Casino88 Online Slot99 Sbobet Slot Sbobet888 Joker1888 88bet Slot39 7mmbet Slot388 Joker138 Joker888

Georgia Tann Penculik Serakah Perdagangkan Anak-Anak Berkedok Adopsi.

SAHMITRA – Bagi anak-anak kurang beruntung yang kehilangan kedua orang tuanya atau orang tua mereka tidak mampu mengurus, panti asuhan adalah tempat dimana mereka dapat berlindung dan memenuhi kebutuhan mereka, termasuk tempat tinggal, makanan dan ruang untuk bermain, dalam lingkungan yang penuh kasih sayang agar mereka dapat bertumbuh dan berkembang.

Tapi itu tidak berlaku di panti asuhan yang dikelola oleh Georgia Tann, Tennessee Children’s Home Society di Memphis, Amerika Serikat. Panti asuhan itu bahkan lebih dikenal sebagai ‘A House of Horrors’ karena rumah tersebut telah mengubah kehidupan lebih dari 5.000 anak secara permanen. Bukan hanya karena banyak dari anak-anak itu dianiaya, bahkan sebuah laporan yang dibuat setelah panti asuhan ini ditutup menyatakan ada banyak anak-anak yang mereggang nyawa disana. Tapi juga fakta bahwa anak-anak itu sebenarnya bukanlah yatim piatu melainkan mereka telah dicuri dari orang tua mereka yang masih hidup.

Beulah George “Georgia” Tann lahir pada tahun 1891 di Philadelphia, Mississippi. Dia dinamai ‘Wanita Mematikan’ oleh Discovery Channel ketika kisahnya diangkat dalam salah satu episode program larut malam mereka. Ayahnya adalah seorang hakim yang berkuasa, dia berkeinginan untuk mengikuti jejak ayahnya dan berpraktek hukum. Namun ayahnya melarang dan dia lalu mengejar karir di bidang pekerjaan sosial. Dia kemudian pindah ke Memphis, di mana ayahnya menggunakan koneksi politiknya untuk mendapatkan pekerjaan baru untuknya sebagai sekretaris eksekutif di Tennessee Children’s Home Society cabang Memphis pada tahun 1922. Pada tahun 1929, dia mengambilalih dan mengangkat dirinya sebagai direktur eksekutif. Selama lebih dari 20 tahun dia mengelola panti asuhan tersebut, tempat dia dan kaki-tangannya menculik dan menyiksa anak-anak untuk dijual kepada orang tua angkat yang kaya raya dengan keuntungan besar.

Modus operandi Tann adalah berkendara melewati lingkungan miskin, memilih anak-anak yang baik fisiknya, lalu menawari mereka naik dan berkeliling dengan mobil mewah hitam mengkilat yang dia kendarai. Begitu anak-anak masuk, mereka tidak akan pernah bertemu keluarga mereka lagi. Beberapa anak-anak juga ada yang diculik dari taman kanak-kanak, gereja, dan taman bermain. Para penculik suruhan Tann memangsa anak-anak dan keluarga miskin yang tidak berdaya untuk melawan.

Lemahnya undang-undang yang mengatur perihal seputar adopsi kala itu, keputusasaan pasangan yang menginginkan anak-anak dan budaya yang berkembang ketika itu ditengah-tengah masyarakat yang menganggap adopsi sebagai jalan pintas perbaikan masyarakat, dimanfaatkan Tann untuk melancarkan tindak kriminalnya. Dia juga penuh diperhitungan dalam menjalankan rencananya. Tidak tanggung-tanggung,  dia menargetkan orang-orang kaya dan terkenal yang bersedia membayar harga mahal untuk anak angkat. Aktor, penulis, dan orang-orang di dunia hiburan, termasuk Dick Powell dan June Allyson, Lana Turner, Pearl S. Buck, Smiley Burnette, dan Gubernur New York Herbert Lehman, Joan Crawford mengadopsi anak kembar, Cathy dan Cindy, semuanya mengadosi anak dari Tann.

Menjalankan bisnis pencurian dan perdagangan anak bukanlah bisnis sampingan kecil. Diyakini dia menghasilkan lebih dari $1 juta atau sekitar $11 juta dalam pendapatan saat ini. Dan tentunya dia tidak melakukannya sendirian. Tann banyak memberikan suap atau membayar jaringan penculik, pekerja sosial, polisi, dokter, pengacara, seorang mesin politik Tennessee dan bahkan seorang hakim berkuasa untuk melindunginya.

Berbagai cara licik lainnya dikerahkan Tann untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Contohnya, Tann sering mengarang cerita mengenai latar belakang anak-anak agar lebih menarik bagi calon orang tua asuh. Jika orang tua, baik kandung maupun angkat, terlalu banyak bertanya tentang anak, Tann mengancam akan menangkap mereka atau mengambil anak-anak tersebut. Dia bahkan tidak sega-segan “menyita kembali” anak-anak yang orang tua angkatnya tidak dapat membayar penuh tepat waktu. Atau memeras pelanggan untuk mendapatkan lebih banyak uang.

Mirisnya, anak-anak yang terjebak didalam rumah teror di Memphis itu tidak dirawat dengan baik, dan banyak anak meninggal karena kerap melanggar perintah dokter. Panti asuhan itu juga pernah dilanda wabah disentri dimana ‘bayi berjatuhan seperti lalat’. Ada sekitar 40 dan 50 anak yang meninggal pada tahun 1945 dalam waktu sekitar empat bulan.

Pemandangan yang ada didalam panti asuhan itu sebenarnya adalah bayi-bayi yang dipelihara dalam kondisi panas terik dan beberapa anak diberi obat untuk membuat mereka tenang sampai mereka dijual. Anak-anak lain dikunci di lemari yang gelap, dipukuli, atau dibiarkan kelaparan selama berminggu-minggu. Pecandu narkoba dan pedofil dipekerjakan untuk mengawasi mereka. Seolah semua penderitaan itu tidak cukup, beberapa anak juga mengalami pelecehan seksual.

Kematian anak-anak di Tennessee Children’s Home Society tidak menghambat Tann sedikitpun.¬†Tann malah berkeliling negara bagian di Amerika Serikat untuk memberikan ceramah tentang adopsi yang mendukung popularitasnya yang kian meningkat. Tann pun menjadi semakin berani. Tanpa rasa malu sedikit pun dia memasang iklan di surat kabar yang menampilkan anak-anak dengan judul seperti “Mereka Ingin Menjadi Hadiah Natal Anda” dan menciptakan “Katalog Bayi” untuk membantu calon orang tua memilih anak yang sempurna, dengan harga yang terus meningkat. Tann secara terang-terangan memperlakukan anak-anak itu tidak lebih dan seperti barang dagangan.

Skema perdagangan bayi Tann terus berlanjut selama lebih dari dua dekade seolah itu adalah sebuah bisnis yang legal. Namun pada tahun 1949 keadaan berubah ketika Tennessee memilih gubernur baru, Gordon Browning yang berakibat melemahnya kekuasaan E.H. Crump, hakim yang selama itu berkerja sama dengan Tann.

Pada tanggal 12 September 1950, Gubernur Browning mengadakan konferensi pers di mana dia mengungkapkan ‘borok’ panti asuhan yang dikelola Tann yang berhasil mengumpulkan banyak keuntungan. Tapi meski demikian Tann tidak pernah dimintai pertanggungjawaban. Tiga hari kemudian, dia meninggal di rumahnya setelah mengalami koma misterius akibat kanker rahim yang tidak diobati.