Laporan Penurunan Korban Virus Corona di China dan Korsel

China dan Korsel (Korea Selatan) melaporkan adanya penurunan jumlah angka korban meninggal akibat virus corona dan kasus positif corona.

China yang mencatat 22 korban meninggal pada hari ini, Senin (9/3/2020). Sejak China mulai melaporkan data virus corona pada Januari dengan itu merupakan angka kematian terendah.

Komisi Kesehatan Nasional yang melaporkan adanya 40 kasus baru yang secara nasional sebagian besar di Provinsi Hubei, sebagai pusat penyebaran virus corona. China sendiri korban meninggalnya mencapai 3.119 dan 80.700 lainnya yang terinfeksi.

Jumlah pasien yang terinfeksi baru juga menunjukkan tren menurun dalam beberapa pekannya. Penurunannya karena upaya pemerintah China yang dinilai berhasil untuk menangani virus corona.

Seorang pejabat senior pemerintah yang sempat mengisyaratkan bahwa China akan segera mencabutkan status lockdown terhadap Provinsi Hubei yang sudah berlaku sejak akhir Januari 2020.
Kebijakan isolasi di wilayah Hubei yang dianggap efektif membatasi pergerakan sekitarnya 56 juta, penduduk disana dan menekan penyebaran virus corona.
Sementara pada Korsel, merupakan salah satu negara dengan kasus corona yang terbesar setelah Wuhan,China, pada hari Senin melaporkan bahwa kenaikan harian kasus terkecil dua pekan terakhir.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel mengonfirmasikan 248 kasus baru pada hari Minggu. Angka itu turun juga dalam empat hari berturut dan merupakan yang terendah sejak akhir Februari.
Hingga saay ini total kasus virus corona di Korsel sudah mencapai 7.382 dengan angka kematian 50 orang.
Korsel yang sempat menjadi negara dengan korban terbanyak setelah negara China. Namun kini malah perhatian global beralih ke Italia dan Iran setelah kedua negara itu dilaporkan menjadi lonjakan kasus kematian.

LIHAT JUGA : Indonesia Tak Perlu Takut Corona