Dibalik kematian tragis aktris papan atas Thailand, Tangmo Nida yang menghebohkan

SAHMITRA – Jasad aktris Thailand, Nida Patcharaveerapong yang tak bernyawa, yang lebih dikenal dengan nama panggilan Tangmo, ditemukan oleh tim penyelamat di Sungai Chao Phraya Bangkok pada Sabtu, 26 Februari setelah pencarian selama 38 jam.

Menurut Thai PBS World, polisi provinsi mengkonfirmasi pada konferensi pers Selasa, 1 Maret bahwa Tangmo, 37, meninggal karena tenggelam. Otopsi yang dilakukan di Institut Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Polri menyatakan bahwa pada paru-paru Tangmo terdapat pasir yang menandakan bahwa ia masih bernafas saat terjatuh ke sungai.

Nida dilaporkan naik speedboat dalam perjalanan dari Jembatan Krung Thon ke Jembatan Rama VII di Nonthaburi bersama lima rekannya – manajernya, pemilik speedboat, dan tiga temannya yang kemudian menjadi saksi dalam kasus kematian Nida ini. Mereka memberikan pernyataan ke kantor polisi Muang Nonthaburi pada hari Jumat, 25 Februari.

Para saksi melaporkan bahwa sekitar pukul 10 malam, Nida yang tidak mengenakan jaket pelampung diduga duduk di belakang perahu untuk buang air kecil karena toilet perahu rusak. Dia kemudian dikatakan jatuh ke sungai. Menurut pernyataan saksi yang sekaligus juga adalah manajernya, begitu Nida jatuh, dia meminta bantuan dari penyelamat yang tiba di tempat kejadian pada tengah malam. Pencarian terbukti sulit karena arus sungai yang kuat dan kurangnya pencahayan.

Dari hasil otopsi juga dilaporkan bahwa Nida mengalami “luka parah” di kaki kirinya, yang mungkin berasal dari sayatan baling-baling kapal sebelum dia jatuh atau setelah kematiannya. Belum bisa dipastikan apakah dia benar-benar jatuh atau ‘didorong’ dari speedboat. Jasad Nida ditemukan sekitar satu kilometer dari tempat ia diduga jatuh.

Ibu Nida, Panida Sirayutthayothin, mengatakan bahwa dia telah mencoba menghubungi putrinya sejak Jumat malam, dan mencurigai bahwa ada ada yang tidak beres dalam kematian puterinya tersebut. Katanya, tidak mungkin aktris sekelas Nida bertindak tidak pantas seperti buang air kecil dibelakang perahu dan Nida adalah seorang perenang ulung.

Spekulasi atas kematian tragis yang dialami oleh Nida ini telah beredar di media sosial, bersamaan dengan beberapa foto-foto jasadnya setelah ditemukan oleh tim penyelamat. Banyak orang, terutama penggemar Nida mengecam pihak yang telah menyebar-luaskan foto-foto tersebut yang dianggap sebagai sebuah tindakan yang sangat menyinggung dan tidak pantas untuk dilakukan oleh siapa pun.

 

Aktris yang lahir di Bangkok pada 13 September 1984 ini dilahirkan dengan nama asli Nida Patcharaveerapong. Pataratida Patcharawirapong, Tangmo Pataritda dan Melon juga adalah nama-nama yang pernah digunakan oleh aktris ini. Nida tercatat sebagai seorang pelajar di Pensmith School dan kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi di Ramkhamhaeng University. Dia juga merupakan lulusan dari School of Social Innovation di Rangsit University dan lulus dengan gelar Bachelor Degree di jurusan Social Leadership. Selain itu juga Nida pernah menjalani pelatihan asisten kebidanan sebelum akhirnya terjun ke dunia hiburan Thailand.

Dilansir dari Wikipedia, Nida terlahir di keluarga yang mapan. Kedua orangtuanya memutuskan untuk berceraia ketika dirinya baru berusia tiga tahun. Nida kemudian tinggal bersama dan dibesarkan oleh ayahnya, Sophon Patcharawirapong. Nida sering membagikan kedekatan hubungan dengan ayahnya di akun media sosial pribadinya.

Nida memulai karir di dunia hiburan sejak duduk di sekolah menengah atas, setelah agen pencari bakat menemukannya ketika dirinya tengah berada di pusat perbelanjaan. Dia menerima tawaran sebagai model iklan tersebut dan bergabung dengan sebuah agency bernama Channel 7 selama 11 tahun sejak 1998.

Sebelum terjun ke dunia akting, Nida pernah merilis sebuah single musik dan menjadi penyanyi pada tahun 2002. Dia pernah mengeluarkan sebuah klip video musik berjudul In One. Pada tahun 2003 adalah debut pertama Nida membintangi sebuah drama berjudul Benja Keta Kwarm Ruk. Tahun 2014, Nida memutuskan kontrak Kerjasama dengan agensinya dan menjadi artis mandiri. Semenjak itu karir Nida semakin melesat. Selama 24 tahun Nida aktif di dunia hiburan Thailand dengan catatan membintangi 38 judul drama dan film layar lebar yang membuat namanya populer tidak hanya di negaranya saja namun juga di seputaran Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ghost of Mae Nak (2006), Love The Thirteen (2018) dan The Last Heroes (2018) adalah beberapa dari film layar lebar yang dibintangi oleh artis ini.

Membahas kehidupan pribadinya, Nida tercatat telah menikah dengan aktor Thailand, Tono Pakin Kumwilaisuk pada tahun 2013, namun dua tahun kemudian bercerai. Nida diketahui memiliki seorang puteri dari hasil adopsi dan sering memposting kebersamaannya dengan putri tercintanya di akun media sosial pribadinya. Sebelum kematiannya, Nida dirumorkan tengah berkencan dengan Ken Kasper.