Manusia Terancam Tekanan Panas Matahari, Dampaknya Sangat Bahaya bagi Tubuh!

Sahmitra — Potensi terpapar tekanan panas berkadar tinggi tengah mengancam jutaan orang di berbagai negara. Tekanan panas yang ekstrem ini membawa dampak bagi manusia. Bahkan, kondisi ini disebut-sebut bisa membuat organ tubuh manusia berhenti beroperasi.

Sebagian besar orang yang diprediksi akan terpapar tekanan panas merupakan orang-orang yang tinggal di negara berkembang, sebagaimana dilansir dari detiknews. Mereka disebut-sebut bekerja dalam kondisi yang berbahaya bagi keselamatan nyawa. Adapun mereka yang banyak bekerja di luar ruangan, seperti di perkebunan, atau yang bekerja di dalam ruangan, seperti di pabrik atau rumah sakit, menjadi yang paling terancam dengan tekanan panas ini.

Sebenarnya, apa itu tekanan panas?

Tekanan panas merupakan kondisi ketika tubuh manusia tidak bisa menurunkan suhu badan. Akibatnya, suhu tubuh akan terus meningkat hingga mencapai titik bahaya yang bisa membuat organ tubuh tidak beroperasi.

Kondisi ini terjadi ketika penguapan keringat di atas kulit tidak terjadi karena udara sangat lembab. Adapun penguapan keringat adalah cara tubuh untuk mengatasi suhu panas yang berlebihan. Rebecca Lucas, peneliti isu fisiologi di University of Birmingham, mengatakan kondisi semacam ini bisa membuat orang pingsan, kram, kehilangan orientasi, dan gagal ginjal.

“Akan ada dampak yang serius saat Anda mengalami suhu panas berlebihan dan itu akan terjadi di berbagai bagian tubuh” kata Rebecca, dikutip dari detiknews.

Ketika temperatur bumi meningkat, maka kelembapan yang tinggi pun terjadi. Oleh sebab itu, manusia akan menghadapi hari-hari yang berbahaya karena panas dan lembab. Profesor Richard Betts dari Badan Meteorologi Inggris memprediksi suhu di atas 32 derajat celcius akan semakin sering terjadi.

“Manusia berevolusi untuk hidup dalam kisaran suhu tertentu. Jadi, jelas jika kita terus menjadi penyebab kenaikan suhu di dunia. Cepat atau lambat, sebagian wilayah di dunia akan mencapai titik terpanas. Dan dari situ kita dapat melihat, apakah temperatur itu terlalu panas bagi kita,” paparnya.

Lantas, apa solusi yang paling memungkinkan untuk menghadapi hari-hari dengan cuaca yang sangat panas?

Jimmy Lee, salah satu dokter di Singapura, menyarankan agar setiap orang rutin mengonsumsi banyak cairan sebelum bekerja. Istirahat yang teratur pun penting dalam kondisi ini.

Jason Lee, anggota Global Heat Health Information Network, menyebut cara untuk menghadapi tekanan panas tidak hanya dilakukan dengan minum banyak cairan dan beristirahat. Menurut Lee, cara melawan tekanan panas harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

“Dengan menjaga diri tetap bugar, Anda juga meningkatkan toleransi terhadap suhu panas tubuh. Dan ada banyak manfaat lainnya juga,” ujar Lee.

“Perubahan iklim ini akan menjadi monster yang lebih besar dan kita sungguh membutuhkan upaya terkoordinasi di seluruh negara untuk mempersiapkan diri. Jika tidak, akan ada harrga yang harus dibayar,” imbuhnya.