Cemburu Buta! Seorang Biksu Tabrak Selingkuhannya Sampai Tewas!

sahmitra.com — Pada dasarnya, biksu memiliki perilaku yang terpuji karena memiliki acuan mereka adalah peraturan moral Buddhis sang Buddha Gautama. Namun, yang dilakukan oleh salah satu Biksu Buddha asal Thailand ini malah menunjukkan kebalikannya, bukannya memberikan contoh pengabdian hidup dengan menjungjung tinggi nilai moral, sang biksu ini malah tega membunuh wanita hamil yang ternyata selingkuhannya.

Kejadian ini langsung tergempar yang diduga di jalan dekat Ban Mai Charoensuk, Tambon Tum Yai pada Senin (15/06/2020) sore. Awalnya, sang biksu yang mengendarai sebuah mobil yang sengaja ia tabrakkan pada mobil selingkuhannya itu.

Nasib naas ini dialami oleh wanita hamil di distrik Mueang, Thailand yang bernama Lampai (36), ia tewas dengan sangat sadis di tangan seorang pria yang tak lain adalah Biksu Phra Um Deeruenrom (59).

Dilansir dari Suara.com (18/06/2020), Wakil Kepala Investigasi Kepolisian Hin Lek Fai, Kapten Suriya Leenuwat, Biksu Phra tega melakukan pembunuhan ini lantaran korban mengancam akan membeberkan perselingkuhan mereka.

“Korban dibunuh pelaku karena sebelumnya memeras si biksu untuk memberikan sejumlah uang, kalau tidak maka perselingkuhan mereka akan dibeberkan di publik,” jelas Suriya.

Berdasarkan keterangan yang diberikan saksi, Biksu Phra yang merupakan kepala biara Wat Ban Nong Bua ini mengendarai sebuah mobil van di tambon Tum Yai, dimana mobil tersebut sengaja bertabrakan dengan mobil pikap yang melaju ke arahnya.

Namun, bukan sampai disana saja, Biksu Phra yang sudah dikuasai emosi ini masih menusuk korban lantaran masih hidup setelah ditabrak.

“Setelah ditabrak, korban sedang hamil 8 bulan itu masih hidup. Mengetahui yang menabraknya adalah biksu, dia lantas melarikan diri,” jelasnya.

Akan tetapi, wanita itu tak cukup cepat untuk menghindari sang biksu, sebab ia berhasil diraih lalu ditikam dengan sadis sampai ambruk. Tusukan itu terletak pada bagian kepala dan tangan Lampai sehingga membuat wanita itu tewas ditempat kejadian.

“Kami mengevakuasi korban ke rumah sakit. Bayi yang didalam kandungannya itu juga ikut meninggal dunia. Sementara suaminya yang ada didalam mobil itu, yakni Thampaphon, terluka,” lanjut Suriya.

Warga setempat mengatakan bahwa Biksu Phra berselingkuh dengan Lampai. Setelah hamil, Lampai meminta pertanggungjawaban sang biksu untuk memberinya sejumlah uang, jika tidak bersedia memenuhi maka wanita itu mengancam akan membeberkan perselingkuhan mereka kepada publik.

Kasus yang mencoreng nama baik biksu tersebut membuat pelaku dikeluarkan dari biara dan ditahan atas tuduhan melakukan pembunuhan berencana. Biksu ini ditangkap dirumah kerabatnya di desa. Kepada polisi ia telah mengaku perbuatannya itu, namun enggan untuk mengungkapkan motif pembunuhan yang ia lakukan.

Masih terjadi di Thailand, enam tahun silam juga ada kejahatan yang dilakukan oleh biksu dari negeri seribu pagoda tersebut. Dikutip dari Detik.com, (28/05/2014), sebanyak 5 biksu ditahan lantaran melakukan kejahatan seks terhadap 8 anak laki-laki dibeberapa biara kota Chiang Mai.

Keseluruhan anak yang menjadi korban pencabulan itu berusia dibawah 15 tahun. Akibat perbuatannya itu, biksu-biksu yang merupakan kepala biara Buddha itu langsung berhenti dari biara.

Empat kepala biara itu sukarela berhenti menanggalkan jubahnya, namun satu membantah tuduhan dan dipaksa berhenti,” ungkap pejabat kepolisian Mayor Jenderal Prachuab Wongsuk seperti yang diberitakan AFP pada Rabu (28/05/2014).

Sebelumnya, polisi menemukan alkohol dan pornografi di kediaman 5 biksu tersebut. Polisi menduga adanya biksu-biksu lain yang mungkin memiliki kasus yang sama dan akan segera ditangkap.