Demi balikan sama mantan pacar wanita ini mengaku diculik penjahat dan disiksa

SAHMITRA – Pada November 2016, Sherri Papini, seorang ibu dua anak, mengaku telah menjadi korban penculikan dengan kekerasan saat dia lari pagi di lingkungan sekitar rumahnya di Redding, California. Dia ditemukan 22 hari kemudian tengah berjalan di sisi jalan 240 km dari rumahnya dengan kedua tangan dibelenggu dan pengekang mulut,  tampaknya dia juga telah dipukuli.

Suaminya di kala itu, Keith Papini, melaporkan menghilangnya Sherri malam itu juga ke polisi, setelah dia pulang dari bekerja dan tidak menemukan Sherri  di rumah dan tidak menjemput anak-anak mereka dari tempat penitipan anak. Laporan menghilangnya Sherri, ibu dua anak ini melibatkan pencarian multi-negara selama tiga minggu lamanya. Keluarga membuat penggalangan dana di GoFundMe untuk membantu pencarian Sherri. Dan bahkan seorang donatur misterius awalnya menawarkan tebusan $50k yang kemudian dilipat gandakan menjadi $100k agar Sherri bisa ditemukan dalam keadaan hidup. Tetapi tawaran itu ditarik sehari sebelum polisi menemukan Papini.

Setelah kembali di pagi hari Thanksgiving, Sherri mengatakan kepada pihak berwenang bahwa dia melarikan diri dari penculiknya, yang adalah dua wanita Hispanik yang memaksanya masuk ke dalam SUV dengan menodongan senjata padanya. Dia menambahkan bahwa kedua pelaku penculikannya hanya berbicara dalam bahasa Spanyol dan memainkan musik mariachi sementara mereka menyiksanya.

Kembalinya Sherri ke rumah disambut dengan suka cita oleh keluarganya. Dan tidak lama kemudian mereka  pindah ke lokasi yang tidak diketahui karena Sherri merasa terlalu berat dan traumatis untuk tinggal di lingkungan itu.

Sampai pada musim semi tahun 2017, penyelidik mulai mengumpulkan bukti dan temuan-temuan  yang menunjukkan bahwa penculikan yang terjadi pada Sherri tersebut tidak pernah terjadi. Menurut dokumen dakwaan, DNA yang ditemukan pada pakaian Papini ketika dia ditemukan bukan milik penculiknya yang dia katakan berjenis kelamin perempuan, melainkan DNA milik seorang laki-laki.

Sherri akhirnya ditangkap pada 3 Maret 2022, atas kesaksian palsu peristiwa penculikannya pada tahun 2016 lalu. Dia dituduh telah berbohong kepada agen federal dan menipu dewan kompensasi korban negara sebesar $30k. Pihak berwenang mengatakan Papini tidak menghilang, melainkan dia kabur ke rumah mantan kekasihnya di Orange County dan tinggal disana bersamanya selama 22 hari tersebut.

Dari penyelidikan ditemukan bahwa DNA yang ditemukan dari pakaian Sherri cocok dengan DNA yang ditemukan dari botol es teh yang diambil dari tempat sampah mantan pacarnya. Polisi mengatakan mereka juga sempat mewawancarai dengan sepupu mantan pacar Sherri, yang mengatakan mereka melihat Papini di rumah.

Saat diwawancarai penyidik, mantan pacarnya itu mengaku membantu Sherri “melarikan diri” karena Sherri mengaku diperlakukan tidak baik oleh suaminya. Setelah 22 hari bersama, Sherri memberi tahu mantan pacarnya itu bahwa dia merindukan anak-anaknya dan ingin pulang. Lalu mereka membuat skema bersama. Dia mengatakan kepada detektif bahwa Sherri memukul dan membakar dirinya sendiri untuk membuat luka-lukanya. Sherri juga juga memotong rambutnya dan sengaja makan sedikit agar terlihat lebih kurus.  Mantan pacarnya itu lalu mengatakan dia menurunkannya di sisi jalan di mana dia kemudian ditemukan.

Pada April 2022, Sherri  secara resmi mengaku bersalah dan mengakui klaim penculikannya adalah tipuan. Dia mengaku bersalah atas tuduhan berbohong kepada petugas federal dan penipuan surat. Hakim Distrik Senior AS William Shubb memberikan hukuman 18 bulan untuk Sherri. Dia diharuskan membayar ganti rugi lebih dari $300.000.  Tak hanya itu, tidak lama setelah mengaku bersalah, suaminya juga mengajukan gugatan cerai.

Hakim mengatakan dia mempertimbangkan keseriusan pelanggaran dan banyaknya orang yang terkena dampak. Sherri telah merugikan petugas penegak hukum yang mencarinya. Semua waktu dan sumber daya yang seharusnya dapat digunakan untuk menyelidiki kejahatan yang sebenarnya dan melindungi warga sipil telah terbuang percuma. Belum lagi, yang Sherri lakukan juga telah merugikan komunitas yang mempercayainya selama empat tahun dan cerita karangannya itu membuat orang-orang hidup dalam ketakutan. Tuduhannya juga mencederai dan memberikan citra buruk pada komunitas minoritas Hispanik.