Kenalan Lewat Facebook, Nenek Ini Diajak Menikah Pria 36 Tahun Lebih Muda

Umur dan jarak bukan menjadi sebuah penghalang untuk cinta. Ini yang terjadi pada kisah cinta berbeda usia Isabell Dibble, nenek yang berusia 62 tahun menikah dengan seorang pria berumur 26 tahun. Isabelle Dibble dan suaminya, Bayram Boussada pertama kali berkenalan lewat Facebook pada bulan Mei 2019 lalu.

Bayram rupanya lebih terdahulu mengirimkan permintaan pertemanan kepada Isabell. Hal ini sempat membuat nenek berumur 62 tahun itu ragu.

Namun, Isabell yang akhirnya memberi Bayram kesempatan dan keduanya bercakap-cakap. Terlepas dari perbedaan usia yang mencapai 36 tahun tersebut, keduanya saling jatuh cinta.

“Aku sudah membaca banyak cerita seperti ini, dan aku tidak pernah berpikir akan berada di posisi ini,” ungkap Isabell yang berasal dari Inggris.

Nenek Menikah dengan Pria 36 Tahun Lebih Muda (facebook.com/Ba Yrem)

“Dia tidak peduli apakah aku yang harus pindah ke sana, atau dia pindah kemari, kami hanya ingin bersama,” tambah Isabell.

Isabell sendiri diketahui bertemu dengan Bayram secara langsung pada Oktober 2019 silam di Madeira, Portugal.

Saat itu, Bayram juga melamar Isabell. Pasangan ini yang lantas menikah pada Januari 2020 lalu, namun harus berpisah jarak karena mereka tinggal dinegara yang masing-masing berbeda.

Sejak berkenalan, keduanya yang saling berbicara selama berjam-jam bahkan menelefon sampai pagi buta.

Nenek Menikah dengan Pria 36 Tahun Lebih Muda (facebook.com/Isabell Dibble)

Tentu saja, kisah cinta nenek ini sempat mendapat penolakan dari pihak keluarganya sendiri. Mereka ragu karena Bayram jauh lebih muda dari dirinya.

“Keluargaku tidak yakin pada awalnya, itu wajar,” ungkap Isabell.

“Tapi mereka sadar aku sudah melalui hidup berat, jadi apa pun agar aku bahagia.”

Isabell Dibble yang sebelumnya sudah kehilangan 3 orang suami. Dirinya juga punya 3 orang anak dan 10 cucu.

Sementara dengan Bayra, Isabell yang mengaku jika mereka setuju untuk tidak punya anak terlebih dahulu. Saat ini, mereka menunggu sampai Bayram bisa pindah ke Inggris pasca lockdown Virus Corona.

“Umur hanyalah angka dan aku tidak melihatnya sebagai wanita lebih tua, aku hanya melihatnya sebagai wanita yang baik.”

“Virus corona membuat kami susah bertemu tapi dia istriku, aku rela menunggu selamanya, dan kami akan bisa bertemu lagi,” tambah Bayram terkait soal kisah cinta beda usia mereka.

Bolehkah Perempuan Masturbasi Pakai Es Krim? Dokter Ungkap Jawabannya

Bolehkah Perempuan Masturbasi Pakai Es Krim? Dokter Ungkap Jawabannya

Bolehkah perempuan Masturbasi Pakai Es Krim? Ini Ungkap Jawaban Dokter

Belakangan ini cuaca yang cukup terik, dokter memperingatkan perempuan untuk tidak memasukkan es krim ke dalam vagina sebagai alat alternatif untuk masturbasi.

Konsultan ginekolog Dr Anne Henderson mengatakan bahwa setiap benda dengan pewarna makanan, parfum, ataupun kadar gula yang tinggi akan berdampak negatif pada pH dan lactobacillus vagina.

Hal tersebut dapat meningkatkan resiko infeksi vagina seperti sariawan dan vaginosis bakteri.

Es juga dapat menempel pada kulit vagina yang halus dan menyebabkan trauma dan kerusakan nyata.

“Zat Aditif juga bisa berpotensi mengiritasi area sensitif seperti vagina yang menyebabkan peradangan dan ketidaknyamanan lokal,” kata dia,

Anne menjelaskan bahwa, tingkat yang lebih dasar prosesnya juga dapat sangat berantakan karena es meleleh dengan sangat cepat dan akan bocor saat larut.

Ilustrasi es krim yang ternyata dimanfaatkan sebagain perempuan untuk masturbasi. (Shutterstock)

“Ini juga merupakan latihan yang tidak ada gunanya karena suhu inti tubuh, termasuk organ dalam seperti vagina, diatur oleh otak dan tidak dapat diubah oleh dengan zat pendingin seperti es, yang paling baik akan memberikan bantuan yang sangat sementara sebelum suhunya naik sekali lagi,” kata dia.

Dr Sarah Jarvis, yakni dokter umum dan direktur klinis untuk Patient.info mengatakan bahwa hal itu pasti dapat merusak lapisan pada vagina.

“Meskipun Anda mungkin merasa panas di seluruh cuaca ini, tidak pernah ada alasan untuk menaruh es krim di vagina Anda,” kata Sarah.

Dirinya mencontohkan, pada saat orang mengambil es langsung dari freezer dan langsung memakannya hal itu dapat membuat lidah menjadi sakit, karena penutup lidah jauh lebih sensitif daripada kulit biasa.

“Lapisan vagina Anda masih lebih halus, dan es atau es krim pasti dapat merusak lapisan itu, yang menyebabkan rasa sakit dan bahkan merobek lapisan itu.”

Dr Sarah Welsh, merupakan salah satu pendiri merek kondom HANX, mengatakan bahwa ada banyak hal yang tidak boleh dimasukkan ke dalam vagina, dan es krim merupakan salah satunya.

“Es dapat menempel pada kulit vagina yang halus dan menyebabkan trauma dan kerusakan nyata.

Ia melanjutkan, terlebih lagi, memasukkan bahan makanan apapun kedalam vagina dapat menyebabkan mikroba, mengganggu keseimbangan normalnya dan memungkinkan akan membuat sekitar lingkungan vagina akan tumbuh bakteri dan berinfeksi.

Sebagai gantinya, para ahli yang merekomendasikan untuk mengenakan celana dalam katun yang longgar dan menghindari pakaian yang ketat untuk mencegah timbulnya iritasi atau dermatitis.

Ingin Kuasai Harta Warisan, Pria Bunuh Istri Pakai Ular Kobra

Ingin Kuasai Harta Warisan, Pria Bunuh Istri Pakai Ular Kobra

Seorang pria India bernama Sooraj, ditangkap oleh polisi karena diduga melakukan pembunuhan berencana kepada istrinya, Uthra, dengan menggunakan ular kobra.

Pihak kepolisan yang menyebutkan bahwa pembunuhan ini dilakukannya adalah perihal finansial alias ingin menguasi harta warisan yang ada pada istrinya.

Kematian istrinya, Uthra ini diketahui oleh kedua orangtuanya pada 7 Mei 2020. Pada saat itu, ibu dan ayahnya datang kerumah untuk membangunkan Uthra. Uthra yang dikabarakan tengah malam pada proses penyembuhan setelah sebelumnya juga digigit oleh ular, ditemukan sudah tak bernyawa di dalam rumahnya itu.

Pada awalnya, keluargnya tak menaruh curiga dan menerima bahwa Uthra meninggal karena insiden gigitan ular yang memang kerap terjadi di India setiap tahun.

Namun, orangtua Uthra memiliki rasa keraguan atas kematian anak. Pasalnya, belum lama ini, Uthra sempat mengaku kerap melihat ular berkeliaran pada karangan rumahnya itu.

“Ini menimbulkan kecurigaan kepada saya. Karena dia juga pernah digigit ular pada pukul 08.30, dan kenapa baru di bawa ke rumah sakit pada pukul 3 pagi?,” kata ayah Uthra, Vijayasenan dikutip The News Minute, Selasa (26/05/2020).

“Kenapa begitu? selain itu saya tahu Sooraj (tersangka) menginginkan lebih banyak uang,” tambahnya.

Polisi yang akhirnya menemukan barang bukti terkait pembunuhan berencana itu. Seorang penangkap ular bernama Sanal, mengatakan bahwa Sooraj memang pernah membeli dua ekor ular kepada ayahnya, Suresh.

“Dia bilang ke ayah saya ular itu untuk membasmi tikus. Tapi dia tidak mengembalikan ularnya. Setelah itu, sebulan kemudian dia meminta ular kobra,” beber Sanal.

“Ketika saya baca tentang kematian Uthra di koran, saya katakan kepada ayah saya untuk memberi tahu informasi ini ke polisi. Tapi dia tidak melakukannya. Sekarang ayah saya dituduh jadi rekan pembunuhan itu,” tambahnya.

Pihak kepolisian mengaku masih mendalami kasusnya itu, untuk mencari motif sesungguhnya dari pembunuhan yang dilakukan Sooraj kepada istrinya.

Saat ini, Wakil Inspektur Polisi Ashok Kumar, menyebutkan bahwa pihaknya menaruh keuntungan finansial sebagai motif pembunuhan, bukan niatan Sooraj untuk menikah lagi.

“Kami masih menyelidiki kasus ini. Saat ini, kami tidak memiliki bukti mengenai apakah ia akan menikah lagi dan jika ini yang mendorongnya untuk membunuh Uthra,” jelas Kumar.

Pengakuan Mengejutkan Remaja Perempuan 18 Tahun: Mau Menikahi Ayah Kandung

Pengakuan Mengejutkan Remaja Perempuan 18 Tahun: Mau Menikahi Ayah Kandung

Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun di Amerika Serikat membuat sebuah pengakuan mengejutkan. Dia berencana akan menikahi ayah kandungnya sendiri. Rencana tersebut sontak mengegerkan media sosial.

Remaja itu menggambarkan momen pernikahannya berjalan menuju altar bersama sang ayah sebagai pernikahan sempurna dan simbol keunikan cinta mereka.

Dengan berbagi ceritanya itu, remaja asal Paman Sam itu memberikan pandangannya tentang apa yang dinamakan sebagai ketertarikan seksual secara genetik alias genetic sexual attraction (GSA).

Dikenal juga sebagai inces konsensual, kasus GSA acapkali terjadi ketika orangtua kandung diasingkan dari anak-anak mereka selama beberapa waktu dan dipersatukan kembali ketika anak mereka sudah beranjak dewasa.

Dalam kasus itu, wanita yang tak ingin disebutkan namanya, hubungan romantis pertama kali dimulai setelah sang ayah memasuki kembali kehidupannya ketika dia berusia 16 tahun. Nah, selama 12 tahun mereka berdua tak berhubungan sama sekali.

Remaja itu mengakui tidak membutuhkan waktu lama bagi keduanya untuk menyadari bahwa mereka memiliki perasaan yang kuat antara satu sama lain.

“Kami mendiskusikan apakah itu salah atau benar, kemudian kami berciuman. Lalu kami bercumbu untuk kali pertama. Di saat itulah, aku kehilangan keperawananku,” ujar remaja tersebut.

Remaja itu mengakui sang ibu tidak mengetahui soal hubungan pasangan inces itu. Yang terang, remaja tersebut mengaku tidak peduli jika keduanya tidak bisa menikah secara sah.

“Saya ingin itu mewakili keunikan kami, jadi kami tidak melakukan pernikahan serba putih,” katanya.

Kemudian, remaja itu membeberkan seperti apa pernikahannya nanti, dimulai busana yang akan dikenakan sampai pada dekorasi yang akan dipercantik.

“Warna pernikahan kami didominasi hitam dan ungu, dan kami berdua akan memakai sepatu Converse. Dia mengenakan celana jins dan kemeja yang bagus. Dia mengatakan dia tidak mengenakan dasi kupu-kupu, tetapi ini adalah pernikahan saya dan dia,” ujar remaja itu.

“Nenek dan kakek saya–orang tua tunangan saya–akan hadir dan kakek saya akan menjadi wali saya. Meja-meja akan memiliki karangan bunga pohon tanpa daun untuk mewakili pernikahan kita, yang akan seperti pohon yang tumbuh. Gaun saya akan hitam,” ungkap remaja itu.

Rencana pernikahan ini mendadak viral di Facebook. Banyak warganet yang merasa syok dengan cerita cinta dari satu pasangan ini dan menentang rencana pernikahan ini.
“Ini sangat salah, sangat sangat sangat salah. Saya berharap seseorang bisa ikut campur dan menyelamatkan gadis malang ini,” tulis salah seorang warganet.

“Tidak, tidak, tidak. Saya berharap kepada Tuhan agar dia (gadis itu) tidak menjalankan pernikahan ini dan dia kembali menyadari bahwa ini salah,” tulis warganet lainnya.

Istilah Genetic Sexual Attraction (GSA) diciptakan pada akhir 1980-an oleh pendiri kelompok pendukung untuk anak-anak adopsi yang baru-baru ini terhubung kembali dengan kerabat biologis mereka.

Dalam kasus ini, pendiri GSA mengklaim bahwa mengamati perasaan romantis dan seksual yang kuat kerap terjadi di banyak reuni ini. Para ahli memperkirakan bahwa perasaan tabu ini sudah terjadi pada sekitar 50 persen kasus dimana kerabat terasing disatukan kembali sebagai orang dewasa.

Ahli GSA telah menjadi tertarik pada putra yang di adopsinya ketika bertemu dengannya 26 tahun kemudian, namun sayangnya perasaan itu tak terbalaskan.

Masa Depan Dunia Usai Wabah Covid-19: Barbarisme atau Sosialisme

Masa Depan Dunia Usai Wabah Covid-19: Barbarisme atau Sosialisme

Pandemi Virus Corona menjadi salah satu bencana yang paling besar sejak bulan-bulan awal tahun 2020. Ratusan ribu nyawa sudah menghilang yang disebabkan oleh Virus Corona. Bukan hanya berdampak pada kesehatan, namun Virus Corona juga ikut mengguncang diseluruh dunia.

Banyak negara yang melakukan pembatasan wilayah ataupun lockdown untuk menekannya penyebaran virus, namun adanya kebijakan itu membuat orang tidak bisa bekerja.

Akibatnya, ada beberapa orang yang mengalami pemutusan hubungan kerja karena perusahaan tempat ia mencari nafkah sudah hancur. Sebagian lain memiliki pekerjaan dengan hasil gaji yang tidak dibayar secara penuh.

Teka-teki yang mengenai sampai kapan Corona ini akan berakhir juga masih menjadi misteri.

Bahkan muncul adanya slogan ‘New Normal’ untuk segala lini kehidupan, termasuk ekonomi sebagai akibat dari pandemi Virus Corona.

Simon Mair, seorang Peneliti di bidang Ekonomi Ekologis, Pusat Pemahaman Kemakmuran Berkelanjutan, University of Surrey meneliti empat kemungkinan yang terjadi pada dunia setelah pandemi Virus Corona.

“Dari perspektif ekonomi, ada empat kemungkinan di masa depan: turun ke barbarisme, kapitalisme negara yang kuat, sosialisme negara radikal, dan transformasi menjadi masyarakat besar yang dibangun di atas bantuan bersama.”

Hal ini ada didalam artikel yang berjudul ‘What will the world be like after coronavirus? Four possible futures’ yang diterbitkan di The Conversation 30 Maret 2020.

Akibat Wabah Corona, India Krisis Pembalut Perempuan

Banyak pelajar perempuan di India yang mengalami kekurangan pembalut, yang selama ini menjadi tempat distribusi pembalut tutup selama pandemi Virus Corona. Ini membuat jutaan remaja di seluruh India merasa cemas, tulis wartawan BBC dari Delhi.

Selama beberapa tahun, Priya menerima 10 paket pembalut setiap bulannya dari sekolah.

Priya yang masih berumur 14 tahun ini tinggal di Badli, daerah kumuh di barat laut Delhi bersekolah di sekolah negeri yang membagikan pembalut kepada setiap murid perempuan dibawah skema kesehatan reproduksi pemerintah.

Ini merupakan kampanye dimana hanya 36% dari 355 juta perempuan menstruasi menggunakan pembalut. Sisanya menggunakan kain bekas ataupun abu hanya untuk menghentikan pendarahan.

Ditambah lagi adanya fakta bahwa 23 juta perempuan putus sekolah sesudah usia menstruasi mereka. Karena sekolah tutup, dan terhentikan pula pasokan pembalut.

“Paket terakhir saya bulan Februari,” kata Priya.

“Sesudah itu saya harus beli di apotek terdekat. Harganya 30 rupee untuk satu paket, berisi tujuh pembalut”.

Pelaku pemerkosaan ramai-ramai di India akan dieksekusi mati, apakah India jadi lebih aman bagi anak perempuan?

Tiga juta perempuan India membentuk rantai manusia sepanjang 620km untuk ‘kesetaraan gender’. Dimana perempuan India bunuh diri karena diejek ‘kulit gelap’ oleh suami.

Priya ini termasuk kedalam golongan yang beruntung karena orangtuanya mampu untuk membelikan pembalut. Banyak tetangga kehilangan pekerjaan bahkan tak mampu untuk membeli makanan. Perempuan di keluarga itu mulai menggantikan pembalut dengan kain.

Di Bhalaswa Daity, sebuah daerah kumuh tempat tinggal sekitar 1.900 keluarga, seorang pegiat bernama Madhu Bala, mengatakan kekurangan pembalut untuk perempuan usia sekolah.

“Menstruasi tidak berhenti di masa pandemi. Pembalut sangat penting buat perempuan, sama seperti makanan. Kenapa pemerintah mengabaikan permintaan kami,” tanyanya.

Kebanyakan anak gadis didaerah itu termasuk anaknya yang berusia 14 tahun tergantung pada pasokan dari sekolah karena mereka tak mampu membelikan pembalut.

“Anak-anak ini khawatir. Mereka tak mau memakai kain lagi karena sudah terbiasa dengan pembalut sekali pakai. Pemerintah harus memasok bersama dengan jatah makanan bulanan”.

Sesudah Madhu mengirimkan pesan, lembaga amal Womenite menyalurkan 150 paket pembalut ke Badli dan Bhalaswa Dairy pada bulan April lalu.

Harshit Gupta, pendiri Womenite mengatakan mereka telah mengumpulkan dana untuk menyalurkan 100.000 paket pembalut di Delhi dan daerah sekitarnya pada tanggal 28 Mei, seiring peringatakan Hari Menstruasi Internasional.

Gunakan Zoom, Ayah Ditikam Sang Anak sampai Tewas

Gunakan Zoom, Ayah Ditikam Sang Anak sampai Tewas

Seorang pria asal New York, Dwight Powers meninggal pada saat sedang mengikuti siaran Zoom bersama 20 orang setekah ditikam oleh anaknya sendiri.

Begitu menyerang ayahnya pada Kamis (21/05/2020) sore, Scully Powers yang bergegas ke jendela untuk kabur ke desa Amityville di Long Island.

Para pengguna zoom yang saat itu mengetahui Dwight ambruk langsung melapor ke pihak polisi.

Petugas kepolisian Suffolk mengatakan bahwa membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ketempat kejadian perkara, mengingat para peserta Zoom tak ada yang mengetahui persis alamat rumah Dwight.

Sementara motif dibalik penyerangan Scully terhadap ayahnya masih belum diketahui dengan baik. Namun, kepolisian menyebut akan memberikan keterangan lebih lanjut begitu pelaku telah menjalani pemulihan.

Setelah berhasil kabur, Scrully berhasil tertangkap dan disebutkan mengalami luka ringan. Kini laki-laki berusia 32 tahun ini sedang menjani perawatan di rumah sakit.

Atas perbuatannya itu Scrully didakwa dengan kasus pembunuhan tingkat ke-dua.

Dalam keterangannya itu, pihak kepolisian juga mengatakan bahwa para pengguna Apk Zoom yang saat itu tengah bergabung mungkin melihat detail proses pembunuhan Powers.

Lebih lanjutnya lagi, kepolisian sampai kini belum mengetahui rincian pembahasan dalam siaran Zoom yang diikuti Dwight dan 20 orang tersebut.

Topan Amphan India - Bangladesh Tewaskan 88 Orang

Topan Amphan India – Bangladesh Tewaskan 88 Orang

Topan Amphan yang super kuat menewaskan kurang lebih 88 orang di wilayah timur India dan Bangladesh. Topan itu juga merusak ribuan rumah, kehutanan, dan meruntuhkan kabel listrik.

Negara bagian Benggala Barat di bagian timur India menjadi bagian terdampak dari Topan Amphan, yang menerjang pantai Odisha dengan angin kencang dan hujan sejak Rabu malam (20/05/2020).

Pada Sabtu (23/05/2020), topan itu menyebabkan kerusakan di distrik Kolkata, Hooghly, Utara dan Selatan 24 Parganas.

Menteri Benggala Barat Mamata Banerjee mengatakan bahwa korban tewas mencapai 72 jiwa.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan bahwa seluruh negeri berdiri dalam solidaritas dengan Benggala Barat hanya untuk membantu mereka yang terkena dampak topan.

“Telah melihat gambar kehancuran yang disebabkan oleh Topan Amphan di Benggala Barat. Pada saat yang penuh tantangan ini, seluruh bangsa berdiri dalam solidaritas dengan Benggala Barat, ” cuit dia di Twitter pada Kamis (21/5/2020).

“Telah melihat gambar kehancuran yang disebabkan oleh Topan Amphan di Benggala Barat. Pada saat yang penuh tantangan ini, seluruh bangsa berdiri dalam solidaritas dengan Benggala Barat, ” cuit dia di Twitter pada Kamis (21/05/2020).

Otoritas dua negara bagian India, yang sudah berjuang untuk meningkatkan upaya bantuan ditengah wabah virus corona, telah mengecakuasi sekitar 650.000 orang.

Sebelumnya, Banerjee telah meminta PM Modi untuk melihat situasi dengan alasan “kemanusiaan”.

“Kami tidak pernah menduga tingkat bencana ini. Sektor pertanian sangat terpengaruh oleh kerusakan tanaman,” kata dia dalam konferensi pers Rabu malam.

Dia menamahkan bahwa asisten pasokan listrik dan air telah sepenuhnya runtuh.

“Mari kita berharap bahwa kita dapat mengatasi bencana ini dengan dukungan dan berkah dari semua.”

Dirinya juga menambahkan, hampir tidak ada yang tersisa di daerah termasuk Ganga Sagar, Sunderbans, Minakha, Basirhat, Bongaon, Habra dan Bhangar.

Benggala Barat melaporkan bahwa sejauh ini lebih dari 3.000 kasus Virus Corona termasuk 250 kematian, jumlah total infeksi di India melampaui 112.400 dengan sekitar 3.440 kematian.

Dubes Tiongkok Meninggal, Polisi Israel Lakukan Investigasi

Dubes Tiongkok Meninggal, Polisi Israel Lakukan Investigasi

Duta Besar Tiongkok untuk Israel Du Wei (58) ditemukan dalam kondisi yang tak bernyawa di rumahnya di Herzliya, Tel Aviv, pada Minggu (17/05/2020). Kini kepolisian Israel sedang menyelidiki penyebab kematian Du Wei.

Media-media di Israel mengabarkan bahwa Wei yang ditemukan meninggal dunia didalam kamarnya oleh asisten Wei. Bapak satu anak ini diduga telah meninggal dunia semalam.

Wakil Duta Besar Tiongkok untuk Israel Dai Yuming juga telah mengonfirmasi mengenai kabar kematian Wei. Namun, Yuming tak menjelaskan apa yang menyebabkan Du Wei meninggal dunia.

Sementara Radio Angkatan Darat Israel mengabarkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada Du Wei, sehingga para penyelidik meyakini kematiannya diakibatkan oleh serangan jantung. Kementerian Luar Negeri Israel telah menyampaian penjelasan soal kematian itu.

Direktur Jenderal Kementrian Luar Negeri Israel Yuval Rotem sudah berbicara dengan Yuming. Rotem Juga menyampaikan beelasungkawa atas kematiannya itu.

WHO: Kita Harus Hidup dengan Covid-19, Virus Itu Mungkin Tak Bakal Hilang

 

 

 

WHO mengeluarkan pernyataan baru tentang Virus Corona (COVID-19). Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), Virus Corona mungkin tidak akan pernah hilang.

Pernyataan itu diutarakan ditengah negara-negara didunia melonggarkan adanya aturan pembatasan wilayah atau lockdown.

Bahkan, WHO tersendiri mengatakan semua orang di dunia ini harus belajar hidup bersama virus tersebut.

“Kita memiliki virus baru yang memasuki populasi manusia untuk pertama kalinya dan oleh karena itu sangat sulit untuk diprediksi kapan kami akan mengatasinya,” kata Michael Ryan, direktur kedaruratan WHO.

“Virus ini mungkin hanya menjadi virus e

ndemik di komunitas kita dan virus ini mungkin tidak akan pernah hilang,” katanya dalam konferensi pers virtual di Jenewa.

Sudah terbukti, lebih dari setengah umat manusia telah dikunci sejak krisis Virus Corona dimulai. WHO juga sudah memberikan peringatan bahwa tidak ada cara untuk menjamin pelonggaran pembatasan tidak akan memicu gelombang infeksi kedua.
“Banyak negara ingin keluar dari langkah-langkah yang diterapkan. Tapi rekomendasi kami tetap waspada dengan tingkat setinggi mungkin di negara mana pun.” kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Michael Ryan menambahkan bahwa kita harus menempuh ‘jalan yang sangat-sangat jauh’ untuk kembali kepada keadaan normal.
“Ada beberapa pemikiran ajaib yang terjadi bahwa lockdown bekerja dengan sempurna dan bahwa melonggarkan lockdown akan sangat baik. Keduanya penuh dengan bahaya,” kata ahli
epidemiologi Irlandia tersebut.
Ryan juga mengutuk serangan terhadap petugas kesehatan terkait Virus Corona, mengatakan sudah lebih dari 35 insiden “cukup serius” yang tercatat pada bulan April di beberapa negara. Dirinya mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan reaksi berlebihan dari komunitas yang kurang informasi.
“Ini adalah tindakan kekerasan dan diskriminasi yang tidak masuk akal yang harus dilawan.”
Namun, pejabat WHO juga beranggapan pencarian vaksin merupakan sebuah kesempatan untuk umat manusia berperan di kehidupan dunia.
“Ini peluang besar bagi dunia,” kata Ryan.