Model di album band Nirvana layangkan gugatan pelecehan seksual

SAHMITRA – Bagi anda yang lahir di era 90’an pastinya mengenal band asal Amerika Serikat, Nirvana. Band yang mengusung genre music grunge, beranggotakan vokalis mendiang Kurt Cobain, drumer Dave Grohl dan basis Krist Novoselic ini sangat populer pada masanya dan bahkan melegenda sampai saat ini.

Single pertama dari album kedua mereka Nevermind yang rilis tahun 1991, “Smells Like Teen Spirit”, meledak dan disebut sebagai sebuah kesuksan yang tidak terduga bagi Nirvana sendiri. Album ini terjual 400.000 eksemplar hanya dalam kurun waktu seminggu di Amerika Serikat saja. Dan tidak hanya album dan lagu-lagunya saja yang mendunia, namun sampul atau cover dari album Nevermind sendiri menjadi salah satu gambar ikonik sepanjang masa. Yaitu gambar seorang bayi laki-laki yang tengah berenang didalam air tanpa pakaian dengan selembar mata uang Dollar Amerika tidak jauh darinya.

Lalu, 30 tahun kemudian, Spencer Elden, bayi laki-laki yang menjadi model sampul album Nevermind milik Nirvana tersebut baru-baru ini melayangkan gugatan dengan tuduhan pelecehan seksual terhadap anak kecil. Spencer dikabarkan menuntut banyak pihak seperti rumah produksi yang merilis atau menditribusikan album tersebut dan juga termasuk anggota band yang hingga kini masih hidup, Grohl, Novoselic dan janda Cobain, Courtney Love.

Spencer menuduh para terdakwa memproduksi pornografi anak dengan gambar yang menampilkan dia berenang telanjang dengan bagian tubuh sensitifnya terlihat. Gugatan itu berisi tuduhan bahwa para terdakwa mengeksploitasi seksual anak untuk tujuan komersial terhadap Spencer sejak dia masih di bawah umur hingga hari ini. Bahwa para terdakwa dengan sengaja memproduksi, memiliki, dan mengiklankan pornografi anak komersial yang menggambarkan Spencer.

Dia menuntut ganti rugi materi setidaknya sebesar US$ 150.000 dari masing-masing 15 terdakwa. Para terdakwa belum menanggapi gugatan itu atau mengomentari secara publik. Spencer, yang berusia empat bulan ketika gambar itu dibuat, mengatakan bahwa selama ini dia menderita “kerusakan seumur hidup”, tekanan emosional yang ekstrem dan permanen dengan manifestasi fisik, dan alasan lainnya.

Spencer mengatakan bahwa gambar itu menurutnya mengandung unsur seksual, dan membuat citra dirinya seperti ‘pekerja seks – meraih uang dollar.’ Spencer mengaku tidak pernah dibayar untuk tampil di sampul, dan bahwa orang tuanya tidak pernah menandatangani apapun.

Saat berita ini muncul, banyak orang berpendapat bahwa Spencer hanyalah seorang putus asa dan kehabisan akal yang memanfaatkan situasi demi uang. Dan mengingat hal ini bukanlah upaya yang pertama kali bagi Spencer untuk mendapatkan keuntungan dari dirinya yang tampil di sampul album band legenda Nirvana. Beberapa wawancara dengan surat kabar dan majalah ternama di Amerika Serikat pernah dilakukan Spancer sebelumnya.

“Sepertinya sangat keren menjadi bagian dari sesuatu yang begitu besar dan penting namun aku tidak bisa ingat apapun tentang hari itu.” Ungkap Spencer pada surat kabar New York Post pada perayaan ulangtahun ke 25 album Nevermind. Bersama majalah Rolling Stone, Spencer juga pernah ‘membuat ulang’ gambar sampul yang ikonik tersebut ketika usianya 10 tahun.

“Saya masih berkomunikasi dengan Spencer. Saya selalu berpikir bahwa kelak Spencer beranjak remaja dia akan membenciku. Tapi nyatanya tidak. Spencer bertentangan dengan gambar tersebut karena dia merasa semua orang mendapatkan keuntungan materi dari gambar tersebut namun dirinya sendiri tidak. Saya pikir dia layak mendapatkan sesuatu. Tapi selalu pihak yang memproduksi dan menditribusikan album yang mendapatkan uang dari gambar itu.” Kirk Weddle, juru foto yang mengambil gambar Spencer mengatakan pada The Guardian pada wawancara tahun 2019.