Memilukan, Balita Dikurung di Kandang dan Dikelilingi Hewan Terlantar

Sahmitra — Kepolisian mendapat panggilan adanya dugaan kekejaman terhadap hewan di sebuah properti. Namun setelah sesampainya di lokasi kejadian, polisi terkejut karena tak hanya menemukan ratusan hewan-hewan terlantar, namun juga ada seorang balita yang dikurung.

Balita itu dikurung dalam kandang anjing dan dikelilingi oleh hewan- hewan terlantar pada Kamis (01/10/2020) di Henry County, Georgia, Amerika Serikat ( AS).

Dilansir dari Mirror, sebanyak tiga tersangka telah ditangkap dan menghadapi pasal berlapis. Ketiga tersangka tersebut adalah ibu korban Heather Scarbough (46), ayah tiri korban Thomas Jefferson Brown (46), dan kakek korban Charles Brown (62).

Sheriff Henry County, Monte Belew, mengatakan dalam konferensi pers pada Jumat (03/10/2020) bahwa balita tersebut di temukan di antara delapan ular, 56 anjing, 10 kelinci, 86 ayam, satu tokek, empat parkit, tiga kucing, satu burung pegar, tiga possum layang, dan 531 pengerat.

“Di ruang tamu ada seorang anak yang dikurung, ada 8 ular dan ada pakan ular di sela kandang anak itu,” kata Belew.

Belew menambahkan bahwa terbukti anak itu menghabiskan sebagian besar hidupnya di dalam kandang.

“Sangat memilukan melihat kondisi anak ini. Tidak ada apa-apa untuk bayi itu di seluruh rumah di luar kandang tempat dia berada,” tambah Belew.

Dia menambahkan seluruh mainan balita titu ada di dalam kandang bersamanya. Bahkan, tidak ada selimut untuk balita itu.

“Tampaknya dia menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam kandang. Bau amonia menguar saat kami mengangkat kandang dan terdapat serangga di bawahnya membuatnya tampak seperti dia selalu tinggal di sana,” sambung Belew.

Petugas menggambarkan bahkan dapur rumah tersebut tidak bisa dipakai setelah ditemukan ribuan kecoa dan belatung. Seluruh properti berantakan dengan makanan busuk dan sampah berserakan di sekitar halaman.

“Ada sampah dan makanan di atas kandang (tempat anak itu ditahan). Dan Anda bisa tahu ketika seorang anak kelaparan dan lapar, dan dia kelaparan,” sambung Belew.

“Dia harus keluar dari sana, dan hewan-hewan itu juga,” tambahnya. 

Anak itu sekarang berada dirawat oleh Departemen Layanan Anak AS. Polisi juga menemukan 127 tanaman mariyuana dan tujuh belas senjata api di properti itu.

Ketiganya menghadapi dakwaan pelecehan anak, kekejaman terhadap hewan, produksi mariyuana dan produksi alat-alat obat terlarang. Sedangkan hean-hewan tersebut dibawa ke dokter hewan diserahkan ke pusat penyelamatan hewan untuk rehabilitasi.