Duh, Kasian! Karena Keseringan Main Gadget, Bocah Ini Sampai Hampir Buta

sahmitra.com — Seperti kalimat klise yang sering terdengar, gadget adalah pedang bermata dua. Disatu sisi, ia memberikan sejuta kemudahan. Namun, disisi lain dia juga memberika efek yang buruk begitu banyak sehingga orang harus pandai mengatur waktu untuk menggunakannya.

Baiknya gadget memang hanya digunakan untuk orang dewasa. Namun, aturan dasar itu kini sudah dilanggar. Anak-anak yang masih terlalu muda juga sudah banyak yang mahir menggunakan gadget, bahkan kecanduan.

Efeknya bukan hanya saja menghambar perkembangan sosial dan emosional si bocah, tetapi juga pada gangguan fisik. Salah satu buktinya yakni putri Dachar Nuysticker menyukai dan selalu memainkannya. Dia benar-benar kecanduan.

Seandainya, jika Dachar tak memberikan gadget yang diminta putrinya itu, si bocah akan menangis kencang. Tak ingin putrinya rewel, Dachar pun mengalah dan memberikan kepada putrinya. Sayangnya, kebiasaan buruk ini terus menerus dilakukan sehingga penglihatan putrinya terus menurun.

Duh, Kasian! Karena Keseringan Main Gadget, Bocah Ini Sampai Hampir Buta
Duh, Kasian! Karena Keseringan Main Gadget, Bocah Ini Sampai Hampir Buta

Ia pun memeriksakan putrinya ke dokter. Dokter menyarankan kepada sang putri untuk menggunakan kacamata. Namun, setelah mengenakannya, penglihatan putrinya itu tak kunjung membaik.

Setelah dilakukan pemeriksaan ulang, ternyata putrinya itu menderita mata malas atau amblyopia. Jika ini terus menerus dibiarkan maka akan membuat mata sang putri buta.

Mata malas adalah kondisi ketika salah satu mata tak berkembang secara sempurna. Misalnya ada mata yang rabun jauh atau dekat, sementara mata lainnya itu normal. Kondisi maka akan membuat otak menangkap dua gambar yang berbeda, satu jelas dan satunya buram.

Duh, Kasian! Karena Keseringan Main Gadget, Bocah Ini Sampai Hampir Buta
Duh, Kasian! Karena Keseringan Main Gadget, Bocah Ini Sampai Hampir Buta

Akibat dari ini, otak akan bekerja keras untuk memilih gambar yang paling jelas dan mengabaikan gambar yang buram tersebut. Efek buruknya, otak akan mengabaikan rangsangan yang dikirimkan oleh mata. Semakin lama, maka hal ini bisa menjadi gangguan penglihatan permanen sehingga mengakibatkan kebutaan.

Putri Dechan menurut diagnosis dokter mengalami mata malas dengan satu mata juling. Bukan hanya diagnosis dokter, penelitian di Korea Selatan juga menunjukkan jika anak yang suka bermain gadget lebih rentan mengalami mata juling.

Jika terus menerus dibiarkan, maka gangguan mata malas ini bisa menyebabkan kebutaan pada putrinya itu. Oleh karena itu, tindakan operasi pun dilakukan. Dechan berpesan kepada setiap orang tua agar tidak memperkenalkan gadget terlalu dini kepada anak jika tak ingin mengalami hal seperti itu.