Hilang nyawa akibat minum ‘cairan misterius’ dari botol Sprite

SAHMITRA – Minuman ringan Sprite pertama kali dtemukan di Jerman Barat pada tahun 1959. Sprite merupakan bagian dari jajaran minuman ringan Fanta dan dulunya memiliki nama Clear Lemon Fanta. Tidak sampai dua tahun kemudian Sprite diperkenalkan ke pasar Amerika Serikat.

Saat ini, Sprite tersedia di lebih dari 190 negara di seluruh dunia dan hadir dalam tujuh belas versi berbeda. Rasa lemon-lime-nya telah dipasarkan sebagai pilihan minuman yang menyegarkan; namun, minum dari botol Sprite pernah merenggut nyawa seorang wanita.

Sarah Jane Moss, 23, warga Hyde, Inggris, suatu hari mengambil minuman dari botol Sprite yang disimpan di rak dapur di rumah pacarnya Daniel Fairbrother. Setelah meminumnya, wajah Sarah mulai membengkak, dan dia mulai memuntahkan zat hitam yang berbau busuk. Ibu pacarnya lalu membawanya ke rumah sakit. Awalnya Sarah mengaku pada ibu pacarnya dan pada petugas medis bahwa dia telah mengonsumsi cairan tangki ikan. Mereka kemudian menginstruksikan dia untuk pulang dan banyak minum air putih.

Namun dua hari kemudian, keadaan Sarah makin memburuk, dan dia dibawa kembali ke rumah sakit. Dia mengalami luka di sekitar mulutnya dan ruam merah; dia muntah darah dan kesulitan berbicara. Barulah Sarah mengaku pada ibu pacarnya bahwa dia mungkin telah minum obat penyubur tanaman ganja. Dia juga menyatakan bahwa pacarnya, Daniel memiliki kebun ganja dirumahnya.

Ketika dokter akhirnya diberi botol Sprite oleh ibu Daniel, tes mengungkapkan bahwa botol itu mengandung alkali tingkat tinggi yang berbahaya. Dokter mengatakan kasus ini berada diluar wewenang rumah sakit dan harus menelepon Layanan Informasi Racun Nasional untuk meminta nasihat.

Setelah enam hari di rumah sakit, Sarah memutuskan untuk keluar sendiri karena dia merasa tidak kerasaan di rumah sakit, tetapi empat hari kemudian dia kembali dirawat karena rasa sakit yang parah.

Lalu Sarah menjalani operasi di rumah sakit Tameside tetapi tiga hari kemudian ditemukan dia mengalami infeksi. Setelah operasi darurat, nyawa Sarah gagal diselamatkan dan dia dia pun akhirnya meninggal.

Ibu Sarah mengatakan bahwa putrinya memberi tahu dia bahwa dia telah mengkonsumsi pupuk penyubur tanaman ganja. Tetapi ibu Daniel, mengatakan kepada pemeriksaan bahwa keluarganya percaya bahwa botol itu berisi cairan tangki ikan.

Ahli patologi kantor pusat Dr Philip Plumb mengatakan pada pemeriksaan Sarah meninggal karena peritonitis esofagus dan penyempitan lambung yang disebabkan oleh konsumsi zat korosif.