, yaitu pukul 20.00 waktu setempat. Namun, beberapa hari ditahan di dalam sel, keduanya ini malah dilaporkan meninggal dunia.

Dari pihak kepolisian mengatakan bahwa keduanya ini meninggal karena sakit, Jayaraj dilaporkan menderita demam tinggi sedangkan Bennix yang mengalami sakit pada bagian dadanya. Keduanya ini sempat dilarikan di rumah sakit pemerintah Kovilpatti, namun sayangnya nyawa korban yang tak tertolong. Mereka meninggal dalam waktu yang berdekatan.

Keluarga korban yang merasa sangat terpukul atas kejadian tersebut dan menduga bahwa keduanya ini meninggal lantaran dianiaya oleh pihak polisi, bukannya sakit seperti yang dikatakan oleh pihak kepolisian. Selain itu, adanya bekas luka pada dubur kedua korban memancing kecurigaan dari pihak keluarga bahwa keduanya ini meninggal karena disiksa secara seksual.

Jayaraj dan Bennix ini dihajar lagi setelah dibawa ke kantor polisi, bahkan ketika beberapa dari kita menyaksikannya dari pintu masuk kantor polisi, ucap kerabat korban.

Dipenjara Karena Langgar Lockdown, Ayah dan Anak Ini Malah Tewas dengan Luka di Dubur
Dipenjara Karena Langgar Lockdown, Ayah dan Anak Ini Malah Tewas dengan Luka di Dubur

Tim medis juga mengatakan adanya beberapa luka yang terdapat padqa bagian tubuh korban, meskipun hasil post-mortem belum rilis keluar.

“Kaki dan tangan mereka yang bengkak, dan Bennix berdarah di dubur. Jayaraj yang mengalami cedera parah pada bagian lututnya. Polisi juga bahkan meminta lungis (sarung) baru karena yang mereka kenakan berdarah,” ucap S Rajaram yang merupakan pengacara serta teman dari Bennix.

Pihak pengadilan setempat yang masih mendalami kasus kematian keduanya ini. Avinas Kumar selaku Direktur Eksekutif Amnesty International India juga meminta agar pemerintah Tamil Naidu tak memberlakukan impunitas bagi para petugas polisi, agar keadilan dapat ditegakkan.

Menurutnya kematian Jayaraj dan Bennix ini mengisyaratkan kegagalan India dalam meminta pertanggungjawaban dari pihak kepolisian.

“Tingkat hukuman buruk dalam kasus-kasus penyiksaan penahanan dan kematian telah menciptakan iklim impunitas yang meluas, membuat para petugas kepolisian semakin berani. Ini harus berakhir sekarang,” tambahnya.

Bahkan, Tamil Nadu yang tercatat bertanggung jawab atas kematian tahanan tertinggi kedua di dunia, berdasarkan laporan Biro Catatan Kejahatan Nasional 2018. Namun, tak ada satupun polisi Tamil Nadu yang ditangkap atas kejahatan tersebut.

Adanya dugaan penganiayaan terhadap kedua korban sampai tewas itu membuat masyarakat India marah. Bahkan adanya tagar #justiceforjayanadbennix sempat trending di twitter.

Pemerintah negara bagian yang dikepalai oleh All India Anna Dravida Munnetra Kazagam (AIADMK) mengungkapkan bahwa akan ada kompensasi sebesar USD26.450 yang mana setara dengan Rp 377,6 juta yang akan diberikan kepada keluarga korban.

Penangguhan juga sudah diberikan kepada dua polisi yang dianggap bertanggungjawab atas kematian korban tersebut, serta beberapa pejabat yang dianggap telah terlibat juga sudah dipindahkan.

Sejak Berusia 4 Jam, Tak Pernah Lihat Perempuan Selama Hidupnya. Bahkan Ibu Kandungnya!

Sejak Berusia 4 Jam, Tak Pernah Lihat Perempuan Selama Hidupnya. Bahkan Ibu Kandungnya!

sahmitra.com — Percaya atau tidak, manusia diciptakan dengan berpasang-pasangan, pria dan wanita. Dimana ada pria disitu akan ada wanita yang selalu mendampinginya, setidaknya ibu kandungnya yang sudah melahirkan dirinya. Ternyata, tak semua pria cukup beruntung bisa hidup berdampingan dengan wanita karena ternyata ada seorang pria yang selama hidupnya tak pernah mengetahui wujud seorang wanita hingga ia meninggal dunia.

Mihailo Tolotos adalah seorang biksu ortodoks Yunani lahir pada tahun 1856. Ketika ia masih berumur 4 jam, ibunya sudah dinyatakan meninggal dunia. Karena tak ada sanak saudara yang lain, bayi ini pun ditinggalkan ditangga sebuah kuil yang ada di puncak Gunung Athos. Para biksu ini memberinya nama Michael Tolotos.

Sejak Berusia 4 Jam, Tak Pernah Lihat Perempuan Selama Hidupnya. Bahkan Ibu Kandungnya!
Sejak Berusia 4 Jam, Tak Pernah Lihat Perempuan Selama Hidupnya. Bahkan Ibu Kandungnya!

Selama hidupnya, ia selalu menuruti semua ajaran-ajaran baik dari kuil. Ia tak pernah sekalipun melewati gerbang biara jadi mustahil ia bisa melihat oranglain selain para biarawan yang ada dikuil tempat ia tinggal.

Selain itu juga, ada sebuah undang-undang yang disahkan pada tahun 1060, yakni perempuan dan juga hewan dilarang memasuki gunung. Para biarawan juga dilarang untuk bercukur, mandi, berkelahi serta bertanya tentang kehidupan diluar kuil.

Pada akhir hidupnya di usia 82 tahun, ia menjadi satu-satunya orang yang tak pernah melihat perempuan semasa hidupnya termasuk ibu kandungnya sendiri. Kasihan banget selama hidupnya ia belum pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Semoga dirinya dapat bertemu dengan ibunya di kehidupan selanjutnya ya.

Hasil Penelitian ini Sebut Pasien Sembuh Corona Alami Cacat Paru Permanen!

Hasil Penelitian ini Sebut Pasien Sembuh Corona Alami Cacat Paru Permanen!

sahmitra.com — Ratusan negara diseluruh dunia kini berperang melawan pandemi Virus Corona, virus yang pertama kali meledak di kota Wuhan, Tiongkok itu secara cepat tersebar di seluruh dunia, bahkan ada beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, dan beberapa negara di benua biru dibuat kelimpungan tak berdaya. Sampai berita ini dibuat, total jumlah manusia yang telah terinfeksi virus corona ini berjumlah sekitar 9,472,473 dari seluruh dunia.

Meskipun berbagai tindakan preventif telah dilakukan, faktanya virus ini masih saja terus menerus berkembang dan menyebar bahkan WHO selaku Badan Kesehatan Dunia juga akhirnya mengeluarkan statmen baru yang cukup mengejutkan, yakni meminta kepada agar semua negara bersedia hidup berdampingan dengan Virus Corona layaknya dulu saat HIV Aids pertama kali menyebar.

Pernyataan ini diperparah dengan temuan oleh salah seorang anggota komite eksekutif dari British Society of Thoracic Imaging dan penasihat untuk Royal College of Radiologists, Dr Sam Hare, menyebutkan bahwa mayoritas penyintas Virus Corona, mengalami kerusakan paru-paru permanen. Lebih lanjut menurut penuturan ahli medis, para pasien yang telah sembuh justru mengalami jaringan parut (fibrosis) pada paru-paru yang disertai dengan gejala ringan lainnya, seperti batuk dan kelelahan. Oleh sebab itu, jangan keburu senang dulu apabila ada yang berhasil sembuh dari Virus Corona itu karena, mereka juga wajib kembali melakukan pemeriksaan untuk mengecek keadaan paru-parunya.

“Dalam pemindaian selama enam minggu, sejauh ini saya melihat ada sekitar 20-30 persen pasien yang dirawat dirumah sakit menunjukkan kerusakan paru-paru permanen,” jelasnya. 

Dicurigai bahwa kerusakan ini terjadi pada paru-paru penyintas Virus Corona dipicu oleh respons imun yang terlalu berlebihan, sehingga berakibatkan pada banyaknya lendir dan cairan yang mengisi kantung permanen setelah keluar dari rumah sakit. Hal ini yang membuat pasien untuk susah bernafas sehingga harus dibantu dengan alat seperti ventilator.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh sebuah studi di Tiongkok yang juga mengungkapkan jika para pasien yang telah sembuh dari virus asal Wuhan ini juga mengalami kerusakan paru-paru permanen setelah keluar dari rumah sakit. Hal ini juga terjadi pada pasien SARS dan MERS yang 60 persennya pasien sembuhnya mengalami fibrosis paru.

“Kekhawatiran saya sebenarnya adalah tidak pernah menyangka sebelumnya dalam hidup kita, begitu banyak orang yang mengalami cidera paru-paru yang sama disaat yang bersamaan,” kata Prof Gisli Jenkins, dari National Institute for Health Research.