Duh! Akibat Tiru Karakter Video Game, Anak Ini Terjun Bebas dari Ketinggian 15 Meter

Video game adalah salah satu komoditas yang paling banyak digunakan oleh anak-anak. Sebagai platform yang sifatnya cukup menghibur, wajar saja jika banyak anak-anak yang kerajinan bermain video game sampai lupa waktu.

Pelbagai hal yang tidak dapat diterapkan didunia nyata, seolah menjadi dunia fantasi yang membaur dengan kenyataan dan membius para pemainnya untuk betah berlama-lama didalamnya.

Di sisi lain, video game pun bisa menjadi sesuatu yang berbahaya bagi anak-anak karena masih polos. Terlebih lagi jika tidak ada bentuk-bentuk pengawasan dari orangtua.

BACA JUGA : Sadis Sekaligus Mengerikan! Remaja 16 Tahun Tega Belah Kepala Ibunya dengan Kapak

Dilansir dari The Sun, sepasang suami-istri di China menuntut Tencent, sebuah perusahaan raksasa yang bergerak dibidang pengembangan video game.

Tuntutan itu dilayangkan karena kedua anak pasutri tersebut mengalami luka yang cukup parah setelah keduanya melompat dari atas gedung kediaman mereka untuk mengetahui apakah setelah mati, mereka akan hidup kembali seperti karakter dalam video game.

Kedua anak tersebut, yang berusia 9 dan 11 tahun, kecanduan bermain video game Mini World dan World of Peace selama lockdown pandemi Covid-19 di China berlangsung.

Orangtua mereka membelikan smartphone, dan mereka berdua bisa menghabiskan waktu sampai 8 jam sehari untuk memainkan kedua video game tersebut di kediaman mereka.

Pada tanggal 22 Maret, mereka melakukan percobaan yang menyebabkan luka parah sehingga mereka harus segera dilarikan kerumah sakit. Kejadian tersebut dimulai saat ajakan sang adik kepada kakaknya.

“Kak, ayo kita lihat apakah kita akan kembali hidup setelah mati seperti di video game,” katanya.

Sang kakak pun tidak menolak ajakan adik perempuannya itu.

“Dia ingin jadi yang pertama mencoba, tapi tiba-tiba dia merasa takut. Saya menyarankannya untuk menutup mata. Saya pun memegang tangannya dan melompat duluan. Saya tidak ingat apa pun setelah itu,” ujar anak laki-laki berusia 11 tahun itu.

“Kami ingin mencoba apakah kami akan hidup kembali seperti dalam Mini World dan World of Peace. Dalam mode kreatif Mini World, pemain tidak akan pernah mati walau jatuh berkali-kali,” lanjutnya.

Shen Haiyong, sang ayah mengingat bagaimana dia melihat anak perempuannya dalam keadaan luka parah dan matanya mengeluarkan tatapan yang kosong saat dia mendarat di tanah. Kedua anaknya ini dirawat dirumah sakit untuk beberapa minggu danĀ  menjalani pelbagai operasi yang biayanya ditutupi melalui donasi dan pinjaman dari kerabat terdekat mereka.

BACA JUGA : Bukan Nambah Anak Lagi, Suami Ini Malah Tega Bunuh Istri Saat Berhubungan Intim!

Banyak tulang mereka yang patah dan sekujur tubuh mereka mengalami luka-luka yang cukup kritis. Orangtua mereka juga menuntut pengembang video game yang disebut belakangan karena telah membuat anak mereka candu sampai mengaburkan batas antara realita dan dunia game.

Namun, Tencent menolak tuntutan tersebut dengan mengeluarkan bantahan yang isinya menyatakan bahwa video game itu didesain oleh perusahaan lain, dan mereka hanya membeli hak distribusinya.

Sementara itu, sang kakak mengatakan kepada media bahwa dirinya telah sadar soal perbedaan dunia nyata dan video game.

“Segala yang ada di dalam video game ini adalah kebohongan. Orang tidak bisa kembali hidup setelah mati. Kita hanya punya satu nyawa, dan kita harus benar-benar menghargainya,” tutupnya.