Lahir Cacat, Gadis Ini Ditinggal Orangtuanya

Sahmitra.com — Seorang gadis asal Kazakhstan berusia 17 tahun terlahir dengan wajah rusak separuh. Dilansir Mirror pada Rabu (01/07/2020), ayahnya kaget saat melihat penampilan sang putri dan langsung pergi meninggalkannya dengan sang ibu.

Gadis berusia 17 tahun ini bernama Yaroslava Oleinik ini berusia mencari ayahnya dan ingin menyapanya dengan hangat.

“Ayahku meninggalkan kami tepat setelah melihatku di rumah sakit bersalin. Kami belum melihatnya atau mendengar kabar darinya sejak saat itu,” ungkapnya.

Ayahnya disebut bekerja sebagai sopir truk dan menghasilkan banyak uang tapi kenyataannya sang ayah tak pernah mendukung istri dan putrinya secara finansial. Ibunya bekerja keras seorang diri untuk membesarkannya.

Meskipun begitu, Yaroslava mengaku tak pernah membenci ayahnya. Ia ingin mencari ayahnya dan menjalin hubungan yang hangat antara ayah dan anak yang selama ini tak pernah dirasakannya.Yaroslava Oleinik. (Instagram/@yariko_off)

“Aku menemukan profilnya (di media sosial) dan mencoba menghubunginya tetapi dia tidak pernah mengirim pesan. Ibuku berkata, ‘untuk apa kamu melakukan ini? Dia mungkin tidak ingin berkomunikasi dengan kita”.

“Tapi aku ingin tahu bagaimana keadaannya. Bagaimanapun, dia adalah ayahku,” ungkapnya.

Yaroslava kemudian belajar main gitar sendiri selama 10 tahun lamanya. Ia ingin menjadi musisi terkenal dan membuat ayahnya itu bangga.

“Aku suka musik populer, rap dan chanson Rusia,” ungkapnya.

Yaroslava Oleinik. (Instagram/@yariko_off)

“Apakah aku punya haters? Selalu! Tapi mereka memotivasiku untuk bekerja lebih keras dan jadi lebih baik,” ungkapnya.

Terlahir dengan wajah yang rusak separuh adalah kenyataan sulit yang ia terima. Butuh waktu panjang agar ia nyaman dengan dirinya sendiri. Ia pernah menutupi wajahnya dengan rambut agar tak merasakan malu.

Yaroslava Oleinik. (Instagram/@yariko_off)

“Belakangan aku tenang dan bisa menerima diriku sendiri. Sejak saat itu aku tak lagi memiliki gangguan saraf.”

Karena kondisinya itu, Yaros mengalami kesulitan untuk bernafas yang membuatnya terbangun terengah-engah saat tidur. Ia membutuhkan operasi plastik untuk merekonstruksi hidung, mengembalikan bentuk dan fungsinya.