Hewan-hewan aneh dan tidak umum yang pernah ditemukan. Bikin bulu kuduk merinding!

SAHMITRA – Menurut Sensus Kehidupan Laut atau Census of Marine Life yang dilansir dari Alarabiya News, di alam bebas terdapat sekitar 8,7 juta spesies – dengan 6,5 juta spesies di darat dan 2,2 juta di lautan. Namun banyak ilmuwan mengatakan bahwa angka sebenarnya bisa lebih.

Selain dari jumlah yang mengejutkan tersebut, beberapa dari spesies yang ditemukan, tidak sedikit yang tampilan dan bentuknya lebih aneh daripada hewan darat dan kerajaan bawah laut lainnya. Entah itu penampilan mereka yang terlihat lucu atau janggal, bertingkah aneh, beradaptasi dengan tidak biasa atau tidak pada tempatnya.

Berikut ini adalah beberapa hewan-hewan aneh tersebut.

  1. Ikan kembar siam

Seorang petugas pembersih pantai Itarare di Sao Paulo, Brazil bernama Claudinei Antonio, yang telah membersihkan pantai selama 25 tahun, belum lama ini menemukan sebuah penemuan yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Yakni ikan mutan berkepala dua yang sangat langka berbentuk hati.

Ahli biologi kelautan Eric Comin mengungkapkan: “Sama halnya dengan manusia, kembar bisa lahir siam, dan ini juga bisa terjadi pada ikan. Sudah ada catatan tentang ini di Akuarium Espirito Santo. Sangat jarang, tetapi mereka bertahan hidup.”

Comin menambahkan, “Itu sama pada manusia, tidak ada duplikasi organ. Jadi, ada satu organ untuk keduanya, mereka hidup bersama dan belum ada teknologi saat ini untuk memisahkan mereka.”

  1. Tikus Mondok hidung bintang

Spesies yang hampir buta yang ditemukan di Amerika ini adalah pemakan tercepat di dunia, mereka dapat menemukan dan melahap serangga atau cacing dalam seperempat detik. “hidung” bintang mereka mengandung 100.000 serabut saraf yang memberikan mereka kemampuan untuk beroperasi dengan sangat efisien karena merupakan organ sentuhan paling sensitif pada mamalia mana pun. Mereka juga satu-satunya mamalia yang diketahui mampu mencium bau di bawah air.

  1. Belut satu jari

Lebih dikenal sebagai Amphiuma atau sejenis belut berjari satu. Tetapi, menurut Divisi Sumber Daya Satwa Liar dari Departemen Sumber Daya Alam Georgia, Amerika Serikat, spesies ini adalah jenis salamander memanjang yang sangat langka dengan dua pasang anggota badan kecil yang tampaknya tidak berguna dengan satu jari di masing-masingnya.Mereka tidak memiliki insang eksternal, dan meskipun memiliki celah insang, mereka bernafas dengan mengangkat hidungnya secara berkala dari lumpur atau air.

  1. Lalat kalajengking

Spesies ini bukanlah seekor kalajengking melainkan serumpun lalat. Hanya saja mereka memiliki ekor yang terlihat seperti penyengat kalajengking, namun mereka tidak menyengat dan juga bukan ekor. Ini sebenarnya adalah bagian dari alat kelamin yang digunakan dalam perkawinan. Perkawinan bisa berbahaya bagi pejantan karena betina diketahui bisa membunuh pasangan mereka. Kepalanya terdapat paruh panjang yang digunakan untuk memberi makan.

  1. Tardigrade

Tardigrades adalah makhluk mikroskopis berkaki delapan dengan faring seperti pengisap di wajah mereka, dapat hidup lebih lama dari manusia hingga 10 miliar tahun karena dapat bertahan hidup dalam kondisi ekstrem seperti dehidrasi, pembekuan, autoklaf, paparan ruang hampa, dan penyinaran oleh menggunakan kriptobiosis untuk mematikan metabolisme mereka. Mereka hidup di air dan di lumut.

  1. Geoduck

Adalah kerang intertidal terbesar di dunia yang hidup di pantai yang dingin dan lumpur. Pada geoduck dewasa, katup cangkangnya tetap terbuka karena badan dan sifonnya terlalu besar untuk ditarik kembali. Fitur ini yang lalu mengilhami orang Cina untuk menyebut mereka sebagai kerang belalai gajah. Mereka dapat meregangkan lehernya hingga 24 inci dari tubuhnya. Geoducks dianggap sebagai salah satu makanan laut terlezat di kalangan kuliner.

  1. Blobfish

Hewan laut yang memiliki nama ilmiah Psychrolutes marcidus  ini tinggal di kedalaman antara 600–1,200 m (2,000–3,900 ft) di mana tekanan beberapa lusin kali lebih tinggi daripada permukaan laut. Memiliki julukan hewan paling jelek karena bentuknya yang tampak seperti bengkak, lebar dan malas. Sebenarnya bentuknya tidak seperti itu jika di kedalaman laut. Tubuh ikan ini sangat licin dengan tulang lunak dan sangat sedikit otot. Bila terjaring dan diangkat ke permukaan, dekompresi dapat membuat ikan ini melebar dan kulitnya melentur. Di darat atau saat diangkat ke kapal, jaringan gelatin ikan ini tak mampu menopang tubuh sehingga menjadi seperti tidak berbentuk lagi.