Casino88 Online Slot99 Sbobet Slot Sbobet888 Joker1888 88bet Slot39 7mmbet Slot388 Joker138 Joker888

Berita Menarik Dan Unik Dari Dalam Dan Luar Negeri

Mancanegara

Jesse Pomeroy remaja pembunuh berantai paling berbahaya

SAHMITRA – Amarjeet Sada, Cayetano Santos Godino, dan Mary Bell adalah nama-nama yang tercatat di dalam daftar pembunuh berantai. Mereka adalah orang-orang jahat yang tega melakukan tindakan keji dan tidak manusiawi hingga tidak ragu untuk menghabisi nyawa korban yang tidak bersalah. Yang lebih mengejutkan adalah mereka semua adalah anak-anak yang masih kecil.

Mary Bell, misalnya, yang membunuh dua orang pada usia 11 tahun. Atau Cayetano Santos Godino yang memiliki julukan El Petiso Orejudo atau “the big-eared midget”, yang menyebar teror di Buenos Aires ketika dia berusia 9 hingga 16 tahun. Dia mengakui pembunuhan yang dia lakukan terhadap 4 orang anak dan mencoba untuk membunuh 7 anak lainnya.

Jesse Harding Pomeroy, alias “The Boston Boy Fiend” dan “The Boy Torturer”, adalah orang termuda yang dihukum karena pembunuhan tingkat pertama dalam sejarah Massachusetts di Amerika Serikat pada usia empat belas tahun.

Pomeroy lahir di Boston pada tahun 1859, putra kedua dari Thomas Pomeroy, seorang pekerja yang alkoholik, dan istrinya Ruth. Pomeroy anak yang cerdas tetapi kesulitan bersosialisasi dengan anak-anak lain karena tubuhnya yang lebih besar untuk anak seusianya, dia juga penderita epilepsi dan fakta bahwa ia dilahirkan dengan selaput putih di mata kanannya, mirip dengan katarak. Pomeroy juga menjadi sasaran kekerasan fisik yang mengerikan oleh ayahnya sejak usia muda. Hukuman yang umum adalah dikunci di kamar mandi, ditelanjangi, dan dipukul dengan ikat pinggang sampai berdarah-darah.

Dia tidak menyukai olahraga dan menghabiskan sebagian besar waktu luangnya dengan membaca kisah-kisah kekerasan. Ketika bermain dengan anak-anak lain, sering kali dia akan mengulangi metode penyiksaan yang pernah dia baca. Sebelum ulang tahunnya yang kesepuluh, Pomeroy membunuh burung peliharaan ibunya dengan cara memenggal kepalanya dan juga pernah tertangkap sedang menyiksa kucing tetangganya dengan pisau.

Tidak diragukan lagi bahwa Jesse adalah seorang sadis dan kemungkinan besar juga seorang psikopat. Orang-orang seperti Jesse mempunyai keinginan besar untuk menyakiti orang lain, sering menunjukkan ketidakpedulian terhadap perasaan orang lain serta kesediaan untuk menempatkan orang lain dalam risiko demi mengejar kesenangan mereka sendiri, umumnya sangat manipulatif, dan sering melakukan tindak pidana.

Jesse juga diyakini sebagai pembunuh berantai terorganisir, artinya dia terorganisir, merencanakan, metodis, dan berusaha membunuh korbannya. Pembunuh terorganisir berhati-hati dan umumnya tidak meninggalkan banyak bukti, karena mereka tahu apa yang mereka lakukan dan mengapa mereka melakukannya, dan tidak terlalu terpengaruh oleh emosi, seperti halnya pembunuh tidak terorganisir.

Pomeroy menargetkan anak laki-laki berusia antara empat hingga delapan tahun. Dia akan memancing mereka ke daerah terpencil dengan menggunakan cara yang berbeda, seperti pergi menonton bersama atau meminta bantuan mereka untuk melakukan suatu keperluan. Begitu mereka sendirian, Pomeroy akan mengikat mereka, menelanjangi mereka, dan menyiksa mereka dengan memukul mereka menggunakan ikat pinggang, tongkat, atau tinjunya sendiri, kemudian dia akan melakukan masturbasi. Dia meningkatkan serangannya dengan menyayat dan menusuk korban kelimanya dan siap membunuh pada korban kedelapan, namun dia dicegah oleh orang yang lewat.

Setelah sempat dijebloskan ke institusi, dia mengubah motif operandinya. Dia membunuh korbannya dengan menggorok lehernya sebelum menusuk alat kelaminnya berulang kali. Dan mengebiri korban terakhirnya, Horace Millen.

Ketika polisi mulai menanyai Jesse, dengan semua bukti fisik yang mereka kumpulkan, mereka ingin memastikan dan mendapatkan pengakuan. Mereka bertanya kepadanya apakah dia telah membunuh Horace Millen, dan dengan dingin dia menjawab, “Saya rasa memang benar.” Kemudian polisi terkejut karena mereka tidak menyangka dia akan mengaku membunuh 27 orang lainnya.

Pada bulan Februari 1875, Jesse dinyatakan bersalah atas pembunuhan Millen dan Curran. Dia dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung, satu-satunya hukuman untuk tuduhan ini pada saat itu. Namun, pada tanggal 7 September 1876, hukumannya diubah menjadi penjara seumur hidup. Dia menghabiskan sisa hidupnya di Penjara Negara Bagian Charlestown dan ditempatkan di sel isolasi. Selama empat puluh satu tahun berikutnya, dia hanya berinteraksi dengan para penjaga dan Ruth, yang mengunjunginya sebulan sekali sampai dia meninggal. Pada tahun 1917, Pomeroy diizinkan bergabung dengan penghuni penjara lainnya. Pada tahun 1929, ia dipindahkan ke penjara karena kesehatannya yang memburuk. Dia meninggal karena sebab alamiah di sana pada tahun 1932. Dia berusia 72 tahun pada saat kematiannya.