Kanada Stop Vaksin AstraZeneca untuk Peserta di Bawah 55 Tahun

Kanada Stop Vaksin AstraZeneca untuk Peserta di Bawah 55 Tahun

Sahmitra — Kanada menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca untuk orang dewasa di bawah usia 55 tahun.

Hal ini disampaikan kata seorang pejabat kesehatan masyarakat pada Senin (29/3/2021), setelah panel penasihat mengutip “ketidakpastian substansial” seputar potensi risiko pengembangan pembekuan darah langka.

Komite Penasihat Nasional untuk Imunisasi sebelumnya merekomendasikan jeda dalam penggunaan vaksin AstraZeneca untuk orang Kanada dalam kelompok usia tersebut.

“Kami bertindak tegas dengan menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca di Kanada pada mereka yang berusia di bawah 55 tahun saat ini,” kata wakil kepala kesehatan masyarakat Kanada, Howard Njoo, kepada wartawan dilansir laman Aljazeera, Selasa (30/3/2021).

Dia munuturkan bahwa pemerintah mengambil tindakan pencegahan ini sementara Health Canada, sebagai regulator, menyelesaikan analisis manfaat-risiko yang diperbarui berdasarkan data yang muncul.

Kanada adalah negara terbaru yang menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca setelah kasus pembekuan darah yang jarang dilaporkan.

Beberapa negara, sebagian besar di Eropa, menghentikan penggunaan suntikan bulan ini, meskipun ada jaminan dari perusahaan multinasional Inggris-Swedia, European Medicines Agency (EMA) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa vaksin tersebut aman.

“Sampai sekarang, kami tidak tahu apakah beberapa atau semua kondisi disebabkan oleh vaksin atau oleh faktor kebetulan lainnya,” kata Hans Kluge, direktur WHO untuk Eropa, belum lama ini.

Dia menegaskan bahwa banfaat vaksin AstraZeneca jauh lebih besar daripada risikonya.

“Penggunaannya harus terus berlanjut, untuk menyelamatkan nyawa,” ujanya.

Health Canada mengatakan bahwa meminta AstraZeneca memberikan penilaian rinci tentang manfaat dan risiko vaksin menurut usia dan jenis kelamin dalam konteks Kanada.

“Informasi ini akan mendukung evaluasi berkelanjutan dari peristiwa pembekuan darah langka ini dan memungkinkan Health Canada untuk menentukan apakah ada kelompok orang tertentu yang mungkin berisiko lebih tinggi,” katanya.

Sadis! Seorang Wanita Tega Bunuh Pacar dan Mutilasi, Simpan Jasad di Kulkas

Sadis! Seorang Wanita Tega Bunuh Pacar dan Mutilasi, Simpan Jasad di Kulkas

Sahmitra — Seorang ibu di Rusia tega membunuh dan memutilasi pacarnya sendiri dan menyimpannya di dalam lemari es selama delapan hari sebelum terungkap.

Menyadur dari laman The Sun, pada Selasa (23/3/2021) kasus tersebut terungkap ketika Anna Vinokurova (39) meminta bantuan kepada petugas untuk memindahkan lemari esnya yang terletak di rumahnya di Krasnoyarsk, Rusia.

Ketiga petugas mulai memindahkan lemari pendingin tersebut, mereka melihat aliran darah di belakang truk dan langsung memeriksanya.

“Kulkas mengalirkan darah di jalan dan dia mengakui pembunuhan itu,” kata sebuah laporan mengutip dari sumber penegakan hukum.

Tuduhan pembunuhan itu terjadi setelah wanita 39 tahun itu diketahui berpesta minum keras dan kemudian terjadi perdebatan.

“Wanita itu menikam korban dengan pisau di area dada,” kata Komite Investigasi Rusia.

“Untuk menyembunyikan jejak kejahatan, dia memotong-motong jasadnya, memasukkannya ke dalam tas, dan menaruhnya di lemari esnya.” sambungnya.

Menurut penyelidikan, pelaku menggunakan gergaji untuk memotong mayat dan menyimpan jasadnya di dalam lemari pendingin selama delapan hari.

“Dia kemudian menelepon layanan pemindahan dan meminta mereka untuk membawa lemari es beserta bagian-bagian tubuhnya ke distrik lain di kota itu.

“Dalam perjalanan, para pekerja melihat darah mengalir dari lemari es dan menanyakan isinya. Dia mengakui semuanya saat itu juga.” jelas penyelidik.

Petugas pemindahan kemudian menelepon polisi yang menahan wanita itu.

Vinokurova, yang dikabarkan memiliki seorang putri remaja, memulai hubungan dengan pria 27 tahun tersebut setelah dibebaskan dari penjara karena mengedarkan narkoba pada bulan Oktober.

Vinokurova menghadapi hukuman 15 tahun penjara jika terbukti bersalah atas tuduhan pembunuhan dan mutliasi tersebut.

Berkat CPR dari Petugas Pemadam Kebakaran, Seekor Kucing Selamat

Berkat CPR dari Petugas Pemadam Kebakaran, Seekor Kucing Selamat

Sahmitra — Seekor kucing selamatkan dari kebakaran hingga tak sadarkan diri setelah seorang petugas pemadam kebakaran menyelamatkannya menggunakan metode CPR (Cardiopulmonary Resuscitation).

Menyadur dari laman Sky News, pada Rabu (17/3/2021) insiden tersebut dilaporkan di kota Montebello Vicentino, dekat Kota Verona, Italia.

Aksi petugas penyelamatan seekor kucing tersebut diabadikan dalam sebuah video dan beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut menunjukkan seekor kucing betina menerima kompresi dada dan oksigen dari masker khusus oleh seorang petugas pemadam kebakaran.

Video aksi heroik tersebut dimulai dengan suasana di sekitar tempat kejadian yang tertutup asap tebal sehingga tapak gelap.

Saat kamera bergerak ke luar dari kepulan asap, terlihat kucing itu dibawa oleh seorang petugas pemadam kebakaran dan seorang wanita tak dikenal.

Petugas membawa kucing dan wanita tersebut ke sebuah taman yang penuh bunga dengan bangunan yang lebih besar di bagian belakangnya.

Kemudian seorang petugas terlihat menuangkan air ke kaki kucing tersebut dan kemudian petugas pemadam kebakaran lainnya melakukan CPR.

Seorang pekerja darurat terdengar berkata “tunggu, kitty!”.

Selang beberapa saat, kaki kucing berwarna coklat itu terlihat bergerak-gerak, lalu hewan tersebut sadar dengan mengulurkan kaki lainnya.

Laporan menyatakan bahwa kucing itu selamat dari kematian dan bertemu kembali dengan pemilik yang sangat bahagia dan sangat lega.

Video diakhiri dengan petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air bagian dalam garasi yang menghitam untuk menjinakkan si jago merah.

Domba “Gondrong” Berhasil Diselamatkan, Berat Bulunya 35 Kg Setelah Dicukur

Domba “Gondrong” Berhasil Diselamatkan, Berat Bulunya 35 Kg Setelah Dicukur

Sahmitra — Seekor domba berhasil diselamatkan oleh tim penyelawat hewan Edgar’s Mission Farm Sanctuary di sebuah hutan di Australia. Domba tersebut lantas dinamai Baarack sebagaimana dilansir dari laman Reuters, Kamis (24/2/2021).

Penampilan Baarack tak lazimnya domba pada umumnya. Hewan ternak tersebut memiliki bulu yang sangat tebal dan menandakan tidak dicukur dalam waktu yang lama.

Setelah dicukur, berat bulu Baarack mencapai lebih dari 35 kilogram, hampir separuh dari berat kanguru dewasa.

Domba itu mulanya ditemukan oleh seorang warga yang kemudian menghubungi Edgar’s Mission Farm Sanctuary dekat Lancefield, Victoria, Australia.

Anggota Edgar’s Mission Farm Sanctuary, Kyle Behrend, mengatakan, kemungkinan Baarack awalnya merupakan domba peliharaan seseorang.

“Dia (Baarack) pernah diberi tanda di telinganya. Namun, tanda itu tampaknya telah robek oleh bulu tebal di sekitar wajahnya,” ujar Behrend.

Behrend menambahkan, biasanya seekor domba dicukur paling tidak setiap setahun sekali.

“Domba perlu dicukur minimal setahun sekali. Kalau tidak, bulunya terus tumbuh dan berkembang, seperti yang terjadi ini,” tutur Behrend.

Setelah Baarack diselamatkan, tim penyelamat mencukur bulu Baarack.

Setelah ditimbang, berat bulu Barack yang berhasil dicukur mencapai 35,4 kilogram. Kendati Baarack ditemukan dalam keadaan “gondrong”, kuku Baarack dalam keadaan yang bagus dan cukup rapi.

Namun, meski kukunya cukup rapi, kondisi Baarack sebenarnya cukup memprihatinkan.

“Dia berada dalam kondisi yang buruk. Dia kurus, dan karena semua wol di sekitar wajahnya, dia hampir tidak bisa melihat,” kata Behrend.

Behrend mengatakan, kini Baarack dikandangkan bersama domba lain yang diselamatkan oleh Edgar’s Mission Farm Sanctuary.

Dia menambahkan, melihat Baarack yang masih hidup, menandakan bahwa domba sebenarnya adalah hewan yang tangguh.

Menyusup ke Bangsal Covid-19, Polisi Ini Menangis Menyaksikan Ayahnya Meninggal

Menyusup ke Bangsal Covid-19, Polisi Ini Menangis Menyaksikan Ayahnya Meninggal

Sahmitra — Seorang polisi di Peru menangis, setelah dia melihat sang ayah meninggal di ranjang saat menyusup ke bangsal Covid-19. Jampier Gaspar Montes langsung diborgol karena menyamar sebagai dokter, dengan mengenakan alat pelindung diri lengkap.

Dia dilaporkan bisa menerobos Rumah Sakit Daniel Alcides Carrion di kota Huancayo setelah mengelabuhi petugas keamanan.

Televisi Peru merekam bagaimana dia duduk di jalan, seraya melepas APD berwarna biru dan dikelilingi petugas bersenjata.

Kementerian keseahatan menyatakan, mereka bakal menginvestigasi apakah Montes mendapat bantuan orang dalam sehingga bisa menyusup ke bangsal Covid-19.

Media setempat melaporkan, Montes berbuat nekat karena frustrasi karena dia tak mendapatkan perkembangan ayahnya dalam 48 jam.

Karena itu, dia menyaru sebagai dokter gizi saat ditanya statusnya oleh keamanan, dan naik ke lantai enam rumah sakit.

Dilansir Daily Mail Rabu (17/2/2021), polisi 21 tahun itu menangis dan segera meninggalkan bangsal saat tahu sang ayah meninggal di ranjang.

Berdasarkan keterangan rumah sakit, ayah Montes dirawat sejak 9 Februari karena menderita virus corona dan diabetes.

“Dia dibawa ke area khusus dan dipasangi ventilator sementara kami menunggu agar bangsal perawatan intensif tersedia.”

Pihak rumah sakit menjelaskan, ada 12 pasien yang juga tengah menunggu ketika mereka mendapat permintaan pemindahan pasien skala prioritas tinggi. Tim medis yang bertugas mengungkapkan, ayah si polisi kondisinya memburuk sebelum bisa ditransfer ke Ruang Perawatan Intensif (ICU).

“Dia dinyatakan meninggal ketika masker yang dipakai untuk membantunya bernapas dicabut,” jelas rumah sakit.

Kepala Polisi Roger Arista menuturkan, dia bisa memahami jika anak buahnya itu putus asa dan berusaha mencari tahu kondisi ayahnya. Karena itu, pihaknya akan menyelidiki jika saat menjenguk ayahnya, Montes apakah sedang berada dalam posisi bertugas atau tidak.

Makhluk Aneh, Kehidupan Tak Terduga di Antartika

Makhluk Aneh, Kehidupan Tak Terduga di Antartika

Sahmitra — Jauh di bawah kedalaman lapisan es di Antartika, ternyata ada kehidupan, makhluk aneh yang bisa bertahan dalam kondisi gelap total di dasar laut.

Para peneliti, dalam tulisan di jurnal Frontiers in Marine Science, yang diterbitkan Senin (15/02), menjelaskan gambar video yang mereka dapatkan menunjukkan adanya bakteri, dua jenis spons laut atau bunga karang, teritip (siput kecil) dan jenis binatang yang mereka katakan kemungkinan berbentuk predator seperti hydroid.

Selama eksplorasi, para peneliti membor lapisan es sedalam 900 meter di bongkahan Filchner-Ronne, yang terletak di tenggara Laut Weddell Sea.

Di kawasan yang terletak sekitar 260 kilometer dari lautan lepas, dalam kondisi gelap total dengan suhu -2.2 °C, sangat sedikit binatang yang ditemukan dalam kondisi seperti ini.

Namun, untuk pertama kalinya, para peneliti menemukan adanya binatang yang bertahan di batu karang di dasar laut.

“Ini adalah satu keberuntungan dalam temuan yang tidak disengaja. Temuan ini menunjukkan bahwa kehidupan laut Antartika begitu luar biasa dan menakjubkan karena dapat beradaptasi di dunia yang membeku,” kata Dr Huw Griffiths, penulis utama penelitian ini, dalam keterangan yang diberikan kepada BBC News Indonesia.

Studi itu menunjukkan organisme tersebut bertahan karena mengkonsumsi sendimen yang terbawa ke kawasan itu dari bagian lain lautan tersebut.

Temuan secara tak sengaja di dasar laut, sekitar 900 meter dari permukaan lapisan es Antartika ini, membuat para ilmuwan kembali mengkaji ulang seperti bagaimana makhluk-makhluk bisa bertahan hidup di dunia.

Dari gambar video melalui batu itu terungkap organisme-organisme yang menempel di karang, jauh di bawah lapisan es.

“Agak gila (temuan ini),” kata Huw Griffiths, yang juga pakar biologi laut di British Antarctic Survey.

“Sama sekali kami tak pernah terlintas akan dapat melihat ada kemungkinan kehidupan seperti ini, karena kami mengira, tak ada kehidupan di sana,” tambahnya.

Temuan menakjubkan, yang menimbulkan banyak pertanyaan

Sebelumnya, para peneliti pernah menemukan jenis-jenis binatang, seperti cacing, ikan dan ubur-ubur.

“Temuan kami menimbulkan lebih banyak pertanyaan dari pada jawaban, seperti bagaimana binatang-binatang ini bisa sampai ke sana? Apa yang dimakan? Berapa lama binatang-binatang itu telah hidup di sana? Apakah memang batu-batu karang ini menjadi tempat kehidupan? Apakah spesiesnya sama dengan binatang yang kami temukan di luar bongkahan? Apa yang akan terjadi pada makhluk-makhluk ini bila bongkahan es pecah?” kata Griffith.

Bongkahan es yang mengambang merupakan kawasan luas yang belum dieksplorasi di Antartika.

Temuan terjauh di dasar laut

Dari kawasan seluas 1,5 juta km2 itu, hanya seluas lapangan tenis yang pernah dieksplorasi dengan delapan kali pemboran.

Lapisan-lapisan es terbentuk saat air membeku dan mengambang ke seputar. Saat lapisan es terbawa ke darat melalui ombak, karang-karang atau batu terbawa dalam lapisan es sebelum jatuh ke dasar laut.

Sejauh ini, survei kehidupan laut di Antartika telah menemukan organisme kecil seperti ikan, cacing, ubur-ubur dan udang kecil, di bawah lapisan es.

Namun, mereka belum pernah menemukan organisme yang dapat bertahan lama dengan mengkonsumsi makanan yang jatuh dari lapisan es.

Berdasarkan kondisi gelap total, tidak ada makanan dan suhu -2 derajat Celcius, para ilmuwan memperkirakan tak akan ada makhluk yang dapat bertahan.

Dengan kondisi kuatnya arus di lautan itu, makanan yang dikonsumsi binatang-binatang itu – kemungkinan plankton mati – diperkirakan terbawa sejauh 600 km sampai 1.500 kilometer sebelum dapat dikonsumsi organisme itu.

“Temuan ini adalah yang terjauh yang pernah kami temukan di bawah permukaan es. Binatang-binatang ini tertambat di batu karang dan hanya dapat makan bila ada yang mengambang,” kata Griffiths.

“Sangat mengejutkan bisa menemukan binatang ini, mengejutkan yang menggembirakan. Namun, kami tak dapat melakukan tes DNA. Kami tak dapat mencari tahu bagaimana binang-binatang ini makan. Kami tak tahu, apakah binatang-binatang ini spesies baru atau bukan. Namun, yang jelas, binatang-binatang ini tinggal di satu tempat yang tak kami perkirakan bisa bertahan,” lanjutnya.

Teori sejauh terkait kehidupan yang dapat bertahan di bawah bongkahan es adalah bahwa semakin sulit bila letaknya semakin jauh dari laut terbuka dan tak terjangkau sinar matahari.

Studi-studi sebelumnya menemukan binatang kecil, seperti ikan, cacing, ubur-ubur dan udang kecil di habitat seperti ini.

Tapi, organisme yang bertahan hidup berdasarkan serapan makanan melalui air diperkirakan tak akan dapat bertahan bila semakin berada jauh dari permukaan es.

Jadi, temuan adanya kehidupan di batu karang besar, jauh di bawah permukaan es ini, mengejutkan para ilmuwan.

“Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kami perlu mendekati binatang-binatang ini dan mengamati lingkungan seputar – kondisi 900 meter di bawah es, 260 km dari kapal-kapal, tempat laboratorium kami,” kata Griffiths.

“Ini berarti, sebagai ilmuwan kutub, kami perlu mencari cara baru yang inovatif untuk mempelajari binatang-binatang ini,” katanya.

Griffiths dan timnya juga mengatakan bahwa dengan terjadinya perubahan iklim dan pecahnya bongkahan-bongkahan es, mereka perlu berkejaran dengan waktu untuk melindungi ekosistem ini.

Aktivis yang Perjuangkan Wanita Arab Saudi Bisa Mengemudi Akhirnya Bebas

Aktivis yang Perjuangkan Wanita Arab Saudi Bisa Mengemudi Akhirnya Bebas

Sahmitra — Aktivis hak-hak wanita Arab Saudi Loujain al-Hathloul dibebaskan setelah mendekam dalam tahanan selama lebih dari 1.000 hari.

Menyadur Sky News, Kamis (11/2/2021) kabar tersebut disampaikan oleh Lina, adik Loujain melalui postingan di media sosial Twitter.

Dalam postingannya, Lina membagikan gambar tangkapan layar dari Loujian yang tersenyum berbicara kepadanya melalui panggilan video

“Loujain ada di rumah, tapi dia tidak bebas. Pertarungan belum berakhir. Saya tidak sepenuhnya senang tanpa pembebasan semua tahanan politik.” jelasnya.

Alia, saudi lain Loujain juga ikut menuliskan: “Ini adalah hari terbaik dalam hidupku. Loujain ada di rumah orang tua kami.”

Ada kecaman global yang meluas atas penangkapan al-Hathloul pada tahun 2018 ketika dia ditahan bersama dengan aktivis hak asasi manusia terkemuka lainnya.

Pakar hak asasi manusia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut tuduhan yang dilontarkan terhadapnya “palsu”, sementara Human Rights Watch menyebut hukumannya sebagai “parodi keadilan”.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Amnesty International mengungkapkan rasa lega atas pembebasannya.

Namun AI juga mengklaim bahwa Loujain telah “dihukum secara balas dendam karena dengan berani membela hak-hak perempuan di Arab Saudi, dan karena menggunakan haknya atas kebebasan berekspresi”.

Desember lalu, Pengadilan Kriminal khusus Arab Saudi menghukum aktivis berusia 31 tahun itu enam tahun penjara di bawah undang-undang anti-terorisme. Namun pengadilan menangguhkan hukuman dua tahun dan 10 bulan yang membuatnya segera menghirup udara segar.

Loujain masih dalam masa percobaan dan mendapatkan larangan perjalanan yang panjang menurut keterangan keluarganya.

Nama Loujain menjadi terkenal pada tahun 2013 ketika dia, bersama dengan aktivis hak-hak perempuan lainnya, memposting video dirinya mengemudi di Arab Saudi ketika masih ilegal bagi perempuan untuk mengemudi di negara tersebut.

Tahun berikutnya dia ditahan selama lebih dari dua bulan setelah dia berusaha untuk mengemudi dari Arab Saudi ke Uni Emirat Arab.

Dia dikenal menjadi kritikus yang gigih dan blak-blakan terhadap sistem perwalian laki-laki Saudi dan vokal terhadap hak-hak perempuan di Kerajaan.

Pembebasan al-Hathloul terjadi ketika Presiden Joe Biden mengharapkan Arab Saudi untuk meningkatkan catatan hak asasi manusianya dan membebaskan aktivis hak-hak perempuan dan tahanan politik.

Presiden Amerika Serika Joe Biden menyambut baik berita pembebasan Loujain.

Diperkirakan Presiden Biden dapat mengambil tindakan yang lebih keras terhadap sekutu utama Amerika di wilayah tersebut.

Selama kampanye pemilihan, dia berjanji untuk “meninjau kembali” hubungannya dengan Riyadh. Dan minggu lalu dia mengumumkan penarikan dukungan Amerika untuk koalisi pimpinan Saudi di Yaman.

Tragis! Pria Tewas Ditembak Sehari Setelah Menikah, Istri Menangis Pilu

Tragis! Pria Tewas Ditembak Sehari Setelah Menikah, Istri Menangis Pilu

Sahmitra — Seorang pengantin pria tewas ditembak oleh dua tamu undangan sehari setelah resmi menikah. Peristiwa tragis ini terjadi di Oblast Moskow, Rusia.

Menyadur dari laman The Sun, pada Jumat (05/02), pernikahan Christina dan Radu Cordinianu berubah jadi petaka ketika dua tamu undangan mereka terlibat adu mulut dengan pengantin pria dan saudara laki-lakinya, Philip.

Empat pria ini bertengkar sehari setelah Radu merayakan pesta pernikahan. Dua tamu yang melakukan konfrontasi adalah Alexey D dan Vladimir D yang juga bersaudara.

Situasi menjadi sangat panas dan tak lama terdengar suara tembakan, sekitar 6 atau 7 kali yang menyebabkan Radu dan Philip tewas di tempat.

Istri Radu, Christina menuangkan rasa sedihnya di media sosial. Ia menuliskan kata-kata yang menyayat hati tentang kepergian suami yang baru sehari menikahinya.

Ilustrasi pengantin pria. (pixabay/free photos)

“Bagaimana aku bertahan hidup tanpamu, sayang? Aku akan selalu menjadi istrimu, aku berjanji. Kamu adalah satu-satunya bagiku. Kita akan bersama selamanya.”

“Tetaplah di sana, lihat aku dari atas dan aku akan mewujudkan semua impian kita untukmu agar kamu bangga padaku.”

Ia menutup postingannya dengan mendoakan sang suami agar beristirahat dalam damai.

“Tidur nyenyak sayangku, aku mencoba bertahan dari rasa sakit ini.”

Pengikut Christina di Instagram memenuhi kolom komentar dengan doa dan ucapan duka cita. Mereka mendoakan wanita ini agar tegar dan kuat menghadapi cobaan.

China Akan Sumbangkan 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Covax

China Akan Sumbangkan 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Covax

Sahmitra — China berencana menyumbangkan 10 juta dosis vaksin Covid-19 ke Covax, program distribusi vaksin internasional yang didukung WHO.

Rencana itu disampaikan China pada Rabu (3/2/2021), dalam upaya mengubah persepsi tentang perannya dalam pandemi virus corona.

Program Covax bertujuan menyediakan 2 miliar dosis vaksincorona. Mereka mengumpulkannya dari negara-negara kaya, dengan maksud agar negara-negara yang lebih miskin bisa kebagian.

Covax melakukannya atas dasar bahwa pandemi Covid-19 akan tetap menjadi ancaman global jika tidak kompak ditangani seluruh dunia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pada Rabu berkata, “China akan memberikan 10 juta dosis vaksin kepada Covax, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak negara-negara berkembang,” dikutip dari AFP.

Sebelumnya, Kemenlu “Negeri Panda” bulan lalu mengatakan, tiga pembuat vaksin China yaitu Sinopharm, Sinovac, dan CanSino, sudah resmi mengajukan permohonan untuk dimasukkan ke Covax.

Namun, Wang kemarin tidak mengungkapkan apakah permohonan itu sudah disetujui atau belum.

Covid-19 pertama kali muncul di kota Wuhan, China tengah, dan negara itu dibanjiri kritik atas penanganan awal wabah. Beijing kini telah menandatangani perjanjian memasok jutaan dosis vaksin virus corona.

Para analis menyebutnya diplomasi vaksin untuk memperoleh citra baik di kalangan negara-negara miskin.

China sendiri juga meningkatkan vaksinasi jelang liburan Tahun Baru Imlek.

Namun, penyuntikan vaksin Covid-19 buatan China di luar negeri berjalan lebih lambat dibandingkan Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Penyebabnya adalah sedikitnya informasi yang dipublikasikan tentang keamanan atau kemanjuran vaksin China.

Mesir Temukan Peti Mati Kuno Lagi, Diklaim Temuan Terbesar 2021

Mesir Temukan Peti Mati Kuno Lagi, Diklaim Temuan Terbesar 2021

Sahmitra — Mesir kembali mengumumkan penemuan “harta karun” di makam kuno di Saqqara, Mesir, pada Sabtu (16/1/2021). Pengumuman itu disampaikan oleh Kementerian Pariwisata dan Barang Antik Mesir sebagaimana dilansir dari CGTN.

Temuan itu didapatkan oleh tim arekolog yang dipimpin oleh ahli Mesir Kuno Zahi Hawass setelah melakukan penelitian di situs itu.  Temuan itu juga diklaim sebagai temuan terbesar pada 2021.

Kementerian tersebut mengatakan, pihaknya menemukan lebih dari 50 peti mati kuno alias sarkofagus yang terbuat dari kayu.

Mereka juga menemukan kuil pemakaman kuno di situs tersebut.  Ke-50 sarkofagus kayu tersebut ditemukan di 52 lubang pemakaman dengan kedalaman yang bervariasi antara 10 meter hingga 12 meter.

Hawass yang mengatakan bahwa kuil pemakaman Ratu Naert, istri Raja Teti, dan tiga gudang yang terbuat dari batu bata juga ditemukan di situs tersebut.

Saqqara merupakan wilayah yang terdapat lebih dari 12 piramida, biara kuno, dan situs pemakaman hewan.

Kota tersebut dianggap sebagai kompleks makam kuno yang luas di dekat Ibu Kota Mesir kuno, Memphis, dan merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

Tahun lalu, Mesir juga mengumumkan penemuan lebih dari 100 sarkofagus dalam keadaan utuh dan dianggap sebagai temuan terbesar sepanjang 2020.

Sarkofagus tersebut ditemukan di samping patung dewa zaman Mesir kuno. Temuan itu diyakini berasal dari lebih dari 2.500 tahun dari Periode Akhir dan periode Ptolemeus Mesir kuno.

Ketika mengumumkan temuan sarkofagus pada 2020, Menteri Purbakala dan Pariwisata Mesir Khaled al-Anani meramalkan bahwa Saqqara belum mengungkap semua isinya.

Dan ramalan itu terbukti di tahun ini dengan ditemukannya lebih dari 50 sarkofagus kayu dan sejumlah temuan lainnya.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, Hawass mengatakan bahwa temuan terbaru itu dapat memberikan penjelasan baru tentang sejarah Saqqara selama Kerajaan Baru.

Kerajaan Baru di Mesir kuno diperkirakan eksis antara abad ke-16 sebelum Masehi (SM) hingga abad ke-11 SM.

Penemuan itu dilakukan di dekat piramida tempat Raja Teti, firaun pertama dari Dinasti Keenam Kerajaan Lama, dimakamkan.

Mesir berharap temuan arkeologi itu juga akan memacu pariwisata, sektor yang telah mengalami banyak guncangan, dari revolusi Mesir pada 2011 hingga pandemi virus corona saat ini.

Selain itu, pihak berwenang di Mesir mengatakan, mereka berharap dapat meresmikan museum terbaru mereka, Museum Agung Mesir, di dataran tinggi Giza, tempat Piramida Giza yang terkenal.