Casino88 Online Slot99 Sbobet Slot Sbobet888 Joker1888 88bet Slot39 7mmbet Slot388 Joker138 Joker888

Berita Menarik Dan Unik Dari Dalam Dan Luar Negeri

BeritaMancanegara

‘Lipstick king’ Austin Li ditinggalkan jutaan pengikutnya usai berikan komen tidak etis

SAHMITRA – Salah satu livestreamer terpoluper di Tiongkok Austin Li Jiaqi atau yang dikenal dengan julukan ‘Lipstick King’ dalam salah satu kesempatan menjual pensil alis dengan harga 79 Yuan Tiongkok (atau sekitar Rp. 171ribu), seorang penonton kemudian berkomentar bahwa produk tersebut terlalu mahal. Menanggapi komentar tersebut, pria berusia 31 tahun itu malah meminta penonton untuk merenungkan apakah mereka telah “bekerja cukup keras”.

“Mahal? Harganya tetap sama selama bertahun-tahun. Jangan bicara omong kosong yang terang-terangan. 

“Terkadang [Anda] harus mencari alasannya sendiri, apakah gaji Anda meningkat setelah bertahun-tahun, dan apakah Anda sudah bekerja cukup keras.” 

Pernyataannya itu dengan cepat memancing kontroversi dan reaksi para netizen di Tiongkok. Beberapa orang menganggap komentarnya itu  ‘menyakitkan’ bagi mereka yang sedang berjuang mencari nafkah di tengah-tengah perekonomian yang mengalami kelesuan pasca-COVID19. Tercatat pengangguran kaum muda di Tiongkok mencapai rekor tertinggi, dimana satu dari lima orang berusia antara 16 dan 24 tahun tidak memiliki pekerjaan tetap. Dengan PDB sebesar 6,3%, jauh di bawah perkiraan para ekonom yakni sebesar 7,3%.

Sehari setelahnya, Li Jianqi secara publik telah menyampaikan permintaan maafnya. Namun hal tersebut tidak mampu membendung reaksi dan kesan negatif terhadap dirinya. Akibat pernyataannya tersebut Li telah kehilangan lebih dari 1,5 juta pengikut dari Taobao Live dan Weibo. Banyak orang yang menuduh Li seperti perumpamaan kacang yang lupa kulitnya atau lupa akan asal usulnya yang  memulai karirnya sebagai asisten penjualan kosmetik di sebuah toko sebelum dirinya terkenal seperti sekarang.

“Anda menghasilkan uang dari orang-orang biasa, namun Anda masih mengejek orang-orang biasa karena miskin.”

“Anda meminta maaf kepada uang, bukan kepada kami.”

 

Selama bertahun-tahun, Li Jiaqi menjalankan acara streaming di mana dia merekomendasikan beraneka ragam produk, mulai produk kecantikan, produk perawatan kulit, peralatan rumah tangga, alat elektronik dan masih banyak lagi. Tidak diragukan lagi adalah penjual lipstik terbaik di Tiongkok karena dia pernah menjual 15.000 lipstik hanya dalam lima menit, yang membuatnya kemudian diberikan gelar ‘Raja Lipstik’.

Dan tidak hanya pandai menjualnya, tapi Li juga pandai mengaplikasikan lipstik pada bibirnya sendiri. Tidak seperti vlogger kecantikan pada umumnya yang mencoba lipstik di tangan, Li selalu lebih memilih mencobanya sendiri di bibirnya. Dia melakukan itu dengan tujuan agar penontonnya dapat mengetahui warna asli lipstik-lipstik tersebut. Dia pernah mencoba 380 lipstik berbeda dalam siaran langsung selama tujuh jam. Dan pada tahun 2019, Li juga pernah mencetak rekor Guinness untuk “pengaplikasian lipstik terbanyak pada model dalam 30 detik,” mengaplikasikan lipstik pada empat model berbeda hanya dalam 30 detik.

Live streaming adalah industri besar senilai $21 miliar di Tiongkok. Para streamer menghasilkan uang dengan meng-endorse produk, menerima komisi dari barang yang terjual, dan tips dari pengikutnya. Tahun 2022 dalam rangka 11/11 di Tiongkok, Li Jiaqi berhasil menjual produk senilai US$2,9 miliar atau Rp 45,4 triliun dalam sekali live streaming.