Muslim Travel Ban Era Trump Dicabut Biden, Wanita Asal Iran Bisa Bersatu Lagi dengan Suaminya di AS

Sahmitra — Larangan perjalanan dari negara mayoritas Muslim tertentu di era pemerintahan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah dicabut oleh Presiden AS yang baru, Joe Biden.

Hal itu sangat berarti bagi setidaknya sepasang suami-istri yang menikah pada 2017 namun harus terpisah hidupnya selama beberapa tahun, seperti diwartakan Sky News, pada Selasa (9/2/2021).

Mona Smith, seorang wanita Iran yang belajar untuk gelar Doktor di Kanada menikah dengan suaminya, Ricky dari AS pada 2017. Mereka bermimpi dapat pindah ke AS dan membina mahligai rumah tangga di sana.

Namun semua impian itu buyar ketika Trump menerapkan Muslim Travel Ban, atau larangan perjalanan Muslim yang memastikan beberapa negara Muslim di dalam daftar AS tidak bisa mengakses masuk ke AS.

Kini, semua itu telah berubah. Mona bisa tinggal di AS dengan visa yang dikeluarkan oleh kedutaan besar di Montreal.

Semua itu, disebut para pejabat kedutaan berkat Joe Biden yang mencabut larangan masuk orang-orang dari negara Muslim tertentu, di mana Iran, negara asal Mona, menjadi salah satunya.

Mencabut kebijakan kontroversial dari pemerintahan Trump adalah salah satu hal pertama yang dilakukan Presiden AS Joe Biden ketika dia menjabat mulai bulan lalu.

“Akhirnya, akhirnya Mona memiliki visa AS, dia datang ke AS,” kata Smith dalam klip video yang tampak sangat emosional.

“Kami bisa hidup bersama, kami bisa berkeluarga, kami bisa membeli rumah. Ini luar biasa.”

Sambil menangis Mona berkata, “Di kepala saya, saya menunggu [kedutaan] untuk memberi tahu saya bahwa, karena saya dari Iran, dia mungkin tidak mengeluarkan visa saya, tetapi itu, ya … Saya hanya merasa air mata mengalir di wajah saya.”

Smith mengatakan larangan perjalanan itu “menghancurkan” hidup mereka.

“Saya ingat waktu melihat notifikasi berita di iPhone saya bahwa Trump akan melarang pendatang dari negara Muslim tertentu memasuki Amerika Serikat. Saya hanya ingat duduk, memucat dan tangan saya berkeringat,” ungkap Smith mengenang masa-masa menyedihkan mereka.

“Hidup kami hancur. Maksud saya, itu semacam menghancurkan hidup kami selama empat tahun terakhir baik secara psikologis maupun praktik.”

Dia menambahkan bahwa mereka tidak ingin membiarkan kebijakan “xenofobia” pemerintah pada saat itu mendikte kehidupan mereka, jadi memutuskan untuk menikah di Kanada.

“Saya menghabiskan empat hari bersama istri saya di Kanada dan saya terbang kembali ke Milwaukee, dan saya ingat maksud saya, itu benar-benar tidak nyata. Saya duduk di sana dalam pesawat kembali ke Milwaukee, dan saya berpikir; Ya Tuhan, saya baru saja menikah dan saya akan meninggalkan istri saya di Toronto dan saya akan kembali ke Amerika.”

“Dan dia tidak diterima di sana [AS] hanya karena di mana dia dilahirkan. Dan itu menjengkelkan. Itu meresahkan. Itu membuat marah, tapi pada saat yang sama, itu membuat khawatir akan masa depan.”

Mona Smith dikabarkan akan mendapatkan visanya dalam dua hingga tiga minggu ke depan, pada saat itu dia secara hukum akan dapat tinggal dan bekerja di AS.