Habis mabuk pria ini terbangun di dalam peti dan dijadikan kurban manusia untuk dewi bumi

SAHMITRA – Penduduk asli Andes, yakni orang-orang dari tujuh  negara di Amerika Selatan: Venezuela, Kolombia, Ekuador, Peru, Bolivia, Chili, dan Argentina sejak dulu kala hingga kini  percaya kepada Pachamama. Pachamama dalam mitologi Inca adalah dewi “Ibu Bumi” dan dewi kesuburan yang dipercaya menopang kehidupan di bumi ini.

Pachamama memiliki hari ibadah khusus yang disebut Martes de challa (Selasa Challa) yang dirayakan sepanjang bulan Agustus. Pada hari ini, orang-orang mengubur makanan, melempar permen, dan membakar dupa untuk berterima kasih kepada Pachamama atas panen mereka. Dan ada juga yang melaksanakan ritual kuno yang dipimpin oleh pendeta tradisional, yang dikenal sebagai yatiris. Pada ritual kuno ini orang-orang menyiapkan kurban persembahan, biasanya babi atau kadang janin llama, untuk membawa keberuntungan atau niat baik.

Victor Hugo Mica Alvarez, seorang pria berusia 30 tahun adalah salah satu dari banyak orang yang turun ke jalan-jalan di kota  El Alto, Bolivia untuk merayakan pembukaan festival Pachamama. Rupanya dia merayakan malam itu dengan minum terlalu banyak alkohol. Ketika dia terbangun karena ingin buang air kecil, dia mendapati dirinya sudah berada di dalam peti mati dan terkubur hidup-hidup di dalam tanah. Dengan ketakutan dia berusaha mengluarkan dirinya sendiri dari peti itu. Dan setelah berhasil dia baru mengetahui bahwa dia sudah berada di kota Achacachi, sekitar 50 mil dari tempat dia tidak sadarkan diri di kota El Alto, Bolivia.

Setelah berhasil keluar dari peti, Victor lalu pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian yang menimpanya. Namun pihak kepolisian menolak untuk mempercayai kisahnya dan mengatakan bahwa dia hanya terlalu mabuk lalu menyuruhnya pulang.

Dengan wajah dan sekujur tubuh yang masih ditutupi oleh kotoran dari tanah dan lumpur, dia berbicara dengan awak media yang ditemuinya dia depan kantor polisi.

“Tadi malam kami pergi minum dan berdansa. Dan setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi. Satu-satunya hal yang saya ingat adalah saya pikir saya berada di tempat tidur saya, saya ingin bangun untuk buang air kecil dan saya tidak bisa bergerak.

“Saya memecahkan gelas yang ada di dalam peti dan dengan cara itu saya bisa keluar. Ketika saya memecahkan kaca, kotoran mulai masuk. Mereka telah mengubur saya dan ingin menggunakan saya sebagai sullu.”

Sullu adalah korban persembahan kepada Pachamama. Victor mengklaim bahwa dia telah dijadikan pengorbanan manusia, yang dia yakini dilakukan oleh orang-orang yang masih percaya pada ritual gaya kuno untuk memuaskan Pachamama.