Menyiksa, memotong gaji dan merusak handphone ART, perempuan di Singapura masuk penjara

SAHMITRA – Perempuan asal Singapura, Zhao Lin, 35 tahun , dijatuhi hukuman penjara dua tahun dan denda $5.000 karena terbukti melakukan penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga yang bekerja di rumahnya. Selama setahun lebih, Zhao Lin memperlakukan ART asal Myanmar, Ma Ei, 29 tahun dengan tidak manusiawi. Zhao Lin kerap menampar dan menendang Ma Ei setiap dia tidak senang dengan pekerjaan Ma Ei.

Selain penganiayaan fisik, Zhao Lin juga memotong gaji Ma Ei dari $500 menjadi $200 per bulan untuk kesalahan yang dibuat oleh pembantunya itu. Ma Ei datang ke Singapura dari Myanmar pada awal 2016 dan mulai bekerja untuk Zhao, yang merupakan majikan pertamanya.

Bangun pukul 6.30 pagi dan tidur tengah malam, tanggung jawab Ma Ei adalah melakukan pekerjaan rumah tangga dan merawat putra Zhao. Beberapa tindakan kekerasan sering terjadi di depan putra Zhao, yang baru berusia empat tahun.

Penyiksaan dimulai pada pertengahan tahun 2017, Zhao sesekali memukul tubuh Ma Ei ketika dia tidak senang dengan pekerjaan atau sikap korban. Pada awal 25 Agustus 2018, Zhao memberi tahu Ma Ei bahwa mainan putranya tidak disimpan dengan benar dan lalu menampar pipi Ma Ei sebanyak 10 kali dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga ART itu terhuyung kebelakang. Zhao bahkan mengancam korban dengan mengatakan dia akan terus memperlakukannya seperti itu sampai ART itu benar-benar takut.

Suatu hari Ma Ei lagi-lagi diteriaki dan ditampar berulang kali oleh Zhao Lin saat Ma Ei sedang membersihkan ruang tamu. Zhao berkata: “Jika kamu melakukan hal yang salah, aku akan langsung menamparmu dua kali!”. Dan ketika Ma Ei menjawab, Zhao Lin merasa tidak senang dan langsung memukul wajah, tubuh dan menendang kaki Ma Ei. Putra Zhao, yang menyaksikan kejadia itu, bertanya kepada ibunya: “Mengapa kamu memukul dia?” Yang dijawab Zhao dengan: “Dia melakukan kesalahan, dia memukul ibu.

Tidak bisa lagi berdiam diri karena kerap menerima siksaan dari majikannya, Ma Ei mengumpulkan keberanian untuk menelepon polisi. Sialnya, Zhao memergokinya dan alhasil dia harus menerima lagi pukulan dari majikannya tersebut.

Ketika polisi tiba beberapa saat kemudian, mereka meminta untuk melihat rekaman televisi sirkuit tertutup di rumah tetapi Zhao menolak. Suaminya, yang tiba di tempat kejadian kemudian, membantu polisi dengan permintaan mereka. Ma Ei dikirim ke rumah sakit, ditemukan memar di dahi dan beberapa lecet di sekujur tubuhnya.

Di pengadilan, Zhao Lin yang bekerja sebagai perawat, mengaku bersalah atas empat tuduhan secara sukarela menyebabkan luka dan kerusakan. Zhao juga mengaku di pengadilan, pada pertengahan 2018 dia telah melempar ponsel Ma Ei ke lantai dan merusak perangkat tersebut. Untuk tindakan ini, dia bisa dipenjara hingga satu tahun dan didenda.