Harimau Terkam Jip Safari, Bumper-nya sampai Robek

Harimau Terkam Jip Safari, Bumper-nya sampai Robek

Sahmitra — Sebuah video viral memperlihatkan seekor harimau Benggala (atau harimau Bengal) menggigit dan merobek bumper mobil jip safari sampai hampir lepas.

Bahkan gigitan harimau yang usianya disinyalir beranjak dewasa itu dapat menarik mundur jip yang berbobot sekitar 1,8 ton.

Sambil menggigit dan merobek bumper mobil jip, harimau itu mencengkeram cakarnya ke jalan agar tetap kokoh.

Peristiwa ini terjadi di Taman Nasional Bannerghatta, Bengaluru, India, tapi tidak diketahui kapan tepatnya.

Para penumpang yang merekamnya tampak terkejut sekaligus khawatir, saat harimau Benggala itu membuka lebar rahangnya dan menerkam bumper belakang jip Mahindra jenis Xylo.

Menurut situsweb Carwale, mobil karya anak bangsa India itu berkapasitas 7-8 orang dengan mesin 2.200-2500cc.

Kemudian dilansir Daily Mail pada Sabtu (16/1/2021), jip yang dimodifikasi untuk kebutuhan safari itu diisi sekitar 4 penumpang tetapi si harimau bisa menariknya mundur.

Di video, seorang pria dan wanita sama-sama terdengar berteriak, “Aku takut”.

 

Mereka lalu menutup jendela ketika ada harimau lain yang muncul dari balik pepohonan.

Keempat penumpang mobil jip tetap di dalam saat serangan terjadi, dan sopir tidak tancap gas agar tidak melukai si harimau.

Taman Nasional Bannerghetta dibuka sejak 1970 dan dihuni hewan-hewan seperti gajah, harimau, singa, buaya, dan ular.

Harimau Benggala jantan bisa berbobot sampai 190 kg dan panjangnya mencapai 2,7 meter. Gigi-gigi mereka dapat tumbuh hingga 10 cm, dan cakarnya bisa dipakai untuk memanjat pohon.

Harimau khas India ini mengonsumsi sekitar 40 kg daging dalam sekali makan, dan bisa tidak makan sampai 3 minggu kemudian.

Di penangkaran harimau Benggala rata-rata hidup selama 18 tahun, tetapi di alam liar usia harapan hidupnya bisa lebih rendah.

Buru Pembunuh Putrinya, Seorang Ibu Menyamar sebagai Tunawisma

Buru Pembunuh Putrinya, Seorang Ibu Menyamar sebagai Tunawisma

Sahmitra — Seorang wanita yang putrinya diculik dan dibunuh di Kolombia menyamar sebagai tunawisma, untuk membantu pihak berwenang menemukan tersangka pembunuh anak tertuanya.

Nathalie Amaya mengungkapkan dia mengubah penampilannya, untuk berbaur dengan tunawisma lain yang tinggal di sebuah bangunan terlantar di lingkungan Bogotá di San Bernardo.

Melansir dari laman Daily Mail, pada Jumat (15/1/2021), Amaya menemukan tersangka yang membunuh putrinya, Lynda Michelle Amaya yang berusia 15 tahun, pada Desember 2020.

Kantor Jaksa Agung Kolombia pada Kamis pagi (14/1/2021) mengumumkan penangkapan tiga pria dan seorang wanita yang terikat dengan geng lokal. Mereka dikenal karena meneror lingkungan sekitar.

Tidak jelas dalam informasi yang dirilis oleh penegak hukum Kolombia mengapa gadis itu mungkin menjadi sasaran kejahatan, atau jika pembunuhannya dilakukan secara acak.

Ibu yang putus asa ini juga memiliki tiga anak lain, seorang anak laki-laki berusia empat tahun dan anak laki-laki kembar berusia 13 tahun.

Sebelumnya pada 3 Desember, dia membantu Kepolisian Metropolitan Bogotá dan Agen Intelijen Kolombia dengan secara sukarela menyamar untuk menemukan putrinya.

Amaya memutuskan mengubah penampilan fisiknya. Dia membungkus dirinya dengan selimut hewan peliharaan sehingga baunya sangat buruk.

“Saya mengoleskan banyak batu bara untuk menodai wajah saya, memasuki tempat itu dan bersembunyi sehingga mereka akan merasa bahwa saya adalah bagian dari lingkungan itu,” kenang Nathalie Amaya dalam sebuah wawancara dengan Noticias Caracol.

Dia melakukan ini setiap malam. Setelah semua terang benderang, baru diketahui bahwa tempatnya biasa menyamar adalah sudut di mana polisi menemukan tubuh gadis itu sebelumnya.

“Seolah-olah dia (anaknya) selalu menyuruh saya datang ke sana, untuk beristirahat atau mendengarkan. Saya tidak tahu.” kata dia.

Menurut Kantor Jaksa Agung Kolombia, Lynda Michelle pergi bersepeda pada 17 November, kemudian ponselnya dicuri.

Remaja itu kembali ke rumah dan optimis bisa menemukan ponselnya.

Pada 30 November, dia memberitahu ibunya akan pergi ke jalan utama di mana orang biasa membeli ponsel curian. Itu terakhir kali sang ibu dan putrinya berbicara.

Tubuhnya ditemukan tewas keesokan harinya di dalam gedung kumuh.

Kantor Kejaksaan Agung mengatakan pemimpin geng lokal, yang dikenal sebagai Tazmania, memerintahkan agar gadis itu ditangkap.

Lynda Michelle Amaya, lalu dipukuli dan ditikam.

Tubuhnya dimasukan ke dalam tas hitam oleh para tersangka.

Komplotan itu diduga menggunakan gerobak daur ulang dan memindahkan tubuhnya ke sebuah bangunan yang sedang dalam proses pembongkaran.

Jenazahnya dibiarkan tertutup selimut begitu saja.

Nathalie Amaya mengetahui melalui berita lokal bahwa tubuh seorang gadis telah ditemukan di sebuah gedung yang ditinggalkan di San Bernardo.

Dia saat itu sempat mengunjungi kantor pemeriksa medis setempat.

Tapi petugas berulangkali mengatakan jenazah itu bukan putrinya. Mereka mengklaim korban berusia antara 19 dan 23 tahun.

Namun, petugas tidak pernah meminta pemeriksaan DNA lebih lanjut.

Teman dan anggota keluarga, melakukan pencarian di seluruh kota, tanpa mengetahui bahwa remaja tersebut sebenarnya telah ditemukan oleh polisi.

Nelson Amaya mengungkapkan anggota geng menelepon keluarganya.

Mereka sempat meminta uang tebusan, dengan imbalan bisa memulangkan Lynda dengan aman.

Baru pada tanggal 1 Januari Nathalie Amaya mengetahui bahwa tubuh putrinya yang hilang sudah berada di kamar mayat setempat.

Perusahaan Meksiko Akan Buka 200 Bioskop di Arab Saudi

Perusahaan Meksiko Akan Buka 200 Bioskop di Arab Saudi

SAHMITRA — Perusahaan asal Meksiko, Cinepolis berencana membuka 200 bioskop di Arab Saudi pada 2023. Demikian dilaporkan media lokal, Rabu (13/1).

Pengumuman tersebut disampaikan setelah peluncuran dua bioskop pertama Cinepolis di Al Jamea Plaza, Jeddah dan Lulu Mall, Dammam.

Pembukaan ratusan bioskop ini sebagai bagian dari ‘Saudi Vision 2030’ guna mendiversifikasi ekonomi yang selama ini bergantung pada minyak.

“Bekerja sama dengan Al-Hokair Group Arab Saudi dan mitra regional kami di Uni Emirat Arab, Al-Tayer Group, kami akan menginvestasikan $300 juta selama lima tahun untuk mengoperasikan bioskop di seluruh kerajaan,” kata CEO Cinépolis Gulf Alejandro Aguilera kepada Saudi Press Agency.

Menurut dia, proyek tersebut bertujuan untuk menawarkan kesempatan kerja kepada lebih banyak warga negara Saudi.

“Cinépolis bangga dapat berkontribusi pada Visi 2030 kerajaan dengan memberikan pengalaman tak tertandingi kepada penonton bioskop karena Arab Saudi ingin meningkatkan budaya dan sektor hiburan,” kata Aguilera seperti dikutip dari Middle East Monitor.

“Cinepolis berharap dapat menawarkan layanan yang menyenangkan dan inovatif kepada pelanggan serta untuk memperkaya pilihan hiburan di wilayah kerajaan.”

Dilansir dari Arabian Business, Cinepolis mengatakan teater yang dibangun di Arab Saudi akan dilengkapi auditorium khusus anak berikut fasilitas bermain.

Cinepolis adalah perusahaan yang berbasis di Meksiko dan operator bioskop terbesar ketiga di dunia.

Arab Saudi pernah memiliki beberapa bioskop pada era 1980-an, tetapi ditutup oleh kalangan konservatif karena dinilai lebih banyak mudarat daripada manfaat.

Namun, hal itu berubah ketika putra Raja Salman, Mohammed bin Salman (MbS), diangkat menjadi penerus takhta kerajaan pada Juni 2017 lalu.

Sejak diangkat menjadi putra mahkota, MbS menggaungkan rencana reformasi Arab Saudi hampir di semua sektor. Yang paling kentara adalah reformasi dalam bidang kultur dan sosial yang semakin bebas dan melonggarkan syariat Islam.

Dia menempuh sejumlah langkah pembaruan ekonomi dan sosial yang merupakan bagian dari Visi 2030.

Beberapa bulan setelah pengangkatan MbS, Saudi mulai mengizinkan bioskop dan sejumlah tempat hiburan dibuka lagi. Arab Saudi kemudian membuka kembali bioskop pada 2018.

Rumah Sakit di Thailand Sajikan Ganja, Menunya Mulai Sup Hingga Gorengan

Rumah Sakit di Thailand Sajikan Ganja, Menunya Mulai Sup Hingga Gorengan

Sahmitra — Sebuah rumah sakit di Thailand menyajikan berbagai menu lezat yang terbuat dari ganja. Mulai dari sup, salad hingga daun mariyuana goreng, semuanya menggugah rasa penasaran pengunjung.

Menyadur dari laman France24, pada Sabtu (16/1/2021), sejak tahun 2018 Thailand sudah melegalkan ganja sebagai salah satu tanaman medis.

Dokter Pakakrong Kwankhao, Kepala Pusat Pengobatan Tradisional dan Herbal Thailand yang berbasis di Pusat Bukti di Rumah Sakit Chao Phya Abhaibhubejhr menyambut positif hal ini.

“Ini menandai kembali ke masa lalu kuliner Thailand. Menambah daun ganja dalam makanan adalah budaya kami,” katanya.

Pakakrong Kwankhao mengatakan sebelum ganja dilarang, warga Thailand selalu menggunakan sedikit ganja dalam masakan sebagai bumbu penyedap.

“Kami juga menggunakannya sebagai obat herbal,” lanjutnya.

 

Ilustrasi salad. (Shutterstock)

 

Di restoran rumah sakitnya, menu ganja kini kembali ditemui dengan olahan yang menggugah selera.

“Jumlah THC di tanaman segar sangat kecil, tapi restoran memiliki batas maksimum lima daun per pelanggan,” kata Pakakrong.

Di dapur, koki mengolah daun ganja dan menggorengnya hingga renyah keemasan, sementara yang lain menaburkannya ke dalam wajan berisi daging cincang dengan cabai.

Dokter ini mengatakan ganja dengan jumlah kecil bisa meningkatkan mood, fokus dan juga kreativitas. Namun tak semua orang cocok mengkonsumsi ganja.

“Mereka yang sedang hamil atau dengan gangguan kesehatan tertentu harus menghindari menu yang mengandung gulma,” ujarnya.

Salah satu pengunjung mengatakan senang bisa menikmati ganja secara legal di Thailand. Desainer perhiasan asal Prancis ini mengaku sangat bahagia saat menikmati makanannya.

“Apakah kita tertawa karena apa yang kita makan? Lagipula saya tidak berpikir sepenuhnya,” kata Thierry Martino.

Apakah Pasien Pulih Covid-19 Berpotensi Terinfeksi Ulang?

Apakah Pasien Pulih Covid-19 Berpotensi Terinfeksi Ulang?

Sahmitra — Sebuah penelitian baru di Inggris menunjukkan pasien Covid-19 yang pulih akan memilki kekebalan cukup besar sementara waktu.

Sementara di Indonesia, kasus baru Covid-19 kembali memecahkan rekor.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap tenaga kesehatan di Inggris, orang yang pernah terinfeksi Covid-19 sangat mungkin memiliki kekebalan yang cukup besar setidaknya selama 5 bulan, seperti yang dilansir dari DW Indonesia pada Jumat (15/1/2021).

Namun, penelitian lebih lanjut masih menemukan bukti bahwa mereka yang memiliki antibodi masih dapat membawa dan menyebarkan virus corona.

Para peneliti di Public Health England (PHE) menunjukkan bahwa infeksi ulang pada orang yang memiliki antibodi Covid-19 dari infeksi sebelumnya jarang terjadi.

Mereka hanya menemukan 44 kasus di antara 6.614 orang yang sebelumnya terinfeksi.

Para ahli pun tetap memperingatkan bahwa temuan itu menunjukkan bahwa mereka yang tertular Covid-19 pada gelombang pertama pandemi, pada awal 2020, sekarang rentan untuk tertular lagi.

Mereka juga memperingatkan bahwa orang yang disebut memiliki “kekebalan alami” karena terinfeksi virus corona kemungkinan masih dapat membawanya di hidung dan tenggorokan mereka dan tanpa disadari dapat menularkannya.

“Kami sekarang tahu bahwa kebanyakan dari mereka yang pernah terkena virus, dan mengembangkan antibodi, terlindung dari infeksi ulang, tetapi ini belum total, dan kami belum tahu berapa lama perlindungan itu bertahan,” kata Susan Hopkins, salah satu pemimpin penelitian, yang dikenal sebagai studi SIREN.

“Ini berarti bahkan jika Anda yakin, Anda pernah mengidap penyakit itu dan terlindungi, Anda dapat diyakinkan bahwa sangat kecil kemungkinan Anda akan terkena (lagi) infeksi parah. Tetapi, masih ada risiko Anda dapat tertular dan menularkan ke orang lain.”

Penelitian tersebut melibatkan puluhan ribu tenaga kesehatan di Inggris yang telah dites secara rutin sejak Juni.

Indonesia kembali pecahkan rekor

Sementara di Indonesia, kasus harian baru Covid-19 kembali memecahkan rekor. Tercatat jumlah kasus terkonfirmasi virus corona bertambah 11.557 kasus pada 14 januari 2021, tertinggi sejak pandemi melanda Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan total kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai sedikitnya 869.600 kasus. Dari angka tersebut lebih dari 711 ribu orang sembuh dan sedikitnya 25.246 orang meninggal dunia.

Dalam konferensi persnya pada Kamis (14/01), Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pemerintah tengah berupaya untuk melaksanakan vaksinasi kepada 70 persen populasi penduduk Indonesia dalam 15 bulan ke depan.

Program vaksinasi Indonesia sendiri telah dimulai pada Rabu (13/1/2021), di mana Presiden Joko Widodo jadi orang pertama yang disuntik vaksin corona.

Lebih lanjut ia mengatakan selama program vaksinasi berjalan pemerintah juga terus melakukan upaya pencegahan antara lain 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan).

Wiku pun mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Prioritas pemerintah, hal terpenting dan utama adalah menjaga keselamatan rakyat Indonesia. Semua upaya, kita akan fokuskan dalam mencegah kematian, terutama mereka yang berada di garis terdepan penanganan Covid-19,” tegasnya.

Bocah Lelaki Dipaksa Operasi Ganti Kelamin kemudian Diperkosa Beramai-ramai

Bocah Lelaki Dipaksa Operasi Ganti Kelamin kemudian Diperkosa Beramai-ramai

Sahmitra — Seorang bocah lelaki berusia 13 tahun di India dipaksa menjalani operasi ganti kelamin dan kemudian diperkosa beramai-ramai selama berbulan-bulan di daerah Geeta Colony, Delhi. Kasus mengejutkan ini diungkap polisi pada Jumat (15/1/2021).

Dua orang telah ditangkap dalam kasus ini. Polisi mengatakan korban juga dipaksa mengemis oleh para tersangka.

Cobaan berat remaja itu dimulai ketika dia bertemu dengan salah satu tersangka tiga tahun lalu di sebuah acara dansa di Laxmi Nagar.

Tersangka kemudian berteman dengan korban dan membawanya ke Mandawali dengan dalih mengajarinya menari, di mana tersangka dan parakaki tangannya memaksa anak di bawah umur tersebut menjalani operasi ganti kelamin. Sebelum menjalani operasi, korban terlebih dahulu diberi minuman beralkohol.

“Tersangka terlibat dalam flesh trade dan mengenakan pakaian wanita untuk memikat pelanggan. Mereka juga memukuli dan merampok klien mereka,” kata korban yang lolos dari cengkeraman para tersangka, seperti dilansir Gulf News, Sabtu (16/1/2021).

Setelah kasus itu disampaikan kepada Komisi Wanita Delhi (DWC), anggotanya Sarika Chaudhary mengajukan Laporan Informasi Pertama (FIR) terhadap para tersangka. Polisi sedang memburu orang lain yang terlibat dalam kejahatan tersebut.

“Kasus ini sangat serius dan mengejutkan. Pada usia 13 tahun, seorang anak difokuskan untuk menjalani operasi ganti kelamin dan diperkosa beramai-ramai dan dipaksa menjadi pelacur. Sepertinya keributan besar. Untungnya, korbannya bersama dengan orang lain melarikan diri dan menyelamatkan nyawa mereka. Polisi harus menangkap semua,” kata Ketua DWC Swati Maliwal.

Berbarengan dengan Jokowi, Paus Fransiskus Disuntik Vaksin Covid-19

Berbarengan dengan Jokowi, Paus Fransiskus Disuntik Vaksin Covid-19

Sahmitra — Paus Fransiskus menerima dosis pertama vaksin virus corona pada hari Rabu (13/1), hari yang sama ketika Presiden Joko Widodo juga disuntik vaksin sinovac.

Penyuntikan vaksin kepada Paus pertama kali dilaporkan oleh media Amerika Serikat yakni portal berita Jesuit dan surat kabar harian Argentina La Nacion, keduanya mengutip sumber-sumber Vatikan.

Menyadur Fox News, Kamis (14/1/2021) Paus Francis diyakini menerima vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan akan mendapatkan suntikan kedua dalam tiga minggu.

Vatikan belum secara resmi mengkonfirmasi kabar mengenai penyuntikan vaksin kepada Paus Fransiskus tersebut.

Paus Benediktus XVI (93) direncanakan juga akan mendapatkan suntikan vaksinasi terhadap virus tersebut, menurut laporan media.

Vatikan mulai meluncurkan program vaksinasi Covid-19 pada Rabu (13/1) di Aula Paul VI di Kota Vatikan, Matteo Bruni, direktur Kantor Pers Takhta Suci, mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan.

Vatikan mengatakan akan memberikan prioritas vaksin kepada petugas kesehatan dan keselamatan publik, orang tua, dan mereka yang paling sering melakukan kontak dengan publik.

Paus Francis selama dikenal vokal mendukung vaksin Covid-19, bahkan menyatakan itu sebagai “kewajiban etis” bagi setiap orang untuk mendapatkan vaksin.

“Saya benar-benar tidak mengerti mengapa beberapa orang mengatakan ini bisa menjadi vaksin yang berbahaya,” kata Paus saat diwawancara stasiun TV Italia Canale 5.

“Jika dokter mengatakan itu dapat bekerja dengan baik dan Anda tidak memiliki bahaya khusus, mengapa tidak menerimanya? Ada penyangkalan bunuh diri yang saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya, tetapi vaksin harus diambil.” jelasnya.

Jokowi dan Raffi Ahmad Disuntik Vaksin Covid-19. (Dok: Kolasi foto Sekretariat Presiden)

Paus Francis mengatakan kepada stasiun TV tersebut bahwa dia akan menerima suntikan vaksin dosis pertama di minggu ini.

Di hari yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntuk vaksin Covid-1 buatan Sinovac, bersama publik figur Raffi Ahmad.

Disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Jokowi disuntik oleh Wakil Dokter Kepresidenan Prof. dr. Abdul Muthalib. Sp. PD.

Selesai disuntik vaksin, Presiden Jokowi harus menunggu 30 menit untuk menunggu kemungkinan adanya gejala atau reaksi dari vaksin Covid-19.

China Laporkan Kematian Pertama Pasien Covid-19 Setelah 8 Bulan

China Laporkan Kematian Pertama Pasien Covid-19 Setelah 8 Bulan

Sahmitra — China melaporkan kasus kematian pertama pasien positif COVID-19, Kamis (14/1), dalam delapan bulan terakhir. Kematian tersebut terjadi dalam gelombang baru di Provinsi Hebei.

Hingga berita ini diturunkan di China terdapat 138 kasus baru dan satu kasus tanpa gejala.

Kasus baru paling banyak terjadi di Provinsi Hebei yang mencapai angka 81, sebanyak 75 di antaranya di Kota Shijiazhuang. Sampai saat ini ada 16 pasien yang dalam kondisi parah, namun tidak disebutkan apakah itu pasien baru atau bukan.

Sebelumnya, China melaporkan lonjakan harian terbesar kasus baru COVID-19 dalam lebih dari 10 bulan karena kenaikan infeksi corona di provinsi Heilongjiang timur laut hampir tiga kali lipat.

Kondisi itu menunjukkan ancaman yang berkembang menjelang hari libur nasional utama di China.

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 138 kasus baru COVID-19 dilaporkan pada 13 Januari, atau naik dari 115 kasus sehari sebelumnya dan menandai lompatan tertinggi sejak 5 Maret.

China juga melaporkan satu korban jiwa tambahan, yang menandai peningkatan pertama jumlah korban tewas akibat COVID-19 sejak pertengahan Mei.

Komisi tersebut mengatakan 124 dari 138 kasus baru itu adalah infeksi lokal, dan 81 di antaranya dilaporkan di provinsi Hebei di sekitar Beijing dan 43 lainnya di provinsi timur laut, Heilongjiang.

Meskipun peningkatan harian kasus COVID-19 dalam beberapa hari terakhir tetap merupakan bagian kecil dari apa yang telah dialami China pada puncak pandemi pada awal 2020, China menempatkan lebih dari 28 juta orang di bawah karantina rumah pada Januari sebagai bagian dari suatu paket langkah-langkah agresif yang dirancang untuk mengekang penyebaran infeksi virus corona.

Gelombang baru infeksi corona datang menjelang liburan Tahun Baru Imlek bulan depan, ketika ratusan juta warga China biasanya melakukan perjalanan menuju ke kota asal mereka.

Kenaikan COVID-19 telah mendorong beberapa provinsi di China untuk mencegah perjalanan, yang dapat menyebabkan berkurangnya perjalanan dan mengurangi konsumsi selama libur panjang.

Pada Kamis (14/1), otoritas kesehatan Heilongjiang mendorong 37,5 juta penduduk untuk menghabiskan liburan Tahun Baru Imlek yang akan datang dengan tetap berada di provinsi tersebut dan menahan diri dari perjalanan yang tidak perlu.

Jumlah kasus baru COVID-19 tanpa gejala, yang tidak diklasifikasikan oleh China sebagai kasus yang dikonfirmasi, naik menjadi 78 dari 38 pada sehari sebelumnya.

Jumlah total kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di China daratan sekarang mencapai 87.844, sementara jumlah korban jiwa bertambah satu menjadi 4.635.

WHO Sebut Tak Setuju Negara Wajibkan Vaksinasi Covid

WHO Sebut Tak Setuju Negara Wajibkan Vaksinasi Covid

Sahmitra — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak setuju dengan aturan negara yang mewajibkan vaksin corona.

WHO menilai mewajibkan vaksinasi corona kepada setiap warga hanya akan menjadikan bumerang yang memicu mereka semakin bersikap antipati terkait vaksin Covid-19.

“Saya tidak yakin bahwa mandat-mandat bukan arah kebijakan yang tepat di sini, khususnya bagi vaksin,” kata Direktur Departemen Imunisasi WHO, Kate O’Brien dalam jumpa pers virtual pada Desember lalu.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu berpendapat meyakinkan masyarakat terkait manfaat vaksin jauh lebih efektif untuk menarik masyarakat agar mau divaksinasi daripada mewajibkannya.

Mereka menganggap memaksa orang untuk divaksinasi adalah cara yang kurang tepat untuk mempromosikan vaksinasi Covid-19.

Meski demikian WHO memberikan kebebasan seluruh negara dalam melaksanakan kampanye vaksinasi corona.

“Akan lebih baik untuk mendorong dan memfasilitasi vaksinasi tanpa persyaratan semacam itu. Saya tidak berpikir kami ingin melihat ada negara yang mewajibkan vaksinasi,” ucapnya.

O’Brien mengatakan memang ada beberapa profesi seperti tenaga medis yang memerlukan dan sangat dianjurkan untuk vaksinasi corona demi keselamatan staf dan pasien rumah sakit.

Sementara itu, WHO tak memungkiri jika banyak kalangan yang masih meragukan efektivitas dan keamanan vaksin corona.

Menurut Direktur Urusan Darurat WHO, Micahel Ryan, pihaknya dan seluruh kepentingan di dunia perlu berjuang meyakinkan masyarakat umum agar mau divaksinasi.

“Cerita soal vaksin adalah berita bagus. Ini adalah kemenangan usaha manusia atas musuh mikroba. Kita perlu meyakinkan orang dan kita perlu meyakinkan mereka,” kata Ryan seperti dikutip AFP.

Lebih dari 50 negara dilaporkan telah memulai vaksinasi Covid-19. Diperkirakan 70-90 persen dari 7,8 miliar orang di dunia perlu menerima vaksin sebelum mencapai ‘herd immunity’ agar dapat kembali ke kehidupan normal.

Hari ini Indonesia telah memulai vaksinasi Covid-19 dengan Presiden Jokowi menjadi orang pertama disuntik

Rabu (13/1) pagi Jokowi menerima suntikan dosis pertama vaksin corona buatan Sinovac Biotech, China di Istana Negara, Jakarta.

Semua warga Indonesia diwajibkan turut serta dalam program vaksinasi. Pemerintah menegaskan akan memberikan sanksi pidana bagi masyarakat yang menolak. Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Edward Omar Sharif Hiariej menilai vaksinasi corona bersifat wajib bagi warga Indonesia.

Selain Indonesia, Negara Mana yang Memakai Vaksin Covid-19 Buatan China?

Selain Indonesia, Negara Mana yang Memakai Vaksin Covid-19 Buatan China?

Sahmitra — Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang akan disuntik vaksin Sinovac di Indonesia, bahkan media asing menyebutkan pertama di dunia.

Setelah dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit penyerta apapun, Presiden Jokowi langsung disuntik vaksin oleh wakil dokter Kepresidenan Prof. dr. Abdul Muthalib. Sp. PD.

Indonesia memberikan persetujuan penggunaan darurat vaksin berdasarkan data sementara yang menunjukkan angka efektif sebesar 65 persen.

Pada awal Desember, gelombang pertama vaksin Sinovac tiba di Indonesia dengan total 1,8 juta dosis untuk persiapan vaksinasi massal.

Selain Indonesia, ada sejumlah negara di berbagai belahan dunia yang juga memakai vaksin Covid-19 buatan China.

Saat perlombaan global untuk memproduksi vaksin Covid-19 berlanjut, China memiliki dua pelari terdepan yakni Sinovac dan Sinopharm.

1. Uni Emirat Arab

Menyadur BBC News, Rabu (13/1/2021) dua negara Arab yakni Uni Emirat Arab dan Bahrain menyetujui vaksin buatan China namun dari perusahaan Sinopharm.

Regulator UEA mengatakan dalam siaran pers bahwa mereka telah menyetujui vaksin yang tidak aktif yang dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Beijing Sinopharm.

Persetujuan tersebut didasarkan pada data perusahaan yang menyatakan bahwa kemanjurannya 86% dalam pengujian tahap akhir, termasuk percobaan pada 31.000 orang di UEA, menurut siaran pers, dikutip dari Nature.com.

2. Bahrain

Pejabat Bahrain tidak menyatakan apakah mereka menyetujui vaksin Sinopharm yang sama, tetapi mereka juga melaporkan kemanjuran 86%. Sekitar 7.700 orang berpartisipasi dalam uji coba Sinopharm di Bahrain.

3. Turki

Turki juga ikut menjadi negara yang memakai vaksin Covid-19 buatan China yakni Sinovac dengan vaksin CoronaVac-nya.

Para peneliti Turki mengatakan bulan lalu bahwa vaksin Sinovac memiliki angka efektif 91,25 persen berdasarkan analisis sementara.

4. Thailand

Bergeser ke Asia Tenggara, Thailand akan menerima vaksin Covid-19 pertamanya pada Februari dari Sinovac Biotech China.

Negara tersebut juga akan memiliki kapasitas untuk memproduksi 200 juta dosis vaksin AstraZeneca secara lokal per tahun, kata pejabat senior.

Thailand, yang bertujuan untuk menginokulasi setidaknya setengah dari 70 juta populasinya, harus menerima pengiriman 200.000 dosis vaksin Sinovac pada Februari, Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mengatakan pada hari Senin (4/1) dikutip dari Channel News Asia.

5. Filipina

Filipina mendapatkan 25 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech China, 50.000 dosis pertama diharapkan tiba pada Februari.

Juru Bicara Kepresidenan Harry Roque mengatakan sisa vaksin Sinovac akan tiba antara bulan Maret hingga Desember.

Pemerintah berharap dapat memvaksinasi 50.000 orang bulan depan dengan prioritas pada petugas kesehatan, menurut Carlito Galvez, mantan jenderal yang bertanggung jawab atas upaya pengadaan vaksinasi.

6. Brasil

Brasil merupakan salah satu negara di benua Amerika yang sedang menguji dan akan menggunakan vaksin Covid-19 dari Sinovac.

Namun, Brasil mengumumkan bahwa vaksin tersebut memiliki efektivitas hanya 50,4 persen dalam mencegah infeksi gejala Covid-19.

Dan Singapura menyatakan telah menandatangani perjanjian pembelian dengan pembuat vaksin termasuk Sinovac, Moderna dan Pfizer-BioNTech. Sinovac juga diketahui telah mendapatkan kesepakatan lain yakni dengan Chile.