Sebuah pesta pernikahan di pedesaan Maine, Amerika Serikat ( AS), berujung maut setelah menjadi superspreader virus corona yang menyebabkan 7 orang tewas dan 177 lainnya terinfeksi.

Pesta Pernikahan jadi Superspreader Virus Corona, 7 Tewas dan 177 Terinfeksi

Sahmitra — Sebuah pesta pernikahan di pedesaan Maine, Amerika Serikat ( AS), berujung maut setelah menjadi superspreader virus corona yang menyebabkan 7 orang tewas dan 177 lainnya terinfeksi.

Pernikahan pada awal Agustus itu dihadiri 65 orang, melanggar batas resmi 50 orang yang diizinkan berkumpul di sebuah pertemuan. Seremoni di gereja dilanjutkan dengan resepsi di Big Moose Inn, keduanya berlokasi di Millinocket kota kecil di AS yang hanya berpopulasi 4.000 penduduk.

Sepuluh hari kemudian 24 orang yang terkait dengan pernikahan itu dinyatakan positif Covid-19, lalu Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Maine membuka penyelidikan.

Direktur lokal CDC Nirav Shah pada Kamis (17/9/2020) mengungkap jumlah korban terbaru di acara tersebut, menambahkan bahwa 7 orang yang meninggal tidak menghadiri pernikahan itu.

Pelacak kontak lalu menghubungkan pernikahan itu dengan beberapa hotspots virus corona di seluruh negara bagian AS, termasuk lebih dari 80 kasus di penjara yang berjarak 370 kilometer, yang salah satu penjaganya datang ke pernikahan.

Dugaan 10 kasus lainnya ditemukan di sebuah gereja Baptis di daerah yang sama, sementara 39 kasus dan 6 kematian ditemukan di panti jompo sejauh 160 km dari Millinocket.

“Ketika kami mendengar tentang wabah… semua orang benar-benar berlindung,” kata Cody McEwen kepala dewan kota.

“Begitu wabah itu menyebar, kami menutup kota lagi,” sambungnya dikutip dari AFP.

Bukan kasus pertama

Beberapa warga geram pada penyelenggara acara, termasuk kedai minum yang lisensinya ditangguhkan sementara.

“Saya rasa mereka tidak harus mengadakan pernikahan. Saya pikir itu seharusnya dibatasi seperti yang diwajibkan,” ucap Nina Obrikis anggota gereja Baptis tempat seremoni diadakan.

“Kita tidak bisa ke mana-mana atau melakukan apa pun,” keluhnya.

Gubernur Maine Janet Mills pada Kamis (17/9/2020) mengeluarkan peringatan kepada 1,3 juta penduduk negara bagian tersebut. Gejolak seperti itu “terancam merusak kemajuan yang kami dapat dengan cepat.”

” Covid-19 tidak berada di sisi lain pagar, itu di halaman kami,” terangnya beranalogi.

 Sejak dimulainya pandemi awal tahun ini, kasus-kasus superspreader banyak dilaporkan di seluruh dunia. Pertama di AS adalah konferensi bioteknologi di Boston pada Februari yang dihadiri sekitat 175 orang, dan pemakaman di Georgia yang membuat lebih dari 100 orang tertular.

Kemudian dalam beberapa pekan terakhir kelompok infeksi seperti itu muncul di kampus-kampus, yang membuat mahasiswa kembali dipulangkan. Universitas Oneonta di utara negara bagian New York misalnya, memiliki lebih dari 670 kasus Covid-19 dalam sebulan.

Kebakaran California Meluas, 312 Ribu Hektare Lahan Hangus

Sahmitra.com — Kebakaran di California, Amerika Serikat yang dimulai sejak sepekan lalu terus meluas hingga menghanguskan sekitar 312 ribu hektare hutan dan lahan.

Gubernur California Gavin Newsom mengatakan pada Jumat (21/8) bahwa sebagian besar kebakaran terjadi di daerah tidak berpenghuni.

Meski begitu setelah satu minggu, kebakaran terbesar ke-10 dalam sejarah negara bagian itu baru dapat diatasi tujuh persen. Pihak berwenang mengatakan setidaknya ada lima kematian yang dikaitkan dengan kebakaran kali ini.

Petugas pemadam kebakaran menyebut 12 ribu sambaran petir telah menyulut sebanyak 560 kebakaran, yang diperparah dengan suhu tinggi di musim panas.

Sementara itu, sebanyak 119 ribu orang telah dievakuasi. Namun proses evakuasi juga terhambat, karena banyak warga yang ragu untuk tinggal di pusat evakuasi karena ancaman virus corona.

Beberapa warga di Sant Mateo dan Santa Cruz, karenanya, terlihat memilih untuk tidur di trailer di tempat parkir atau di sepanjang pantai.

Wisatawan yang datang ke wilayah itu juga diminta untuk pergi agar lebih banyak akomodasi untuk warga yang terdampak kebakaran.

Di sisi lain, koordinasi antara Newsom dan Presiden AS Donald Trump tetap berjalan meski keduanya memiliki catatan hubungan buruk di masa lalu.

Pada Konvensi Nasional Demokrat misalnya, Newsom menyebut Trump akan menarik dana dari negara bagian itu karena kebakaran yang diakibatkan pengelolaan hutan yang buruk.

“Tidak ada satu pun panggilan telepon saya kepada presiden yang tidak segera dia respons, dan hampir di setiap kesempatan ia menanggapinya dengan baik, terkait dengan kebakaran hutan ini. Dia mungkin membuat pernyataan di depan umum, tetapi hubungan kerja secara pribadi sangat efektif,” kata Newsom, seperti dikutip AFP.

Bocoran Rekaman Kakak Donald Trump, Sang Adik Disebut Kejam

SaKakak Presiden AS Donald Trump, Maryanne Trump (Barry), menyebut bahwa sang adik kejam. Hal itu ia ungkapkan dalam percakapan bersama keponakannya, Mary Trump, yang secara diam-diam direkam.

Rekaman dan transkrip percakapan selama 15 jam pada 2018 dan 2019 diketahui setelah diperoleh Washington Post dari Mary. Diketahui, Mary kerap mengkritik Trump dan menyatakan dukungan pada Joe Biden dalam Pilpres Amerika Serikat (AS).

Dalam rekaman tersebut, Barry mengatakan bahwa Donald seorang pembohong. Selama ini, Barry belum pernah membicarakan perselisihan dengan Trump, namun rekaman ini justru mengungkap keretakan hubungan mereka dimulai pada 1980.

Kala itu, Barry yang bekerja sebagai jaksa wilayah New Jersey merasa dimanfaatkan oleh Trump. Ia mengklaim Trump kerap mengambil kesempatan untuk mendapatkan pengakuan atas kesuksesannya.

“Semua itu kepalsuan. Itu kepalsuan dan kekejaman. Donald itu kejam,” kata Barry kepada Mary berdasarkan transkrip dan rekaman, pada Minggu (23/8).

Hal lain yang juga menjadi perhatian dalam rekaman tersebut adalah ketika Trump membayar seseorang untuk mengikuti tes SAT.

Tuduhan ini juga terdapat dalam buku yang ditulis Mary bertajuk Too Much and Never Enough: How My Family Created The World’s Most Dangerous Man.

“Dia pergi ke Fordham selama satu tahun (sebenarnya dua tahun) dan kemudian dia masuk ke Universitas Pennsylvania karena meminta seseorang untuk mengikuti ujian,” kata Barry.

Mary membalas, “Tidak mungkin! dia meminta seseorang untuk mengikuti ujian masuk (universitas)?.”

Barry menjawab, “SAT atau apa pun itu.. Itulah yang saya yakini. Bahkan saya ingat namanya, orang itu adalah Joe Shapiro.”

The Post juga menuliskan bahwa Mary pernah mengatakan bukan Joe Shapiro yang datang ke Universitas Pennsylvania bersama Trump. Sampai saat ini orang tersebut belum muncul.

Juru bicara Mary, Chris Bastardi, mengatakan bahwa ia mulai merekam percakapan dengan Barry pada 2018. Hal itu dilakukan setelah anggota keluarga berbohong mengenai nilai harta keluarga dua dekade sebelumnya saat perdebatan hukum soal warisan, yang mana Mary mendapat jauh lebih sedikit dari yang diharapkan.

“Mary menyadari anggota keluarganya berbohong dalam pernyataan sebelumnya. Sebagai antisipasi hal yang berkaitan dengan penyelesaian perkara, ia merasa perlu untuk merekam percakapan demi melindungi diri,” kata Bastardi.

Kemudian pada Sabtu (22/8) malam kemarin, Gedung Putih merilis pernyataan Trump. Namun, dalam pernyataan itu Trump tidak menyinggung pembahasan dalam rekaman percakapan secara spesifik.

“Saya rindu saudara saya, dan saya akan terus bekerja keras untuk rakyat AS. Tidak semua orang setuju, tapi hasilnya jelas. Negara kita akan segera menjadi lebih kuat dari sebelumnya,” kata Trump merujuk saudaranya yang meninggal awal bulan ini, Robert Trump.

Pada Juli lalu, sebelum buku yang ditulis Mary dirilis, Gedung Putih membantah tuduhan Trump membayar orang untuk mengikuti SAT. Menurutnya, tuduhan itu sangat salah dan tidak masuk akal.

Rekaman percakapan sendiri dirilis setelah Konvensi Nasional Demokrat, di mana Demokrat dan sejumlah tokoh Republik fokus melakukan pembingkaian karakter dan moral pada Pilpres 2020.

Mereka ingin menampilkan Trump sebagai orang yang tak layak menjadi presiden, sedangkan Biden ditampilkan lebih baik.

Diduga Stres Terjebak di Thailand, Turis Ukraina Bunuh Diri

Diduga Stres Terjebak di Thailand, Turis Ukraina Bunuh Diri

Sahmitra.com — Seorang wisatawan asal Ukraina, Tomak Myokola (49), dilaporkan tewas bunuh diri di Surat Thani, Thailand, karena diduga frustasi tidak bisa kembali ke negaranya akibat pembatasan penerbangan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Seperti dilansir AsiaOne, Selasa (04/08/2020), insiden itu terjadi pada 30 Juli lalu. Myokola dilaporkan bunuh diri dengan cara melompat dari atap sebuah bangunan hotel yang tidak digunakan.

Menurut kepolisian setempat, mereka menemukan sebuah tas ransel berwarna cokelat, sebuah jaket berwarga abu-abu dan dua kaleng bir yang sudah kosong di atap bangunan itu.

Di dalam tas itu polisi menemukan kunci kamar hotel, sebungkus saus dan kunci sepeda motor.

Polisi menduga Myokola stres akibat tidak bisa pulang ke Ukraina. Sebelum terjun dia diduga menenggak dua kaleng bir.

Menurut data Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, kasus positif virus corona di Thailand sampai saat ini tercatat mencapai 3.321 orang. Dari jumlah itu sebanyak 3.142 orang dinyatakan sembuh dan 58 pasien meninggal.

Thailand juga perlahan melonggarkan pembatasan kegiatan, tetapi masih memperketat kedatangan dari luar negeri.

Pakai Masker Berlapis Emas Perkara Masker Perak

Pakai Masker Berlapis Emas Perkara Masker Perak

sahmitra.com  —  Seorang pria India bernama, Shankar Kurhade, mengaku membayar USD 4 ribu (sekitar Rp 60 juta) untuk masker berlapis emas. Emas yang melapisi maskernya itu disebut seberat 60 gram.

“Ini masker yang tipis dan memiliki pori-pori kecil yang membantuku bernapas,” ujar Shankar pada kantor berita AFP, pada Minggu (05/07/2020).

Shankar yang merupakan pengusaha dari kota Pune di India itu menyebutkan perajin membutuhkan 8 hari untuk membuat maskernya itu. Dia juga mengaku suka dengan perhiasan emas termasuk gelang, kalung, dan cincin di tiap jari kanannya.

“Saya tak yakin bila ini efektif untuk melindungi dari infeksi virus corona tapi saya memiliki langkah pencegahan lainnya,” imbuhnya.

Ide pembuatan masker lapis emas ini disebutnya ketika melihat pemberitaan media yang menyebut ada seorang pria yang menggunakan masker berlapis perak. Dia pun akhirnya membuat masker lain tetapi berlapis emas.

“Orang-orang memintaku untuk berswafoto,” ucapnya.

“Mereka terpesona ketika melihatku mengenakan masker berlapis emas di pasar-pasar,” imbuhnya.

Di sisi lain, India juga masih menjadi salah satu negara dengan kasus virus corona baru (Covid-19) yang cukup tinggi. Setidaknya saat ini telah dikonfirmasikan ada 650.000 kasus dengan lebih dari 18.600 kasus kematian.

Diperlakukan Tak Layak, Viral Video Diduga 8 Jenazah Covid-19 Dibuang Begitu Saja di Lubang

Diperlakukan Tak Layak, Viral Video Diduga 8 Jenazah Covid-19 Dibuang Begitu Saja di Lubang

sahmitra.com — Pandemi Virus Corona menyebar hampir diseluruh negara di dunia. Bahkan sampai saat ini belum adanya tanda-tanda bahwa Virus Corona akan segera mereda. Tak sedikit juga negara-negara yang merasa kewalahan menghadapi pandemi ini, karena adanya penularan yang begitu cepat hingga lonjakan kasus positif terus bergerak.

Salah satu negara yang kini masih disibukkan dengan pandemi ini adalah India. Ribuan nyawa yang sudah menjadi korbannya. Bahkan belum lama ini juga viral sebuah video yang membuat kita merasa geram.

Dilansir dari India Times, Tribunnews.com, pada Rabu (01/07/2020) melaporkan sebuah video yang diunggah oleh akun Twitter @ JanataDal_S, pada Selasa (30/06/2020) viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan orang-orang yang memakai baju hazmat yang diduga sedang membuang jenazah Virus Corona.

Diperlakukan Tak Layak, Viral Video Diduga 8 Jenazah Covid-19 Dibuang Begitu Saja di Lubang
Diperlakukan Tak Layak, Viral Video Diduga 8 Jenazah Covid-19 Dibuang Begitu Saja di Lubang

Hal tersebut juga dikarenakan penyimpanan jasad di Distri Ballari di Karnataka, India kewalahan untuk menampung semua jenazah. Dalam video itu memperlihatkan delapan jenazah yang sudah dibungkus plastik. Kemudian beberapa orang yang memakai hazmat mengangkat, lalu melemparnya kedalam sebuah lubang.

Menanggapi viralnya video tersebut, Wakil Komisaris Ballari Collector, SS Nakul mengatakan bahwa pemulasaran mayat-mayat tersebut sudah sesuai dengan prosedur Covid-19. Yakni, semuanya dibungkus rapat dengan plastik.

Nakul juga akan melakukan penyelidikan terkait video viral yang disebut membuang jenazah diduga korban Virus Corona. Hal tersebut dilakukannya demi nilai kemanusiaan.

“Kami sedang menyelidiki hal ini. Jika Anda melihat videonya, mayat tersebut dibungkus dengan benar. Kami perlu melihatnya (berdasarkan) alasan kemanusiaan. Itulah mengapa penyelidikan ini,” katanya.

“Kami perlu menciptakan kesadaran akan hal ini (penanganan jasad yang penuh hormat), itu benar, dan tindakan akan diambil,” lanjut Nakul.

Sementara itu, Ketua Menteri BS Yediyurappa , yang mengaku sangat geram melihat video tersebut. Sebab kejadian tersebut benar-benar tak manusiawi dan menyakitkan baginya. Yediyurappa pun mengimbau untuk semua staf pemulasaran bisa bekerja dengan hati-hati dan berempati saat menangani jenazah.

Kini kabarnya semua anggota yang tergabung dalam tim pemulasaran di video tersebut sudah dibubarkan. Sebagai gantinya, otoritas terkait telah mempekerjakan orang-orang yang sudah terlatih.

Mereka juga meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian ini, terutama kepada keluarga dari jenazah-jenazah itu.

Saat ini hampir 17.000 orang di India telah meregang nyawa akibat dari Virus Corona. Tentu saja situasi ini sangat sulit bagi pemerintah, tim medis ataupun warga India sendiri).

Namun, beban tim medis tentu saja sangat berisiko, karena berhadapan langsung dengan korban Virus Corona. Untuk tim pemulasaran, baiknya juga memperlakukan jenazah-jenazah itu secara hormat dan layak.

Istri Menuntut Suami ke Pengadilan karena beri Miras ke 2 Bayinya

Istri Menuntut Suami ke Pengadilan karena beri Miras ke 2 Bayinya

sahmitra.com — Rumah tangga Abas dan istrinya yang telah berjalan lima tahun itu harus berakhir di pengadilan, usai ia dinyatakan bersalah dengan memberi anak-anaknya minuman berakohol. Menyadur laman Guardian.ng, pengadilan adat di Ibadan, Nigeria memutuskan untuk memberikan hak asuh kedua bocah itu berusia dibawah empat tahun ke istri Abas, Mufuliat Soremekun.

Majelis hakim yang mengabulkan permintaan Mufuliat yang merasa tak tahan lagi berumahtangga dengan pria yang disebutnya sadis dan pemabuk.

“Aku lelah memperingatkan Abas untuk menghentikan kebiasaan minum alkohol yang ia warisi dari ayahnya. Saya memiliki tekanan darah tinggi karena stres yang saya alami bersamanya,” ujar Mufuliat.

Perempuan yang berprofesi sebagai perancang busana ini semakin memantapkan diri untuk mengakhiri rumah tangganya selepas mengetahui sang suami membuat anak-anaknya yang dibawah umur juga mengonsumsi miras (minuman keras).

“Yang terburuk, Abas memberikan dua anak kami minuman beralkohol atau bir, anak-anak berusia empat tahun ke bawah,” bebernya.

Menyetujui keputusan pengadilan, Abas yang menyangkal sebagian besar tuduhan yang dilayangkan sang istri. Ia menyebut Mufuliat sebagai pencuri dan telah mengeksploitasi dirinya.

“Memang benar jika aku terkadang menghajar Mufuliat dan itu karena dia terus melanggar perintahku,” kata Abas.

Abas menuduh istrinya itu telah mencuri uang sebesar 80 ribu naira atau setara dengan Rp 2,9 juta saat ia tak berada dirumah.

“Mufuliat dan keluarganya telah memeras saya dan saya memilliki banyak utang karena berusaha memuaskan mereka,” akunya.

Pria ini juga menuduh bahwa istrinya telah berbohong tengah hamil anak ketiga supaya mendapatkan uang.

“Dia tahu saya biasanya memberikan hadiang uang banyak setiap kali dia hamil.”

“Saya telah melakukan segalanya untuknya, tetpai dia terus mengatakan hal-hal buruk tentangku,” tandasnya.

Terlalu Kejam! Dikenal Mahal dan Empuk, Proses Pembuatan Bantal Bulu Angsa Bikin Nangis

Terlalu Kejam! Dikenal Mahal dan Empuk, Proses Pembuatan Bantal Bulu Angsa Bikin Nangis

sahmitra.com — Nah, mungkin sebagian dari kita tidak tahu ternyata proses pembuatan bantal bulu angsa ini ada yang begitu sadis dan kejam!

Dilansir dari Detik.com (21/06/2020), sebuah akun Facebook Earth in Crisis ini membagikan sebuah postingan yang memilukan pada 11 Juni 2020 lalu. Dalam unggahannya itu, menunjukkan bagaimana proses pembuatan bantal bulu angsa yang begitu kejam.

Angsa-angsa ini dengan sengaja diternak untuk diambil bulunya. Netizen pun dibuat geram dan tak tega karena proses pembuatan bantal ini dilakukan. Bulu-bulu ini dicabuti dalam keadaan angsa masih hidup. Tentu saja ini sangat menyiksa mereka.

Terlalu Kejam! Dikenal Mahal dan Empuk, Proses Pembuatan Bantal Bulu Angsa Bikin Nangis
Terlalu Kejam! Dikenal Mahal dan Empuk, Proses Pembuatan Bantal Bulu Angsa Bikin Nangis

Akibat proses pencabutan paksa bulu-bulu ini, angsa itu mengalami pendarahan pada bagian kulit karena bulunya yang dicabuti paksa. Setelah itu mereka dibiarkan hidup. Kemudian bulu-bulu mereka akan dibuat bantal, guling, selimut, mantel musim dingin, dan berbagai barang lainnya.

“Harap dicatat – kekejaman terhadap binatang juga ditemukan pada kulit, wol, industri bulu dan produk kulit eksotis lainnya seperti produk kulit ular dan buaya,” tulis caption unggahan Facebook Earth in Crisis.

Namun ternyata kekejaman industri ini tak hanya itu saja, melainkan ada juga produk foie gras (hati angsa). Dalam proses ini para peternak akan memberikan minuman dan pakan khusus tanpa henti, agar hatinya lebih besar untuk dikonsumsi.

Netizen yang dibuat tak tega saat tahu betapa sadisnya proses pembuatan bantal bulu angsa. Salah satunya adalah akun Twitter @malegorgon. Ia mengunggah ulang berita ini dan tak menyangka bantal sebagai tempat tidur dibuat dengan keadaan angsa yang masih hidup.

“Selama ini gue pikir bantal/guling dibuat dari angsa yang udah mati. Ternyata…” tulis @malegorgon.

Namun bukan hanya @malegorgon saja yang merasa sangat sedih. Netizen lain juga berkomentar senada dalam unggahannya itu. Banyak dari mereka yang merasa tak tega saat melihat.

Terlalu Kejam! Dikenal Mahal dan Empuk, Proses Pembuatan Bantal Bulu Angsa Bikin Nangis
Terlalu Kejam! Dikenal Mahal dan Empuk, Proses Pembuatan Bantal Bulu Angsa Bikin Nangis

“Angsa hidup dong beb, sama kayak kelinci angora. Kan bulunya ditumbuhkan kembali untk dicabut lagi..bayangin dia circle hidupnya begitu terus,” tulis akun @rzkfd.

“Makanya aku hindari beli peralatan winter yg pake goose down. Udah tau soal ini sebelumnya lebih baik pake yg fill-nya pake polyester atau bamboo,” tambah akun @kindahmazing.

Perlu lebih diketahui, produk bulu angsa sebagai bagian dari fashion bukanlah hal baru. Banyak industri yang membuat mantel musim dingin, bantal, guling, dan lainnya dari bulu angsa.

Namun tak semua proses pembuatannya dengan cara menyiksa. Sebab banyak juga pelaku industri ini yang produknya sudah bersertifikat. Dalam arti, mereka membuatnya dari angsa yang sudah mati.

CEK FAKTA: Benarkah Cium Janda 1 Menit Bisa Perpanjang Umur 1 Tahun?

CEK FAKTA: Benarkah Cium Janda 1 Menit Bisa Perpanjang Umur 1 Tahun?

sahmitra.com — Beredarnya salah satu artikel dimedia online yang mengklaim mengungkapkan fakta cium janda dapat memperpanjang umur. Artikel itu ramai menjadi sorotan publik.

Artikel tersebut dimuat di laman Suarapublik.site dengan judul artikel ‘Ternyata Cium Janda 1 Menit Dapat Perpanjang Umur 1 Tahun, Ini Faktanya’.

Apakah benar dalam judul artikel mencium janda dapat memperpanjang umur 1 tahun?

Cek Fakta: Cium janda bisa perpanjang umur (Tirnbackhoax.id)

PENJELASAN :

Berdasarkan penelusuran turnbackhaox.id, pada Jumat (12/06/2020), klaim dalam judul artikel yang menyebut mencium janda dapat memperpanjang umur adalah klaim yang salah. Tidak ada keterkaitan pasti antara judul dengan isi artikel

Pada isi artikel hanya dibahas mengenai manfaat berciuman secara umum. Tidak ada penjelasan spesifik mengenai manfaat ciuman dengan janda.

Cek Fakta: Cium janda bisa perpanjang umur (Tirnbackhoax.id)

Isi artikel itu dimuat dalam laman yang sama dengan artikle yang tayang pada laman klikdokter.com dengan judul ‘Manfaat Ciuman’ yang dipublikasikan pada 20 September 2010. Selain itu juga, bertuliskan artikel yang sama di Tribunnews dengan judul ‘Ciuman Mesra Dapat Memperpanjang Umur’ yang dipost pada 5 Agustus 2010.

Dalam kedua artikel tersebut tidak ditemukannya pembahasan detail manfaat ciuman bersama janda. Kedua artikel hanya membahas manfaat ciuman secara umumnya.

  Cek Fakta: Cium janda bisa perpanjang umur (Tirnbackhoax.id)

KESIMPULAN :

Dari penjelasan yang diterakan, dapat disimpulkan bahwa artikel yang mengklaim cium janda dapat memperpanjang umur adalah klaim yang salah. Sebab, diantara judul dengan isi artikel tak ada hubungan keterkaitan.

Klaim tersebut masuk dalam kategori false connection atau koneksi yang salah.

Gagal Kawin, Wanita Ini Salahkan Alat Kelamin Tunangannya HAHA

Gagal Kawin, Wanita Ini Salahkan Alat Kelamin Tunangannya HAHA

sahmitra.com — Pesta pernikahan batal tentunya bukan menjadi masalah sepele. Hal itu terlebih jika semuanya karena ada yang tak beres dengan calon pasangan.

Melansir Daily Star, pada Senin (8/6/2020), seorang perempuan bernama Cherie Blanchard-Wood seharusnya menikah dengan tunangannya, Michael Whiteman di Gibraltar, beberapa waktu lalu. Namun, pesta itu harus berakhir batal karena salah satu dari mereka ketahuan berselingkuh.

Saat pandemi Virus Corona memang membuat orang menunda pernikahannya. Ada juga yang mulai berani menggelar pesta pernikahan dengan menerapkan protokol kesehatan, termasuk jarak sosial.

Namun, berbeda dengan Cherie yang tak ada hubungannya dengan itu. Dia tak menjadi menikah karena tunangannya yang berselingkuh dengan wanita lain.

Pada hari dimana dirinya akan melangsungkan pernikahannya itu, Cherie memasang status galau karena tak jadi melepas masa lajangnya. Temannya yang menelfon saat itu tapi dia abaikan. Tak disangka-sangka, temannya itu malah datang kerumahnya untuk memberikan dukungan dan semangat.

BACA JUGA : Seram! Viral Cerita Ojol Antar Penumpang yang Sudah Meninggal 4 Tahun Lalu

Ketika Cherie menyambut sang pengiring pengantin, Amanda Minnie dan pasangannya itu, Leon De La Huliniere di depan rumah, anak temannya itu mengucapkan sebuah kalimat penyemangat dengan nada yang begitu menggemaskan.

“Selamat hari lajang,” kata si kecil.

Mereka juga membawa karangan bunga dan poster special untuk Cherie yang bertuliskan pesan untuk sang mantan tunangan.

“Lockdown 2020 tidak menghentikan pernikahanku, hasratnya yang melakukan itu.”

Poster penyemangat untuk calon pengantin yang gagal menikah. (Facebook/CheRie Blanchard-Wood)

Cherie yang merasa jauh lebih baik setelah dihibur teman-temannya itu. Cherie pun menempelkan spanduk itu didepan rumah selama beberapa hari dan membagikan beberapa potretnya di Facebook.

“Teman-temanku lebih baik daripada milikmu,” kata dia melalui unggahan media sosial, seolah merujuk pada alat kelamin mantan tunangannya.

Pesta penikahan impiannya itu memang sudah dibatalkan sehingga sempat membuat dirinya begitu sedih. Namun, untungnya dia punya orang-orang yang selalu ada untuk dirinya.

Soal unggahannya, Cherie juga mengungkapkan, “Itu membuatku merasa jauh lebih baik. Orang-orang berkomentar mengatakan betapa lucu dan cemerlang itu.”