Korban Meninggal karena Covid-19 Capai 1 Juta Orang di Seluruh Dunia

Sahmitra — Korban meninggal karena Covid-19 di seluruh dunia dilaporkan sudah mencapai satu juta orang, sejak wabah itu terdeteksi di China kurang dari setahun. Pandemi ini sudah menghantam dunia sedemikian keras. Mulai dari daerah permukiman kumuh India hingga kota besar seperti New York, dan menaikkan ketegangan antar-negara. Olahraga, hiburan, hingga melakukan perjalanan kini dibatasi, dengan masyarakat kini diminta untuk tinggal di rumah demi menangkal penyebaran.

Kontrol pun diberlakukan kepada empat miliar jiwa di seluruh dunia, di mana pada April negara-negara sempat menerapkan peraturan ketat seperti lockdown.

Berdasarkan data AFP, pada Minggu 927/9/2020), hingga kini jumlah korban meninggal karena Covid-19 sudah mencapai 1.000.009 dengan 33,018,877 kasus penularan. Amerika Serikat (AS) menjadi negara yang paling terdampak, di mana mereka melaporkan 7,3 kasus posifit dan 200.000 korban jiwa.

Bagi sopir di Italia bernama Carlo Chiodi, kematian karena virus corona itu juga mencakup orangtuanya, di mana dia kehilangan mereka dalam hitungan hari. Dia menuturkan, ketika ayahnya masuk ke ambulans, dia begitu menyesal karena saat itu yang dia katakan malah “selamat tinggal”.

“Saya sangat menyesal tidak mengucapkan ‘aku mencintaimu’ atau memeluknya saat itu. Benar-benar menyakiti saya sampai saat ini,” ratapnya.

Dengan ilmuwan yang masih berjuang untuk menemukan vaksinnya, virus corona yang pertama terdeteksi di Wuhan itu sudah menggerus ekonomi Bumi. Dana Moneter Internasional (IMF) sudah menyatakan, dinamika ekonomi bakal menyebabkan “krisis tiada duanya” di tengah GDP negara yang anjlok.

Eropa yang begitu terpukul dengan gelombang pertama penularan, kini mulai menerapkan lagi aturan pembatasan setelah kasus positif kembali meningkat. Kota-kota besar seperti Paris, Madrid, London, harus kembali memberlakukan protokol kesehatan agar rumah sakit tak kewalahan.

Dibeli China Masker dan pembatasan sosial di kafe hingga perkantoran kini menjadi pemandangan yang lazim ditemui di semua tempat setiap harinya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah memperingatkan, angka kematian bisa mencapai dua juta jika dunia tidak bekerja sama menangkalnya.

“Satu juta sudah angka yang mengerikan. Kita tentunya harus mengingat ini sebelum memikirkan angka dua juta,” kata Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan.

“Apakah kita sudah melakukan hal seperti kerja sama sebelum mampu menghindari angka tersebut?” tanya Ryan dalam konferensi pers.