Meninggal Saat Menyaksikan Tiga Cucunya Diperkosa!

sahmitra.com — Kejadian yang menimpa wanita tua dan tiga orang gadis sangat mengenaskan. Pasalnya, seorang lelaki dengan balaclava memasuki rumah mereka dengan memperkosa tiga gadis dengan brutal. Menyaksikan ketiga cucu perempuannya diperkosa dengan sangat kejam, wanita tua itu terkejut hingga meninggal dunia.

Menyadur mirror.co.uk, pada Selasa (30/06/2020), peristiwa tersebut terjadi di Desa Impendle, Afrika Selatan. Nenek yang berusia 71 tahun itu dibuat putus asa ketika menyaksikan tiga cucunya diperkosa satu per satu oleh lelaki yang memaki penutup muka.

Awalnya, lelaki itu mengunci tiga saudari perempuan tersebut di dalam kamar. Lalu, mereka yang masing-masing  berusia 19, 22, dan 25 tahun itu dipaksa untuk keluar dan diperkosa oleh lelaki bejat yang menganakan balaclava.

Polisi yang menyelidiki kejadian tersebut mengatakan bahwa ketika gadis itu mengalami trauma.

“Tersangka yang telah mengunci ketika gadis tersebut di kamar nenek dan dia membawa mereka keluar satu per satu dan memperkosa mereka,” jelas Jubir Keluarga, Mzandwile Ndlovu.

Ia menambahkan bahwa sang nenek juga ditemukan di dalam rumah, namun dalam keadaan yang sudah tak bernyawa. Pihaknya yang menduga wanita 71 tahun tersebut meninggal karena dikejutkan oleh pemerkosaan ketika keponakannya sehingga membuatnya terkena serangan jantung dengan mendadak.

“Ketika gadis itu mengatakan bahwa penjahatnya tidak sedikitpun menyentuh nenek itu sama sekali, maka diduga kuatia meninggal karena serangan jantung,” imbuhnya.

Disisi lain, Jubir kepolisian Afrika Selatan Kapten Nqobile Gwala mengatakan bahwa tersangka merupakan orang yang tak dikenal masuk secara paksa ke dalam rumah mereka sambil mengenakan balaclava, ia kemudian memperkosa ketika gadis tersebut dengan todongan senjata untuk mengancam.

Meninggal Saat Menyaksikan Tiga Cucunya Diperkosa!
Meninggal Saat Menyaksikan Tiga Cucunya Diperkosa!

“Seorang wanita yang berusia 71 tahun tersebut menyaksikan kejadian itu pingsan seketika dan meninggal, kami memohon kepada siapa saja yang mungkin memiliki informasi tentang insiden tersebut untuk menghubungi polisi,” tambahnya.

Terhadap pelecehan seksual serta pembunuhan yang terjadi di Afrika Selatan, Nonhlanhla Khoza selaku Jubir Anggota Dewan Pengembangan Sosial Kwazulu-Natal mengungkapkan tentang kesedihannya.

“Kita telah melihat peningkatan yang dramatis dalam insiden kekerasan tersebut berbasis gender, pembunuhan serta pemerkosaan. Saya mendesak masyarakat untuk membantu polisi agar pelakunya dapat tertangkap,” terangnya.

Menurutnya pemerkosaan dan pembunuhan terhadap wanita-wanita disana hanya dapat berhenti apabila masyarakat bersedia untuk melakukan kerja sama dengan aparat hukum. Ia juga menyampaikan belansungkawanya dengan tulus kepada korban.

Lelaki yang berusia 31 tahun merupakan anak dari wanita 71 tahun itu berharap pelaku pemerkosaan ketiga kerabatnya bisa dengan segera ditangkap.

“Saya pikir ibu saya meninggal karena serangan jantung, sebab pelaku yang tak menyerangnya namun menarik keponakan saya keluar dari kamar dan memperkosa mereka satu per satu didepannya,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa pelaku tak memiliki rasa kemanusiaan, sebab ia (pelaku) telah melihat ibunya pingsan namun tetap melakukan aksi bejatnya itu.

Dalam hal ini, Menteri Kepolisian Bheki Cele dan aktivis gender juga telah membicarakan mengenai kenaikan kasus kekerasan yang berbasis gender terhadap anak-anak dan perempuan, terutama di masa pandemi seperti ini.