Inggris Mulai Uji Coba Sistem dan Penelusuran Lebih Pada Virus Corona

Sahmitra.com — Inggris meluncurkan sistem test and trace pada hari Kamis (28/05/2020). Dikutip dari Gulf News, ini akan menjadi senjata baru untuk menghasilkan penyebaran Virus Corona di London. Selain itu juga, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara yang memulai melakukan strategi yang sama.

Sekretaris Kesehatan Matt Hancock mengharapkan kesadaran kepada warganya untuk lebih mematuhi peraturan baru ini. Sebagai salah satu negara yang terdmpak corona paling parah dari kota wabah, Inggris memang harus mengembangkan upaya agar virus tak melumpuhkan mereka.

“Sangat penting bagi siapa saja yang mengalami gejala segera untuk mengisolasi di rumah dan untuk mendapatkan tes dan tidak meninggalkan rumah,” katanya kepada radio BBC.

Peraturan baru ini akan terdiri dari 25.000 ribu pelacak yang didukung oleh 20.000 ribu penguji dan 7.000 ribu dokter. Tugas mereka akan menghubungi orang-orang yang positif terinfeksi Virus Corona dan melacak aktivitasnya untuk mencari tahu lebih dalam, kemana arah virus tersebut menyebar.

Menurut Hancock, kontak dekat yang dimaksudkan adalah berada dalam jarak 2 meter selama 15 menit dengan orang-orang yang bersangkutan.

Sebelumnya ini, Inggis melakukan strategis tes massal di bulan Maret namun belakangan ini akibat virus semakin menyebar dan mereka mulai meninggalkan gaya lama. Gantinya, pemerintah yang mulai melakukan strategi baru penelusuran Virus Corona.

Penasihat Boris Johnson yang paling senior, Dominic Cummings telah memecahkan kepercayaan warga Inggris dan diyakini telah melanggar aturan lockdown. Ketika pemerintah membuat aturan secara ketat kepada warganya.

Dominic telah melakukan perjalanan 264 mil (sekitar 425 kilometer) ke rumah keluarganya di Inggris Utara dan mengaku sedang mencari tempat penitipan anak untuk putranya yang masih berusia 4 tahun. Kala bepergian, Dominic diketahui menderita gejala virus corona dan istrinya juga tertular.