Demi nikahi wanita lain pria di India bunuh istri menggunakan ular kobra

SAHMITRA – Pada 1 Oktober 2021, pengadilan di Kollam – India menjatuhi hukuman ganda seumur hidup kepada Sooraj Kumar, pegawai bank lokal berusia 28 tahun. Sooraj terbukti bersalah telah membunuh istrinya, Uthra Sooraj yang berusia 25 tahun. Oleh penyelidik dan pihak kepolisian yang menangani, kasus ini disebut sebagai kasus yang ‘tidak biasa’ karena Sooraj membunuh dengan menggunakan senjata yang juga ‘tidak biasa’ yakni seekor ular kobra yang sangat berbisa.

Alasan yang membuat Sooraj nekad melakukan perbuatan bengis itu adalah agar dirinya bisa menikahi wanita lain dan dicurigai juga karena ingin menguasai harta milik istrinya.

Uthra yang ketika itu tengah berada di rumah kedua orangtuanya, ditemukan sudah tidak sadarkan diri diatas tempat tidur oleh ibunya, Manimeghalai. Uthra langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun sayang nyawanya tidak dapat terselamatkan. Awalnya kematian Uthra itu dinyatakan sebagai kematian karena kecelakaan digigit ular berbisa.

Kerabat dan tetangga sekitar sangat bersimpati kepada Uthra dan keluarga yang ditinggalkan. Karena ternyata Uthra baru saja sembuh dari gigitan ular ketika dia tinggal di rumah suaminya pada bulan Maret sebelumnya. Karena insiden itu Uthra sakit dan tidak bisa turun dari tempat tidur selama 52 hari.

 

Namun kedua orangtua Uthra langsung mencurigai menantunya, Sooraj karena prilakunya yang mencurigakan. Dan tidak hanya kepada Sooraj, namun juga pada kedua orangtua Sooraj. Sooraj dan kedua orangtuanya terlihat tidak seperti sedang berduka dan terkesan tergesa-gesa untuk menyudahi pemakaman Uthra. Tak hanya itu, Sooraj juga segera ingin menguasai harta benda milik Uthra.

Karena itu, seminggu setelah pemakaman Uthra, Vijayasenan, ayah Uthra melaporkan pengaduan ke kantor polisi terdekat mengenai kecurigaannya atas kematian putrinya yang tidak wajar. Dengan mengatakan bahwa Uthra pernah membeitahu bahwa Sooraj memiliki keahlian menangani ular berbisa. Vijayasenan juga mengatakan bahwa kamar yang ditempati Uthra dan Sooraj memiliki AC dan karena itu tidak mungkin ular dapat masuk dari luar.

Ibu Uthra, Manimeghalai pun menambahkan dengan mengatakan bahwa sebelum masuk ke kamar dan menemukan putrinya sudah tak sadarkan diri, dia melihat Sooraj yang memiliki kebiasaan bangun siang, pagi itu sudah terbangun dan berdiri didepan kamar.

Menindak lanjuti laporan yang dibuat oleh orangtua Uthra, kepolisian melakukan penyelidikan tersembunyi dibalik kematian Uthra yang sedikit rumit karena tidak ada saksi mata. Namun tim kepolisian melakukan pekerjaan yang luar biasa. Antara lain melakukan autopsy atau bedah mayat dan pengujian DNA pada bangkai kobra yang mengigit Uthra dan bekerjasama dengan orang yang ahli ular berbisa.

Hasilnya,  pakar ular berbisa menginformasikan kepada kepolisian bahwa pada gigitan ular berbisa yang karena kecelakaan atau ketidaksengajaan, ular kobra akan meninggalkan tanda sekitar 1,7 cm; sementara pada gigitan yang dipaksakan akan meninggalkan tanda sekitar 2,8 cm pada tubuh korban. Dan dari hasil autopsi Uthra ditemukan 2 bekas gigitan kobra dengan tanda 2,5 cm dan 2,8 cm.

Akhirnya pada 23 Mei, kepolisian menangkap Sooraj beserta Vavarukavu Suresh, pawang ular yang menjual ular untuk membunuh Utrha. Terbongkar bahwa Sooraj telah memasukkan ular kobra kedalam tas dan memaksa kobra tersebut untuk mengigit Uthra yang tengah tertidur sebanyak dua kali untuk memastikan kali ini usahanya tidak gagal lagi. Setelah Uthra benar-benar mati, Sooraj mencuri perhiasan emas Uthra yang kemudian disembunyikan dengan cara dikubur dirumah orangtuanya. Kini, kedua orangtua Sooraj pun ikut terbawa-bawa dalam kasus ini karena  diduga menjadi kaki tangan yang membantu Sooraj dalam upaya pembunuhan Uthra.

Sooraj terbukti melanggar pasal 307 (pencobaan pembunuhan), 302 (pembunuhan), 328 (meracuni), dan 201 (merusak/menghilangkan barang bukti) dengan ganjaran hukuman ganda seumur hidup. Meski demikian, kedua orangtua Uthra merasa hukuman tersebut terlalu ringan dan dikabarkan akan mengajukan banding agar Sooraj mendapatkan hukuman mati.