Dipenjara Karena Langgar Lockdown, Ayah dan Anak Ini Malah Tewas dengan Luka di Dubur

sahmitra.com — Kejadian naas yang menimpa ayah dan anak berasal dari India ketika keduanya ditahan oleh aparat kepolisian Tamil Nadu. Baru beberapa hari dipenjara, keduanya dilaporkan tewas dalam keadaan mengenaskan. Pihak keluarga menduga polisi telah menganiaya kedua korban yang tak lain adalah P Jayaraj dan anaknya J Bennix tersebut.

Dikutip dari Suara.com, pada Senin (29/06/2020) sebagaimana juga diberitakan oleh media Al Jazeera, anak dan ayah ditemukan tewas dengan luka pada dubur. Hal itu memicu kemarahan publik lantaran menduga korban dianiaya secara seksual oleh pihak kepolisian.

P Jayaraj dan J Bennix ditahan pada Jumat (26/06/2020) lantaran melanggar aturan lockdown dengan membuka toko ponsel hingga lewat dari jam malam, yaitu pukul 20.00 waktu setempat. Namun, beberapa hari ditahan di dalam sel, keduanya ini malah dilaporkan meninggal dunia.

Dari pihak kepolisian mengatakan bahwa keduanya ini meninggal karena sakit, Jayaraj dilaporkan menderita demam tinggi sedangkan Bennix yang mengalami sakit pada bagian dadanya. Keduanya ini sempat dilarikan di rumah sakit pemerintah Kovilpatti, namun sayangnya nyawa korban yang tak tertolong. Mereka meninggal dalam waktu yang berdekatan.

Keluarga korban yang merasa sangat terpukul atas kejadian tersebut dan menduga bahwa keduanya ini meninggal lantaran dianiaya oleh pihak polisi, bukannya sakit seperti yang dikatakan oleh pihak kepolisian. Selain itu, adanya bekas luka pada dubur kedua korban memancing kecurigaan dari pihak keluarga bahwa keduanya ini meninggal karena disiksa secara seksual.

Jayaraj dan Bennix ini dihajar lagi setelah dibawa ke kantor polisi, bahkan ketika beberapa dari kita menyaksikannya dari pintu masuk kantor polisi, ucap kerabat korban.

Dipenjara Karena Langgar Lockdown, Ayah dan Anak Ini Malah Tewas dengan Luka di Dubur
Dipenjara Karena Langgar Lockdown, Ayah dan Anak Ini Malah Tewas dengan Luka di Dubur

Tim medis juga mengatakan adanya beberapa luka yang terdapat padqa bagian tubuh korban, meskipun hasil post-mortem belum rilis keluar.

“Kaki dan tangan mereka yang bengkak, dan Bennix berdarah di dubur. Jayaraj yang mengalami cedera parah pada bagian lututnya. Polisi juga bahkan meminta lungis (sarung) baru karena yang mereka kenakan berdarah,” ucap S Rajaram yang merupakan pengacara serta teman dari Bennix.

Pihak pengadilan setempat yang masih mendalami kasus kematian keduanya ini. Avinas Kumar selaku Direktur Eksekutif Amnesty International India juga meminta agar pemerintah Tamil Naidu tak memberlakukan impunitas bagi para petugas polisi, agar keadilan dapat ditegakkan.

Menurutnya kematian Jayaraj dan Bennix ini mengisyaratkan kegagalan India dalam meminta pertanggungjawaban dari pihak kepolisian.

“Tingkat hukuman buruk dalam kasus-kasus penyiksaan penahanan dan kematian telah menciptakan iklim impunitas yang meluas, membuat para petugas kepolisian semakin berani. Ini harus berakhir sekarang,” tambahnya.

Bahkan, Tamil Nadu yang tercatat bertanggung jawab atas kematian tahanan tertinggi kedua di dunia, berdasarkan laporan Biro Catatan Kejahatan Nasional 2018. Namun, tak ada satupun polisi Tamil Nadu yang ditangkap atas kejahatan tersebut.

Adanya dugaan penganiayaan terhadap kedua korban sampai tewas itu membuat masyarakat India marah. Bahkan adanya tagar #justiceforjayanadbennix sempat trending di twitter.

Pemerintah negara bagian yang dikepalai oleh All India Anna Dravida Munnetra Kazagam (AIADMK) mengungkapkan bahwa akan ada kompensasi sebesar USD26.450 yang mana setara dengan Rp 377,6 juta yang akan diberikan kepada keluarga korban.

Penangguhan juga sudah diberikan kepada dua polisi yang dianggap bertanggungjawab atas kematian korban tersebut, serta beberapa pejabat yang dianggap telah terlibat juga sudah dipindahkan.